Anda di halaman 1dari 33

KEMENTERIAN KEUANGAN

PEREKONOMIAN TERKINI DAN


ARAH KEBIJAKAN RAPBN 2018

SEMINAR FORUM EKONOMI KEMENTERIAN KEUANGAN

JAYAPURA, 14 SEPTEMBER 2017


Tujuan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Kesejahteraan Masyarakat
adil dan makmur
Instrumen fiskal - APBN

Pajak:
- mendukung belanja negara
- Memperbaiki pemerataan
- Insentif usaha

Mengurangi Bea Cukai:


Kesenjangan
- Penerimaan
- Pengendalian konsumsi
- Penjaga perbatasan
- Fasilitasi investasi -
perdagangan
Mengentaskan
kemiskinan Belanja:
- Pendorong pertumbuhan
- Investasi
- Produktivitas
Menciptakan
kesempatan kerja Pembiayaan:
- Pengendalian defisit
- Investasi
Pertumbuhan
- Mendukung pembangunan
Ekonomi infrastruktur

KEMENTERIAN KEUANGAN 2
Diperlukan Sinergi Antar Kebijakan
Untuk Menghadapi Tantangan Domestik & Global

EKONOMI YANG INKLUSIF

a.l. neraca
APBN, a.l. suku bunga,
pembayaran,
PDB makro dan
Insentif Fiskal mikroprudensial
ekspor - impor,
arus modal

KEMENTERIAN KEUANGAN 33
Perekonomian Global di Tahun 2018
Diproyeksikan Tumbuh Moderat
Namun beberapa risiko eksternal masih perlu diwaspadai

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi


Negara-Negara (%) Pertumbuhan Volume Perkiraan Pertumbuhan
Perdagangan Dunia Ekonomi Dunia (%)
(%)
Proyeksi World 5.0 10.0
Proyeksi IMF
Bank 4.0 3.9
((Juli 2017) 4.0 4.1
(Juni 2017) 3.8
3.7 4.0 4,6 4,8
Negara 2015 2016 2017 2018 2017 2018 3.0 2.7 2.5 4,2 4,1
2.0 2.7 2.2
Dunia 3,4 3,1 3,5 3,6 2,7 2,9
Negara Maju 2,1 1,7 2,0 1,9 1,9 1,8 1.0 IMF WB
0.0
Negara 0.0 201
2017 2018
Berkembang 4,2 4,1 4,6 4,8 4,1 4,5 6
2014 2015 2016 2017 2018
Amerika Serikat 2,6 1,6 2,1 2,1 2,1 2,2 Dunia
Sumber: IMF, WEO Juli 2017 & World Bank, GEP Juni 2017
Eropa 2,0 1,7 1,9 1,7 1,7 1,5
Jerman 1,5 1,8 1,8 1,6 - -
Perancis 1,3 1,2 1,5 1,7 - -
Italia 0,8 0,9 1,3 1,0 - -
Inggris 2,2 1,8 1,7 1,5 - - Proteksionisme
Penguatan
perdagangan dolar AS Risiko
Jepang 1,2 1,0 1,3 0,6 1,5 1,0 keamanan,
yang memicu
India 7,9 6,8 7,2 7,7 7,2 7,5 Re-balancing pembalikan
Harga geopolitik,
Isu struktural
arus modal di dampak Brexit,
Tiongkok 6,9 6,7 6,7 6,4 6,5 6,3 ekonomi komoditas di negara
negara kondisi di timur
ASEAN-5 4,8 4,9 5,1 5,2 - - Tiongkok yang masih tengah, maju seperti
berkembang.
lemah. penuaan
ketegangan di
Sumber: IMF, WEO Juli 2017 & World Bank, GEP Juni 2017 semenanjung 4
populasi.
Korea, dan
ancaman 2
terorisme
Beberapa risiko yang dapat mempengaruhi prospek ekonomi global

KEMENTERIAN KEUANGAN
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2018
diperkirakan membaik, sebesar 5,4 persen
Meski perumbuhan ekonomi membaik, masih
Pertumbuhan PDB 2016 - 2018 terdapat tantangan baik dari luar maupun dalam
negeri
Konsumsi Rumah Tangga &
5.4 LNPRT:
a. Peningkatan daya beli
Investasi:
a. Pembangunan infrastruktur
6.0 dan proyek fisik lainnya .
5.6 masyarakat melalui upaya
5.0 5.0 5.2 menjaga stabilitas harga dan b. Capital Expenditure BUMN
4.9
alokasi anggaran ketahanan sekurangnya harus tumbuh
5.4 22% di 2018.
6.0 5.6 pangan.
5.0 5.0 5.2 b.Belanja Sosial masyarakat c. Kredit Modal Kerja dan
4.9
6.7 6.5 6.8 6.3 6.0 5.5 5.8 5.7 5.3 5.2 5.1 5.2 yang semakin efektif dengan Kredit Investasi harus
6.7 6.5 6.8 6.3 6.0 5.5 5.8 5.7 5.3 5.2 5.1 5.2 perbaikan skema Belanja tumbuh sekurangnya 13%
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 PKH, Rastra, KIP, Belanja dan 15%.
2012 2013 Target
2014 2015 2016 2017 2018 Kesehatan. d.Realisasi investasi langsung
Target APBN APBN
Target APBN-P Target APBN-POutlook
Realisasi c. Persiapan pelaksanaan Asian tumbuh sekurangnya 19%.
Games, Sidang Tahunan IMF
& WB, dan Pemilu Presiden
Ekspor dan Impor:
APBNP Proyeksi a. Penambahan pasar ekspor
Komponen 2015 2016 Konsumsi Pemerintah:
2017 2018 baru sebagai upaya
a.Kebijakan belanja
mengatasi potensi
diarahkan untuk
Konsumsi RT dan LNPRT 4,8 5,0 5,1 5,1 perlambatan perdagangan
mengatasi ketimpangan.
Konsumsi Pemerintah 5,3 -0,1 4,6 3,8 dunia.
b.Percepatan dan
b.Peningkatan kerjasama
PMTB 5,0 4,5 5,4 6,3 perbaikan pola
bilateral untuk ekspor produk
penyerapan anggaran
Ekspor -2,1 -1,7 4,8 5,1 utama (bernilai tambah
pemerintah.
Impor -6,4 -2,3 3,9 4,5 tinggi).
c.Perbaikan pola belanja
PDB 4,9 5,0 5,2 5,4 Pemerintah Daerah.

