Anda di halaman 1dari 74

LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

OPTIMALISASI PELAYANAN KANTIN (PASMART)

DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB SLAWI

Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan XIII

Disusun Oleh :

Nama : Dedi Mujana


NIP : 199605062017121002
No Urut : 21
Jabatan : Penjaga Tahanan
Unit Kerja : Lapas kelas IIB Slawi
Coach : Wahju Widiarsih,ST,Mpi
Widyaiswara Muda
19670607 1998 03 2 001
Mentor : Pitoyo,Amd.IP,S.Sos

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA


KANTOR WILAYAH JAWA TENGAH
BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PROVINSI JAWA TENGAH
TAHUN 2018
HALAMAN PERSETUJUAN
LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR
APARATUR SIPIL NEGARA (ASN)

Judul : Optimalisasi Pelayanan Kantin (Pasmart) di Lembaga


Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi
Nama : Dedi Mujana
NIP : 19960506 201712 1 002
Gol/ Angkatan : II/ 13
No. Urut : 21
Di setujui untuk di seminarkan pada:
Hari : Senin
Tanggal : 12 November 2018
Tempat : BPSDMD Provinsi Jawa Tengah

Semarang, 12 November 2018


Peserta Pelatihan Dasar CPNS

Dedi Mujana
NIP. 19960506 201712 1 002

Menyetujui,

Coach, Mentor,

Wahju Widiarsih, ST, M.Pi Pitoyo,Amd.IP, S.Sos


Widya Iswara Ahli Muda Kasi Binadik dan Giatja
NIP. 19670667 199803 2 0001 NIP. 19730908 199703 1 001

ii
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR APARATUR
SIPIL NEGARA (ASN)

Judul : Optimalisasi Pelayanan Kantin (Pasmart) di Lembaga


Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi
Nama : Dedi Mujana
NIP : 19960506 201712 1 002
Gol/ Angkatan : II / 13
No. Urut : 21
Telah diseminarkan pada,
Hari : Selasa
Tanggal : 13 November 2018
Tempat : BPSDMD Provinsi Jawa Tengah

Semarang, 13 November 2018


Peserta Pelatihan Dasar CPNS

Dedi Mujana
NIP. 19960506 201712 1 002
Menyetujui,

Coach, Mentor,

Wahju Widiarsih, ST, M.Pi Pitoyo,Amd.IP, S.Sos


Widya Iswara Ahli Muda Kasi Binadik dan Giatja
NIP. 19670667 199803 2 0001 NIP. 19730908 199703 1 001

Narasumber,

Muh. Hartadi. Spd, M.Si.


Widyaiswara Ahli Utama
NIP. 19561112 198503 1 006

iii
PRAKATA

Alhamdulillah berkat rahmat Allah SWT penulisan laporan aktualisasi


dan habituasi ini dapat diselesaikan pada waktunya. Sebagai bagian
penting dari Latihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan 13 Kementrian
Hukum dan HAM yang berkerja sama dengan Balai Pengembangan
Sumber Daya Manusia Daerah Jawa Tengah, kegiatan yang ada dalam
laporan aktualisasi ini diharapkan dapat mencerminkan nilai-nilai dasar
profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) meliputi materi tentang Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA)
yang dapat diterapkan di tempat kerja.

Oleh karena itu penulis ingin berterima kasih Kepada kepala BPSDMD
Jawa Tengah Ibu Riena Retnaningrum, SH. Kepada Mentor yaitu Bapak
Pitoyo, Amd.IP,Sos selaku Kepala Seksi BINADIK & GIATJA di Lembaga
Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi, yang sudah meluangkan waktunya
untuk membimbing penulis laporan ini. Penulis juga mengucapkan banyak
terima kasih kepada Ibu Wahju Widiarsih,ST,M.Pi. selaku coach. Serta
teman-teman Latsar CPNS Golongan II Angkatan 13 yang telah banyak
membantu dalam semangat kebersamaan.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar


pada laporan ini, oleh karena itu penulis berharap kepada semua pihak
untuk memberikan saran dan masukan serta kritik yang membangun
untuk penyempurnaan laporan ini. Penulis juga berharap semoga laporan
ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak dan dapat memberikan
contoh tentang impelmentasi nilai-nilai “ANEKA” dan melakukan prinsip
Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), Pelayanan Publik dan Whole of
Goverment dalam pelaksanaan tugas dan menjalani kehidupan sehari-hari
dilingkungan kerja dan masyarakat.

Semarang, 12 November 2018

Dedi Mujana

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN PERSETUJUAN..................................................................................ii
HALAMAN PENGESAHAN..................................................................................iii
PRAKATA............................................................................................................. iv
DAFTAR ISI.......................................................................................................... v
DAFTAR TABEL...................................................................................................vi
BAB I.................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN...................................................................................................1
A. Latar Belakang............................................................................................1
B. Identifikasi Isu dan Rumusan Masalah........................................................2
C. Rumusan Masalah.......................................................................................8
D. Tujuan.........................................................................................................8
E. Manfaat.......................................................................................................9
BAB II................................................................................................................. 10
TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA...................................................10
A. Profil Organisasi........................................................................................10
B. Tugas Jabatan Peserta Diklat....................................................................12
C. Role Model................................................................................................13
BAB III................................................................................................................ 15
LAPORAN KEGIATAN AKTUALISASI................................................................15
A. Laporan Kegiatan Aktualisasi......................................................................15
B. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala..............................................28
BAB IV................................................................................................................ 29
HASIL KEGIATAN AKTUALISASI DAN HABITUASI...........................................29
BAB V................................................................................................................. 58
PENUTUP.......................................................................................................... 58
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................62
DAFTAR RIWAYAT HIDUP.................................................................................63
KARTU BIMBINGAN AKTUALISASI MENTOR...................................................64

v
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Identifikasi Isu…………………………………………………………3


Tabel 2. Analisis APKL Isu……………………………………………………..5
Tabel 3. Analisa USG………………………………………………………......6
Tabel 4. Laporan Kegiatan Aktualisasi……….……….…………………......17
Tabel 5. Laporan Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi………………………..26
Tabel 6. Kendala dan antisipasi………………………………………………29
Tabel 7. Hasil kegiatan Aktualisasi dan Habituasi……………………..…..30
Tabel 8. Hasil capaian kegiatan………………………………………………58

Tabel 9. Rencana Aksi……...…………………………………………………60

vi
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Undang-undang No.5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
(ASN) mengamanatkan untuk memberikan pelatihan dan pendidikan
terintegritas untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat
dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter bangsa
kebangsaan yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat
profesionalisme serta kompetensi bidang. Undang-undang ASN
bertujuan mencetak PNS yang profesional dan berkarakter luhur
sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik serta perekat dan
pemersatu bangsa.
Kurikulum pelatihan dasar CPNS Golongan II pola baru ini
berdasarkan Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara
(Perkalan) Nomor 24 Tahun 2017 maka pola pembelajaran Diklat
Prajabatan Calon Pegawai Negeri Sipil terdiri atas: 1) agenda sikap
dan perilaku disiplin PNS; 2) agenda nilai-nilai dasar PNS yang terdiri
atas nilai ANEKA; 3) agenda kedudukan dan peran PNS dalam NKRI
yang terdiri atas manajemen ASN, Whole of Government, dan
pelayanan publik; dan 4) agenda habituasi, yaitu aktualisasi melalui
pembiasaan diri terhadap kompetensi yang telah diperoleh melalui
berbagai mata pelatihan yang dipelajari. Peserta pelatihan dasar
CPNS dalam pembelajaran agenda habituasi akan di fasilitasi untuk
menciptakan suatu penciptaan situasi dan kondisi tertentu yang
memungkinkan peserta pelatihan membiasakan diri untuk
berperilaku sesuai dengan nilai sehingga terbentuk karakter diri
yang ideal melalui proses internalisasi dan pengumpamaan melalui
intervensi tertentu di tempat kerja. Penciptaan suatu intervensi yang
akan digunakan dalam pembelajaran habituasi yaitu intervensi
aktualisasi.
Pada dasarnya isu yang muncul dapat bersumber dari individu,
unit kerja maupun organisasi. Penulis adalah seorang Penjaga

1
Tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi. Hasil
pengamatan penulis selama menjadi Penjaga Tahanan di Lembaga
Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi, isu-isu yang terjadi dikaitkan dengan
pencapaian visi misi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi
diantaranya adalah pelayanan publik yang belum optimal, salah satunya
adalah pelayanan kantin bagi WBP yang di nilai masih kurang optimal
dalam sistem pembayaran masih menggunakan uang tunai / cash.
Padahal di dalam aturan prinsip NO HALINAR ( Handphone Pungli dan
Narkoba) di ketahui bahwa WBP dilarang membawa uang tunai, karena
dapat memicu adanya pungli. Penggunaan kartu Brizzi sebagai ganti dari
uang tunai.
Kartu brizzi merupakan alat pembayaran yang di peruntukan bagi
WBP untuk transaksi bagi WBP di kantin dan wartel. Lapas bekerja
sama dengan pihak ketiga dalam penyediaan kartu Brizzi sebagai
pengganti uang cash. Dengan adanya kartu Brizzi di harapkan
penggunaan layanan publik di Lapas IIB slawi semakin mudah, dan
dapat mengurangi peredaran uang di dalam Lapas.
Kurangnya pelayanan kantin menjadi dasar bagi penulis dalam
mengangkat isu, penggunaan mesin top up kartu Brizzi yang belum
maksimal karena dapat mengurangi mutu pelayanan terhadap WBP di
Lapas IIB Slawi. Oleh karena itu perlu pengoptimalan pelayanan kantin
(Pasmart) di Lapas IIB Slawi supaya WBP dapat menggunakan layanan
kantin dengan mudah dan dapat mengurangi peredaran uang cash di
Lapas, sehingga penulis mengangkat sebuah isu “Optimalisasi
Pelayanan Kantin (Pasmart) Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB
Slawi”.

