Anda di halaman 1dari 20

INDUKTANSI

Teknik elektro

DISUSUN OLEH

NAMA : DIMAS TRI PAMUNGKAS


NIM : 1111820013
JURUSAN : TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO
INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
BANTEN
2019
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul
Induktansi.
Dalam pengerjaan karya tulis, penulis mengerjakannya dengan harapan
dapat membagi ilmu yang dituliskan dalam karya tulis ini juga memenuhi
tuntutan akademisi. Walaupun isi dari karya tulis hanya sebatas kemampuan
penulis dalam menyajikan suatu materi, penulis berharap bahwasannya dapat
bermanfaat bagi orang banyak.
Selanjutnya tanpa mengurangi rasa hormat penulis mengucapkan
terimakasih atas dukungan dan bantuan dalam berbagai bentuk kepada:
1. Bapak Matsuani, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pembimbing dalam mata
kuliah Fisika Dasar II atas perhatian dan arahannya kepada penulis dalam
mengerjakan karya tulis.
2. Rekan-rekan prodi Teknik Elektro angkatan 2018 yang sudah membantu
sedikit banyaknya dari pengerjaan karya tulis ini.

Serpong, 31 Maret 2019

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................... 2

DAFTAR ISI ....................................................................................................... 3

BAB I .................................................................................................................. 4

1.1 Latar belakang ....................................................................................... 4


1.2 Rumusan masalah .................................................................................. 4
1.3 Tujuan ................................................................................................... 4
1.4 Metode penulisan................................................................................... 5
BAB II................................................................................................................. 6

2.1 Pengertian Induktansi ............................................................................ 6


2.2 Induktansi Diri ....................................................................................... 6
2.3 Induktansi Bersama ............................................................................... 9
2.4 Hukum Faraday ................................................................................... 10
2.5 Hukum Henry ...................................................................................... 13
2.6 Penerapan Hubungan Induktansi dengan Ilmu Elektronika ................... 14
BAB III ............................................................................................................. 19

3.1 Kesimpulan ......................................................................................... 19


3.2 Saran ................................................................................................... 19
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 20

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Fisika dasar II merupakan salah satu matakuliah dalam perguruan
tinggi Institut Teknologi Indonesia sebagai pondasi pembelajaran tentang
fenomena fisis yang terjadi, termasuk tentang elektro atau elektronika.
Dalam jurusan Teknik elektro, wajib adanya pembekalan dari matakuliah
Fisika dasar II untuk memudahkan pemahaman dalam menempuh keahlian
dibidang elektronika atau Teknik elektro, salah satunya mengenai
Induktansi.
Induktansi ini memiliki beberapa penerapan (aplikasi) pada
kehidupan masyarakat ataupun menjadi teknologi sendiri dalam
perkembangan di ranah industri. Disamping materi, sebagai mahasiswa
Institut Teknologi Indonesia pembuatan karya tulis di haruskan untuk
memenuhi nilai indeks prestasi dalam mata kuliah Fisika dasar II sebagai
syarat menempuh gelar Sarjana Teknik.

1.2 Rumusan masalah


Dalam pembuatan makalah ini, ada beberapa rumusan masalah
diantaranya adalah :
1. Apa yang di maksud dengan Induktansi?
2. Apa saja jenis-jenis Induktansi?
3. Apa yang di maksud dengan Hukum Faraday I dan II?
4. Apa bunyi Hukum Henry?
5. Apa saja contoh hubungan Induktansi dengan ilmu elektronika?

1.3 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini diantaranya :
1. Agar mahasiswa mempunya bekal dalam pemahaman keahlian di
bidang teknik elektro.

4
2. Agar mahasiswa mengerti dasar dari induktansi yang terjadi sekitar
bidang elektro.
3. Agar mahasiswa dapat memahami hukum-hukum fisika yang
berhubungan dengan induktansi.

1.4 Metode penulisan


Metode penulisan makalah ini menggunakan metode pustaka dengan
mengumpulkan data dari referensi buku ataupun jejaring internet.

