Anda di halaman 1dari 8

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PENGAMBILAN

KEPUTUSAN KARIR SISWA


Oleh
TUMEWA PANGARIBUAN

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengungkapkan keraguan jenis karir


Indecisive Career dan Undecided Career siswa Sekolah Menengah Umum; (2)
mengungkapkan keraguan karir jenis Indecisive Career dan Undecided Career
siswa Sekolah Menengah Umum; (3) melihat hubungan pengekangan
(enmeshment) orang tua terhadap kepribadian anak dalam bentuk fusi dengan
keraguan jenis Indecisive Career; (4) melihat hubungan pengekangan orang tua
terhadap kepribadian anak dalam bentuk trianggulasi dengan keraguan jenis
Indecisive Career; (5) melihat hubungan pengekangan orang tua terhadap
kepribadian anak dalam bentuk fusi dengan keraguan jenis Undecided Career; (6)
melihat hubungan pengekangan orang tua terhadap kepribadian anak dalam
bentuk trianggulasi dengan keraguan jenis Undecided Career.
Populasi penelitian adalah Siswa Sekolah Menengah Umum Negeri Jambi,
sedangkan sampel penelitian, siswa SMU Negeri 2 dan SMU Negeri 8 kelas I, II,
dan III.
Jenis penelitian termasuk penelitian deskriptif korelasional. Untuk menguji
Hipotesis digunakan Korelasi Pearson (Product Moment Correlation).
Hasil penelitian menunjukkan : (1) keraguan karir jenis Indecisive Career
siswa SMU tergolong rendah, (2) keraguan jenis Undecided Career siswa SMU
tergolong sedang, (3) keraguan karir jenis Indecisive Career dan Undecided
Career siswa SMU tidak terdapat perbedaan, (4) terdapat hubungan yang
signifikan pengekangan orang tua terhadap kepribadian anak dalam bentuk fusi
maupun trianggulasi dengan keraguan karir jenis Indecisive Career, dan (5) tidak
terdapat hubungan yang signifikan pengekangan orang tua terhadap kepribadian
jenis Undecided Career. Saran yang diajukan oleh peneliti perlu penelitian
lanjutan untuk lebih dalam mengungkap faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
keraguan karir pada siswa SMU.

Kata Kunci : Keraguan Karir, Indecisive Career, Undecided Career, Pengekangan


Orang Tua, Fusi, dan Trianggulasi

I. PENDAHULUAN
Pengambilan keputusan merupakan kegiatan yang dilakukan orang dari
segala tingkat usia sepanjang hidupnya (Munandir, 1996). Pengambilan keputusan
karir bagi siswa sekolah menengah umum merupakan salah satu keputusan besar.
Salah satu faktor penting pengambiilan keputusan bagi siswa adalah siswa harus
mengenal dan paham akan dirinya sendiri. Pengambilan keputusan karir bagi
siswa sekolah menengah umum mempunyai arti penting karena hal tersebut dapat
menentukan alur pilihan karirnya di masa yang akan datang.

 Dosen FKIP Universitas Jambi

1
Pentingnya permasalahan tersebut dirasakan oleh siswa kelas tiga sekolah
menengah umum, karena pada saat menjelang kelulusannya mereka dihadapkan
kepada suatu pilihan melanjutkan ke perguruan tinggi atau memasuki lapangan
pekerjaan.
Gejala sekarang sekarang ini tampak di sekolah adalah kurangnya
informasi karir yang dimiliki oleh Siswa SMU. Hal tersebut didukung oleh
Munandir (1996) yang menyatakan bahwa sekolah-sekolah di Indonesia
umumnya miskin bahan Informasi tentang pekerjaan. Keraguan dalam membuat
karir menunjukkan ketidakmampuan individu dalam memilih atau menyatakan
pendapat terhadap tindakan tertentu yang akan menghasilkan pilihan untuk
mempersiapkan dirinya memasuki dunia kerja (Crites, 1969). Keraguan karir yang
dialami siswa SMU belum menjadi perhatian konselor di sekolah. Hal ini
disebabkan karir yang dialami siswa dianggap hal biasa, bukan merupakan
masalah yang perlu ditangani secara khusus. Keberhasilan siswa dalam membuat
rencana karir yang sangat dipengaruhi oleh peranan orang tua. Orang tua yang
memberikan arahan tidak langsung seperti : (1) menunjukkan kemungkinan-
kemungkinan karir, (2) memberikan bidang-bidang karir yang ada di masyarakat,
(3) memotivasi anak, (4) menyediakan sarana yang menunjang untuk berkarir dan
sebagainya dapat membantu siswa menjadi semakin aktif terlibat dalam pemilihan
karir (Lopez, 1987).
Kenyataan yang terjadi di masyarakat masih banyak dijumpai orang tua
ikut campur dalam mengatur rencana pendidikan dan pekerjaan anak-anaknya.
Anak tidak diberi kebebasan untuk menentukan pilihan karirnya sendiri, bahkan
masih ada orang tua yang menekankan masing-masing keinginannya terhadap
anak. Munichin dkk mengemukakan bahwa pengekangan (enmeshment) orang tua
terhadap anak dalam bentuk (1) individuasi artinya anak melepaskan diri dari
pengekangan orang tua, (2) fusi artinya anak yang tidak bisa melepaskan diri dari
pengekangan orang tua, dan (3) trianggulasi artinya anak yang tidak bisa
melepaskan diri dari pengekangan masing-masing orang tua.
Dengan demikian anak yang mengalami fusi maupun trianggulasi
dimungkinkan akan mengalami kesulitan dalam hubungan dengan pengambilan
keputusan karir atau pengambilan keputusan yang lain.
Situasi dan keadaan demikian menimbulkan penelitian untuk mengetahui
hubungan pola asuh orang tua dengan pengambilan keputusan karir siswa. Untuk
lebih jelasnya dapat dipahami dalam bagan kinerja berikut :

