Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN

I. PROFIL PUSKESMAS

A. SEJARAH BERDIRINYA PUSKESMAS


Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Jiken terletak di Kecamatan Jiken, Kabupaten
Bloraberdiri tahun 1977. Puskesmas Jiken menempati lokasi di Dusun suruhan Desa Jiken,
Kecamatan Jiken Kabupaten Blora, kode pos 58372. Sejak awal berdirinya sampai sekarang,
Puskesmas Jiken telah mengalami beberapa peningkatan baik mengenai fisik bangunan, sarana
dan prasarana Puskesmas hingga peningkatan jumlah sumber daya manusianya. Semula
Puskesmas Jiken hanya memberikan pelayanan dasar, kemudian sejak tahun2011 mulai
melakukan perawatan rawat inap dan puskesmas mampu bersalin 2013. Puskesmas Jiken terletak
di desa Jiken, Kecamatan Jiken. Jarak antara Puskesmas Jiken dengan Kota Kabupaten (Blora) ±
13 km. Batas Wilayah kerja Puskesmas Jiken adalah Sebelah Utara berbatasan dengan
Kecamatan Bogorejo.Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Sambong, Sebelah Barat
berbatasan dengan Kecamatan Jepon, Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Kedewan.

B. KINERJA TAHUN 2016 DAN SEBELUMNYA


1. Kepegawaian
Jumlah pegawai pada tahun 2016 sebanyak 24 orang PNS , terdiri dari 1 Kepala Puskesmas
1 dokter umum, 1 dokter gigi, 5 perawat, 7 bidan, 1 analis, 1 petugas kesehatan lingkungan, 1
nutrisionis, Tata Usaha (TU) dan 3 staf administrasi 1 staf pengemudi . Selain 24 PNS diatas, ada
8 orang Bidan PTT dan 18 orang Pegawai Harian Lepas terdiri dari 1 dokter umum, 9 Perawat, 1
perawat gigi 2 staf administrasi 2 petugas kebersihan dan penjaga malam.
2. Sarana Kesehatan
Puskesmas Jiken mempunyai satu Puskesmas Induk dan 3 Puskesmas Pembantu
(Singonegoro, Bleboh, Ketringan). Fasilitas Kesehatan swasta terdiri dari 1 Praktek Dokter
umum.

II. JUMLAH PENDUDUK

A. STATISTIK DAERAH KECAMATAN JIKEN TAHUN 2016

Kecamatan Jiken, Secara geografis terletak di bagian timur KabupatenBlora, berjarak 13


km arar timur dari pusat Kota Blora. Secara administrasi, Kecamatan Jiken di sebelah utara
berbatasan dengan kecamatan Bogorejo, di sebelah timur berbatasan dengan kabupaten
Bojonegoro, di sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Sambong, Sedangkan di sebelah
barat berbatasan dengan Kecamatan Jepon. Bentang terjauh Kecamatan.
Kecamatan Jiken terdiri dari 39 dusun, 61 rukun warga dan 257 rukun tetangga dengan
jumlah penduduk sebesar 38.529 jiwa. Kecamatan Jiken dipimpin oleh seorang camat dan
dibantu seorang sekretaris kecamatan. Jumlah pegawai di kantor Kecamatan Jiken adalah 21
orang.

NO DESA RW RT Penduduk
1 Nglobo 4 12 2204
2 Cabak 3 13 2204
3 Nglebur 7 32 5215
4 Janjang 5 15 2556
5 Bleboh 7 43 5241
6 Ketringan 5 33 5484
7 Singonegoro 3 14 2307
8 Jiken 18 71 8170
9 Genjahan 3 15 2265
10 Jiworejo 3 9 1362
11 Bangowan 3 10 1521
JUMLAH 61 267 38.529

2. Pembinaan SDM

Sumber Daya Manusia

Puskesmas Jiken tidak mempunyai wewenang untuk melaksanakan penerimaan Pegawai


Negeri Sipil (PNS). Puskesmas hanya bisa mengusulkan kebutuhan PNS. Proses penerimaan
pegawai PNS berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 98 tahun 2000 tentang Pengadaan
PNS sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2007. Sedangkan
proses penerimaan pegawai non PNS akan dilakukan sendiri oleh Puskesmas Jiken dengan tetap
berpedoman pada aturan yang ditetapkan oleh Pemerintah KabupatenBlora.
Pola Pembinaan Sumber Daya Manusia yang diterapkan oleh Puskesmas Jikentelah
sesuai dengan aturan yang berlaku dimana setiap pegawai Puskesmas memiliki kesempatan
untuk mengembangkan kapasitas yang dimilikinya baik melalui jalur formal berupa pendidikan
kedinasan maupun kesempatan untuk mengembangkan kapasitasnya dengan biaya pribadi
sehingga diharapkan dapat dicapai posisi yang maksimal.
Adapun aturan yang digunakan diantaranya:
a. Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan
jabatan PNS.
b. Peraturan Pemerintah Nomor 99 tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat PNS
sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002.
c. Peraturan Pemerintah Nomor 100 tahun 2000 tentang Pengangkatan PNS dalam
jabatan struktural sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13
tahun 2002.
d. Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1976 tentang Cuti PNS.
e. Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS.
Sedangkan proses pembinaan pegawai non PNS berpedoman kepada aturan yang
ditetapkan oleh Pemerintah KabupatenBlora.

III. JENIS LAYANAN

PENANGGUNG
NO NAMA JADWAL PELAYANAN
JAWAB

1 Pemeriksaan Umum Senin s/d Sabtu Dr. Syurdiyanti M.


termasuk Kesehatan Haji Kengo

2 Pemeriksaan Gigi Senin s/d Sabtu Drg. Happy S. Susilo


Anita Wijayanti,
Amd.KG
3 Pemeriksaan Kesehatan Ibu Senin s/d Sabtu Fitrianika Maya
dan Anak termasuk Dewi,AMd. Keb
Manajemen Tata Laksana
Balita Sakit

4 Pelayanan Imunisasi Senin s/d Sabtu, Khusus Latifah Hanum,SST


Campak dan BCG Setiap
tanggal 23
5 Pemeriksaan Gizi Senin s/d Sabtu Ari Wijayanti, Amd

