Anda di halaman 1dari 11

RMK SAP 10-11 Manajemen Koperasi & UMKM

STANDAR OPERASIONAL MANAJEMEN KOPERASI dan UMKM

Oleh Kelompok 3:
1. I Gusti Agung Gde Adhi Raditya 1607532002
2. Ida Bagus Putu Julio Swastika 1607532005
3. Anak Agung Ngurah Indra Bhagaskara 1607532114

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2018/2019
A. Sistem Informasi Laporan Keuangan Koperasi dan UMKM

Perkembangan teknologi informasi saat ini telah memberikan peningkatan peran


komputer yang sangat bagus, awalnya komputer hanya digunakan untuk mesin
penghujung saja, tapi saat ini kemampuan komputer semakin maju dalam mengolah data.
Dalam standar operasional manajemen koperasi dan UMKM, Sistem Informasi Laporan
Keuangan Koperasi UMKM, dimana terdapat kebutuhan fungsional. Kebutuhan
fungsional dalam Sistem Informasi Laporan Keuangan Koperasi UMKM (SILK), antara
lain:
a. Fungsi Login
Fungsi login digunakan untuk memberikan hak akses yang berbeda pada
setiap user pengguna sistem, sesuai dengan kebijakan usaha yang dilakukannya.

b. Fungsi Kelola Data Master


1. Kelola Master User
Pada Kelola Data Master user digunakan:
• untuk menambah atau mengedit data user;
• untuk melakukan setting hak akses setiap user yang ada dalam sistem.
• Sehingga user dibatasi dengan fitur-fitur tertentu yang ada.

2. Kelola Barang/Barang Produksi


Kelola Barang/Barang Produksi digunakan untuk :
• menambahkan data barang / barang produksi baru,
• mengedit data barang/ barang produk
• mengaktifkan/me-nonaktifkan data barang sehingga data yang tidak aktif
tidak perlu ditampilkan dalam data barang/barang produk

3. Kelola Supplier
Kelola Data Supplier digunakan untuk menambahkan, mengedit data supplier.
Dengan adanya data supplier sistem bisa memberikan informasi barang-barang
apa saja yang dibeli dari supplier tersebut.

4. Kelola Data Customer


Kelola data Customer digunakan untuk menambahkan data customer baru
maupun mengedit data customer yang sudah ada. Dengan adanya pengelolaan
data customer nantinya dapat dikembangkan untuk program member customer
ataupun untuk memberikan kebijakan discount yang diberikan berdasarkan
transaksi pembelian yang dilakukan oleh customer tersebut pada periode
sebelumnya.

c. Fungsi Pembelian

1. Fungsi Order Pembelian (PO)


Pada fungsi ini bagian pembelian bisa melakukan order pembelian
kepada supplier berdasarkan stok barang yang ada di gudang. Fungsi ini
sifatnya opsional bisa dilakukan bisa tidak. Kalau tidak dilakukan berarti
langsung pada penggunaan fungsi pembelian.

2. Fungsi Pembelian
Fungsi Pembelian digunakan untuk menginputkan barang-barang yang dibeli
dari supplier. Dimana fungsi pembelian bisa dilakukan tanpa harus melakukan
order pembelian terlebih dahulu. Jika pembelian menggunakan order
pembelian, maka ketika input item pembelian tinggal memanggil faktur PO
yang telah dibuat sebelumnya. Dengan syarat bahwa item dan kuantiti barang
tidak diijinkan mengalami penambahan.

d. Fungsi Produksi Harian


Pada Fungsi Produk harian Admin melakukan input produksi harian ke
dalam sebuah form berdasarkan berapa banyak jumlah produksi yang
dilakukan oleh UMKM tersebut. Selain untuk menginputkan produksi
harian, pada fungsi ini juga bisa melakukan produksi berdasarkan order
penjualan. Admin juga bisa melakukan kelola data produksi seperti edit, delete
data produksi bukan hanya input data saja. Data yang sudah tersimpan akan
masuk secara otomatis ke dalam database yang akan ditampilkan di form produksi
harian.