Variabel Indikator Deskriptor


1. Pengekangan 1. Dalam aktivitas 1. Mengatur pakaian yang
orang tua terhadap sehari-hari di rumah. akan dipakai.
kepribadian dalam 2. Menentukan kado untuk
bentuk fusi. kawan.
3. Mengontrol uang jalan.
4. Mengisi waktu luang.
5. Mengatur kawan belajar.

2. Dalam hal tugas 1. Mengerjakan PR.


sekolah. 2. Membeli buku-buku
pelajaran.

2
Variabel Indikator Deskriptor
3. Belajar kelompok.
4. Mengerjakan kerajinan
tangan.
5. Membeli alat-alat sekolah.

3. Dalam hal memilih 1. Mengontrol teman bergaul.


teman bergaul. 2. Melarang teman datang ke
rumah.
3. Meneliti teman yang
datang.

4. Dalam menentukan 1. Menentukan jurusan.


studi dan pekerjaan. 2. Menentukan pekerjaan.

5. Dalam hal yang 1. Memilih buku bacaan.


berhubungan dengan 2. Dalam hal berpakaian.
nilai atau norma. 3. Pulang terlambat.
4. Bergaul dengan teman
lawan jenis.

6. Dalam memecahkan 1. Masalah yang berhubungan


masalah. dengan diri sendiri.
2. Masalah yang berhubungan
dengan orang lain.

2. Keterlibatan orang 1. Dalam hal peraturan 1. Menonton TV.


tua terhadap di rumah. 2. Menyetel tape recorder.
kepribadian anak 3. Menata kamar belajar.
dalma bentuk 4. Menggunakan kendaraan.
trianggulasi 5. Mengisi waktu senggang.
6. Menentukan pakaian.
7. Menentukan bekal untuk
pergi.
8. Pengolahan uang saku.

2. Dalam hal yang 1. Menentukan kegiatan


berhubungan dengan ekstrakurikuler.
kegiatan sekolah. 2. Mengikuti dharma wisata.
3. Mengerjakan tugas-tugas
sekolah.
4. Mengikuti les/kursus.
5. Belajar kelompok.
6. Aktif dalam OSIS.

3. Dalam hal teman 1. Memilih teman bergaul.


bergaul. 2. Berteman dengan lawan
jenis.

3
Variabel Indikator Deskriptor
4. Dalam hal 1. Masalah dengan keluarga.
memecahkan 2. Masalah dengan teman.
masalah.

5. Dalam hal 1. Menentukan jurusan di


menentukan pilihan SMU.
studi dan pekerjaan. 2. Menentukan perguruan
tinggi.
3. Menentukan pekerjaan.

3. 1. Kurang percaya diri. 1. Menentukan baju untuk


resepsi.
2. Menentukan baju yang akan
dibeli.
3. Menentukan sepatu sekolah
yang akan dibeli.
4. Menentukan kegiatan-
kegiatan di sekolah.
5. Menentukan kelanjutan
studi.
6. Menentukan pilihan
pekerjaan.

2. Menggantungkan 1. Menentukan baju untuk


pada orang lain. resepsi.
2. Menentukan baju yang akan
dibeli.
3. Menentukan kegiatan di
sekolah dan di luar sekolah.
4. Menentukan kelanjutan
studi.
5. Menentukan pilihan
pelajaran.

3. Mudah terpengaruh. 1. Menentukan baju untuk


resepsi.
2. Menentukan baju yang akan
dibeli.
3. Menentukan sepatu sekolah
yang akan dibeli.
4. Menentukan kegiatan-
kegiatan di sekolah.
5. Menentukan kelanjutan
studi.
6. Menentukan pilihan
pekerjaan.

