Anda di halaman 1dari 3

Kompas, Jawa Barat, 17 Juli 20078

Sebagian besar waktu belajar siswa sekolah dasar dan menengah dipergunakan untuk
mengerjakan Lembar Kerja Siswa ( LKS ). Namun, keberadaan LKS cetak atau biasa
disebut pula dengan istilah Buku Kerja Siswa hingga saat ini masih sangat minimalis dan
belum efektif sebagai sarana pembelajaran. Baik dari segi tampilan, isi maupun
kepraktisannya. Akibatnya, siswa mengerjakan LKS cetak dengan perasaan yang
terpaksa, kurang bersemangat, dan asal-asalan. Untuk mengoptimalkan LKS baik dari
segi tampilan maupun kualitas pembelajaran dibutuhkan transformasi yang berbasis
konvergensi teknologi informasi dan telekomunikasi (TIK). Dalam transformasi itu LKS
cetak bisa digantikan fungsinya oleh LKS interaktif. Sehingga bermacam materi
pelajaran bisa lebih hidup, lebih mendalam serta dapat meningkatkan daya inovasi dan
menambah kreativitas siswa.

LKS interaktif yang sederhana bisa berupa Blog yang dibuat secara parsial oleh masing-
masing siswa dengan memakai jasa penyedia web gratis, seperti Wordpress, Blogspot,
Blogsome, Multiply dan lain-lain. Kemudian Guru tinggal mencatat identitas Blog siswa
itu lalu mengoreksi, memberi komentar atau menilainya. Namun, untuk membangun LKS
interaktif yang lebih kompleks, terutama untuk mata pelajaran Matematika dan IPA bisa
dibangun layanan secara terintegrasi dengan Sistem Sekolah 2.0. Pada prinsipnya Sistem
itu sesuai dengan perkembangan internet yang mengarah ke teknologi Web 2.0. Yang
ditandai diantaranya berkembangnya sistem berbasis jejaring sosial (social networking).
Juga diwarnai teknologi AJAX yang memungkinkan berjalannya aplikasi web seperti
aplikasi desktop, serta berkembangnya teknologi multimedia baik audio dan video
streaming. Layanan LKS Interaktif diatas bisa dibangun dengan memanfaatkan Content
Management System (CMS) yang bersifat opensource seperti Wordpress.org untuk Blog
siswa dan guru, Moodle.org untuk e-Learning, Joomla untuk Portal sekolah, phpBB
untuk Forum, phpWebGallery untuk Image Gallery dan Mediawiki atau pmWiki untuk
Wiki engine.

Berbagai pihak penyelenggara pendidikan termasuk pengelola Program Jardiknas dari


Depdiknas sebaiknya merancang model LKS interaktif dengan memakai berbagai
aplikasi. Model itu bisa ditambahkan efek animasi dan video pada obyek LKS supaya
lebih menarik. Selanjutnya desain tersebut digabung dengan web yang akan diunggah ke
dalam internet. Sistem Sekolah 2.0 bisa diwujudkan dengan biaya yang relatif murah.
Apalagi, setiap tahun ajaran baru setiap siswa selalu dikenai pungutan untuk pelajaran
komputer hingga ratusan ribu rupiah. Ironisnya, materi pelajaran komputer yang
diberikan sangat minimalis karena hanya sebatas aplikasi office seperti pengolah kata,
spreadsheet, dan presentation. Padahal, pungutan uang sebesar itu sebenarnya sudah
cukup untuk membangun Sistem Sekolah 2.0. Yang bisa mengintegrasikan portal sekolah
dengan layanan pembelajaran seperti e-Academic, e-LearningManagement, e-
Authoring&Learning, e-Library, dan layanan administrasi sekolah. Sehingga kualitas
pembelajaran bisa terdongkrak secara signifikan serta terciptanya ekosistem pendidikan
yang lebih interaktif dan kolaboratif antara guru, siswa, orangtua, komunitas dan sekolah.
Model LKS interaktif yang terintegrasi dalam Sistem Sekolah 2.0 mempermudah prinsip
kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) di kelas. CTL merupakan
konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan
situasi dunia nyata. Juga mendorong siswa memperkaya pengetahuan dan ketrampilan
yang dimilikinya sehingga pembelajaran menjadi lebih bernilai tambah. Dalam kelas
yang berkarakter CTL, tugas guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator dan
merangsang daya inovasi dan kreatifitas siswa. Model LKS interaktif memperluas
cakrawala berpikir siswa karena dengan bantuan mesin pencari di internet para siswa bisa
bekerja dengan sumber yang tidak terbatas dan sangat praktis. Para siswa juga bisa
menemukan rumus dan konsep dengan pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki
sebelumnya melalui serangkaian pertanyaan yang membangun. Hal ini menjadikan
pemahaman dan penguasaan materi akan lebih lama dalam ingatan. Selain itu para siswa
sangat berpotensi menemukan rumus maupun konsep sendiri. Apalagi LKS interaktif
mampu menampilkan gambar-gambar yang abstrak atau tiga dimensi yang sulit
dibayangkan seperti bangun ruang dan kurva. Gambar, kurva maupun grafik dapat
ditampilkan dengan bentuk dan animasi yang lebih nyata dan menarik sehingga para
siswa akan belajar dengan suasana yang cerdas dan riang gembira. Hal itu akan
menjadikan materi yang disampaikan bisa lebih dipahami dan menancap kuat di otak.

