Anda di halaman 1dari 13

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Penyakit

1. Pengertian

Hisprung adalah suatu kelainan tidak adanya sel ganglion parasimpati pada

usus, dapat dari kolon sampai pada usus halus (Ngastiyah, 2009).

Hisprung atau aganglionik konginetal adalah tidak adanya sel ganglion pada

rektum atau bagian rektosigmoid kolon (Sowden, 2009)

Hisprung adalah tidak adanya sel ganglion dalam rectum dan sebagian tidak

ada dalam colon (Suriadi, 2010).

2. Etiologi
a. Mungkin karena adanya kegagalan sel-sel “neural crest” abrional yang

bermigrasi ke dalam dinding usus atau kegagalan pleksus mencentikus dan

submukosia untuk berkembang ke arah konia kauda di dalam dinding

usus.
b. Disebabkan oleh tidak adanya sel ganglion parasimpatis dari plekusus

auerbeeh di kolon.
c. Sebagian besar segmen yang aganglionik mengenai rektum dan bagian

bawah kolon sigmod dan terjadi hipertorfi serta distersi yang berlebuh

pada kolon (Suriadi, 2010).

3. Tanda dan Gejala

STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung


Tanda dan gejala bayi baru lahir
a. Tidak ada pengeluaran mekonium (keterlambatan ≥ 24 jam)
b. Muntah berwarna hijau
c. Distensi abdomen, konstipasi
d. Diare yang berlebihan yang paling menonjol dengan pengeluaran tinja/gas

yang banyak.

4. Patofisiologi

Congenital aganglionik megacolon menggambarkan adanya kerusakan primer

dengan tidak adanya sel ganglion pada dinding sub mukosa kolon distal,

segmen aganglionic hampir selalu ada dalam rectum dan bagian proksimal

pada usus besar, ketidakadaan ini menimbulkan keabnormalan atau tidak

adanya gerakan tenaga pendorong (peristatik) dan tidak adanya evakuasi usus

spontan serta spinkter rectum tidak adapat bereaksi sehingga mencegah

keluarnya feses secara normal yang menyebabkan adanya akumulasi pada

usus dan distensi pada saluran cerna bagian proksimal sampai pada bagian

yang rusak pada mega colon (Betsz, cecily, dan Sowden).

STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung


Pathway

Absensi ganglion meisner dan auerbach

Susu spastis dan daya Obstipasi, tidak ada


Mual muntah, diare
dorong tidak ada mekonium

Nutrisi kurang Volume cairan Distensi abdomen Gangguan pola


darikebutuhan tubuh tubuh hebat BAB

Perubahan status
kesehatan anak

Gangguan rasa
Pembedahan
nyaman nyeri

Rsti gangguan Koping keluarga tidak


Kurang pengetahuan
integritas kulit efektif

STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung


5. Komplikasi
a. Gangguan pernafasan (akut)
b. Entrakolitis (akut)
c. Struktural ani (pasca bedah)
d. Inkontinensia (jangka panjang)
(Suriadi, 2010)

6. Pemeriksaan Fisik
a. Pemeriksaan rektum
b. Pemeriksaan rektal biopsi, fungsinya untuk mendeteksi ada tidaknya sel

ganglion.
c. Pemeriksaan nianometri anorektal fungsinya untuk mencatat respon

refleks spingter internal dan eksternal.


d. Pemeriksaan radiologi : dengan barium enema.

7. Diagnosa Keperawatan
a. Resiko tinggi infeksi b.d adanya insisi
b. Nyeri b.d pembedahan insisi
c. Kerusakan integritas kulit b.d perbaikan pembedahan
d. Perubahan kebutuhan nutrisi b.d pembedahan gastriintestinal.

STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung


No Diagnosa Kep Tujuan Intervensi

1 Resiko tinggi infeksi b.d Tidak terjadinya penyebaran 1. Monitor output insisi
2. Lakukan perawatan
adanya insisi infeksi dengan KH.
- Tidak adanya lesi pada daerah insisi.
- Tidak mengalami 3. Kolaborasi pemberian
kematian jaringan antibiotik.
2 Nyeri b.d pembedahan insisi Pasien merasa nyaman 1. Observasi dan
setelah dilakukan perawatan monitoring tanda skla
sela 1 x 24 jam dengan KH. nyeri.
- Nyeri berkurang 2. Lakukan teknik
- Pasien merasa tenang.
pengurangan nyeri
seperti teknik pijat
punggung/sentuhan.
3. Kolaborasi dalam
pemberian analgetik.
3 Kerusakanintegritas kulit Setelah dilakukan asuhan 1. Kaji insisi pembedahan
b.d perbaikan pembedahan. keperawatan selama 2 x 24 bengkak dan drainage.
2. Berikan perawatan kulit
jam, diharapka luka
untuk mencegah
membaik dengan KH :
- Luka membaik kerusakan kulit.
- Tidak ada pelebaran 3. Oleskan krim jika perlu.
kerusakan kulit.

