Anda di halaman 1dari 15

PERCOBAAN 5

EKSPERIMEN EFEK HALL

A. TUJUAN
1. Menentukan jenis pembawa muatan yang mengalir dalam penghantar.
2. Menetukan konstanta Hall pada penghantar.
3. Menentukan besarnya konduktivitas penghantar.

B. DASAR TEORI
a) Pembawa Muatan dalam Logam dalam Pengaruh Medan Listrik
Konduksi listrik dalam logam memenuhi hubungan
V  IR ……………………(1)
dimana V adalah beda potensial, I adalah arus, dan R adalah resistansi batan logam.
Jika batang tersebut mempunyai panjang  dan luas penampan A, maka
I V 
J , E dan R   …………………(2)
A  A
dimana J adalah rapat arus, E adalah medan listrik, dan  adaIah resistivitas listrik.
Konduktivitas listrik dapat dirumuskan sebagai berikut:
1
  ……………………………(3)

Substitusi persamaan (2) dan (3) ke dalam ( 1 ) menghasilkan
J   E ……………………………(4)
Persamaan terakhir sering disebut sebagai hukum Ohm, dan tampaklah
bahwa arah arus searah medan. Jika dalam proses konduksi tersebut pembawa
muatannya memiliki konsentrasi N, muatan Q dan kecepatan alir v, maka rapat arus
dapat pula dinyatakan sebagai
J  N Q v ……………………………(5)
b) Efek Hall
Perhatikanlah batang logam berikut. Jika dalam batang logam, selain dialirkan
arus Iy, juga di lewatkan medan magnet homogen Bz yang tegak lurus dengan arah arus,
maka akan dihasilkan beda tegangan, yaitu tegangan Hall, VH, antara dua sisi keping
yang berlawanan dalam arah sumbu-X.

1
Gambar 1 Prinsip Eksperimen Efek Hall
Tegangan Hall terjadi karena adanya gaya Lorent pada pembawa muatan yang
sedang bergerak dalam medan magnet
FL  Q v y BZ ……………………………(6)
Gaya Lorentz ini mengakibatkan terjadiya pembelokan gerak muatan ke arah salah satu
sisi keping dalam sumbu-X. Dalam waktu bersamaan, tentulah, salah satu sisi keping
yang lain yang berlawanan akan kekurangan muatan sehingga terjadilah tegangan Hall
seperti tersebut di atas.
Tegangan Hall menyebabkan terjadinya medan Hall, EH , yang selanjutnya
gaya Coulomb yang ditimbulkannya, FC  Q E H , berlawanan arah dengan gaya
Lorentz. Hubungan tegangan Hall (VH), medan Hall ( EH ) dan gaya Coulomb (FC)
memenuhi
V
E H  H dan FC  Q E H ……………………………(7)

Bertambahnya jumlah pembawa muatan yang dibelokkan ke salah satu sisi
keping, maka medan Hall-pun bertambah besar sehingga gaya Coulomb juga makin
besar. Akhimya, pada keadaan setimbang gaya Coulomb bisa mengimbangi gaya
Lorentz sehingga aliran pembawa muatan kembali lurus.
Pada keadaan setimbang berlaku FL=FC sehingga berdasarkan persamaan (6)
dan (7) dapatlah diperoleh
VH   v X BZ ……………………………(8)
Dengan persamaan (2) dan (5) untuk menggantikan ungkapan vx pada persamaan (8);
maka diperoleh

VH  I y B Z ……………………………(9)
NQA
Dalam gambar di atas luas penampang A=d.  sehingga persamaan (9) menjadi
1
VH  I y B Z ……………………………(10)
NQd
Karena NQd konstan, maka VH berbanding lurus dengan Iy dan Bz. Tetapan
1
kesebandingan sering disebut sebagai konstanta Hall
NQ
1
RH  ……………………………(11)
NQ
Secara eksperimen dapat diperoleh harga RH, yaitu bagian gradien grafik VH
terhadap Iy atau VH terhadap Bz. Sedangkan tanda RH bergantung pada jenis pembawa
muatan dalam proses konduksi. RH bertanda positip jika jenis pembawa muatannya
positip, dan RH bertanda negatip jika jenis pembawa muatannya juga negatip.