5
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Induktansi


Induktansi merupakan sifat sebuah rangkaian listrik atau
komponen yang menyebabkan timbulnya gaya gerak listrik di dalam
rangkaian sebagai akibat perubahan arus yang melewati rangkaian (self
inductance) atau akibat perubahan arus yang melewati rangkaian tetangga
yang dihubungkan secara magnetis (induktansi bersama atau mutual
inductance). Pada kedua keadaan tersebut, perubahan arus berarti ada
perubahan medan magnetik, yang kemudian menghasilkan gaya gerak
listrik.
Apabila sebuah kumparan dialiri arus, di dalam kumparan tersebut
akan timbul medan magnetik. Selanjutnya, apabila arus yang mengalir
besarnya berubah-ubah terhadap waktu akan menghasilkan fluks magnetik
yang berubah terhadap waktu. Perubahan fluks magnetik ini dapat
menginduksi rangkaian itu sendiri, sehingga di dalamnya timbul gaya geak
listrikl induksi. Gaya gerak listrik induksi yang diakibatkan oleh perubahan
fluks magnetik sendiri dinamakan gaya gaya listrik induksi diri.

2.2 Induktansi Diri


Induktansi diri adalah apabila arus berubah melewati suatu
kumparan atau solenoida, terjadi perubahan fluks magnetik di dalam
kumparan yang akan menginduksi gaya gerak listrik pada arah yang
berlawanan.

Gambar 1. Macam-macam Kumparan.


Gaya gerak listrik terinduksi ini berlawanan arah dengan
perubahan fluks. Jika arus yang melalui kumparan meningkat, kenaikan

6
fluks magnet akan menginduksi gaya gerak listrik dengan arah arus yang
berlawanan dan cenderung untuk memperlambat kenaikan arus tersebut.
Dapat disimpulkan bahwa ggl induksi ε sebanding dengan laju perubahan
arus yang dirumuskan :

Dengan I merupakan arus sesaat, dan tanda negatif menunjukkan


bahwa gaya gerak listrik yang dihasilkan berlawanan dengan perubahan
arus. Konstanta kesebandingan L disebut induktansi diri atau induktansi
kumparan, yang memiliki satuan henry (H), yang didefinisikan sebagai
satuan untuk menyatakan besarnya induktansi suatu rangkaian tertutup
yang menghasilkan gaya gerak listrik satu volt bila arus listrik di dalam
rangkaian berubah secara seragam dengan laju satu ampere per detik.

1. Induksi Diri Sebuah Kumparan


Perubahan arus dalam kumparan ditentukan oleh perubahan
fluks magnetik 0 dalam kumparan. Besarnya induksi diri dari sebuah
kumparan ialah:

L=

Dimana:
L = Induksi diri kumparan (H)
I = Arus (A)
N = Jumlah lilitan
= Fluks magnetic kumparan

Contoh Soal 1 :
Sebuah kumparan mempunyai induktansi diri 2,5 H. Kumparan
tersebut dialiri arus searah yang besarnya 50 mA. Berapakah besar ggl
induksi diri kumparan apabila dalam selang waktu 0,4 sekon kuat arus
menjadi nol?

7
Diketahui:
L = 2,5 H Δt = 0,4 s
I1 = 50 mA = 5 × 10-2 A I2 = 0
Ditanya: ε = ... ?
Penyelesaian:

2. Induktansi Diri Selenoida dan Toroida


Besarnya induktansi seleonida dan toroida dapat kita ketahui
dengan mengunakan persamaan berikut :

Dimana :
L = Induksi diri kumparan (H)
N = Jumlah lilitan
L = Panjang solenoida ( )
N = Jumlah lilitan
= Permeabilitas Vakum (Wb/Am)

Contoh Soal 2 :
Solenoida memiliki panjang 5π cm dan lilitan 3000. Luas penampang
4 cm2. Solenoida dialiri arus yang berubah dari 12 A menjadi 8 A
dalam waktu 0,05 detik maka tentukan beda potensial yang timbul
pada ujung-ujung solenoida ?

Diketahui:
L = 5πcm = 5π. 10−2m
N = 3000
A = 4cm2 = 4.10-4m2
Δi1 = 8 – 12 = 6 A

8
Δt = 0,05 detik
L = 0,26 H
Ditanya ε ?
Penyelesaian :

ε = −L
ε = − 0,26
ε = 31,2 volt

2.3 Induktansi Bersama


Apabila dua kumparan saling berdekatan, seperti pada gambar 2
maka sebuah arus tetap I di dalam sebuah kumparan akan menghasilkan
sebuah fluks magnetik Φ yang mengitari kumparan lainnya dan
menginduksi ggl pada kumparan tersebut.

Gambar 2. Perubahan arus di salah satu kumparan akan


menginduksi arus pada kumparan yang lain.

