Anda di halaman 1dari 5

KERANGKA ACUAN KERJA

IN HOUSE TRAINING BEST PRACTICE CODE BLUE


RUMAH SAKIT KITA
KAMIS, 16 JUNI 2016

1. Pendahuluan
Kondisi henti nafas dan henti jantung dapat terjadi dimana saja, menimpa siapa saja, dan
kapan saja. Dalam situasi demikian ada waktu kritis untuk menyelamatkan korban (golden periode)
selama 4 hingga 6 menit pertama sebelum muai terjadi proses kerusakan otak. Jika terjadi di
lingkungan rumah sakit diasumsikan mobilisasi korban ke IGD guna mendapatkan bantuan
resusitasi memakan waktu minimal 10 menit, sehingga diperlukan system yang menjamin korban
mendapat pertolongan gawat darurat pada saat golden periode tersebut dengan Rapid Response
System For Resuscitation/Sistem Respon Cepat Untuk Resusitasi oleh personel yang telah memiliki
ilmu dan ketrampilan kemampuan dasar live saving.
Guna menjawab kebutuhan tersebut banyak hal yang harus disiapkan, diantaranya
memastikan setiap anggota organisasi sudah terpapar ketrampilan kemampuan dasar live saving,
pembagian area respon, system komunikasi yang efektif antar anggota tim untuk identifikasi
kejadian dan memberikan respon cepat, tim yang terorganisir dan terintegrasi dengan baik untuk
memberikan tindakan bantuan hidup dasar yang holistik sebelum korban mendapatkan pertolongan
yang definitive. Guna mengantisipasi hal ini perlu dibentuk tim reaksi cepat dalam penanganan
arrest yang disebut Code Blue.
Code blue adalah stabilisasi kondisi darurat medik yang terjadi di dalam area RS. Kondisi
medis ini membutuhkan perhatian segera. Sebuah Code Blue harus siap diaktivasi segera sewaktu-
waktu jika terjadi seseorang (petugas, pasien pengunjung atau siapapun di area RS) di lingkungan
rumah sakit ditemukan dalam kondisi cardiac atau respiratory arrest (tidak responsif, nadi tidak
teraba, dan atau tidak bernafas).
Dari latar belakang di atas maka dipandang perlu untuk menyelenggarakan Pelatihan Code
Blue bagi petugas pelayanan yang terlibat dalam system Rapid Response System For
Resuscitation/Sistem Respon Cepat Untuk Resusitasi di lingkungan Rumah Sakit Kita. Kegiatan ini
selain untuk meningkatakan kualitas pelayanan rumah sakit juga dalam rangka memenuhi
persyaratan Akreditasi Rumah Sakit versi 2012 khususnya pada pemenuhan Kualifikasi dan
Pendidikan Staf (KPS).

2. Tujuan
2.1. Tujuan Umum
Setelah proses in house training ini diharapkan peserta memahami dan mampu memberikan
reaksi cepat secara efektif, efisien dan terstruktur secara komprehensif dalam kondisi darurat
dalam meningkatkan kemampuan rumah sakit sebagai pusat pelayanan kesehatan rujukan
regional.
2.2. Tujuan Khusus
Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini peserta mampu :
a. Mengenali kode-kode yang dipergunakan dalam kondisi darurat dan perannya dalam
merespon kondisi;
b. Menjelaskan pembagian area respon di lingkungan rumah sakit;
c. Menjelaskan system Rapid Response System For Resuscitation/Sistem Respon Cepat
Resusitasi yang berlaku di Rumah Sakit Kita;
d. Melakukan tindakan yang diperlukan dalam situasi sesuai kode yang telah dipersyaratkan.

3. Sasaran Program
Sasaran pelatihan ini Untuk menjamin efektifitas penerapan system Rapid Response System For
Resuscitation maka sasaran kegiatan ini adalah karyawan yang telah memiliki sertifikat ACLS
(advanced cardiac life support) dan CVICU (cardiovaskuler medical ICU) tergabung dalam Tim
Code Blue yang terdiri atas :
• dokter spesialis;
• dokter umum;
• tim K3RS;
• Perawat;
• Tim Penanggulangan Bencana, Keamanan dan Pengayoman
• Gawat Darurat, dengan total peserta 24 (dua puluh empat) orang.

4. Langkah-langkah Kegiatan

Tahun 2016
No Tahapan
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
1 In House Training Best Practice
Code Blue
- Persiapan X X
- Pelaksanaan X
- Pelaporan X X

5. Pembiayaan
Pembiayaan kegiatan ini dibebankan pada anggaran fungsional rumah sakit DPA Tahun
Anggaran 2016 dengan total biaya Rp36.014.000,- dan rincian sebagaimana Lampiran 1

6. Waktu dan Tempat Kegiatan


Waktu Pelaksanaan :
Hari : Kamis
Tanggal : 16 Juni 2016
Waktu : Jadwal sebagaimana Lampiran 2
Tempat : Aula Diklat lt. 1 Rumah Sakit Kita
7. Susunan Kepanitiaan
Penasehat : …………………………
Penanggungjawab : ……………………………..
Ketua : ……………………………
Bendahara : ……………………………
Anggota : ………………………..

Kota …………, …. Mei 2016


Kepala Bidang Pendidikan & Penelitian,

……………………………...
NIP ………………………………………
LAMPIRAN 1
LAMPIRAN 2