Anda di halaman 1dari 9

Radang Usus Buntu (Apendisitis Akut) about:reader?url=https://lontaradhygita.wordpress.com/2016/01/17/ra...

lontaradhygita.wordpress.com

Radang Usus Buntu (Apendisitis Akut)

by lontaradhygita
14-17 minutes

Apendisitis akut adalah suatu radang pada mukosa apendiks


vermiformis yang muncul secara mendadak dan merupakan salah
satu kasus akut abdomen yang sering ditemui. Apendisitis akut
dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain hiperplasia
jaringan limfe, sumbatan fecalith, tumor apendiks dan cacing
ascaris yang dapat menimbulkan sumbatan. Apendisitis akut
merupakan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan
pembedahan segera. Pada kasus yang ringan, apendisitis dapat
sembuh tanpa tindakan pembedahan, namun banyak kasus yang
memerlukan tindakan operasi laparotomi untuk mengangkat umbai
cacing yang terinfeksi. Bila tidak ditangani segera, angka kematian
akibat komplikasi apendisitis cukup tinggi dikarenakan terjadinya
peritonitis dan syok ketika umbai cacing yang terinfeksi hancur.

DEFINISI

Apendisitis adalah suatu keadaan dimana apendiks vermiformis


mengalami peradangan, bisa disebabkan oleh infeksi bakteri.
Apendisitis akut merupakan penyebab tersering inflamasi akut
pada kuadran kanan bawah rongga abdomen dan penyebab paling

1 of 9 12/04/2019, 15:48
Radang Usus Buntu (Apendisitis Akut) about:reader?url=https://lontaradhygita.wordpress.com/2016/01/17/ra...

umum untuk tindakan bedah abdomen darurat.

EPIDEMIOLOGI

Kasus apendisitis akut banyak ditemui pada pria dibandingkan


wanita, dengan perbandingan 1,2-1,3 : 1, dan umum terjadi pada
rentang usia 20-40 tahun (dimana rata-rata kejadian apendisitis
akut terjadi pada usia 31,3 tahun). Kasus apendisitis jarang
ditemukan pada anak dengan usia dibawah 5 tahun. Setelah usia
30 tahun, insiden apendisitis akan menurun. Namun apendisitis
dapat terjadi pada setiap umur individu. Pada remaja dan dewasa
muda, rasio perbandingan antara pria dan wanita adalah 3 : 2.
Setelah usia 25 tahun, rasionya menurun sampai dengan usia
pertengahan 30 tahun (pria seimbang dengan wanita).

ETIOLOGI

Pada umumnya apendisitis akut disebabkan oleh karena infeksi


bakteri. Namun, bakteri yang menjadi penyebab terjadinya
apendisitis tidak hanya satu, melainkan gabungan antara bakteri
yang bersifat aerob dan anaerob. Infeksi ini dapat terjadi diduga
karena adanya berbagai faktor pencetus antara lain obstruksi dari
lumen apendiks oleh fecalith, hiperplasia jaringan limfe, tumor
apendiks, dan cacing askaris.

Selain infeksi bakter, penelitian epidemiologi menunjukkan peran


kebiasaan mengkonsumsi makanan rendah serat dan konstipasi
mempengaruhi terhadap timbulnya apendisitis. Konstipasi akan
menaikkan tekanan intrasekal, sehingga dapat menimbulkan
sumbatan fungsional apendiks dan meningkatkan pertumbuhan
kuman flora normal pada colon. Hal-hal tersebut akan
mempermudah terjadinya apendisitis akut.

PATOGENESIS

Apendisitis kemungkinan dimulai oleh obstruksi dari lumen yang


disebabkan oleh feses yang terlibat atau fekalit.Penjelasan ini
sesuai dengan pengamatan epidemiologi bahwa apendisitis
berhubungan dengan asupan serat dalam makanan yang rendah.