Model LKS interaktif yang berbasis Web 2.0 akan mereformasi pembelajaran yang
sebelumnya bersifat “Know How” dan “Know What”, menjadi “Know Where” yang
ditandai munculnya fenomena social network dengan fasilitas Wiki, Blog, Podcast dan
lain-lain. Perkembangan dunia TIK menunjukkan bahwa pengelolaan konten di Internet
menuju kepada Web 2.0. Sudah cukup banyak layanan dan aplikasi yang berbasis Web
2.0. Seperti Friendster, Facebook, Wikipedia, Maps.Google, Wordpress, Flickr, Youtube
dan lain-lain yang bisa mendukung model LKS interaktif. Reformasi pembelajaran
“Know Where” juga sangat membantu eksplorasi dan pengembangangan ilmu-ilmu
sosial dan kebudayaan. Misalnya, LKS siswa untuk mata pelajaran seni dan budaya, bisa
dibuat sangat menarik dengan bantuan multimedia based content. Yakni konten berbasis
multimedia, baik itu multimedia bersifat linier seperti video yang berjalan sekuensial
maupun multimedia interaktif yang memungkinkan penggunaan mouse, keyboard untuk
memainkannya. Dikemudian hari akan banyak “kejutan-kejutan” karena para siswa
sangat berpeluang mengunggah nilai-nilai atau budaya lokal seperti kesenian daerah
menjadi lebih mendunia. Dengan demikian potensi otak kanan anak-anak bangsa bisa
diasah dan dibangun secara progresif. Potensi itu pada gilirannya akan menyuburkan
pertumbuhan industri kreatif atau industri budaya sebagai penopang ekonomi bangsa.
LKS interaktif untuk mata pelajaran seni dan budaya itu juga bisa menyajikan obyek
yang ada di berbagai museum di tanah air maupun di luar negeri secara paripurna.
Museum yang menjadi saksi peradaban bisa ditelelisik lebih mendalam. Museum sebagai
wahana pembelajaran, sumber inspirasi dan sebagai lembaga yang menyimpan,
memelihara serta memamerkan hasil karya, cipta dan karsa manusia sepanjang zaman
esensi dan nilai yang terkandung bisa mengena dikalangan siswa. Dengan LKS interaktif
para siswa bisa melakukan kegiatan observasi terhadap obyek Museum tanpa terkendala
oleh biaya, ruang dan waktu. Apalagi berbagai museum yang ada di dunia ini telah
menggunakan internet untuk mempromosikan koleksinya. Benda-benda cagar budaya
peninggalan sejarah seperti Candi bisa dipelajari secara komprehensif, sehingga LKS
interaktif bisa menampilkan seluk beluk candi mulai bagian luarnya, struktur didalamnya,
hingga filosofi yang melatar belakangi bangunan candi. (*)