6 Pemeriksaan Kesehatan Senin s/d Sabtu Eko Moedjiantoro


Lingkungan /Sanitasi

7 Pemeriksaan Penyakit Senin s/d Sabtu Pudik Harto SST


Menular (P2P) termasuk
Kesehatan Jiwa

8 Pemeriksaan Laboratorium Senin s/d Kamis Endrawati, Amd


Dasar

9 Pelayanan Promosi Senin s/d Sabtu Pudik Harto, SST


Kesehatan
10 Pelayanan Mampu Persalinan 24 jam Latifah Hanum,SST
Nifas

11 Unit Gawat Darurat 24 Jam 24 Jam Lukmanto,SST

12 Pelayanan 24 Jam 24 Jam Lukmanto,SST

13 Konsultasi Kesehatan Semua petugas kesehatan


yang berkompeten di
bidangnya
14 Klinik ASI - Ari Wijayanti,Amd

15 Ambulance / Pusling - Sugito

16 Perkesmas Senin s/d Sabtu Endrawati,Amd

17 Kelas Ibu Hamil - Latifah Hanum, S.ST

18 Kelas Balita - Latifah Hanum, S.ST

19 Kelas Lansia - Masriah,AMd.Kep

20 Prolanis - Dr. Syurdiyanti M.


Kengo

21 PKPR - Fitrianika Maya


Dewi,Amd

22 Pemantauan Gizi Buruk - Arie Wijayanti, AMd

23 Advokad PIN Polio - Latifah Hanum,SST

24 Penyuluhan Kesehatan - Pudik Harto,SST

25 AMP Lintas Sektor - Latifah Hanum, S.ST


IV. VISI & MISI UPTD PUSKESMAS JIKEN

A. VISI
MENUJU MASYARAKAT KECAMATAN JIKEN SEHAT DAN MANDIRI 2020

B. MISI
1. MEMBERIKAN PELAYANAN KESEHATAN DASAR YANG BERKUALITAS
SESUAI DENGAN STANDART PELAYANAN
2. MENINGKATKAN PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT
3. MEMPERMUDAH AKSES DAN KETERJANGKAUAN MASYARAKAT
TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN
4. MENGUTAMAKAN KEPUASAN PELANGGAN

C. TUJUAN STRATEGIS
Puskesmas Jiken dalam mewujudkan misi tersebut menetapkan tujuan sebagai berikut
1. Untuk mewujudkan misi “Mempermudah memberikan pelayanan kesehatan dasar yang
berkualitas sesuai dengan standart pelayanan” maka ditetapkan tujuan : Meningkatkan
Profesionalitas kerja
2. Untuk mewujudkan misi ” akses dan keterjangkauan Masyarakat terhadap Pelayanan
Kesehatan “maka ditetapkan tujuan: meningkatkan manajemen kesehatan yang
transparan, akuntable, efektif dan efisien
3. Untuk mewujudkan misi “ Meningkatkan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat” maka
ditetapkan tujuan: meningkatkan peran aktif masyarakat Melalui kerja sama lintas
sektoral dan lintas program dibidang kesehatan.
4. Untuk mewujudkan misi “ mengutamakan kepuasan Pelanggan” maka ditetapkan
tujuan: meningkatkan sarana dan prasarana untuk meningkatkan pelayanan.

D. SASARAN

Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan organisasi dan menggambarkan hal-hal yang
ingin dicapai melalui tindakan-tindakan yang akan dilakukan secara operasional. Rumusan
sasaran yang ditetapkan diharapkan dapat memberikan fokus pada penyusunan program
operasional dan kegiatan pokok organisasi yang bersifat spesifik, terinci, dapat diukur dan dapat
dicapai. Berdasarkan makna penetapan sasaran tersebut maka Puskesmas Jiken menetapkan
sasaran dengan rincian sebagai berikut

1. Pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas sesuai dengan standart pelayanan.

Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang sesuai standart yang pertama

perlu dilakukan adalah meningkatkan kualitas SDM dan manajemen, dengan


terpenuhinya SDM yang berkualitas dan manajemen yang baik maka pelayanan

akan senantiasa menjadi baik. Dalam peningkatan kinerja SDM perlu diterapkan

kedisiplinan pegawai, pendidikan dan pelatihan, maka dari itu untuk meningkatkan dan

mengukur kedisiplinan pegawai perlu pengadaan mesin finger print. Untuk tahun 2016

tidak dianggarkan pengadaan finger print karena mesin yang lama masih bisa digunakan.

Pendidikan dan pelatihan pegawai ini ada dua jalur yang pertama jalur formal melaui

pendidikan dan pelatihan kedinasan dan yang ke dua melalui jalur non formal dengan

mengikuti pelatihan maupun seminar lewat organisasi keprofesian.

Manajemen yang baik sangat menunjang pelayanan kesehatan, maka dari itu

sarana dan prasarana perlu dikembangkan. Pemeliharaan sarana dan prasarana telah

dianggarkan untuk tahun ini diantaranya penyediaan jasa komunikasi,sumber daya air

dan listrik, penyediaan jasa perlengkapan kantor, pemeliharaan rutin berkala gedung

kantor, pemeliharaan rutin kendaraan bermotor untuk pengoperasionalan pelayanan

pusling, pengadaan bahan-bahan logistik dan obat-obatan. Di dalam manajemen perlu

penyusunan laporan capaian kinerja dan realisasi kinerja puskesmas dimana dapat diukur

dengan instrumen SPM Puskesmas. Dengan adanya SDM dan manajemen yang baik

maka kualitas pelayanan kesehatan akan menjadi baik dan peningkatan pendapatan

puskesmas akan terealisasi.

2. Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat

Mengingat salah satu fungsinya puskesmas adalah sebagai pusat pembangunan

kesehatan dan pusat pembinaan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan. Maka

perlu dilaksanakan suatu kegiatan untuk pemberdayaan kesehatan masyarakat di wilayah

desanya. Dengan pemberdayaan kesehatan masyarakat ini diharapakan masyarakat dapat

mengidentifikasi masalah kesehatannya sendiri sehingga mampu untuk mengatasi

permasalahan kesehatan tersebut secara madiri. Maka dari itu perlu dilakukan kegiatan-

kegiatan yang dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat atau kader kesehatan,

diantaranya kegiatan tersebut adalah :


a. KIA ( Kesehatan Ibu dan Anak )

Kegiatan dalam kesehatan Ibu dan anak anatara lain : penyuluhan dan promosi ASI

Eksklusif, posyandu balita, posyandu lansia, penyuluhan IVA, sosialisasi PIN, dan

pelaksanaan PIN

b. Pemberantasan dan Penularan Penyakit ( P2P)

Kegiatan dalam pemberantasan dan penularan penyakit antara lain : penyuluhan TB

Paru dan HIV/AIDS, penyuluhan dan OJT ( On The Job Training ) kader TB Paru,

penjaringan suspek TB Paru oleh kader, OJT ( On The Job Training ) Pemeriksaan

Jentik Berkala, Gerakan PJB ( Pemeriksaan Jentik Berkala ) serentak, sosialisasi,

OJT dan pelaksanaan Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu ).

c. Kesehatan Lingkungan

Kegiatan kesehatan lingkungan antara lain : Pemicuan desa STBM, pemicuan desa

pasca PAMSIMAS, FGD ( Focus Group Discution ) desa STBM, pembinaan

pengelola TPM.

d. Promosi Kesehatan

Kegiatan promosi kesehatan antara lain : refreshing kader desa siaga dan PHBS,

pendataan PHBS, Orientasi pengurus dan anggota FKD ( Forum Kesehatan Desa),

SMD dan MMD desa siaga.

3. Akses dan keterjangkauan terhadap pelayanan kesehatan

Untuk meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan, perlu untuk peningkatan

akses agar masyarakat terjangkau dalam pelayanan kesehatan. Maka dari itu perlu suatu

kegiatan jemput bola dalam artian petugas kesehatan akan melakukan pelayanan

kesehatan sampai ke daerah yang sulit dijangkau melalui kegiatan Puskesmas Keliling (

PUSLING ), disamping itu ada beberapa kegiatan lainnya yang dapat meningkatkan

akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan antara lain : siaran keliing kesehatan (

waspada DBD, PIN, BIAS, BELKAGA, dll ), Posyandu balita, posyandu lansia,

pelaksanaan PIN, pendampingan kelas ibu hamil, pendampingan kelas balita, penjaringan

kesehatan anak sekolah, pelaksanaan BIAS ( Bulan Imunisasi Anak Sekolah ), serta Pos

Pembinaan Terpadu ( POSBINDU ).

