Anda di halaman 1dari 45

IDENTIFIKASI MASALAH

DAN PENETAPAN/PEMILIHAN PRIORITAS


MASALAH (INDIKATOR MUTU)
INSTALASI GIZI
Pokok Bahasan
1 Latar Belakang

2 Identifikasi Masalah

3 Indikator Mutu

4 Teknik Penetepan Prioritas

5
Contoh dan Kesimpulan
Company Logo
Latar Belakang
Apakah Instalasi Gizi
Memiliki Masalah

Apa Sajakah
Lakukan Masalahnya ??
Identifikasi
Masalah
Dasar Penetapan Indikator
Identifikasi masalah

PENGERTIAN MASALAH

Setiap situasi yang didalamnya terdapat


ketidaksesuaian (discrepancy) antara aktual dan ideal
yang diharapkan, atau antara apa yang ada (what is)
dan seharusnya ada (should be).

Masalah berkenaan dengan kondisi atau


kegiatan yang berjalanpada saat ini
Menemukan Masalah

Konsiderasi teoritis

Pengalaman praktik
L poran Ki erja Ins ala i G zi
atau pragmatis;

Laporan Kinerja
Instalasi Gizi
Data yangdibutuhkan
cukup dan relevan,
tidak sulit diperoleh.

KRITERIA Sesuatu yang


berguna
Dukungan teori MEMILIH untuk
(Jurnal, peraturandll) MASALAH dipecahkan.

Menarik untuk dipecahkan


Identifikasimasalahyangbaik adalah:
1. Feasible,
masalah dapat dicarikan jawabannya
melalui sumber yang jelas, tidak banyak
menghabiskan dana, tenaga dan waktu
2. Jelas
semua orang memberikan persepsi yang
sama terhadap masalah tersebut
3. Signifikan
Konttribusi terhadap pengembangan
pelayanan
Cara Merumuskan
IdentifikasiMasalah
1) Masalah biasanya dirumuskan dalam bentuk
pertanyaan/pernyataan. Pertanyaan tersebut
dijadikan dasar untuk dicari jawabannya atau
pemecahannya
2) Rumusan masalah hendaknya jelas
mengandung makna tentang masalah yang
akan selesaikan
3) Rumusan masalah harus berisi implikasi
adanya data untuk memecahkanmasalah.
Cek list proses identifikasi kebutuhan
pengukuran atau perbaikan masalah
No PERTANYAAN Y/T
1. Apakah sesuai dengan visi, misi, sasaran organisasi
2. Apakah area risiko tinggi ?
3. Apakah area volume tinggi ?
4. Apakah area rawan masalah ?
5. Apa dimensi performance yg dituju ?
6. Apakah terkait dengan pengukuran yg diminta akreditasi ?
7. Apakah terkait Sasaran Keselamatan Pasien ?
8. Pernahkah menerima kompalain pasien atau staf dalam/di
area ini ?
Contoh Identifikasi Masalah
(Berdasarkan Laporan Kinerja Pelayanan Gizi)

• Sisa makanan pasien


• Ketepatan waktu pemberian makan
• Ketepatan preskripsi diet pasien
• Survey Kepuasan Pasien
• Kepatuhan APD
• Respon pasien terhadap terapi gizi
• Pencatatan edukasi gizi
• Respon time konseling gizi
• Angka kecelakaan kerja
Indikator Mutu

.
Indikator kinerja

Indikator Standar Pelayanan Minimum

Mutu Quality Obyective

Sasaran Mutu
Mutu bersifat persepsi dan dipahami berbeda oleh
orang yang berbeda namun berimplikasi pada
. superioritas sesuatu hal

Pengukuran mutu melalui indikator mutu dapat


digunakan untuk menilai mutu pada berbagai
kondisi.