Pada stadium awal apendisitis, terjadi inflamasi mukosa. Inflamasi


ini kemudian berlanjut ke submukosa dan melibatkan lapisan
muskular dan serosa (peritoneal). Cairan eksudat fibrinopurulenta
terbentuk pada permukaan serosa dan berlanjut ke beberapa
permukaan peritoneal yang berdekatan, seperti usus atau dinding
abdomen, menyebabkan peritonitis local.

Dalam stadium ini mukosa glandular yang nekrosis terkelupas ke


dalam lumen, yang menjadi distensi dengan pus. Akhirnya, arteri
yang menyuplai apendiks menjadi bertrombosit dan apendiks

2 of 9 12/04/2019, 15:48
Radang Usus Buntu (Apendisitis Akut) about:reader?url=https://lontaradhygita.wordpress.com/2016/01/17/ra...

kurang suplai darah sehingga nekrosis atau gangren. Perforasi


akan segera terjadi dan menyebar ke rongga peritoneal. Jika
perforasi yang terjadi dibungkus oleh omentum, abses lokal akan
terjadi

MANIFESTASI KLINIS

Apendisitis akut sering tampil dengan gejala khas yang didasari


oleh radang mendadak umbai cacing yang memberikan tanda
setempat, disertai maupun tidak disertai rangsang peritoneum
lokal. Gejala klasik apendisitis ialah nyeri samar-samar dan tumpul
yang merupakan nyeri viseral di daerah epigastrium di sekitar
umbilikus.Keluhan ini sering disertai mual dan kadang ada
muntah.Umumnya nafsu makan menurun. Dalam beberapa jam
nyeri akan berpindah ke kanan bawah ke titik Mc. Burney. Disini
nyeri dirasakan lebih tajam dan lebih jelas letaknya sehingga
merupakan nyeri somatik setempat. Kadang tidak ada nyeri
epigastrium, tetapi terdapat konstipasi sehingga penderita merasa
memerlukan obat pencahar. Tindakan itu dianggap berbahaya
karena bisa mempermudah terjadinya perforasi.

Bila letak apendiks retrosekal retroperitoneal, karena letaknya


terlindung oleh sekum, tanda nyeri perut kanan bawah tidak begitu
jelas dan tidak tanda rangsangan peritoneal.Rasa nyeri lebih ke
arah perut sisi kanan atau nyeri timbul pada saat berjalan karena
kontraksi muskulus psoas mayor yang menegang dari
dorsal.Apendiks yang terletak di rongga pelvis, bila meradang,
dapat menimbulkan gejala dan tanda rangsangan sigmoid atau
rektum sehingga peristaltis meningkat, pengosongan rektum akan
menjadi lebih cepat dan berulang-ulang. Jika apendiks tadi
menempel ke kandung kemih, dapat terjadi peningkatan frekuensi
kencing karena rangsangan dindingnya.

Gejala apendisitis terkadang tidak khas dan tidak jelas, sehingga


sulit dilakukan diagnosis, dan akibatnya apendisitis tidak ditangani
tepat pada waktunya, sehingga biasanya baru diketahui setelah
terjadi perforasi. Berikut beberapa keadaan dimana gejala
apendisitis tidak kas dan tidak jelas :

Anak-anak

Gejala awalnya sering hanya menangis dan tidak mau makan.


Seringkali anak tidak bisa menjelaskan rasa nyerinya, dan
beberapa jam kemudian akan terjadi muntah – muntah, anak
menjadi lemah dan letargik. Karena ketidakjelasan gejala ini, sering
apendisitis diketahui setelah perforasi. Begitupun pada bayi,
80-90% apendisitis baru diketahui setelah terjadinya perforasi.

Orang tua berusia lanjut

3 of 9 12/04/2019, 15:48
Radang Usus Buntu (Apendisitis Akut) about:reader?url=https://lontaradhygita.wordpress.com/2016/01/17/ra...