Dengan adanya kegiatan tersebut maka diharapakan masyarakat di desa dapat

terlayani dan menikamati fasilitas pelayanan kesehatan.


4. Mengutamakan Kepuasan Pelanggan

Dengan sudah adanya tenaga SDM yang berkualitas, manajemen yang baik, akses

terhadap pelayanan yang baik maka diharapkan masyarakat atau pelanggan merasa puas

akan pelayan kesehatan yang diselenggarakan puskesmas. Disamping itu dengan adanya

fasiltas kesehatan dari pemerintah yaitu berupa Jaminan Kesehatan Nasional maka

masyarakat akan lebih terfasilitasi dalam pengobatan mulai puskesmas sampai dengan

rumah sakit sehingga akan menambah kepuasan pelanggan dalam menikmati pelayanan

kesehatan terutama di puskesmas.

E. STRATEGI
Strategi pencapaian tujuan dan sasaran adalah merupakan strategi organisasi, yakni
Puakesmas Jiken yang berisi rencana menyeluruh dan terpadu mengenai upaya-upaya yang akan
dilaksanakan secara operasional dengan memperhatikan ketersediaan sumber daya organisasi.
Sebagai satu cara untuk mewujudkan tujuan dan sasaran, maka strategi yang ditetapkan terdiri
atas :
1. Menigkatkan pelayanan kesehatan dasar (penigkatan akses masyarakat terhadap pelayanan
kesehatan yang berkualitas)
2. Pemeliharaan sarana prasarana dan Penyusunan kebutuhan sarana dan prasarana
3. Menigkatkan kinerja puskesmas dan kemandirian puskesmas (penigkatan manajemen
kesehatan)
4. Terlaksananya pendidikan dan pelatihan pegawai sesuai kompetensi (peningkatan
pegetahuan dan ketrampilan SDM)
5. Terlaksananya kerjasama dengan lintas sektor (penigkatan koordinasi dan kemitraan terhadap
pelaku pembangunan kesehatan)
6. Meyelenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat dan menyeleggarakan pelayanan
kesehatan penunjang dan rujukan (Penanggulangan masalah kesehatan dan peningkatan
sistem surveilans monitoring dan informasi kesehatan serta pemberdayaan masyarakat.
7. Meyelenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat dan menyeleggarakan pelayanan
kesehatan penunjang dan rujukan
8. Penanggulangan masalah kesehatan dan peningkatan sistem surveilans monitoring dan
informasi kesehatan serta pemberdayaan masyarakat.
BAB II
CAKUPAN KEGIATAN

1. Kunjungan
Total kunjungan pada tahun 2016 sebanyak 16.248 atau rata-rata 2.708 kunjungan perbulan
serta 90kunjungan per hari. Kunjungan sesuai kasus terbanyak Tipoid, diikuti penyakit Diare,
Demam, TB dan DM.
2. Sarana Kesehatan
Puskesmas Jiken mempunyai satu Puskesmas Induk dan 3 Puskesmas Pembantu
(Singonegoro, Bleboh, Ketringan). Fasilitas Kesehatan swasta terdiri dari 1 Praktek Dokter
umum.
3. Hasil Kegiatan
1. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
Cakupan K-1 sebanyak 291 kunjungan atau tercapai 55,9%. Cakupan K-4 sebanyak 232
atau tercapai 48 %. Cakupan KN-1 sebanyak 237 atau tercapai 50,11% dan cakupan KN
Lengkap sebanyak 237 atau tercapai 50,11 %, cakupan KF-3 sebanyak 239 atau tercapai
48,12%. Cakupan persalinan sebanyak 239 atau tercapai 48,12%., deteksi resiko tinggi oleh
masyarakat sebanyak 44 atau tercapai 42.48%. Penanganan komplikasi obstetri sebanyak 65
atau tercapai 62,46 %. Penanganan komplikasi neonatal sebanyak 20 atau tercapai 28,19%,
cakupan kunjungan bayi sebanyak 242 atau tercapai 51,16%, pelayanan balita sebanyak 920 atau
48,63%, pelayanan MTBS sebanyak 652 atau 61,68 %.
2. KB dan Kespro
Total kunjungan KB sebanyak 197 peserta baru dan 3393 peserta lama/aktif terdiri dari 150
kunjungan IUD, 237 kunjungan Implan, 128 kunjungan MOW/MOP, 2018 kunjungan suntik,
404 kunjungan pil dan 53 kunjungan kondom. Jumlah kunjungan calon penganten77 pasangan.
3. Imunisasi
Hasil cakupan UCI Hb kurang 7 hari 50%, , BCG 48,5%, DPT/HB-Hib1 47,9%, DPT/HB-
Hib2 48,1%, DPT/HB-Hib3 48,1%, Polio-1 48,7%, Polio-2 46,8%, Polio-3 45,4%, Polio-4 47%,
Campak 47,7%. Hasil cakupan UMI TT-1 14,6%, TT-2 21,9%, TT-3 16,5%,TT-4 4,2% dan TT-
5 1,2% . Dilihat dari hasil imunisasi secara keseluruhan, pencapaian cakupan Baik. Hal ini
karena posisi Puskesmas Jikenberada di perbatasan dengan kabupaten Bojonegoro sehingga
banyak bayi dari luar wilayah yang imunisasi di wilayah Puskesmas Jiken
4. Gizi
Jumlah Balita sebanyak 2.389 dengan gizi baik 1598 (86,1%), gizi kurang 102(5,4%), gizi
lebih 156 (8,4%), gizi buruk 2(0,1%). Total kunjungan konsultasi gizi sebanyak 22 kunjungan.
Hasil uji kandungan iodium 94,09% cukup, 2,27% kurang dan 3,6% tidak ada. Tingkat
kemandirian Posyandu 2 (4,08%) Pratama, 1 (2,04%) Madya, 1(2,04%) Purnama dan 44
(91,84%) Mandiri.
5. UKS
Untuk kegiatan UKS belum dilaksanakan dikarenakan terjadwal pada bulan juli
6. UKGS
Untuk kegiatan UKS belum dilaksanakan dikarenakan terjadwal pada bulan juli
7. P2M
a. DBD
Jumlah kasus DBD tahun 2016 sampai bulan juni sebanyak 47 kasus. Pemeriksaan jentik
berkala ( PJB ) akan dilaksanakan pada bulan september,oktober dan november
b. Diare
Jumlah kasus diare sampai dengan bulan juni 2016 sebanyak 387 kasus.
c. TBC
Cakupan penemuan dan penanganan penderit TB Paru sampai dengan bulan juni 2016
sebanyak 37 Jumlah BTA (+) ditemukan sebanyak 2 kasus. Penderita sembuh 2 orang.
d. Jiwa dan Napza
Penemuan dan penanganan kasus gangguan jiwa dari rujukan kader dan masyarakat
sebanyak 18 Orang. Penanganan kasus kesehatan jiwa melalui rujukan sebanyak 6 orang dan
deteksi serta penanganan kasus jiwa yang datang berobat ke puskesmas 16 orang
e. PHBS
Cakupan PHBS di wilayah Puskesmas Jiken semester I tahun 2016dari 2385 sasaran
rumah tangga dari 11 desa (sampling 9 desa 200 rumah tangga, 2 desa Seluruh Rumah Tangga)
dengan Hasil strata desa dengan indikator Pratama (Merah) sejumlah 2 Desa, Madya (kuning) 2
Desa, Utama (Hijau) 2 desa dan Paripurna (biru) 5 desa
f. Kesehatan Lingkungan
Cakupan kegiatan Semester I tahun 2016 Pemantauan rumah sehat sebanyak 5.348 atau
39,9 % dari total rumah yang ada. TPM yang diperiksa sebanyak 9 atau 37,5 % yang memenuhi
syarat. TTU yang dipantau sebanyak 25 dan yang memenuhi syarat 48 %. TP2 yang diawasi 2
dan 1 atau 50% memenuhi syarat. Cakupan Inspeksi Sanitasi air bersih sebesar 65 SAB dengan
Tingkat Resiko sedang 72 % dan 18 % beresiko Rendah.ebih lanjut dapat dilihat pa
8. Penyuluhan Kesehatan Masyarakat
Cakupan Penyuluhan selama semester Pertama tahun 2016 sebanyak 370 kali atau tercapai
100 % dari target yang ditetapkan. Topik penyuluhan yaitu KIA, KB/Kespro, Gizi, P2M,
Kesling, Usila dan Jiwa, UKK, Pembinaan Haji.
9. Laboratorium
Total kunjungan laboratorium selama semester Pertama tahun 2016 yaitu 351 kasus.
Capaian 71, 63 % dari Target yang ditentukan. Pemeriksaan darah rutin 46 kasus, pemeriksaan
Darah Lain 266, pemeriksaan spesimen urin 5 kasus, pemeriksaan spesimen BTA 37 kasus,
pemeriksaan faeces sebanyak 0, Hasil pemeriksaan BTA positif 2 kasus.
10. Sistem Informasi Kesehatan (SIK)
Pelaksanaan SIK di Pendaftaran mulai bulan Januari 2015 dan bulan Desember sudak
cukup optimal. BP Umum dimulai bulan Januari 2016, BP gigi dimulai bulan Januari 2016, KIA
dimulai bulan Januari 2016. Masalah yang muncul pada SIK ini adalah Program yang dijalankan
masih hanya P-Care BPJS,untuk pasien umum belum memiliki Sistem informasi. Akan tetapi
secara umum SIK ini sudah berjalan bagus.

