Anda di halaman 1dari 2

PRAKTIKUM 1 – GEOLOGI MIGAS

Langkah awal yang penting dalam penafsiran geologi bawah permukaan suatu
daerah adalah mengenali jenis batuan berdasarkan berbagai metoda. Salah satu
metoda yang digunakan untuk membedakan antara lapisan reservoir dan non-
reservoir adalah data wireline log atau log tali kawat. Dalam membedakan lapisan
reservoir dan non-reservoir ada beberapa log yang dapat digunakan, yaitu:
1. Log sinar gamma (gamma ray log/GR)
2. Log spontaneous potential (SP)

Log sinar gamma (GR) merekam radioaktivitas batuan terutama sinar gamma.
Sinar yang dimaksud berasal dari batuan yang banyak mengandung unsure
Kalium (K). Di alam secara umum, batuan lempung atau serpih mempunyai
intensitas sinar gamma yang lebih tinggi daripada batupasir, hal ini disebabkan
karena lempung banyak mengandung unsur K dibandingkan dengan batupasir.
Namun perlu dicatat pada kondisi tertentu ada batupasir yang mengandung
mineral radioaktif, seperti uranium atau zircon, dan lain-lain. Dalam hal ini maka
akan sulit membedakan antara lapisan pasir dan lapisan lempung atau serpih.

Log SP mencatat atau merekam perbedaan potential diri dari suatu batuan.
Potensial diri atau self potential akan terjadi karena perbedaan antara fluida
lumpur dengan fluida yang ada dalam formasi. Pada lapisan porus dan permeable
akan terjadi pertukaran ion lebih mudah antara kedua fluida daripada pada
lapisan yang impermeable. Oleh sebab itu, log ini dapat digunakan untuk
mengidentifikasi lapisan-lapisan reservoir dan lapisan-lapisan non-reservoir.

Dalam tugas I ini diberikan kepada anda data log sinar gamma (GR) dan resistivity
(R) untuk 6 sumur terlampir. Terlampir juga diberikan data Kelly Bushing (KB)
dari`masing-masing sumur.

Tugas:
1. Dengan mengambil asumsi bahwa batas ambang (cut off) untuk nilai Vshale =
40, identifikasikan lapisan-lapisan reservoir dan lapisan non-reservoir.
2. Buat tabulasi seperti contoh terlampir, untuk kedalaman dan ketebalan dari
masing-masing reservoir.

Prosedur:
1. HitungVolume Shale untuk cut off 40% dengan menggunakan rumus:

X = (GR – GRclean) / (GRshale – GRclean)

GR = bacaan GR pada suatu titik kedalaman tertentu


GRclean = nilai GR pada interval reservoir yang paling bersih, hal ini
ditunjukkan oleh nilai GR yang paling kecil dari interval yang
dipelajari.
GRshale = nilai GR untuk lapisan serpih, ditunjukkan oleh nilai GR yang
paling besar.

Untuk praktisnya rumus di atas dapat dirubah sebagai berikut:

40 = (GR – GRmin) / (GRmax – GRmin)


GRmin dan GRmax bisa dibaca dari log. Dengan demikian maka nilai GR yang
dicari untuk Vshale = 40 dapat diketahui.
2. Plot di dalam log terlampir nilai tersebut dengan membuat garis yang nilai GR-
nya merupakan hasil perhitungan rumus tersebut di atas.
3. Tentukan lapisan reservoir dan non-reservoir dengan cara sebagai berikut:
Nilai log GR yang terletak di sebelah kiri garis cut off merupakan lapisan
reservoir, sedangkan kurva GR yang berada di sebelah kanan garis cut off
merupakan lapisan non-reservoir.
Beri garis batas antara lapisan reservoir dan non-reservoir, kemudian
beriwarna kuning untuk lapisan reservoir dan warna hijau untuk lapisan non-
reservoir.
4. Namakan lapisan-lapisan reservoir yang anda hasilkan dari atas kebawah
dengan huruf kapital (A, B, C, … dst) pada masing-masing sumur, kemudian
buat table seperti contoh berikut untuk masing-masing lapisan.

Catatan:
Perlu diperhatikan dengan seksama penamaan lapisan-lapisan reservoir harus
konsisten dari satu sumur ke sumur yang lain. Hal ini bias ditempuh dengan cara
melihat karakter log GR dari lapisan reservoir yang dimaksud. Prosedur yang perlu
ditempuh untuk identifikasi lateral ini adalahsebagai berikut:
1. Buat model penamaan reservoir di sumur ITB-1.
2. Identifikasi lapisan tersebut pada sumur yang lain.

Contoh Tabel:

Data kedalaman dan ketebalan Lapisan : A


Nama Kedalaman Kedalaman Kedalaman Ketebalan
Sumur MD (ft) TVD (ft) TVDSS (ft) gross (ft)
ITB-1
ITB-2
ITB-3
ITB-4
ITB-5
ITB-6

- SelamatBekerja–