KEMENTERIAN KEUANGAN 5
Secara spasial, seluruh kawasan tumbuh positif pada kuartal II 2017
… Pertumbuhan tertinggi dicapai Sulawesi…

Sumatera Kalimantan Sulawesi


8.15%
21.69% 6.12%
Maluku & Papua

2.30%

4.09% 4.44%

4.47% -4.33% 6.49%


8.49% 4.52%

-1.04%

Jawa
5.41% Bali & Nusa Tenggara
58.65% 3,14%
3.09%
5.82%
6.83%
Sumber: BPS Pertumbuhan PDB Nasional 5.01%

Peranan Pulau dalam Pembentukan


% Pertumbuhan PDRB Q2 2017 % Pertumbuhan PDRB Q2 2016
PDB Nasional

• Jawa dan Sulawesi tumbuh diatas rata-rata nasional.


• Pada kuartal II 2017, perekonomian Kalimantan dan Maluku-Papua tumbuh positif setelah mengalami pertumbuhan
negatif pada kuartal II 2016.
• Pertumbuhan ekonomi Sumatera dan Bali cenderung melambat dibangkan kuartal yang sama tahun sebelumnya.
• Perekonomian Nasional masih didominasi oleh Sumatera dan Jawa dengan kontribusi sebesar 80,34 persen.
5
Evaluasi Pelaksanaan APBNP 2016 dan perkembangan di
tahun 2017, sebagai bahan penyusunan RAPBN 2018

PAJAK

Rp

Rp
Penerimaan Negara Ekonomi terjaga dan
2016

Efisiensi Belanja Defisit terjaga di Utang terukur


direvisi turun Rp230 T : Negara: 2,49% PDB: dengan prioritas: Tata kelola semakin
• Tetap tumbuh positif baik
• Belanja prioritas dijaga • Fiskal stabil • Digunakan untuk
• Didukung program tax mendukung • Ekonomi tumbuh 5,01
• Pelayanan tidak • Kredibel, dan
amnesty infrastruktur persen
terganggu • Sustainable.
• Rasio utang • Predikat WTP untuk LKPP
• Belanja nonprioritas
dijaga 28% thd dan LK BUN
dihemat sekitar Rp130T
PDB • APBN lebih kredibel
• Pengendalian Transfer
ke Daerah • Investasi terjaga

Rp

Perpajakan lebih realistis Belanja diarahkan Outlook Defisit 2,67% Pengendalian utang Iklim ekonomi lebih baik
2017

• Momentum Post Tax untuk menyelesaikan PDB dan lebih hati-hati • Peringkat ke
Amnesty proyek strategis • Debt ratio dijaga
• Melakukan investment grade
• Perlu lebih kerja keras • Tetap efisien pemungutan di bawah 30% PDB • Pertumbuhan dijaga
• Didikung reformasi • Percepatan pajak lebih baik • Utang diarahkan di atas 5,0%
perpajakan penyerapan • Pengendalian untuk belanja
belanja belanja agar tetap yang produktif
efisien dan efektif
7
KEMENTERIAN KEUANGAN 7
Indikator Ekonomi Makro sebagai basis penyusunan
RAPBN tahun 2018, dengan optimisme pertumbuhan
yang lebih tinggi

Realisasi APBNP RAPBN


2016 2017 2018
5,0 5,2 5,4
3,0 4,3 3,5

13.307 13.400 13.500


5,7 5,2 5,3
40 48 48

829 815 800


1.180 1.150 1.200

KEMENTERIAN KEUANGAN 8
FOKUS RAPBN 2018

OPTIMALISASI DAN JAGA MOMENTUM


EFISIENSI DAN KUALITAS
REFORMASI EKONOMI DAN
BELANJA PRIORITAS
PENERIMAAN NEGARA KEPERCAYAAN RAKYAT

Pengurangan Keberlanjutan
Pajak Pembiayaan
Kemiskinan

Pengurangan Kepabeanan dan Utang terkendali


Kesenjangan Cukai

Penciptaan Pertumbuhan
PNBP lebih baik
Kesempatan Kerja

9
KEMENTERIAN KEUANGAN
Defisit APBNP 2017 diperkirakan 2,92% thd PDB
2016 2016 2017 2017
namun dengan adanya
APBN penghematan
APBN
(triliun Rupiah) (triliun Rupiah)
alamiah
LKPP
defisit menjadi
LKPP
2,67%
%
thd
thd
PDB% thd % thd
APBN APBN
APBNP APBNP Outlook Outlook
Audited Audited APBN APBN APBN