11. PHN (PERKESMAS)


Jumlah PHN l 1957 kasus, dan dapat direalisasilkan 1870 kasus. Kasus yang di PHN
adalah penyakit-penyakit kronis, penyaikt menular, penyakit jiwa dan lain-lain.
12. Haji
Jumlah jamaah haji di wilayah kerja Puskesmas Jiken adalah sebanyak 7 jamaah. Kondisi
kesehatan jamaah haji saat berangkat 6 sehat (mandiri) 1sehat dengan pendampingan.
BAB III
ANALISA DATA

B. JARING LABA – LABA


NO HASIL
KOMPONEN KEGIATAN CAKUPAN
(%)
I UPAYA PROMOSI KESEHATAN 49,50%
II UPAYA KESEHATAN LINGKUNGAN 26,60%
III UPAYA KESEHATAN IBU DAN ANAK TERMASUK
KELUARGA BERENCANA 50,48%
IV UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT 70,00%
V UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT
MENULAR 84,86%
VI UPAYA PENGOBATAN 94,10%
VII UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN 55,28%
C. Jaring laba- laba

D. ANALISA SWOT
Dalam analisis SWOT, organisasi menilai kekuatan terhadap kelemahannya, dan peluang
terhadap ancaman dari pesaing. Ada 4 kuadran posisi organisasi hasil analisis SWOT Analisis
SWOT didasarkan pada peninjauan dan penilaian atas keadaan-keadaan yang dianggap sebagai
kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan ancaman (threat).
Setelah diketahui gambaran mengenai posisi / keadaan organisasi saat ini, maka akan dapat
ditentukan beberapa alternatif langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan
kinerja organisasi pada masa yang akan datang dengan cara memaksimumkan kekuatan dan
memanfaatkan peluang yang ada serta meminimumkan kelemahan dan mengatasi ancaman yang
dihadapi.
Dalam bentuk diagram, gambaran perusahaan pada saat ini berdasarkan analisis SWOT dapat
ditunjukkan sebagai berikut:

Peluang

I
II Stable
Aggressive
GROWTH
STABIL Growth
Maintenance
Selective Rapid
Kekuatan
X Maintenance Growth
Kelemahan TurnArroundGi ConglomeratDiversi
urella
fication

Nice Concentric

diversification
III IV
Y
DEFENSIF Ancaman DIVERSIFIKASI

Anatomi Kuadran
a) Kuadran I
Dalamhalposisiinimakapengembangandanpertumbuhan kinerja puskesmas
secaraagresifsangatterbukakarenaorganisasimemilikikekuatandanpeluang yang
cukupuntukitu. Pengembangan yang dapat dilakukan antara lain dengan hal-hal sebagai
berikut:
1) Sumber Daya, yakni meningkatkan kemampuan sumber daya dengan ketersediaan biaya
dan logistik obat- Batan memiliki peluang meningkatkan produktivitas kegiatan dengan
pesat.
2) Pengembangan pasar, yakni meningkatkan volume usaha dengan upaya meluaskan pasar
(membuka pasar baru / segmentasi pasar).
3) Pengembangan produk, yakni meningkatkan volume usaha dengan mengembangkan
produk-produk baru baik penyempurnaan produk untuk pasar yang telah ada maupun
penciptaan produk baru.
b) Kuadran II
Organisasi yang adapadakuadraniniakantetapmasihdapatberkembang /
tumbuhapabilasecarajelimampumemilihpeluangdalambersaingdenganmenekankelemahan
yang ada. Beberapapilihanuntukberkembangantara lain denganmemperbaikimutulayanan,
pemberlakuantarif yang kompetitif (pricing policy), dansebagainya.
c) Kuadran III
Organisasi yang berada pada kuadran ini kemungkinan untuk tumbuh / berkembang sangat
kecil bahkan organisasi terancam pailit, karena dihadapkan pada ancaman dengan berbagai
kelemahan yang dimiilikinya.
d) Kuadran IV
Organisasi yang berada di kuadran ini agar dapat tumbuh / berkembang harus melakukan
upaya-upaya diversifikasi usaha dengan cara pengayaan usaha atau menonjolkan produk
unggulan tertentu, karena beberapa kekuatan yang dimiliki akan berhadapan dengan
beberapa ancaman yang menghadang, dan semakin ekstensif terutama dengan
diberlakukannya globalisasi ekonomi di segala bidang tidak terkecuali bisnis kesehatan.
A. Analisis Internal dan Eksternal
1. Analisis Internal (SW)
a. Sumber Daya
Kekuatan (S) Kelemahan
No Obyek yang dianalisa (W)
1 2 3 -1 -2 -3
1 Tenaga √
2 Biaya √
3 Alat √
4 Obat √
Jumlah 9 -1
Nilai 8