B. Identifikasi Isu dan Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan
masalah dalam laporan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS terdiri atas
identifikasi isu dan penetapan isu sebagai berikut:
1. Identifikasi Isu
Laporan kegiatan aktualisasi yang telah dilaksanakan di Lapas
Kelas IIB Slawi sesuai dengan nilai dasar ASN yaitu ANEKA dan

2
berprinsip pada Manajemen ASN, Pelayanan Publik dan Whole of
Government. Laporan program aktualisasi dan habituasi dibuat
berdasarkan identifikasi isu yang ditentukan dengan mengukur
urgensi (urgency), tingkat keseriusan masalah dan (seriously)
perkembangan isu tersebut jika tidak dipecahkan (Growth), atau
yang dikenal dengan USG. Daftar isu dapat ditampilkan pada tabel
berikut.

Tabel 1. Identifikasi Isu

Kondisi yang
No. Identifikasi Isu Kondisi saat ini
diharapkan

1 Kurang optimalnya Pengadaan senjata api Diharapkan dengan


penggunaan senjata sudah dilakukan di adanya pengadaan
api bagi petugas Lapas Slawi namun senjata api di Lapas
Lapas Slawi dalam dalam pelaksanaannya Slawi dapat menunjang
melaksanakan tugas belum optimal dalam tugas penjagaan dan
penjagaan dan memanfaatkan senjata pengamanan agar lebih
pengamanan api yang ada. baik lagi.
2 Kurang optimalnya Saat ini masih kurang Diharapkan petugas
pelayanan wartel adanya pengawasan di penjagaan dapat
khusus lapas pelayanan wartel di meningkatkan intensitas
(wartelsuspas) di lapas slawi dikarenakan penjagaan dan
Lapas IIB Slawi masih kurangnya troling pengamanannya
dari petugas penjagaan dengan troling agar
pengawasan pelayanan
wartel dapat dilakukan
dengan maksimal.
3 Kurang optimalnya Saat ini sudah ada Dengan adanya
kegiatan pembinaan pembinaan kerohanian pembinaan kerohanian
kerohanian bagi WBP untuk WBP Lapas ini diharapkan WBP
Lapas IIB Slawi Slawi namun dapat antusias dalam
pelaksanaanya masih mengikuti kegiatan ini
kurang maksimal untuk asupan mental
karena kurangnya agar dapat menjadi
kesadaran dari diri pribadi yang lebih baik
WBP Lapas Slawi lagi.
sendiri untuk menjadi
lebih baik lagi

3
4 Kurang optimalnya Saat ini pelayanan Dengan adanya
pelayanan kantin kantin belum pelayanan kantin yang
(pasmart) di Lapas IIB memaksimalkan optimal dan
Slawi penggunaan Brizzi dan menyediakan mesin top
WBP dalam up diharapkan WBP
pembayarannya masih bisa beralih dari uang
menggunakan uang cash ke Brizzi.
cash
5 Kurang optimalnya Pengadaan barang Diharapkan agar
penggunaan barang inventaris yang pemanfataan dan
inventaris kantor yang terdapat di pos blok penggunaan barang
terdapat di pos blok maupun pos penjagaan inventaris
atas masih kurang dimaksimalkan agar
maksimal digunakan dapat menunjang
untuk menunjang tugas berjalannya tugas
pengamanan dan pengamanan dan
penjagaan. penjagaan.

1. Penetapan Isu
Penetapan Isu dilakukan melalui analisis isu dengan
menggunakan alat bantu penetapan kriteria kualitas isu. Analisis isu
ini bertujuan untuk menetapkan kualitas isu dan menentukan
prioritas isu yang perlu diangkat untuk diselesaikan melalui
gagasan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan. Analisis isu
dilakukan dengan menggunakan alat bantu APKL (Aktual,
Problematik, Kelayakan, Kekhalayakan) dan USG (Urgency,
Seriousness, dan Growth).

a Analisis Kriteria Isu Menggunakan APKL (Aktual,


Problematik, Kekhalayakan, Kelayakan)
Analisis APKL merupakan alat bantu untuk menganalisis
ketepatan dan kualitas isu dengan memperhatikan tingkat aktual,
problematik, kekhalayakan, dan kelayakan dari isu-isu yang
ditemukan di lingkungan Lapas Kelas IIB Slawi. Aktual artinya
benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan
masyarakat. Problematik artinya isu yang memiliki masalah yang
kompleks sehingga perlu segera dicarikan solusinya.
Kekhalayakan artinya isu menyangkut hajat hidup orang

4
banyak. Kelayakan artinya isu yang masuk akal dan realistis
serta relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.

Analisis APKL dilakukan dengan memberikan nilai positif


atau negatif pada masing-masing kriteria aktual, problematik,
kekhalayakan, dan kelayakan. Hasil analisis APKL terkait isu-isu
di Lapas Kelas IIB Slawi disajikan dalam tabel di berikut ini:

Tabel 2. Analisis APKL Isu

Criteria
Peran ASN Identifikasi isu Keterangan
A P K L
Kurang optimalnya
penggunaan senjata
api bagi petugas Lapas
Manajemen
Slawi dalam - + + + Tidak Memenuhi Syarat
ASN
melaksanakan tugas
penjagaan dan
pengamanan
Kurang optimalnya
Pelayanan pelayanan wartel
Publik khusus lapas
(wartelsuspas) di + + + + Memenuhi Syarat
Whole Of Lapas IIB Slawi
Government

Kurang optimalnya
Pelayanan
kegiatan pembinaan
Publik
kerohanian bagi WBP + + + + Memenuhi Syarat
Whole Of Lapas IIB Slawi
Government

Kurang optimalnya
pelayanan kantin
Pelayanan (pasmart) di Lapas IIB + + + + Memenuhi Syarat
Publik Slawi

Kurang optimalnya
penggunaan barang
Manajemen inventaris kantor yang - + + - Tidak Memenuhi Syarat
ASN terdapat di pos blok

5
b Analisis Prioritas Isu Menggunakan USG (Urgency,
Seriousness, dan Growth)

Metode USG (Urgency, Seriousness, dan Growth) adalah


merupakan metode skoring dalam menetapkan urutan prioritas,
dengan memperhatikan urgensinya, keseriusannya dan adanya
kemungkinan berkembangnya masalah. Metode ini
dikembangankan oleh metode yang dikembangkan oleh Kepner
dan Tregoe (1981) dengan tujuan untuk menentukan prioritas
isu mana yang akan diambil untuk diselesaikan,

Penilaian isu berdasar APKL maupun USG menghasilkan


dua isu terpilih. Berdasarkan kedua isu yang telah terpilih,
selanjutnya disusun gagasan-gagasan kreatif atau kegiatan-
kegaiatan yang bertujuan untuk mengurai permasalahan,
sehingga isu tersebut dapat terselesaikan.

Hasil analisis USG terkait isu-isu di Lapas Kelas IIB Slawi


disajikan dalam tabel berikut ini:

Tabel 3. Analisis USG


No. Identifikasi Isu U S G Total Peringkat
Kurang optimalnya pelayanan
wartel khusus lapas (wartelsuspas)
1 3 4 3 10 3
di Lapas IIB Slawi

Kurang optimalnya kegiatan


2 pembinaan kerohanian bagi WBP 4 4 4 12 2
Lapas IIB Slawi
Kurang optimalnya pelayanan
3 kantin (pasmart) di Lapas IIB Slawi 5 5 4 14 1

Keterangan :
1 : Sangat Tidak Mendesak/serius/berkembang
2 : Tidak Mendesak/serius/berkembang
3 : Cukup Mendesak/serius/berkembang

6
c Penetapan Isu yang Terpilih
Dari hasil analisis APKL dan USG, ditetapkan isu yang
dipilih dan di tindak lanjuti dengan melaksanakan kegiatan
aktualisasi yang telah dilakukan untuk mengatasi isu tersebut.
Langkah yang dilakukan dalam tahap ini merumuskan isu yang
memuat focus dan locus, menentukan gagasan kegiatan yang
akan dilakukan, mengidentifikasi sumber isu, aktor yang terlibat
dan peran dari setiap aktor, dan mendeskripsikan keterkaitannya
dengan mata pelatihan yang relevan (secara langsung maupun
tidak langsung) dengan konteks isu.

Hasil isu yang terpilih adalah Kurang optimalnya


pelayanan kantin (Pasmart) di Lapas Kelas IIB Slawi. Dari hasil
analisis USG maka isu tersebut memenuhi ketiga kriteria indikator
yaitu;

Urgent : layanan kantin di lapas IIB Slawi merupakan salah satu


Pelayanan Publik untuk WBP, kantin merupakan satu satunya
tempat belanja. Jika pelayanan tidak optimal dan masih banyak
fasilitas pendukung yang kurang memadai, bukan tidak mungkin
WBP akan tetap menggunakan uang cash sebagai alat
pembayaran.

Seriousness : Jika pelayanan tidak optimal akan menimbulkan


masalah serius, misal dengan dengan banyak nya warga binaan
pemasyarakatan yang belanja dengan uang cash akan
menyebakan kartu Brizzi tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Growth : Jika isu ini terus dibiarkan maka akan menimbulkan


akumulasi peredaran uang cash tetap berjalan di dalam lapas dan
tujuan lembaga pemasyarakatan untuk meminimalisir peredaran
uangpun gagal.

7
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan penjabaran identifikasi isu dan penetapan isu di atas,
di tetapkan core issue yaitu rendahnya kedisiplinan warga binaan
pemasyarakatan dalam mengunakan fasilitas kantin di Lembaga
Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi. Bagaimana cara untuk
mengoptimalkan pelayanan kantin (Pasmart) di Lembaga
Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi?, maka dengan ini, penulis dalam
tahapan laporan aktualisasi habituasi dalam upaya pemecahan isu
tersebut maka disusunlah laporan aktualisasi berjudul “Optimalisasi
pelayanan Kantin (Pasmart) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II
B Slawi”.