c) Konduktivitas dan Mobilitas Pembawa Muatan

2
Besaran lain yang dapat diperoleh dari proses konduksi listrik adalah mobilitas
dan konduktivitas pembawa muatan. Nilai konduktivitas merupakan ukuran dari
kemampuan suatu bahan untuk menghantarkan arus listrik. Berdasarkan gambar set
alat efek Hall dapat ditentukan nilai konduktivitas dengan persamaan (2) dan
persamaan (3) didapat
l
  I x ……………………………(12)
Vx A
Dalam gambar di atas luas penampang A=d·  sehingga persamaan (12) menjadi
1
 I x ……………………………(13)
Vx d
Mobilitas pembawa muatan didefinisikan sebagai perbandingan antara,
kecepatan alir dan medan luar. Berdasarkan gambar set efek Hall di atas, maka
mobilitas memenuhi
v
  x ……………………………(14)
Ex
Berdasarkan persamaan (5), maka ungkapan rapat arus dalam mobilitas memenuhi
J  NQv x  NQEx ……………………………(15)
Jika persamaan (15) dibandingkan dengan persamaan (4), maka didapatkan
ungkapan mobilitas pembawa muatan
1
  ……………………………(16)
NQ
Sesuai dengan persamaan (11) maka persamaan (16) menjadi
  RH  ……………………………(17)

C. ALAT DAN BAHAN


Alat dan Bahan
1) Aparatus efek Hall
Ukuran : 13 x 16 x 0,2 cm3
Berat : 0,4 kg.
1. Keping konduktor perak (Ag) atau wolfram (W) dengan tebal 5.10-5 m.
2. Soket untuk arus transversal Iy. Arus ini maksimal
15 A.
3. Sepasang soket untuk mengukur potensial
-6
Hall ( 10 V) dan tanda polaritasoya.
4. Potensiometer 5 ohm untuk pengaturan titik nol.
5. Batang standard sebagai penyangga aparatus
efek Hall di antara kedua kutub Gambar 2
elektromagnet.

3
2) Mikrovoltmeter
Daya ukur : tegangan DC 100 nV s/d 20 V
dengan display digital.
1. Sepasang soket input 4 mm, tegangan
maks ± 20 V, resistansi input 1 M  untuk
range 20 V dan 100 k  untuk range lain.
2. Saklar seleksi penguatan (gain) x l s/d xl05.
Gain 105 bersesuaian dengan Gambar 3 Mikrovoltmeter
pengukuran dalam range 10-5 V.
3. Saklar selektor fungsi V, Reset dan Vs. Dalam eksnerimen efek Hall ini yang
diperlukan hanya saklar V (untuk pengukuran voltase Hall).
4. Sepasang soket output analog 4 mm, tegangan maks ± 20 V.resistansi input 100
.
5. Indikator untuk pengukuran V atau Vs, yang bersesuaian dengan (3).
6. Display digital 3½-digit dengan order 100 s/d 10-5. Jika display menunjukkan
nilai ± 1999 berarti jangkauan ukur mikrovoltmeter tidak mampu lagi.
Segeralah memutar saklar seleksi gain (2) ke arah yang lebih kecil (berlawanan
arah jarum jam). Meskipun pada alat menunjuk lebih kecil, misanya 105
menjadi 103, tetapi sesungguhnya menunjukkan nilai ukur yang lebih besar,
yaitu 10-5 menjadi 10-3 V.
7. Potensiometer offset.
8. Seting nol.