e. Fungsi Penjualan

1. Order Penjualan
Pada fungsi ini bagian penjualan bisa menerima order penjualan dari costumer
berdasarkan permintaan costumer dan stok barang yang ada digudang. Fungsi ini sifatnya
opsional bisa dilakukan bisa tidak. Kalau tidak dilakukan berarti langsung pada
penggunaan fungsi penjualan.
2. Penjualan
Fungsi Penjualan digunakan untuk menginputkan barang-barang yang dijual. Dimana
fungsi penjualan bisa dilakukan tanpa harus melakukan order penjualan terlebih dahulu.
Jika pembelian menggunakan order penjualan, maka ketika input item pembelian tinggal
memanggil faktur Order penjualan yang telah dibuat sebelumnya.
3. Retur Penjualan
Fungsi retur penjualan dilakukan jika customer tidak jadi membeli suatu barang
tetapi transaksi pembelian telah di closing. Retur penjualan bisa dilakukan
dengan syarat menukar dengan barang lain dengan nominal rupiah lebih besar
atau sama dengan yang harga barang yang diretur. Jika retur pembelian
dilakukan maka stok barang yang diretur akan bertambah

f. FungsiHutang/Piutang
1. Pembayaran Hutang
Transaksi pembayaran hutang digunakan untuk menginputkan data transaksi
pembayaran hutang ke supplier.
2. Penerimaan Piutang
Transaksi penerimaan piutang digunakan untuk menginputkan data transaksi
penerimaan piutang dari costumer.

B. Karakteristik Laporan Keuangan Koperasi dan UMKM


1. Karakteristik Laporan Keuangan Koperasi

Laporan keuangan koperasi mempunyai karakter tersendiri sebagai berikut :

A. laporan keuangan merupakan bagian dari pertanggung jawaban pengurus kepada


para anggotanya di dalam rapat anggota tahunan (RAT).

B. laporan keuangan biasanya meliputi neraca/laporan posisi keuangan, laporan sisa


hasil usaha, dan laporan arus kas yang penyajiannya dilakukan secara komparatif.

C. laporan kuangan yang disampaikan pada RAT harus ditandai oleh semua
anggota pengurus koperasi (UU No. 25 / 1992, Pasal 36, Ayat 1).

D. laporan laba-rugi menyajikan hasil akhir yang disebut sisa hasil usaha (SHU).
SHU koperasi dapat berasal dari usaha yang diselenggarakan untuk anggota dan
bukan angota. SHU yang dibagikan kepada anggota harus berasal dari usaha yang
diselenggarakan untuk anggota. Pada saat RAT, SHU ini diputuskan untuk dibagi-
bagi sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam undang-undang dan anggaran
dasar koperasi. Komponenpembagian SHU sesuai dengan anggaran dasar atau
anggaran rumah tangga (AD / ART ) koperasi yang bersangkutan (pasal 45 UU
No. 25 / 1992).

E. SHU yang berasal dari transaksi anggota maupun nonanggota didistribusikan sesuai
dengan komponen-komponen pembagian SHU yang telah diatur dalam AD atau
ART koperasi.

1. SHU yang bersumber dari transaksi anggota dibagi sebagai berikut


contohnhya :
a. Dana cadangan

b. Dana anggota

c. Dana pengurus

d. Dana pegawai / karyawan


e. Dana sosial

f. Dana pembanguna daerah kerja

2. SHU yang berasal dari transaksi bukan anggota terdiri dari komponen- komponen
sebagai berikut contohnya:
a. Dana cadangan koperasi
b. Dana pengurus
c. Dana pegawai / karyawan
d. Dana pendidikan koperasi

Komponen-komponen tersebut selama belum dicairkan, disajikan dalam


kelompok kewajiban lancer pada neraca, sedangkan cadangan koperasi
merupakan bagian sisa hasil usaha yang tidak dibagi dan dapat digunakan untuk
memupuk modal sendiri dan menutup kerugian koperasi.

F. laporan keuangan koperasi bukan merupakan laporan keuangan konsolidasi dari


koperasi-koperasi.

G. posisi keuangan koperasi tercermin pada neraca, sedangkan sisa hasil usaha
tercermin pada perhitungan hasil usaha. Istilah perhitungan hasil usaha sebagai
pengganti istilah laporan labarugi adalah mengingat manfaat dari usaha koperasi
tidak semata-mata diukur dari laba, tetapi lebih ditekankan pada manfaat bagi
anggota. Oleh karena itu koperasi tidak menggunakan istilah laba atau rugi,
malinkan hasil usaha.

