Anda di halaman 1dari 65

HYDRAULIC SYSTEM

OFF HIGH WAY TRUCK


HYDRAULIC SYSTEM

Hoist Cat 777, 785 & 789

Tujuan Instruksional khusus

¶ Traine mampu mengetes tekanan hydraulic hoist menggunakan pressure gauge


dengan benar untuk truck 777,785 & 789.
¶ Traine mampu mengetes kecepatan hydraulic hoist menggunakan stopwatch
dengan benar untuk truck 777,785 & 789.

Tujuan Instruksional umum


Peserta harus dapat :

¶ Menunjukkan nama nama komponen hydraulic system untuk unit cat 777, 785 &
789.
¶ Membedakan komoponen komponen utama hydraulic system antara cat 777, 785
& 789.
¶ Menjelaskan fungsi komoponen komponen utama hydraulic system.
¶ Menjelaskan cara kerja komoponen komponen utama hydraulic system.
¶ Menjelelaskan sirkulasi oli hidrolik pada saat posisi RAISE.
¶ Menjelelaskan sirkulasi oli hidrolik pada saat posisi HOLD.
¶ Menjelelaskan sirkulasi oli hidrolik pada saat posisi FLOAD.
¶ Menjelelaskan sirkulasi oli hidrolik pada saat posisi LOWER.
¶ Menjelelaskan sirkulasi oli hidrolik pada saat posisi SNUB.
¶ Menjelaskan permasalahan yang ada pada hydraulic Hoist sistem..

Waktu 8 X 60 menit.


Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 1
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

Alat Bantu Mengajar / Persiapan

¶ Note book/CPU.
¶ LCD Projector.
¶ Gambar.
¶ Whiteboard & Board marker..
¶ Truck Cat 777, 785 & 789..

Referensi
1. Shop Manual Cat 777B.
2. Shop Manual Cat 785B.
3. Shop Manual Cat 789 C/D..

Keterangan
 Menggunakan Truck Cat 777.
 Menggunakan Truck Cat 785.
 Menggunakan Truck Cat 789.
 Menggunakan Ruang/kelas training.
 Menggunakan workshop.

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
2 Module : Section : Date Revision : 00 Develop by :
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

Pembagian tahap mengajar Metode Alat bantu Waktu


pengajaran mengajar


1. Motivasi
1.1. Trainer mengucapkan salam, perkenalan Cer, TJ 5“
dan menanyakan keadaan trainee sebelum belajar
serta meminta trainee memperkenalkan diri.

1.2. Trainer menanyakan kepada trainee apa Cer, TJ 10“
yang diketahui tentang Hoist system.

1.3. Trainer menjelaskan dimana saja Hoist Cer, TJ WB, BM, NB, 20“
system bisa diaplikasikan. LCD Proj,



2. Elaborasi
2.1. Trainer menjelaskan tujuan pembelajaran Cer, TJ WB, BM 15“
yang akan dicapai.

2.2. Trainer menyebutkan komponen komponen Cer, TJ, Dis WB, BM, NB, 25“
hydraulic hoist system. LCD Proj,

2.3. Trainer menjelaskan fungsi komponen Cer, TJ, Dis WB, BM, NB, 25“
komponen utama hoist system.. LCD Proj,

2.4. Trainer menjelaskan cara kerja komponen Cer, TJ, Dis WB, BM, NB, 25“
komponen utama hoist system.. LCD Proj


2.5. Trainer menjelaskan Menjelelaskan Cer, TJ, Dis
sirkulasi oli hidrolik pada saat posisi RAISE. WB, BM, NB, 25“
LCD Proj


2.6. Trainer menjelaskan sirkulasi oli hidrolik Cer, TJ, Dis WB, BM, NB, 25“
pada saat posisi HOLD. LCD Proj

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 01
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

2.7. Trainer menjelaskan sirkulasi oli hidrolik Cer, TJ, Dis WB, BM, NB, LCD 15“
pada saat posisi FLOAD. Proj

2.8. Trainer menjelaskan sirkulasi oli hidrolik Cer, TJ, Dis WB, BM, NB, LCD 15“
pada saat posisi LOWER. Proj

2.9. Trainer menjelaskan sirkulasi oli hidrolik Cer, TJ, Dis WB, BM, NB, LCD 20“
pada saat posisi SNUB. Proj

2.10. Trainer menjelaskan p e r m a s a l a h a n Cer, TJ, Dis WB, BM, NB, LCD 30“
yang ada pada hydraulic Hoist sistem.. Proj,

3. Konsolidasi
3.1. Trainer memberikan kesempatan Cer, TJ, Dis 15“
kepada trainee untuk bertanya pada penjelasan
penjelasan yang belum dipahami.

3.2. Trainee membuat kesimpulan Proses Cer, TJ, Dis 60”
kerja hydraulic hoist system yang telah LL
dipelajari.

3.3. Trainee mempraktekkan penyetelan Demo 45“


relief valve.

3.4. Trainee mempraktekan menghitung Praktek 30 “
kecepatan dump body pada saat posisi RAISE.

4. Evaluasi TJ
4.1. Trainer membagikan lembar latihan 45”
kepada Trainee dan peserta mengerjakannya

4.2. Trainee dan trainer mendiskusikan hasil Dis,TJ 30


pengerjaan lembar evaluasi secara bersama.

Total jam pembelajaran 480”

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
02 Module : Section : Date Revision : 00 Develop by :
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 001
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

HYDRAULIC SYSTEM
1. Hoist sistem cat 789

1.1 Komponen utama sistem hoist.

Hoist system di truck 789D dikendalikan secara electronic oleh ECM Transmissi / Chasis sama
seperti truck 789C.Empat posisi kerja adalah : RAISE , HOLD , FLOAT , dan LOWER.
Hoist valve mempunyai lima posisi mengaju pada posisi SNUB .Operator tidak tahu posisi SNUB
sebab lever posisi tidak sesuai tersedia.Ketika body sedang di turunkan hanya sebelum body
menyentuh frame, ECM Transmissi / Chasis memberi signal hoist solenoid untuk menggerakan
hoist spool valve ke posisi SNUB, kecepatan mengambang body di kurangi untuk menjaga body ,
menyentuh keras dengan frame .
Hoist system dapat di aktivkan atau di non aktiv memakai Cat ET.Semua truck di kirim dari pabrik
tanpa di pasang body di atur di Hoist Enable Status 2.Hoist Enable Status 2 adalah hanya suatu
test mode dan akan menjaga hoist cylinder dengan tidak sengaja di aktivkan .Setelah body di
pasang , Hoist enable status di rubah ke 1 untuk hoist system ke fungsi yang sebenarnya.

Componen utama sistim hoist adalah.


o Hoist pump (1) o Hoist screens (2) o Hydraulic tank (3)
o Hoist cylinders (4) o Hoist control valve (5)

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
002 Module : Section : Date Revision : 00 Develop by :
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

Hoist pump menarik oil dari hydrolic tank melalui suction screen (1). O i l
mengalir dari hoist pump (2) melalui hoist screen (3) ke hoist control valve (4).

Hoist valve menggunakan parking brake release valve (6) pressure sebagai pilot untuk menggeser
directional spool didalam valve hoist.Dua solenoid valve di gunakan untuk drain pilot oil dari ujung
directional spool.Raise solenoid valve (6) disebelah kiri di energize untuk posisi RAISE.Lower
solenoid valve (7) disebelah kanan di energize untuk posisi LOWER atau FLOAT.
Ketika hoist valve di posisi HOLD atau FLOAT , semua oil hoist pump mengalir melalui oil cooler
brake belakang (3) ke rear brake (9) .Sebuah oil cooler relief valve di tempatkan di hoist valve.
Relief valve membatasi pressure brake oil cooling belakang ketika hoist valve di posisi HOLD
atau FLOAT.Dua hydraulic cylinder digunakan untuk menaikan body menjauh dari frame truck.
Ketika hoist lever di tahan di posisi RAISE, supply oil mengalir ke head end hoist cylindaer (10)
dan menggerakan cylinder dua stage memanjang. Oil dari rod end cylinder (11) mengalir melalui
hoist valve ke brake oil cooling circuit belakang.
Ketika hoist lever digerakan ke posisi LOWER atau FLOAT dan cylinder memendek , supply oil
masuk ke rod end hoist cylinder dan menurunkan tingkat kedua pada cylinder.Oil dari head end
cylinder mengalir melalui hoist valveke hydrolic tank.