4
Variabel Indikator Deskriptor
4. Keraguan karir 1. Mencari informasi 1. Melalui papan bimbingan.
jenis Undecided tentang pendidikan 2. Melalui personil sekolah.
Career. dan pekerjaan. 3. Melalui Perpustakaan.
4. Melalui Depnaker.
5. Melalui brosur-brosur.
6. Melalui buku-buku.

2. Mengunjungi tempat- 1. Kelompok tempat industri.


tempat pendidikan 2. Kelompok penyelenggaraan
pendidikan tinggi.
3. Ke Balai Latihan Kerja.
4. Ke tempat penyelenggaraan
bimbingan tes.
5. Ke tempat-tempat kursus.

II. METODE PENELITIAN


Penelitian ini merupakan deskriptif-deskriptif yang bertujuan untuk
mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan pengambilan keputusan karir
siswa. Penelitian dilakukan pada SMU Negeri se-kotamadya Jambi dengan jumlah
sampel pada penelitian 1471 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan
teknik strafied random sampling. Data penelitian menggunakan data kuantitatif
yang diperoleh melalui angket/kuisioner. Teknik yang digunakan dalam penelitian
ini adalah teknik korelasi product moment (Agus, I, 1998). Rumus yang
digunakan sebagai berikut :

n ∑ x ∑ y−∑ x ∑ y
R=
√ n∑ x−(∑ x ) √ n ∑ y −(∑ y )
2 2 2

III. HASIL PEMBAHASAN


A. Hasil
Tabel 1. Sebaran Keraguan Karir Jenis Indesicive Career Siswa SMU Negeri
Kotamadya Jambi.
Pernyataan Siswa
Frekuensi Tingkat
yang mengalami Persentase
Keraguan Karir Keraguan
Keraguan Karir
Sangat sering 1 1 Sangat tinggi
Sering 28 16 Tinggi
Kadang-kadang 116 66 Sedang
Tidak pernah 30 17 Rendah
Jumlah 175 100

5
Tabel 1. di atas menunjukkan bahwa siswa yang menunjukkan sangat
sering mengalami keraguan karir jenis Indensicive Career ada 1 orang. Artinya
siswa yang mengalami keraguan jenis Indensicive Career hanya sedikit dari
jumlah siswa (1%) yang tingkat keraguannya sangat tinggi. Siswa yang
menyatakan sering mengalami keraguan karir jenis Indesicive Career sebanyak 28
siswa. Artinya sebagian kecil dari jumlah responden (16%) mengalami keraguan
jenis Indesicive Career dengan tingkat keraguan karir tinggi.

Tabel 2. Sebaran Keraguan Karir Jenis Undecided Career Siswa SMU


Negeri Kotamadya Jambi.
Pernyataan Siswa
Frekuensi Tingkat
yang mengalami Persentase
Keraguan Karir Keraguan
Keraguan Karir
Sangat sering 1 1 Sangat tinggi
Sering 91 52 Tinggi
Kadang-kadang 76 43 Sedang
Tidak pernah 7 4 Rendah
Jumlah 175 100

Tabel 2. di atas menunjukkan bahwa siswa yang menyatakan sering


mengalami keraguan jenis Undecided Career dengan tingkat keraguan tinggi ada
1 orang. Artinya separuh lebih dari jumlah responden (52%) tingkat keraguannya
tergolong tinggi. Siswa yang mengalami keraguan jenis Undecided Career ada 7
siswa. Artinya siswa yang mengalami keraguan jenis Undecided Career sebagian
kecil dari jumlah responden (4%) yang tingkat keraguannya rendah.

Tabel 3. Ringkasan Analisis Korelasi Pengekangan Orang Tua Terhadap


Kepribadian Anak dalam Bentuk Fusi dengan Keraguan Karir
Jenis Indesicive Career.
Jumlah Sampel Hasil Analisis Nilai r Taraf Signifikan
(n) (rx1 y1) 5% 1%
175 0,343 0,148 0,194

Memperhatikan ringkasan hasil analisis pada tabel 3 di atas yaitu harga rx2
y1 = 0,343 adalah signifikan. Dengan demikian hipotesis nol ditolak dan hipotesis
kerja diterima. Diterimanya hipotesis kerja tersebut menunjukkan ada hubungan
yang signifikan pengekangan orang tua terhadap kepribadian anak dalam bentuk
fusi dengan keraguan karir jenis Indencisive Career siswa SMU.

