Anda di halaman 1dari 2

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement,
yang memiliki arti "seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum
memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker
Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan
pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer
bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan
organisasi.
Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk memberikan
pengaruh kepada perubahan perilaku orang lain secara langsung maupun
tidak. Gaya kepemimpinan dapat diidentifikasikan berdasarkan perilaku
pimpinan itu sendiri.
Kepemimpinan merupakan aspek penting bagi seorang pemimpin
sebab dia harus mampu melakukan berbagai aktivitas dan peran
kepemimpinan untuk merencanakan, mengerakkan, motivasi dan
mengedalikan angota kelompok mencapai tujuan yang telah di sepakati
bersama. Beberapa model kepemimpinan dapat saja di aplikasikan di
lingkungan tempat seorang pemimpin bekerja untuk memotivasi anggota
kelompoknya. Untuk melancarkan maksud tersebut maka sebagai seorang
pemimpin harus mampu memilih prilaku kepemimpinan mana yang
sekiranya tepat untuk dilaksanakan. Disamping kemampuan
berkomunikasi secara efektif kepada anggota kelompoknya. Dengan
kemampuan tersebut maka seorang pemimpin harus mampu melakukan
seluruh kegiatan secara efektif dan efisien.
Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling
memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial
antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak
berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau
membuatnya tidak berdaya. Konflik bisa disebabkan oleh perbedaan
individu, perbedaan latar belakang kebudayaan, perbedaan kepentingan
individu atau kelompok. Sedangkan cara untuk memecahakan konflik
anatara lain elimination, domination, majority rule, minority consent,
kompromi dan integrasi.
Kolaborasi adalah bentuk kerjasama, interaksi, kompromi beberapa
elemen yang terkait baik individu, lembaga dan atau pihak-pihak yang
terlibat secara langsung dan tidak langsung yang menerima akibat dan
manfaat. Menurut Carpenter (1990), kolaborasi mempunyai 8
karakteristik, yaitu: partisipasi tidak dibatasi dan tidak hirarkis, partisipan
bertanggung jawab dalam memastikan pencapaian kesuksesan, adanya
tujuan yang masuk akal, ada pendefinisian masalah, partisipan saling
mendidik atau mengajar satu sama lain, adanya identifikasi dan pengujian
terhadap berbagi pilihan, implementasi solusi dibagi kepada beberapa
partisipan yang terlibat, partisipan selalu mengetahui perkembangan
situasi.
Negosiasi adalah sebuah bentuk interaksi sosial saat pihak - pihak
yang terlibat berusaha untuk saling menyelesaikan tujuan yang berbeda
dan bertentangan.
Berikut ini, adalah keterampilan -keterampilan dasar dalam
bernegosiasi : ketajaman pikiran / kelihaian, sabar, kemampuan
beradaptasi, daya tahan, kemampuan bersosialisasi, konsentrasi,
kemampuan berartikulasi, memiliki selera humor.

B. Saran
Sebaiknya para pemimpin lebih banyak membaca mengenai
manajemen kepemimpinan dalam masalah konflik, kolaborasi, negosiasi
agar dia dapat informasi dan pengetahuan serta wawasan yang lebih luas.