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 003
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

1.1.1 Hoist Lever

Operator mengontrol hoist lever ( panah )


.Empat posisi pada hoist lever adalah
RAISE, HOLD , FLOAT dan LOWER.
Truck secara normal dioperasikan dengan
hoist lever di posisi FLOAT.Berjalan
dengan hoist di posisi FLOAT akan
menyakinkan berat body disangka oleh
frame dan body pads dan tidak disangga
oleh cylinder.Hoist control valve secara
actual di posisi SNUB.
Jika transmissi di REVERSE ketika body
dinaikan , hoist lever sensor digunakan
untuk merubah tranmsissi ke NEUTRAL
.Transmissi akan tetap netral hingga.
• Hoist lever digerakan kedalam posisi HOLD atau FLOAT
• Shift lever telah masuk ke siklus dan keluar dari NEUTRAL .

NOTE : jika truck di start dengan body dinaikan dan hoist lever di FLOAT , lever harus digerakan
ke HOLD dan lantas FLOAT sebelum body akan diturunkan.

Hoist lever mengontrol Pulse Width


Modulation ( PWM ) posisi sensor
( panah ). PWM sensor mengirim duty
cycle input signal ke ECM Transmissi /
Chassis .Tergantung pada posisi dari
sensor dan kecocokan duty cycle, salah
satu solenoid di tempatkan di hoist valve
di energize.
Empat posisi hoist lever adalah RAISE
, HOLD , FLOAT dan LOWER, tetapi
semenjak sensor menyediakan duty cycle
signal yang merubah untuk semua posisi
pada hoist lever , operator dapat mengatur
kecepatan hoist cylinder.

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
004 Module : Section : Date Revision : 00 Develop by :
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

Hoist lever sensor melakukan tiga fungsi :


• Menaikan dan menurunkan body.
• Menetralkan transmissi di posisi NEUTRAL
• Memulai siklus TPMS yang baru.

Hoist lever posisi sensor menerima 24 volt dari Transmissi/ Chasis ECM .Untuk memeriksa supply
voltage dari sensor , hubungkan multimeter diantara pins A dan B di sensor connector , stel
pembacaan meter ‘DC Volt’
Untuk memeriksa output signal dari hoist lever posisi sensor , hubungkan multimeter diantara Pin
B dan C pada conector hoist lever posisi sensor .Atur meter ke pembacaan ‘ Duty Cycle ‘ . Duty
cycle output dari sensor harus di sekitar 5%, sampai 95% diantara full RAISE ke full LOWER.

1.1.2 Position Sensor ( Dump body )

Illustration 1

(1) Rod
(2) Dump body position sensor

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0005
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

Dump body position sensor (2) berada di frame belakang kiri dekat pivot pin untuk dump body .
Rod (1) dihubungkan diantara dump body posisi sensor (2) dan dump body .Ketika dump body
dinaikan , rod (1) memutar dump body position sensor (2) yang merubah signal PWM dikirim ke
Power Train Electronic Control Module ( Power Train ECM ).Penyetelan rod antara sensor dan
dump body sangat penting .Panjang rod harus berada di 350.0 ± 3.0 mm (13.78 ± 0.12 inch). Dari
tengah kedua ujung rod.

Setlah rod (1) di ajust .Power Train ECM akan melakukan calibrasi .Dump body position sensor (2)
dikalibrasi oleh Power Train ECM ketika semua kondisi berikut ada.

• Engine running selama satu menits dengan tanpa berjalan ( no ground speed ).
• Hoist control lever di posisi FLOAT.
• Signal dari dump body position sensor 6 derajat berbeda dari calibrasi sebelumnya.

Dump body position sensor (2) digunakan untuk membatasi maxsimum kecepatan ( top gear )
sewaktu dump body naik.Transmissi tidak akan berpindah melewati gear satu hingga dump body
diturunkan.Nilai top gear dapat deprogram dengan memanfaatkan / menggunakan .ECAP , ET
.Nilai top gear dapat dirubah ke gear dua , gear tiga , atau gear empat.

Signal dari dump body position sensor (2) juga dapat digunakan untuk mengontrol posisi SNUB
pada hoist control valve.Power train ECM akan mengirim isyarat ke hoist proposional solenoid
untuk menggerakan hoist control valve ke posisi SNUB ketika dump body yang sedang di turunkan
sudah dekat frame.Kecepatan didalam FLOAT dikurangi di posisi SNUB agar menjaga dump body
bersentuhan dengan frame tidak terlalu keras .

Signal dari dump body position sensor (2) digunakan untuk memberikan peringatan ke operator
ketika truck berjalan dengan dump body masih di ATAS.

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0006 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

1.1.3 Hydraulic Tank


Terlihat adalah tangki hoist , converter
dan brake oil hydrolic (1) dan oil level sight
gauge (2) .Oil level normalnya di periksa
dengan sight gauge atas.Oil level pertama
harus di periksa dengan oil dingin dan
engine mati.Level di periksa lagi dengan
oil panas dan engine running.
Sight gauge bawah digunakan ketika
mengisi hydrolic tank dengan hoist
cylinder di posisi RAISED. Ketika hoist
cylinder di turunkan , hydrolic oil level
akan bertambahy .Setelah hoist cylinder
di turunkan , periksa hydrolic tank oil
level dengan sight gauge atas seperti
diterangkan diatas.Hydrolic tank breather (3) dan transmissi tank breather (4) di tempelkan ke
frame kanan atas.Periksa kebuntuan breather.

Terlihat adalah bagian belakang tank


transmissi hydraulic dan hoist , converter
dan brake oil hydrolic tank.Hoist system
pump akan menarik oil dari hydrolic tank
melalui suction screen ( panah ) di
tempatkan di belakang tank.

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0007
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

1.1.4 Hydraulic Pump.

Hoist system oil di salurkan oleh bagian


dua pump (1) di tempatkan di atas
belakang pump drive.Oil mengalir dari
hoist pump melalui dua screen ke hoist
valve . Hoist system pressure dapat di test
di dua pressure taps (2) .
Ketika body di posisi DOWN, hoist valve
akan di posisi SNUB. Body posisi sensor
rod harus di putus dari body dan sensor
harus di putar ke posisi RAISE sebelum
LOWER relief pressure di teste.
Diposisi HOLD , FLOAT dan SNUB ,
Gauge akan memperlihatkan brake
cooling system pressure , yang berasal
dari hasil hambatan di cooler brake dan hoses ( secara normal nilai pressure dibawah dari pada
actual oil cooler relief valve setting ).Maximum pressure dibatasi oleh oil cooler relief valve yang
mempunya seting kurang lebih 790 ± 20 kPa (115 ± 3 psi).

1.1.5 Hoist Screen


Oil mengalir dari hoist pump melalui hoist
screen (1) ke hoist control valve.Dua hoist
screen bypass switches (2) memberi input
signal ke Transmissi / Chasis ECM .
Transmissi / Chasis ECM mengirim signal
ke VIMS , yang menginformasikan ke
operator jika hoist screen buntu.

