Anda di halaman 1dari 3

Manajemen Keuangan-EKMO5205.

02

DISKUSI 6

Elwin Al Farisi
NIM 530005754
UT Pangkalpinang

Forum Diskusi 6

Saudara mahasiswa MM, diskusi kali ini coba berikanlah penjelasan mengenai:

1. Persamaan Hamada.
2. Teori Miller.
3. Model Trade Off

Selamat berdiskusi dan belajar, semoga sukses....

Diskusi ini di Nilai

Tangapan

1. Landasan teori Model Hamada


Robert Hamada mengajukan teori struktur modal lainya yang merupakan kombinasi antara
Capital Asset Princing Model (CAPM) dan Model MM sesudah Pajak, dengan
mempertimbangkan risiko pasar modal dari risiko bisnis dan risiko keuangan. Cara
menghitung biaya modal sendiri pada perusahaan yang menggunakan utang ( laverage firm)
dengan model Hamada, disebutkan sebagai berikut :

Ksl = risk free rate + business risk premium + financial risk premium
= Krf + (Km - Krf )bu + (Km-Krf)bu (1-T)(D/S)
Keterangan
Ksl : tingkat keuntungan yang diisyarakatkan pada modal sendiri atau biaya nodal
sendiri pada levered firm.
Krf : tingkat bunga bebas risiko
Km : tingkat bunga risiko pasar
bu : koefisein beta perusahaan bila tidak menggunakan financial leverarage.
T : tingkat pajak (tax rate)
D : utang (debt).
S : modal sendiri (equity)
Berdasarkan persamaan pada model Hamada ini dapat disimpulkan bahwa bila
perusahaan tidak memiliki financial lavarage (D=0), maka besar premi risiko
keuangan adalah nol, sehingga tingkat keuntungan yang diisyaratkan investor atas
modal sendiri hanya dikompensasi oleh risiko bisnis.
Manajemen Keuangan-EKMO5205.02

2. Model Miller

Morton Miller memperkenalkan suatu model baru mengenai struktur modal dengan
memasukkan unsur pajak yang terdiri dari pajak perusahaan (Tc), pajak pribadi atas
penghasilan saham (Ts), dan pajak perusahaan penghasilan dari utang (Td). Model ini
didesain untuk menunjukan bagaimana leverage mempengaruhi nilai perusahaan apabila
memperhitungkan pajak pribadi dan pajak perusahaan. Berdasarkan seperangkat asumsi
yang digunakan dalam model MM ( MODIGALINI DAN MILLER) sebelumnya dan
dimasukkannya unsur pajak pribadi, maka nilai perusahaan yang menggunakan utang
dapat dihitung dengan cara sebagai berikut :

Vl= Vu + TD
di mana

1−𝑇𝑐)(1−𝑇𝑠)
T=1 − (1−𝑇𝑝)

Sehingga

1−𝑇𝑐)(1−𝑇𝑠)
Vl=𝑉𝑢 + [− ]D
(1−𝑇𝑝)

Keterangan :
Vl = nilai perusahaan yang menggunakan utang
Tu = nilai perusahaan yang tidak menggunakan utang
Tc = pajak perusahaan
Ts = pajak pribadi atas penghasilan saham
Td = pajak pribadi atas penghasilan utang
D= utang (debt)
Model MM menambahkan adanya unsur pajak perusahaan pada modelnya dan
menyimpulkan bahwa struktur modal yang optimal dapat dicapai bila perusahaan
menggunakan 100 % utang. Model MM dengan pajak menunjukan bahwa manfaat utama
dari penggunaan utang adalah pembayaran bunga sebagai pengurang pajak.

Lebih lanjut Miller memperluas teorinya dengan memasukan pajak perorangan. Adanya
pajak perorangan dalam teori Miller mengurangi manfaat ( bukan menghilangkan) adanya
pendanaan dengan utang. Jadi model Miller juga mengarah pada 100 % pendanaan dengan
utang.

3. MODEL TRADE OFF

Beberapa asumsi yang melekat pada model MM dan Miller dapat dikurangi tanpa
mengubah kesimpulan dasar model MM/ Miller tersebut. Apabila kesulitan keuangan
Manajemen Keuangan-EKMO5205.02

(financial dstress) dan biaya keagenan ( agency accost) dipertimbangkan maka hasil MM
dan Miller dapat berubah secara segnifikan.

Kesulitan keuangan biasanya dialami oleh perusahaan yang memiliki utang, bukan
perusahaan yang tidak memiliki utang sama sekali. Semakin besar utang yang digunakan
semakin besar beban tetap biaya bunga dan semakin besar probabilitas perusahaan
tersebut mengalami penurunan penghasilan yang akan menuju kearah kesulitan
keuangan.

Biaya Keagenan, biaya keagenan ( agency cost) adalah biaya yang muncul karena adanya
problem keagenan (agency problem) yang terjadi antara pemegang saham (stockholder)
dengan kreditur (bandholder). Problem keagenan muncul karena perusahaan
menggunakan utang, dan menginvestasikannya pada proyek-proyek yang berisiko tinggi

Apabila kesulitan keuangan dan biaya keagenan dipertimbangkan untuk dimasukan


kedalam model MM dengan pajak perusahaan maka akan diperoleh suatu model struktur
modal berikut ini.

Vl = Vu + Td –(PV biaya kesulitan keuangan yang diharpakan)–(PV biaya keagenan).

Biaya Kesulitan keuangan dan biaya keagenan ditambahkan pada ModelMM dengan biaya pajak,
menghasilkan suatu model yang disebut model trade-off. Model ini menyatakan adanya struktur
modal yang optimal yang dapat memaksimumkan nilai perusahaan, yang komposisi utangnya
terletak diantara 0 % dan 100 %.

Persamaan Hamada yang menggabungkan antara CAPM dengan model MM dengan pajak
adalah :

Ksl = Krf + (Km – Krf)bu + (Km – Krf) bu = ( 1 – T)x(D/S)

Kesimpulan :

Berdasarkan dari teori Hamada, Miller, Trade OFF, adalah teori yang digunakan oleh para
pakar Manajemen Keuangan untuk dapat menilai perusahaan dan bagaimana pengaruhnya
terhadap struktur modal, dan sangat bermanfaat untuk digunakan oleh Manajer Keuangan
untuk memutuskan sumber dana investasi berupa aset yang akan digunakan untuk operasi.
Penentuan pertimbangan pendanaan terbaik atau penentuan struktur modal yang optimal
sebagai keputusan struktur modal perusahaan.

Model Hamada adalah kombinasi antara Capital Asset Princing Model (CAPM) dengan
Model MM sesudah pajak, dengan mempertimbangkan risiko pasar yang terdiri dari risiko
bisnis dab risiko keuangan.

Anda mungkin juga menyukai