D. Tujuan
Tujuan yang dicapai dalam Latsar CPNS Golongan II ini adalah
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS dengan berprinsip
pada Manajemen ASN, WoG dan Pelayanan Publik dalam penetuan
gagasan pemecahan Isu yang akan dilakukan di Unit Pelaksanaan
Tugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi serta sektor yang
terkait.

Tujuan dapat diperinci sebagai berikut :

a. Mengidentifikasi, menyusun dan menetapkan isu atau


permasalahan yang terjadi dan harus segera dipecahkan.
b. Mengajukan gagasan pemecahan isu / masalah dengan menyusun
daftar rencana, tahapan dan output / hasil kegiatan.
c. Mendeskripsikan keterkaitan antara kegiatan yang diusulkan
dengan subtansi mata pelatihan Manajemen ASN, WoG dan
Pelayanan Publik dan nilai-nilai dasar PNS (Nilai ANEKA) yang
mendasari kegiatan relevan baik secara langsung maupun tidak
langsung.

8
E. Manfaat
Manfaat laporan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS ini adalah sebagai
berikut:

a. Bagi Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II


Mampu memahami menginternalisasi dan mengaktualisasi
nilai-nilai dasar PNS yang meliputi Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi.
Menjadi Penjaga Tahanan yang mampu menjalankan fungsi
sebagai pelaksana kebijakan, pelayan publik dan perekat dan
pemersatu bangsa yang memiliki integritas dan profesional di
lingkungan Lapas Kelas IIB Slawi.
b. Bagi Instansi
Laporan aktualisasi ini dapat meningkatkan efektivitas,
efisiensi, dan inovasi serta mutu pelayanan di Lapas Kelas IIB
Slawi. Terwujudnya visi dan misi Lapas kelas IIB Slawi. Terciptanya
suasana Lapas yang aman kondusif dan situasi terkendali.
c. Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (Stakeholder)
Warga Binaan Pemasyarakatan mendapatkan pelayanan
yang berkualitas sesuai dengan standar pelayanan yang telah
ditetapkan yaitu mengakses layanan kantin dengan nyaman cepat
dan adil serta tetap mentaati tata tertib yang ada.

9
BAB II
TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA

A. Profil Organisasi
1. Sejarah Singkat
Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Slawi adalah Unit
Pelaksanaan Teknis Pemasyarakatan yang terletak diwilayah
Kabupaten Tegal dan berada dibawah serta bertanggung jawab
langsung kepada Kantor Wilayah Hukum dan Hak Asasi Manusia
Jawa Tengah. Seiring semakin meningkatnya angka kriminalitas
yang terjadi di Kabupaten Tegal dan dibentuknya Pemerintahan Kota
Tegal maka di kabupaten tegal didirikan Lapas Klas IIB Slawi, hal itu
sebagai langkah untuk mengantisipasi terjadinya over kapasitas
penghuni Lapas Kelas IIB Tegal yang berada di kota tegal.
Adapun Lapas Kelas IIB Slawi sendiri dibangun tahun 2003 dan
mulai dioperasionalkan secara efektik pada tanggal 20 Desember
2007, adapun daya tampung/kapasitas hunian Lapas Klas IIB Slawi
adalah 250 orang. Luas tanah Lapas Klas IIB Slawi adalah 23.625
m² dan mempunyai luas bangunan 13.621,3 m². Sesuai Keputusan
menteri Kahakiman RI nomor : M.01.PR.07.03 Tahun 1985 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemasyarakatan, Dengan
alamat Ds. Tegalandong Jalan Raji, Tegalandong, Kecamatan
Lebaksiu, Kabupaten Tegal 52461, Telp. (0283) 6190679, Fax.(0283)
6190678, email : lapasslawi497710@gmail.com

2. Visi, Misi, Nilai dan Tujuan Organisasi


a. Visi : Menjadi lembaga yang akuntabel, transparan dan
profesional dengan didukung oleh petugas yang memiliki
kompetensi tinggi yang mampu mewujudkan tertib
permasyarakatan.

10
b. Misi :
1) Mewujudkan tertib pelaksanaan tugas pokok dan fungsi
pemasyarakatan secara konsisten dengan mengedepankan
terhadap Hukum dan HAM
2) Membangun kelembagaan yang profesional dengan
berlandaskan pada akuntabilitas transparansi dalam
pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pemasyarakat
3) Mengembangkan kompetensi dan potensi sumber daya
petugas secara konsisten dan berkesinambungan
4) Mengembankan kerjasama dengan mengoptimalkan
stakeholder
c. Nilai Organisasi
Untuk membentuk dan merubah perilaku dan pola pikir perlu
di tetapkan nilai nilai organisasi yaitu PASTI sebagai berikut :
1) Profesional
2) Akuntabel
3) Sinergi
4) Transparan
5) Inovatif
d. Tujuan Organisasi
1) Membentuk Warga Binaan Pemasyarakatan agar menjadi
manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri
dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat dapat di
terima kembali lagi oleh lingkungan masyarakat, dapat
berperan aktif dalam pembangunan dan dapat hidup secara
wajar sebagai warga negara yang baik dan bertanggung
jawab.
2) Memberikan jaminan hak asasi manusia tahanan yang di
tahan di dalam Lapas dalam rangka memperlancar proses
penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan
3) Memberikan jaminan perlindungan hak asasi tahanan atau
pihak berperkara serta keselamatan, serta keamanan serta
kelancaran dalam proses penyidikan, penuntutan dan
pemeriksaan di sidang pengadilan.

3. Struktur Organisasi

11
Struktur Organisasi Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Slawi :

B. Tugas Jabatan Peserta Diklat


Petugas Jaga Blok Hunian / Lingkungan Dalam :

1. Memeriksa dan meneliti keluar masuknya Tahanan / Napi dari dan


ke dalam lingkungan blok / kamar hunian.
2. Menjaga terlaksananya penggunaan ruangan dalam Lapas
dengan sebaik-baiknya.
3. Ikut mengawasi pelepasan napi / tahanan tepat pada waktunya.
4. Menjaga agar tetap terpisahnya antara Napi / Tahanan Pria,
Wanita, Anak-anak dan yang dianggap perlu diasingkan /
diamankan.
5. Melaksanakan tertib pembukaan ruangan / blok / kamar hunian
(cara membuka pintu, cara mengeluarkan dan sebagainya).
6. Melaksanakan tertib penutupan (cara memasukkan orang, cara
mengunci pintu / ruangan, pemeriksaan gembok-gembok, teralis
besi, plafon dan sebagainya).
7. Melaksanakan apel jumlah napi / tahanan (Isi Lapas) pada jam-
jam yang telah ditentukan dan apel-apel sehubungan dengan

12
adanya kegiatan penyuluhan, bimbingan kegiatan dan
sebagainya.
8. Mengatur pengantaran napi / tahanan kebagian-bagian yang
memerlukan.
9. Melakukan pemeriksaan / penggeledahan kamar / ruangan napi /
tahanan dan juga tempat lain di dalam Lapas yang di pandang
perlu.
10. Memeriksa dan meneliti keluar / masuknya barang-barang dari/
ke lingkungan blok / kamar hunian.
11. Membuat buku laporan pelaksanaan tugas jaga.
12. Pengawasan dan penataan kebersihan dan keindahan areal blok
hunian.
13. Melaksanakan pengawalan terhadap napi yang memperoleh ijin
resmi keluar lapas, pemindahan, dirawat di rumah sakit luar lapas,
dll.
14. Dalam hal terjadi kericuhan / gangguan keamanan dan ketertiban,
segera mengambil langkah-langkah pertama dan segera
melaporkan kepada Ka.Rupam / Komandan Jaga.

C. Role Model

Sri Puguh Budi Utami adalah seorang Direktorat Jenderal


Pemasyarakatan saat ini , beliau merupakan lulusan terbaik Akademi
Ilmu Pemasyarakatan tahun 1986 dan memulai karirnya sebagai
petugas Pemasyarakatan di Lapas Wanita Medan pada tahun yang
sama. Perempuan kelahiran Ponorogo 2 Juli 1962 ini juga sempat
menjadi Kepala Biro Perencanaan di Sekretariat Jenderal Kementrian
Hukum dan HAM pada tahun 2011 sampai dengan 2016, ini masuk
dalam sustansi mata pembelajaran ANEKA (Akuntabilitas :
kepemimpinan)

Sebagai role model beliau banyak memiliki keteladanaan dan


nilai-nilai positif bagi penulis untuk menginternalisasikan nilai-nilai
tersebut kedalam diri penulis seperti kepemimpinan yang tegas

13
,berintegritas tinggi, penegakan disiplin kepada pegawai yang beliau
terapkan, bertanggung jawab, profesional dalam mengemban
amanah, serta beliau dapat memberikan suasana damai dalam
membenahi kondisi pemasyarakatan saat ini, kerja keras yang diiringi
dengan integritas yang tinggi memberikan hasil yang luar biasa ,
sehingga beliau saat ini bisa menjadi sosok penting dalam
Kementerian Hukum dan HAM sebagai Dirjen Pemasyarakatan, ini
masuk dalam sustansi mata pembelajaran ANEKA yang saya pelajari
selama latsar yaitu (Akuntabilitas : integritas, professional,
bertanggungjawab,) (etika publik : disiplin ) dan (anti korupsi :
amanah)

Beliau selalu mengatakan kepada seluruh jajaran di Kementerian


Hukum dan HAM untuk selalu bekerja keras, kerja lebih keras dan
kerja lebih keras lagi ini membawa dampak positif bagi kemajuan
pemasyarakatan yang Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan,
dan Inovatif.

14
BAB III
LAPORAN KEGIATAN AKTUALISASI

A. Laporan Kegiatan Aktualisasi


Laporan aktualisasi merupakan dokumen atau produk
pembelajaran aktualisasi yang dihasilkan penulis dari Pelatihan Dasar
CPNS Golongan II. Dalam laporan aktualisasi ini terdiri atas
tahapan:

1. Pengidentifikasian, penyusunan dan penetapan isu atau


permasalahan yang terjadi dan harus segera dipecahkan.
2. Pengajuan gagasan pemecahan isu / masalah dengan menyusunnya
dalam daftar rencana kegiatan, tahapan kegiatan dan output
kegiatan.
3. Pendeskripsian keterkaitan antara kegiatan yang diusulkan dengan
substansi mata pelatihan yaitu pelayanan publik, Whole of
Government, dan manajemen ASN yang mendasari kegiatan baik
secara langsung maupun tidak langsung.
4. Pendeskripsian rencana pelaksanaan kegiatan yang didasari
aktualisasi nilai-nilai dasar PNS dan kontribusi hasil kegiatan.
5. Pendeskripsian hasil kegiatan yang dilandasi oleh substansi mata
pelatihan terhadap pencapaian visi, misi, tujuan organisasi, dan
penguatan terhadap nilai- nilai organisasi.

Laporan kegiatan aktualisasi merupakan kegiatan laporan


operasional pelaksanaan aktualisasi dan habituasi yang telah
diterapkan oleh penulis selama 80 hari kerja mulai tanggal 22 Agustus
2018 sampai dengan 11 November 2018 di Lapas Kelas IIB Slawi.
Laporan kegiatan aktualisasi disajikan secara rinci dalam uraian di
berikut ini.

15
Laporan Kegiatan Aktualisasi

Unit Kerja : Lapas Kelas IIB Slawi


Identifikasi Isu : Isu yang di temukan di lingkungan Lapas Kelas IIB Slawi:
1) Kurang optimalnya penggunaan senjata api bagi petugas Lapas Slawi dalam melaksanakan
tugas penjagaan dan pengamanan
2) Kurang optimalnya pelayanan wartel khusus lapas (wartelsuspas) di Lapas IIB Slawi
3) Kurang optimalnya kegiatan pembinaan kerohanian bagi WBP Lapas IIB Slawi
4) Kurang optimalnya pelayanan kantin (pasmart) di Lapas IIB Slawi
5) Kurang optimalnya penggunaan barang inventaris kantor yang terdapat di pos blok

Isu yang diangkat : Kurang Optimalnya Pelayanan kantin (Pasmart) di Lapas IIB Slawi
Gagasan Pemecahan Isu: Gagasan kegiatan untuk menyelesaikan isu terdiri atas
1. Melaksanakan pembiasaan penggunaan kartu antrian bagi WBP yang akan masuk kantin
2. Membiasakan penggunaan kartu Brizzi sebagai alat pengganti uang
3. Membuat baner tata cara penggunaan kartu Brizzi di kantin
4. Menggerakan penggunaan mesin top up kartu Brizzi di kantin
5. Meningkatkan pengamanan pintu 4 (empat)
6. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas pengamanan di sekitar area kantin
7. Melakukan penggeledahan badan WBP yang akan masuk ke dalam blok setelah dari kantin
8. Menjaga kebersihan area kantin

16
Tabel 4. Laporan Kegiatan Aktualisasi

Keterkaitan Subtansi Penguatan


Kontribusi Terhadap
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil mata pelatihan Nilai
Visi-Misi Organisasi
(ANEKA) Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

1 Melaksanakan Konsultasi kepada Mendapat arahan Etika Publik : Orientasi Misi 1: Mewujudkan Profesional,
pembiasaan pimpinan meminta dan petunjuk organisasi tertib pelaksanaan
penggunaan kartu arahan dan tentang tugas pokok dan fungsi Akuntabel
antrian bagi WBP petunjuk tentang pengoptimalan pemasyarakatan
yang akan masuk pengoptimalan kartu Brizzi secara konsisten
kantin kartu Brizzi dengan
(Sumber : Inovatif) mengedepankan
Membentuk tim Terbentuk tim Akuntabilitas : penghormatan
teknis teknis mempimpin terhadap hukum dan
pengoptimalan pembentukan tim teknis HAM
kartu Brizzi
(Akuntabilitas :
Kepimimpinan Role
model)

Melakukan Peningkatan Nasionalisme Kerja


Koordinasi dengan Kerja sama sama sila ke 3
petugas jaga di dalam tugas
pintu 4 (empat) pengamanan

17
Keterkaitan Subtansi Penguatan
Kontribusi Terhadap
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil mata pelatihan Nilai
Visi-Misi Organisasi
(ANEKA) Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

Pemberian kartu Keadaan antrian Akuntabilitas


antrian bagi WBP di pintu 4 (empat) Bertanggung jawab
yang akan masuk aman dan disiplin dalam bertugas
ke kantin untuk
menjaga ketertiban
antrian nomor

Pengecekan WBP Etika Publik Integritas


Pakaian WBP yang mengunakan dalam bertugas
akan mengunakan pakaian sesuai
layanan kantin ketentuan
2 Membiasakan Berkoordinasi Terjalinnya kerja Etika Publik : Kerja Misi 3 : Profesional,
penggunaan kartu dengan pihak sama dan sama dengan rekan Mengembangkan
Brizzi sebagai koperasi sebagai kekompakan kompetensi dan potensi Akuntabel,
kerja
pengganti uang. pengelola layanan terkait sumberdaya petugas Sinergi
(Sumber : Inovatif) kantin mengenai pembagian Nasionalisme (Sila 4 secara konsisten dan
penggunaan kartu tugas dalam Pancasila ) : berkesinambungan
Brizzi. pelayanan kantin musyawarah

18
Keterkaitan Subtansi Penguatan
Kontribusi Terhadap
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil mata pelatihan Nilai
Visi-Misi Organisasi
(ANEKA) Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

Mengawasi Terwujudnya Akuntabilitas :


penggunaan kartu penggunaan (tanggung jawab
Brizi kartu Brizzi terhadap pekerjaan),

Meningkatkan Terminimalisir Anti Korupsi : bentuk


frekuensi peredaran uang pencegahan terhadap
penggunaan kartu tunai di dalam adanya pungli di dalam
Brizzi daripada Lapas lapas
uang tunai
( Anti korupsi : Role
model)
3 Membuat banner Konsultasi dengan Mendapatkan izin Etika Publik : Orientasi Visi : Menjadi lembaga Profesional,
tata cara pimpinan terkait melaksanakan organisasi yang Akuntabel Akuntabel
penggunaan kartu pembuatan banner kegiatan Transparan, dan Sinergi,
Brizzi Profesional dengan Transparan,
(Sumber : Inovatif) didukung oleh petugas Inovatif
yang memiliki
kompetensi tinggi yang
mampu mewujudkan
tertib pemasyarakatan.

19
Keterkaitan Subtansi Penguatan
Kontribusi Terhadap
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil mata pelatihan Nilai
Visi-Misi Organisasi
(ANEKA) Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

Penyusunan Desain yang baik Komitmen mutu :


desain banner dan sesuai Menyusun desain
kebutuhan untuk banner yang kreatifdan
memberi terbaca dengan baik
informasi ke WBP oleh masyarakat

Print out banner Banner yang jelas Etika Publik :


dan lugas memberikan informasi
sehingga terlihat kepada warga sekitar
dan terbaca
dengan baik oleh
WBP
Menentukan Tempat yang Etika Publik :
setting tempat strategis dan Tersedianya media
terlihat oleh informasi untuk WBP
semua warga
binaan sehingga Nasionalisme : tidak
tujuan tercapai diskriminatif

20
Penguatan
Keterkaitan Subtansi Kontribusi Terhadap
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Nilai
mata pelatihan (ANEKA) Visi-Misi Organisasi
Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

4 Menggerakan Melakukan Mendapatkan Etika Publik : Orientasi Visi : Menjadi Akuntabel,


penggunaan konsultasi kepada persetujuan dari organisasi lembaga yang profesional
mesin top up pimpinan pimpinan Akuntabel
kartu Brrizzi di Transparan, dan
kantin (Sumber : Profesional dengan
Inovatif) didukung oleh
petugas yang
melakukan Petugas Akuntabilitas : memiliki kompetensi
koordinasi dengan mengetahui dan melaksanakan kegiatan tinggi yang mampu
petugas kantin dapat sesuai dengan tugas mewujudkan tertib
melakukan pokok dan fungsi pemasyarakatan
pengawasan pengamanan lapas
mempermanenkan Semua WBP Akuntabilitas :
keberadaan mesin mendapatkan Kejelasan terhadap suatu
top up di kantin kejelasan kebijakan
pelayanan top
up kartu brizzi Nasionalisme :Tidak
diskriminatif

21
Penguatan
Keterkaitan Subtansi Kontribusi Terhadap
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Nilai
mata pelatihan (ANEKA) Visi-Misi Organisasi
Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

5 Meningkatkan Melakukan Peningkatan Etika Publik : Kerja sama Misi 1: Mewujudkan Profesional
pengamanan koordinasi dengan Kerja sama dengan rekan kerja tertib pelaksanaan ,Akuntabel,
pintu 4 (empat) petugas jaga dalam tugas tugas pokok dan Sinergi
(Sumber SKP) pengamanan fungsi
pemasyarakatan
secara konsisten
dengan
Menjaga area di Area pintu 4 Akuntabilitas : mengedepankan
sekitar pintu 4 untuk tetap steril dari melaksanakan kegiatan penghormatan
tetap steril WBP sesuai dengan tugas terhadap hukum dan
pokok dan fungsi HAM
pengamanan lapas
Pengawasan WBP Member izin Nasionalisme :
yang keluar dan kepada wbp Tidak diskriminatif
masuk melalui pintu yang mentaati
4 tata tertib untuk
memasuki pintu
4 tanpa
membedakan
bedakan

22
Keterkaitan Subtansi Penguatan
Kontribusi Terhadap
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil mata pelatihan Nilai
Visi-Misi Organisasi
(ANEKA) Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

6 Melakukan Melakukan Peningkatan Nasionalisme : Misi 2 : Membangun Profesional


pengawasan koordinasi dengan Kerja sama kelembagaan yang , Akuntabel
terhadap Kerjas sama sila ke 3
regu jaga dalam tugas profesional
pelaksanaan pengamanan denganberdasarkan pada
tugas akuntabilitas dan
pengamanan di Melakukan Terciptanya Akuntabilitas : transparansi dalam
sekitar area pemeriksaan kondisi (tanggung jawab pelaksanaan tugas pokok
kantin (Sumber pelaksanaan keamanan terhadap pekerjaan) dan fungsi
SKP) layanan kantin layanan kantin
secara berkala menjadi
kondusif
Menjaga situasi Situasi kondusif Komitmen mutu :
keamanan dan di area kantin Perbaikan
kedisiplinan area dengan tertib berkelanjutan dalam
kantin dan disiplin tingkat kedisiplinan
WBP dengan WBP
berbaris dalam
antrian.