Gejala seringkali samar – samar saja dan tidak khas, sehingga


lebih dari separuh penderita baru dapat didiagnosis setelah
terjadinya perforasi.

Wanita hamil

Gejala apendisitis sering dikacaukan dengan adanya gangguan


yang gejalanya serupa dengan apendisitis, yaitu mulai dari alat
genital, radang panggul, atau penyakit kandungan lainnya. Pada
wanita hamil dengan usia hehamilan trimester I, gejala apendisitis
berupa nyeri perut, mual dan muntah, dikacaukan dengan gejala
serupa yang biasa timbul pada kehamilan usia ini. Sedangkan pada
kehamilan lanjut, sekum dan apendiks terdorong ke kraniolateral,
sehingga keluhan tidak dirasakan di perut kanan bawah, tetapi
lebih ke regio lumbal kanan.

DIAGNOSIS

Anamnesis

Yang menjadi keluhan utama pada kasus apendisitis akut adalah


nyeri abdomen yang bersifat akut. Pada umumnya, nyeri abdomen
dirasakan secara difus pada daerah epigastrium bawah (atau
umbilikalis), dan biasanya bertahan antara 1-12 jam. Setelah itu,
nyeri akan berpindah ke regio kanan bawah abdomen. Pola nyeri
yang berpindah seperti ini tidak pasti dirasakan oleh setiap pasien.
Pada beberapa kasus, nyeri pertama kali muncul pada regio kanan
bawah dan menetap.

Pemeriksaan Fisik

Diagnosis Apendisitis dapat dibantu dengan penggunaan Alvarado


scoring. Nilai 9-10 memberikan arti pasien pasti menderita
apendisitis dan membutuhkan tindakan bedah. Nilai 7-8 berarti
pasien menderita apendisitis. Nilai 5-6 berarti pasien mungkin
menderita apendisitis. Nilai 1-4 berarti pasien kemungkinan besar
bukan menderita apendisitis akut. Namun Alvarado’s score tidak
dapat digunakan pada keadaan pasien hamil.

4 of 9 12/04/2019, 15:48
Radang Usus Buntu (Apendisitis Akut) about:reader?url=https://lontaradhygita.wordpress.com/2016/01/17/ra...

Gambar 3. Skor Alvarado

Pasien dengan apendisitis akut biasanya terlihat sakit terbaring di


tempat tidur. Demam dengan suhu tidak terlalu tinggi dapat
ditemukan (38oC). Pemeriksaan pada abdomen biasanya
difokuskan pada bising usus dan nyeri tekan lepas. Lokasi nyeri
tekan lepas terdapat pada titik Mc.Burney (sepertiga dari SIAS
hingga umbilikus). Terdapat juga respon pemeriksaan pada pasien
apendisitis, antara lain adalah guarding dan rebound tenderness.
Selain itu, pemeriksan lain dengan beberapa gerakan juga dapat
dilakukan antara lain nyeri pada saat batuk (Dunphy’s sign), nyeri
pada rotasi dari paha (Obturator’s sign), nyeri pada saat ekstensi
dari paha (Iliopsoas sign), serta nyeri pada kanan bawah saat
penekanan pada bagian kiri bawah/kontra Mc.Burney (Rovsing’s
sign). Pemeriksaan tadi merupakan pemeriksaan yang menjadi
indikator apendisitis, namun tidak semua pasien memiliki indikator-
indikator tersebut.

Bila apendiks mengalami perforasi, maka nyeri abdomen akan


menjadi makin lebi sering dan dapat menyebar. Selain itu, spasme
dari otot abdomen juga meningkat. Denyut jantung meningkat, dan
terdapat peningkatan dari suhu tubuh diatas 39oC. Kondisi pasien
akan bertambah parah dan memerlukan resusitasi cairan dan
antibiotik sebelum induksi anastesi. Nyeri akan terus bertambah
setelah ruptur dari apendiks.

Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium

Pemeriksaan laboratorium leukosit akan ditemukan adanya


peningkatan neutrofil dengan jumlah lebih dari 75%. Nilai leukosit
yang normal dapat ditemukan pada 10% pasien. Jumlah leukosit
yang sangat tinggi (>20.000/ml) mengarahkan kecurigaan
apendisitis dengan komplikasi baik gangrene maupun perforasi.
Pemeriksaan urinalisis dapat menyingkirkan kemungkinan pda
nefrolitiasis.

Radiografi

Pemeriksaan USG memiliki sensitivitas 85% dan spesifisitas 90%


untuk mendiagnosis apendisitis akut. Pada pemeriksaan USG,
terlihat penebalan dinding dan terdapat pembesaran lebih dari 7
mm pada apendiks. Pada keadaan yang lebih berat dapat
ditemukan cairan peripendiks. Penggunaan USG dianggap tidak

5 of 9 12/04/2019, 15:48
Radang Usus Buntu (Apendisitis Akut) about:reader?url=https://lontaradhygita.wordpress.com/2016/01/17/ra...

invasif dan tidak memberikan efek radiasi sehingga cocok untuk ibu
hamil dan anak-anak. USG pelvis juga sebaiknya dilakukan untuk
mengetahui ada atau tidaknya kelainan pada patologi pelvis
seperti, abses ovarium atau torsi ovarium.

Gambar 4. Gambaran USG Pada Apendisitis Akut

CT Scan juga dapat digunakan pada pasien dengan apendisitis.


Sensitivitas CT-scan adalah 90% dan spesifisitas 80% – 90%.
Umumnya, penemuan pada CT Scan tergantung dari derajat
keparahan. Distensi lumen lebih yang dari 7mm dan penebalan
dinding akan memberikan gambaran halo atau target sign. CT
Scan juga dapat mengidentifikasi apendikolith pada 50% pasien
dengan apendisitis dan persentasi kecil pada pasien non
apendisitis akut.

Diagnosa laparoskopi

Pada umumnya pasien apendisitis dapat didiagnosa secara akurat


berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan
laboratorium, dan bila perlu dengan bantuan radiografi. Hanya
pada beberapa pasien saja laparoskopi diagnostik dibutuhkan
untuk memeriksa bagian abdomen dan mengevaluasi rongga
abdomen sehingga dapat menemukan penyebab lain jika terdapat
keluhan nyeri abdomen.

DIAGNOSIS BANDING

Pada anak usia prasekolah, diagnosa banding untuk apendisitis


akut adalah intususepsi, divertikulitis meckel, dan gasteroenteritis
akut. Intususepsi dapat dikenali dengan gejala nyeri kolik abdomen,

6 of 9 12/04/2019, 15:48
Radang Usus Buntu (Apendisitis Akut) about:reader?url=https://lontaradhygita.wordpress.com/2016/01/17/ra...

disertai periode bebas nyeri. Divertikulitis meckel sangat jarang


terjadi, namun gambaran klinisnya timbul pada regio periumbilical.
Kasus gasteroenteritis sulit dibedakan dengan apendisitis akut.
Yang dapat membedakan keduanya adalah adanya perubahan
nyeri perut yang bertambah setelah 12-24 jam.

Pada anak usia sekolah, gasteroenteritis muncul dengan nyeri


abdomen dan diare tanpa disertai demam maupun leukositosis,
namun “mimik apendisitis” pada populasi ini dapat disebabkan
karena limfadenitis mesenterika yang disebabkan karena infeksi
enteral. Pemeriksaan USG sangat membantu dalam menegakkan
diagnosa. Pembesaran nodus limfatikus pada area ileum namun
dengan gambaran apendiks yang normal sering ditemukan.

