Anda di halaman 1dari 38

Makalah Paliatif Care

“Tentang CA pada Anak”

DisusunOleh :
1. Adam Muh Agussalim
2. Desti fitrianti
3. Febri tri rahayu
4. Lydia
5. Reska afrina
6. Wina

S1 Keperawatan AJ
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KALIMANTAN
TIMUR

i
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami
dapat menyelesaikan Makalah Tentang CA pada anak.
Makalah Tentang CA pada anak ini telah kami susun dengan maksimal
dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar
pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih
kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar kami dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata kami berharap semoga Makalah Tentang CA pada anak ini
dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Samarinda,Februari 22, 2019

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ..................................................................................................................... iii


BAB I.................................................................................................................................. 1
PENDAHULUAN .............................................................................................................. 1
A. Latar belakang ...................................................................................................... 1
B. Rumusan masalah ............................................................................................... 3
C. Tujuan penulisan .................................................................................................. 3
BAB II ................................................................................................................................ 4
PEMBAHASAN ................................................................................................................ 4
A. PENGERTIAN KANKER ..................................................................................... 4
B. Jenis kanker .......................................................................................................... 5
C. Jenis-jenis kanker yang paling sering terjadi pada anak ................................ 8
1. Leukimia............................................................................................................. 8
2. Kanker sistem saraf pusat .............................................................................. 8
3. Neuroblastoma ................................................................................................. 9
4. Wilms tumor (nephroblastoma) ...................................................................... 9
5. Lymphoma ......................................................................................................... 9
6. Rhabdomyosarcoma ...................................................................................... 10
7. Retinoblastoma ............................................................................................... 10
8. Kanker tulang .................................................................................................. 10
D. Tanda dan Gejala ............................................................................................... 10
E. Penyebab............................................................................................................. 12
F. Pencegahan ........................................................................................................ 16
G. Penatalaksanaan ................................................................................................ 17
H. Perawatan paliatif care pada anak dengan ca ............................................... 19
ASUHAN KEPERAWATAN YANG DIPERLUKAN PADA ANAK YANG
MENGALAMI PENYAKIT TERMINAL ........................................................................ 22
BAB III ............................................................................................................................. 31
PENUTUP ....................................................................................................................... 31

iii
A. Kesimpulan .......................................................................................................... 31
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 33

iv
v
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Anak adalah harta yang berharga untuk orang tuanya dan mereka

akan melakukan apapun untuk anaknya. Sebagian orang tua juga

menganggap anak adalah manifestasi masa depan karena anaklah yang

nantinya diharapkan menjadi tempat berlindung di hari tua. Selain

harapan yang besar pada anak orang tua juga memiliki banyak kewajiban

misalnya untuk melindungi dan memberikan pendidikan, kasih sayangnya

sampai anak itu tumbuh dewasa. Orang tua memiliki anak yang sakit

akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengupayakan kesembuhan

anaknya, apalagi terkena penyakit yang dianggap berbahaya dan

mematikan seperti kanker.

Orang tua umumnya akan melakukan apapun demi kesembuhan

anaknya. Orang tua tidak akan rela kehilangan anaknya. Anak anak yang

masih dalam usia balita tidak bisa mengeluhkan rasa sakitnya, dan hanya

bisa menangis sehingga menambah kekhawatiran orang tuanya. Peran

orang menjadi lebih berat lagi karena tidak bisa langsung mengetahui apa

yang dirasakan oleh anaknya secara jelas dan orang tua diharuskan lebih

peka. Anak anak balita yang menderita kanker biasanya sulit dideteksi

arena anak tidak bisa berbicara langsung layaknya orang dewasa.

Penyakit kanker yang diderita pada usia balita umunya tidak bisa dicegah

seperti penyakit pada orang dewasa.

1
Perlu diketahui bahwa pola hidup dan makan yang sehat tetap

harus diajarkan kepada anak-anak sejak dini. Bukan semata bertujuan

mencegah kanker yang dapat timbul pada usia kanak-kanak, namun

untuk mencegah agar pada saat mereka menginjak usia dewasa.

Menurut data statistik resmi dari International Agency for Research on

Cancer (IARC) bahwa satu dari 600 anak akan menderita kanker sebelum

umur 16 tahun. Berdasarkan fakta dari Kementerian Kesehatan Republik

Indonesia (2002- 2012) setiap tahun sebanyak 4.100 anak atau 2-3

persen anak-anak di Indonesia menderita kanker, di mana gejalanya

seringkali sulit dideteksi.

Keadaan ini diperburuk dengan kurangnya informasi mengenai

kanker pada anak-anak dan rendahnya pengetahuan orangtua bahwa

anak-anak juga dapat terserang kanker sejak lahir. Kementerian

kesehatan menerangkan berdasarkan Data Global Burden Cancer tahun

2012, jumlah kasus kanker-baru pada anak-anak dan dewasa, mencapai

14,1 juta kasus dengan 8,2 juta kematian. Data ini menunjukkan adanya

peningkatan jika dibandingkan dengan data tahun 2008, dengan 12,7

kasus baru dengan 7,6 juta kematian. World Health Organization juga

memperkirakan bahwa ada 175.300 kasus baru kanker anak dan ada

sekitar 96.400 anak yang meninggal karena kanker di seluruh dunia. Hal

ini disebabkan banyaknya pasien yang berobat dalam stadium lanjut.