H. laporan keuangan yang diterbitkan oleh koperasi dapat menyajikan hak dan
kewajiban anggota beserta hasil usaha dari dan untuk anggota, disamping yang
berasal dari bukan anggota. Hal ini dilakukan oleh karena kegiatan koperasi sendiri
cenderung lebih banyak ditujukan kepada kepentingan anggota, baik sebagai pemilik
maupun pelanggan.

I. alokasi pendapatan dan beban pada perhitungan hasil usaha kepada anggota dan
bukan anggota, berpedoman kepada perbandingan manfaat yang diterima oleh
anggota dan bukan anggota. Jika hal demikian sulit dileksanakan, alokasi dapat
dilakukan dengan cara lain yang sistematik dan rasional. Cara-cara yang diterapkan
perlu diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.

J. Modal koperasi yang dibukuan terdiri dari :


o Simpanan-simpanan
o Pinjaman-pinjaman
o Penyisihan dari hasil usahanya termasuk cadangan serta sumber-sumber
lain.

Simpanan anggota dalam koperasi terdiri dari (1) simpanan pokok, (2) simapanan
wajib, (3) simapanan sukarela. Simpanan sukarela dapat berasal dari bukan
anggota. Cadangan koperasi dipupuk melalui penyisihan sisa hasil usaha dan cara-
cara lain yang ditetapkan dalam anggaran dasar, cadangan dalam koperasi
diemkasudkan untuk memupuk modal koperasi sendiri dan untuk menutup
kerugian kopeasi. Cadangan koperasi bukan milik anggota koperasi dan tidak
boleh dibagikan kepada anggota walaupun di waktu pembubaran. Istilah
permodalan koperasi, dengan demikian, tidak hanya mencangkup modal yang
disetor oleh anggota. Permodalan dalam koperasi meliputi seluruh sumber
pembelanjaan koperasi, yang dapat bersifat permanent atau sementara. Pihak-
pihak yang mempunyai klaim terhadap sumber daya koperasi terdiri dari kreditur,
anggota / pemilik dan badan usaha koperasi itu sendiri. Struktur klaim yang
demikian menunjukkan bahwa koperasi mempunyai eksistensi tersendiri, terpisah
dengan anggota-anggotanya.

K. Pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan
penyusutan-penyusutan dan beban-beban dari tahun buku yang bersangkutan disebut
sisa hasil usaha. Sesuai dengan karakteristik koperasi, sisa hasil usaha berasal dari
hasil usaha yang diselenggarakan untuk anggota dan juga bukan anggota. Sisa hasil
usaha pada koperasi bukan merupakan satu-satunya alat pengukur bagi manfaat
keanggotaan koperasi dan prestasi p0engurus. Sisa hasil usaha, dengan demikian,
merupakan hasil dari aturan dan prosedur akuntansi yag diterapkan dalam koperasi
dan mencerminkan perubahan kekayaan bersih yang dimiliki oleh anggota dan
koperasi itu sendiri, yang berasal dari transaksi, kejadian atau keadaan ekonomis
yang timbul dari kegiatan usaha. Pembagian laba dan transaksi modal tidak
dimasukkan dalam perhitungan sisa hasil usaha.

L. keanggotaan atau kepemilikan pada koperasi tidak dapat dipindahtangankan dengan


dalih apapun. Kewajiban anggota untuk menanggung kerugian yang diderita
koperasi baik yang timbul pada penutupan tahun buku maupun pada saat
pembubaran dapat ditetapkan terbatas atau tidak terbatas. Dalam hal tanggungan
anggota ditetapkan terbatas, maka kerugian hanya dapat dibebankan pada kekayaan
koperasi (dalam bentuk cadangan yang telah dipupuk) dan kepada anggota sebesar
jumlah tanggungan yang ditetapkan dalam anggaran dasar. Dalam kaitan ini, sisa
hasil usaha bukan merupakan perubahan kekayaan dari anggota.
2. Karakteristik Laporan Keuangan UMKM
Laporan Keuangan menurut SAK EMKM dibuat berdasarkan asumsi dasar akrual
dan kelangsungan usaha seperti entitas bisnis umumnya. Syarat penyajian Laporan
Keuangan UMKM harus bersifat relevan, lengkap, bisa dipahami, dan komparatif.
Sesuai dengan peraturan SAK EMKM, minimal UMKM harus membuat tiga jenis
laporan keuangan berikut ini:
1. Laporan Posisi Keuangan