PENDAPATANA. NEGARA
PENDAPATAN NEGARA
APBN APBN
2016
1.555,9 2016
1.555,9
1.750,3 1.750,3
1.736,1
2017
99,2 2017
1.736,1 1.736,1
99,2 1.736,1
99,2
. PENDAPATAN I. DALAM
PENDAPATANNEGERI DALAM NEGERI 1.546,9
LKPP 1.546,9
1.748,9
LKPP 1.748,9
1.733,0 1.733,0 1.733,0
99,1
% thd 99,1
% thd 1.733,0
99,1
% thd
(triliun Rupiah) (triliun Rupiah) APBN APBN
APBNP APBNP Outlook Outlook
1. PENERIM AAN 1. PERPAJAKAN
PENERIM AAN PERPAJAKAN Audited
1.285,0 Audited
1.285,0
1.498,9 1.498,9
1.472,7 APBN APBN
1.472,7 1.472,7
98,3 98,3 APBN 1.472,
98,3
Tax Ratio
PENDAPATANA. NEGARA Tax Ratio
% (termasuk
PENDAPATAN SDA% migas
(termasuk
NEGARA SDA migas & Pertambangan)
& Pertambangan) 10,84
1.555,9 10,84
11,5
1.555,9
1.750,3 11,5
11,5
1.750,3
1.736,1 99,6 11,5
1.736,1
99,2 99,6
11,5
99,2
1.736,1 99,64 11,5
1.736,
99,2
I. a.l. PPh Non
PENDAPATAN M a.l. PPh
igas
I. DALAM
PENDAPATAN NonDALAM
NEGERI M igas NEGERI 630,1
1.546,9 630,1
751,8
1.546,9
1.748,9 751,8
742,2
1.748,9
1.733,0 98,7742,2
1.733,0
99,1 98,7
742,2
99,1
1.733,0 98,7742,
1.733,
99,1
2. 2.
1. PENERIM AAN PENERIM
1.NEGARA AAN
AAN NEGARA
PENERIMBUKAN
PERPAJAKAN PAJAK BUKAN PAJAK
PERPAJAKAN 262,0
1.285,0 262,0
250,0
1.285,0
1.498,9 250,0
260,2
1.498,9
1.472,7 104,1260,2
1.472,7
98,3 104,1
260,2
98,3
1.472,7 104,1260,
1.472,
98,3
I. Tax RatioII.%HIBAH
PENERIMAAN PENERIMAAN
Tax Ratio
(termasuk SDA%HIBAH
(termasuk
migas 9,0
SDA migas & Pertambangan)
& Pertambangan) 10,84 9,0
1,4
10,84
11,5 1,4
3,1
11,5
11,5 226,4 3,1
99,6 11,5 226,4
3,1
99,6
11,5 99,64 3,1
226,4 11,5
BELANJA B. Non
PPh BELANJA
a.l.NEGARA a.l.NEGARA
M igas PPh Non M igas 1.864,3
630,1 1.864,3
2.080,5
630,1
751,8 2.080,5
2.133,3
751,8
742,2 2.133,3
102,5
98,7 102,5
742,2 2.098,9
98,7
742,2 2.098,9
100,9
98,7742,
. BELANJA
2. PENERIMI. BELANJA
PEMERINTAH
2. NEGARA
AAN PEMERINTAH
PUSAT
PENERIM PUSAT
AAN NEGARA
BUKAN PAJAK BUKAN PAJAK 1.154,0
262,0 1.154,0
1.315,5
262,0
250,0 1.315,5
1.367,0
250,0
260,2 1.367,0
103,9
104,1 103,9
260,2 1.343,1
104,1
260,2 1.343,1
102,1
104,1260,
II. 1. Belanja K/L
PENERIMAAN 1. Belanja K/L HIBAH
II. HIBAH
PENERIMAAN 684,2
9,0 684,2
763,6
9,0
1,4 763,6
798,6
1,4
3,1 104,6798,6
226,4 3,1 104,6
769,2
226,4
3,1 100,7769,
226,4 3,
2. Belanja
BELANJA B. Non 2.
K/LBelanja
BELANJA
NEGARA Non K/L
NEGARA 469,8
1.864,3 469,8
552,0
1.864,3
2.080,5 552,0
568,4
2.080,5
2.133,3 103,0568,4
2.133,3
102,5 103,0
573,9
102,5
2.098,9 104,0573,
2.098,
100,9
I. a.l. a. Subsidi
BELANJA I. a.l. a.
Energi
BELANJA
PEMERINTAH Subsidi EnergiPUSAT
PEMERINTAH
PUSAT 106,8
1.154,0 106,8
77,3
1.154,0
1.315,5 77,3
89,9
1.315,5
1.367,0 116,2 89,9
1.367,0
103,9 116,2
89,9
103,9
1.343,1 116,2 89,
1.343,
102,1
1. Belanja1)K/L
Subsidi 1)K/L
BBM dan
1. Belanja Subsidi
LPG BBM dan LPG 43,7
684,2 43,7
32,3
684,2
763,6 32,3
44,5
763,6
798,6 137,6 44,5
104,6798,6 137,6
44,5
104,6
769,2 137,6 44,
100,7769,
2. Belanja2)Non
Subsidi
2. List rik 2)Non
K/LBelanja Subsidi
K/L List rik 63,1
469,8 63,1
45,0
469,8
552,0 45,0
45,4
552,0
568,4 100,9 45,4
103,0568,4 100,9
45,4
103,0
573,9 100,9 45,
104,0573,
a.l. b.
a. Belanja a.l. b.
Subsidi Energi a. Belanja
Lain-lain Lain-lain
Subsidi Energi 6,0
106,8 6,0
41,0
106,8
77,3 41,0
49,9
77,3
89,9 116,2 49,9
121,7 89,9 121,7
56,0
116,2
89,9 116,2 56,
136,7 89,
I. TRANSFER 1)
KEII.Subsidi
TRANSFER
DAERAH BBM KEDANA
DAN
1)
danDAERAH
LPG DESA
Subsidi DAN
BBM DANA
dan LPG DESA 710,3
