Anda di halaman 1dari 8

MARI KITA SHALAT

NAMA:

KELAS:

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya yang pertama kali dihisab (dihitung) dari amal seorang
hamba pada hari kiamat adalah shalat”. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapat
keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi”. (H.R
Tirmidzi, Nasa’I, Al Baihaqi).

A. Mendirikan Shalat dengan


Tertib
Setiap muslim yang sudah
baligh wajib untuk mendirikan
shalat fardhu lima waktu.
Shalat fardhu liwa waktu
memiliki ketentuan masing-
masing. Memiliki batas awal
dan batas akhir yang tetap.
Bagi setiap muslim wajib
melaksanakan shalat di dalam
waktu yang telah ditentukan.

Allah berfirman di akhir surat An Nisa’ ayat 103.

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-
orang yang beriman”.

Agar bisa melaksanakan shalat fardhu lima waktu secara tertib dan tepat waktu, perhatian
ketentuan waktunya berikut ini.
1. Shalat Shubuh
Waktunya dimulai sejak terbit fajar siddiq hingga menjelang terbitnya cahaya matahari.

*fajar siddiq: cahaya kemerah-merahan di langit sebelah timur saat menjelang matahari
terbit.

2. Shalat Dzuhur
Waktunya dimulai sejak matahari telah tergelincir dan miring di sebelah barat.

3. Shalat Ashar
Waktunya adalah sejak berakhirnya waktu dzuhur dan berakhir sampai tenggelamnya
matahari.

1
PAI/Kelas IV/Semester 2/TA 20182019/Budi Prabowo, S.Pd/SDIT LHI
4. Shalat Maghrib
Waktunya dimulaisejak tenggelamnya matahari hingga hilangnya syafaq (mega merah).
Shalat Maghrib memiliki waktu yang paling pendek dibanding dengan shalat fardhu yang
lain. Maka dari itu bersegeralah untuk mendirikan shalat Maghrib apabila sudah masuk
waktunya.

5. Shalat Isya’
Waktunya sejak hilangnya syafaq (mega merah) dan berakhir hingga terbitnya fajar.
Shalat Isya’ memiliki waktu paling lama dibanding dengan shalat fardhu yang lain. Akan
tetapi jangan sampai terlena dengan lama waktunya sehingga melalaikan.

B. Memahami Makna Bacaan Shalat


Semua bacaan shalat sama. Yang berbeda adalah niat dan jumlah rakaatnya (beberapa
shalat sama). Yang dimaksud shalat fardhu lima waktu adalah Shubuh, Dzuhur, Ashar,
Maghrib, dan Isya’.
Sebagai seorang muslim, kita harus mengetahui bacaan shalat dan juga mengerti maknanya
dan bisa memahaminya.

Tahukah kamu bacaan shalat?

Kalau belum tahu atau lupa, yuk kita belajar lagi!

1. Bacaan niat.
Letak niat ada di dalam hati. Yaitu berniat untuk melaksanakan shalat.

2. Takbiratul Ihram.
Yaitu mengangkat tangan sejajar dengan telinga atau pundak sambal mengucapkan:

‫ّللا ه أَ ْك َب هُر‬
َُ

3. Do’a Iftitah

ِ ‫ْن ْال َم ْش ِر ِقُ َو ْال َم ْغ ِر‬


ُ‫ب‬ َُ ‫ْن َخ َطا َي‬
َُ ‫اى َك َما َبا َع ْد‬
َُ ‫ت َبي‬ َُ ‫اَللَ هه َُم بَاعِ ُْد َب ْينِى َو َبي‬

َُ ‫الث ْوبهُ األَ ْب َيضهُ م‬


ِ ‫ِن ال َد َن‬
ُ‫س‬ َ ‫ِن ْال َخ َطا َيا َك َما هي َن َقى‬
َُ ‫اللَ هه َُم َن ِّقنِى م‬

ُ‫ج َو ْال َب َر ِد‬ َ ‫اى ِب ْال َما ُِء َو‬


ُِ ‫الث ْل‬ َُ ‫ل َخ َطا َي‬ ْ ‫اللَ هه َُم‬
ُْ ِ‫اغس‬

2
PAI/Kelas IV/Semester 2/TA 20182019/Budi Prabowo, S.Pd/SDIT LHI
‫’‪4. Bacaan ruku‬‬

‫كُ اللَ هه َمُ ْ‬


‫اغفِرُْ لِى‬ ‫كُ اللَ هه َُم َر َب َنا َو ِب َحمْ ِد َ‬
‫هسب َْحا َن َ‬
‫‪5. I’tidal‬‬
‫‪Mengangkat tangan sejajar telinga atau pundak dan sambal mengucapkan:‬‬