Laporan Posisi Keuangan adalah Laporan Keuangan yang meringkas total


aset bisnis (aset lancar, tidak lancar dan tidak berwujud). Kemudian pada
sisi Liabilitas terdapat akun kewajiban (utang usaha dan utang bank), dan
ekuitas (modal saham dan laba ditahan). Laporan Posisi Keuangan pada
UMKM sama dengan entitas bisnis pada umumnya dibuat dan diterbitkan di
tiap akhir periode akuntansi. Sederhananya, Laporan Posisi Keuangan

memberikan gambaran menyeluruh terkait informasi keuangan perusahaan.


Informasi tersebut termasuk mengenai sumber daya ekonomi yang dimiliki
perusahaan, utang-utang, dan sumber pembiayaan (modal) untuk
mendapatkan sumber daya ekonomi tersebut.

2. Laporan Laba Rugi


Laporan Laba Rugi UMKM merinci akun pendapatan, beban keuangan, dan
beban pajak. Secara ringkas, Laporan Laba Rugi merangkum total
pendapatan dan pengeluaran yang dikeluarkan oleh bisnis. Dengan Laporan
Laba Rugi, Anda bisa melihat apakah bisnis mencetak laba atau rugi dalam
periode tertentu. Periode Laporan Laba Rugi biasanya ditentukan per bulan,
kuartalan, atau tahunan. Laporan Laba Rugi dibutuhkan oleh pemangku
kepentingan internal (tim manajemen dan dewan direksi) dan pemangku
kepentingan eksternal (investor dan kreditur). Mereka menggunakan
Laporan Laba Rugi untuk mengevaluasi profitabilitas bisnis dan membantu
menilai tingkat risiko keuangan bisnis. Selain rasio profitabilitas, Laporan
Laba Rugi juga dijadikan acuan untuk melihat rasio keuangan lainnya
seperti rasio solvabilitas, rentabilitas, dan lainnya.

3. Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK)


Sesuai dengan SAK EMKM, CALK UMKM harus memuat informasi
berikut:
Sebuah pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai
dengan ED SAK EMKM.Ikhtisar kebijakan akuntansi. Informasi
tambahan dan rincian akun tertentu yang menjelaskan transaksi
penting dan material sehingga bermanfaat bagi pengguna untuk
memahami laporan keuangan.
Informasi tambahan dari setiap akun di Laporan Keuangan dirujuk-
silang ke CALK sehingga mempermudah dan memperjelas
pengguna dalam memahami Laporan Keuangan UMKM.

C. Standar Akuntansi Laporan Keuangan Koperasi dan UMKM

Secara jati-diri badan hukum koperasi lain dengan badan hukum lain seperti PT dan CV
tetapi Koperasi tetap sama sebagai suatu gerakan ekonomi yang harus dikelola secara
profesional, harus memisahkan kekayaan para anggotanya dengan badan hukum
koperasi itu sendiri, menerapkan prinsip keterbukaan, transparasi, dan akuntabilitas
sehingga badan hukum koperasi dapat dipercaya dan diterima tidak saja oleh para
anggota koperasi sebagai pemilik tetapi juga oleh masyarakat luas, bila hal ini
dilaksanakan maka akan membawa dampak ketertarikan masyarakat umum untuk
apresiatif dan tertarik menjadi anggota koperasi sehingga koperasi-koperasi di
Indonesia akan semakin kuat dengan anggota yang banyak dan tentunya berkualitas.
Pengelolaan inilah yang disebut dengan Clean Corporate Governance ( Tata Kelola
Perusahaan yang bersih dan baik ).