b. Manajemen
Kekuatan ( S) Kelemahan
No Obyek yang dianalisa (W)
1 2 3 -1 -2 -3
1 Survey Kebutuhan masy √
2 biaya √
3 Perencanaan √
4 Pelaksanaan √
5 Evaluasi √
Jumlah 9 -2
Nilai 7

c. Jenis Pelayanan dan mutu pelayanan


Kekuatan Kelemahan
No Obyek yang dianalisa
1 2 3 -1 -2 -3
1 Terbuka untuk Inovasi √
pelayanan
2 Bisa ditingkatkan ke klas √
diatasnya
3 Mutu pelayanan √
4 Promosi pelayanan √
5 Senyum, Sapa dan keramahan √
6 Respon time √
Jumlah 5 -3
Nilai 2

d. Sarana Prasarana
Kekuatan Kelemahan
No Obyek yang dianalisa
1 2 3 -1 -2 -3
1 Alat Medis dlm jenis & jumlah X
lengkap
2 Perawatan alat kurang optimal X
3 Banyak alat yang out of date
4 Sarana Fisik Lengkap X
5 Sarana Transportasi Lengkap X
6 Inventaris Kantor Lengkap X
7 Inventaris SIM Pusekesmas X
lengkap
8 Software dan perangkat hukum X
lengkap
Jumlah 11 -4
Nilai 9

Rangkuman Analisis SW (faktor internal)


Penilaian
No Obyek yang dianalisa
Kekuatan Kelemahan Nilai
1 SDM 9 -1 8
2 Manjaemen 9 -2 7
3 Jenis Pelayanan dan Mutu 5 -3 2
Pelayana
4 Sarana Prasarana 11 -4 9
Jumlah 34 -10 24

2. Analisis Eksternal (OT)


a. Ekomoni
Peluang Ancaman
No Obyek yang dianalisa
1 2 3 -1 -2 -3
1 Pekerjaan rata-rata penduduk X
alah petani
2 Tingginya biaya berobat X
3 Belum semua penduduk X
memiliki kartu jaminan
Jumlah 5 -1
Nilai 4

b. Sosial Budaya Masyarakat


Peluang Ancaman
No Obyek yang dianalisa
1 2 3 -1 -2 -3
1 Jumlah Penduduk relatif besar √
2 Pasangan Usia Subur Besar √
3 Jumlah Balita Besar √
4 Kekeluargaan Tinggi √
5 Budaya Sehat kurang optimal √
6 Mudah terbawa issue √
7 Tokoh masyarakat kurang √
mendukung
8 Kemiskinan √
Jumlah 10 -5
Nilai 5

Rangkuman Analisis OT (faktor eksternal)


Penilaian
No Obyek yang dianalisa
Peluang Ancaman Nilai
1 Ekonomi 5 -1 4
2 Sosial Budaya Masyarakat 10 -5 5
JUMLAH 15 -6 9
Posisi Puskesmas Jiken dalam SWOT Analisis SW dan OT

Kekuatan

24 (34,6)

Ancaman Peluang
15

Kelemahan

Terlihat dari hasil analisis SWOT, Posisi PuskesmasJiken di Kuadran I, atau pada kuadran
Agressive tumbuh. Analisis eksternal dan internal dengan cara pembobotan dan sudut
pandang yang berbeda terhadap posisi PuskesmasJiken. sebagai berikut :
a. Faktor internal
Hasil Identifikasi Faktor Internal
No Bidang
Kekuatan (Strenght) Kelemahan (Weakness)
. identifikasi
1. Sumber Daya 1. Tenaga/ sumber daya 1. Alat- alat sebagai sarana
manusia yang dimiliki pelayanan upaya kesehatan
puskesmas Jiken sudah masyarakat belum cukup
cukup memadai memadai.
2. Biaya yang digunakan
sebagai sarana
pelayanan cukup.
3. Obat- obatan yang
dibutuhkan cukup untuk
layanan.
2. Manajemen 1. Survey kebutuhan 1. Perencanaan kegiatan
masyarakat belum terlalu maksimal
dilakukan untuk 2. Evaluasi kurang maksimal
mengidentifikasi dilakukan.
kebutuhan mas
terhadap pelayanan.
2. Biaya merupakan
aset utama untuk
kelangsungan
pelayanan
3. Pekasanaan kegiatan
dilaksanakan dengan
dengan baik
3. Jenis Pelayanan 1. Kemungkinanan untuk 1. Belum bisa
dan Mutu meningkatkan layanan mengoptimalkan inovasi
Pelayanan ke jenjang kebih baik layanan
2. Mutu layanan mulai 2. Promosi layanan belum
ditingkatkan maksimal
3. Senyum, sapa dan
keramahan petugas
cukup baik
4. Respons Time dapat
ditoleransi

4. Sarana / 1. Lahan pengembangan 1. Pemanfaatan lahan belum


prasarana cukup luas optimal
2. Sarana/prasarana 2. Tata ruang bangunan
penunjang memadai kurang representatif
3. Jumlah dan macam alat 3. Peruntukan ruang kurang
cukup memadai
4. Biaya pemeliharaan tinggi

b. Faktor Eksternal
Identifikasi faktor eksternal dilakukan secara profesional djugement terhadap empat bidang
yang dianggap berpengaruh bagi Puskesmas untuk mengetahui peluang dan ancaman yang
dihadapi saat ini. Dari hasil pengamatan dan profesional djugement yang dilakukan diperoleh
hasil sebagai berikut :

Hasil Identifikasi Faktor Eksternal


Bidang
No. Opportunity (Peluang) Ancaman (Threat)
identifikasi
1. Ekonomi 1. Rata- rata pekerjaan 1. Biaya pelayanan masih
penduduk adalah petani dirasa cukup tinggi
2. Sebagian besar penduduk
telah memiliki kartu
jaminan kesehatan.
2. Sosial Budaya 1. Jumlah penduduk yang 1. Budaya sehat dari
cukup besar masyarakat masih
2. Banyak pasangan usia subur rendah
yang membutuhkan 2. Kurangnya dukungan
pelayanan beberapa tokoh
3. Jumlah balita sebagai masyarakat
sasaran pelayanan cukup 3. Masih ada beberapa desa
besar yang berada digaris
4. Kekeluargaan masyarakat kemiskinan
masih cukup tinggi