43,7 710,3
764,9
43,7
32,3 764,9
766,3
32,3
44,5 100,2766,3
137,6 44,5 100,2
755,9
137,6
44,5 98,8755,9
137,6 44,
1. Transfer
2)ke 1. Transfer
Daerah
Subsidi List rik 2)ke Daerah
Subsidi List rik 663,6
63,1 663,6
704,9
63,1
45,0 704,9
706,3
45,0
45,4 100,9706,3
100,2 45,4 100,2
697,7
100,9
45,4 99,0697,
100,9 45,
2. Dana
b. Desa 2. Lain-lain
Belanja Danab. Desa
Belanja Lain-lain 46,7
6,0 46,7
60,0
6,0
41,0 60,0
60,0
41,0
49,9 121,7 60,0
100,0 49,9 100,0
58,2
121,7
56,0 97,0 58,
136,7 56,
C. KE
KESEIMBANGAN
II. TRANSFER KESEIMBANGAN
II.PRIMER
TRANSFER
DAERAH DAN PRIMER
KEDANA
DAERAH DAN DANA DESA
DESA (125,6)
710,3 (125,6)
(109,0)
710,3
764,9 (109,0)
(178,0)
764,9
766,3 (178,0)
163,4
766,3
100,2 163,4
(144,3)
100,2
755,9 (144,3
132,4
755,
98,8
SURPLUS/ D. ke
1. Transfer SURPLUS/
(DEFISIT) (DEFISIT)
ANGGARAN
1. Transfer
Daerah (AANGGARAN
ke - B)
Daerah (A - B) (308,3)
663,6 (308,3)
(330,2)
663,6
704,9 (330,2)
(397,2)
704,9
706,3 (397,2)
120,3
100,2706,3 120,3
(362,9)
100,2
697,7 (362,9
109,9
99,0697,
% Surplus/
2. Dana % Surplus/
(Defisit)
Desa (Defisit)
Anggaran
2. Dana Desa Anggaran
terhadap PDB terhadap PDB (2,49)
46,7 (2,49)
(2,41)
46,7
60,0 (2,41)
(2,92)
60,0
60,0 (2,92)
100,0 60,0 (2,67)
100,0
58,2 (2,67
97,0 58,
E.
PEMBIAYAAN
KESEIMBANGAN PEMBIAYAAN
C. ANGGARAN
KESEIMBANGAN
PRIMER ANGGARAN
(I + + III + IV +(IV)
II PRIMER + II + III + IV + V) 334,5
(125,6) 334,5
330,2
(125,6)
(109,0) 330,2
397,2
(109,0)
(178,0) 120,3397,2
(178,0)
163,4 120,3
362,9
163,4
(144,3) 109,9362,9
(144,
132,4
.
SURPLUS/ D. I.
PEMBIAYAAN
(DEFISIT) PEMBIAYAAN
UTANG
SURPLUS/ (AUTANG
(DEFISIT)
ANGGARAN ANGGARAN
- B) (A - B) 403,0
(308,3) 403,0
384,7
(308,3)
(330,2) 384,7
461,3
(330,2)
(397,2) 119,9461,3
(397,2)
120,3 119,9
427,0
120,3
(362,9) 111,0427,0
(362,
109,9
a.l - Surat
% Surplus/ %
(Defisit) a.l - Surat
Berharga
Surplus/
Anggaran Berharga
Negara
(Defisit) (net o)
Anggaran
terhadap PDBNegara (net o)
terhadap PDB 407,3
(2,49) 407,3
400,0
(2,49)
(2,41) 400,0
467,3
(2,41)
(2,92) 116,8467,3
(2,92) 116,8
433,0
(2,67) 108,2433,
(2,67
I. PEMBIAYAAN
PEMBIAYAAN II. PEMBIAYAAN
INVESTASI
E. ANGGARAN
PEMBIAYAAN INVESTASI
ANGGARAN
(I + II + III + IV +(IV)
+ II + III + IV + V) (89,1)
334,5 (89,1)
(47,5)
334,5
330,2 (47,5)
(59,7)
330,2
397,2 125,8(59,7)
397,2
120,3 125,8
(59,7)
120,3
362,9 125,8(59,7
362,
109,9
I.II. PEMBERIAN
PEMBIAYAANIII.
I. PEMBERIAN
PINJAMAN
PEMBIAYAAN
UTANG PINJAMAN
UTANG 1,7
403,0 1,7
(6,4)
403,0
384,7 (6,4)
(3,7)
384,7
461,3 119,9 (3,7)
57,2461,3 57,2
(3,7)
119,9
427,0 57,2427,
111,0 (3,7
V. KEWAJIBAN PENJAMINAN
a.l - SuratIV. KEWAJIBAN
a.l - Surat
Berharga NegaraPENJAMINAN
Berharga
(net o) Negara (net o) (0,7)
407,3 (0,9)
(0,7)
407,3
400,0 (1,0)
(0,9)
400,0
467,3 108,8 (1,0)
116,8467,3 (1,0)
108,8
116,8
433,0 108,8 (1,0
108,2433,
V.
II. PEMBIAYAAN
II. LAINNYA
V. PEMBIAYAAN
PEMBIAYAAN LAINNYA
INVESTASI INVESTASI 19,6
(89,1) 0,3
19,6
(89,1)
(47,5) 0,3
0,3
(47,5)
(59,7) 100,0 0,3
125,8(59,7) 0,3
100,0
125,8
(59,7) 100,0 0,3
125,8(59,
III. PEMBERIAN III. PEMBERIAN PINJAMAN
PINJAMAN 1,7 1,7
(6,4) (6,4)
(3,7) 57,2 (3,7) 57,2
(3,7) 57,2 (3,
IV. KEWAJIBANIV. KEWAJIBAN PENJAMINAN
PENJAMINAN (0,7) (0,7)
(0,9) (0,9)
(1,0) 108,8 (1,0) 108,8
(1,0) 108,8 (1,
V. V. LAINNYA
PEMBIAYAAN PEMBIAYAAN LAINNYA 19,6 19,6
0,3 0,3
0,3 100,0 0,3 100,0
0,3 100,0 0,
Defisit RAPBN tahun 2018 diupayakan
turun dari tahun sebelumnya