B. Konsep Dasar Tumbuh Kembang


1. Definisi
a. Pertumbuhan adalah bertambahnya fisik (anatomi) dan struktur dalam

tubuh, dalam arti sebagian atau seluruhnya karena adanya multifungsi sel

tubuh dan juga karena bertambah besarnya sel, adanya multi fungsi dan

bertambanya usia sel berarti ada pertumbuhan secara kognitif dan hal

tersebut terjadi sejak konsepsi, yaitu bertemunya sel telur dan sel sperma

hingga dewasa.
b. Perkembangan adalah berkembangnya kemampuan dan struktur/fungsi

tubuh yang tidak kompleks dalam pola teratur dapat diperkirakan dan

STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung


diramalkan sebagai hasil proses alfrensial sel jaringan tubuh organ-organ

dan sistemnya yang terorganisasi.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang


a. Factor Internal
1) Genetika
Factor genetis akan mempengaruhi kecepatan pertumbuhan dan

kematangan tulang, alat seksual,serta saraf,sehingga merupakan modal

dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang, yaitu :


a) Perbedaan ras, etnis atau bangsa
Tinggi badan orang eropa akan berbeda dengan orang Indonesia

atau bangsa lainnya, dengan demikian postur tubuh tiap bangsa

berlainan.
b) Keluarga
Ada keluarga yang cenderung mempunyai tubuh gemuk atau

perawakan pendek.

STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung


c) Umur
Masa prenatal, masa bayi, dan masa remaja merupakan tahap yang

mengalami pertumbuhan cepat dibandingkan dengan masa lainnya.


d) Jenis kelamin
Wanita akan mengalami masa pubertas lebih dahulu dibandingkan

dengan laki-laki.
e) Kelainan kromosom
Dapat menyebabkan kegagalan pertumbuhan,misalnya sindrom

down.
2) Pengaruh hormone

Pengaruh hormone sudah terjadi sejak masa prenatal, yaitu sejak jani

berusia 4 bulan.

b. Faktor lingkungan
Factor lingkungan yang dapat berpengaruh dikelompokkan menjadi tiga,

yaitu prenatal, kelahiran, dan pascanatal.


1) Faktor pranatal
a) Gizi, nutrisi ibu hamil akan mempengaruhi pertumbuhan janin,

terutama selama trimester akhir kehamilan.


b) Toksin, zat kimia, radiasi
c) Kelainan endokrin
d) Kelainan imunologi
e) Psikologi ibu
f) Infeksi atau penyakit menular seksual
g) Mekanis, posisi janin yang abnormal dalam kandungan .
2) Faktor kelahiran
Riwayat kelahiran dengan vakum ekstraksi atau forceps dapat

menyebabkan trauma kepala pada bayi sehingga beresiko terjadinya

kerusakan jaringan otak.


3) Faktor pascanatal

STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung


Factor yang berpengaruh adalah gizi, penyakit kronis, lingkugan fisik

dan kimia, psikologis, endokrin, sosioekonomi, lingkungan

pengasuhan, dan obat-obatan.

3. Kebutuhan Dasar Untuk Tumbuh Kembang


a. Asuh (Kebutuhan Fisik-Biomedis)
Kebutuhan ini meliputi nutrisi yang mencukupi dan seimbang, perawatan

kesehatan dasar, pakaian, perumahan, hygiene diri dan lingkungan,

olahraga dan rekreasi.


b. Asih ( kebutuhan emosi dan kasih sayang)
Kebutuhan asih ini meliputi kasih saying orang tua, rasa aman, harga diri,

dukungan atau dorongan, mandiri, rasa memiliki, kebutuhan akan sukses,

mendapatkan kesempatan dan pengalaman.

STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung


c. Asah (kebutuhan stimulasi mental)
Stimulasi mental merupakan cikal bakal dalam proses belajar (pendidikan

dan pelatihan) pada anak. Stimulasi mental ini mengembangkan

perkembangan mental psikososial : kecerdasan, keterampilan,

kemandirian, kreativitas, agama, kepribadian, moral etika, produktivitas,

dan sebagainya.

4. Ciri-ciri Tumbuh Kembang Anak


a. Tumbuh kembang
Adalah proses continue sejak dari konsepsi sampai maturitas atau dewasa

yang dipengaruhi oleh factor bawaan dan lingkungan


b. Dalam periode tertentu terdapat adanya masa percepatan atau masa

perlambatan, serta laju tumbuh kembang yang berlainan diantara organ-

organ
c. Pola perkembangan anak adalah sama pada semua anak, tetapi

kecepatannya berbeda antara anak satu dengan lainnya


d. Perkembangan erat hubungannya dengan maturasi system susunan saraf
e. Aktivitas seluruh tubuh diganti respon individu yang khas
f. Arah perkembangan anak adalah cefalocaudal
g. Reflex primitive seperti reflek memegang dan berjalan akan menghilang

sebelum gerakan involunter tercapai.