Pada usia dewasa, dapat dicurigai kemungkinan pyelonefritis,


colitis, dan divertikulitis. Nyeri dan kekakuan pada pyelonefritis
ditemukan pada daerah panggul dan disertai demam tinggi dan
peningkatan leukosit. Colitis sering disertai diare, dan lokasi nyeri
pada garis kolon. Pada apendisitis, jarang ditemukan diare, namun
terdapat pola serangan yang berulang. Pada divertikulitis sebelah
kanan biasanya memburuk dari hari ke hari dan mengenai area
yang lebih luas dibandingkan apendisitis. CT scan sangat berguna
untuk mengidentifikasi divertikulum dan mengetahui adanya
penebalan dinding.

Diagnosa banding untuk apendisitis pada wanita di regio pelvis


antara lain pelvic inflmmatory disease (PID), abses tuba ovarium,
ruptur kista ovarium, torsi ovarium, dan hamil ektopik. Hal ini dapat
dibedakan dengan tidak ditemukannya simptom gastrointestinal.
USG pelvis sangat berguna untuk menyingkirkan diagnosa banding
tersebut.

PENATALAKSANAAN

Sebagian besar pasien apendisitis akut ditangani dengan


pembedahan. Pemberian antibiotik pada pasien nonperforasi dapat
mengurangi resiko infeksi pada luka. Antibiotik oral post-operasi
tidak mengurangi komplikasi infeksi pada pasien, pada kasus
perforasi antibiotik intravena tetap diberikan hingga tidak demam.

Tindakan Apendiktomi laparotomi dapat dilakukan dengan


menggunakan insisi transversal pada kuadran kanan bawah (Davis
– Rockey) atau insisi oblik (McArthur – McBurney). Pada kasus-
kasus dengan phlegmon yang teridentifikasi, tindakan
menggunakan insisi subumbilikal. Pada kasus nonkomplikasi dapat
digunakan insisi McBurney. Setelah peritoneum dibuka, dilakukan
identifikasi apendiks yang mengalami inflamasi. Diperlukan
konstentrasi yang penuh dalam memegang apendiks supaya
mencegah ruptur. Pada kasus yang sulit insisi dapat diperlebar

7 of 9 12/04/2019, 15:48
Radang Usus Buntu (Apendisitis Akut) about:reader?url=https://lontaradhygita.wordpress.com/2016/01/17/ra...

untuk memperoleh pandangan yang luas pada kolon. Bagian


mesoapendik diklem dan diikat. Pada bagian dasar apendiks
diklem dan dipisahkan. Kemudian dilakukan penjahitan model Z
pada dinding caecum. Laparoskopi apendiktomi memberikan
penyembuhan luka yang lebih cepat.

Gambar 6. Algoritme Penatalaksanaan Apendisitis Akut

PROGNOSIS

Pada pasien yang telah dilakukan apendektomi, angka


kematiannya kurang dari 1%. Angka kesakitan pada apendisitis
yang mengalami perforasi lebih tinggi dibandingkan apendisitis
yang tidak mengalami perforasi. Biasanya kasus apendisitis
perforasi akan dikaitan dengan peningkatan risiko terjadinya infeksi
luka, terbentuknya abses intra-abdominal, lamanya perawatan
selama di rumah sakit, dan aktivitas yang tertunda.

Infeksi pada lokasi operasi dan infeksi pada rongga abdomen atau
abses merupakan komplikasi yang umum terjadi setelah tindakan
laparotomi. Rata-rata sebanyak 5% pasien apendisitis tanpa
komplikasi mengalami infeksi luka setelah mengalami

8 of 9 12/04/2019, 15:48
Radang Usus Buntu (Apendisitis Akut) about:reader?url=https://lontaradhygita.wordpress.com/2016/01/17/ra...

apendektomi. Prognosis umumnya baik pada pasien apendisitis


akut tanpa komplikasi. Angka kematian kasus apendisitis akut
sangat kecil kecuali jika terdapat komplikasi. Angka keberhasilan
operasi apendiktomi cukup tinggi.

9 of 9 12/04/2019, 15:48