2,19% PDB Triliun Rupiah

(2017 : 2,67% PDB) Belanja Pemerintah Pusat


1.443,3
• Belanja K/L 814,1
Penerimaan Perpajakan • Belanja Non K/L 629,2

1.609,4
(85,6%)
Transfer Ke Daerah
& Dana Desa
PNBP
267,9 (14,3%) 761,1
HIBAH
Belanja Negara
1,2 (0,1%) Pendapatan Negara
1.878,4 2.204,4
Outlook 2017: 2.098,9
Outlook 2017: 1.736,1

Pembiayaan Anggaran
Keseimbangan Primer

(78,4)
Defisit Anggaran 325,9
Outlook 2017: (144,3)
(325,9) • Pembiayaan Utang
• Pembiayaan
399,2

Outlook 2017: (362,9) investasi (65,7)

KEMENTERIAN KEUANGAN 11
Penerimaan Perpajakan
terus ditingkatkan dan
tetap realistis (triliun rupiah)

• Perbaikan iklim investasi dunia usaha, termasuk


pemberian insentif Target 2018
2018:
• Mengoptimalkan potensi ekonomi dan langkah
reformasi perpajakan
1.609,4 1.609,4
Outlook 2017:
2017: 1.472,7
1.472,7 9,3
2016: Penerimaan Pajak Kepabeanan
1.285,0 14,6 1.415,3 & Cukai
2015: 194,1
1.240,4
PPh Migas Pajak Nonmigas
2014:
3,6
35,9 1.379,4
1.146,9
8,2

6,5
Tax Ratio
Pertumbuhan (%) 11,5% PDB
Termasuk SDA migas &
tambang

12
Automatic Exchange of Information (AEoI)
• meningkatkan basis pajak
• mencegah praktik penghindaran pajak dan
erosi perpajakan (Base Erosion Profit Shifting)

Data Dan Sistem Informasi


Perpajakan
up to date dan terintegrasi a.l. melalui e-
filing, e-form dan e-faktur.
a
Kepatuhan Wajib Pajak
membangun kesadaran pajak
Langkah Perbaikan (sustainable compliance) a.l.
Perpajakan Tahun 2018 melalui e-service, mobile tax unit,
KPP Mikro, dan outbond call.

Insentif Perpajakan
• tax holiday dan tax allowance
• reviu kebijakan exemption tax pada
beberapa barang kena PPN.
SDM dan regulasi
Peningkatan Pelayanan dan efektifitas
organisasi

KEMENTERIAN KEUANGAN 13
PNBP tetap dioptimalkan dengan menjaga
(triliun rupiah)
keseimbangan pemanfaatan SDA serta
pelayanan publik
2018 Target 2018
2014
267,9
398,6 2015 2016
2017

260,2
267,9
262,0 Outlook 2017: 260,2
255,6

Pendapatan dari Kekayaan PNBP Lainnya Pendapatan


Pendapatan SDA
Negara yang Dipisahkan BLU

99,3 43,7 82,0 43,0


Bagian Pemerintah 3 K/L Terbesar: 3 K/L dengan
SDA Migas 77,2
atas Laba BUMN: Pendapatan BLU
Terbesar:
SDA Nonmigas 22,1 Kemkominfo 15,4
Kemenkeu 13,9
Perbankan 11,0
Minerba 16,8 Kehutanan 4,1 Polri 8,7
Kemenkes 11,1
Panas bumi 0,7 Perikanan 0,5 Non Perbankan 32,7 Kemenhub 7,0
Kemenristek Dikti 6,4

14
Penyempurnaan peraturan
• Revisi UU PNBP dan PP tentang
jenis dan tarif PNBP.

Peningkatan Pengawasan
a
pengelolaan
• Penyetoran sesuai
penerimaannya
• Penagihan piutang
Kebijakan PNBP • Menindaklanjuti hasil audit

Tahun 2018
Optimalisasi PNBP
• Perbaikan iklim investasi SDA
• Revisi Kontrak
• Efisiensi operasional PNBP
• Menggali potensi baru

Perbaikan Pelayanan Publik


• Tranparansi dan kemudahan
• Pemanfaatan IT

KEMENTERIAN KEUANGAN 15
Belanja Pemerintah Pusat diarahkan untuk pembangunan
infrastruktur, pengurangan kemiskinan dan pengangguran, dalam
rangka pemerataan pembangunan dan perbaikan konektivitas

(triliun rupiah) Alokasi

Rp1.443,3 T
Outlook 2017: 1.343

Belanja K/L Belanja Non K/L


814,1 629,2
Antara lain:

• Perbaikan perencanaan Pembayaran Subsidi Energi Subsidi Nonenergi


dengan berbasis kinerja
sejalan dengan prioritas
% Bunga Utang

pembangunan Efisiensi biaya Lebih tepat Integrasi subsidi


• Pengendalian sasaran nonenergi
• Efisiensi belanja operasional beban biaya • Diarahkan • Sinergi dengan
• Monitoring pelaksanaan bunga untuk bansos dan transfer
• Memperdalam masyarakat ke daerah
• Proses pelelangan yang pasar SBN miskin • Pengendalian
• Pengendalian • Pengendalian kebutuhan pokok 16
lebih awal tambahan inflasi • Peningkatan
utang produktifitas pangan

KEMENTERIAN KEUANGAN
Fokus Belanja Pemerintah untuk Pembangunan
Nasional
(triliun rupiah)