5. Tahap Tumbuh Kembang


a. Masa prenatal
Masa prenatal terdiri dari dua fase yaitu fase embrio dan fase fetus. Pada

fase embrio dapat diawali mulai dari awal konsepsi hingga 8

minggu.ovum yang telah dibuahi akan dengan cepat menjadi suatu

organisme yang berdeferensiasi secara pesat untuk membentukberbagai

STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung


system organ tubuh. Masa fetus yang dimulai sejak kehamilan 9 minggu

sampai kelahiran.
b. Masa pascanatal
1) Masa neonatal usia ( 0-28 hari)
a) Neonatal dini (0-7 hari)
b) Neonatal lanjut (8-28 hari)
2) Masa bayi
a) Masa bayi dini (1-12 bulan)
b) Masa bayi akhir (1-2 tahun)
3) Masa prasekolah (2-6 tahun)
a) prasekolah awal 2-3 tahun
b) prasekolah akhir 4-6 tahun
4) Masa sekolah
a) Wanita 6-10 tahun
b) Laki-laki 8-12 tahun

5) Masa adolesensi atau masa remaja


a) Wanita 10-18 tahun
b) Laki-laki 12-20 tahun.

6. Pertumbuhan Fisik Anak


a. Berat Badan
Bayi lahir cukup bulan, berat badan akan kembali pada hari ke 10 menjadi

2 kali berat badan lahir. Pada umur 5 bulan akan menjadi 3 kali BB lahir,

pada umur 1 tahun akan menjadi 4 kali BB lahir. Pada umur 2 tahun

kenaikan BB rata-rata 2 kg/ tahun dan pada tahun pertama jika anak

mendapat gizi baik berkisar :


700-1000 gram/bulan pada triwulan I
500-600 gram/ bulan pada triwulan II
350-450 gram/ bulan pada triwulan III
250-350 gram/ bulan pada triwulan IV
b. Tinggi badan
Tinggi badan rata-rata pada waktu lahir adalah 50 cm, secara garis besar,

tinggi badan anak dapat diperkirakan, sebagai berikut :


1 tahun x 1,5 TB lahir
4 tahun x 2 TB lahir
6 tahun x 1,5 TB lahir

STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung


13 tahun x 3 TB lahir
Dewasa 3,5x TB lahir
c. Lingkar kepala
Lingkar kepala pada waktu lahir rata-rata 34 cmdan besarnya lingkar

kepala ini lebih besar dari lingkar dada. Pada anak umur 6 bulan lingkar

kepala rata-ratanya adalah 44 cm, umur 1 tahun 47 cm, 2 tahun 49 cm dan

dewasa 54 cm.
d. Gigi
Gigi pertama tumbuh pada umur 5-9 bulan, pada umur satu tahun sebagian

besar anak mempunyai 6-8 gigi susu, selama tahun kedua gigi tumbuh

menjadi 8 biji sehingga seluruhnya sekitar 14-16 gigi, dan pada umur 2,5

tahun sudah terdapat 20 gigi susu. Sedangkan waktu erupsi :


1) Molar pertama 6-7 tahun
2) Incisor 7-9 tahun
3) Premolar 9-11 tahun
4) Kaninus 10-12 tahun
5) Molar kedua 12-16 tahun
6) Molar ketiga 17-25 tahun
e. Jaringan lemak
Salain otot-otot jaringan lemak juga menentukan ukuran dan bentuk

tubuh.Pertambahan jumlah sel lemak meningkat pada trimester III

kehamilan sampai pertengahan masa bayi.Pertumbuhan jaringan lemak

melambat sampai berumur 6 tahun dan bertambah pada anak perempuan

pada umur 8 tahun dan laki-laki 10 tahun sampai menjelang pubertas.


f. Organ-organ tubuh
Terdapat 4 pola pertumbuhan organ yaitu:
1) Pola umum ( General pattern)
Meliputi pertumbuhan tulang panjang, otot skelet, system pencernaan,

pernapasan, peredaran darah, dan volume darah.


2) Pola neural (brain & pattern )

STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung


Perkembangan otak bersama-sama tulang tengkorak yang

melindungunya, mata dan telinga berlangsung lebih dini.


3) Pola limfoid (lymphoid pattern)
Pertumbuhan jaringan limfoid mencapai maksimum adolensi dan

menurun hingga mencapai ukuran dewasa.


4) Pola genital (reproductive pattern)
Organ-organ reproduksi meliputi pola genital yang pertumbuhannya

lambat pada prearemaja kemudian di susul pacu tumbuh adolesen

yang pesat.

STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung


DAFTAR PUSTAKA

Brunner and Suddarth. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. EGC : Jakarta.

Doengoes Merillyn. 2001. Rencana Asuhan Keperawatan. Nursing Care Plane. EGC.
Jakarta.

Donna L Wong. 2003. Rencana Asuhan Keperawatan Pediatric, EGC : Jakarta.

Hidayat, Azis Alimul. 2008. Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : Salemba Medika

Ngastiyah. 2005. Perawatan Anak Sakit, Edisi 2. Jakarta : EGC.

Potter & Perry. 2002. Fundamental Of Nursing. EGC : Jakarta,

Soetjiningsih. 2006. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta : EGC.

Suriadi dan Rita Juliani. 2004. Asuhan Keperawatan Pada Anak, edisi I. Jakarta : PT.
Fajar Interpratama.

Sylvia A. Price. Patofisiologi. EGC. Jakarta.

STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung