Anda di halaman 1dari 4

Kapal di Dermaga

Pendidikan Islam bukan sekedar “transfer of knowledge” ataupun “transfer


oftraining“, tetapi lebih merupakan suatu sistem yang ditata di atas pondasi keimanan
dan kesalehan, suatu sistem yang terkait secara langsung dengan Tuhan. Pendidikan Islam
suatu kegiatan yang mengarahkan dengan sengaja perkembangan seseorang sesuai
atau sejalan dengan nilai-nilai Islam.
Setelah nabi wafat, sebagai pemimpin umat islam abu bakar as-sidiq sebagai
khalifah. Khalifah adalah pemimpin yang diangkat setelah nabi wafat untuk
menggantikan nabi dan melanjutkan tugas-tugas sebagi pemimpin agama dan
pemerintahan. Pelaksanaan pendidikan islam pada masa khalifah abu bakar ini adalah
sama dengan pendidikan islam yang dilaksanakan pada masa Nabi baik materi maupun
lembaga pendidikannya.
Dari segi materi pendidikan islam terdiri dari pendidikan tauhid atau keimanan,
akhlaq, ibadah, kesehatan dan lain sebagainya.
1) Pendidikan keimanan, yaitu menanamkan bahwa satu-satunya yang wajib
disembah adalah Allah.
2) Pendidikan akhlaq, seperti adab masuk rumah orang,sopan santun
bertetangga,bergaul dalam masyarakat.
3) Pendidikan ibadah seperti pelaksanaan shalat puasa dan haji
4) Kesehatan seperti tenteng kebersihan, gerak-gerik dalam sholat merupakan
didikan untuk memperkuat jasmani dan rohani.
Di samping itu, Abu Bakar dikenal mahir dalam ilmu nasab (pengetahuan
mengenai silsilah keturunan). la menguasai dengan baik berbagai nasab kabilah dan
suku-suku arab, bahkan ia juga dapat mengetahui ketinggian dan kerendahan masing-
masing dalam bangsa arab
.
ُ ‫س‬
‫ط ُرونَِ َو َما َوا ْلقَلَمِ ۚ ن‬ ْ َ‫ي‬
“Nun, demi kalam dan apa
yang mereka tulis,” Nutrisi Hati Menuju Cahaya Illahi
Q.S. Al-Qalam ayat 1