Di Indonesia, data registrasi kanker di DKI Jakarta menunjukkan

jumlah kasus kanker pada anak adalah sebesar 4,7 % (601 kasus) dari

seluruh kasus kanker 12.792 kasus. Menurut Kamus Besar Bahasa

Indonesia (KBBI), pengertian kanker adalah penyakit yang disebabkan

2
oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya

daging pada jaringan tubuh yang normal; tumor ganas. Ketika kanker ini

menyerang maka akan berdampak negatif pada kesehatannya. Kanker

merupakan penyebabkan kematian kedua pada anak. Pasalnya, gejala-

gejala awal kanker pada anak sulit dideteksi. Anak yang terkena kanker

dapat disembuhkan total jika dilakukan pengobatan sedini mungkin bila

penyakit tersebut diketahui belum parah.

B. Rumusan masalah

1. Apa itu kanker dan jenisnya ?

2. Bagaimana penangannya ?

3. Bagaimana perawatan paliatif care pada ca anak ?

C. Tujuan penulisan

1. Tujuan dari dibuatnya makalah ini adalah agar mahasiswa dapat

memahami dan mengetahui tentang Perawatan paliatif care pada ca

anak. Serta mampu untuk menerapkan Perawatan paliatif care pada

ca anak.

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN KANKER

Kanker adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan

pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami

pertumbuhan yang tidak normal, cepat, dan tidak terkendali.

Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan

sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal. Sel-sel kanker akan

berkembang dengan cepat, tidak terkendali, dan terus membelah diri,

selanjutnya menyusup ke jaringan di sekitarnya (invasive) dan terus

menyebar melalui jaringan ikat, darah, dan menyerang organ-organ

penting serta saraf tulang belakang. Dalam keadaan normal, sel hanya

akan membelah diri jika ada penggantian sel-sel yang telah mati dan

rusak. Sebaliknya, sel kanker akan membelah terus meskipun tubuh tidak

memerlukannya, sehingga akan terjadi penumpukan sel baru.

Penumpukan sel tersebut mendesak dan merusak jaringan normal,

sehingga mengganggu organ yang ditempatinya (Mangan, 2009).

Kanker adalah suatu jenis penyakit berupa pertumbuhan jaringan

yang tidak terkendali kerena hilangnya mekanisme kontrol sel

sehingga pertumbuhan menjadi tidak normal.Penyakit ini dapat

menyerang semua bagian organ tubuh.Baik pada orang dewasa

maupun anak-anak.Akan tetapi, lebih sering menyerang orang yang

berusia 40 tahun (Uripi, 2002).

Definisi kasus kanker pada anak adalah suatu kejadian penyakit

kanker yang muncul pada usia anak-anak hingga remaja. Hampir

4
setiap sel pada tubuh manusia dapat berkembang secara abnormal

menjadi tumor dan kanker. Namun, jenis kanker pada anak biasanya

berbeda dengan kanker yang dialami oleh orang dewasa. Jika kanker

pada orang dewasa disebabkan pola konsumsi dan gaya hidup,

kanker pada anak dipicu oleh adanya mutasi gen. Hal tersebut

menyebabkan perubahan DNA dari sel tubuh sejak dilahirkan, atau

bahkan saat anak masih dalam kandungan. Kelainan genetik dalam

keluarga seperti Down syndrome dan sindroma familial lainnya dapat

meningkatkan risiko kanker pada anak. Sangat jarang kasus kanker

pada anak disebabkan karena orangtua memiliki gen kanker, tetapi

mutasi gen dapat terjadi akibat radiasi dan paparan rokok saat anak

masih dalam kandungan. (Al- Jafar, 2018).

B. Jenis kanker

Kanker digolongkan menjadi 2 yaitu kanker jinak dan kanker ganas.

1. Kanker ganas terdiri dari:

a. Karsinoma

Yaitu kanker yang bermula dari sel eptitel membentuk lapisan luar

dari kulit dan selaput lendir. Selaput lendir adalah lapisan dalam

yang menutupi semua struktur saluran didalam tubuh, kecuali

pembuluh darah dan limfe. Misalnya jaringan seperti sel kulit,

prostat , ovarium, kelenjar mucus, paru-paru, sel melanin,

payudara, leher rahim, kolon, rectum, lambung, hati, pancreas,

dan esofagus.

5
b. Limfoma

Yaitu jenis kanker yang berasal dari jaringan yang membentuk

darah, misalnya jaringan limfe, lacteal, limfa, berbagai kelenjar

limfe, timus, dan sumsum tulang. Limfoma spesifik antara lain

adalah penyakit Hodgkin (kanker kelenjar limfe dan limfa).

c. Sarkoma

Yaitu jenis kanker dimana jaringan penunjang yang berada

dipermukaan tubuh seperti jaringan ikat, termasuk sel - sel yang

ditemukan diotot dan tulang.

d. Leukemia

Kanker jenis ini tidak membentuk massa tumor, tetapi memenuhi

pembuluh darah dan mengganggu fungsi sel darah normal.

e. Glioma

Yaitu kanker susunan syaraf, misalnya sel-sel glia (jaringan

penunjang) di susunan saraf pusat.

f. Karsinoma in situ

Yaitu istilah yang digunakan untuk menjelaskan sel epitel

abnormal yang masih terbatas di daerah tertentu sehingga masih

dianggap lesi prainvasif (kelainan/luka yang belum memyebar)

2. Kanker jinak terdiri dari:

a. Lipoma (jaringan lemak)

Yaitu tumor jinak yang tumbuh di bawah kulit dan merupakan

endapan lemak.Tumor ini jarang berubah menjadi tumor

6
ganas.Lipoma lebih sering ditemukan pada wanita dan lebih sering

tumbuh di lengan, batang tubuh dan leher bagian belakang.

b. Fibroma(jaringanikat)

Fibroma (atau fibroid tumor atau fibroid) adalah tumor jinak yang

terdiri dari jaringan berserat atau ikat.Mereka bisa tumbuh di

semua organ yang berasal dari jaringan mesenkim.Istilah

"fibroblastik" atau "fibromatous" digunakan untuk menggambarkan

tumor dari jaringan ikat fibrosa.