Menurut Hukum Faraday, besar ggl ε2 yang diinduksi ke kumparan


tersebut berbanding lurus dengan laju perubahan fluks yang melewatinya.
Hal ini dikarenakan fluks berbanding lurus dengan kumparan 1,
maka ε2 harus sebanding dengan laju perubahan arus pada kumparan 1,
yang dinyatakan:

Dengan M adalah konstanta pembanding yang disebut induktansi


bersama. Nilai M tergantung pada ukuran kumparan, jumlah lilitan dan
jarak pisahnya. Induktansi bersama mempunyai satuan Henry (H) untuk
mengenang fisikawan asal AS, Joseph Henry (1797 - 1878). Pada situasi

9
yang berbeda, jika perubahan arus kumparan 2 menginduksi ggl pada
kumparan 1, maka konstanta pembanding akan bernilai sama, yaitu:

Induktansi bersama diterapkan dalam transformator, dengan


memaksimalkan hubungan antara kumparan primer dan sekunder sehingga
hampir seluruh garis fluks melewati kedua kumparan tersebut.

2.4 Hukum Faraday


Hukum faraday adalah hukum dasar elektromagnetisme yang
menjelaskan bagaimana arus listrik menghasilkan medan magnet dan
sebaliknya bagaimana medan magnet dapat menghasilkan arus listrik pada
sebuah konduktor. Hukum faraday inilah yang kemudian menjadi dasar
dari prinsip kerja induktor, transformator, solenoid, generator listrik dan
motor listrik.
Hukum yang sering disebut dengan hukum induksi elektromagnetik
iaraday ini pertama kali dikemukakan oleh seorang fisikawan Inggris yang
bernama Michael Faraday pada tahun 1831. Induksi elektromagnetik adalah
gejala timbulnya gaya gerak listrik (ggl) di dalam suatu kumparan bila
terdapat perubahan fluks magnetik pada konduktor pada kumparan tersebut
atau bila konduktor bergerak relatif melintasi medan magnet. Jadi yang
dimaksud dengan Fluks banyaknya jumlah garis gaya yang melewati luasan
suatu bidang yang tegak lurus garis gaya magnetik.
Percobaan Faraday

Gambar 3. Mickael Faraday dan percobaan Hukum Faraday.

10
Dalam percobaan faraday atau sering dikenal dengan istilah
eksperimen faraday ini, Michael Faraday mengambil sebuah magnet dan
sebuah kumparan yang terhubungkan ke galvometer. Pada awalnya,
magnet diletakkan agak berjauhan dengan kumparan sehingga tidak ada
defleksi dari galvometer. Jarum pada galvometer tetap menunjukan angka
0, ketika magnet bergerak masuk ke dalam kumparan maka jarum pada
galvometer juga bergerak menyimpang ke satu arah tertentu (ke kanan).
Pada saat magnet didiamkan pada posisi tersebut, jarum pada
galvometer bergerak kembali ke posisi 0. Namun ketika magnet digerakan
atau ditarik menjauhi kumparan terjadi defleksi pada galvometer, jarum
pada galvometer bergerak menyimpang berlawanan dengan arah
sebelumnya (ke kiri). Pada saat magnet didiamkan lagi, jarum pada
galvometer kembali ke posisi 0.
Demikian juga apabila yang bergerak adalah kumparan tetapi
magnet pada posisi tetap, galvometer akan menunjukan defleksi dengan
cara yang sama. Dari percobaan faraday tersebut juga ditemukan bahwa
semakin cepat perubahan medan magnet semakin besar pula gaya gerak
listrik yang diinduksi oleh kumparan tersebut.
Catatan : Galvometer adalah alat uji yang digunakan untuk mengetahui
ada tidaknya arus listrik yang mengalir.
Jadi berdasarkan percobaan yang dilakukannya tersebut, Michael
Faraday menyimpulkannya dengan dua pernyataan seperti berikut ini yang
juga sering disebut dengan hukum induksi elektromagnetik faraday 1 dan
hukum induksi elektromagnetik faraday 2.

Hukum Faraday 1
Adapun yang dimaksud dengan hokum fatraday 1 adalah setiap
perubahan medan magnet pada kumparan akan menyebabkan gaya gerak
listrik yang diinduksi oleh kumparan tersebut.