Kemiskinan dan Pertahanan


Aparatur Negara dan
Kesenjangan Infrastruktur Sektor Unggulan Keamanan dan
Pelayanan Masyarakat Demokrasi
1) 3)
292,8 409,0 2) 34,8 365,8 201,6 5)
Program Pembangunan Pertanian Peningkatan
perlindungan sosial Pertahanan
Jalan • Peningkatan reformasi birokrasi
(PKH) --> Naik dari 6 Produksi pangan Pencapaian MEF
856 km untuk
juta menjadi 10 juta dan pembangunan tahap 2 dan
meningkatkan
Keluarga Penerima sarpras pengembangan
kualitas pelayanan
Manfaat • Pengembangan industri
Pembangunan publik
hortikultura pertahanan
Perluasan Irigasi 781 km Kesejahteraan
Bantuan Pariwisata aparatur dan Keamanan
Pangan non 4)
• Pengembangan pensiunan Pemeliharaan
Tunai (BPNT) keamanan dan
Rasio Elektrifikasi 10 destinasi wisata
dari rastra • Peningkatan Kenaikan uang lauk ketertiban dan
95,15 % pauk TNI/Polri  penyelidikan/
wisatawan
Pelayanan • Promosi pariwisata penyidikan
Rp5 ribu dari
KesehatanP pidana
Rp55.000 menjadi
BI 92,4 juta Perikanan
Perumahan Rp60.000/org/hari
jiwa • Peningkatan daya
7.062 unit saing produk Perbaikan sistem Demokrasi
Pendidikan olahan perikanan dan manfaat
Program Indonesia Penyelenggaran
• Bantuan kapal pensiun aparatur pilkada 2018 dan
Pintar 19,7 juta nelayan 1048 unit negara persiapan pemilu
siswa Bidik misi  • Kelestarian
401,5 ribu 2019
lingkungan
mahasiswa
1) Termasuk Dana Desa 2) Termasuk TkDD dan Pembiayaan 5) Alokasi Kemenhan,
4) Termasuk pensiunan aparat
3) Alokasi Kementan, Polri, KPU, dan Bawaslu
pemda
KKP, dan Kemenpar

17
(triliun rupiah)
BLU Kelapa
Sawit
Rp 10,7 T Rp11,0 T

10
Kementerian
dan
Lembaga
Dengan
Anggaran
Terbesar

KEMENTERIAN KEUANGAN 18
Langkah-langkah
peningkatan kualitas
belanja K/L

Pelelangan Penajaman
awal prioritas
kegiatan melalui lelang dini agar Money follows program
pelaksanaan lebih cepat

Efisiensi belanja
Perbaikan
barang
perencanaan dan Melanjutkan pembatasan
penganggaran belanja barang
penajaman program prioritas

Monitoring secara Pemanfaatan IT


Integrasi sistem informasi Perencanaan dan
konsisten penganggaran
komprehensif dan terkoordinasi
Pemanfaatan sistem perbendaharaan dan
melalui sinergi sistem informasi
anggaran negara (SPAN)
Pelaksanaan spending review

KEMENTERIAN KEUANGAN 19
Subsidi yang lebih tepat sasaran untuk (triliun rupiah)

membantu masyarakat menengah ke bawah


• Mendukung pengendalian inflasi; Alokasi 2018
• Mempertahankan daya beli masyarakat
• Meningkatkan produksi pangan 172,4
2014: 2018: Outlook 2017: 168,9
392,0 172,4
2016:
10,4 2015:
174,2 2017:
186,0 168,9
Pertumbuhan (%)
2,1
-52,6
-6,3
-3,1

Subsidi Energi 103,4 Subsidi Non Energi 69,0


Subsidi BBM & LPG 51,1 antara lain:
• Perbaikan penyaluran untuk
Subsidi Pangan 7,3 Subsidi Pupuk 28,5
memperbaiki ketepatan sasaran
• Subsidi tertutup untuk LPG tabung 3 • Penyempurnaan data
• untuk 5,6 juta KPM
penerima dengan NIK.
kg • Sinergi subsidi rastra
• volume pupuk 9,5 juta
dengan BPNT
ton
Subsidi Listrik 52,2
Subsidi Bunga PSO 4,4
• Subsidi tepat sasaran untuk
pelanggan yang belum mampu Kredit Program 18,0
• Pelayanan publik
(450 VA dan 900 VA) • Akses permodalan UMKM • LKBN Antara
• perumahan bagi MBR

20
Anggaran Pendidikan
tetap dijaga 20 persen Alokasi
untuk meningkatkan akses, distribusi, dan kualitas pendidikan Rp440,9 T
(triliun rupiah)

Melalui Belanja Melalui Transfer Melalui


Pusat Pembiayaan

146,6 279,3 15,0

Sasaran Target
Program Beasiswa Tunjangan Profesi
Indonesia Bidik Misi Guru
Pintar Non PNS 435,9 ribu guru
401,5 ribu
Indikator 19,7 Juta siswa PNS 257,2 ribu guru
mahasiswa
Pendidikan :
APK
89,7 PNSD 1,2 juta guru
Pendidikan
Menengah 88,1

APM
Pendidikan 65,3 Bantuan Pembangunan/Rehab
Menengah 63,4 Operasional Sekolah Ruang Kelas
2017 2018 262,1 ribu sekolah
61,2 ribu

KEMENTERIAN KEUANGAN 21
Anggaran Kesehatan sebesar
5 persen Belanja Alokasi
untuk meningkatkan supply side dan layanan, upaya kesehatan
promotif preventif, serta menjaga keberlanjutan JKN Rp110,2 T

(triliun rupiah)

Melalui Belanja Melalui Transfer


Pusat

80,7 29,5

Sasaran Target
Program Imunisasi Sertifikasi obat
Indonesia untuk anak dan makanan
Indikator Kesehatan : Sehat usia 0-11
28,8% bulan 74,0 ribu
Stunting 92,4 juta jiwa
29,6% 92,5%
Persalinan di 82% Kesertaan ber-
fasilitas KB melalui Penyediaan sarana Penanganan
kesehatan 81% peningkatan fasilitas kesehatan Malaria dan HIV
akses dan yang berkualitas
Ketersediaan obat kualitas 95% Kasus Malaria diobati
dan vaksin di 86% pelayanan KB 52% Kasus HIV diobati
49 RS/Balkes 22
puskesmas 83% dan Kesehatan
Reproduksi
2017 2018
1,8 juta orang
22
Penanggulangan Kemiskinan dan Dukungan
Masyarakat Berpendapatan Rendah Alokasi
melalui program bantuan sosial, subsidi, dan Dana Desa
Rp292,8 T
(triliun rupiah)