c. Neurinoma(jaringansaraf)

Kanker pada jaringan sarafyang berasal dari sel Schwann (sel

yang membungkus saraf).7% dari tumor yang tumbuh di dalam

tulang tengkorak adalah tumor saraf pendengaran.Penyebabnya

tidak diketahui.Gejala awalnya adalah tuli, tinnitus (telinga

berdenging), pusing dan ketidakseimbangan tubuh.Gejala lainnya

bisa timbul setelah tumor tumbuh lebih besar dan menekan bagian

otak lainnya, yaitu saraf wajah (saraf trigeminal yang

menghubungkan mata, mulut dan rahang).

d. Pembengkakankutil (kulit)

Kutil dalam istilah medis disebut Papilloma.Papilloma itu

sebenarnya sejenis tumor jinak pada kulit, berasal dari penebalan

lapisan luar kulit yang berlebihan.Bentuk kutil ini bisa bermacam-

macam.Bisa besar-besar atau bisa juga kecil-kecil.Biasanya

memang kalau dipegang tidak sakit, dan kalau sudah sangat

besar, bisa saja berdarah kalau lecet.Bila sudah besar biasanya

bentuknya seperti bunga kol.Kutil disebabkan oleh Human

7
Papilloma Virus (HPV).Virus ini memang menyerang kulit dan

salah satu jenis penyakitnya yaitu menimbulkan kutil kecil-kecil di

telapak tangan.

 Kanker jinak ciri-cirinya:

1. Pertumbuhannya lambat

2. Tidak menyebar kebagian tubuh lain

 Kanker ganas ciri-cirinya:

1. Pertumbuhan sel cepat

2. Tidak terkendali

3. Menyebar ke bagian tubuh lain ( Metastase ).

C. Jenis-jenis kanker yang paling sering terjadi pada anak

Terdapat beberapa kanker yang dapat dan sering ditemukan pada anak,

di antaranya: (Al- Jafar, 2018)

1. Leukimia

Jenis kanker ini terjadi pada sel darah putih dan sumsum

tulang. Leukimia merupakan jenis kanker pada anak yang paling

berbahaya karena menyebabkan pembentukan sel leukosit abnormal.

Dampaknya adalah berhentinya pembentukan leukosit, diikuti

gangguan produksi trombosit dan eritrosit. Leukimia juga berdampak

pada organ otak dan kerusakan gusi, kulit, tulang, limpa, dan testis.

2. Kanker sistem saraf pusat

Sel tumor pada umumnya bermula pada otak bagian bawah;

cerebellum dan batang otak dan kemudian menyebar ke tulang

8
belakang. Dampak dari kanker sistem saraf pusat adalah gangguan

berpikir dan koordinasi, bahkan dapat terjadi kelumpuhan.

3. Neuroblastoma

Merupakan jenis kanker sel saraf yang dapat ditemukan di berbagai

bagian tubuh. Jenis kanker ini dapat berkembang pada embrio atau

janin dan jarang ditemukan pada anak di atas usia 10

tahun. Neuroblastoma biasanya ditemukan pada bagian perut yang

ditandai dengan pembengkakan, nyeri tulang dan demam.

4. Wilms tumor (nephroblastoma)

Jenis kanker yang berkembang pada salah satu atau kedua ginjal.

Biasanya ditemukan pada anak dengan usia 3 sampai 4 tahun, dan

sangat jarang ditemukan pada usai di atas 5 tahun. Gejala

nefroblastoma antara lain pembengkakan pada perut dekat ginjal,

disertai demam, mual dan kehilangan nafsu makan.

5. Lymphoma

Jenis kanker yang menyerang sel imunitas atau limfosit dan pada

organ nodus limfa, tonsil dan kelenjar thymus yang terletak pada

leher, ketiak, dan sekitar selangkangan. Lymphoma menyebabkan

pembengkakan di sekitar kelenjar yang terdapat sel kanker, dan

beberapa gejala seperti berkeringat berlebih, lemas, demam serta

penurunan berat badan secara drastis.

9
6. Rhabdomyosarcoma

Bermula pada pertumbuhan sel abnormal otot rangka atau otot yang

digunakan untuk menggerakan badan. Jenis kanker ini dapat

terdapat di bagian tubuh manapun yang memiliki sel otot

rangka. Rhabdomyosarcoma biasanya ditandai dengan nyeri

dan/atau pembekakkan.

7. Retinoblastoma

Atau dikenal juga dengan kanker mata yang hanya ditemukan pada

usia bayi atau sekitar 2 tahun. Retinoblastoma dapat dikenali dengan

adanya kejanggalan pada mata atau ada warna merah pada pupil

akibat darah pada bagian belakang mata. Orang tua sebaiknya curiga

jika mata anak terlihat sepeti “mata kucing” atau memantulkan

cahaya warna putih jika terkena cahaya lampu atau dari flash

8. Kanker tulang

Biasanya ditemukan saat anak memasuki masa pubertas dan usia

remaja. Kanker tulang dapat terjadi pada ujung tulang pipa pada kaki

dan tangan (osteosarcoma) dan tulang pipih seperti pada pinggang

dan punggung (ewing sarcoma). Gejala kanker tulang biasanya

berupa rasa nyeri pada malam hari atau saat menggerakan tulang.

D. Tanda dan Gejala

Pada stadium dini, kanker biasanya belum menimbulkan keluhan

atau rasa sakit.Biasanya penderita menyadari bahwa tubuhnya telah

terserang kanker ketika sudah timbul rasa sakit, padahal saat ada

10
keluhan tersebut kanker sudah memasuki stadium lebih

lanjut.Pengenalan gejala kanker harus dilakukan sedini mungkin,

meskipun tidak ada rasa gangguan atau rasa sakit.Dengan mengetahui

serangan kanker yang masih dalam stadium dini angka kesembuhan

semakin besar.

Gejala kanker secara umum yang timbul tergantung dari jenis atau

organ tubuh yang terserang yaitu :

1. Nyeri dapat terjadi akibat tumor yang meluas menekan syaraf dan

pembuluh darah disekitarnya, reaksi kekebalan dan peradangan

terhadap kanker yang sedang tumbuh, dan nyeri juga disebabkan

karena ketakutan atau kecemasan.

2. Sering mual

3. Pendarahan atau pengeluaran cairan yang tidak wajar, misalnya

ludah, batuk atau muntah yang berdarah, mimisan yang terus

menerus, cairan puting susu yang mengandung darah, cairan liang

senggama yang berdarah (diantara menstruasi/menopause) darah

dalam tinja, darah dalam air kemih.

4. Perubahan kebiasaan buang air besar

5. Penurunan berat badan dengan cepat akibat kurang lemak dan

protein (kaheksia)

6. Benjolan pada payudara

7. Gangguan pencernaan, misalnya sukar menelan yang terus

menerus.

8. Tuli, atau adanya suara - suara dalam telinga yang menetap.

9. Luka yang tidak sembuh – sembuh

11
10. Perubahan tahi lalat atau kulit yang mencolok

11. Kelelahan yang dirasakan terus menerus

Pengenalan gejala kanker dapat dilakukan sendiri dengan


cara WASPADA yang merupakan kependekan dari istilah-istilah
sebagai berikut:
 W = Waktu buang air besar atau kecil ada perubahan kebiasaan
atau terganggu.
 A = Alat pencernaan terganggu dan susah menelan.
 S = Suara serak dan batuk yang tidak kunjung sembuh.
 P = Payudara atau ditempat lain ada benjolan.
 A = Andeng-andeng atau tahi lalat berubah sifat, menjadi
semakin besar dan gatal.
 D = Darah atau lendir yang tidak normal keluar dari lubang-
lubang tubuh.(Mangan, 2009).

E. Penyebab

1. Keturunan

Sejumlah penelitian menemukan bahwa sekitar 5% dari kasus

kanker diakibatkan oleh faktor keturunan.Sebab ada orang yang

terlahir dengan DNA rusak yang diturunkan salah satu orang tua

mereka sehingga mereka memiliki resiko yang tinggi untuk terkena

kanker. Faktor keturunan ini memang susahuntuk dihindari. Tetapi

sejauh apa peranan gen yang abnormal masih belum diketahui

(Misky, 2005).

Bila salah satu anggota keluarga menderita kanker,

kemungkinan besar keturunannya akan mendapatkan sel kanker

tersebut. Namun bila pola hidup sehat yang dijalaninya, sel kanker

12
tersebut tak akan berkembang dan dirinya dapat menghindari

penyakit tersebut.

2. Bahan Kimia

Kini banyak produsen bahan kimia diseluruh dunia yang

memproduksi obat, plastic, pupuk, pestisida, dan lain-lain.Bahan

kimia ini menjadi salah satu penyebab terbesar kanker. Bahan kimia

untuk industri serta asap yangmengandung senyawa karbon dapat

meningkatkan kemungkinan seorang pekerja industri menderita

kanker

3. Radiasi

Pada awal abad 20 ditemukan bahwa orang yang bekerja di

tempat yang sering terkena paparan radiasi, dapat terkena penyakit

kanker, mulai dari kanker kulit hingga kanker darah leukemia.Efek

radiasi juga ditemukan setelah bom Hirosima dan Nagasaki di

Jepang yang mengakibatkan banyak penduduk sekita yang

mengidap kanker.

4. Radiasi Ultraviolet

Sinar matahari dapat juga menyebabkan kanker kulit.Hal ini

juga dapat diperoleh dari lampu UV yang digunakan untuk

mencoklatkan tubuh. Pigmen kulit melindungi kulit manusia dari sinar

matahari, maka dari itu orang yang berkulit putih yang tinggal

dilingkungan yang banyak sinar matahari seperti Australia dan Afrika

Selatan, banyak yang terkena kanker kulit. Sinar ultra violet yang

berasal dari matahari dapat menimbulkan kanker kulit.Sinar radio

13
aktif sinar X yang berlebihan atau radiasi dapat menimbulkan kanker

kulit dan leukemia.

5. Infeksi Virus dan Bakteri

Pada tahun 1910, ditemukan virus yang menyebabkan kanker

pada ayam.Virus yang pertama ditemukan menjadi penyebab kanker

pada manusia dikenal dengan sebutan HTLV1.Selain itu virus HIV

juga banyak menyerang manusia yang berhubungan sex bebas.Virus

Hepatitis B juga menyebabkan penyakit infeksi pada hati.

6. Merokok

Penyebab merokok juga dapat menjadi penyebab

kanker.Perlu diketahui bahwa rokok bertanggung jawab 90% dari

semua kasus kanker paru-paru yangmenjadi penyebab utama

kematian baik dari wanita daripada pria. Setiap kali merokok maka

akan menghirup sedikitnya 60 zatkarsinogen yang dapat

menyebabkan kanker. Zat yang terdapat pada asap rokok yang dapat

menyebabkankanker paru pada perokok aktif dan perokok pasif

(orang yang bukanperokok atau tidak sengaja menghirup asap rokok

orang lain) dalamjangka waktu yang lama.

7. Polusi udara

Menurut Chen Zichou seorang ahli Institut Penelitian Kanker

mengatakan, penyebab utama meningkatnyajumlah kanker di China

disebabkan polusi udara, lingkungan, kondisiair yang kian hari kian

memburuk. Banyak perusahaan kimia danindustri yang membuang

14
limbahnya kesungai dengan mudah. Hal inimenyebabkan air yang

ada di sungai terkontaminasi oleh limbah yangberasaldari

perusahaan-perusahaan yang ada disekitarsungai.Akibatnya air yang

terkontaminasi tersebut secara langsung berakibatterhadap tumbuh-

tumbuhan dan makanan.

8. Makanan

Para ilmuwan mendapatkan bahwa makanan-

makanantertentu adalah sumber kanker.Makanan-makanan tersebut

menjadi sumber kanker oleh sebab adanya zat-zat kimia tertentu.

Makananyang dapat menyebabkan kanker adalah:

a. Bahanpemanis buatan seperti biang Gula dan saccharin.

b. Nitrosamines pada bahan-bahan pengawet buatan, dan bahan

pewarna buatan, yang umumnya dipakai dalam produk

daging,yang telah diproses dan juga banyak dalam produk

makanan kaleng.

c. Zat pewarna yg ada dalam makanan, minuman, kosmetik,

maupun obat obatan.

d. Kebanyakan makan garam.

e. Makanan yang sudah menjadi Tengik.

9. Hormon

Hormon adalah zat yang dihasilkan kelenjar tubuh yang

fungsinya adalah mengatur kegiatan alat-alat tubuh dan selaput

tertentu. Pada beberapa penelitian diketahui bahwa pemberian

hormon tertentu secara berlebihan dapat menyebabkan terjadinya

15
peningkatan beberapa jenis kanker seperti kanker payudara, rahim,

indung telur dan prostat (kelenjar kelamin pria) (Family’s

Doctor,2006).

F. Pencegahan

Kanker dapat dikatakan sebagai penyakit gaya hidup karena

dapat dicegah dengan melakukan gaya hidup sehat dan menjauhi faktor

risiko terserang kanker. Berikut beberapa cara pencegahan kanker

secara dini :

1. Hindari makanan tinggi lemak, makanan instan yang mengandung

bahan pewarna dan bahan pengawet, serta makanlah makanan

dengan gizi seimbang.

2. Hindari hubungan seksual dengan pasangan yang bukan suami atau

istri sendiri, atau berganti-ganti pasangan.

3. Hindari asap rokok atau berhentilah merokok.

4. Hindari stress dan konflik yang berkepanjangan.

5. Hindari terkena sinar matahari yang berlebihan.

6. Periksakan kesehatan secara berkala.

7. Minumlah air murni yang sudah melaui proses penyaringan misalnya

proses penyaringan reverse osmosis (RO).

8. Hindari terapi hormon sintesis.

9. Hindari penggunaan hormone sintesis saat KB dalam jangka waktu

lama.

16
10. Rutin mengonsumsi vitamin A, C, E, B kompleks, dan suplemen yang

bersifat antioksidan, peningkat daya tahan tubuh, dan pembuang

racun. Misalnya, rutin mengonsumsi klorofil (Mangan, 2009).

G. Penatalaksanaan

Beberapa pengobatan atau terapi untuk pengidap kanker dapat

diberikan sebagai berikut :

1. Pembedahan

Pembedahan telah lama menjadi pengobatan untuk

kanker,dimana catatan pertama pengangkatan payudara karena

kanker terjadi pada tahun 200 M. pembedahan memberikan peluang

yang lebih baik bagi penyembuhan kanker apabila dilakukan pada

kanker yang berbatas tegas.Kanker yang telah bermetastasis dapat

diterapi dengan pembedahan untuk menghilangkan rasa nyeri pasien

akibat kanker yang menekan saraf disekitarnya.Pembedahan juga

digunakan untuk mengeksis bagian mayor dari kanker, yang

mengurangi beban kanker dan meningkatkan respons terhadap

kemoterapi atau radioterapi (Corwin, 2008).

2. Terapi Radiasi

Terapi radiasi menggunakan ionisasi untuk membunuh sel

kanker.Sel kanker paling cenderung ditemukan dalam setiap stadium

tersebut.Sayangnya, setiap saat banyak sel normal juga berada pada

stadium tersebut dan dapat terbunuh akibat terapi radiasi.Dahulu,

radiasi dianggap dapat membunuh hanya sel kanker dengan secara

17
langsung merusak DNA.Tampak bahwa radiasi membunuh sel

dengan mengubah DNA yang cukup mengerem siklus sel. Radiasi

seringkali digunakan sebagai tindakan tambahan pada pembedahan,

atau untuk memperkecil ukuran kanker sehingga mengurangi beban

kanker (Corwin, 2008).

3. Kemoterapi

Tumor tumbuh secara cepat sehingga banyak memiliki sel

yang sedang bereplikasi dan membelah dan karenanya paling rentan

terhadap kemoterapi.Akan tetapi, sel sehat juga rentan terhadap efek

merusak dari kemoterapi.Kemoterapi sering digunakan sebagai

tambahan untuk pembedahan atau terapi radiasi, namun dapat pula

digunakan secara tersendiri.Kemoterapi juga digunakan untuk tujuan

paliatif.Kemoterapi biasanya menyebabkan penekanan atau supresi

sumsum tulang, yang akhirnya menyebabkan keletihan, anemia,

kecenderungan perdarahan, dan peningkatan risiko infeksi (Corwin,

2008).

4. Imunoterapi

Imunoterapi adalah bentuk terapi kanker yang baru diciptakan

yang memanfaatkan dua sifat atau ciri utama dari sistem imun,

spesifitas dan daya ingat.Imunoterapi dapat merangsang system

kekebalan pejamu agar berespons secara lebih agresif terhadap

kanker, atau sel-sel tumor dapat diserang oleh antibody yang dibuat

di laboratorium (Corwin, 2008).