11
Hukum Faraday 2
Sedangkan hukum faraday 2 adalah tegangan gaya gerak listrik
induksi di dalam rangkaian tertutup sebanding dengan kecepatan
perubahan fluks terhadap waktu.
Namun beberapa teorimengabungkan kedua hukum Faraday tersebut
menjadi satu pernyataan, yaitu :
“Setiap perubahan medan magnet pada kumparan akan menyebabkan gaya
gerak listrik induksi yang sebanding dengan laju perubahan fluks”.
Hukum faraday tersebut dapat dinyatakan dengan rumus dibawah ini :
ɛ = -N (ΔΦ/Δt)

Keterangan :
ɛ = Gaya gerak listrik induksi (volt)
N = Jumlah lilitan kumparan
ΔΦ = Perubahan fluks magnetik (weber)
∆t = Selang waktu (s)
- = Arah gaya gerak listrik induksi
Tanda negatif menandakan arah gaya gerak listrik induksi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya gaya gerak listrik


berikut dibawah ini adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi
besar kecilnya gaya gerak listrik.
1. Jumlah lilitan pada kumparan, semakin banyak lilitan pada kumparan
semakin besar tegangan yang diinduksikan.
2. Kecepatan gerak medan magnet, semakin cepat garis gaya medan
magnet atau fluks yang mengenai konduktornya semakin besar pula
tegangan induksinya.
3. Jumlah garis gaya medan magnet atau fluks, semakin besar jumlah
garis gaya medan magnet atau fluks yang mengenai konduktor,
semakin besar juga tegangan induksinya.

12
Contoh Soal 3 :
Sebuah kumparan terdiri dari 50 lilitan, fluks magnet dalam kumparan
berubah sebesar 5 x 10-3 weber dalam selang waktu 10ms (milidetik).
Hitunglah Gaya Gerak Listrik atau GGL induksi pada kumparan
tersebut.

Diketahui:
Jumlah Lilitan (N) = 50
Ditanya fɛ ?
Penyelesaian:

ɛ = -N (ΔΦ/∆t)
ɛ = -50 (5 x 10-3 wb / 10 x 10-3)
ɛ = -50 (0,5)
fɛ = -25V
Jadi Gaya Gerak Listrik Induksinya adalah -25V.

2.5 Hukum Henry


Hukum henry menyatakan bahwa apabila arus liktrik yang
mengalir pada suatu penghantar berubah terhadap waktu maka pada
penghatar tersebut akan terjadi gaya gerak listrik induksi diri yang
dirumuskan :

Keterangan:
= Gaya gerak listrik induksi diri (volt)
L = Induktansi diri
dI/dt = Besarnya perubahan arus /satuan waktu (Amper/sekon)

Dimana cara memperoleh induktansi diri (L) pada besarnya gaya


gerak listrik yang terjadi pada suatu kumparan dimana terjadi perubahan
arus 1 Ampere setiap 1 detik yang dirumuskan :

13
Keterangan:
N = merupakan jumlah lilitan kumparan
= merupakan fluks magnet (Weber)
I = merupakan kuat arus (Ampere)

2.6 Penerapan Hubungan Induktansi dengan Ilmu Elektronika


1. Generator
Generator adalah alat yang digunakan untuk mengubah energi
kinetik menjadi energi listrik, Ada dua jenis generator yaitu:
a. Generator arus bolak-balik (AC) atau alternator.
b. Generator arus searah (DC).
Perbedaan antara generator arus bolak-balik dengan arus searah
hanya terletak pada bentuk cincin luncur yang berhubungan dengan
kedua ujung kumparan. Pada generator arus bolak-balik terdapat dua
buah cincin luncur sedangkan pada generator arus searah terdapat
sebuah cincin yang terbelah di tengahnya (cincin belah atau
komutator). Gaya gerak listrik atau arus induksi pada alternator dapat
diperbesar dengan empat cara :
a. memakai kumparan dengan lilitan lebih banyak.
b. memakai magnet yang lebih kuat.
c. melilit kumparan pada inti besi lunak.
d. memutar kumparan lebih cepat.
Contoh generator arus bolak-balik :
a. dinamo sepeda.
b. generator AC pembangkit listrik.

Gambar 4. Generator

14
2. Transformator
Transformator atau trafo adalah alat yang digunakan untuk
mengubah tegangan bolak-balik (AC) dari suatu nilai ke nilai tertentu.
Trafo terdiri dari pasangan kumparan primer dan sekunder yang
terpisah dan dililitkan pada inti besi lunak.
Hubungan antara tegangan dengan kuat arus pada kumparan
primer dan sekunder dirumuskan:

Jika kedua ruas dibagi dengan t, diperoleh rumus:

Dalam hal ini faktor (V × I) adalah daya (P) transformator.