c. Pembobotan
Pembobotan dalam prosentase (%) dilakukan terhadap faktor dan subfaktor baik internal
maupun eksternal untuk setiap bidang didasarkan pada besarnya pengaruh bidang tersebut
terhadap kinerja Puskesmas. Adapun bobot masing-masing faktor / bidang adalah sebagai
berikut:
1. Manajemen = 35% (0,35)
2. UKM = 25% (0,25)
3. Mutu pelayanan = 20% (0,2)
Adapun pembobotan subfaktor (indikator) akan ditentukan kemudian setelah dilakukan
adjugement lebih lanjut dalam tahap evaluasi dan dapat dilihat dalam tabel penghitungan.
Sedangkan skor rating terhadap masing-masing indikator (subfaktor) dengan skala 1—5
sebagai berikut:
1. Baik : > 85%
2. Sedang: 5,5- 8,5
3. Kurang: <5,5
Untuk strength (kekuatan) dan opportunity (peluang) bernilai positif, sedangkan untuk
weakness (kelemahan) dan threat (ancaman) bernilai negatif.
d. Penentuan Posisi
1. Nilai Kekuatan (strength)
Bobot Nilai
Rating (D)=
No. Uraian Subfaktor
Faktor (A) (C) AXBX
(B)
C
1. Sumber Daya 0,35
1. Tenaga 0,35 0,15 4 0,210
2. Biaya 0,35 0,15 4 0,210
3. Alat 0,35 0,15 4 0,210
4. Obat 0,35 0,15 4 0,210
Jumlah nilai 1.1 s/d 1.5 1,278
Bobot Nilai
Rating (D)=
No. Uraian Subfaktor
Faktor (A) (C) AXBX
(B)
C
2. Manajemen 0,25
1. Survey kebutuhan masyarakat 0,35 0,25 5 0,438
2. Biaya 0,35 0,15 4 0,210
3. Perencanaan 0,35 0,15 4 0,210
4. Pelaksanaan 0,35 0,15 4 0,210
5. Evaluasi 0,35 0,15 4 0,210
Jumlah nilai 2.1 s/d 2.5 1,278
3. Jenis Pelayanan dan Mutu 0,35
1. peluang pengembangan inovasi 0,35 0,25 4 0,350
2. Peluang peningkatn kelas
0,35 0,25 4 0,350
pelayanann
3. Peningkatan mutu pelayanan 0,35 0,15 4 0,210
4. promosi pelayanan 0,35 0,15 4 0,210
5. senyum, sapa dan keramahan 0,35 0,2 4 0,280
6. respons Time baik 0,35 0,2 4 0,280
Jumlah 3.1 s/d 3.6 0,98
4. Sarana dan Prasarana 0,25
1. Alat Medis dlm jenis & jumlah
0,25 0,3 4 0,300
lengkap
2.Perawatan alat kurang optimal 0,25 0,4 5 0,500
3.Banyak alat yang out of date 0,25 0,3 4 0,300
4.Sarana Fisik Lengkap 0,2 0,4 4 0,320
5.Sarana Transportasi Lengkap 0,2 0,4 5 0,400
6.Inventaris Kantor Lengkap 0,2 0,2 4 0,160
7.Inventaris SIM Pusekesmas
0,25 0,3 4 0,300
lengkap
8.Software dan perangkat hukum
0,25 0,3 4 0,300
lengkap
JUMLAH 2,58
2. Nilai kelemahan
Bobot Nilai
Rating (D)=
No. Uraian Subfaktor
Faktor (A) (C) AXBX
(B)
C
1. Sumber Daya 0,35
5. Tenaga 0,35 0,15 4 0,210
6. Biaya 0,35 0,15 4 0,210
7. Alat 0,35 0,15 4 0,210
8. Obat 0,35 0,15 4 0,210
Jumlah nilai 1.1 s/d 1.5 1,278
2. Manajemen 0,25
6. Survey kebutuhan masyarakat 0,35 0,25 5 0,438
7. Biaya 0,35 0,15 4 0,210
8. Perencanaan 0,35 0,15 4 0,210
9. Pelaksanaan 0,35 0,15 4 0,210
10. Evaluasi 0,35 0,15 4 0,210
Jumlah nilai 2.1 s/d 2.5 1,278
3. Jenis Pelayanan dan Mutu 0,35
1. peluang pengembangan inovasi 0,35 0,25 4 0,350
7. Peluang peningkatn kelas
0,35 0,25 4 0,350
pelayanann

8. Nilai Peluang (opportunity)


Bobot
Rating Nilai (D)=
No. Uraian Faktor Subfakto
(C) AXBXC
(A) r (B)
1. Pelayanan 0,35
1. Jenis kebutuhan pelayanan
0,35 0,25 4 0,350
kesehatan berkembang
2. Adanya peluang rujukan masuk
0,35 0,25 4 0,350
pelayanan gigi
3. Adanya peluang rujukan masuk
0,35 0,15 4 0,210
Pelayanan Laboratorium
4. Adanya peluang rujukan masuk
0,35 0,15 4 0,210
pelayanan persalinan
5. Peluang diversifikasi produk
0,35 0,2 4 0,280
pelayanan
Jumlah 1.1 s/d 1.5 1,400
2. Organisasi dan SDM

0,25
1. Peluang kerja sama dengan pihak
0,25 0,3 4 0,300
III
2. Perubahan status sebagai
0,25 0,4 5 0,500
pelaksana PPK-BLU
3. Adanya kepercayaan institusi lain
bekerja sama untuk program 0,25 0,3 4 0,300
diklat
Jumlah 2.1 s/d 2.3 1,100
3. Biaya 0,2
1. Peluang perubahan pola
pengelolaan keuangan lebih 0,2 0,4 4 0,320
mandiri
2. Peluang pengembangan UBS
0,2 0,4 5 0,400
(Unit Bisnis Strategis)
3. Masih adanya subsidi pemerintah
untuk pembiayaan masyarakat 0,2 0,2 4 0,160
miskin
Jumlah 3.1. s/d 3.3 0,880
Bobot
Rating Nilai (D)=
Faktor Subfakto
4. Sarana/prasarana (C) AXBXC
(A) r (B)
1. Pengembangan fasilitas 0,2
2. Kerja sama pemanfaatan
0,2 0,4 5 0,400
sarana/prasarana dengan pihak III
3. Bantuan peralatan dari
0,2 0,3 4 0,240
pemerintah dan pihak III
Jumlah 4.1 s/d 4.3 0,2 0,3 4 0,240
4. Nilai Ancaman (threat)
Bobot
Rating Nilai (D)=
No. Uraian Faktor Subfakto
(C) AXBXC
(A) r (B)
1. Ekonomi 0,35
1. Pekerjaan penduduk rata- rata
0,35 0,30 2 0,210
petani
2. Biaya perawatan cukup tinggi 0,35 0,40 3 0,420
3. Belum semua penduduk memiliki
0,35 0,30 2 0,210
kartu jaminan
Jumlah 1.1 s/d 1.3 0,840
2. Sosial budaya 0,25
1.Jumlah Penduduk relatif besar 0,25 0,6 2 0,300
2.Pasangan Usia Subur Besar 0,25 0,4 4 0,400
3.Kekeluargaan Tinggi 0,2 0,4 4 0,320
4.Jumlah balita tinggi 0,2 0,4 3 0,240
5.Budaya Sehat kurang optimal 0,2 0,4 4 0,320
6.Mudah terbawa issue 0,2 0,4 3 0,240
7.Tokoh masyarakat kurang
0,2 0,2 1 0,040
mendukung
Jumlah 4.1 s/d 4.3 0,560