23
Keterkaitan Subtansi Penguatan
Kontribusi Terhadap
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil mata pelatihan Nilai
Visi-Misi Organisasi
(ANEKA) Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

7 Melakukan Koordinasi dengan Terjalinnya Akuntabilitas : Misi 2 : Membangun Profesional,


penggeledahan anggota jaga kerjasama dan (Bertanggung jawab kelembagaan yang Akuntabel,
badan WBP yang kekompakan terhadap pekerjaan) profesional Sinergi
akan masuk ke serta denganberdasarkan
dalam blok Manajemen ASN :
pembagian pada akuntabilitas dan
setelah dari Nasionalisme (sila 2
tugas transparansi dalam
kantin (Sumber pancasila: Tidak
pengawasan pelaksanaan tugas
SKP) membedakan dalam
layanan kantin pokok dan fungsi
pembagian tugas) pemasyarakatan
Pengeledahan Terjaga situasi Anti korupsi :
badan WBP lapas dari
Hasil kerja dengan teliti
sesudah barang terlarang
dan bertanggung jawab
mengunakan karena
layanan kantin pengeledahan

Pengeledahan Terjaga situasi Akuntabilitas :


barang bawaan lapas dari Berintegritas dalam
WBP sesudah barang terlarang pengeledahan
mengunakan karena
layanan kantin pengeledahan

24
Keterkaitan Subtansi Penguatan
Kontribusi Terhadap
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil mata pelatihan Nilai
Visi-Misi Organisasi
(ANEKA) Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

8 Meningkatan Melakukan Peningkatan Nasionalisme : Misi 2 Membangun Profesional,


kebersihan area koordinasi dengan Kerja sama kelembagaan yang Akuntabel
kantin (Sumber : Kerjas sama sila ke 3
regu jaga dalam tugas professional dengan Sinergi
Inovatif) pengamanan berlandaskan pada
akuntabilitas dan
transparansi dalam
pelaksanaan tugas
Mengawasi WBP Area kantin Komitmen mutu : pokok dan fungsi
piket kebersihan bersih pemasyarakatan
Kebersihan yang
area kantin
terjaga hasil dari
orientasi mutu
Kontrol keliling area Memastian area Akuntabel : Bekerja
kantin kantin sudah dengan penuh
bersih dan rapih tanggung jawab

25
Tabel 5. Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi

JADWAL PELAKSANAAN

OPTIMALISASI PELAYANAN KANTIN (PASMART) DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB SLAWI

22 Agustus 2018 – 11 November 2018

Bulan/Minggu
NO Kegiatan Agustus September Oktober November Portofolio/bukti Kegiatan
4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2
1 Melaksanakan pembiasaan penggunaan
kartu antrian bagi WBP yang akan masuk
Foto kegiatan
kantin
(Sumber : Inovatif)
2 Membiasakan penggunaan kartu Brizzi
sebagai pengganti uang. (sumber : inofatif) Foto konsultasi

3 Membuat banner tata cara penggunaan kartu


Brizzi (Sumber : Inovatif) Foto banner

4 Menggerakan penggunaan mesin top up


kartu Brizzi di kantin (Sumber : Inovatif) Foto kegiatan

5 Meningkatkan pengamanan pintu 4 (empat)


Foto penjagaan
(Sumber : SKP)
NO Kegiatan Bulan/Minggu Portofolio/bukti Kegiatan

26
Agustus September Oktober November
4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2
6 Melakukan pengawasan terhadap
pelaksanaan tugas pengamanan di sekitar Foto penjagaan
area kantin (Sumber : SKP)
7 Melakukan penggeledahan badan WBP
yang akan masuk ke dalam blok setelah Foto kegiatan
dari kantin(Sumber : SKP)
8 Meningkatan kebersihan area
Foto kegiatan
kantin(Sumber : Inovatif)

27
B. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala
Mengaplikasikan nilai-nilai ASN sebagai dasar dalam melakukan
Tugas dan Peran sebagai ASN memanglah tidak mudah. Antisipasi
untuk mendukung terlaksananya laporan aktualisasi di Lapas Kelas IIB
Slawi, maka penyusun akan memperhatikan:

Tabel 6. Kendala dan antisipasi

Kendala yang Antisipasi Mengatasi


No Kegiatan
mungkin terjadi Kendala
1 Melaksanakan WBP ada yang tidak Melakukan
pembiasaan mau memakai kartu pendekatan persuasif
penggunaan kartu antrian
antrian bagi WBP yang
akan masuk kantin
2 Membiasakan Ada WBP yang tidak Mendata WBP yang
penggunaan kartu mempunyai kartu Brizzi tidak mempunyai kartu
Brizzi sebagai Brizzi untuk segera di
pengganti uang. buatkan
3 Membuat banner tata Pembuatan banner komitmen terhadap
cara penggunaan kartu yang tidak selesai tepat jadwal yang dibuat
Brizzi waktu
4 Menggerakan Kurangnya pegawai Pengaturan tata letak
penggunaan mesin yang mengawasi mesin top up yang
top up kartu Brizzi di kegiatan top up tersebut strategis
kantin
5 Meningkatkan Penumpukan antrian di Pembatasan waktu di
pengamanan pintu 4 pintu 4 area kantin
(empat)
6 Melakukan pengawasan Banyak nya tamping di Apel sore dan apel
terhadap pelaksanaan area steril siang di tingkatkan
tugas pengamanan di
sekitar area kantin
7 Melakukan Warga binaan yang melakukan
penggeledahan badan tidak kooperatif pendekatan persuasif
WBP yang akan masuk
ke dalam blok setelah
dari kantin
8 Menjaga kebersihan Tidak semua WBP mau membuat jadwal piket
area kantin membersihkan untuk warga binaan
lingkungan

28
BAB IV
HASIL KEGIATAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

Kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar ANEKA mulai dilaksanakan


tanggal 1 Juli 2018 sampai dengan tanggal 23 September 2018. Sesuai
dengan rancangan kegiatan yang disusun dalam Rancangan
Aktualisasi (RA), terdapat 8 (delapan) kegiatan yang akan dilaksankan.
Selama periode aktualisasi (off campus) seluruh kegiatan yang
direncanakan telah terlaksana secara keseluruhan di Lembaga
Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan Nusakambangan. Selama
pelaksanaan aktualisasi, penulis juga menerapkan hasil pembelajaran
mata diklat yang diterima selama perkuliahan (on campus) berupa nilai-
nilai ANEKA, Pelayanan Publik, Manajemen ASN dan WoG. Berikut
pelaksanaan kegiatan aktualisasi selama periode off campus :

Tabel 7. kegiatan Aktualisasi dan Habituasi

TAHAPAN 1
ISU Kurang Optimalnya Pelayanan kantin (Pasmart) di Lapas
kelas IIB Slawi
Gagasan Optimalisasi Pelayanan kantin (Pasmart) di Lembaga
Pemecahan Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi
Isu
Kegiatan Melaksanakan pembiasaan penggunaan kartu antrian bagi
WBP yang akan masuk kantin
Tanggal 23 Agustus – 10 September
Daftar Dokumentasi kegiatan
Lampiran
A. Kegiatan dan tahapan kegiatan yang telah dilaksanakan
1. Deskripsi kegiatan
Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan di area steril
dan meningkatan tata tertib WBP dalam menggunakan layanan publik.
Kegiatan pertama adalah konsultasi dengan pimpinan etika publik.
Dalam kegiatan ini di bentuk tim teknis untuk mempermudah kegiatan

29
Nasionalisme, kegiatan ini bekerja sama dengan petugas jaga pintu
empat Nasionalisme. Pemberian kartu antrian dilakukan sebelum WBP
memasuki area steril dan petugas jaga mengawasi WBP supaya sesuai
dengan nomor antrian Akuntabilitas. Sebelum WBP masuk ke area
seteril dilakasanakan pengecekan pakaian oleh petugas jaga Etika
Publik.
2. Tahapan Kegiatan

a. Konsultasi kepada pimpinan meminta arahan dan petunjuk tentang


pengoptimalan kartu Brizzi

b. Membentuk tim teknis pengoptimalan kartu Brizzi

c. Melakukan Koordinasi dengan petugas jaga di pintu 4 (empat)

d. Pemberian kartu antrian bagi WBP yang akan masuk ke kantin untuk
menjaga ketertiban antrian nomor

e. Pengecekan Pakaian WBP yang akan mengunakan layanan kantin


B. Kontribusi / Manfaat Kegiatan bagi Visi dan Misi Organisasi

Kegiatan ini mendukung misi:

Misi 1 : Mewujudkan tertib pelaksanaan tugas pokok dan fungsi


pemasyarakatan secara konsisten dengan mengedepankan
penghormatan terhadap hukum dan HAM
C. Penguatan nilai nilai organisasi
Aktualisasi nilai nilai dasar PNS yaitu etika publik, akuntabilitas dan
nasinalisme. Dalam kegiatan ini memperkuat nilai organisasi lembaga
pemasyarakatan kelas IIB Slawi yaitu professional dan akuntabel.
D. Kendala / hambatan yang timbul dan cara mengatasi kendala