Subsidi *) PKH Program JKN bagi Bantuan Bidik Dana


Indonesia warga Pangan Misi Desa
161,6 17,3 Pintar miskin/ PBI

*) diluar
10,5 25,5 13,5 4,1 60,0
subsidi pajak

Output Angka
sementara

Program Keluarga Penerima Bantuan


Program Indonesia
Harapan Iuran
Pintar
dalam rangka JKN
10 juta RTS 19,7 juta siswa
92,4 juta jiwa

Subsidi dan Bantuan Penyediaan Bantuan Dana Desa


Pangan Kelompok Usaha
74.958 Desa
Ekonomi Produktif
• Sasaran
keseluruhan 15,6 106,7 rb KK
juta KPM
• Perluasan BPNT
23
Konektivitas dan Perumahan Untuk Masyarakat
Berpenghasilan Rendah Anggaran
Infrastruktur
(triliun rupiah)

Rp409,0 T
Kemen PUPR Kemenhub DAK Investasi Pemerintah
* (PMN & LMAN)
106,9 48,2 * 33,9
41,5
*) total pagu

Output
Angka
sementara

Pembangunan LRT (lanjutan) Penyediaan dan


Pembangunan dan 23 km’sp Peningkatan kualitas
Preservasi Jalan
Perumahan Masyarakat
• Pembangunan 856 km Pembangunan Bandara Berpenghasilan Rendah
Jalan Baru
15 lokasi
• Pembangunan jalan 25 km
tol • Pembangunan
Rusun 7.062 unit
• Pembangunan 8.761 m Informasi dan Telekomunikasi
Jembatan
• Pembangunan 100 lokasi • Bantuan Stimulan
desa broadband (peningkatan/
Pembangunan jalur KA terpadu
pembangunan)
639 km’sp • Pembangunan
380 lokasi 180,0 ribu
BTS di daerah
unit
blankspot,
terutama
daerah 3T 24
Transfer ke Daerah dan Dana Desa
(triliun rupiah)

Alokasi 2018
Fokus untuk meningkatkan kualitas layanan publik di daerah, menciptakan
kesempatan kerja, mengentaskan kemiskinan, dan mengurangi ketimpangan
antardaerah.
761,1
2018:
761,1 1.Transfer ke Daerah 701,1
Outlook
2017:
Dana Bagi Hasil 87,7 DAK Fisik 62,4
• Memperluas penggunaan DBH
755,9 0,7 • Mengejar ketertinggalan
Cukai Hasil Tembakau;
infrastruktur layanan publik;
• DBH Dana Reboisasi (DR) untuk
• Afirmasi kepada daerah tertinggal,
2016: Rehabilitasi Hutan dan Lahan
perbatasan, kepulauan, dan
• 25% untuk belanja
710,3 infrastruktur
transmigrasi;

2015: 6,4
Dana Alokasi Umum 398,1 DAK Nonfisik 123,5
623,1
• Pagu bersifat dinamis; Mengurangi beban masyarakat terhadap
14,0 • Bobot wilayah laut naik menjadi pelayanan publik dengan sasaran:
2014: • BOS untuk 47,4 juta siswa;
100%
573,7 • 25% untuk belanja • TPG 1,2 juta guru;
infrastruktur • BOK 9.767 Puskesmas.
8,6
Dana Insentif Daerah 8,5 Dana Otsus dan 20,9
• Memacu perbaikan kinerja Keistimewaan DIY
pengelolaan keuangan, Untuk percepatan pembangunan
11,8
pelayanan dasar publik, dan infrastruktur Papua & Papua Barat,
6,8 kesejahteraan pendanaan pendidikan, sosial, dan
Pertumbuhan (%) kesehatan di Prov Aceh & keistimewaan
DIY

• Melakukan evaluasi pelaksanaan s.d. tahun 2017


2. Dana Desa • Formula makin fokus untuk pengentasan kemiskinan
 Penurunan porsi alokasi yang dibagi merata & peningkatan alokasi formula;
60,0  Pemberian bobot yang lebih besar kepada jumlah penduduk miskin;
 Afirmasi kepada desa tertinggal dan sangat tertinggal dengan jumlah penduduk miskin tinggi;
25
Dana Alokasi Khusus Fisik untuk mengejar (triliun rupiah)
ketertinggalan pembangunan di daerah Alokasi 2018
62,4
Sasaran (sementara)

1. Rehab Ruang Kelas: 1. Pembangunan/


SD : 39,2 ribu unit 1. Prasarana dan Sarana
peningkatan jaringan
SMP : 13,4 ribu unit Rumah Sakit dan
irigasi seluas 51 ribu
Pendidikan SMA/K : 5,8 ribu paket Puskesmas : 15,7 ribu unit
Ha.
2. Alat peraga dan Buku:
2. Alat kesehatan: RS dan Irigasi 2. Rehabilitasi Jaringan
Puskesmas : 26,4 ribu unit
SD : 19,5 ribu unit
Kesehatan & Irigasi seluas 771,9
SMP : 10,3 ribu unit 3. Kefarmasian: 2,3 ribu ribu Ha.
SMA/K : 8,8 ribu paket paket. Pertanian 3. Perbaikan sumber air
3. Ruang Kelas Baru: 8,2 ribu unit.
SD : 5,7 ribu unit 4. Jalan Usaha Tani 600
1. Penyediaan sumber air
SMP : 4,1 ribu unit Km.
minum layak bagi 510,4 ribu
SMA/K : 4,5 ribu paket
rumah tangga.
2. Penyediaan sumber air Fasilitasi stimulan
1. Pembangunan 127,5 ribu minum layak bagi 716,4 ribu pembangunan baru
SR untuk Sistem Air Minum rumah tangga melalui Perumahan maupun peningkatan
Pengelolaan Air Limbah pembangunan 448 unit kualitas 225,8 ribu
rumah tangga.
Sanitasi (SPAL) terpusat; Sistem Penyediaan Air
2. Pembangunan 1,7 ribu unit Minum (SPAM).
SPAL Terpusat; 3. Penyediaan sumber air Kemantapan Jalan:
3. Penyediaan sarana sanitasi minum layak bagi 243,2 ribu Provinsi sebesar 73,38%
individual perdesaan rumah tangga. Jalan Kab/Kota sebesar 62,88%
sebanyak 2,1 juta unit.

