Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Saat ini Indonesia mengalami transisi epidemiologi, menurut hasil Riset
Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 dimana terjadi penurunan prevalensi
penyakit menular namun terjadi peningkatan prevalensi penyakit tidak menular
(PTM) atau penyakit degeneratif. Program pemerintah dalam sistem pelayanan
kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang
melibatkan Peserta, Fasilitas Kesehatan dan BPJS Kesehatan adalah PROLANIS
(Program Pengelolaan Penyakit Kronis). Tujuan PROLANIS adalah mendorong
peserta penyandang penyakit kronis mencapai kualitas hidup optimal pada
pemeriksaan spesifik terhadap penyakit DM Tipe 2 dan Hipertensi sesuai Panduan
Klinis terkait sehingga dapat mencegah timbulnya komplikasi.1
Berdasarkan informasi dari Pusat Data dan Informasi Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia, penyakit terbanyak pada golongan lanjut usia
adalah hipertensi (57.6%), artritis (51.9%), stroke (46.1%), masalah gigi dan
mulut (19.1%), penyakit paru obstruktif menahun (8.6%) dan diabetes mellitus
(4.8%)[1]. Badan Penelitian dan Pengambangan Kesehatan (BPDPK) Kemenkes
RI (2013), menyampaikan bahwa secara epidemiologi, prevalensi penderita
hipertensi di Indonesia masih cukup tinggi yaitu sekitar 65.048.110 jiwa atau
sekitar 25.8% dari jumlah penduduknya. Kejadian hipertensi banyak dijumpai
pada usia yang semakin tua, wanita, dan masyarakat perkotaan dan kelompok
pendidikan rendah kemungkinan kurang mengetahui pola makan yang baik2..
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah
sistolik lebih dari 120 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 80 mmHg
pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup
istirahat. Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama
(persisten) dapat menimbulkan gangguan pada ginjal, jantung, dan otak. Peran
pemerintah dalam rangka meningkatkan status kesehatan masyarakat serta
mensukseskan program jaminan sosial bidang kesehatan, sesuai dengan
Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan pasal 21
1
ayat 1, salah satu manfaat yang didapatkan oleh peserta BPJS Kesehatan yaitu
pelayanan kesehatan promotif dan preventif, salah satunya ialah PROLANIS
(Program Penanggulangan Penyakit Kronis). PROLANIS adalah suatu sistem
pelayanan kesehatan dan pendekataan proaktif yang dilaksanakan secara
integritas yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan tingkat pertama, dan BPJS
Kesehatan. Penyakit yang termasuk PROLANIS adalah hipertensi dan diabetes
melitus tipe 23,1.
Penyakit hipertensi disebabkan oleh berbagai faktor risiko, faktor risiko hiper-
tensi antara lain umur, jenis kelamin, riwa yat keluarga, genetik (faktor risiko yang
tidak dapat diubah/dikontrol), kebiasaan merokok, konsumsi garam, konsumsi
lemak jenuh, penggunaan jelantah, kebiasaan konsumsi minum-minuman
beralkohol, obesitas, kurang aktifitas fisik, stres, penggunaan estrogen4.
Berdasarkan data prevalensi Hipertensi yang tinggi dan adanya keterkaitan
antara kejadian hipertensi dengan peserta PROLANIS, maka perlu dilakukan
penelitian mengenai faktor risiko hipertensi pada peserta PROLANIS di
Puskesmas Tapaktuan.

2
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana gambaran faktor resiko hipertensi pada PROLANIS di
Puskesmas Tapaktuan?

1.3. Tujuan Penelitian


Untuk mengetahui gambaran faktor resiko hipertensi pada PROLANIS
diPuskesmas Tapaktuan?

1.4. Manfaat Penelitian


1.4.1 Teoritis
1. Bagi IPTEK
Pronalis dapat digunakan sebagai pedoman serta sebagai pengetahuan baru
tentang bentuk PROLANIS untuk tekanan darah memberikan sedikit tambahan
dalam ilmu dan dapat dijadikan sebagai bahan untuk penelitian selanjutnya.
2. Bagi Institusi
Hasil penelitian ini diharapkan dapat sebagai bahan bacaan dan tambahan
referensi bagi institusi akademik kesehatan.
1.4.2 Praktis
1. Bagi Peneliti
Memperoleh pengalaman nyata dan mengetahui faktor resiko hipertensi
pada PROLANIS di Puskesmas Tapaktuan
2. Bagi Responden
Dapat menambah pengetahuan tentang PROLANIS agar pasien dapat rutin
menjalani pengobatan.
3. Bagi Peneliti selanjutnya
Penelitian ini bisa dijadikan sebagai literatur untuk peneliti selanjutnya.
4. Bagi Puskesmas
Sebagai masukan dan informasi bagi Puskesmas dalam melaksanakan
PROLANIS.