Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

KONSEP PERAWATAN HYGENE

Oleh : Kelompok 6

1. Heni Rahmawati
2. Hermawan Tri anggoro
3. Isa krisnawati
4. Khoiriyati
5. Rani Mila Astriani
6. Wahyuningsih

S1 Keperawatan 1 A

STIKES MUHAMMADIYAH KUDUS

Tahun 2014/2015
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah “Konsep Perawatan Hygene” dengan
lancar.Dalam pembuatan makalah ini, banyak kesulitan yang kami alami terutama disebabkan
oleh kurangnya pengetahuan.Namun berkat bimbingan dan bantuan dari semua pihak akhirnya
makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.

Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita
semua.

Tak ada gading yang tak retak.Begitu pula dengan makalah yang kami buat ini yang
masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran agar
makalah ini menjadi lebih baik serta berdaya guna dimasa yang akan datang.

Kudus, 31 Maret 2015

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus
diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang. Kebersihan
itu sendiri sangat berpengaruh diantaranya kebudayaan, social, keluarga, pendidikan. Persepsi
seseorang terhadap kesehatan,serta perkembangan ( dalam Tarwoto & Wartonah 2006).

Praktik hygiene sama dengan peningkatan kesehatan. Dengan implementasi tindakan


hygiene pasien, atau membantu anggota keluarga untuk melakukan tindakan itu dalam
lingkungan rumah sakit, perawat menambah tingkat kesembuhan pasien. Dengan mengajarkan
cara hygiene pada pasien, pasien akan berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan dan
partisipan dalam perawatan diri ketika memungkinkan (dalam Perry & Potter, 2005).

Jika seseorang sakit,biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan.Hal initerjadi


karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele,padahal jika hal tersebut
dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum (dalam Tarwoto & Wartonah
2006).

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah anatomi dan fisiologi integument (kulit)
2. Apa saja Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygenes
3. Bagaimanakah tipe perawatan hygenes
4. Bagaimanakah cara menjaga kebersihan diri
5. Apa saja macam-macam tekhnik menjaga kebersihan tangan
6. Bagaimana konsep perawatan diri dalam keperawatan
C. Tujuan

1 Untuk mengetahui anatomi dan fisiologi integument (kulit)


2 Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygenes
3 Untuk mengetahui bagaimanakah tipe perawatan hygenes
4 Untuk mengetahui bagaimanakah cara menjaga kebersihan diri
5 Untu mengetahui apa saja macam-macam tekhnik menjaga kebersihan tangan
6 Untuk mengetahui bagaimana konsep perawatan diri dalam keperawatan
BAB 2
PEMBAHASAN

A. Anatomi dan fisiologi integument (kulit)

1. Pengertian Sistem Integumen


Sistem Integumen ialah sistem organ paling luas terdiri dari kulit dan aksesorisnya,
termasuk rambut, kuku, kelenjar atau keringat dan sebaseous dan reseptor saraf spesifik.

Fungsi :

 Melindungi struktur internal


 Mencegah masuknya kuman penyakit
 Mengatur suhu tubuh
 Melakukan proses ekresi
 Melindungi bahaya sinar matahari
 Memprodusi vutamin D

2. Bagian-bagian anatomi fisiologi integumen :


a. Lapisan kulit epidermis (kulit luar)
 Sel keratinosit
 Mecanosit
 Merkel
 lengerhanes
b. Kulit dermis (lapisan kulit kedua)
 Penyusun dermis :
 Kolagen /protein penguat
 Serat petikuler / protein penyokong
 Serat elestis / protein elastic kulit
 Di dalam lapisan kulit dermis terdapat :
 Kelenjar keringat : sebagai penghasil keringan untuk mencegah kulit kering dan juga
pengatur suhu tubuh
 Kelenjar minyak : sebagai penghasil minyak yang berperan sebagai pelindung kulit
dari kekeringan
 Folikel rambut : bagian akar rambut yang merupakan lokasi membelahnya sel-sel
rambut
 Hypodermis /subkotan: bagian kulit paling bawah
 Saraf penerima rasa sentuhan : sebagai sensor penerima rangsang, sentuhan yang
kemudian akan dikirimkan ke otak