18
Selain pengobatan secara medis yang telah disebutkan diatas,

ada juga pengobatan secara herbal untuk mengobati penyakit kanker.

Obat herbal adalah obat-obatan yang dibuat dari bahan tumbuhan,

baik itu tumbuhan yang sudah dibudidayakan maupun tumbuhan liar.

Obat herbal merupakan salah satu bagian dari obat tradisional.Dalam

obat tradisional mencakup juga obat yang dibuat dari bahan hewan,

mineral, atau gabungan dari bahan hewan, mineral, dan tumbuhan

(Mangan, 2009).

H. Perawatan paliatif care pada anak dengan ca

1. Anak

Konsep kematian masih abstrak dan tidak dimengerti dengan baik

oleh anak-anak. Sampai umur 5 tahun, anak masih berpikir bahwa

kematian adalah hidup di tempat lain dan orang dapat datang

kembali. Mereka juga percaya bahwa kematian bisa dihindari.

Kematian adalah topik yang tidak mudah bagi orang dewasa untuk

didiskusikan dan mereka biasanya menghindarkan anaknya dari

realita akan kematian dengan mengatakan bahwa orang mati akan

“pergi” atau “berada di surga” atau hanya tidur.

Pada anak yang mengalami terminal illness kesadaran mereka akan

muncul secara bertahap.

Pertama, anak akan menyadari bahwa mereka sangat sakit tetapi

akan sembuh. Kemudian mereka menyadari penyakitnya tidak

bertambah baik dan belajar mengenai kematian dari teman

19
seumurnya terutama orang yang memiliki penyakit mirip, lalu mereka

menyimpulkan bahwa mereka juga sekarat.

Saat ini, para ahli percaya bahwa anak-anak seharusya mengetahui

sebanyak mungkin mengenai penyakitnya agar mereka mengerti dan

dapat mendiskusikannya terutama mengenai perpisahan dengan

orang tua. Ketika anak mengalami terminal illness biasanya orang tua

akan menyembunyikannya, sehingga emosi anak tidak terganggu.

Untuk anak yang lebih tua, pendekatan yang hangat, jujur,

terbuka, dan sensitif mengurangi kecemasan dan mempertahankan

hubungan yang saling mempercayai dengan orang tuanya.

2. Menjelaskan Kematian Pada Anak

Kebanyakan seorang psikolog percaya bahwa dengan

berkata jujur merupakan strategi yang terbaik dalam mendiskusikan

kematian dengan anak. Respon anak terhadap pertanyaan mengenai

kematian merupakan dasar tingkat kematangan anak dalam

mengartikan kematian. Pada anak pra sekolah, anak mengartikan

kematian sebagai: kematian adalah sudah tidak ada nafas, dada dan

perut datar, tidak bergerak lagi,dan tidak bisa berjalan seperti

layaknya orang yang dapat berjalan seperti orang sebelum mati/

meninggal.

Kebanyakan anak-anak (anak yang menderita penyakit

terminal) membutuhkan keberanaian, bahwa ia di cintai dan tidak

akan merasa di tinggalkan. Tanpa memandang umur, sebagai

orang tua seharusnya sensitife dan simpati, mendukunng apa

yang anak rasakan.

20
3. Kebutuhan Anak Yang Terminal

 Komunikasi, dalam hal ini anak sangat perlu di ajak unuk

berkomunikasi atau berbicara dengan yang lain terutama oleh

kedua orang tua karena dengan orang tua mengajak anak

berkomunikasi /berbicara anak merasa bahhwa ia tidak sendiri

dan ia merasa ditemani.

 Memberitahu kepada anak bahwa ia tidak sendiri dalam

menghadapi penyakit tersebut.

 Berdiskusi dengan siblings (saudara kandung) agar saudara

kandung mau ikut berpartisipasi dalam perawatan atau untuk

merawat

 Social support meningkatkan koping

21
ASUHAN KEPERAWATAN YANG DIPERLUKAN PADA ANAK YANG
MENGALAMI PENYAKIT TERMINAL

Asuhan keperawatan yang diperlukan dan digunakan pada anak yang

mengalami penyakit terminal adalah ”PALLIATIVE CARE” tujuan perawatan

paliatif ini adalah guna untuk meningkatkan kualitas hidup anak dengan kematian

minimal mendekati normal, diupanyakan dengan perawatan yang baik hingga

pada akhirnya menuju pada kematian

PALLIATIFE CARE

 Menambah kualitas hidup (anak) pada kondisi terminal.

 Perawatan paliatif berfokus pada gejala rasa sakit (nyeri, dypsnea) dan

kondisi(kesendirian) dimana pada kasus ini mengurangi kepuasan atau

kesenangan hidup anak.

 Mengontrol rasa nyeri dan gejala yang lain,masalah psikologi,social atau

spiritualnya dari anak dalam kondisi terminal.

PRINSIP DARI PERAWATAN PALLIATIVE CARE

 Menghormati atau menghargai martabat dan harga diri dari pasient dan

keluarga pasien.

