Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAK

Judul : Identifikasi Faktor Penyebab Siswa Enggan Memanfaatkan Layanan


Bimbingan Konseling di SMPN 24 Kota Jambi
Nama Mahasiswa : BAMBANG PRABOWO SUTEJO
NIM : RRA1E113010
Dosen Pembimbing : 1. Drs. Tumewa Pangaribuan, M.Pd
2. Drs. Asradi, MM

Di sekolah masih banyak ditemukan siswa yang di anggap bermasalah dengan


menunjukkan perilaku yang kurang baik, penanganan siswa yang bermasalah merujuk
melalui atauran sekolah atau tata tertib yang ada disekolah dan sanksi yang ada di sekolah,
sedangkan penanganan melalui bimbingan dan konseling yaitu lebih mengutamakan teknik
layanan yang ada, penanganan siswa bermasalah melalui bimbingan dan konseling tidak
menggunakan sanksi apapun, melainkan terjadinya hubungan yang saling percaya antara
konselor dan klien atau siswa yang bermasalah. Penelitian dibatasi kepada faktor penyebab
siswa enggan memanfaatkan layanan bimbingan konseling dengan indikator (1) Kurangnya
motivasi siswa, (2) kurangnya minat siswa, (3) Mengenai persepsi siswa, (4) Guru
pembimbing dan (5) Fasilitas yang kurang memadai.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data diperoleh dari seluruh siswa
kelas VIII SMP Negeri 24 Kota Jambi dengan jumlah sampel sebayak 90 orang siswa dengan
teknik total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan angket secara tertutup dengan
menyediakan dua alternatif jawaban : “ya” dan “tidak” dan diolah dengan persentase.
Dapat disimpulkan bahwa indikator : (1) Faktor penyebab siswa enggan
memanfaatkan layanan bimbingan konseling di lihat dari kurang motivasi siswa berada pada
kualitas baik (64%) siswa menyatakan tidak termotivasi mengikuti layanan konsultasi
bimbingan konseling, sementara pada kualitas kurang baik (36%) siswa menyatakan
termotivasi mengikuti kegiatan layanan konsultasi bimbingan konseling. (2) Faktor penyebab
siswa enggan memanfaatkan layanan bimbingan konseling di lihat dari kurang minat siswa
berada pada kualitas baik (68%) siswa menyatakan tidak berminat mengikuti layanan
konsultasi bimbingan konseling, sementara pada kualitas kurang baik (32%) siswa
menyatakan berminat mengikuti kegiatan layanan konsultasi bimbingan konseling. (3) Faktor
penyebab siswa enggan memanfaatkan layanan bimbingan konseling di lihat dari persepsi
siswa berada pada kualitas baik (63%) siswa menyatakan tidak mengikuti layanan konsultasi
bimbingan konseling, sementara pada kualitas kurang baik (32%) siswa menyatakan
mengikuti kegiatan layanan konsultasi bimbingan konseling. (4) Faktor penyebab siswa
enggan memanfaatkan layanan bimbingan konseling di lihat dari guru pembimbing siswa
berada pada kualitas baik (72%) siswa menyatakan tidak mengikuti layanan konsultasi
bimbingan konseling, sementara pada kualitas kurang baik (28%) siswa menyatakan
mengikuti kegiatan layanan konsultasi bimbingan konseling. (5) Faktor penyebab siswa
enggan memanfaatkan layanan bimbingan konseling di lihat dari fasilitas kurang memadai
berada pada kualitas baik (72%) siswa menyatakan tidak mengikuti layanan konsultasi
bimbingan konseling, sementara pada kualitas kurang baik (28%) siswa menyatakan
mengikuti kegiatan layanan konsultasi bimbingan konseling.
Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan bahwa perlu upaya peningkatan
penguasaan teknik dalam pelayanan agar tidak ada lagi anggapan negatif terhadap BK.
Implikasinya terhadap kegiatan bimbingan yaitu guru pembimbing diharapkan agar dapat
meningkatkan kualitas pelayanan BK dengn berbagai jenis layanan.