Edisi #4
Sabtu, 02 Mar 2019
PENDIDIKAN DI BUMI PERTIWI
Konten

PENDIDIKAN DI BUMI
mentransferkan berbagai aspek kehidupan, baik
PERTIWI
rohani maupun jasmani berupa pengetahuan.
_______________________ Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah
proses menuntun segala kekuatan kodrat yang ada
OPINI pada anak-anak peserta didik, agar mereka
ANAK BAIK VS ANAK sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat
PINTAR dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan
_______________________ setinggi-tingginya. Islam sangat menjunjung tinggi
penidikan, karena pendidikan adalah kunci
kemajuan.
KAPAL DI DERMAGA
Allah SWT adalah sebagai Rabb artinya pendidik
umat manusia, Allah senantiasa mengajarkan apa
yang tidak manusia ketahui. Hal tersebut dibuktikan
Penanggung Jawab dalam Al-quran: QS: Al-alaq ayat 1-5
Harun, Lc. “Bacalah dengan (menyebut) nama tuhanmu yang
Pimpinan Redaksi menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari
Zahra Alifa segumpal darah, Bacalah, dan tuhanmu lah yang
Redaktur Pelaksana
paling pemurah, yang mengajar (manusia) dengan
Dida, Intan
Editor
perantara kalam. Dia mengajar kepada manusia apa
Sabil, Yanti yang tidak diketahui”
Layouter Ayat di atas menggambarkan bahwa Allah
Tasdik, Ahmad adalah sang pendidik umat manusia dengan
Kontributor perantara Al-Quran, itu artinya bahwa pendidikan
Hana, Lina, Ayun, Dewi itu sangat penting. Sejatinya Al-quran dijadikan
Bendahara dasar pendidikan baik bagi pendidik, peserta didik
Elis serta pendidikan itu sendiri. esensi dari pendidikan
adalah memanusiakan manusia, karena sejatinya
Pendidikan adalah tujuan dari adanya pendidikan adalah untuk
Email : qais.lc@gmail.com
proses bimbingan secara mencetak pribadi yang berilmu, beriman, bertakwa,
sadar dari orang dewasa berbudi pekerti (berakhlak), cerdas dan
terhadap perkembangan bertanggung jawab.
jasmani dan rohani anak
Layanan
didik, NUTRICALL
dengan :
cara
08 232 11 766 09
OPINI
ANAK BAIK VS ANAK PINTAR
Dalam 12 bulan terakhir, dunia mencari tahu diajarkan dari keluarga.
Pendidikan Indonesia kembali Ketika di Indonesia anak usia 7 tahun
tercoreng dengan rentetan kasus dituntut harus bisa membaca,
pemukulan guru pada siswa serta menulis, dan menghitung – lain halnya
sikap tidak hormat seorang siswa dengan di Finlandia maupun
pada gurunya. 10 bulan lalu, guru SMP Belanda. Mereka diajarkan
di Seruyan memukul siswa hingga bagaimana bisa disiplin, antre, saling
terluka karena diduga siswa mencuri berbagi dengan teman,
mentimun. Di waktu hampir menghormati guru, dan bagaimana
bersamaan, seorang guru di terus semangat dalam segala
Purwokerto menampar 9 siswa di kegiatan.
depan kelas karena 9 siswa ketauan “Adab sebelum Ilmu”
tidak mengikuti kelas malah makan di begitulah pesan dari Imam Malik.
kantin. 9 bulan lalu juga publik Ingatkah Anda terhadap petuah
dikagetkan dengan penganiayaan orangtua kita dulu, “Hormati gurumu,
guru terhadap siswa di Konewq niscaya keberkahan ilmu akan
karena tersinggung saat murid didapat.” Maka, konsentrasi utama
memindahkan kursi yang pada Pendidikan bukanlah
menimbulkan suara keras. Dan yang pengetahuan. Tapi nilai-nilai sikap
terbaru adalah kasus siswa yang yang Islami. Bukankah mengajarkan
menantang seorang guru karena anak mengenal warna itu mudah?
ditegur untuk tidak merokok. Namun akan sangat sulit
Finlandia merupakan negara mengajarkan bagaimana anak mau
dengan data kualitas Pendidikan berbagi mainan. Artinya kita harus
terbaik. Indonesia masih tertinggal mempelajari dulu adab, baru
jauh dari kualitas system, kurikulum, mempelajari ilmu.
dan metode yang digunakan. Di Potret-potret di atas
Indonesia, seringkali anak yang masih menunjukkan bagaimana kaderisasi
kecil, belum cukup matang psikisnya dan pola Pendidikan di Indonesia
dipaksakan mengikuti kegiatan belum berhasil membentuk karakter
belajar yang sangat “formal” dan siswa maupun guru. Jika kita
tidak cukup menunjang potensi siswa. menelaah bagaimana pola
Di Finlandia dan beberapa negara Pendidikan dalam Islam,
eropa, anak-anak di bawah 7 tahun sebagaimana dicontohkan oleh
menghabiskan belajar jauh lebih Rasulullah saw., tentunya kita akan
banyak dengan orang tua. melihat perbedaan kontras antara
Kedekatan emosional, motivasi untuk
Pendidikan di Indonesia dengan mempelajari suatu ilmu.” Sehingga,
Pendidikan Islam. memberikan contoh akhlak Islami
Tarbiyyah Islam (pembinaan) seorang Murobbi kepada Mutarobbi
adalah usaha mendidik, sangatlah penting. Sebab seorang
membimbing, mengarahkan, dan pendidik bukan sekedar
mengajak mutarobbi (siswa didik) mentransferkan ilmu pengetahuan,
agar memahami dan menyadari namun juga menunjukkan perilaku
status, tugas, fungsi dan tanggung baik sebagai cerminan bagi siswa
jawab seorang mu’min. Dengan didik dengan tujuan terbentuk
langkah-langkah proses penanaman pelajar-pelajar yang berakhlak dan
nilai berupa prinsip-prinsip dan hukum berilmu. Dalam upaya membentuk
dalam Dinul Islam. sikap mental dan perubahan tingkah
Sebagaimana para sohabat laku mutarobbi, usaha -usaha
yang mendidik anaknya dengan tarbiyyah/pembinaan tidak terlepas
menanamkan nilai ketauhidan, dari studi psikologi yang notabene
keteladanan, dan ketaatan. mempelajari tingkah laku manusia
Sehingga buah dari ketauhidan sebagai cerminan dari hidup
adalah perilaku yang baik. Akan kejiwaannya.
tetapi fenomena pendidikan saat ini Jika transfer nilai-nilai Islam
masih belum bisa menunjukan hasil sesuai dengan hukum dan syariat
yang diharapkan. Gejala Dinul Islam, perlu ditanyakan apa
kemerosotan nilai-nilai akhlak dan yang menyebabkan lisan Murobbi
moral sudah mulai meresahkan. Krisis tidak lagi tajam, dan mengapa hati
moral yang seringkali dihadapi mutarobbi begitu keruh hingga sulit
menyangkut permasalahan menerima cahaya ilmu.
penyelewengan, tawuran, bahkan
penindasan baik antar sesama
pelajar ataupun pelajar terhadap
seorang pengajar.
Seorang Murobbi
(pendidik/pembina) perlu memiliki
ilmu mengenai objek, dalam hal ini
mutarobbi. Perlunya seorang murobbi
mengetahui psikologi yang
diterapkan dalam proses mendidik
ataupun mengajar. Pada dasarnya
mempelajari adab atau beradab
harus didahulukan daripada ilmu.
Imam Malik rahimahullah pernah
berkata pada seorang pemuda
Quraisy, “Pelajarilah adab sebelum