 Dukungan untuk caregiver

 Palliateve care merupakan accses yang competent dan compassionet

 Mengembangkan professional dan social support untuk pediatric palliative

care

 Melanjutkan serta mengembangkan pediatrik palliative care melalui

penelitian dan pendidikan

22
A PALLIATIVE CARE PLANE (RENCANA ASUHAN PERAWATAN PALLIATIVE)

 Melibatkan seorang partnership antara anak, keluarga, orang tua,

pegawai, guru, staff sekolah dan petugas keseatan yang professional

 Suport phisik, emosinal, pycososial, dan spiritual khususnya

 Melibatkan anak pada self care

 Anak memerlukan atau membutuhkan gambaran dan kondisi (kondisi

penyakit terminalnya) secara bertahap, tepat dan sesuai

 Menyediakan diagnostic atau kebutuhan intervensi terapeutik guna

memperhatikan/memikirkan konteks tujuan dan pengaharapan dari anak

dan keluarga.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK YANG TERMINAL ATAU MENJELANG

AJAL

a) PENGKAJIAN

1. BIODATA PASIEN

Nama :

Umur :

Jenis Kelamin :

Tanggal masuk RS :

No.MR :

Diagnosa medis :

Nama orang tua :

Umur orang tua :

Pekerjaan :

Agama :

Alamat :

23
2. keluhan utama

Biasa nya klien dg penyakit terminal dengan keluhan tidak enak

badan,berupa:

a.Gerakan pengindraan menghilang secara berangsur – angsur dari

ujung kaki dan ujung jari

b.Reflek mulai menghilang

c.Kulit kebiruan dan pucat

d.Denyut nadi tidak teratur dan lemah

e.Nafas berbunyi keras dan cepat ngorok

f.Penglihatan mulai kabur

g.Klien kadang-kadang kelihatan rasa nyeri

h. Klien dapat tidak sadarkan diri

3. RIWAYAT KESEHATAN

a.Riwayat kesehatan sekarang

kaji mengenai keluhan yang dirasakan oleh pasien,misalnya

penglihatan mulai kabur.

b.Riwayat kesehatan dahulu

Kaji penyakit yang pernah di alami oleh pasien,baik yang ada

hubungan nya dengan penyakit yang di alami saat ini.

c.Riwayat kesehatan keluarga

kaji apakah ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang

sama dengan klien.

4. kebiasaan sehari-hari

Kaji tentang kebiasaan yang dilakukan oleh pasien atau orang tua

pasien sebelum sakit dan saat sakit.biasanya mencakup:

24
• Nutrisi

• Eliminasi

• Pola istirahat dan tidur

• Pola kebersihan

b) PEMERIKSAAN FISIK

1. Keadaan umum

Bagaimana keadaan klien,apakah letih,lemah,atau sakit berat

2. Tanda vital

Suhu:tidak normal >37

Nadi:tidak normal{lemah & lambat}>70x/i

Pernafasan:tidak normal >16x/i

Tekanan darah:tidak normal{menurun}

3. Kepala

kulit kepala,rambut,serta bentuk kepala,apakah ada kelainan,atau

lesi pada kepala.

4. wajah

bentuk wajah pucat

5. Mata

konjungtiva:anemis

sclera:ikterik

pupil:reflek{-}

25
6. Telinga

Pendengaran{-}pendengaran terakhiryang hilang pada pasien

terminal

7. Hidung

Bentuk hidung,keadaan bersih/tidak,ada tidak secret pada hidug,serta

cairan yang keluar,ada sinus/tidak,dan terdapat ngguan dalam

penciuman.

8. Thoraks

Bentuk dada simetris/tidak,dan mengalami ngguan pada pernafasan.

9. Abdomen

Bagaimana bentuk abdomen,turgor kulit kering.

10. Integumen

Warna kulit pucat,turgor kulit kering,terdapat nyeri tekan pada

kulit,,kulit teraba dingin.

11. Ekstremitas

Terdapat kelemahan fisik,kelemahan otot,dan kehilangan sensasi dan

gerakan pada ekstremitas.

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Perubahan pertumbuhan dan perkembangan berhubungan dengan

penyakit terminal dan ancaman kematian

26
2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan

kehilangan nafsu makan, tidak tertarik pada makanan.

3. Takut/ cemas berhubungan dengan diagnosa, terapi, dan prognosis

4. Berduka antisipasi berhubungan denga ancaman kematian anak

C. INTERVENSI

Diagnosa keperawatan Intervensi Rasional

1. Perubahan pertumbuhan dan

Perkembangan berhubungan dengan penyakit terminal dan ancaman

kematian.

 keterbatasan aktifitas

 mengurangi ketidak mampuan.

 mempertahan kan fungsi social

 mempertahan kan sikap tubuh yang baik

 mempertahankan kebebasan gerak sendi dan kekuatan

Istirahat dan aktifitas yang cermat

 mempertaankan daya tahan fisik dan ADL 1.-agar klien dapat

mempertahan kan kemampuan

 agar klien tetap bisa mempertahan kan fungsi social

-agar klien tetep bisa mempertahankan sikap tubuh yang baik

2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan

kehilangan nafsu makan tau tidak tertarik pada makanan.

27
3. Defisit perawatan diri:

-terutama untuk kebutuhan fisik{mandi,toileting,berpakain} 2.agar klien

tetap bisa mempertahan kan perawatan dan kebersihan diri

4. Cemas berhubungan dengan dianosa dan terapi dan prognosis

5. berduka antisipasi berhubungan dengan acaman kematian anak

PEDOMAN UNTUK MENDUKUNG KELUARGA BERDUKA UMUM

Tinggal dengan keluarga ; duduk dengan tenang bila mereka tidak ingin

bicara Terima reaksi berduka keluarga ; hindari pernyataan menghakimi (mis

“Anda harus merasa baik sekarang”). Hindari pernyataan yang dibuat-buat (mis ;

“Saya tahu apa yang anda rasakan” atau “anda masih cukup muda untuk

mempunyai bayi lagi”). Hadapi secara terbuka perasaan-perasaan seperti rasa

bersalah, marah dan kehilangan harga diri. Fokuskan perasaan dengan

menggunakan kata-kata berperasaan dalam pernyataan (mis :”Anda masih

merasakan semua kepedihan karena kehilangan anak)

PADA SAAT KEMATIAN

 Yakinkan keluarga bahwa segala sesuatu mungkin sedang dilakukan

untuk anak, bila mereka menginginkan intervensi penyelamatan hidup.

