Anda di halaman 1dari 8

Ujian Tengah Semester - Program Studi Teknologi Bioproses S1 Reguler

Neraca Massa dan Energi – CBS210803


Sifat: Buku Text Terbuka Jam 10.00 – 12.30/Ruang S203

Kamis, 28 Oktober 2010 Dosen: Dr.-Ing. Ir. Misri Gozan, M.Tech.

Kumpulkan Soal Ujian!!

1. (5%) Bilangan Reynold adalah sebuah grup bilangan tak-berdimensi yang banyak dipakai dalam
perhitungan mekanika fluida untuk menyatakan hubungan antara kerapatan fluida (𝜌), kecepatan fluida
(u), diameter pipa (D) dan viskositas fluida (𝜇 ) dengan persamaan sbb:

𝐷𝑢𝜌
𝑅𝑒 =
𝜇

Hitunglah nilai Re untuk data berikut:


D = 1 inchi; 𝜌 = 12,5 kg/m3 ; u = 1 m.s-1; 𝜇 = 0,14 x 10 -4 lbms-1ft-1

2. (15%) Berikut adalah bagian utama dari. diagram alir Air Liquid Flow
a. (5%) Tentukan batas sistem (System boundary) untuk total (gambar di sini)
b. (5%) Sederhanakan gambar pada buku ujian sehingga menjadi diagram yang menggambarkan
aliran “masukan”, proses dan “keluaran”.
3. (20%)
Sebuah perusahaan briket arang mempunyai kontrak membuat 100 kg briket untuk barbecue dengan
syarat arang dalam briket tidak boleh mengandung lebih dari 10% air dan 10% abu. Hasil analisa
komposisi bahan dasar yang mereka gunakan sbb:
- Air, 12,4% - Bahan volatil (menguap) 16,6%
- Karbon 57,5% dan - Abu 13,5%

Untuk memenuhi spesifikasi, mereka merencanakan untuk mencampur dengan kokas petroleum yang
memiliki komposisi sbb:

- Bahan volatil (menguap) 8,2% - Air, 3,1%


- Karbon 88,7% dan

Tentukan berapa banyak kokas yang diperlukan!

4. (25%) Peralatan membran reaktor berikut digunakan untuk proses “extractive bioconversion”, dimana
fermentasi dan pemisahan produk berlangsung simultan (pada waktu yang sama).
Sel ragi di-imobilisasi di dalam dinding membran sehingga tidak dapat memperbanyak diri. 20% glukosa
dalam larutan air masuk ke dalam bagian annular membran dengan kecepatan 60 kg/jam. Sel ragi
mengubah glukosa menjadi alkohol dan karbon dioksida di dalam anular. Karbon diokida yang terbentuk
semuanya ditangkap dan dibuang dalam sistem katup gas yang tidak tampak dalam gambar. Karena
glukosa dan air tidak larut dan tidak akan bercampur dengan sistem hexanadiol. Sementara itu
hexanadiol dengan kecepatan 50 kg/jam masuk pada bagian tubular dan menyerap etanol yang
terbentuk. Jika pada keluaran anular masih terdapat 0,2% gula dan 0,5% etanol, hitunglah:
(a) Konsentrasi hexanadiol pada keluaran tubular
(b) Berapa mol CO2 yang keluar?

5. (35%) Produksi protein rekombinan dari bakteri jenis GM E.coli adalah proporsional dengan
pertumbuhannya. Protein reklombinan memiliki rumus: CH1.55O0.31N0.25. Amonia digunakan sebagai
sumber nitrogen untuk respirasi aerobik glukosa. Yield biomass dari glukosa = 0,48 g/g. Yoeld protein
rekombinan protein 20% yield sel. Tentukan:
a. Kebutuhan oksigen
b. Bila digunakan bakteri E.coli yang tidak mampu memproduksi protein rekombinan tsb, maka
hitunglah oksigen yang dibutuhkan
Jawaban Ujian Tengah Semester - Program Studi Teknologi Bioproses S1 Reguler

Neraca Massa dan Energi – CBS210803


1. (5%) Bilangan Reynold adalah sebuah grup bilangan tak-berdimensi yang banyak dipakai dalam
perhitungan mekanika fluida untuk menyatakan hubungan antara kerapatan fluida (𝜌), kecepatan fluida
(u), diameter pipa (D) dan viskositas fluida (𝜇 ) dengan persamaan sbb:

𝐷𝑢𝜌
𝑅𝑒 =
𝜇

Hitunglah nilai Re untuk data berikut:


D = 1 inchi; 𝜌 = 12,5 kg/m3 ; u = 1 m.s-1; 𝜇 = 0,14 x 10 -4 lbms-1ft-1
Jawaban:
D 1 inchi 0,0254 M
Densitas 12,5 kg/m3 12,5 kg/m3
U 1 m/dtk 1 m/dtk
2,07742E-
Myu 0,000014 lb/dtk.ft 05 kg/s.m

Re = 15.283,4

2. (15%) Berikut adalah bagian utama dari. diagram alir Air Liquid Flow
a. (5%) Tentukan batas sistem (System boundary) untuk total (gambar di sini)
b. (5%) Sederhanakan gambar pada buku ujian sehingga menjadi diagram yang menggambarkan
aliran “masukan”, proses dan “keluaran”.

3. (20%)
Sebuah perusahaan briket arang mempunyai kontrak membuat 100 kg briket untuk barbecue dengan
syarat arang dalam briket tidak boleh mengandung lebih dari 10% air dan 10% abu. Hasil analisa
komposisi bahan dasar yang mereka gunakan sbb:
- Air, 12,4% - Bahan volatil (menguap) 16,6%
- Karbon 57,5% dan - Abu 13,5%

Untuk memenuhi spesifikasi, mereka merencanakan untuk mencampur dengan kokas petroleum yang
memiliki komposisi sbb:

- Bahan volatil (menguap) 8,2% - Air, 3,1%


- Karbon 88,7% dan

Tentukan berapa banyak kokas yang diperlukan!

Jawaban: (ada 2 kemungkinan cara menghitung)


Kemungkinan 1
A + B = C  A + B = 100  B = 100-A
Terlihat bahwa kandungan air (xA) pada bahan dasar lebih besar dari kandungan abunya (yA). Demikian
juga kandungan air pada bahan dasar (xA) lebih besar dari kandungan air pada kokas(xB). Besar
kemungkinan bahan dasar lebih banyak dari bahan kokas (yang memiliki kandungan abu = 0), sehingga.
Jadi, air pada C adalah batasan = 0,1. Tetapi hasil akhir harus dicek apakah kandungan abu memenuhi
syarat.

Neraca massa air:


(xA).A + (xB). B = (xC). C
0,124A + 0,031B = 0,1 .100
0,124A + 0,031 (100-A) = 10
A (0,124 - 0,031) = 10 – 3,1  0, 093 A = 6,9
A = 6,9/0,093 = 74,19 kg

Cek abu
(yA).A + (yB). B = (yC). C
0,135A + 0 = (yC).100
(yC) = (0,135 . 74,19)/100 = 10,02/100
Kandungannya masih lebih besar dari 10%
Karena itu dilakukan perhitungan ulang, kandungan abu harus menjadi dasar perhitungan
(yA).A + (yB). B = (yC). C
0,135 A + 0 = 0,1.100
A = 10/0,135
Maka A = 74,07 kg

B = 100 – 74,07 = 25,93 kg

Kemungkinan 2
Hitung ulang komposisi dengan menghilangkan bahan volatil
Komposisi di Bahan Mentah menjadi
Air = 12,4 . 100% / (100-16,6%) = 0,124 x100 / 83,4
(xA) = 0,15

Abu = 13,5 . 199% (100-16,6%) = 0,1135 x 100/83,4


(yA) = 0,16

Komposisi pada kokas


Air = 3,1 . 100% / (100-8,2%) = 0,031 x100 /91,8
(xB) = 3,3%

Jadi kita gunakan neraca massa air yang baru


(xA).A + (xB). B = (xC). C
0,15A + 0,033B = 0,1 .100
0,15A + 0,033 (100-A) = 10
A (0,15 - 0,033) = 10 – 3,3  0, 11 A = 6,7
A = 6,7/0,11 = 58,31 kg
Cek abu
(yA).A + (yB). B = (yC). C
0,16A + 0 = (yC).100
(yC) = (0,16 . 58,31)/100 = 9,439/100 = 0,094
Kandungan abunya masih lebih kecil dari 10% Jadi OK kalau harga A dipakaii = 58,31 kg

B = 100 – 58,31 = 31,69 kg (ini adalah kokas tanpa volatil)


Dengan volatil = 31,69 x 100 / (100-8,2) = 31,69 x 100 / 91,8
=
4. (25%) Peralatan membran reaktor berikut digunakan untuk proses “extractive bioconversion”, dimana
fermentasi dan pemisahan produk berlangsung simultan (pada waktu yang sama).
Sel ragi di-imobilisasi di dalam dinding membran sehingga tidak dapat memperbanyak diri. 20% glukosa
dalam larutan air masuk ke dalam bagian annular membran dengan kecepatan 60 kg/jam. Sel ragi
mengubah glukosa menjadi alkohol dan karbon dioksida di dalam anular. Karbon diokida yang terbentuk
semuanya ditangkap dan dibuang dalam sistem katup gas yang tidak tampak dalam gambar. Karena
glukosa dan air tidak larut dan tidak akan bercampur dengan sistem hexanadiol. Sementara itu
hexanadiol dengan kecepatan 50 kg/jam masuk pada bagian tubular dan menyerap etanol yang
terbentuk. Jika pada keluaran anular masih terdapat 0,2% gula dan 0,5% etanol, hitunglah:
(c) Konsentrasi hexanadiol pada keluaran tubular
(d) Berapa mol CO2 yang keluar?

Jawaban:

Pada awal terdapat :


Glukosa di awal = 20% dari 60 kg
= 12 kg
= 12 [kg]/180 [kg/kmol] = 0,0667 kmol
Air = (100 – 20)% = 80% dari 60 kg
= 48 kg
= 48 [kg]/18 [kg/kmol] = 2,667 kmol

Keluaran Ao terdapat
Air = 100% - 0,2% - 0,5% = 99,3%
Karena air hanya terdapat pada Ao, maka perhitungan bisa didasarkan pada neraca air, dan
aAi . Ai = aAo . Ao
48 = 0,993 . Ao  A0 = 48/0,993 = 48,34 kg

Dengan demikian bisa dihitung massa Glukosa yang sisa:


0,2% x 48,34 kg = 0,0967 kg
= 9,67 [kg]/180 [kg/kmol] = 0,00054 kmol

Gula yang bereaksi menjadi etanol =


0,0667 – 0,00054 = 0,0662 kmol

Etanol yang diproduksi seharusnya =


2 x gula yang bereaksi = 2x0,0662 kmol = 0,132 kmol
Etanol pada Ao = 0,5% x 48,34 kg
= 0,242 kg = 0,242 [kg]/ 46 [kg/kmol] = 0,005254 kmol
Berarti etanol pada B0 :
= 0,132 – 0,005254 kmol = 0,127 kmol
= 0,127 kmol x 46 kg/kmol = 5,85 kg
Komposisi Hexanadiol pada keluaran adalah
= 60 kg / (60 + 5,85) kg = 0,9112
= 91,12 %

(e) CO2 yang keluar


CO2 yang keluar = CO2 yang diproduksi secara stoikiometris dari gula yang bereaksi
= 2 x 0,0662 kmol = 0,132 kmol
= 0,132 kmol x 44 kg/kmol
= 5,82 kg

5. (35%) Produksi protein rekombinan dari bakteri jenis GM E.coli adalah proporsional dengan
pertumbuhannya. Protein reklombinan memiliki rumus: CH1.55O0.31N0.25. Amonia digunakan sebagai
sumber nitrogen untuk respirasi aerobik glukosa. Yield biomass dari glukosa = 0,48 g/g. Yield protein
rekombinan protein 20% yield sel. Tentukan:
a. Kebutuhan oksigen
b. Bila digunakan bakteri E.coli yang tidak mampu memproduksi protein rekombinan tsb, maka
hitunglah oksigen yang dibutuhkan