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0008 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

1.1.6 Hoist Control Valve.


Oil mengalir dari hoist pump melalui dua
lubang (1) ( hanya satu yang kelihatan di
gambar ini ) ke hoist control valve yang
ditempatkan disisi dalam frame kanan
dekat hoist cylinder.Dua load check valve
, satu untuk setiap pump port yang
ditempatkan di bawah dua plug (2) .Load
check valve tetap tertutup hingga pump
supply pressure lebih tinggi dari pressure
di hoist cylinder .Load check valve
menjaga body turun sebelum RAISE
pressure meningkat.
Hoist system relief pressurenya berbeda
antara posisi RAISE dan LOWER. RAISE
relief valve (3) mengendalikan pressure di hoist system selama RAISE. LOWER relief valve
(4) mengendalikan pressure di hoist system selama LOWER.Relief valve housing harus di lepas
untuk memasang shim. Oil mengalir melalui drain port (5) ke hydrolic tank.Ketika hoist valve di
posisi HOLD , FLOAT , atau SNUB, semua hoist pump mengalir melalui dua port (6) , satu pada
setiap sisi dari hoist valve ke dua rear brake oil cooler yang temaptkan pada sisi kanan engine.

1.1.7 Counter Balance


Sebuah counterbalance valve (1) di
pasang di sisi kiri hoist valve.
Counterbalance valve menjaga cavitation
di cylinder ketika body naik lebih cepat
dari pada pump mendapat oil supply ke
cylinder ( disebabkan oleh suatu
pergantian beban yang tiba-tiba )
Counterbalance signal pressure sama
dengan pressure RAISE.

Sebuah oil cooler relief valve di tempatkan


di belakang plug besar (2) , Oil cooler relief
valve membatasi rear brake oil cooling
pressure ketika hoist valve di posisi HOLD
, FLOAT atau SNUB. Setting oil cooler relief valve kurang lebih 790 kPa (115 psi).

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0009
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

Hoist valve menggunakan parking brake release pressure sebagai pilot oil untuk menggerakan
directional spool di dalam hoist b valve.Parking brake release pressure sekitar 4700 ± 200 kPa
(680 ± 30 psi).
Pilot pressure selalu ada di kedua sisi ujung directional spool .Dua solenoid valve digunakan untuk
drain pilot oil dari bagian ujung directional spool yang lantas membiarkan spool bergerak.
RAISE solenoid valve kiri (3) dan LOWER solenoid valve LOWER (4) .
RAISE dan LOWER solenoid valve selalu menerima kurang lebih 300 milivolts pada frequency 80
Hz ketika mereka berada di beberapa posisi kecuali HOLD.
Eksitasi, dikenal sebagai “ gentar,” adalah dipergunakan untuk memtahankan solenoid dalam
kondisi siap untuk respon yang cepat.
Ketika Transmissi / Chassis ECM menerima input signal dari hoist lever sensor , Transmissi /
Chasis ECM mengirim arus output signal antara 0 dan 1.9 amp ke salah satu solenoid .Besarnya
arus yang dikirim ke solenoid menentukan besarnya pilot oil yang didrain dari bagian ujung
directional spool dan oleh sebab itu, jarak yang ditempuh directional spool kearah solenoid. Oil
mengalir melalui dua lubang bagian atas (5) satu pada masing-masing sisi dari hoist valve untuk
menaikan hoist cylinder .Oil mengalir melalui dua lubang bawah (6) satu pada masing-masing sisi
dari hoist valve , menurunkan hoist cylinder.

1.1.8 Hoist Cylinder.

Hoist cylinder mengangkat dump


body pada dua langkah yang pertama
adalah rod cylinder yang besar dan
yang kedua mengangkat rod cylinder
yang kecil.

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0010 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

1.2 Posisi Hoist.


Dalam operasinya hydraulic hoist caterpillar 789D mempunyai empat posisi di tambah dengan
satu posisi yaitu : RAISE, LOWER, FLOAT, HLOD dan SNUB. Penggunaan posisi pada hoist
disesuaikan aplikasinya dilapangan maupun digunakan saat perbaikan ataupun testing adjusting.

1.2.1 Hold.

Terlihat adalah sebuah gambar potongan tentang hoist valve dalam posisi HOLD. Pilot oil pressure
dilangsungkan ke dua ujung directional spool (1) .Spool ditahan di posisi tengah oleh centering
spring dan pilot oil.Di lubang jalan lintas di directional spool dual stage relief valve signal stem
(2) ke tank (3) .Semua hoist pump oil mengalir melalui rear brake oil coolers (4) ke rear brakes.
Posisi directional spool merintangi oil di head end di hoist cylinder (5) .Oil di rond end di hoist
cylinder (6) dihubungkan ke rear brake cooling oil oleh vent slot kecil (7) lubang di directional
spool.Sebuah gauge dihubungkan ke hoist system pressure taps sewaktu hoist valve di posisi

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0011
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

HOLD akan terlihat brake cooling system pressure yang suatu hasil dari hambatan di cooler ,
brake dan hoses (normalnya terlalu rendah dari pada kenyataan setting dari oil cooler relief valve).
Maximum pressure di circuit harus sama dengan seting rear brake oil cooler relief valve (8) .
Seting dari oil cooler relief valve kurang lebih 790 kPa (115 psi).

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0012 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

1.2.2 Raise.

Terlihat adalah sebuah gambar potongan dari hoist valve di posisi RAISE. Solenoid RAISE (12) di
beri arus dan pilot oil pressure di drain dari bagian lower di directional spool (1) .Directional spool
bergerak ke bawah .Oil pump mengalir melalui directional spool ke head end pada hoist cylinder
(5) .
Ketika directional spool pada awalnya digerakan , dua load check valve ( terlihat satu ) (17) tetap
menutup hingga pump supply pressure lebih tinggi dari pressure di hoist cylinder .Load check
valve menjaga body turun sebelum RAISE pressure meningkat.
Directional spool juga mengirim hoist cylinder raise pressure ke dual stage relief valve signal
steam (2) dan counterbalance valve (11) .Dual stage relief valve signal steam bergerak turun dan
menahan supply pressure dari terbukanya low pressure relief valve (16).
Counterbalance valve tertahan terbukan oleh hoist cylinder raise pressure.Oil dari rod end hoist
cylinder (6) mengalir bebas ke rear brake oil coolers (4) .Jika body meningkat lebih cepat dari

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0013
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

pada pump supply oil ke hoist cylinder ( disebabkan oleh perubahan beban yang tiba-tiba ).
Dan raise pressure turun di bawah sekitar 2275 kPa (330 psi ) , Counterbalance valve mulai
menutup dan menghambat aliran oil dari rod end hoist cylinder.Hambatan aliran oil dari rod end
pada hoist cylinder akan memperlambat cylindaer dan menjaga cavitation .Cavitation di hoist
cylinder dapat menyebabkan body turun secara tiba-tiba ketika hoist lever di gerakan dari posisi
RAISE ke posisi LOWER.
High pressure relief valve (15) akan terbuka jika pressure terlalu tinggi.Ketika high pressure relief
valve terbuka, dump spool (14) bergerak ke kiri dan pump oil dilangsungkan ke rear brake oil
cooler.High pressure hoist relief valve setting di periksa di dua pressure tap yang ditempatkan
di hoist pump.Pemeriksaan relief pressure dengan hoist lever di posisi RAISE dan engine HIGH
IDLE.

Selama RAISE , counterbalance valve menjaga dump body berlari mendahului hoist pumps jika
beban berubah secara cepat di body bagian belakang dan mencoba menarik hoist cylinder .Signal
pressure dari head end hoist cylinder (1) menahan counterbalance valve terbuka.Oil dari rod end
hoist cylinder (2) mengalir tidak tertahan melalui counterbalance valve melalui tank (3) .Jika head
end pressure turun di bawah sekitar 2270 kPa (330 psi).
Counterbalance valve bergerak turun dan menahan aliran oil dari rod end cylinder ke tank.Jika
tidak ada signal head end , rod end pressure masih dapat membuka counterbalance valve.Jika
rod end pressure melebihi kurang lebih 6900 ± 690 kPa (1000 ± 100 psi) di rod end pressure
piston (4) , valve akan bergerak keatas dan membiarkan rod end oil mengalir dari cylinder ke tank.
Selama LOWER dan FLOAT . Counterbalance valve mengijinkan terhalangnya aliran dari pump
melalui sebuah check valve (5) ke rod end hoist cylinder.