Tabel 4. Ringkasan Analisis Korelasi Pengekangan Orang Tua Terhadap


Kepribadian Anak dalam Bentuk Trianggulasi dengan Keraguan
Karir Jenis Indesicive Career.
Jumlah Sampel Hasil Analisis Nilai r Taraf Signifikan
(n) (rx1 y1) 5% 1%
175 0,321 0,148 0,194

6
Memperhatikan ringkasan hasil analisis pada tabel 4 di atas yaitu harga rx2
y1 = 0,321 adalah signifikan. Dengan demikian hipotesis nol ditolak dan hipotesis
kerja diterima. Diterimanya hipotesis kerja tersebut menunjukkan ada hubungan
yang signifikan pengekangan orang tua terhadap kepribadian anak dalam bentuk
trianggulasi dengan keraguan karir jenis Indencisive Career siswa SMU.

Tabel 5. Ringkasan Analisis Korelasi Pengekangan Orang Tua Terhadap


Kepribadian Anak dalam Bentuk Fusi dengan Keraguan Karir
Undecided Career.
Jumlah Sampel Hasil Analisis Nilai r Taraf Signifikan
(n) (rx1 y2) 5% 1%
175 -0,040 0,148 0,194

Memperhatikan ringkasan hasil analisis pada tabel 5 di atas harga rx1 y2


lebih kecil dari nilai r dalam tabel, berarti rx1 y2 = 0,040 tidak signifikan. Dengan
demikian hipotesis kerja ditolak. Ditolaknya hipotesis kerja tersebut tidak terdapat
hubungan yang signifikan pengekangan orang tua terhadap kepribadian anak
dalam bentuk fusi dengan keraguan karir jenis Undecided Career siswa SMU.

Tabel 6. Ringkasan Analisis Korelasi Pengekangan Orang Tua Terhadap


Kepribadian Anak dalam Bentuk Trianggulasi dengan Keraguan
Karir Undecided Career.
Jumlah Sampel Hasil Analisis Nilai r Taraf Signifikan
(n) (rx1 y2) 5% 1%
175 -0,158 0,148 0,194

Memperhatikan ringkasan hasil analisis pada tabel 6 di atas, harga rx1 y2


= 0,158 tidak signifikan. Dengan demikian hipotesis kerja ditolak. Ditolaknya
hipotesis tersebut tidak terdapat hubungan yang signifikan pengekangan orang tua
terhadap kepribadian anak dalam bentuk Trianggulasi dengan keraguan karir jenis
Undecided Career siswa SMU.

B. Pembahasan
Pembahasan hasil penelitian difokuskan pada hasil analisis dan pasangan
sebagai berikut :
1. Siswa SMU Negeri Kotamadya Jambi sebagian besar tingkat keraguan karir
jenis Indecisive Career yang dialaminya tergolong sedang.
2. Siswa SMU Negeri Kotamadya Jambi sebagian besar tingkat keraguan karir
jenis Undecided Career yang dialaminya tergolong tinggi.
3. Tidak terdapat hubungan pengekangan orang tua terhadap kepribadian anak
dalam bentuk fusi dengan keraguan jenis Undecided Career. Artinya tidak
terdapat hubungan yang signifikan.
4. Tidak terdapat hubungan pengekangan orang tua terhadap hubungan yang
signifikan bentuk fusi dengan keraguan Undecided Career, Artinya tidak
terdapat hubungan yang signifikan semakin tingginya keraguan karir jenis
yang dialami siswa SMU.

IV. KESIMPULAN DAN SARAN

7
A. Kesimpulan
1. Sebagian besar siswa SMU menyatakan mengalami keraguan jenis Indesicive
Career dengan tingkat keraguan sedang.
2. Sebagian besar siswa SMU menyatakan mengalami keraguan jenis Undecided
Career dengan tingkat keraguan tinggi.
3. Terhadap hubungan yang siginifikan antara pengekangan orang tua terhadap
kepribadian anak dalam bentuk fusi dan keraguan karir jenis Indesicive
Career.
4. Terhadap hubungan yang signifikan antara pengekangan orang tua terhadap
kepribadian anak dalam bentuk trianggulasi dan keraguan karir jenis
Indesicive Career.
5. Tidak ada hubungan yang signifikan pengekangan orang tua terhadap
kepribadian anak dalam bentuk Fusi dan keraguan karir jenis Undecided
Career.
6. Tidak ada hubungan yang signifikan pengekangan orang tua terhadap
kepribadian anak dalam bentuk trianggulasi dan keraguan karir jenis
Undecided Career.

DAFTAR PUSTAKA

Brunner, Jerome S; 1997; The Process of Education; London; Harvard University


Press.

Moch’ Ali, (1985), Strategi Penelitian Pendidikan, Bandung; Angkasa.

Mulyasa, Dr, E. M.Pd, (2007), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Fredy Rangkuti, (2007), Analisis SWOT Teknik Analisis Membedah Kasus Bisnis,
Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Hamis Patilma, (2005), Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta.

____________, (2005), Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R & D.


Bandung: Tarsito.

Sumarna Surapranata dan Muhammad Hatta, Dr., (2002), Penilaian Portofolio


Implementasi Kurikulum 2004, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.