3) Sumber tegangan DC (variabel transformer tegangan rendah) 2 V, 20 A untuk


mensuplay arus teransversal IY dan tegangar jatuh VY. Aparatus efek Hall
memerlukan arus transversal maksimal 15 A.
4) Ampermeter DC 30 A untuk mengukur arus teransversal IY.
5) Sepasang elektromagnet inti-U, yang masing-masing 250 lilitan, untuk
membangkitkan medan ma.gnet homogen pada aparatus efek Hall.
6) Sumber tegangan DC (variabel power supplay tegangan rendah) 20 V, l0A
untuk mensuplay arus coil IB. Aparatus efek Hall memerlukan arus coil maksimal 5
A.
7) Ampermeter (6 A AC dan 10 A DC) untuk mengukur arus coil IB.
8) Teslameter dengan probe tangensial untuk mengukur medan magnet.
9) Voltmeter DC 30 V untuk mengukur output analog.

2.Skema Eksperimen

4
Gambar 4 Disain Eksperimen Efek Hall

D. METODE
1. Menentukan jenis pembawa muatan yang mengalir dalam penghantar.
2. Menentukan konstanta Hall pada penghantar.
Untuk tujuan 1 dan 2 dengan fluks magnet tetap: Potensial Hall sebagai fungsi arus
transversal
a) variabel bebas : arus transversal sampel Ix
b) variabel terikat : tegangan Hall VH
c) Variabel kontrol : medan magnet BZ
3. Menentukan besarnya konduktivitas penghantar.
a) variabel bebas : arus transversal sampel IY
b) variabel terikat : tegangari jatuh Vy

E. DATA PENGAMATAN
1. Tabel 1
Data Pengamatan Konstanta Hasil dan Jenis Pembawa Muatan untuk Arus
Transversal Tetap
Ib=0,1 mA
Ix (A) Bz(mT) VH (V) x10-4
1,0 51,0 -0,58
2,0 51,0 -1,31
3,0 51,0 -2,06
4,0 51,0 -2,83
5,0 51,0 -3,51
6,0 51,0 -4,25
7,0 51,0 -5,00

5
8,0 51,0 -5,81
9,0 51,0 -6,53
10,0 51,0 -7,34
2. Tabel 2
Ib=0,1 mA

Ix (A) Vx(V)
1,0 1,0
2,0 2,0
3,0 3,0
4,0 4,0
5,0 5,0
6,0 6,0
7,0 7,0
8,0 8,0
9,0 9,0
10,0 10,0
Nst. Ix = 0,1 A
Nst. Ib = 0,1 mA
Nst. Ib = 0,1 V
Nst. Bz= 0,1 mT
Nst. VH = 0,01x10-4 V

F. ANALISIS
a) Data Pengamatan Tabel 1
Ix (A) Bz(mT) VH (V) x10-4
1,0 51,0 -0,58
2,0 51,0 -1,31
3,0 51,0 -2,06
4,0 51,0 -2,83
5,0 51,0 -3,51
6,0 51,0 -4,25
7,0 51,0 -5,00
8,0 51,0 -5,81
9,0 51,0 -6,53
10,0 51,0 -7,34

6
R 
Sesuai dengan persamaan VH   H  Bz I x dengan pemodelan persamaan linier y  a  bx
 d 
R 
sehingga VH sebagai y , Bz Ix sebagai x, dan gradient garis/slope (b) adalah  H  dengan
 d 
a=0 adalah intercept.

Ralat untuk gradient/slope


sb
R  100%
b
3,9302  10- 7
  100%
- 7,4364  10-5
 0,53% (4 Angka Pent ing)
Didapat nilai gradient/slope adalah  7,436  0.039  105 dengan ralat 0.53%
1) Menentukan nilai RH

7
RH
b
d
RH  b  d
 7,436 10 5  5  10 5
 3,718  10 9 m 3 C

R H 2
s RH  s
b b

 d  sb 2
 5  10 5  0,039302  10 5
 2,201  10 8 m 3 C
Ralat
sR
R  H 100%
RH
2,2007 10 11
 100%
 3,718 10 9
 0,59% (4 Angka Penting)
Jadi, nilai konstanta Hall untuk keping perak (Ag) adalah
RH   3,718  0,022  10 9 m 3 C dengan ralat 0.59%