‫ِع َ‬
‫ّللاُ ه ِل َمنُْ َح ِم َدهه‬ ‫َسم َُ‬
‫‪Kemudian membaca do’a:‬‬

‫كُ ْال َح ْم هدُ‬


‫َر َب َنا َو َل َ‬

‫‪6. Bacaan Sujud‬‬

‫كُ اللَ هه َمُ ْ‬


‫اغفِرُْ لِى‬ ‫كُ اللَ هه َُم َر َب َنا َو ِب َحمْ ِد َ‬
‫هسب َْحا َن َ‬

‫‪7. Bacaan duduk di antara dua sujud‬‬

‫اغفِرُْ لِى َوارْ َح ْمنِى َواجْ بهرْ نِى َواهْ ِدنِى َوارْ هز ْقنِى‬
‫َربُِّ ْ‬

‫‪8. Tasyahud Awal‬‬

‫ات َو َ‬
‫الط ِّي َب ه‬
‫اتُ‬ ‫صلَ َو هُ‬ ‫َات ِ َُِ‬
‫لِل َوال َ‬ ‫ال َت ِحي هُ‬

‫كُ أَ ُّي َها ال َن ِبىُُّ َو َرحْ َم هةُ َُِ‬


‫ّللا َو َب َر َكا هت ههُ‬ ‫ال َسالَ هُم َعلَ ْي َ‬

‫ِينُ‬ ‫ال َسالَ همُ َعلَ ْي َنا َو َعلَى عِ َبا ِدُ َُِ‬
‫ّللا الصَالِح َ‬

‫ّللا ه َوأَ ْش َه هُد أَنَُ م َهح َم ًدا َع ْب هدُهه َو َرسهول ه ههُ‬


‫لَ َُ‬ ‫أَ ْش َه هُد أَنُْ ُ‬
‫لَ إِلَ َهُ إِ ُ‬

‫‪3‬‬
‫‪PAI/Kelas IV/Semester 2/TA 20182019/Budi Prabowo, S.Pd/SDIT LHI‬‬
‫‪9. Tasyahud Akhir‬‬

‫كُ أَ ُّي َها ال َن ِبىُُّ َو َرحْ َم هةُ َُِ‬


‫ّللا َو َب َر َكا هت ههُ‬ ‫ات ‪ ،‬ال َسالَ هُم َعلَ ْي َ‬ ‫ات َو َ‬
‫الط ِّي َب هُ‬ ‫صلَ َو هُ‬ ‫َات ِ َُِ‬
‫لِل َوال َ‬ ‫ال َت ِحي هُ‬

‫ِينُ‬ ‫ال َسالَ همُ َعلَ ْي َنا َو َعلَى عِ َبا ِدُ َُِ‬
‫ّللا الصَالِح َ‬

‫ّللا ه َوأَ ْش َه هُد أَنَُ م َهح َم ًدا َع ْب هدُهه َو َرسهول ه ههُ‬ ‫أَ ْش َه هُد أَنُْ ُ‬
‫لَ إِلَ َهُ إِلَُ َُ‬

‫‪Ditambah membaca shalawat atas nabi‬‬

‫آلُ إِب َْرا ِه ْي َمُ‬ ‫لىُ إِب َْرا ِه ْي َمُ َو َع َُ‬


‫لى ِ‬ ‫صلَي َ‬
‫ْتُ َع َ‬ ‫آلُ م َهحم َُد َكمُا َ َ‬
‫لى ِ‬
‫لىُ م َهحم َُد َو َع َُ‬ ‫اَللَ هه َُم َ‬
‫ص ِّلُ َع َ‬

‫آل إِب َْرا ِه ْي َمُ‬ ‫لى إِب َْرا ِه ْي َُم َو َع َُ‬


‫لى ُِ‬ ‫آل م َهحمَدُ َكمُا َ با َ َر ْك َُ‬
‫ت َع َُ‬ ‫لى ُِ‬ ‫َُو با َ ِركُْ َع َُ‬
‫لى م َهحمَدُ َو َع َُ‬

‫ُفِي ْال َعالَم َُ‬


‫ِين إِ َن َُ‬
‫ك َحمِيدُ َم ِجيدُ‬
‫‪Do’a sebelum salam‬‬

‫ب ْال َقب ِْرُ‬


‫ب َج َه َن َم‪َ ،‬ومِنُْ َع َذا ُِ‬
‫ك مِنُْ َع َذا ُِ‬ ‫اَللَ هه َُم إِ ِّني أَع هُ‬
‫هوذ ِب َُ‬

‫َومِنُْ ِف ْت َن ُِة ْال َمحْ َيا َو ْال َم َماتِ‪َ ،‬ومِنُْ َشرُِّ ِف ْت َن ُِة ْالمَسِ ُِ‬
‫يح ال َدجَ ِ‬
‫الُ‬

