Anda di halaman 1dari 7

LAMA DIRAWAT

 Lama Dirawat

Lama dirawat / lenght of stay (LOS) adalah jumlah hari kalender seorang pasien dari
saat masih dirawat sampai keluar dari perawatan. Lama dirawat seorang pasien dihitung dengan
mengurangkan tanggal keluar dikurangi tanggal masuk. Apabila masih dalam satu bulan
(tambahkan hari berikutnya bila melewati batas bulan). Pasien masuk dan keluar pada hari yang
sama dapat dihitung satu hari. Rumus LOS:

𝐿𝑂𝑆 = 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟 − 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙 𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘

Lama dirawat (LD) yang memiliki karakteristik cara pencatatan, penghitungan,


dan penggunaan yang berbeda. LD menunjukkan berapa hari lamanya seorang pasien dirawat
inap pada satu episode perawatan. Satuan untuk LD adalah hari. Cara menghitung LD
yaitu dengan menghitung selisih antara tanggal pulang (keluar dari rumah sakit, hidup maupun
mati) dengan tanggal masuk rumah sakit. Dalam hal ini, untuk pasien yang masuk dan keluar
pada hari yang sama – lama dirawatnya dihitung sebagai 1 hari dan Pasien yang belum pulang
atau keluar belum bisa dihitung lama dirawatnya (Indradi, 2007; Fema S., 2009).

Lama dirawat di gunakan untuk menilai dan mengukut tingkat efesiensi dan efektivitas
rumah sakit dari aspek mutu asuhan (quality of care) yang dilakukan oleh tenaga professional
yang berkeja di rumah sakit.

 Total lama dirawat (LOS) atau discharge days adalah jumlah lama dirawat atau hasil
dari semu kelopok pasien yang keluar selama periode tertentu. Total LOS diperlukan
untuk menghitung rata-rata lama perawatan.
 Rata rata lama dirawat (ALOS/Average Lenght Of Stay) merupakan total lamanya
dirawat selama periode tersebut atau rata-rata lama dirawat pasien. Sedangkan cara
perhitungan rata-rata lama hari rawat menurut Departemen Kesehatan RI (2005),
adalah sebagai berikut :
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑙𝑎𝑚𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑑𝑖𝑟𝑎𝑤𝑎𝑡 𝑝𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟
𝐴𝑣𝐿𝑂𝑆 =
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑠𝑖𝑒𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟 ℎ𝑖𝑑𝑢𝑝 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙

 Lama Hari Rawat

Lama hari rawat merupakan salah satu unsur atau aspek asuhan dan pelayanan di rumah
sakit yang dapat dinilai atau diukur. Bila seseorang dirawat di rumah sakit, maka yang
diharapkan tentunya ada perubahan akan derajat kesehatannya. Bila yang diharapkan baik
oleh tenaga medis maupun oleh penderita itu sudah tercapai maka tentunya tidak ada seorang
pun yang ingin berlama-lama di rumah sakit. Lama hari rawat secara signifikan berkurang
sejak adanya pengetahuan tentang hal-hal yang berkaitan dengan diagnosa yang tepat. Untuk
menentukan apakah penurunan lama hari rawat itu meningkatkan efisiensi atau perawatan yang
tidak tepat, dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut berhubungan dengan keparahan atas penyakit
dan hasil dari perawatan (Indradi, 2007).

Fokus rumah sakit dalam pemberian pelayanan perawatan yang berkualitas bertujuan
untuk memulangkan pasien lebih awal dengan aman kerumahnya. Hari rawat yang pendek akan
memberi keuntungan antara lain penghematan biaya dan sumber yang lebih sedikit terhadap
rumah sakit terutama bagi pasien sendiri (Imbalo S., 2007). Beberapa istilah yang berkaitan
dengan indikator Lama Hari Rawat, antara lain;