2) Menentukan jenis pembawa muatan


Dengan mengetahui bahwa nilai konstanta Hall berharga negatif maka jenis pembawa
muatan yang ada pada keping konduktor Perak (Ag) adalah elektron dengan nilai
muatan negatif.

b) Data Pengamatan Tabel 2


Ix (A) VH (V)
1,0 1,0
2,0 2,0
3,0 3,0
4,0 4,0
5,0 5,0
6,0 6,0
7,0 7,0
8,0 8,0
9,0 9,0
10,0 10,0

8

Sesuai dengan persamaan V x  I x dengan pemodelan persamaan linier y  a  bx
A

sehingga Vx sebagai y , Ix sebagai x, dan gradient garis/slope (b) adalah dengan a=0
A
adalah intercept.

sb
R  100%
b
0
  100%
1
 0% ( 4Angka Pent ing)
Didapat nilai gradient/slope adalah 1,000  0,000 102 dengan ralat 0%

3) Menentukan konduktivitas (  )
Dengan luas penampang A  d   , maka

b
 A


bd 
1

bd
1

7,436  10 5  5  10 5
 2.69  108 m

9

2

s  s
b b
2
1
  2  sb
b d
1
  3,902  10-7
5 2
(7,436  10 )  5  10 5
 1,41  106 m
s
R  100%

1,41  106
  100%
2.69  108
 0,52% (4 Angka Pent ing)
Jadi, nilai konduktivitas dari keping konduktor perak (Ag) adalah
  2,690  0,0141  108 m dengan ralat 0,52%

4) Menentukan mobilitas (  )
Dengan nilai RH   3,718  0,02210 9 m3 C dan   2,690  0,0159 108 m ,
maka nilai mobilitas sesuai dengan persamaan (17) didapat
  RH 
 3,718 109  2.690 108
 1,000142 m 2 V  s

2
 
2

s  s RH  s
RH 
2
   sRH  RH  s
2

2 2
 2,690 108  0,022 10 9   3,718 10 9  0,0159 108
 0,00836 m 2 V  s
s
R 100%

0,00836
 100%
 1,000142
 0,84% (4 Angka Penting)
Jadi, nilai mobilitas keping konduktor perak (Ag) adalah    1,000  0,008m 2 V  s
dengan ralat 2.51%.

10
G. PEMBAHASAN

Pada percobaan ini arus dialirkan pada plat konduktor yang di uji yaitu keping perak
(Ag) sehingga pada plat terjadi medan listrik. Plat di letakkan pada medan magnet yang
arahnya ke sumbu z, maka akan terjadi gaya Lorentz. Arus akan mengalir pada sumbu x
maka arah medan magnet ke sumbu z,maka gaya Lorentz akan tegak lurus dengan medan
magnet. Pada saat plat tidak di beri medan magnet maka elektoron positif dan electron
nengatif saling menyatuh, setelah medan magnet di berikan pada plat makan electron positf
dan elektron negatif saling terpisah, sehingga terdapat beda potensial pada plat tersebut.
Adanya beda potensial yang terjadi itu maka terjadilah efek hall.

Pada penelitian ini telah dilakukan karakterisasi sensor magnetic efek-hall tipe UGN3503
sebuah sensor magnetic semi konduktor yang murah, dan aplikasinya untuk pengukuran
massa menggunakan mikrokontroler AT89551. System ini dapat diaplikasikan pada
pengukuran massa yang memerlukan ketelitian tinggi. Karakterisasi dilakukan dengan
mendekatkan sensor UGN3503 pada sumber magnet permanen dan magnet koil buatan di luar
dan didalam sangkar faraday.(suryono:2009). Sehingga menggunakan efek hall ini berguna
dalam pengukuran massa yang memerlukan ketelitian yang lebih tinggi.