Lakukan apa saja yang mungkin dilakukan untuk menjamin kenyamanan

anak, khususnya penghilangan nyeri. Beri kesempatan pada anak dan

keluarga untuk meninjau ulang pengalaman khusus atau memori dalam

kehidupan mereka.

 Ekspresikan perasaan pribadi tentang kehilangan dan/ atau frustasi

(mis;”Kami akan sangat kehilangan dia” atau “ Kami sudah mencoba

segala sesuatu; kami sangat menyesal bahwa kami tidak dapat

28
menyelamatkannya”) Berikan informasi yang diminta keluarga dan

bersikap jujur.

 Hargai kebutuhan emosional anggota keluarga seperti saudara kandung,

yang mungkin ingin menyingkir sejenak dari anak yang menjelang ajal

 Buat setiap upaya untuk mengatur anggota keluarga khususnya orang tua

untuk bersama anak pada saat kematian, bila mereka menginginkannya.

 Dorong kelurga untuk bicara dengan anak bahkan bila ia tampak koma.

 Bantu keluarga mengidentifikasi dan menghubungi kerabat, teman atau

individu pendukung lain.

 Hargai keyakinan religius dan budaya seperti upacara khusus atau ritual

 Atur untuk dukungan spiritual, seperti rohaniawan, beri dukungan spiritual

sesuai permintaan anak atau keluarganya.

SIMTOMATOLOGI BERDUKA NORMAL

 Sensasi distres somatic

 Perasaan sesak di tenggorok

 Tersedak, dengan napas pendek

 Kecenderungan nyata untuk napas pendek

 Perasaan kosong dalam abdomen

Distres subyektif terus-menerus yang digambarkan sebagai tegangan atau sakit

mental

 Preokupasi dengan bayangan kematian, melihat atau membayangkan

kehadiran individu yang sudah meninggal

 Sedikit rasa tidak nyata

 Perasaan jarak emosi dari orang lain

 Dapat meyakini bahwa ia mendekati kegilaan

29
 Perasaan bersalah

 Mencari bukti kegagalan dalam mencegah kematian

 Mendakwa diri sendiri tentang pengabaian atau kelalaian minor yang

berlebihan

 Perasaan bermusuhan

 Kehilangan kehangatan terhadap orang lain

 Kecenderungan untuk peka rangsang dan marah

 Mengharapkan untuk tidak diganggu oleh teman dan kerabat

 Kehilangan pola berhubungan yang umum,Gelisah, tidak dapat duduk

diam, gerakan tanpa tujuan.Terus menerus mencari seuatu untuk

dilakukan atau apa yang ia pikir harus lakukan .Kurang kapasitas untuk

memulai atau mempertahankan pola aktivitas yang teratur.

30
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Ca pada ananak adalah penyakit terminal merupakan penyakit progresif

yaitu penyakit yang menuju ke arah kematian. Contohnya seperti penyakit

kanker,diare pada anak atau penyakit terminal ini dapat dikatakan harapan

untuk hidup tipis, tidak ada lagi obat-obatan, tim medis sudah give up

(menyerah) dan seperti yang di katakan di atas tadi penyakit terminal ini

mengarah kearah kematian. Maka adanya saling keterkaitan antara penyakit

kronik dan terminal. Singkatnya yaitu penyakit terminal adalah lanjutan dari

penyakit kronik.

Kita sebagai perawat pediatric harus tahu perbedaan anak dengan kondisi

kronik atau terminal.

Penanganan untuk keduanya ada keterkaitan misalnya untuk asuhan

keperawatan anak dengan penyakit kronik dan Terminal yaitu dengan

palliative care dimana perawatan paliatif ini bertujuan untuk meningkatkan

kualitas hidup anak dengan kematian minimal mendekati normal, diupayakan

dengan perawatan yang baik hingga pada akhirnya menuju pada kematian.

B. Saran

Setelah membuat kesimpulan dari seluruh pembahasan kami hendak

menyampaikan beberapa saran, yaitu :

1. Perawat harus memahami apa yang dialami klien dengan penyakit

kronik dan kondisi terminal, tujuannya untuk dapat menyiapkan

dukungan dan bantuan bagi klien.

31
2. Ketika merawat klien menjelang ajal atau terminal, tanggung

jawab perawat harus mempertimbangkan kebutuhan fisik,

psikologis, dan social yang unik.

3. Perawat harus lebih toleran dan rela meluangkan waktu lebih

banyak dengan klien menjelang ajal, untuk mendengarkan klien

mengekspresikan duka citanya dan untuk mempertahankan

kualitas hidup pasien.

4. Asuhan perawatan klien terminal tidaklah mudah. Perawat

membantu klien untuk meraih kembali martabatnya. Perawat

dapat berbagi penderitaan klien menjelang ajal dan melakukan

intervensi yang dapat meningkatkan kualitas hidup, klien harus

dirawat dengan respek dan perhatian penuh. Dalam melakukan

perawatan keluarga dan orang terdekat klien harus dilibatkan,

bimbingan dan konsultasi tentang perawatan diperlukan.

32
DAFTAR PUSTAKA

Al- Jafar, K. (2018, agustus 18). Dipetik februari 22, 2019, dari Hello Sehat:
https://hellosehat.com/parenting/tips-parenting/jenis-kanker-pada-anak/

Corwin, E. (2008). Buku Saku Patofisiologi Corwin. Jakarta: EGC.

Mangan, Y. (2009). Cara Sehat Mencegah dan Mengatasi Kanker. Agromedia.

Misky, D. (2005). Kanker Ganas. Banten: Media Citra.

Uripi, V. (2002). Menu Untuk Penderita Kanker. Jakarta: Puspa Swara.

33