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0014 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

1.2.3 Lower (Power Down)

Terlihat sebuah potongan gambar dari hoist valve pada posisi LOWER ( power down ) .LOWER
solenoid (9) di energized dam draom pilot oil pressure dari bagian atas directional spool (1)
.Directional spool bergerak ke atas.
Supply oil dari pump mengalir melalui directional spool , melalui counterbalance valve (11) ke rod
end hoist cylinder (6) .Oil di head end hoist cylinder (5) mengalir ke tank (3).Supply oil di rod end
cylinder dan berat body menggerakan cylinder ke posisi balik mereka.
Hany sebelum body menyentuh frame , body posisi sensor mengirim signal ke Transmissi / Chassis
ECM menggerakan valve spool ke posisi SNUB.Di posisi SNUB , valve spool bergerak sedikit
untuk menghambat aliran oil dan body turun dengan lembut.
Directional spool juga melepas lubang ke dual stage relief valve signal stem (2) .Dual stage relief
valve signal stem mengijinkan supply pressure untuk di batasi oleh low pressure relief valve (16).

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0015
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

Jika pressure di rod end hoist cylinder melewati lebih kurang 3450 + 350 - 0 kPa (500 + 50 - 0
psi),Low pressure relief valve akan terbuka.Ketika low pressure relief valve terbuka , dump spool
(14) terbuka ke kiri dan pump oil mengalir ke rear brake oil cooler (4).Low pressure hosit relief
valve setting di periksa di dua pressure tap di tempatkan pada hoist pump.Pemeriksaan relief
pressure dengan hoist lever di posisi LOWER dan engine HIGH IDLE.
Ketikda body di posisi DOWN , hoist valve akan di posisi SNUB.Body posisi sensor rod harus di
putus dari body dan sensor haru di putar ke posisi RAISE sebelum LOWER relief pressure di test.

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0016 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

1.2.4 Float.

Terlihat adalah gambar potongan dari hoist valve dalam posisi FLOAT.Solenoid LOWER (9) secara
parsial ( sebagaian ) di energize dan sebagaian di drain oil pressure di atas directional spoll
(1) ke tank(3) .Directional spool bergerak keatas .Sebab pilot pressure hanya sebagain di drain
,Directional spool jangan digerakan sejauh ke atas selama LOWER.
Pump supply oil mengalir melewati directional spool, melalui counterbalance valve (11) ke rod end
hoist cylinders (6) .Oil di head end hoist cylinder (5) mengalir ke tank.Directional valve diposisi
yang pressure yang diijinkan oil mengalir ke rear brake oil cooler (4) menjadi jatuh di rod end hoist
cylinder .
Truck harus normal di operasikan dengan hoist lever di posisi FLOAT.Berjalan dengan hoist posisi
FLOAT akan membuat berat body di sangga diatas frame dan body pads dan tidak dihoist Clinder
.Hoist valve secara nyata di posisi SNUB.
Sebelum body menyentuh di frame, body posisi sensor mengirim signal ke Trasmissi / Chasis
ECM menggerakan valve spool ke posisi SNUB, valve spool bergerak sedikit untuk menghambat
aliran oil dan menurunkan body secara halus.

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0017
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

1.3 Prosedur

Terlihat adalah two stage hoist cylinder kembar di gunakan untuk menaikan dan menurunkan body.
Periksa condisi body pads ( panah ) aus atau rusak.
Turunkan body dengan engine mati, hoist pilot pressure di butuhkan .Towing pump dapat di
gunakan untuk memberi hoist pilot oil . Turunkan body dengan engine mati.

• Putar kunci kontak sampai towing motor dan hoist solenoid dapat di energized.
• Gerakan hoist lever ke posisi RAISE selama 15 detik , lantas ke posisi FLOAT.
• Tekan brake retraction switch di dash.

Untuk menaikan body dengan engine mati, hubungkan sebuah Axiliary Power Unit (APU ) ke hoist
cylinder , ikuti procedure yang sama untuk menurunkan body dengan engine mati.Kecuali hoist
lever di RAISE setelah 15 detik interval.

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0018 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

1.4 Testing adjusting.

1.4.1 Hoist cylinder performance test


1. Start engine, operasikan engine pada high idle.
2. Gerakan hoist control ke posisi RAISE .Tahan hoist control di posisi RAISE selama lima
detik setelah dump body naik penuh .Lantas turunkan dump body menyentuh truck frame.
3. Ulangi langkah 2 hingga temperature hydrolic oil diatas 38°C (100°F).

Lift Time Untuk Hoist Cylinder.

1. Turunkan dump body ke frame truck.


2. Operasikan engine pada high idle.
3. Naikan dump body ke posisi naik penuh .Gunakan stopwatch untuk mengukur
waktu yang dibutuhkan .

Waktu yang dibutuhkan untuk keluar penuh hoist cylinder kurang lebih 19 detik.

Cylinder Drift.

Lakukan test ini dengan dump body kosong dan temperature hydrolic diatas 38°C (100°F).
1. Gerakan hoist control ke posisi Raise.
2. Ketika stage pertama hoist cylinder keluar 305 mm (12 inch),gerakan hoist control
ke posisi HOLD.
3. Dump body akan mendorong cylinder head pada stage pertama dengan 6.40 mm
( 0.25 inch ) diatas stage ke dua pada hoist cylinders .Gunakan stopwatch dan
catat waktu yang dibutuhkan.

Waktu yang bisa diterima untuk cylincer drift terkait dengan temperature pada hydrolic oil di hoist
cylinder .Lihat table berikut.

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0019
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

Cylinder drift yang berlebihan dapat disebabkan oleh condisi berikut .


• Bocor di jalur diantara hydrolic oil tank dan hoist cylinder.
• Aus control valve spool.
• Aus seal di dalam hoist cylinder.

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0020 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

1.4.2 Relief Valve (Hoist Dual Stage) - Test and Adjust


Catatan = sebelum melalukan beberapa pengetesan periksa secara visual seluruh hydrolic system
tentang kebocoran dan kerusakan komponen.
Gunakan hydrolic test group 8T-5320 dan hydrolic test group 4C-4890 untuk menguji pressure di
pressure tap.

Gambar 1.

Lokasi pressure tap untuk hoist dan brake cooling gear pump belakang.
Hoist dual stage relief valve adalah bagian dari hoist control valve.Hoist control valve berada di
bawah truck .Relief pressure untuk posisi RAISE berbeda dengan relief pressure untuk posisi
LOWER.

Relief Valve Test ( High Pressure ).

1. Turunkan dump body secara menyeluruh .Stop engine.


2. Lepaskan beberapa system pressure yang masih ada .Gerakan hoist control ke
posisi RAISE dan LOWER .Tempatkan hoist control di posisi FLOAT.
3. Hubungkan dua hose ke dua pressure gauge 8T-0860 .Hubungkan hose ke kedua
pressure tap di hoist dan rear brake cooling gear pump.
Yankinkan bahwa hose untuk pressure gauge cukup panjang di tarik masuk ke
kabin.
Training Program : Level : Date : Revision Halaman
Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0021
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

4. Start engine.Operasikan dump body berulang-ulang hingga termperature hydrolic


oil diatas 38°C (100°F).
5. Hidupkan engine pada LOW IDLE .Gerakan hoist control ke posisi RAISE hingga
cylinder keluar penuh .Pasang safety cable untuk dump body.
6. Naikan engine rpm secara perlahan –lahan ke posisi HIGH IDLE.Tahan hoist
control di posisi RAISE .Nilai pressure untuk 785C dan 789 C 17225
to 17925 kPa (2500 to 2600 psi).Nilai pressure untuk 793C 20370 to 21070 kPa
(2955 to 3057 psi).Catat pressure yang terbesar yang terbaca di gauge .Jika
pressure melebihi range ini .Selidiki penyebab pressure tinggi.
7. Jika pressure setting tidak benar , ajas relief valve pada hoist diverter valve .
8. Naikan dump body secara penuh.Lepas safety cable.
9. Jika diperlukan ,steel jumlah shim agar mendapatkan pressure yang benar.