 Jenis lapisan kulit dermis :


 Pepiler
 retikuler

B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Personal Hygenes

Menurut Depkes (2000) :

1. Body Image : gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri.

2. Praktis sosial : anak anak yang selalu dimanja dalam kebersihan diri,kemungkinan akan
terjadi perubahan pola personal hygene

3. Status sosial ekonomi : personal hygene memperlukan alat dan bahan sprt sabun , pasta
gigi dll yang memperlukan uang.

4. Pengetahuan : pengetahuan yg baik dapat meningkatkan kesehatan.

5. Kebersihan seseorang

6. Kondisi fisik atau psikis

C. Tipe Perawatan Hygenes

1. Perawatan pagi hari


 Staf perawat sif malam menyediakan hygenes dasar untuk pelayan yang telah siap
untuk sarapan, tes, yang terjadwal atau operasi dini hari.
 Perawat pagi termasuk menawarkan bedpan atau urinal jika klien tidak mampu
ambulasi, mencuci tangan dan muka klien dan membantu perawatan mulut.
2. Perawatan pagi atau setelah sarapan.
 Perawat membantu klien yang terbatas untuk berada di tempat tidur, memandikan,
perawatan badan, mengganti pakaian, hal ini sering kali disebut perawatan pagi
yang lengkap.
3. Perawatan siang Hari
 Perawatan siang hari meliputi :
Cuci tangan dan perawatan badan
4. Perawatan malam hari / sebelum tidur
 Perawat menawarkan klien rileks untuk meningkatkan tidur, seperti : mengganti
tempat tidur yang kotor, memberikan pijatan pada punggung
D. Cara Menjaga Kebersihan Diri :

a. Menjaga Kebersihan Rambut dan Kepala


 Bersihkan rambut dengan shampoo secara rutin , potong dan sisir rambut agar
terlihat rapi.
b. Menjaga Kebersihan Muka dan Mata
 Cuci muka minimal 3x sehari
 Bersihkan daerah mata dari arah luar ke dalam
 Bila mata kemasukan benda segera keluarkan menggunakan kain atau tissue yang
lembut , lakukan dengan hati-hati
c. Menjaga Kebersihan Telinga dan Hidung
 Bersihkan hidung dan telinga secara rutin 1-2 minggu sekali lakukan dengan
hati-hati menggunakan alat yang bersih dan aman
d. Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut
 Sikat gigi setiap selesai makan dan sebelum tidur
 Hindari konsumsi makan atau minum yang terlalu panas atau dingin
 Hindari konsumsi asam
 Banyak konsumsi makanan yang bergizi
e. Menjaga Kebersihan Badan
 Mandi menggunakan sabun mandi secara rutin minimal 2x sehari
 Gunakan pakaian bersih dan rapi
 Bila terkena jamur kulit, lakukan mandi seperti biasa

f. Menjaga Kebersihan Tangan dan Kaki


 Bersihkan tangan dan kaki sehari minimal 2x sehari atau setiap kotor
 Potong kuku seminggu sekali atau saat terlihat panjang
 Gunakan alas kaki yang lembut , aman dan nyaman

