Anda di halaman 1dari 4

Macam-Macam Gaya Belajar

Para ahli mengelompokkan tipe pembelajar kedalam 3 kelompok utama, yaitu:


a. Pembelajar tipe Auditori (pendengaran) atau auditory learner
Para pembelajar auditori adalah pendengar yang baik, mereka cenderung dapat menyerap
informasi lebih efisien melalui pendengaran sehingga merupakan kelompok yang paling
mengambil manfaat dari teknik mengajar konvensional yaitu teknik ceramah. Bila diminta,
pembelajar tipe ini mudah menjelaskan secara lisan suatu ceramah/pidato yang didengarnya.
Diperkirakan di dunia, populasi orang tipe auditori mencapai 30%.
Ciri-ciri pembelajar tipe auditori antara lain:
1) Suka laporan lisan.
2) Suka berbicara.
3) Bagus dalam menjelaskan sesuatu secara lisan atau mempresentasikan secara lisan.
4) Mudah mengingat nama orang.
5) Bagus dalam tata bahasa dan bahasa asing.
6) Membaca perlahan-lahan.
7) Mudah menirukan ucapan orang dengan baik.
8) Tidak bisa diam untuk waktu yang lama.
9) Suka bertindak dan berada di panggung.
10) Sering menjadi yang terbaik dalam kelompok belajar.
11) Suka membaca keras untuk diri sendiri.
12) Tidak takut berbicara di dalam kelas.
Kelemahan pembelajar auditori antara lain:
1) Kurang baik dalam membaca
2) Kurang dapat mengingat apa yang dibacanya bila tidak disuarakan.
3) Kurang baik dalam menulis karangan.
b. Pembelajar tipe Visual (penglihatan) atau visual learner
Para pembelajar tipe visual cenderung lebih berhasil dalam pembelajaran yang menggunakan
sesuatu yang dapat dilihat. Artinya, informasi lebih mudah ditangkap bila ada bukti-bukti yang
dapat dilihat, misalnya gambar, foto, peta, diagram, grafik. Di seluruh dunia, populasi orang
dengan tipe ini diperkirakan mencapai 65%.
Ciri-ciri pembelajar visual antara lain:
1) Sering duduk di kursi deretan depan ketika mengikuti pelajaran
2) Bagus dalam mengeja (spelling).
3) Perlu berpikir sebentar (tidak langsung bereaksi) dalam memahami apa yang baru
didengarnya.
4) Menyukai warna-warna dan mode.
5) Mimpi berwarna.
6) Mudah mengerti dan menyukai grafik-grafik.
7) Mudah mempelajari bahasa isyarat.
8) Suka menggunakan bahasa tubuh.
9) Dapat duduk tenang di tengah situasi yang ribut tanpa merasa terganggu.
10) Berbakat dalam menulis.
11) Mengerjakan dengan baik tugas-tugas tertulis.
Kelemahan pembelajar visual antara lain:
1) Kurang baik dalam menangkap pesan-pesan lisan.
2) Kurang suka berlama-lama mendengarkan orang berbicara.
3) Mudah melupakan nama orang.
4) Lambat mendengarkan dan merespon pembicaraan orang (sebenarnya hal ini bisa juga
merupakan kelebihan tipe ini.
c. Pembelajar Tipe kinestetik/taktil atau kinesthetic/tactile learner
Para pembelajar tipe ini cenderung lebih berhasil dalam pembelajaran bila dia mengalami,
bertindak, mempraktekkan, bergerak, menyentuh dan menggunakan jari-jari (motorik halus)
untuk mengingat dan membangun konsentrasi. Diperkirakan di dunia ada sekitar 5% populasi
orang bertipe kinestetik/taktil.
Ciri-ciri pembelajar tipe kinestetik antara lain:
1) Bagus dalam bidang olahraga.
2) Cenderung frustrasi dan gelisah bila harus duduk mendengarkan kuliah untuk jangka waktu
yang lama, oleh karena itu mereka sering mengambil break (istirahat) saat kuliah sedang
berlangsung.
3) Mengunyah permen ketika mendengarkan kuliah.
4) Kurang bagus dalam mengeja (spelling)
5) Tidak memiliki tulisan tangan yang besar.
6) Menyukai kerja di laboratorium sains.
7) Suka belajar sambil mendengar musik.
8) Suka buku-buku dan film petualangan.
9) Suka bermain peran.
10) Membangun/membuat ‘model’, diorama dan proyek.
11) Menyukai seni bela diri dan seni tari.
12) Koordinasi mata dengan tangan sangat bagus.
13) Menyukai tes/ujian jenis multiple choice dan definisi pendek, tetapi tidak menyukai tes jenis
esai dan tes tertulis yang memakan waktu yang panjang.
C. Cara Guru Membelajarkan Peserta Didik
Guru merupakan orang tua sekaligus pendidik di dalam sekolah. Seorang guru harus memahami
gaya belajar anak. Seorang guru harus mampu menciptakan strategi-strategi belajar sesuai
dengan gaya belajar peserta didiknya.
1. Anak Visual:
a. Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.
b. Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.
c. Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.
d. Gunakan multi-media seperti komputer dan video.
e. Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.
2. Anak Auditori:
a. Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam
keluarga.
b. Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
c. Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
d. Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
e. Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset.
3. Anak Taktil/Kinestetik:
a. Dalam kegiatan belajar, jangan terlalu banyak memberikan materi, sesekali berikan
b. Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca
sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).
c. Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.
d. Ciptakan suasana belajar kooperatif

Kompas.01 Januari 2011. Pentingnya Guru Memahami Perkembangan Dan Cara Belajar Anak