High pressure relief valve


(1) 5J-2721 Shim
(2) 5J-2722 Shim

Illustration 2

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0022 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

Relief Valve Test ( Low Pressure )

1. Turunkan dump body .Matikan engine.


2. Hubungkan hose dengan pressure gauge (0 to 6000 kPa (0 to 870 psi)) baik di
pressure tap hoist dan rear brake cooling gear pump.
3. Hidupkan engine.Operasikan dump body berulang-ulang hingga temperature
hydrolic oil diatas 38°C (100°F).
4. Jalankan engine pada high idle dan gerakan hoist control ke posisi Lower.
5. Setelah dump body turun sepenuhnya , lihat gauge dan tahan hoist control di
posisi LOWER .Presure setting yang benar adalah 3450 sampai 3800 kpa ( 500
sampai 550 psi )
6. Jika diperlukan ,steel jumlah shim agar mendapatkan pressure yang benar.

Low pressure relief valve


(3) 5J-2721 Shim
(4) 5J-2722 Shim

Illustration 3

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0023
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

1.4.2 Adjust Dump Body sensor.

Illustration 1

(1) Rod end


(2) Nut
(3) Rod

Catatan : Dump body posisi sensor harus distel secara benar untuk operasi pembatasan gear yang
benar ketika dump body dinaikan .Juga dump body posisi sensor digunakan untuk mengontrol
posisi SNUB pada hoist control valve.Jarak antara bagian tengah pada ujung rod harus di 350.0
± 3.0 mm (13.78 ± 0.12 inch).

Penyetelan rod.

1. Putuskan rod (3) dari dump body.


2. Kendurkan nut (2) pada rod (3).
3. Stel ujung rod (1) agar mendapatkan jarak 350.0 ± 3.0 mm (13.78 ± 0.12 inch)
antara bagian tengah pada ujung rod.
4. Kuatkan nut (2)
5. Ikat kembali rod (3) ke dump body

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0024 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

2. Hoist sistem cat 785

2.1 Komponen utama sistem hoist.

1. Hydraulic Tank. 2. Control Valve.


3. Relief valve (Brake cooling) 4. Relief Valve.
5. Hydraulic Pump (Front) 6. Hydraulic Pump (rear)
7. Counterbalance. 8. Diverter valve.
9. Hoist cylinder. 10. Oil cooler.
11. Rear brake cooling.

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0025
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

2.1.1 Hydraulic Tank

Oli hydraulic dari hydraulic tank pada


785B Off Highway truck digunakan untuk:

• Torque Converter
• Brake
• Hoist System

Procedure pengisian oli pada hydraulic tank:


• Start engine pada low idle dan dump body dalam keadaan turun.
• Oil level harus terlihat di sight glass pada hydraulic tank
• Gerakkan hoist naik turun dan injak service brake atau tarik retarder.
• Oli di sight glass harus tetap pada posisi “full”.
• Jika perlu tambahkan oli ke hydraulic tank

2.1.2 Hoist Pump

Hoist pump adalah dua section gear pump


yang digerakkan oleh pump drive. Section
depan mempunyai flow 397 liter / menit
(105 US Gpm). Oli dari pompa section
depan mengalir ke hoist control valve di
dalam hydraulic tank melalui hoist screen.

Section belakang dari hoist pump


mempunyai flow 397 liter / menit (105
US Gpm). Oli dari pompa section depan
mengalir ke hoist diverter valve melewati
hoist screen.

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0026 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

2.1.3 Hoist Screen

Hoist screen terdiri dari dua yaitu untuk


hoist pompa suction depan dan suction
belakang. Pada hoist screen masing –
masing dipasang switch normally closed.
Apabila banyak kotoran dari pompa maka
switch akan open dan menyalakan panel
EMS di operator monitor.

2.1.4 Hoist Control Valve


Hoist control valve terletak di dalam
hydraulic tank. Hoist control valve
digerakkan secara mekanikal dari hoist
lever di dalam kabin. Hoist control valve
mempunyai empat posisi:
• Raise (untuk menaikkan dump)
• Lower (untuk menurunkan dump)
• Hold
• Float (mengambang)

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0027
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

2.1.5 Relief Valve

Relief valve adalah bagian dari hoist


control valve yang ada di dalam hydraulic
tank. Fungsi dari valve adalah untuk
membatasi maximum pressure di dalam
hoist system ketika front suction hoist
pump (hoist pump suction depan) bekerja.

Oli masuk melewati saluran pump flow dari


control valve ke unloading valve orifice.
Ketika relief valve tertutup, tekanan oli dari
hoist pump akan naik. Unloading valve
spring menjaga agar dump valve tertutup.

Relief valve akan menutup ketika pressure


dari pompa kurang dari 2500 psi. Ketika
pressure di sistem melebihi 2500 psi
maka pressure di dalam dump valve membuka pilot valve dan selanjutnya menuju tank.

2.1.6 Relief valve (Brake cooling)

Brake cooling relief valve merupakan


bagian rangkaian dari hoist system tapi
bukan merupakan komponen utama.
Brake cooling relief valve bertempat di
hoist control valve (di dalam hydraulic
tank) dan berfungsi untuk menjaga
tekanan maksimum brake cooling sekitar
100 psi.

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0028 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

2.1.7 Counterbalance.

counterbalance valve menjaga dump


body berlari mendahului hoist pumps
jika beban berubah secara cepat di
body bagian belakang dan mencoba
menarik hoist cylinder .Signal pressure
dari head end hoist cylinder (1) menahan
counterbalance valve terbuka.Oil dari
rod end hoist cylinder (2) mengalir tidak
tertahan melalui counterbalance valve
melalui tank (3) .Jika head end pressure
turun di bawah sekitar 2270 kPa (330 psi).
Counterbalance valve bergerak turun dan
menahan aliran oil dari rod end cylinder
ke tank.Jika tidak ada signal head end ,
rod end pressure masih dapat membuka counterbalance valve.Jika rod end pressure melebihi
kurang lebih 6900 ± 690 kPa (1000 ± 100 psi) di rod end pressure piston (4) , valve akan bergerak
keatas dan membiarkan rod end oil mengalir dari cylinder ke tank. Selama LOWER dan FLOAT .
Counterbalance valve mengijinkan terhalangnya aliran dari pump melalui sebuah check valve (5)
ke rod end hoist cylinder.

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0029
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

2.1.8 Hoist Cylinder.

Hoist cylinder merupakan salah satu komponen utama pada sistem ini, hoist cylinder berlokasi
disisi kanan dan kiri tengah frame body.

Hoist cylinder mengangkat dump body pada dua langkah yang pertama adalah rod cylinder yang
besar dan yang kedua mengangkat rod cylinder yang kecil.

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0030 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

2.1.9 Diverter valve.

KETERANGAN:
35. Diverter valve.
54. Outlet to junction block (rear brake
cooling).
55. Oil chamber.
56. Inlet for pump oil.
57. Oil chamber.
58. Pilot operated valve spool.
59. Inlet for pump pilot pressure.
60. Springs.
61. Passage.
62. Check valve.
63. Relief valve.
64. Valve.
65. Seat.
66. Valve.
67. Outlet to relief valve in tank.
68. Passages.
69. Outlet to junction block (head end of hoist cylinders).

Pada OHT Cat 785 diverter valve merupakan salah satu komponen utama sistem hoist, diverter
valve bertempat di sisi frame sebelah kanan di belakang. crossmember berfungsi menyatukan
aliran oli dari pompa bagian depan dan pompa bagian belakang saat hoist posisi raise.

Ketika hoist lever di dalam kabin digerakkan ke posisi raise hoist control valve mengirim pilot
pressure saluran no 59. Hal ini akan menggerakkan spool (58) ke arah kiri melawan spring (60)
dan menutup oli dari pompa ke saluran no 54. Oli dari hoist pump mengalir ke saluran no 57
menuju ke saluran no 69 melewati check valve (62) dan selanjutnya ke junction block. Oli dari rear
suction hoist pump bergabung dengan oli dari front suction hoist pump menuju ke head end hoist
cylinder.