1. Kendala / hambatan

a. WBP ada yang tidak mau memakai kartu antrian

2. Strategi menghadapi kendala

b. Melakukan pendekatan persuasive


E. Bukti bukti capaian aktualisasi

30
1. Konsultasi kepada pimpinan meminta arahan dan petunjuk tentang
pengoptimalan kartu Brizzi

2. Membentuk tim teknis pengoptimalan kartu Brizzi

3. Melakukan Koordinasi dengan petugas jaga di pintu 4 (empat)

4. Pemberian kartu antrian bagi WBP yang akan masuk ke kantin untuk
menjaga ketertiban antrian nomor

5. Pengecekan Pakaian WBP yang akan mengunakan layanan kantin

(Konsultasi dengan atasan)

31
(Pembentukan tim teknis)

(Koordinasi dengan petugas


jaga)

32
(Pemberian kartu antrian)

(Penggledahan WBP)

33
TAHAPAN 2
ISU Kurang Optimalnya Pelayanan kantin (Pasmart) di
Lapas kelas IIB Slawi
Gagasan Pemecahan Optimalisasi Pelayanan kantin (Pasmart) di Lembaga
Isu Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi
Kegiatan Membiasakan penggunaan kartu Brizzi sebagai
pengganti uang
Tanggal 3 November – 29 November
Daftar Lampiran Dokumentasi kegiatan
A. Kegiatan dan tahapan kegiatan yang telah dilaksanakan
1. Deskripsi kegiatan
Kegiatan ini di awali dengan berkoordinasi kepada pihak koperasi
sebagai pengelola layanan kantin, ini merupakan wujud kerja sama regu
jaga dengan pihak koperasi. Selanjutnya adalah mengawasi
penggunaan kartu Brizzi di lembaga pemasyarakatan kelas IIB slawi
sebagai bentuk akuntabilitas pegawai. Dan yang terakhir meningkatkan
frekuensi penggunaan kartu Brizzi sebagai upaya terwujudnya anti
korupsi di lembaga pemasyarakatan kelas IIB slawi.
2. Tahapan kegiatan
a. Berkoordinasi dengan pihak koperasi sebagai pengelola layanan
kantin mengenai penggunaan kartu Brizzi.
b. Mengawasi penggunaan kartu Brizzi
c. Meningkatkan frekuensi penggunaan kartu Brizzi daripada uang tunai
B. Kontribusi / Manfaat Kegiatan bagi Visi dan Misi Organisasi

Kegiatan ini mendukung misi :


Misi 3 : Mengembangkan kompetensi dan potensi sumberdaya petugas
secara konsisten dan berkesinambungan
C. Penguatan nilai nilai organisasi
Aktualisasi nilai nilai dasar PNS yaitu berupa etika publik,
nasionalise, akuntabilitas dan anti nkorupsi. Dalam kegiatan ini
memperkuat nilai organisasi lembaga pemasyarakatan kelas IIB Slawi yaitu
professional, akuntabel dan sinergi.
D. Kendala / hambatan yang timbul dan cara mengatasi kendala
1. Kendala / hambatan

34
a. Ada WBP yang tidak mempunyai kartu Brizzi

2. Strategi menghadapi kendala

b. Mendata WBP yang tidak mempunyai kartu Brizzi untuk segera di


buatkan
E. Bukti bukti capaian aktualisasi

1. Berkoordinasi dengan pihak koperasi sebagai pengelola layanan kantin


mengenai penggunaan kartu Brizzi
2. Mengawasi penggunaan kartu Brizzi
3. Meningkatkan frekuensi penggunaan kartu Brizzi daripada uang tunai

(Koordinasi dengan pihak koperasi)

(Mengawasi penggunaan kartu Brizzi)

35
(Peningkatan frekuensi penggunaan kartu Brizzi)

(Peningkatan frekuensi penggunaan kartu


Brizzi)

(Sertifikat Agen BRILink)


36
37
TAHAPAN 3
ISU Kurang Optimalnya Pelayanan kantin (Pasmart) di
Lapas kelas IIB Slawi
Gagasan Pemecahan Optimalisasi Pelayanan kantin (Pasmart) di Lembaga
Isu Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi
Kegiatan Membuat banner tata cara penggunaan kartu Brizzi
Tanggal 24 September – 30 September
Daftar Lampiran Dokumentasi kegiatan
A. Kegiatan dan tahapan kegiatan yang telah dilaksanakan
1. Deskripsi kegiatan
Kegiatan ini di mulai dengan konsultasi kepada atasan terkait
pembuatan banner yang akan di buat, ini merupakan wujud dari etika
publik. Setelah mendapatkan izin dari atasan kegiatan selanjutnya adalah
penyusunan desain banner yang baik dan dapat menginformasikan kepada
WBP sebagai wujud Komitmen mutu. Selanjutnya adalah print out banner,
banner yang tercetak jelas dan dapat di baca oleh WBP sekaligus
menentukan setting tempat pemasangan banner, ini sebagai wujud etika
publik.
2. Tahapan kegiatan
a. Konsultasi dengan pimpinan terkait pembuatan banner
b. Penyusunan desain banner
c. Print out banner
d. Menentukan setting tempat
B. Kontribusi / Manfaat Kegiatan bagi Visi dan Misi Organisasi

Kegiatan ini mendukung visi :


Visi : Menjadi lembaga yang Akuntabel Transparan, dan Profesional dengan
didukung oleh petugas yang memiliki kompetensi tinggi yang mampu
mewujudkan tertib pemasyarakatan.
C. Penguatan nilai nilai organisasi
Aktualisasi nilai nilai dasar PNS yaitu berupa etika publik, komitmen
mutu dan nasionalisme. Dalam kegiatan ini memperkuat nilai organisasi
lembaga pemasyarakatan kelas IIB Slawi yaitu : professional, akuntabel,
sinergi, transparan dan inovatif.
D. Kendala / hambatan yang timbul dan cara mengatasi kendala
1. Kendala / hambatan

38
a. Pembuatan banner yang tidak selesai tepat waktu

2. Strategi mengatasi kendala

b. Harus komitmen terhadap jadwal yang dibuat


E. Bukti bukti capaian aktualisasi
1. Konsultasi dengan pimpinan terkait pembuatan banner

2. Penyusunan desain banner

3. Print out banner

4. Menentukan setting tempat

(Konsultasi dengan atasan)

39
(Penyusunan desain banner)

(Print out banner)

40
(Menentukan setting tempat)

41
TAHAPAN 4
ISU Kurang Optimalnya Pelayanan kantin (Pasmart) di
Lapas kelas IIB Slawi
Gagasan Pemecahan Optimalisasi Pelayanan kantin (Pasmart) di Lembaga
Isu Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi
Kegiatan Menggerakan penggunaan mesin top up kartu Brrizzi
di kantin
Tanggal 1 Oktober – 31 Oktober
Daftar Lampiran Dokumentasi kegiatan
A. Menggerakan penggunaan mesin top up kartu Brrizzi di kantin
1. Deskripsi kegiatan
Kegiatan ini di mulai dengan konsultasi kepada atasan terkait
penggunaan mesin top up kartu Brizzi, ini merupakan wujud dari etika
publik. Selanjutnya adalah koordinasi dengan petugas kantin sebagai
wujud akuntabilitas pegawai. Tahapan terakhir mempermanenkan mesin
top up di kantin, sehingga WBP mendapat kejelasan terhadap keberadaan
mesin top up, ini sebagai wujud dari akuntabilitas dan nasionalisme.
2. Tahapan kegiatan
a. Melakukan konsultasi kepada pimpinan
b. melakukan koordinasi dengan petugas kantin
c. mempermanenkan keberadaan mesin top up di kantin
B. Kontribusi / Manfaat Kegiatan bagi Visi dan Misi Organisasi
Kegiatan ini mendukung visi :
Visi : Menjadi lembaga yang Akuntabel Transparan, dan Profesional dengan
didukung oleh petugas yang memiliki kompetensi tinggi yang mampu
mewujudkan tertib pemasyarakatan
C. Penguatan nilai nilai organisasi
Aktualisai nilai nilai dasar PNS yaitu berupa etika publik,
akuntabilitas dan nasionalisme. Dalam kegiatan ini memperkuat nilai
organisasi lembaga pemasyarakatan kelas IIB Slawi yaitu akuntabel dan
professional.
D. Kendala / hambatan yang timbul dan cara mengatasi kendala
1. Kendala / hambatan

a. Kurangnya pegawai yang mengawasi kegiatan top up tersebut

42
2. Strategi menghadapi kendala

b. Pengaturan tata letak mesin top up yang strategis


E. Bukti bukti capaian aktualisasi
1. Melakukan konsultasi kepada pimpinan

2. melakukan koordinasi dengan petugas kantin

3. mempermanenkan keberadaan mesin top up di kantin

(Konsultasi kepada pimpinan)

43
(Koordinasi dengan petugas kantin)

(Mempermanenkan mesin top up)