26
Pembiayaan Anggaran yang lebih (triliun rupiah)

sustainable dan prudent 2017:


Penerbitan SBN (neto) turun dari outlook 2017
Alokasi 2018
362,9
2016: 325,9
334,5 2018: Outlook 2017: Rp362,9 T
2015: 325,9
323,1 8,5

2014:
248,9 3,5
29,8 -10,2

4,8

Pertumbuhan (%)

Pembiayaan Utang 399,2 Pembiayaan Investasi (65,7)


• SBN (neto) 414,7 • BUMN: 3,6 • Lembaga Lainnya: 2,5

• Pinjaman (neto) (15,5) • BLU: 57,4 • Organisasi/LKI/BUI: 2,1

Pemberian Pinjaman (6,7)


Kewajiban Penjaminan (1,1)
Pinjaman kepada BUMN Pemda (neto)

Pembiayaan Lainnya 0,2


27
Pembiayaan Anggaran yang
lebih sustainable dan prudent
Penerbitan SBN (neto) turun dari outlook 2017
Pembiayaan Utang
• SBN (neto) 414,7
399,2
• Pinjaman (neto) (15,5)
(triliun rupiah)

Pembiayaan Investasi (65,7)


• BUMN: 3,6 Lainnya: 2,5
• BLU: 57,4 • Organisasi/LK
• Lembaga I/BUI: 2,1

Pemberian Pinjaman (6,7)


Pinjaman kepada BUMN Pemda (neto)

Alokasi
Rp325,9 T
Outlook 2017: Rp362,9 T
Kewajiban Penjaminan (1,1)

Pembiayaan Lainnya 0,2

28
Pembiayaan Utang diupayakan turun
 diarahkan untuk kegiatan:
• Produktif
• Efisien
 dikelola secara hati-hati (triliun rupiah)

Alokasi 2018
399,2

Arah Kebijakan :
Produktif Efisiensi Hati-hati
pemanfaatan utang untuk kegiatan Rasio pembayaran bunga utang menjaga rasio utang terhadap
produktif: terhadap outstanding utang PDB.
Mengakselerasi prioritas pembangunan rendah.
+/- 5,0% <30%
nasional, Pendidikan, kesehatan,
infrastruktur Pembangunan daerah 5,6% 56%

18,0% 81%

Strategi :
Menjaga rasio utang terhadap Defisit keseimbangan primer
PDB di bawah 30%. (primary balance) turun.

Pengembangan dan pendalaman pasar keuangan Fokus pada sumber


guna memenuhi pembiayaan pada tingkat biaya pendanaan dalam negeri.
dan risiko yang minimal. 29
Kebijakan Pembiayaan
Investasi Tahun 2018
Mendukung pembangunan infrastruktur dan UMKM

(triliun rupiah)

Dana Pengembangan PMN untuk PT 3,6


BLU LMAN : 35,4
Pembebasan lahan untuk prioritas Pendidikan Nasional (DPPN) : KAI :
pembangunan nasional 15,0 Mendukung pembangunan
Peningkatan akses masyarakat untuk infrastruktur transportasi
pendidikan dan keberlanjutan
pengembangan pendidikan

PMN kepada TAPERA : 2,5 BLU Perumahan (PPDPP) : BLU PIP: 2,5
2,2 Mendorong pembiayaan
Modal awal pembentukan BP yang kreatif dan inovatif
Peningkatan akses pendanaan dan
Tapera
pembiayaan perumahan bagi MBR

BLU Kehutanan (P2H) : 0,5


Dana Bantuan Internasional BLU Perikanan (LPMUKP) :
1,0 0,9
Pembiayaan kepada UMKM
Pengelolaan dana dan Penguatan modal usaha untuk industri ramah lingkungan
pemberian bantuan kelautan dan perikanan
internasional

30
Tantangan Pengelolaan APBN

Penerimaan
Belanja
Proyeksi &
Komitmen
Estimasi
Membuat estimasi Membuat keputusan
penerimaan yang akurat belanja yang strategis
dan kredibel
Memprioritaskan belanja
produktif dan mendukung
Peningkatan kapasitas
pembangunan
mengumpulkan
penerimaan negara Mengurangi kemiskinan,
kesenjangan, dan
Rasio penerimaan pemerataan kesejahteraan
perpajakan masih rendah
Memerangi inefisensi dan
korupsi

REFORMASI FISKAL YANG KOMPREHENSIF UNTUK OPTIMALISASI PENDAPATAN,


BELANJA YANG BERKUALITAS

KEMENTERIAN KEUANGAN 3131


PENUTUP
Momentum perbaikan Pelayanan rakyat harus
ekonomi makin baik dan jaga
harus dijaga
kepercayaan rakyat
melalui birokrasi yang efisien, bersih, dan
melayani

Penerimaan negara Defisit terjaga, tambahan


harus terus ditingkatkan utang terukur
dengan tetap menjaga iklim usaha
untuk hal-hal yang produktif

Prioritas program harus RAPBN 2018 makin sehat,


semakin fokus ekonomi makin kuat
untuk penurunan kemiskinan dan
kesenjangan, penciptaan lapangan kerja,
dan mendorong pertumbuhan ekonomi

KEMENTERIAN KEUANGAN 32
TERIMA
KASIH

33