Anda di halaman 1dari 3

PERILAKU

Perilaku keluarga dalam pencegahan sangat berperan penting dalam mengurangi risiko penularan TB
paru. Meningkatnya jumlah pasien TB paru di Indonesia disebabkan oleh perilaku yang tidak sehat.
Misalnya, keluarga yang masih menggunakan alat makan atau minum secara bersamaan, kurangnya
pencahayaan di dalam rumah, pasien yang masih meludah sembarangan. Selain itu, adanya mitos yang
terkait dengan penularan TB paru masih dijumpai di masyarakat. Misalnya, anggapan masyarakat bahwa
penyebab TB paru bukan karena kontak langsung dengan pasien TB (infeksius) melainkan lebih kepada
kebiasaan merokok, alkoholis, makan gorengan, tidur di lantai dan tidur larut malam (Kemenkes RI, 2011).

(TIVANI INDRIANA. 2016. Tivani Indriana_2212162_nonfull resize)

Perilaku keluarga dalam pencegahan sangat berperan penting dalam mengurangi resiko penularan
Mycobacterium Tuberculosis.Dalam upaya penanggulangan penyakit TB Paru peran serta keluarga dalam
kegiatan pencegahan merupakan faktor yang sangat penting. Peran serta keluarga dalam penanggulangan
TB Paru harus diimbangi dengan pengetahuan yang baik. Pengetahuan adalah hal apa yang diketahui oleh
orang terkait dengan sehat dan sakit atau kesehatan, misal pengertian, penyebab, cara penularan serta
cara pencegahan suatu penyakit (Notoatmodjo, 2010).

Perilaku adalah suatu kegiatan atau aktivitas organisme yang bersangkutan yang dapat diamati secara
langsung ataupun tidak langsung (Sunaryo, 2004). Perilaku terbentuk dalam diri seseorang berasal dari 2
faktor utama yakni faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal adalah faktor dari luar diri seseorang
atau faktor lingkungan, baik lingkungan fisik maupun non fisik dalam bentuk sosial, budaya, ekonomi dan
sebagainya. Sedangkan faktor internal adalah faktor yang datang dari dalam diri seseorang. Faktor internal
dapat berupa perhatian, pengamatan, persepsi, sugesti dan sebagainya (Notoatmodjo, 2007).

Perilaku keluarga dalam pencegahan penularan TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Wilayah Utara
Kediri didapatkan paling banyak responden keluarga memiliki perilaku baik dan cukup dalam pencegahan
penularan penyakit TB Paru (Nugroho, 2010).

(pengetahuan%20dan%20pencegahan%20tb/JURNAL%20HABIBAH.pdf)

Berdasarkan hasil survei prevalensi TB tahun 2004 mengenai pengetahuan, sikap

dan perilaku, menunjukkan bahwa keluarga yang merawat anggota keluarganya yang

menderita TB sebesar 96%, penderita yang menyembunyikan keberadaannya dari

lingkungan sebesar 13%, keluarga yang pernah mendengar tentang TB sebanyak 76% dan
keluarga yang mengetahui bahwa TB dapat disembuhkan sebanyak 85%, namun demikian

hanya 26% masyarakat yang dapat menyebutkan dua tanda dan gejala TB, pemahaman

tentang TB oleh keluarga sebesar 51%, dan hanya 19% yang mengetahui tersedianya obat

TB yang bisa didapatkan secara gratis. Hal ini yang menyebabkan sulitnya penanganan

penyakit TB (Kemenkes RI, 2011). (ridwan nasirudin, 2014

http://eprints.ums.ac.id/31050/24/NASKAH_PUBLIKASI.pdf diakses pada tanggal 17-

02-2019)

Perilaku keluarga dalam pencegahan sangat berperan penting dalam mengurangi

risiko penularan TB paru. Meningkatnya jumlah pasien TB paru di Indonesia disebabkan

oleh perilaku yang tidak sehat. Misalnya, keluarga yang masih menggunakan alat makan

atau minum secara bersamaan, kurangnya pencahayaan di dalam rumah, pasien yang masih

meludah sembarangan. Selain itu, adanya mitos yang terkait dengan penularan TB paru

masih dijumpai di masyarakat. Misalnya, anggapan masyarakat bahwa penyebab TB paru

bukan karena kontak langsung dengan pasien TB (infeksius) melainkan lebih kepada

kebiasaan merokok, alkoholis, makan gorengan, tidur di lantai dan tidur larut malam

(Kemenkes RI, 2011).


Perilaku disini adalah suatu aktivitas manusia itu sendiri. Artinya antara perilaku yang satu

ada kaitannya dengan perilaku yang lain. Perilaku sekarang adalah kelanjutan perilaku yang baru,

dan seterusnya. Sedangkan Faktor pengetahuan, dan perilaku mempunyai pengaruh besar

terhadap status kesehatan individu, keluarga dan masyarakat berperan penting dalam

menentukan keberhasilan suatu program penanggulangan pencegahan penularan penyakit

Tuberkulosis paru (Notoatmodjo, 2012). Perilaku pencegahan penularan penyakit Tuberkulosis

paru dapat dipengaruhi oleh 3 faktor yakni : 1) faktorfaktor dasar (predisforcing factors) meliputi

pengetahuan, sikap, kebiasaan, kepercayaan, norma-norma sosial dan unsur lain. 2) faktor-faktor

pendorong ( reinforcing factors ) meliputi sikap dan perilaku dari orang lain misalnya tenaga

kesehatan atau petugas lain dari masyarakat. 3) faktor-faktor pendukung (enabling factors)

meliputi lingkungan fisik, tersedia atau tidak tersedianya fasilitas-fasilitas atau sarana-sarana

kesehatan (Notoatmodjo, 2010). 112-215-1-SM.pdf

Perilaku dalam mencegah penularan penyakit TB antara lain, menutup mulut pada waktu

batuk dan bersin, meludah pada wadah yang tertutup, imunisasi BCG pada bayi, mengusahakan

sinar matahari masuk ke tempat tidur, serta makan makanan yang bergizi. 861-1871-3-PB(1).pdf