Salah satu cara untuk mengukur mutu pelayanan


RS adalah dng menggunakan indikator mutu
berdasarkan pada kebijakan ilmiah terbaru
MENGUKUR INDIKATOR
MUTU MUTU

13
 Suatu Cara untuk mengukur
mutu dari suatu kegiatan

 merupakan variabel yg
digunakan utk menilai perubahan

14
1. Sahih (valid) : benar-2 dpt dipakai utk mengukur
aspek yg akan dinilai

2. Dapat dipercaya (reliable) : mampu menunjukkan


hasil yg sama pada saat berulang kali, utk waktu
sekarang maupun yg akan datang

3. Sensitif : cukup peka utk mengukur, sehingga jml


nya tidak perlu banyak

4. Spesifik, : memberikan gambaran perubahan


ukuran yg jelas, tidak bertumpang tindih
7. Bila ada, pilih
1.Identifikasi 7a. Uji coba ada
indikator
ma salah di unit masalah  balik
berdasarkan std
kerja ke no 2
yg diminta

5. Bila indikator 7b. Uji coba tdk


2.Pilih masalah
sdh dipilih, buat ada masalah 
yg ingin/dapat
profil tetapkan
diperbaiki
indikatornya indikator tsb

3.Lihat di std 4. Lakukan uji 8. Tetapkan PIC


akred & SPM coba data, latih, data
apakah masalah pengumpulan mulai
tsb ada std mutu data. dikumpulkan
nya
16
• Prioritas tinggi
• Sederhana
• Mulai dengan sedikit
indikator

Pemilihan • Data tersedia


• Ditingkatkan secara
Indikator
bertahap
• Dampak terhadap
pengguna dan
pelayanan
• Mengukur berbagai
dimensi mutu
Dasar Penetapan Prioritas
 Dalam menetapkan prioritas ada beberapa
pertimbangan yang harus diperhatikan, yakni:

1. Besarnya masalah yang terjadi


2. Pertimbangan biaya
3. Persepsi Pemberi pelayanan asuhan
4. Bisa tidaknya masalah tersebut diselesaikan
 Dalam menetapkan prioritas  prioritaskan pada
proses-proses kegiatan utama yang kritikal, risiko
tinggi, cenderung bermasalah yang langsung terkait
dengan mutu asuhan dan keamanan lingkungan
Penetapan Prioritas

1. Penetapan prioritas adalah suatu proses


yang dilakukan oleh sekelompok orang
dengan menggunakan metode tertentu
untuk menentukan urutan prioritas dari yang
paling penting sampai yang kurang penting

2. Penetapan prioritas dapat dilakukan secara


kualitatif dan kuantitatif
Penetapan Prioritas

3. Cara pemilihan prioritas masalah banyak


macamnya. Secara sederhana dapat
dibedakan menjadi dua macam, yaitu

a. Teknik Non Skoring

b. Teknik skoring
Bila tidak tersedia data, maka cara menetapkan

prioritas masalah yang lazim digunakan adalah dengan

teknik non-skoring

1. Metode Delbeq

2. Metode Delphi
• Menetapkan prioritas masalah melalui diskusi
kelompok namun peserta diskusi terdiri dari para
peserta yang tidak sama keahliannya, maka
sebelumnya dijelaskan dahulu sehingga mereka
mempunyai persepsi yang sama terhadap
masalah-masalah yang akan dibahas.

• Hasil diskusi ini adalah prioritas masalah yang


disepakati bersama.
1. Peringkat masalah ditentukan oleh sekelompok ahli yang berjumlah
antara 6 sampai 8 orang
2. Mula-mula dituliskan pada white board masalah apa yang akan
ditentukan peringkat prioritasnya
3. Kemudian masing-masing orang tersebut menuliskan peringkat
urutan prioritas untuk setiap masalah yang akan ditentukan
prioritasnya
4. Penulisan tersebut dilakukan secara tertutup
5. Kemudian kertas dari masing-masing orang dikumpulkan dan
hasilnya dituliskan di belakang setiap masalah
6. Nilai peringat untuk setiap masalah dijumlahkan, jumlah paling kecil
berarti mendapat peringkat tinggi (prioritas tinggi).
Contoh ke 1
MASALAH YG PESERTA DELBEQ TOTAL RANGKING
SUDAH PRIORITAS
I II III IV V VI
DIIDENTIIKASI
OLEH KELOMPOK
AHLI
MASALAH A 1 1 2 3 1 2 10 I