1. Penerimaan Pasien ( Inpatient admission ) adalah penerimaan secara resmi seorang


penderita oleh pihak rumah sakit dimana yang bersangkutan diberi fasilitas berupa
ruangan, tempat tidur, pelayanan perawatan yang terus menerus serta fasilitas lain
di rumah sakit dimana penderita tersebut umumnya tinggal paling sedikit satu
malam.
2. Pemulangan Pasien adalah pelepasan secara resmi seorang penderita oleh pihak
rumah sakit sebagai batas akhir waktu ia dirawat di rumah sakit.
3. Lama Hari Rawat Seorang Pasien (Length of Stay for One Patient) adalah jumlah
hari perawatan (sesuai dengan kalender) mulai saat penerimaan sampai saat
pemulangan pasien yang bersangkutan.
4. Diagnosa adalah suatu istilah dalam dunia kedokteran yang lazim digunakan oleh
tenaga medis untuk mengenal suatu penyakit yang diderita oleh pasien, atau kondisi
yang menyebabkan pasien menginginkan , mencari atau menerima perawatan
medis.

Lama hari dirawat merupakan salah satu unsur atau aspek asuhan pelayanan di rumah
sakit yang dapat dinilai dan diukur. Lama hari rawat yang memanjang dapat disebabkan oleh
kondisi medis pasien atau adanya infeksi nosokomial yang memperpanjang lama haru rawat-
nya bisa mencapai 5-20 hari (Depkes, 2005). Richard Johnson dan Jennifer Simpson (2009)
menyebutkan bahwa lama hari rawat dapat bertambah karena adanya infeksi nosokomial
menjadi 13,3 hari, lebih lama 2 kali lipat dibandingkan daripada normalnya. Selain karena
kondisi medis, lama hari rawat juga dapat disebabkan oleh kondisi non-medis, seperti
kelambatan administrasi (administration delay) di rumah sakit, kurang baiknya perencanaan
dalam memberikan pelayanan kepada pasien (patient scheduling) atau kebijakan di bidang
medis (medical policy).

Lama hari rawat pasien pasca operasi adalah hari rawat pasien sejak menjalani operasi
sampai pada saat pasien pasca operasi perlu mendapat perhatian yang besar karena beberapa
komplikasi dapat terjadi setelah operasi apabila tidak ditangani dengan baik, sehingga lama
hari rawat pasien menjadi panjang yang akhirnya dapat menyebabkan dampak biaya perawatan
menjadi meningkat baik terhadap pasien maupun terhadap pihak rumah sakit (Schimer B. &
Sabiston Jr., 2005). Lama hari rawat yang terlalu panjang akan menimbulkan kerugian, antara
lain:

1. Menambah beban biaya perawatan pasien atau keluarga pasien.


2. Mengurangi cakupan pelayanan kesehatan rumah sakit.
 BOR menjadi meningkat
 BTO menjadi rendahTOI menjadi besar
3. Merupakan pemborosan bagi rumah sakit (biaya operasional dari rumah sakit akan
lebih besar).
Contoh soal :

1. Pada Rumah Sakit X diketahui pasien atas nama Zidan masuk pada tanggal 23
Februari 2018 dan keluar pada tanggal 2 Maret 2018. Berapa lama pasien tersebut
dirawat?

LOS = tanggal keluar – tanggal masuk


LOS = (2+31)-23
LOS = 33-23
LOS = 10 hari
Jadi, LOS pada pasien Zidan yaitu 10 hari.

2. Pasien X mendapat perawatan di bangsal rawat inap pada pukul 05.32 tanggal 24
Maret 2019, lalu diperbolehkan pulang pada tanggal yang sama namun pada pukul
19.45. Berapa LOS pasien tersebut?

LOS = 1 hari (karena tanggal atau hari keluar dan masuk pasien dirawat
sama).

3. Pada tanggal 02 Maret 2019 pasien A masuk ke rawat inap RSUD Pertiwi.
Kemudian, pukul 06.32 tanggal 05 Maret pasien boleh pulang. Berapa LOS pasien
tersebut?