Rekapitulasi Hasil Perhitungan SWOT

Kekuatan Kelemahan Peluang Ancaman


No. Faktor
(S) (W) (O) (T)
1. Sumber Daya 1,278 1,120 1,400 0,840
2. Biaya 0,875 0,825 1,100 0,700
3. Alat 1,000 0,660 0,880 0,600
4. Obat 0,880 0,66 0,880 0,560
Jumlah 4,003 3,265 4,26 2,7
Selisih (S-W) dan (O-T) 0,753 1,56
Dari tabel Rekapitulasi Perhitungan SWOT diperoleh nilai selisih (S-W) sebesar (0,753)
dan selisih (O-T) sebesar (1,56). Selisih antara S dengan W sebagai nilai ordinat sumbu X dan
selisih antara O dengan T sebagai nilai ordinat sumbu Y dalam grafik kartesius untuk
menggambarkan posisi Puskesmas. Dengan demikian diperoleh titik koordinat [X , Y ] yaitu
[(0,753), (1,56)] sehingga posisi Puskesmas berada pada kuadran I (Growth). Dalam posisi
demikian berarti menghadapi kesempatan untuk berkembang dan bertahan hidup atau sebagai
market leader. Dengan diagram kartesius dapat digambarkan sebagai berikut :

peluang

II I
STABIL GROWTH

0,753
X Kekuatan
Kelemahan 1,56

III IV
DEFENSIF DIVERSIFIKASI

Y
Ancaman

Dari hasil analisis, Puskesmas pada posisi pertumbuhan (agresif), namun lebih dekat kearah
sumbu datar, sehingga ada peringatan khusus untuk tetap menjaga pertumbuhan sehingga bisa ke
arah kuadran II
Penjelasan Analisis Eksternal dan Internal
Kinerja yang telah dapat dicapai sampai dengan saat ini sangat dipengaruhi oleh beberapa
factor baik yang bersumber pada internal maupun dari eksternal. Strategi organisasi dalam
menapai target mengedepankan aspek Pelayanan, Pengerahan SDM, Organisatoris, Keuangan
dan Promosi. Kebijakan manajemen yang diambil dalam pencapaian kinerja adalah
mengembangkan partisipasi aktif dari semua komponen Puskesmas dalam pelayanan, dan
pembagian tugas sesuai dengan profesi, kompetensi, dan ketrampilan yang dimiliki
Artinya dalam penempatan tenaga semacam paramedic, dilihat dari kompetensi dan
kemampuan, yang kemudian ditempatkan pada ruang dan unit pelayanan yang sesuai. Selain itu
kebijakan lain yang diambil adalah dengan mengadakan rotasi ketenagaan. Guna memelihara dan
meningkatkan kompetensi personil dalam menjaga mutu layanan ditempuh dengan cara
pendidikan dan pelatihan serta meningkatkan kesejahteraan karyawan.
Masyarakat sebagai pengguna sekaligus sebagai pemilik Puskesmas, diikutkan dalam
pemecahan masalah pelayanan yang ada, dan dibahas bersama dalam forum temu pelanggan,
selain itu kritik mengenai pelayanan yang ada dipakai sebagai dasar untuk peningkatan
pelayanan.
Strategi yang diambil dalam mencapai kinerja pelayanan memakai strategi yang
mengedepankan pelayanan yang bermutu, diikuti dengan semangat etos kerja yang tinggi,
ramah., sehingga warga bangga akan Puskesmas. Dalam mencapai kinerja juga ditempuh inovasi
layanan dan cara pelayanan, dimana semua pelayanan tersebut terjangkau oleh semua lapisan
masyarakat. Sebagai core bisnis, ditetapkan pelayanan kesehatan dasar
Dalam mencapai kinerja, juga mengedepankan aspek kerjasama semua lini, lintas program
dan listas sector, dengan menyediakan sarana prasarana yang aman, apik dan asri sehingga
nyaman ditempati. Juga ditempuh upaya rujukan pasien maupun specimen, sehingga tercipta
pelayanan pasien yang paripurna dan akhirnya informasi semua kegiatan Puskesmas Jiken dapat
diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
Pendekatan strategi bisnis tersebut mencakup kondisi internal dan eksternal yang antara lain
sebagai berikut :
1. Kondisi Internal
a. Sumber Daya
Faktor sumberdaya manusia di Puskesmas sangat dominant. Dokter berperan utama
dalam pelayanan, sehingga dalam mencapai kinerja yang telah ditentukan, mengedepankan
kecepatan pelayanan dan kelangsungan. Dengan demikian strategi yang diambil yaitu dengan
menyediakan dokter spesialis anak, spesialis penyakit dalam, spesialis kandungan dan spesialis
gigi untuk setiap hari pelayanannya.
Untuk tenaga kerja medis pokok yang tidak ada di Puskesmas ditempuh dengan cara
kerjasama dengan pihak III (intitusi pendidikan) karena dengan adanya peraturan perundang-
undangan yang baru yang melekat pada praktik kedokteran, perlu ada tenaga spesialis tertentu
untuk dapat melakukan tindakan medik tertentu, yang tidak dapat didelegasikan kewenangan dan
tanggungjawabnya ke spesialis lain atau ke tenaga ahli madya lainnya.
b. Sarana Prasarana
Dalam mencapai target kinerja, Puskesmas dilengkapi dengan sarana-prasarana yang
mencukupi, terutama untuk pelayanan medis dan penunjang .
Keandalan dan keamanan sarana-prasarana yang ada sangat mendukung dalam kinerja
Puskesmas. Hambatan yang ada adalah masih minimnya tenaga trampil yang mampu
mengoperasionalkan alat, dan biaya operasional.
Untuk pengembangan layanan baru, telah diupayakan menyediakan sarana prasarana
pendukung layanan, sehingga pada saat operasional sudah tidak terkendala sarana.
Kendala lain dalam bidang sarana prasarana khususnya untuk alat-alat medis dengan
teknologi tinggi yang berpotensi menghambat kinerja adalah biaya pemeliharaan, yang
umumnya mahal, dan kadang tidak tersedia suku cadangnya.
c. Perangkat Lunak
Dalam mencapai kinerja, Puskesmas dilengkapi dengan perangkat lunak berupa
Prosedur-prosedur standar, Petunjuk pelaksanaan, Petunjuk Teknis, Surat-surat keputusan, dan
perangkat lunak system informasi manajemen dan keuangan, sehingga apa yang dilaksanakan
dapat dipertanggungjawabkan. Adanya perangkat lunak, disamping memudahkan pelaksanaan
kerja juga dapat sebagai acuan dalam bertindak dan penentu arah strategi dan kebijakan.
d. Biaya
Bahwa operasional Puskesmas memerlukan dana yang besar untuk memenuhi kebutuhan
pembiayaan pembelian obat, bahan medis habis pakai, jasa pelayanan, bahan makan pasien,
operasional kendaraan, pemeliharaan, gaji karyawan dan lain sebagainya.
Pengeluaran pembiayaan dapat dikatakan per hari bahkan per jam pelayanan. Namun selama
ini, Puskesmas terbentur pada aturan pengelolaan keuangan berdasarkan Peraturan daerah yang
berlaku, sehingga seringkali Puskesmas menghadapi kendala biaya operasional, dan terhambat
pencapaian kinerjanya.