Dalam percobaan kali ini mengharapkan agar memperoleh nilai konstanta hall melalui
percobaan secara langsung, yaitu sebesar RH = (-3,718±0,022) x 10-9 m3/C dengan ralat
sebesar 0,59% adanya tanda negative memberikan isyarat bahwa pembawa arah dari muatan
pada kepping perak adalah electron. Secara teori dapat dibuktikan dengan menggunakan
model elektron bebas sehingga elektron dapat bergerak bebas antara inti-inti diseluruh volume
bahan asalkan tidak keluar dari permukaan. Elektron bebas yang dimiliki Ag hanya satu yaitu
elektron valensinya. Selain mendapatlkan konstanta hall juga mendapatkan nilai
konduktivitas dan mobilitasnya yaitu sebasar   2,690  0,0141  108 m dengan ralat
0,52% dan    1,000  0,008 m 2 V  s dengan ralat 2.51%.

H. TUGAS
1. Grafik hubungan antara VH dan Bz Ix sudah ada di analisis
Dari Grafik menetukan RH sudah ada di analisis didapat Nilai konstanta hall untuk
perak didapat RH   3,718  0,022  10 9 m 3 C dengan ralat 0.59%
2. Dari tugas 2 tentukan jenis pembawa muatan yang terdapat pada konduktor perak (Ag)
adalah elektron, hal ini dapat dilihat dari nilai konstanta Hall bernilai negative.
3. Grafik hubungan antara Ix dan Vx dan tentukan nilai konduktivitas dengan
menggunakan persamaan 3 sudah ada di analisis, didapat nilai konduktivitas dari
keping konduktor perak (Ag) adalah    1,000  0,008 m 2 V  s dengan ralat
2,51%
4. Penurunan rumus   NQ

11
Dari persamaan (5) dan persamaan (14) yaitu
J  NQv ……………………………(5)
v
 ……………………………(14)
E
Maka didapat persamaan (15) yaitu
J  NQE ……………………………(15)
J   E ……………………………(4)
Jika persamaan (15) dan persamaan (4) disubtitusikan didapat
E  NQE
  NQ Terbukti 
5. Mobilitas pembawa muatan 𝜇 berdasar data hasil pengukuran sudah ada di analisis,
didapat nilai mobilitas keping konduktor perak (Ag) adalah
   1.38  0.0310 2 m 2 V  s dengan ralat 2.51%.

I. KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan efek Hall yang telah dilakukan dapat ditarik beberapa
kesimpulan sebagai berikut.
1. Nilai konstanta hall untuk perak didapat   2,690  0,0141  108 m dengan
ralat 0.52%
2. Jenis pembawa muatan yang mengalir dalam penghantar perak adalah elektron, hal
ini dapat dilihat dari nilai kontanta hall yang berharga negatif.
3. Dapat ditentukan nilai konduktivitas dan mobilitas dari konduktor perak adalah
a) konduktivitas dari keping konduktor perak (Ag) adalah
  2,690  0,0141  108 m dengan ralat 0,52%
b) mobilitas keping konduktor perak (Ag) adalah    1.38  0.0310 2 m 2 V  s
dengan ralat 2.51%

J. DAFTAR PUSTAKA

Johan Wahyudi, dkk. 2013.Desain dan Karakterisasi Penggunaan Sensor Efek Hall
UGN3503 untuk Mengukur Arus Listrik pada Kumparan Leybold P6271 Secara
Non Destruktif. Jurnal Berkala fisika, Vol. 1, No.02,Juli 2013 : Universitas
Lampung.

12
Tim pengajar Eksperimen Fisika Modern. 2015. Petunjuk Eksperimen Fisika Modern.
Malang: FMIPA UM.

13
Lampiran 1

14
LAPORAN PRAKTIKUM
FISIKA MODERN

JUDUL PRAKTIKUM
EKSPERIMEN EFEK HALL

OLEH:

NAMA : NAUFAL RAFSANJANI DIFA

NIM : 130322615505

OFFERING : N-2

KELOMPOK :6

PEMBIMBING : Dr. HARI WISODO, M. Si

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
DESEMBER 2015

15