LOS = tanggal keluar – tanggal masuk


LOS = 5-2
LOS = 3 hari
Jadi, LOS pada pasien A yaitu 3 hari.
HARI PERAWATAN

Hari perawatan merupakan jumlah pasien yang menggunakan tempat tidur dalam waktu
24 jam yang menunjukkan beban kerja bangsal perawaran pada periode tertentu berdasarkan
hasil observasi rekapitulasi laporan rawat inap. Hari rawat yang pendek akan memberi
keuntungan antara lain penghematan biaya dan sumber yang lebih sedikit terhadap rumah sakit
terutama bagi pasien sendiri (Imbalo S., 2007). Hari perawatan mengunakan satuan hari. Hari
perawatan dihitung dengan cara mengambil data dari formulir sensus harian rawat inap (SHRI).
Sensus harian rawat inap adalah kegiatan pencacahan atau perhitungan pasien rawat inap yang
dilakukan setiap hari pada suatu ruang rawat inap. Sensus harian berisi tentang mutasi keluar
masuk pasien selama 24 jam mulai dari pukul 00.00 s/d 24.00. Tujuannya adalah untuk
mengetahui memperoleh informasi semua pasien yang masuk dan keluar rumah sakit selama
24 jam (Depkes RI, 1994).

Data yang diambil untuk menghitung hari perawatan dari sensus harian rawat inap
adalah jumlah pasien sisa yang masih dirawat pada saat dilakukan perhitungan SHRI, dan data
jumlah pasien yang sama meskipun saat dilakukan sensus, pasien tersebut sudah tidak ada.
Contoh soal

1. Pada bulan Februari sampai bulan Juli diketahui ada 600 orang pasien yang keluar dari
bangsal Rawat Inap RS Melati dengan perhitungan sensus bulanan sebagai berikut:
a. Febuari : 100 pasien dengan total lama dirawat 180 hari.
b. Maret : 80 pasien dengan total lama dirawat 150 hari.
c. April : 100 pasien dengan total lama dirawat 120 hari.
d. Mei : 120 pasien dengan total lama dirawat 120 hari.
e. Juni : 90 pasien dengan total lama dirawat 100 hari.
f. Juli : 110 pasien dengan total lama dirawat 150 hari.

Berapa hari perawatan pada bangsal RI tersebut selama periode bulan juli sampai
dengan Juli?

Hari perawatan = 180 + 150 + 120 + 120 + 100 + 150

= 820 hari
Puspitarini, Richa., Lestari, Tri., Riyoko. 2009. Analisis Average Lenght Of Stay Stay (Avlos)
Pasien Rawat Inap pada Kasus Typhoid Fever di Rumah Sakit Umum Daerah
Seragen Periodetri Wulan IV tahun 2008. Jurnal Kesehatan VOL., III, No. 1.
Diakeses Pada Tanggal 28 Maret 2019 Pukul 21.32.

Hanak, Zidnal. 2016. Analisa Trend Indikator Rawat Inap Menurut Bangsal Tahun 2010-2015
di RSUD RA KARTINI JEPARA. Prodi Rekam Medis Dan Info. Kesehatan D3,
Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro. Dokumen Karya Ilmiah.
Diakses Pada Tanggal 29 Maret 2018 Pukul 09.01.

Wartawan, I Wayan. 2012. Analisis Lama Hari Rawat Pasien Yang Menjalani Pembedahan Di
Ruang Rawat Inap Bedah Kelas III RSUP Sanglah Denpasar Tahun 2011 . Depok:
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Program Studi Kajian Administrasi Rumah Sakit,
Universitas Indonesia. Diakses pada tanggal 29 Maret 2018 Pukul 09.13.

-. 2015. Perbedaan Lama Dirawat Dengan Hari Perawatan Dalam Perhitungan Indikator
Pelayanan Rumah Sakit. Kategori : Rekam Medis. Diakses Pada Halaman Web
www.hakayuci.com/2015/12/perbedaan-lama-dirawat-dengan-hari-perawatan-
dalam-perhitungan-indikator-pelayanan-rumah-sakit.html?m=1. Pada tanggal 29
Maret 2019 Pukul 21.12.

Anda mungkin juga menyukai