44
TAHAPAN 5
ISU Kurang Optimalnya Pelayanan kantin (Pasmart) di
Lapas kelas IIB Slawi
Gagasan Pemecahan Optimalisasi Pelayanan kantin (Pasmart) di Lembaga
Isu Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi
Kegiatan Meningkatkan pengamanan pintu 4 (empat)
Tanggal 22 Agustus – 11 November
Daftar lampiran Dokumentaasi Kegiatan
A. Meningkatkan pengamanan pintu 4 (empat)
1. Deskripsi kegiatan
Kegiatan ini dimulai dengan berkoordinasi kepada petugas jaga pintu
4 (empat), ini mewujudakan etika publik. Selanjutnya adalah menjaga area
pintu 4(empat) agar tetap steril, ini mewujudkan akuntabilitas pegawai.
Tahapan yang terakhir adalah melakukan pengawasan kepada WBP yang
keluar masuk melalui pintu 4 (empat), dan memberi izin kepada WBP yang
menaati peraturan, merupakan wujud dari nasionalisme.
2. Tahapan kegiatan
a. Melakukan koordinasi dengan petugas jaga
b. Menjaga area di sekitar pintu 4 untuk tetap steril
c. Pengawasan WBP yang keluar dan masuk melalui pintu 4
B. Kontribusi / Manfaat Kegiatan bagi Visi dan Misi Organisasi
Kegiatan ini mendukung misi :
Misi 1: Mewujudkan tertib pelaksanaan tugas pokok dan fungsi
pemasyarakatan secara konsisten dengan mengedepankan
penghormatan terhadap hukum dan HAM
C. Penguatan nilai nilai organisasi
Aktualisasi nilai nilai dasar PNS yaitu berupa etika publik, akuntabilitas
dan nasionalisme. Dalam kegiatan ini memperkuat nilai organisasi lembaga
pemasyarakatan kelas IIB Slawi yaitu professional, akuntabel dan sinergi.
D. Kendala / hambatan yang timbul dan cara mengatasi kendala
1. Kendala / hambatan

a. Penumpukan antrian di pintu 4

2. Strategi menghadapi kendala

45
b. Pembatasan waktu di area kantin
E. Bukti bukti capaian aktualisasi

1. Melakukan koordinasi dengan petugas jaga


2. Menjaga area di sekitar pintu 4 untuk tetap steril
3. Pengawasan WBP yang keluar dan masuk melalui pintu 4

(Koordinasi dengan petugas jaga)

(Menjaga area pintu 4)

46
(Pengawasan WBP keluar masuk pintu 4)

47
TAHAPAN 6
ISU Kurang Optimalnya Pelayanan kantin (Pasmart) di
Lapas kelas IIB Slawi
Gagasan pemcahan isu Optimalisasi Pelayanan kantin (Pasmart) di Lembaga
Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi
Kegiatan Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas
pengamanan di sekitar area kantin
Tanggal 22 Agustus – 11 November
Daftar lampiran Dokumentasi Kegiatan
A. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas pengamanan di sekitar
area kantin
1. Deskripsi kegiatan
Kegiatan ini dimulai dengan berkoordinasi kepada petugas jaga,
merupakan wujud dari etika publik dan meningkatkan kerja sama wujud
dari nasionalisme. Selanjutnya adalah memeriksa layanan kantin secara
berkala wujud dari akuntabilitas pegawai. Tahapan terakhir adalah
menjaga keamanan dan kedisiplinan area kantin, merupakan wujud dari
komitemen mutu.
2. Tahapan kegiatan

a. Melakukan koordinasi dengan regu jaga


b. Melakukan pemeriksaan pelaksanaan layanan kantin secara berkala
c. Menjaga situasi keamanan dan kedisiplinan area kantin
B. Kontribusi / Manfaat Kegiatan bagi Visi dan Misi Organisasi
Kegiatan ini mendukung misi :
Misi 2 : Membangun kelembagaan yang profesional denganberdasarkan pada
akuntabilitas dan transparansi dalam pelaksanaan tugas pokok dan
fungsi pemasyarakatan.

C. Penguatan nilai nilai organisasi


Aktualisasi nilai nilai dasar PNS yaitu berupa etika publik,
akuntabilitas dan Komitmen mutu. Dalam kegiatan ini memperkuat nilai
organisasi lembaga pemasyarakatan kelas IIB Slawi yaitu professional,
akuntabel dan sinergi.
D. Kendala / hambatan yang timbul dan cara mengatasi kendala

48
1. Kendala / hambatan

a. Banyak nya tamping di area steril

2. Strategi menghadapi kendala

b. Apel sore dan apel siang di tingkatkan


E. Bukti bukti capaian aktualisasi

1. Melakukan koordinasi dengan regu jaga


2. Melakukan pemeriksaan pelaksanaan layanan kantin secara berkala
3. Menjaga situasi keamanan dan kedisiplinan area kantin

(Koordinasi dengan regu jaga)

49
(Pengecekan layanan kantin)

(Menjaga keamanan dan kedisiplinan di area kantin)

50
TAHAPAN 7
ISU Kurang Optimalnya Pelayanan kantin (Pasmart) di
Lapas kelas IIB Slawi
Gagasan pemecahan Optimalisasi Pelayanan kantin (Pasmart) di
masalah Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi
Kegiatan Melakukan penggeledahan badan WBP yang akan
masuk ke dalam blok setelah dari kantin
Tanggal 22 Agustus – 11 November
Daftar lampiran Dokumentasi kegiatan
A. Melakukan penggeledahan badan WBP yang akan masuk ke dalam blok
setelah dari kantin
1. Desripsi kegiatan
Kegiatan ini dimulai dengan berkoordinasi kepada petugas jaga
sehingga terjalin kerja sama dalam pembagian tugas,merupakan wujud dari
manajemen ASN. Tahapan selanjutnya adalah menggeledah badan WBP
dan barang bawaan setelah WBP belanja dari kantin, sehingga dipastikan
tidak ada barang terlarang yang masuk ke blok hunian,ini merupakan wujud
dari etika publik,,akuntabilitas dan anti korupsi.
2. Tahapan kegiatan
a. Koordinasi dengan anggota jaga
b. Pengeledahan badan WBP sesudah mengunakan layanan kantin
c. Pengeledahan barang bawaan WBP sesudah mengunakan layanan
kantin
B. Kontribusi / Manfaat Kegiatan bagi Visi dan Misi Organisasi
Kegiatan ini mendukung misi :
Misi 2 : Membangun kelembagaan yang profesional denganberdasarkan pada
akuntabilitas dan transparansi dalam pelaksanaan tugas pokok dan
fungsi pemasyarakatan
C. Penguatan nilai nilai organisasi
Aktualisasi nilai nilai dasar PNS yaitu berupa manajemen ASN,
nasionalisme, akuntabilitas, etika publik dan anti korupsi. Dalam
kegiatan ini memperkuat nilai organisasi lembaga pemasyarakatan kelas
IIB Slawi yaitu professional, akuntabel dan sinergi.
D. Kendala / hambatan yang timbul dan cara mengatasi kendala
1. Kendala / hambatan

51
a. Warga binaan yang tidak kooperatif

2. Strategi menghadapi kendala

b. melakukan pendekatan persuasive


E. Bukti bukti capaian aktualisasi
1. Koordinasi dengan anggota jaga
2. Pengeledahan badan WBP sesudah mengunakan layanan kantin
3. Pengeledahan barang bawaan WBP sesudah mengunakan layanan
kantin

(Koordinasi dengan anggota jaga)

52
(Penggledahan Badan WBP)

53
(Penggledahan barang belanjaan)

54
TAHAPAN 8
ISU Kurang Optimalnya Pelayanan kantin (Pasmart) di Lapas
kelas IIB Slawi
Gagasan pemecahan Optimalisasi Pelayanan kantin (Pasmart) di Lembaga
masalah Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi
Kegiatan Menjaga kebersihan area kantin
Tanggal 17 September – 12 Oktober
Daftar lampiran Dokumentasi Kegiatan
A. Menjaga kebersihan area kantin
1. Deskripsi kegiatan
Kegiatan ini dimulai dengan berkoordinasi kepada petugas jaga
sehingga terjalin kerja sama dalam pembagian tugas,merupakan wujud dari
Nasionalisme. Tahapan selanjutnya adalah mengawasi WBP yang sedang
melaksanakan piket kebersihan area kantin, sehinnga area kantin terjaga
kebersihannya, ini merupakan wujud dari komitmen mutu. tahapan terakhir
adalah control keliling area kantin memastikan area kantin bersih, ini
merupakan wujud dari akuntabilitas pegawai.
2. Tahapan kegiatan
a. Melakukan koordinasi dengan regu jaga
b. Mengawasi WBP piket kebersihan area kantin
c. Kontrol keliling area kantin
B. Kontribusi / Manfaat Kegiatan bagi Visi dan Misi Organisasi
Kegiatan ini mendukung misi :
Misi 2 : Membangun kelembagaan yang profesional denganberdasarkan pada
akuntabilitas dan transparansi dalam pelaksanaan tugas pokok dan
fungsi pemasyarakatan
C. Penguatan nilai nilai organisasi
Aktualisasi nilai nilai dasar PNS yaitu berupa Nasionalisme,
akuntabilitas dan komitmen mutu. Dalam kegiatan ini memperkuat nilai
organisasi lembaga pemasyarakatan kelas IIB Slawi yaitu professional,
akuntabel dan sinergi.
D. Kendala / hambatan yang timbul dan cara mengatasi kendala
1. Kendala / hambatan
a. Tidak semua WBP mau membersihkan lingkungan

55
2. Strategi menghadapi kendala
b. membuat jadwal piket untuk warga binaan
E. Bukti bukti capain aktualisasi

1. Melakukan koordinasi dengan regu jaga


2. Mengawasi WBP piket kebersihan area kantin
3. Kontrol keliling area kantin

(Koordinasi dengan regu jaga)

(Pengawasan WBP piket area kantin)

56
(Kontrol keliling area Kantin)

57
BAB V
PENUTUP

A. Simpulan

Kegiatan aktualisasi ini dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan


Kelas IIB Slawi dengan menerapkan nilai-nilai dasar ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti
Korupsi). Kegiatan aktualisasi menghasilkan delapan (8) kegiatan.
Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan mulai tanggal 23 Agustus – 11
November 2018. Kegiatan aktualisasi ini mampu meningkatkan kinerja
peserta pelatihan dasar dalam menjalankan tugas dan fungsinya di
instansi unit kerja, dan seluruh kegiatan dapat mendukung visi dan misi
instansi unit kerja. Uraian pencapaian hasil kegiatan yang telah
dilaksanakan diuraikan sebagai berikut:

Tabel 8. Hasil capaian kegiatan

Optimalisasi Pelayanan kantin (Pasmart) di Lembaga Pemasyarakatan


Kelas IIB Slawi
No Kegiatan Kondisi sebelum Kondisi sesudah

1 Melaksanakan Banyak WBP yang WBP sudah memakai


pembiasaan masuk area steril tidak kartu antrian
penggunaan kartu memakai kartu antrian
antrian bagi WBP
yang akan masuk
kantin
2 Membiasakan Banyak WBP tidak WBP sudah
penggunaan kartu mempunyai kartu Brizzi mempunyai kartu Brizzi
Brizzi sebagai
pengganti uang.
3 Membuat banner tata Belum adanya banner Sudah terpasang
cara penggunaan kartu tentang penggunaan Banner
Brizzi kartu Brizzi

4 Menggerakan Belum standby nya Mesin top up Sudah


penggunaan mesin mesin top up di kantin standby
top up kartu Brizzi di
kantin
5 Meningkatkan Pengamanan belum Pengamanan maksimal
pengamanan pintu 4

58
(empat) maksimal

6 Melakukan Pengawasan belum Pengawasan maksimal


pengawasan terhadap maksimal
pelaksanaan tugas
pengamanan di sekitar
area kantin
7 Melakukan Penggledahan belum Penggledahan
penggeledahan badan maksimal maksimal
WBP yang akan
masuk ke dalam blok
setelah dari kantin
8 Menjaga kebersihan Kebersihan belum Area kantin bersih
area kantin maksimal area kantin
masih kotor

B. Rekomendasi
Program Latihan Dasar CPNS Golongan II A format baru
yang mengajarkan penerapan nilai-nilai ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi)
memberikan manfaat yang luar biasa bagi pelaksanaan tugas
seorang ASN. Nilai-nilai ANEKA tersebut menjadi pedoman bagi
seorang ASN untuk melaksanakan tugas sehari-hari dengan
memiliki karakter yang lebih baik. Untuk semakin menguatkan
kinerja ASN, hendaknya para pimpinan di unit atau lembaga
mendorong implementasi nilai-nilai ANEKA pada semua lini, eselon
dan semua unit kerja. Dalam pengembangan ASN yang lebih baik,
BPSDMD harus terus mempertahankan dan mengembangkan
konsep Latihan Dasar CPNS Golongan II dengan model on-
campus dan of-campus yang dinilai dapat mendorong peningkatan
internalisasi nilai-nilai ANEKA dalam diri ASN. Dengan penerapan
nilai-nilai ANEKA, penulis berharap dapat melaksanakan tugas-
tugas ke depan dengan lebih baik, lebih sistemis, lebih terstruktur
sehingga dapat mendorong pencapaian Visi Misi Lembaga
Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi.

59
C. Rencana Aksi
Tabel 9. Rencana aksi
Rencana tindak
NO Kegiatan Nilai-nilai dasar
lanjut
1 Melaksanakan Etika Publik : Orientasi Melakukan
pembiasaan organisasi pengawasan terhadap
penggunaan kartu penggunaan kartu
antrian bagi WBP Akuntabilitas : antrian
yang akan masuk Kepimimpinan Role
kantin model)
Nasionalisme Kerja
sama sila ke 3
2 Membiasakan Akuntabilitas Melakukan
penggunaan kartu Bertanggung jawab pengawasan terhadap
Brizzi sebagai dalam bertugas WBP dalam
pengganti uang. penggunaan kartu
Etika Publik : Kerja
sama dengan rekan Brizzi
kerja
Nasionalisme (Sila 4
Pancasila ) :
musyawarah
( Anti korupsi : Role
model)
3 Menggerakan Etika Publik : Orientasi Melakukan
penggunaan mesin organisasi pengawasan
top up kartu Brizzi di penggunaan mesin top
kantin Akuntabilitas : up di kantin
Kejelasan terhadap
suatu kebijakan
Nasionalisme :Tidak
diskriminatif
7 Meningkatkan Etika Publik : Kerja Melakukan
pengamanan pintu 4 sama dengan rekan peningkatan
(empat) kerja pengamanan pintu 4
Akuntabilitas :
melaksanakan kegiatan
sesuai dengan tugas
pokok dan fungsi
pengamanan lapas
Nasionalisme :
Tidak diskriminatif

60
5 Melakukan Nasionalisme : Melakukan
pengawasan terhadap pengawasan di area
pelaksanaan tugas Kerjas sama sila ke 3 kantin agar selalu
pengamanan di sekitar Akuntabilitas : aman
area kantin
(tanggung jawab
terhadap pekerjaan)
Komitmen mutu :
Perbaikan
berkelanjutan dalam
tingkat kedisiplinan
WBP
6 Melakukan Nasionalisme (sila 2 Meningkatkan kegiatan
penggeledahan badan pancasila: Tidak penggledahan WBP
WBP yang akan membedakan dalam
masuk ke dalam blok pembagian tugas)
setelah dari kantin
Anti korupsi :
Hasil kerja dengan teliti
dan bertanggung jawab
Akuntabilitas :
Berintegritas dalam
pengeledahan
Etika publik:
Menggledah dengan
etika sopan santun
8 Menjaga kebersihan Nasionalisme : Melakukan kontrol
area kantin kebersihan area kantin
Kerja sama sila ke 3
Komitmen mutu :
Kebersihan yang
terjaga hasil dari
orientasi mutu
Akuntabel : Bekerja
dengan penuh
tanggung jawab

61
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga AdministrasI Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS


Golongan I dan II Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi Pegawai
Negeri Sipil. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administras Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS


Golongan I dan II : Akuntabilitas.Jakarta : Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administras Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS


Golongan I dan II : Nasionalisme. Jakarta : Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administras Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS


Golongan I dan II :Etika Publik. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara.

Lembaga Administras Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS


Golongan I dan II : Komitmen Mutu. Jakarta : Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administras Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS


Golongan I dan II : Anti Korupsi. Jakarta : Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administras Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS


Pelayanan Publik. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administras Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS


Manajemen Aparatur Sipil Negara. Jakarta : Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administras Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS


Whole of Goverment. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2017). Modul


Pendidikan dan Pelatihan Dasar Calon PNS Habituasi Jakarta :
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

PerkaLAN RI Nomor 24 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan


Diklat Prajabatan CPNS Gol. II

Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 81


Tahun 1993 tentang Pedoman Tata laksana Pelayanan Umum

62
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Dedi Mujana

Tempat / Tanggal Lahir : Kebumen, 06 Mei 1996

Jenis Kelamin : Laki - Laki

Agama : Islam

Pendidikan : SLTA

Pekerjaan : Penjaga Tahanan

Golongan / Kepangkatan : II A / Pengatur Muda

NIP : 199605062017121002

Alamat Rumah : Karangjoho, Sempor, Kebumen

Tempat Bertugas : Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB


Slawi

Alamat Kantor : Jl. Raya Tegalandong, Lebaksiu, Slawi

No. Telephone : (0283) 6190679

Email : lapasslawi497710@gmail.com

63
KARTU BIMBINGAN AKTUALISASI MENTOR

Nama : Dedi Mujana


NIP : 199605062017121002
Unit Kerja : Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi
Jabatan : Penjaga Tahanan
Isu : Kurang Optimalnya Pelayanan kantin (Pasmart) di
Lapas kelas IIB Slawi
Gagasan : Optimalisasi Pelayanan kantin (Pasmart) di
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi

Kegiatan 1 : Melaksanakan pembiasaan penggunaan kartu antrian bagi


WBP yang akan masuk kantin
Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor Paraf Mentor
 Tahapan Kegiatan

 Output kegiatan
terhadap
pemecahan Isu

 Kontribusi terhadap
Visi, Misi dan Nilai
Organisasi

 Penguatan Nilai
Organisasi

64
Kegiatan 2 : Membiasakan penggunaan kartu Brizzi sebagai pengganti
uang
Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor Paraf Mentor
 Tahapan Kegiatan

 Output kegiatan
terhadap
pemecahan Isu

 Kontribusi terhadap
Visi, Misi dan Nilai
Organisasi

 Penguatan Nilai
Organisasi

Kegiatan 3 : Membuat banner tata cara penggunaan kartu Brizzi


Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor Paraf Mentor
 Tahapan Kegiatan

 Output kegiatan
terhadap
pemecahan Isu

 Kontribusi terhadap
Visi, Misi dan Nilai
Organisasi

 Penguatan Nilai
Organisasi

65
Kegiatan 4 : Menggerakan penggunaan mesin top up kartu Brrizzi di
kantin
Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor Paraf Mentor
 Tahapan Kegiatan

 Output kegiatan
terhadap
pemecahan Isu

 Kontribusi terhadap
Visi, Misi dan Nilai
Organisasi

 Penguatan Nilai
Organisasi

Kegiatan 5 : Meningkatkan pengamanan pintu 4 (empat)


Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor Paraf Mentor
 Tahapan Kegiatan

 Output kegiatan
terhadap
pemecahan Isu

 Kontribusi terhadap
Visi, Misi dan Nilai
Organisasi

 Penguatan Nilai
Organisasi

66
Kegiatan 6 : Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas
pengamanan di sekitar area kantin
Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor Paraf Mentor
 Tahapan Kegiatan

 Output kegiatan
terhadap
pemecahan Isu

 Kontribusi terhadap
Visi, Misi dan Nilai
Organisasi

 Penguatan Nilai
Organisasi

Kegiatan 7 : Melakukan penggeledahan badan WBP yang akan masuk ke


dalam blok setelah dari kantin
Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor Paraf Mentor
 Tahapan Kegiatan

 Output kegiatan
terhadap
pemecahan Isu

 Kontribusi terhadap
Visi, Misi dan Nilai
Organisasi

 Penguatan Nilai
Organisasi

67
Kegiatan 8 : Menjaga kebersihan area kantin
Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor Paraf Mentor
 Tahapan Kegiatan

 Output kegiatan
terhadap
pemecahan Isu

 Kontribusi terhadap
Visi, Misi dan Nilai
Organisasi

 Penguatan Nilai
Organisasi

68

Anda mungkin juga menyukai