E. Macam-macam Tehnik Menjaga Kebersihan Tangan


 Tipe Cuci tangan bersih :
 singsingkan lengan baju diatas pergelangan tangan lepaskan pershiasan dan jam
tangan.
 Pertahankan kuku jari pendek dan terkikir
 Berdiri didepan bak cuci, jaga agar tangan dan baju tidak menyentuh permukan
bak cuci.
 Buka Keran yg dioperasikan dengan tangan.
 Hindari memercikan air ke baju.
 Atur aliran air
 Basahi tangan dan lengan bawah secara menyeluruh dibawah air mengalir.
 Oleskan 1ml sabun cair biasa / 3ml sabun cair anti septik pd tangan dan gosok
sampai berbusa
 Gosokan selama 10-15 sekon
 Jika area dibawah jari kotor, bersihakan dg kuku jari tangan atau sikat.
 Bilas tangan dan pergelangan tangan menyeluruh
 ulangi langkah 9-11, tetapi lama mencuci tangan di perpanjang 1,2,3 menit.
 Keringkan tangan secara menyeluruh
 Letakan handuk dalam wadah yg telah disediakan.
 Hentikan aliran air dengan siku
 Untuk menghentikan aliran keran tangan, dengan tisu kertas bersih dan kering.
 Pertahankan tangan tetap bersih.

F. Konsep Perawatan Diri dalam Keperawatan


1. Penegrtian Self Care menurut Orem ;
Self care : pelaksanaan aktivitas individu yang berkaitan dengan
pemenuhan kebutuhan dalam mempertahankan kehidupan kesehatan dan
kesejahteraan :
 Universal Self Care : kebutuhan yang berkaitan dengan proses
hidup manusia
Contoh : tempat tinggal, udara bersih, keamanan
 Developmental self care ; kebutuhan-kebutuhan yang
dikhususkan untuk proses perkembangan akibat adanya suatu
kondisi baru
Contoh : perubahan tempat tinggal, perubahan konsumsi makanan,
perubahan lingkungan, dll.
 Health Devicition : kebutuhan yang berkaitan dengan adanya
penyimpangan status kesehatan
Contoh : saat kondisi sakit.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Sistem Integumen ialah sistem organ paling luas terdiri dari kulit dan aksesorisnya,
termasuk rambut, kuku, kelenjar atau keringat dan sebaseous dan reseptor saraf spesifik.
2. Faktor yang mempengaruhi personal hygenes : body image, praktis sosial, status sosial
ekonomi, pengetahuan, budaya, kebiasaan, kondisi fisik/sikis
3. Tipe perawatan hygene : perawatan pagi, siang, malam sebelum tidur
4. Cara menjaga kebersihan diri : membersihkan rambut, kepala, muka, mata, telinga,
hidung, gigi, mulut, dada, tangan dan kaki
5. Self Carei alah pelaksanaaan aktivitas individu yang berkaitan dengan pemenuhan
kebutuhan dalam mempertahankan hidup, kesehatan, dan kesejahteraan.

B. Saran

Diharapkan kepada pembaca agar lebih banyak lagi mempelajari tentang konsep
perawatan hygenes. Setelah mengetahui yang telah diuraikan dalam makalah ini, diharapkan
mahasiswa mampu memahaminya, Karena ini juga sangat penting bagi perawat untuk
menjalankan Pratik.
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL……………………………………………………………...

KATA PENGANTAR …………………………………………………………...

DAFTAR ISI……………………………………………………………………..

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………….........

A. Latar Belakang……………………………………………………………...

B.Rumusan Masalah…………………………………………………………..

C. Tujuan……………………………………………………………………….

BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………...

A. Anatomi ,Fisiologi dan Integumen …………………………………………


B. Faktor yang memengaruhi Personal Hygenis……………………………..
C. Tipe Perawatan Hygenis……………………………………………….. …..
D. Cara Menjaga Kebersihan Diri…………………………………………….
E. Macam-macam Tehnik Menjaga Kebersihan Tangan……………………
F. Keperawatan Diri dalam Keperawatan……………………………………

BAB III PENUTUP……………………………………………………………..


3.1. Kesimpulan…………………………………………………………………
3.2. Saran………………………………………………………………………..

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………......
DAFTAR PUSTAKA

Asmadi. 2008. Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien. Jakarta: Salemba Medika
Alimul ,Aziz. 2006. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: Salemba Medika.
Potter and perry volume 2. 2006. Fundamental of Nursing . Jakarta : EGC