Anda di halaman 1dari 2

Pemeliharaan Preventif (Preventive Maintenance)

Pemeliharaan preventif dilakukan untuk mengurangi probabilitas


kegagalan yang tidak terduga dan meningkatkan waktu hidup (life
time) dari peralatan-peralatan yang ada pada plant. Hal ini
bergantung pada pelaksanaan pekerjaaan pemeliharaan pada jangka
waktu tertentu (berdasarkan kalender atau jam kerja). Jenis
pemeliharaan ini umumnya dilakukan saat kondisi peralatan dalam
keadaan shutdown ataupun jika terjadi ganguan.

Pemeliharaan preventif juga digunakan ketika kebijakan perundang-


undangan diperlukan atau saat digunakan untuk pengembangan
pemeliharaan dengan peralatan baru atau proses. Kegiatan ini
dengan mempertimbangkan jumlah unit (jumlah hari, jumlah operasi,
jumlah jam pelayanan).

Pemeliharaan Preventif (Rutin)


Definisi:
adalah kegiatan pemeliharaan terhadap komponen atau peralatan
yang reguler (rutin) dan terencana. PM terdiri d ari:
• Inspeksi yang terjadual
• Pembersihan
• Pelumasan
• Penggantian atau perbaikan komponen yang dilakukan secara
rutin
Pemeliharaan pada dasarnya berpedoman jam operasi (time base
maintenance).

Kelebihan:
• Meningkatkan umur pakai (life cycle) dari komponen.
• Mengurangi kega galan peralatan / proses
• Lebih hemat sekitar 12% - 18% bila dibandingkan program
pemeliharaan reaktif
• Kegagalan Catast rophic masih sering terjadi
• Melibatkan banyak tenaga kerja
• Pekerjaan pemeli haraan yang tidak perlu dilakukan
• Potensi kerusaka n karena melakukan pekerjaan yang tidak
perlu.

Berikut operasi yang dapat diklasifikasikan sebagai pemeliharaan


preventif
 Uji kerja pada peralatan-peralatan dalam kondisi stand by

 Kalibrasi, inspeksi
 Uji kinerja pada setiap peralatan

 Uji keamanan sistem, sistem ESDm detector api dan gas,


PSV, metering

 Kegiatan rutin, harian, mingguan, bulanan dan tahunan

 Penggantian suku cadang secara rutin, dan material pendukung.