MASALAH B 2 3 1 2 3 1 12 II

MASALAH C 3 2 3 1 2 4 15 III

MASALAH D 4 5 6 4 5 3 27 IV

MASALAH E 5 4 5 5 4 6 29 V

MASALAH F 6 6 4 6 6 5 34 VI
• Delbeque menyarankan dilakukan satu kali
lagi pemberian peringkat tersebut, dengan
harapan masing-masing orang akan
mempertimbangkan kembali peringkat yang
diberikan setelah mengetahui nilai rata-rata

• Tidak ada diskusi dalam teknik ini, yaitu


untuk menghindari orang yang dominan
mempengaruhi orang lain
CONTOH ke 2

MASALAH YG PESERTA DELBEQ TOTAL RANGKING


SUDAH PRIORITAS
I II III IV V VI
DIIDENTIIKASI
OLEH KELOMPOK
AHLI
MASALAH A 1 1 2 1 1 2 8 I

MASALAH B 2 3 1 2 3 1 12 II

MASALAH C 3 2 3 3 2 3 16 III

MASALAH D 4 4 4 4 4 4 24 IV

MASALAH E 5 5 6 5 5 6 32 V

MASALAH F 6 6 5 6 6 5 34 VI
GABUNGAN CONTOH 1 dan 2

MASALAH YG SUDAH TOTAL I TOTAL KE II TOTAL Prioritas


DIIDENTIIKASI OLEH (I+II)
KELOMPOK AHLI
MASALAH A 10 8 18 I

MASALAH B 12 12 24 II

MASALAH C 15 16 31 III

MASALAH D 27 24 31 IV

MASALAH E 29 32 61 V

MASALAH F 34 34 68 VI
• Masalah-masalah didiskusikan oleh sekelompok orang yang
mempunyai keahlian yang sama.
• Melalui diskusi tersebut akan menghasilkan prioritas masalah
yang disepakati bersama. Pemilihan prioritas masalah
dilakukan melalui pertemuan khusus.

• Setiap peserta yang sama keahliannya dimintakan untuk


mengemukakan beberapa masalah pokok.

• Masalah yang paling banyak dikemukakan adalah prioritas


masalah yang dicari
1. Identifikasi masalah yang hendak/ perlu diselesaikan

2. Membuat kuesioner dan menetapkan peserta/para ahli yang dianggap


mengetahui dan menguasai permasalahan
3. Kuesioner dikirim kepada para ahli, kemudian menerima kembali jawaban
kuesioner yang berisikan ide dan alternatif solusi penyelesaian masalah

4. Pembentukan tim khusus untuk merangkum seluruh respon yang muncul dan
mengirim kembali hasil rangkuman kepada partisipan

5. Partisipan menelaah ulang hasil rangkuman, menetapkan skala prioritas/


memeringkat alternatif solusi yang dianggap terbaik dan mengembalikan
kepada pemimpin kelompok/pembuatan keputusan
Pemilihan prioritas dilakukan dengan memberikan score (nilai)

untuk berbagai parameter tertentu yang telah ditetapkan spt :


1. Prevalensi penyakit (prevalence) atau besarnya masalah
2. Kenaikan atau meningkatnya prevalensi (rate of increase)
3. Keinginan masyarakat untuk menyelesaikan masalah tersebut
(degree of unmeet need)
4. Keuntungan sosial yang diperoleh bila masalah tersebut diatasi
(social benefit)
5. Teknologi yang tersedia dalam mengatasi masalah (technical
feasibility)
6. Sumber daya yang tersedia yang dapat dipergunakan untuk
mengatasi masalah (resources availibility)
Terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi
1. Prevalence Besarnya masalah yang dihadapi

2. Seriousness Pengaruh buruk yang diakibatkan oleh


suatu masalah dalam RS dan dilihat dari
besarnya angka kesakitan dan angka
kematian, data IKP akibat masalah
kesehatan tersebut

2. Manageability Kemampuan untuk mengelola dan


berkaitan dengan sumber daya

4. Community :Sikap dan perasaan masyarakat terhadap


concern masalah kesehatan tersebut
Komisi Akreditasi Rumah Sakit
• Parameter diletakkan pada baris dan masalah-masalah yang
ingin dicari prioritasnya diletakkan pada kolom.
• Kisaran skor yang diberikan adalah satu sampai lima yang
ditulis dari arah kiri ke kanan untuk tiap masalah

• Kemudian dengan penjumlahan dari arah atas ke bawah untuk


masing-masing masalah dihitung nilai skor akhirnya.