Ketika hoist cylinder sudah mencapai posisi maximum retract maka check valve (62) akan menutup
sehingga oli dari rear suction hoist pump membuka ke relief valve (63) sehingga oli mengalir ke
saluran no 67 dan selanjutnya ke rear brake cooler, brake belakang dan hydraulic tank.
Di hydraulic tank dipasang brake lubrication relief valve yang setingnya sebesar 100 psi.

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0031
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

2.1.10 Oil cooler.

Oil cooler merupakan bagian dari


rangkaian hoist system namun oil cooler
bukan merupakan komponen utama
dari hoist system, oil cooler bertempat
menyatu dengan engine sebelah kiri.
Oil cooler berfungsi untuk mendinginkan
oli dari pompa bagian belakan saat posisi
lever Lower, hold maupun fload sebelum
masuk ke brake bagian belakang.

Pada posisi Raise aliran oli dari pompa


belakan di marger/disatukan dengan
aliran oli dari pompa depan.

2.1.12 Rear brake cooling.

Brake cooling bukan merupakan


komponen utama hoist system tapi
mendapat aliran oli dari pompa bagian
setelah didinginkan oleh oil cooler.

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0032 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

2.2 Posisi Hoist

2.2.1 Posisi Hold

Cara kerja

Oli dari suction pump bagian depan masuk ke control valve melewati saluran inlet. Ketika
valve spool pada posisi hold oli dari pompa masuk di sekitar valve spool melewati saluran menuju
ke brake cooler belakang, brake belakang dan selanjutnya ke hydraulic tank.

Pada posisi hold valve spool menutup saluran yang menuju ke kedua saluran cylinder rod end
port dan cylinder head end port. Hoist cylinder tidak dapat bergerak. Oli dari pompa juga masuk
ke dalam relief valve.

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0033
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

2.2.2 Posisi Raise

Oli dari pompa akan mengalir ke control valve. Ketika valve spool pada posisi raise maka
oli dari pompa tidak akan masuk ke brake cooler. Oli dari pompa masuk ke saluran head end
cylinder (cylinder head end port) melewati load check valve. Selain itu valve spool juga membuka
saluran ke diverter valve sehingga oli dari hoist pump bagian belakang (rear suction hoist pump)
bergabung dengan oli dari hoist pump bagian depan menuju head end hoist cylinder. Pada saat ini
hoist cylinder naik dan oli dari rod end hoist cylinder keluar lewat cylinder rod end port dan masuk
ke brake cooler, brake belakang dan selanjutnya menuju hydraulic tank.

Ketika hoist lever direlease maka control valve akan kembali ke posisi hold.

Dua pompa bekerja


Pada saat naik (raise) kedua flow dari pompa digunakan untuk menaikkan cylinder.

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0034 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

2.2.3 posisi Lower

Posisi Lower Ketika hoist cylinder digerakkan ke posisi lower maka oli dari hoist pump bagian
depan masuk ke control valve, kemudian menggerakkan load check valve menuju rod end hoist
cylinder. Oli dari head end masuk lewat control valve menuju tank. Pada saat turun (lower) hanya
satu pompa yang digunakan untuk menurunkan cylinder.

Ketika hoist lever direlease maka control valve akan kembali ke posisi float.

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0035
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

2.2.4 Posisi float

Posisi Float Pada posisi float akan membiarkan hoist pump bagian depan (front suction hoist
pump) mengalir ke control valve menuju brake cooler belakang, brake belakang dan akhirnya ke
tank.

Karena oli yang mengalir ke valve spool mempunyai hambatan maka oli dari pompa akan membuka
load check valve sehingga oli mengalir ke hoist cylinder rod end. Karena gaya berat dari dump
body maka oli dari head end akan mengalir ke saluran yang menuju ke tank.

Pada posisi float dump body tidak bisa naik karena oli dari pomp hanya mengalir ke sisi rod
end hoist cylinder. Tekanan oli dari sisi rod end me membantu menekan dump body ke bawah
sehingga dump body selalu bersentuhan dengan frame.

Pada saat machine berjalan selalu posisikan hoist lever di posisi float agar dump body selalu
contact dengan frame.

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0036 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

2.3 Schematic

2.3.1 Schematic hydraulic & Brake system

HYDRAULIC & BRAKE SCHEMATIC

1. Rear wheel brake assembly


2. Rear brake cooling oil flow
3. Rear brake cooler
4. Check valve
5. Parking and secondary brake valve
6. Oil flow to lockup clutch and solenoid valve group
7. Front brake cooling oil flow
8. Front wheel brake assembly

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0037
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

9. Parking and secondary brake relief valve


10. Return oil flow to tank
11. Air flow from parking and secondary brake control valve
12. Oil flow to rear brake cooler
13. Parking and secondary brake pump section
14. One way flow check valve
15. Separate circuit front brake oil cooler
16. Hydraulic tank
17. Rear brake slack adjuster
18. Front brake oil cooler bypass line
19. Electric powered parking and secondary brake pump (for towing)
20. Electric motor
21. Oil flow to diverter valve and brake oil cooler
22. Air flow to diverter valve from service brake and retarder control valve
23. Diverter valve
24. Air flow to front and rear air chambers (from relay valve)
25. Rear brake air chambers
26. Front brake air chambers
27. Front brake slack adjuster
28. Makeup oil line for rear master cylinders
29. Makeup oil line for front master cylinder
30. Rear brake master cylinders
31. Front brake master cylinder

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0038 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

2.3.2 Hydraulic hoist schematic

1. Transmission oil tank


2. Secondary and parking brake release valve

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0039
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

3. Line to brake cooling for front brakes


4. Makeup oil tank
5. Return oil diffuser
6. Hydraulic oil tank
7. Torque converter scavenge oil pump return line
8. Secondary and parking brake release valve drain line
9. Secondary and parking brake release valve seal drain line
10. Makeup oil tank return line
11. Makeup oil tank supply line
12. Transmission oil supply suction screen
13. Suction screen for hoist pump (front section)
14. Suction screen for hoist pump (rear section)
15. Suction screen for rear brake cooling (not used on this vehicle)
16. Suction screen for torque converter and parking brake charging oil
17. Relief valve for rear brake cooling oil
18. Relief valve for hoist oil [part of hoist control valve (20)
19. Check valve [part of hoist control valve (20)
20. Hoist control valve
21. Hoist return oil screen
22. Pilot oil line from hoist control valve to hoist diverter valve
23. Return line for right rear brake cooling oil
24. Return line for left rear brake cooling oil
25. Return line for front brake cooling oil
26. Return line for torque converter inlet relief valve oil
27. Line to hoist pump (rear section)
28. Line to torque converter and parking brake charging pumps
29. Line to rear brake oil cooler (bottom)
30. Line to rod end of hoist cylinders
31. Line to head end of hoist cylinders
32. Line from hoist pump (front section) to hoist control valve (20)
33. Hoist diverter valve
34. Line to rear brake oil cooler (top)
35. Hoist cylinders
36. Line from hoist pump (rear section) to hoist diverter valve
37. Hoist hydraulic oil filters
38. Hoist pump
39. Line to transmission charging pump
40. Line to hoist pump (front section)
41. Return line for transmission oil
42. Transmission return oil diffuser

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0040 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

2.4 Testing Adjusting.

1. Pasang pressure gauge 0 – 28000 kPa (0 – 4000 psi) pada pressure tap hydraulic system
2. Start engine dan naik turunkan hoist cylinder sampai hydraulic oil temperature mencapai
380 C (1000 F)
3. Naikkan engine pada high idle dan naikkan hoist lever (raise) dan pressure gauge harus
mencapai 15370 + 170 kPa (2225 + 25 psi)
4. Kalau pressure tidak tercapai, adjust hoist relief valve dengan menambah atau
mengurangi shim pada relief valve.