2. Kondisi Eksternal
Pencapaian kinerja sangat dipengaruhi oleh keadaan perekonomian daerah; perkembangan
sosial budaya; dan perkembangan teknologi. Yaitu :
a. Kondisi Ekonomi Daerah
Secara umum, ekonomi daerah Blora tergolong daerah yang memiliki kemampuan
ekonomi menengah, sehingga dalam pengembangan pelayanan inovatif mungkin akan terbentur
dalam hal pentarifan. Walaupun demikian fenomena menarik masyarakat Sleman adalah
semakin banyaknya bermunculan institusi pelayanan kesehatan swasta yang menawarkan jenis
pelayanan kesehatan yang beragam dengan tarif layanan yang beragam juga.
Dari keterbatasan pendapatan daerah, banyak program dan kegiatan Puskesmas yang
terkendala, sementara kebutuhan untuk pemeliharaan dan operasional Puskesmas saja masih
minim, bahkan tidak sesuai dengan pendapatan operasional yang dicapai Puskesmas.

b. Sosial Budaya Masyarakat


Warga Masyarakat Jiken, memiliki type atau berkarakteristik tradisionil, sehingga budaya
dan tradisi masyarakat masih cukup kental bahkan sangat dilestarikan. Namun demikian ada
beberapa perilaku tradisi yang masih kurang mendukung dalam pembangunan kesehatan, dan
efisiensi pengeluaran masyarakat.

c. Perkembangan Teknologi Kesehatan


Perkembangan teknologi kesehatan sangat pesat dan semakin canggih. Untuk institusi
pelayanan kesehatan yang mampu, mereka berlomba-lomba mengadakan alat-alat kesehatan
karena didukung pendanaan yang memudahkan inovasi dan diversifikasi pelayanan kesehatan.
Sementara Puskesmas umumnya gigit jari dan hanya mimpi untuk dapat memperoleh alat-alat
kesehatan dimaksud.
Dengan semakin berkembangnya teknologi kesehatan, banyak alat-alat kesehatan yang
sudah cukup umur tidak diproduksi lagi, dan sekaligus tidak ada suku cadangnya, hal itu
menyulitkan Puskesmas dalam pemeliharaan alat yang dimiliki karena sebagian besar alat-alat
kesehatan yang ada sudah out of date. Artinya perkembangan teknologi kesehatan khususnya
alat-alat medis disamping dapat meningkatkan kinerja Puskesmas tetapi juga dapat menghambat
kinerja Puskesmas, karena ada beberapa alat kesehatan untuk kerja pelayanan yang tidak
sustainable lagi.
d. Perkembangan Teknologi Informasi
Teknologi informasi, mau tidak mau harus dikuasi oleh Puskesmas. Untuk perangkat
kerasnya, bagi kebanyakan Puskesmas daerah tidak ada kendala, namun dalam pemeliharaan,
software, petugas informasi dan pemeliharaannya membutuhkan dana yang besar. Sementera
kebanyakan SDM Puskesmas masih berorientasi klerikal, dan kurang peduli dengan data dan
informasi.
Dengan adanya teknologi informasi, akan memudahkan manajemen dalam mengambil
keputusan, karena semua informasi dapat diterangkan dalam sistem informasi manajemen secara
terintegrasi.
Dengan melihat posisi bisnis puskesmas, maka dapat disimpulkan bahwa pada posisi
tersebut menguntungkan, puskesmas mempunyai peluang dan sekaligus kekuatan sehingga
puskesmas dapat memanfaatkan peluang yang ada, serta mampu mengerahkan semua
sumberdaya yang masih menganggur dan belum optimal menjadi maksimal. Puskesmas dapat
memilih strategi yang mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif dengan mengakomodir
isue-isue yang relevan yang sesuai dengan Visi dan Misi antara lain :
1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar
2. Meliharaan sarana dan prasarana
3. Penyusunan kebutuhan sarana dan prasarana
4. Terlaksananya penilaian kinerja puskesmas
5. Terlaksananya kemandirian puskesmas
6. Terlaksananya pendidikan dan pelatihan pegawai sesuai kompetensi
7. Terlaksananya kerjasama dengan lintas sektor
8. Meyelenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat
9. menyeleggarakan pelayanan kesehatan penunjang dan rujukan
10. Memberdayakan masyakarat dalam rangka meningkatkan Kemandirian masyarakat
dibidang kesehatan.
BAB IV
PENUTUP
Dari hasil penilaian masing-masing kegiatan Upaya telah dianalisa. Terdapat hasil yang belum
optimal dikarenakan ada kegiatan yang baru akan dilaksanakan pada semester ke dua. Berikut
diuraikan hasil analisanya per Kegiatan Upaya :
1. Manajemen
Untuk manajemen ada yang belum tercapai yaitu pelaksanaan mini lokakarya lintas sektoral
dan pembuatan perencanaan tiap bulan. Hal ini dikarenakan agenda mini lokakarya insek
yang selanjutnya masuk ke semester berikutnya, sedangkan untuk perencanaan kerja tiap
karyawan ada yang belum patuh untuk membuat rencana kerja tiap bulan.
2. UKM
Untuk UKM ada yang belum tercapai target dikarenakan ada kegiatan yang belum
dilaksanakan.
a. Promkes
Untuk kegiatan PHBS yang belum dilaksanakan yaitu kegiatan PHBS di Institusi dan
akan dilaksanakan pada semester ke 2. Sedangkan Napza kegiatannya yaitu penyuluhan
Napza di sekolah dan Desa. Dan akan dilaksanakan di semester ke 2.
b. Kesehatan Lingkungan
Untuk kesehatan lingkungan masih belum sesuai target, dikarenakan ada kegiatan yang
tidak dilakukan, diantaranya pembinaan kelompok masyarakat pemakai air, Inspeksi
sarana pembuangan limbah,pembinaan tempat pengelolaan pestisida. Kegiatan tersebut
akan dikoordinasikan kembali untuk dilaksanakan. Sedangkan untuk pembinaan
pengelola Tempat Makan dan pengendalian vektor baru akan dilaksanakan pada
semester ke 2.

c. KIA
Untuk kegiatan KIA masih belum tercapai dikarenakan, kegiatan dan pelayanan KIA
dilaksnakan pada semester ke dua.

d. Gizi
Untuk kegiatan gizi sudah cukup baik, dan akan ditingkatkan untuk pencapaian target di
semester ke dua.
e. P2 P
Untuk P2 P yang belum tercapai disamping kegiatan masuk di semester ke dua
dikarenakan ada kasus yang tidak endemis di wilayah kerja UPTD Puskesmas Jiken.

3. Upaya Pengobatan
Upaya pengobatan sudah maksimal, karena sudah melampaui target puskesmas.

4. Upaya Kesehatan Pengembangan


Ada beberapa kegiatan yang belum optimal dalam pencapaian target, diantaranya kegiatan:
a. Batra
Kegiatan bara baru akan dilaksanakan pada semester ke dua
b. Olahraga
Untuk kegiatan olahraga dikarenakan kegiatan yang dilaksanakan hanya satu kegiatan
c. Perkesmas
Untuk perkesmas dikarenakan kegiatan yang dilaksanakan hanya asuhan perawatan
keluarga.
Demikian penilaian kinerja uptd puskesmas jiken semester pertama tahun 2016. untuk
mendapatkan perhatian dan mohon ditindak lanjuti oleh dinas kesehatan kabupaten blora dan
diberikan masukan sebagai perbaikan kedepan.