• Masalah dengan nilai tertinggi dapat dijadikan sebagai prioritas


masalah.
CONTOH

KRITERIA SKORING (1-5)


Masalah A Masalah B Masalah C Masalah D
Prevalence 5 5 4 5

Seriousness 5 5 5 5

Manageability 3 4 5 5

Community 3 4 5 5
concern

TOTAL SKOR 16 18 19 20
PRIORITAS IV III II I
• Diwajibkan/dipersyaratkan oleh peraturan perundangan

• Diwajibkan/dipersyaratkan oleh standar akreditasi

• Dipersyaratkan oleh pemilik (pertanggung jawaban)

• Ketersediaan data

• High risk, high cost, high volume, problem prone

• Konsensus

• Dipersyaratkan oleh customer

35
PEMILIHAN PRIORITAS INDIKATOR MUTU BERDASARKAN
HIGH RISK, HIGH VOLUME, PROBLEM PRONE
(KARS dan JCI)

HIGH RISK

• Merujuk pada area yg rawan atau tidak stabil


• Mempertimbangkan risiko-2 perawatan pada
populasi tertentu, potensial dampak kegagalan
pemberian tindakan/pengobatan yg salah
• Kategori ini termasuk pasien eksperimental atau
intervensi khusus yg berisiko

36
Kriteria High Risk
High risk, refers to areas that are particularly vulnerable, fragile, or unstable.
Consider the risks involved in caring for such population and the potential
consequences of failing to provide correct treatment. This category may also include
individuals who undergo new, experimental, or especially risky intervention.
Berisiko tinggi, mengacu pada daerah-daerah yang sangat rentan, rapuh, atau tidak
stabil. Mempertimbangkan risiko yang dapat terjadi dalam merawat populasi
tersebut serta konsekuensi untuk terjadinya kegagalan yang potensial dalam
memberikan pengobatan yang tepat. Kategori ini juga mungkin termasuk orang yang
menjalani intervensi baru, eksperimental, atau terutama intervesi yang berisiko.
1 0-5% - extremely unlikely or virtually impossible
Very Low Hampir tidak mungkin terjadi
2 6-2-% - low but not impossible
Low Jarang tapi bukan tidak mungkin terjadi
3 21-50% - fairly likely to occur
Medium Mungkin terjadi / bisa terjadi
4 51-80% - more likely to occur than not
High Sangat mungkin
5 81-100% - almost certainly will occur
Very High Hampir pasti akan terjadi
High Volume

• Yaitu pelayanan yg frekuensinya besar


• Demografis pasien berperan dalam hal ini
• Pasien apa yg paling sering dilayani di RS?
• Apakah RS mempunyai target kelompok usia
tertentu ? Apakah RS memberikan spesialiasi
dalam jenis pelayanan (pediatri, bedah,
obsgyn) ?
High Volume
High volume means service that are offered frequently or to large a large
population, such as education. Dermographics play a part in this category. What
population(s) does your organization serve most frequently? Do you target are
particular age group or diagnostic category? Do you spesialize in a particular
type of care (pediatric surgery, hospice care, rehabilitation for head trauma), or
do you offer of variaty of service?
Volume tinggi berarti pelayanan yang ditawarkan sering atau besar kepada
populasi yang besar, seperti pendidikan. Demografi berperan dalam kategori ini.
Populasi mana yang dilayani paling sering oleh organisasi Anda? Apakah Anda
menargetkan kelompok usia atau kategori diagnostik tertentu? Apakah Anda
mengkhususkan diri dalam jenis perawatan tertentu (bedah anak, perawatan
rumah sakit, rehabilitasi trauma kepala), atau apakah Anda menawarkan
berbagai layanan?
1 Tidak sering dan tidak banyak yang dilayani
2 Tidak sering tapi banyak yang dilayani
3 Sering tapi tidak banyak yang dilayani
4 Sering dan banyak yang dilayani
5 Sangat sering dan sangat banyak yang dilayani
PROBLEM PRONE