Salah satu cara mewujudkan tujuan tersebut diatas adalah dengan pengelolaan
pencatatan akuntansi yang baik, benar, dan tertib. Karena koperasi mempunyai ciri dan
jati-diri tersendiri maka penerapan akuntansi dan pelaporan akuntansinya juga
mempunyai kekhususan tersendiri dibandingkan dengan badan hukum yang lain pada
umumnya walaupun secara prinsip akuntansinya adalah sama seperti laporan keuangan
harus mencerminkan kondisi, kinerja, dan perubahan posisi keuangan dalam periode
tertentu yang digunakan untuk pengambilan suatu keputusan strategis ke depan. Untuk
dapat membuat laporkan keuangan tersebut diatas diperlukan suatu standar pencatatan
dan pelaporan sehingga masyarakat yang awam pun dapat dengan mudah membaca dan
memahami laporan keuangan yang diterbitkan oleh suatu badan usaha khususnya
koperasi dan UMKM.

Pengertian secara umum dalam pedoman akuntansi koperasi yang mengacu kepada
SAK-ETAP, UU RI No.25/1992 dan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM
Republik Indonesia No.12/2015 dan No.13/2015, meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perorangan atau badan
hukum koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal
untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di
bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi.
2. Koperasi Simpan Pinjam (KSP) adalah koperasi yang melaksanakan kegiatan
usahanya hanya usaha simpan pinjam.
3. Koperasi Riil adalah koperasi yang mempunyai kegiatan usaha dibidang usaha
jasa, usaha perdagangan, dan usaha produksi.
4. Pedoman Akuntansi Koperasi adalah suatu petunjuk atau standar dalam
pencatatan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan koperasi dari semua
transaksi yang timbul dari hubungan usaha antara koperasi sebagai badan usaha
dengan anggota koperasi maupun non-anggota koperasi.
5. Standar Akuntansi Keuangan adalah standar pencatatan akuntansi yang berlaku
umum yang disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang terdiri dari
PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) atau lebih dikenal dengan
SAK-Umum dan SAK (Standar Akuntansi Keuangan) - ETAP (Entitas Tanpa
Akuntabilitas Publik).
6. Dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan pada koperasi simpan
pinjam adalah dengan menggunakan SAK-Umum dan SAK-Etap ( pasal 3
Permenkop & UKM RI No.13/2015 ).
7. Dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan pada koperasi riil yang tidak
harus melaporkan akuntabilitasnya ke publik memakai SAK-ETAP sedangkan
koperasi riil yang melaporkan akuntabilitasnya ke publik menggunakan PSAK
atau SAK-UMUM ( pasal 3 Permenkop & UKM RI No.12/2015 ).
8. Akuntansi koperasi adalah system pencatatan yang sistematis atas transaksi-
transaksi keuangan koperasi yang mencerminkan suatu pengelolaan koperasi
secara clean corporate governance ( tata kelola perusahaan yang baik,
transparan, dan bertanggung jawab ) sesuai prinsip-prinsip dan jati-diri
perkoperasian Indonesia.
9. Pelayanan kepada anggota adalah transaksi koperasi dengan anggota yang
merupakan hubungan pelayanan baik barang dan/atau jasa.
10. Penjualan kepada non-anggota adalah transaksi koperasi dengan non-anggota
yang merupakan hubungan bisnis atas penjualan barang dan/atau jasa.
11. Harga pokok penjualan adalah pengorbanan ekonomis dari koperasi atau harga
perolehan barang dan/atau jasa ( dapat berupa harga beli ataupun harga
pembuatan/produksi ) yang diperlukan koperasi untuk memperoleh
pendapatannya dalam suatu periode tertentu.
DAFTAR PUSTAKA

Rudiantoro, R., & Siregar, S. V. (2012). Kualitas laporan keuangan umkm serta prospek
implementasi SAK ETAP. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 9(1), 1-21.

Hidayat, Taufik R, (2014). Penerapan Sak Etap (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa
Akuntabilitas Publik) Untuk Pelaporan Keuangan Bagi Entitas Usaha Koperasi
dan UMKM di Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia,12(2), 1-50.

Bambang, Erwin (2017). Manajemen Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan
Menengah(UMKM). Kediri: Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Kediri.

UU RI No.25/1992

Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia No.12/2015 dan
No.13/2015
https://goukm.id/sak-emkm/ www.iaiglobal.or.id.

Indonesia, I. A. (2016). Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah.
Jakarta: Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia.

www.jurnal.id/id/blog/contoh-laporan-keuangan-khusus-ukm-yang-sesuai-dengan-sak-
emkm/