‫‪10. Bacaan salam‬‬

‫ال َسالَ همُ َعلَ ْي هك ُْم َو َرحْ َم هةُ َُِ‬


‫ّللا َوُ َب َر َكا هت ههُ‬

‫‪Menoleh dulu ke kanan, baru menoleh ke kiri.‬‬

‫?‪Kamu tahu apa faedah dari salam‬‬

‫‪Yaitu ungkapan do’a memohon keselamatan bagi saudara yang berada di‬‬
‫‪sebelah kanan dan juga di sebelah kiri.‬‬

‫‪4‬‬
‫‪PAI/Kelas IV/Semester 2/TA 20182019/Budi Prabowo, S.Pd/SDIT LHI‬‬
Masihkah kamu ingat rukun shalat? Berapa jumlahnya?
Yaps benar, ada 13. Yaitu:

Rukun Shalat

1. Niat
2. Berdiri (bagi yang mampu)
3. Takbiratul Ihram
4. Membaca Al Fatihah
5. Ruku’ dengan tuma’ninah
6. I’tidal
7. Sujud dengan tuma’ninah
8. Duduk di antara dua sujud
9. Tasyahud awal
10. Tasyahud akhir Tertib dalam rukun shalat artinya rukun
11. Membaca shalawat atas nabi harus dikerjakan berurutan mulai dari
12. Salam Takbiratul Ihram sampai Salam
13. Tertib

C. Menunjukkan Perilaku Terpuji dalam Memahami Ibadah Shalat


Apakah kamu sudah melakukan shalat secara tertib?
Apakah kamu sudah melakukan shalat tepat waktu?
Sebagai anak muslim, kamu harus berlatih agar bisa melaksanakan shalat secara tertib dan
tepat waktu. Shalat yang kamu lakukan dengan tertib, tepat waktu, benar dan khusyu’ akan
menjadikanmu anak yang shalih/shalihah. Bahkan, ibadah shalat yang benar dapat
menghindarkan setiap muslim dari perbuatan keji dan munkar. Sebagaimana Allah
berfirman:

“…Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar.” ( Q.S al Ankabut: 45)

Shalat yang benar dan khusyu’ akan berpengaruh pada perilaku setiap muslim. Diantaranya:
1. Selalu berniat untuk mecari ridha Allah SWT
Niat sangat penting dalam suatu ibadah. Bahkan, diterima atau tidaknya suatu ibadah
tergantung niatnya.
Seseorang yang shalat dengan khusyu’ akan selalu menjaga niat dalam setiap perbuatan
yang dilakukan. Ia tidak mau berbuat sebelum yakin niatnya ikhlas karena Allah. Ia yakin
bahwa Allah hanya akan menerima ibadah yang dilakukan dengan ikhlas.

5
PAI/Kelas IV/Semester 2/TA 20182019/Budi Prabowo, S.Pd/SDIT LHI
2. Memanfaatkan waktu dengan baik
Orang yang khusyu’ dalam shalatnya dapat dilihat dari sikapnya dalam menggunakan
waktu. Ia tidak mau waktunya berlalu sia-sia. Orang yang khusyu’ dalam shalat pasti
akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Contohnya dalam kehidupan ia akan rajin
belajar, membantu orang tua, dan tidak banyak bermain.

3. Hidup Disiplin
Shalat mengajarkan untuk disiplin dan teratur. Sehingga orang yang melaksanakan
shalat dengan teratur akan menjadi disiplin. Hal ini akan berpengaruh pada
kehidupannya, ia bisa melakukan pekerjaan dengan tertib, teratur dan displin dalam
kehidupannya.

4. Selalu menjaga Kebersihan


Shalat seseorang tidak akan diterima Allah jika tidak diawali dengan berwudhu (bersuci),
karena suci dari hadats dan najis adalah syarat sah shalat.
Islam juga sangat memperhatikan kebersihan dan kesucian. Sebagaimana Allah
berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 222 yang artinya “Sungguh, Allah menyukai
orang yang bertaubat dan menyukai orang yang menyucikan diri.

5. Memiliki sikap dan gerak yang dinamis


Shalat memiliki gerakan yang dinamis, artinya gerakannya tidak hanya satu saja. Hal ini
mengajarkan bahwa dalam hidup ini tidak boleh hanya diam, tapi harus bergerak secara
dinamis dan melakukan kegiata yang bermanfaat.

6. Merasa tenang, tenteram dan damai.


Dalam ibadah shalat ada tuma’ninah. Yaitu mengandung arti tenang, konsentrasi dan
menikmati ibadah shalat yang dilakukan. Hal itu melatih seseorang untuk memiliki hidup
yang indah dan bisa menikmati setiap pekerjaan yang dilakukan.