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0041
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

3. Hoist sistem cat 777

3.1 Komponen utama sistem hoist.

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0042 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

2.1.1 Hydraulic & Transmission oil tank.

Tangki dibagi menjadi dua tangki terpisah (4) dan (8)

Tanki yang lebih kecil (8) menyediakan oli SAE 30 untuk bagian transmissi dari power train,
tanki yang lebih besar (4) menyediakan oli hidrolik untuk pengoperasian brake cooling operation,
pengoperasian hoist dan pengoperasian torqur converter.

Jalur (14) merupakan jalur kembali untuk oli transmission scavange. Oli transmission meninggalkan
tangki melalui jalur (27). Terpasang dibagian belakang hidrolik tank, Make up oil tank (2)Untuk
front & rear/retarder brake master cylinder. Jalur (6) dan (7) keduanya jalur make up dari make up
tank (2) ke kedua brake master cylinders. Line (5) adalah jalur bleeder untuk rear/retarder brake
master cilinder. Oli makeup mengalir melalui jalur (1) dari jalur kembali brake cooling oil sebelah
kiri belakang ke brake oil makeup tank (2).

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0043
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0044 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

HYDRAULIC AND TRANSMISSION TANK


2. Makeup oil tank for brake master cylinders. 4. Hydraulic oil tank for brake cooling, hoist cylinders
and torque con¬verter. 8. Oil tank fortransmission. 31. Front brake master cylinder. 32. Rear/
retarder brake master cylinders. 33. Line to breather for hydraulic oil tank, torque converter and
oil pump drive. 34. Line to breather for transmission oil tank and transmission case. 35. Line
(breather) from transmission.

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0045
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

BACKSIDE OF HYDRAULIC TANK


1. Line for brake makeup oil. 9. Return line for left rear brake cooling oil (right and left brake
cooling-tractor). 10. Return line for right rear brake cooling oil (pulled unit
brake cooling-tractor). 11. Return line for torque converter scavenge oil. 14. Return line for
transmission scavenge oil. 16. Drain line from secondary and parking brake valve. 17. Drain line
from AETA (attachment). 18. Drain line for secondary and parking brake valve and diverter
valve seals. 19. Outlet for torque converter charging oil and parking brake release oil. 21. Line to
brake cooling oil system for rear brakes. 22. Line to head end of truck hoist cylinders. 23. Line to
the rod end of truck hoist cylinders. 24. Line from screen in tank to (hoist or pulled unit) pump.
25. Drain line from torque converter inlet relief valve. 26. Line to control valve (in tank) from pump.
27. Line from transmission oil tank to transmission.

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0046 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

BREATHERS
(Left Side on Vertical Frame)
36. Breather for transmission oil tank and transmission case. 37. Breather for hydraulic oil tank,
torque converter and oil pump drive.

Oli untuk Torque converter dan parking brake release meninggalkan tangki (4) melalui saluran
(19) dan kembali ke tangki melalui brake cooling return line (9) dan (10) dan and torque converter
scavenge line (11).

Saluran (35) vents the transmission case ke the transmission tank (8). Saluran (34) vents the
transmission tank to breather (36). Saluran (33) vents the hydraulic tank (4) to breather (37).
Breathers (36) dan (37) semuanya pada left vertical frame member.

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0047
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

3.2 Lokasi komponen hidrolik.

4. Hydraulic tank for hoist (implement on 776B Tractor), torque converter and brake. 8. Oil tank for
transmission. 15. Relief valve (part of control valve inside tank). 20. Re¬lief valve for the oil to the
oil cooler (inside tank). 28. Hoist cylinder (left side). 29. Hoist cylinder (right side). 30. Hy-draulic
hoist (implement on 776B Tractor) pump. 38. Trans-mission pump (under hoist pump). 39. Pump
drive. 40. Steering pump.

Hydraulic hoist pump (30), transmission pump (38) dan steering pump (40)semuanya diputar oleh
pump drive (39) yang mana pemutarnya adalah engine flywheel. Location hoist pump (30) berada
dibelakang pump drive (39),terpasang disisi sebelah kanan pada vehicle frame. Hoist pump
mengoperasikan hoist cylinders (28) and (29) pada truck dump body atau hydraulic implements
pada unit yang ditarik oleh tractor. Hoist pump menerima oil melalui screen di dalam hydraulic tank
line line (24). Pump oil mengalir melewati line (26) ke control valve di dalam hydraulic tank.

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0048 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

Ketika valve spool di dalam control valve dalam posisi HOLD (B), Pump oil mengalir melalui
control valve dan melewati saluran (21) ke oil coolers, ke brakes pada rear wheels lalu ke tank
melewati saluran (9) dan (10).
Relief valve (20), di dalam saluran (21) ke oil cooler untuk brakes pada rear wheels, terbuka ketika
pressure pada oil approximately 580 kPa (85 psi).
Relief valve (15), Di dalam control valve, terbuka ketika pressure pada pump oil didalam salah
satu saluran (22) atau (23) gets to approximately 17 250 kPa (2500 psi).
Saluran (22) dan (23), untuk 776B Tractor, pergi ke junction (41) pada frame dekat hydraulic tank.

3.2.1 Pump drive group

Pump drive group


30. Hoist pump. 38. Transmission pump. 39. Pump drive. 40. Steering pump.

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0049
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

3.2.2 Control lever.


posisi Control lever.
Control lever berada di dalam cabin truck terhubung dengan valve spool, di dalam control valve, di
dalam hydraulic tank. Posisi control valve untukdump body 777B Truck RAISE position (A), HOLD
position (B), FLOAT position (C) and LOWER position (D).
Spring pada ujung valve spool, di dalam control valve, menggerakkan valve spool dan control
lever dari salah satu RAISE position (A) or LOWER position (D) ketika kontrol lever dilepas.
Spring menggerakkan valve spool dar RAIE position (A) to HOLD position (B)
atau spring menggerakkan valve spool dari LOWER position (D) ke FLOAT position (C). A detent
pada valve spool holds di dalam FLOAT position (C).

RAISE position (A), HOLD position (B), FLOAT position (C) and LOWER position (D).

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0050 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

3.2.3 Control Valve


Control lever didalam cabin dihubungkan dengan spool valvenya control valve yang berada di
dalam hydraulik tank. Control lever mempunyai empat posisi.

Posisi HOLD
Oli dari pompa menuju ke dalam control valve melewati inlet (2) dengan valve spool (9) saat posisi
HOLD (B), pump oil menuju sekitar spool valve dan melewati saluran (6) menuju ke oil cooler, ke
brake pada roda belakang lalu ke tanki hidrolik.Posisi HOLD pada valve spool menjaga kedua
saluran (7) dan (8) dan didalam ujung hoist silinder. Silinder tidak bisa bergerak, pump oil juga ada
yang berada didalam spring chamber pad pump relief valve (1).

1. Relief valve. 7. Passage (for rod ends of


2. Inlet for pump oil. 8. Passage (for head ends
of hoist cylinders).
3. Check valve. 9. Valve spool.
4. Spring on valve A. RAISE position.
5. Detent ball (four). B. HOLD position.
6. Passage (to oil cooler for C. FLOAT position.
brakes and to tank). D. LOWER

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0051
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

Posisi FLOAD

Spool valve (9) ditempatkan di posisi FLOAT (C) oleh keempat bola detent (5) dalam alur detent
sekitar ujung spool valve.
Posisi spool valve dalam posisi FLOAT (C) memungkinkan aliran pompa minyak melalui alur di
spool valve dan masuk ke bagian (6) ke oil cooler, ke rem pada roda belakang dan kemudian ke
tangki oli hidrolik .
Alur di spool valve menghambat dan aakhirnya meningkatkan tekanan pump oil didalam kontrol
valve. Tekanan dari pump oil membuka valve (3) tekanan ini cukup untuk mendorong check valve
(7) sehingga mengijinkan aliran oli melewatinya, melalui rod end dari hoist cylinders masuk ke
second stage oil chambers. Berat beban dump body diatas hoist cylinders menekan oli hidrolik
dari head end cylindermelewati saluran (8) terus masuk ke dalam hydraulic tank.
Setelah second stage silinder retracted, berat dump body menjadi satu-satunya gaya yang bekerja
untuk menarik silinder tahap pertama. Ini melengkapi penurunan dari dump body.