• Prosedur atau proses yg dapat menghasilkan


outcome yg tidak diharapkan Misalnya :
pasien jatuh dua kali di unit Alzheimer.
• Berikan perhatian khusus pada area dimana
proses tidak berjalan baik atau outcome tidak
konsisten

40
PROBLEM PRONE
Problem prone, areas are those where procedure or processes have hitorically
produce unsatisfactory result. Perhaps the residents in your Alzheimer's unit have
twice the incident of falls as those in the rest of your nursing home or your hospital
has trouble with emergency departement (ED) wait times. Pay special attention to
areas where processes break down or where outcomes are inconsistant.

Kerawanan masalah, manakala prosedur atau proses secara historis dapat


menghasilkan hasil yang tidak memuaskan. Mungkin pasien Alzheimer Anda
mengalami dua kali insiden jatuh pada saat perawatan di rumah atau rumah sakit
Anda memiliki masalah dengan waktu tunggu di unit gawat darurat. Memberikan
perhatian khusus untuk pemecahan masalah ketika hasil tidak konsisten.

1 Hampir tidak mungkin terjadi menghasilkan hasil yang tidak


memuaskan
2 Jarang menghasilkan hasil yang tidak memuaskan
3 Mungkin menghasilkan hasil yang tidak memuaskan
4 Sangat mungkin menghasilkan hasil yang tidak memuaskan
5 Hampir pasti menghasilkan hasil yang tidak memuaskan41
Penetapan Indikator Mutu Prioritas
High Risk High Volume Problem Prone
Penentuan Prioritas (nilai x bobot = skor) (nilai x bobot = skor) (nilai x bobot = skor)
Rentang Nilai = 1 - 5 Rentang Nilai = 1 – 5 Rentang Nilai = 1 - 5 Peringkat
pelayanan yang ingin Jumlah Prioritas
diperbaiki Bobot = 50 Bobot = 30 Bobot = 20

N B S N B S N B S
Sisa makanan
4 50 200 4 30 120 3 20 60 380 3
pasien
Ketepatan waktu
3 50 150 2 30 60 4 20 80 290 7
pemberian makan
Ketepatan
preskripsi diet 4 50 200 4 30 120 4 20 80 400` 2
pasien
Survey Kepuasan 2 50 100 2 30 60 3 20 60 220 9
Kepatuhan APD 4 50 200 5 30 150 5 20 100 450 1
Respon pasien
3 50 150 2 30 60 4 20 80 290 5
terhadap terapi gizi
Pencatatan
3 50 150 4 30 120 3 20 60 330 4
edukasi gizi
Respon time
3 50 150 2 30 60 4 20 80 290 6
konseling gizi
Angka kecelakaan
3 50 150 2 30 60 3 20 60 270 8
kerja
Kesimpulan

• Penelusuran Masalah dilakukan melalui


identifikasi masalah
• Penetapan dan pemilihan prioritas
Indikator Mutu didasarkan atas High Risk,
High Cost dan Problem Prone
Terimakasih
Daftar Bacaan
• Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan
Pasien, RSUP Dr Hasan Sadikin, 2016
• M. Noer Nasution, Manajemen Mutu Terpadu
(Total Quality Management), Ghalia Indonesia,
2015
• Dirjen BUK Kemenkes, Pedoman Penyusunan
Rencana Strategis Bagi Satuan Kerja Unit
Pelaksana Teknis Vertikal di Lingkungan Direktorat
Jenderal Bina Upaya Kesehatan, Jakarta, 2014
• JCI Second Edition, Tools for Performance
Measurement In Health Care
• KARS, 2012 Komisi Akreditasi Rumah Sakit

Anda mungkin juga menyukai