7. Memiliki sikap tawadhu’ ( rendah hati)


Apa gerakan paling mengesankan dalam shalat?
Yaps, sujud. Orang menganggap kepala adalah sumber kemuliaan. Tapi ingat, ketika
sujud posisi kepala dan kaki adalah sama. Begitupula setiap orang yang sama memiliki
derajat yang sama sebagai hamba yang sujud kepada penciptanya. Hal ini mengandung
hikmah bahwa dalam hidup ini setiap orang haruslah tawadhu’. Orang yang tawadhu’
akan tercermin dalam kehidupannya sehari-hari seperti ramah dan santun kepada
oranglain.

8. Saling mendo’akan
Shalat diakhiri dengan salam. Kamu tahu apa makna dari salam? Yaitu ungkapan do’a
memohon keselamatan bagi saudara yang berada di sebelah kanan dan juga di sebelah
kiri.
Kalimat salam memberikan arti keselamatan, rahmat dan juga keberkahan. Ucapan
salam mengandung makna bahwa kita tidak akan berbuat buruk kepada oranglain.
Mengingatkan kita untuk selalu berbuat baik kepada oranglain.

6
PAI/Kelas IV/Semester 2/TA 20182019/Budi Prabowo, S.Pd/SDIT LHI
D. Pengalaman Shalat di Rumah dan di Masjid
Shalat merupakan kewajiban setiap muslim. Ibadah shalat dilakukan sebagai bentuk
ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT. Shalat juga mengajarkan kepada kita
kedisiplinan dan kepatuhan atas sebuah perintah. Shalat fardhu ada lima waktu yang wajib
dilaksanakan oleh seorang muslim. Shalat fardhu dapat dilakukan dirumah (keutamaan bagi
perempuan) dan dapat dilakukan di masjid (keutamaan bagi laki-laki). Shalat juga dapat
dilakukan sendiri (munfarid) ataupun bersama-sama (berjama’ah).

1. Shalat di rumah

“Sesungguhnya sebaik-baik shalat adalah yang


dikerjakan di rumah, kecuali shalat fardhu”.

Dari hadits ini dapat kita maknai bahwa shalat yang


paling utama adalah yang dilaksanakan berjama’ah
di masjid.
Adapun shalat yang dilakukan sendiri (munfarid)
akan mendapat 1 pahala setiap rakaat.

2. Shalat di masjid

Rasulullah SAW selalu mengingatkan


ummatnya untuk melaksanakan shalat
fardhu di berjama’ah di masjid karena
keutamaannya. Allah juga memberikan
pahala sebanyak 27 kali lipat.

“Shalat jamaah lebih baik 27 derajat


dibanding shalat sendirian”.
(H.R Bukhari & Muslim)

Tidak ada manusia yang ingin rugi. Ketika ia diminta untuk memilih uang Rp
10.000 dengan uang Rp 50.000 pastilah ia akan memilih uang Rp 50.000.

Begitu pula dengan pilihan lain, emas 1 gram atau emas 5 gram? Tentulah
ia akan memilih emas 5 gram. Seakan ia tak mau rugi.

Akan tetapi lihatlah ketika permasalahan shalat. Apakah ia akan memilih


shalat sendiri atau shalat berjama’ah?

Bagaimana rasanya ketika kita ketinggalan shalat berjama’ah? Apakah kita


pernah merasa rugi? Apakah kita pernah merasa menyesal?

7
PAI/Kelas IV/Semester 2/TA 20182019/Budi Prabowo, S.Pd/SDIT LHI
Ayo Kerjakan!

A. Jawablah pertanyaan di bawah ini!


1. Waktu shalat shubuh dimulai ketika terbit
2. Shalat fardhu lima waktu lebih baik dilakukan pada
3. Shalat adalah ibadah yang dimulai dengan
dan diakhiri dengan
4. Shalat yang benar dapat mencegah dari perbuatan dan
5. Waktu shalat maghrib dimulai sejak terbenamnya matahari sampai

B. Berilah tanda centang (v) pada pernyataan yang benar dan tanda silang (x)
pada pernyataan yang salah!
1. Shalat shubuh boleh dikerjakan ketika fajar khizib muncul.
2. Orang yang mendirikan shalat berarti telah mendirikan agamanya.
3. Shalat bukanlah ibadah yang pertama kali dihisab saat di akhirat.
4. Shalat yang benar akan menyebabkan seseorang berbuat keji dan munkar.
5. Orang yang khusyu’ dalam shalatnya akan terbiasa hidup disiplin.

C. Berikan pendapatmu tentang gambar dibawah ini!

Suatu malam kamu sedang berjamaah shalat isya’.


Di rakaat kedua, ada HP yang berdering tepat
di sebelahmu. Apa yang kamu lakukan?

Apa saranmu kepada orang yang ada di sampingmu itu?

8
PAI/Kelas IV/Semester 2/TA 20182019/Budi Prabowo, S.Pd/SDIT LHI