Anda di halaman 1dari 3

PENDAHULUAN

Kasus kecelakaan lalu lintas merupakan keadaan serius yang menjadi masalah
kesehatan di negara maju maupun berkembang. Di negara berkembang seperti Indonesia,
perkembangan ekonomi dan industri memberikan dampak kecelakaan lalu lintas yang
cenderung semakin meningkat. Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah kesehatan yang
pontensial di Indonesia seiring makin giatnya pembangunan akhir-akhir ini. Menurut Badan
Kesehatan Dunia (WHO) dalam dua tahun terakhir ini, kecelakaan lalu lintas di Indonesia
dinilai menjadi pembunuh terbesar ketiga, di bawah penyakit jantung koroner dan
tuberculosis/TBC. menurut data dari Mabes Polri data terakhir tercatat pada tahun 2013
sebanyak 26.416 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Menurut hasil studi
berdasarkan kategori usia yang terbanyak dijumpai adalah usia 21-30 tahun (36,4%).
Berdasarkan kategori jenis kelamin yang terbanyak dijumpai adalah laki-laki (78,3%).
Berdasarkan kategori jenis kenderaan yang terbanyak dijumpai adalah pengendara sepeda
motor (89,1%). Berdasarkan kategori jenis luka yang terbanyak dijumpai adalah luka robek
(40,0%).

Pola cedera akibat kecelakaan lalu lintas memiliki perbedaan dengan pola cedera
akibat kekerasan lain. Informasi mengenai pola cedera ini dapat dimanfaatkan sebagai salah
satu acuan dalam tata laksana medis kasus kecelakaan lalu lintas, dan pada beberapa studi
menyimpulkan kasus kematian akibat kecelakaan lalu lintas umumnya akibat cedera kepala.
Cedera lain yang bisa ditemukan seperti cedera kepala, leher, dada, panggul dan ekstremitas.
Tanpa autopsi forensik terjadinya cedera pada organ dalam akan sulit ditentukan mengingat
biasanya pada pemeriksaan visum hanya dilakukan pemeriksaan luar yang dianggap sudah
sesuai dengan sebab kematiannya. Tingginya korban kecelakaan tersebut disadari telah
mendorong tingginya biaya pemakai jalan, dan secara ekonomi menyebabkan terjadinya
pemborosan sumber daya. Berbagai upaya penanganan juga telah dilakukan untuk
mengurangi jumlah dan kelas kecelakaan lalu lintas jalan.
Definisi:

Menurut UU NO.22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, Pasal 1 No.24
disebutkan bahwa kecelakaan lalu lintas adalah suatu peristiwa di jalan yang tidak diduga dan
tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pengguna jalan yang lain yang
mengakibatkan korban manusia dan atau kerugian harta benda.

Berdasarkan UU NO.22 Tahun 2009 Pasal 229 No.1-5 membagi kecelakaan lalu lintas
sendiri menjadi 3, yaitu:5

1. Kecelakaan lalu lintas ringan, yaitu kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan


kendaraan dan/atau barang.

2. Kecelakaan lalu lintas sedang, yaitu kecelakaan yang mengakibatkan luka ringan dan
kerusakan kendaraan dan/atau barang.

3. Kecelakaan lalu lintas berat, yaitu merupakan kecelakaan yang mengakibatkan korban
meninggal dunia atau luka berat

Dapus:

2. MKS, Th. 47, No. 2, April 2015


Angka Kejadian Korban Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan Hasil
Pemeriksaan Luar Visum Et Repertum di RSUP Dr. Mohammad
Hoesin Palembang Tahun 2011-2013
Sharanjit Kaur Autar Singh, Indra Syakti Nasution, Lusia Hayati

2. CEDERA AKIBAT KECELAKAAN LALU LINTAS


DI KOTA MANADO

Erwin Kristanto, Johannis F. Mallo, Aria Yudhistira


Jurnal Biomedik, Volume 1, Nomor 3, November 2009, hlm. 180-184

3. Markas Besar
Kepolisian Negara Republik Indonesia
Korps Lalu Lintas
(Polantas Dalam Angka Tahun 2013)
4. Anonim. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas
dan Angkutan Jalan. Available from :
www.hukumonline.com/pusatdata/download/lt4a604fffd43d3/parent/lt4a604fcfd406d
5. Knight B. Transportation injuries. Forensic Pathology Second Edition. New York : Oxford
University Press, 1996. Pages : 275-293