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0052 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

1. Relief valve.
2. Inlet for pump oil.
3. Check valve.
4. Spring on valve spool.
5. Detent ball (four).
6. Passage (to oil cooler for brakes and to tank).
7. Passage (for rod ends of hoist cylinders).
8. Passage (for head ends of hoist cylinders).
9. Valve spool.

A. RAISE position.
B. HOLD position.
C. FLOAT position.
D. LOWER position.

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0053
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

Posisi RAISE

Oli dari pompa menuju kedalam control valve melewati inlet (2). dengan valve spool (9) pada
posisi RAISE, saluran (6) tidak bisa dilalui oleh oli. Ketika oli tidak bisa mengalir melalui saluran
(6) tekanan akan menjadi naik. Tekanan oli membuka check valve (3). Oli akan mengalir melewati
check valve yang sudah terbuka, sekitar valve spool (9) melewati saluran (8) dan menuju hed end
cylinders. Oli yang berada di head end cylinder menggerakkan silinder memanjang dan dump
body akan terangkat/naik. Ketika oli yang berada di dalam head end cylinder mendorong silinder ,
Oli yang berada di dalam rod end cylinder ditekan melewati saluran (7) sekitar valve spool (9) dan
melewati saluran (6) ke oil cooler, ke brake roda belakang lalu ke tanki.
Dengan control lever dilepas, spring (4) pada ujung spool valve (9) menggerakkan spool valve dan
control lever akan ke posisi HOLD.

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0054 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

1. Relief valve.
2. Inlet for pump oil.
3. Check valve.
4. Spring on valve spool.
5. Detent ball (four).
6. Passage (to oil cooler for brakes and to tank).
7. Passage (for rod ends of hoist cylinders).
8. Passage (for head ends of hoist cylinders).
9. Valve spool.

A. RAISE position.
B. HOLD position.
C. FLOAT position.
D. LOWER position.

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0055
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

Posisi LOWER

Dengan valve spool ditempatkan di posisi LOWER, oli dari hoist pump mengalir melewati inlet
pada control valve. Valve spool pada posisi LOWER menutup jalur yang menuju oil cooler, dengan
tertutupnya jalur yang menuju oil cooler akan mengakibatkan naik. Tekanan tinggi pump oil akan
membuka check valve dan oli akan mengalir melewati check valve, sekitar valve spool terus
melewati saluran menuju rod end cylinders dan dengan berat dump bodymenggerakkan silinder
keduanya ke posisi retract. Oli yang berada didalam head end cylinder ditekan dari silinder
melewati control valve dan melewati saluran ke screen assembly menuju ke tanki.

Dengan kontrol lever direlease/dilepas, spring yang berada di ujung valve spool mendorong valve
spool dan mengakibatkan kontrol lever ke posisi FLOAT.

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0056 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

3.2.4 Relief Valve

Relief valve merupakan bagian dari control valve, relief valve berfungsi untuk membatasi tekanan
maximum didalam sistem hidrolik. Pump oil (6) dari control valve mengalir melewati orifice (5) ke
dalam chamber (3).Dengan tertutupnya relief valve, tekanan oli di kedua sisi dump valve (4) akan
sama. Spring (9) menahan dump valve untuk menutup. Seting tekanan relief valve kira kira 17250
kpa (2500 psi). Ketika tekanan pump oil lebih besar dari setting relief valve, tekanan oli di dalam
chamber (3) membuka pilot valve (2). Oli di dalam chamber (3) sekarang mengalir melalui pilot
valve dan melalui saluran (10) ke tanki.
Tekanan oli yang berada di sisi spring daripada dump valve (4) sekarang tekanannya lebih rendah
daripada oli disaluran (6). dorongan oli yang bertekanan tinggi di dalam saluran (6) sekarang
tekanannya lebih besar dari pada dorongan spring (9) dan tekanan oli membuka dump valve
(4). Oli di dalam saluran (6) mengalir melalui dump valve yang terbuka dan melalui saluran (10)
menuju ke tanki.

Relief Valve

1. Shims. 2. Pilot valve. 3.


Chamber. 4. Dump valve.
5. Orifice. 6. Pump oil from
control valve. 7. Spring (on
pilot valve). 8. Shims. 9.
Spring (in dump valve). 10.
Pas-sage (to tank).

Pressure setting relief


valve bisa dinaikkan atau
diturunkan dengan cara
menambah shim (1) pada
plug atau mengurangi shim
(8) dibawah plug jika akan
menaikkan setting tekanan.

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0057
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

3.2.5 Hoist Cylinders.

Kedua hydraulic cylinder digunakan untuk menggerakkan dump body dari frame truck. Ketika
control lever ditempatkan pada posisi RAISE, pump oil menggerakan kedua silinder untuk
memanjang dan body dalam posisi dump.
Hoist cylinder mengangkat dump body dalam dua stage : Pump oil mengalir ke dalam saluran (6)
untuk head end cylinders. Oli mengalir melalui tube di dalam rod assembly (1) ke dalam chamber
(5) untuk head end cylinders (3). Tekanan oli di dalam chamber (5) menggerakkan cylinder (3).

1. Rod assembly. 2. Cylinder (second stage). 3. Cylinder (first stage). 4. Grooves (in end of cylinder).
5. Chamber (in head end of cylinder). 6. Opening to head end of cylin¬der and flow control valve.
7. Opening to rod end of cylin¬der. 8. Chamber (between first stage and second stage cylinders).
9. Chamber (between rod assembly and sec¬ond stage cylinder). 10. Orifices in rod assembly.

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0058 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

HOIST CYLINDERS
1. Rod assembly. 2. Cylinder (second stage). 3. Cylinder (first stage).

Oli di dalam chamber (8) sekarang harus mengalir melalui grove/alur (4) di dalam ujung second
stage cylinder (2), cylinder (2) bergerak. oli di dalam chamber (9) sekarang mengalir melewati
orifice (10), melewati dasar rod assembly (1) dan keluar melewati saluran/pintu (7) menuju
hydraulic tank.

Hoist cylinder schematic.


( Silinder tingkat pertama memanjang)

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0059
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

Hoist cylinder schematic.


( Silinder kedua memanjang)

Salah satu posisi kontrol lever adalah posisi LOWER atau FLOAT dan dump body bergerak turun
ke truck frame.
Ketika kedua hoist cylinder memanjang dan kontrol lever digerakkan ke posisi LOWER, pump
oil hanya mengembalikan second stage cylinder (2) ketika second stage kembali memendek,
gravitasi mendorong first stage cylinder sampai dump body diatas truck frame.

Hoist cylinder schematic.


( Silinder pertama retract)

Halaman Training Program : Level : Date : Revision


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module :
0060 Hoist Section : Date Revision : 00 Develop by :
777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo
HYDRAULIC SYSTEM

Dump body bergerak turun ketika pump oil mengalir melalui saluran (7) di dalam rod assembly (1)
, melewati orifice (10), di dalam chamber (9) diantara rod dan first stage cylinders (2). Oli menekan
silinder (2) dan silinder (3) turun untuk mengisi oli chamber (9) dengan pump oil.
Dengan berat beban dump body (Gravitasi) menggerakkan silinder (3) turun untuk memperpendek
silinder. Oli di dalam chamber (5) mengalir melalui tube di dalam rod assembly (1) , melalui flow
control valve dan melalui saluran (6) ke control valve dan ke hydraulic tank.
Flow Control valve di saluran (6) adalah hambatan untuk untuk aliran oli dari chamber (5).
Hambatan ini untuk aliran oli dari chamber (5) mengakibatkan dump body turun dengan lambat.

Training Program : Level : Date : Revision Halaman


Mechanical Training Specific Training 15 Sept 2013 1 6 C A T 3 0 1
Module : Section : Date Revision : 00 Develop by : 0061
Hoist 777, 785 & 789 Maintenance Training 00 00 0000 Eko Prasojo & Hery prasetyo