Berdasarkan rumus-rumus di atas, hubungan antara jumlah lilitan
primer dan sekunder dengan kuat arus primer dan sekunder dapat
dirumuskan sebagai:

Dengan demikian untuk transformator ideal akan berlaku persamaan


berikut:

Keterangan:
Vp = tegangan primer (V)
Vs = tegangan sekunder (V)
Np = jumlah lilitan primer
Ns = jumlah lilitan sekunder

15
Ip = kuat arus primer (A)
Is = kuat arus sekunder (A)

Contoh Soal 4 :
Perbandingan lilitan primer dengan lilitan sekunder sebuah
transformator adalah 4:10. Jika kuat arus primer 5 ampere, berapakah
kuat arus sekunder?

Diketahui:
NP : NS = 4 : 10
IP = 5 A.
Ditanya: IS = ?
Penyelesaian:

IS = (NP / NS) x IP
IS = (4/10) x 5
IS = 2 A
Jadi kuat arus sekundernya 1 Amper.

Ada dua jenis trafo, yaitu :


a. Trafo step up (penaik tegangan)
b. Trafo step down (penurun tegangan)

Gambar 5. Trafo Step Up dan Step Down

16
Contoh Soal 5 :
Sebuah trafo digunakan untuk menaikkan tegangan AC dari 12
V menjadi 120 V. Hitunglah kuat arus primer, jika kuat arus sekunder
0,6 A dan hitunglah jumlah lilitan sekunder, jika jumlah lilitan primer
300.

Diketahui:
Vp = 12 V
Is = 0,6 A
Vs = 120 V
Np = 300
Ditanya: IP = ... ? dan Ns= ... ?
Penyelesaian:

Vp/Vs = Is/Ip
Ip = (Vs/Vp) x Is
Ip = (120 V/12 V) x 0,6 A
Ip =6A

Vp/Vs = Np/Ns
Ns = (Vs/Vp) x Ns
Ns = (120 V/12 V) x 300
Ns = 3000
Jadi, kuat arus primernya 0,6 A dan kumparan sekunder terdiri atas
3.000 lilitan.

3. Pemicu Jantung ( Elektrograf )


Pacu jantung (pacemaker) adalah sebuah alat tenaga baterai
yang ditanamkan dengan pembedahan ke dada dan mengirimkan sinyal
untuk mengatur detak jantung. Ini direkomendasikan bagi pasien yang
memiliki masalah jantung yang menyebabkan jantungnya berdetak

17
terlalu cepat atau terlalu lambat sehingga menimbulkan beragam
gejala, seperti pingsan, pusing ringan, napas pendek dan mudah lelah.

18
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Mahasiswa dapat mempelajarai dasar-dasar induktansi serta hukum-
hukum yang berkaitan dengan induktansi dan dapat menentukan hasil
perhitungan/pengukuran dengan menggunakan rumus di atas.
2. Mahasiswa dapat mempelajari hubungan antara induktansi dengan
ilmu elektronika, serta penerapan dalam kehidupan sehari-hari.
3.2 Saran
Penulis menyadari bahwa makalah diatas banyak sekali kesalahan
dan jauh dari kesempurnaan. Penulis akan memperbaiki makalah tersebut
dengan berpedoman pada banyak sumber atau referensi yang terpercaya.
Maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran mengenai
pembahasan makalah dalam kesimpulan di atas.

19
DAFTAR PUSTAKA
http://en.wikipedia.org/wiki/File:Electronic_component_inductors.jpg tanggal
akses 25 Maret 2019.
http://fisikazone.com/induktansi/ tanggal akses 25 Maret 2019.
https://www.academia.edu/36623343/Makalah_Kalkulus_II_Bab_Fungsi_ tangal
akses 19 Maret 2019.
https://teknikelektronika.com/pengertian-hukum-faraday-bunyi-hukum-faraday/
tanggal akses 29 Maret 2019.
https://wibawairvan.blogspot.com/2013/12/penerapan-induksi-elektromagnetik-
dalam.html tanggal akses 29 Maret 2019.
https://www.docdoc.com/id/info/procedure/tanam-alat-pacu-jantung/ tanggal
akses 31 Maret 2019.
https://www.pinterpandai.com/fluks-magnetik-contoh-soal-jawaban/ akses 31
maret 2019.
Mikrajudin, Abdullah. 2017. Buku Fisika Dasar II. Bandung : Kampus Ganesa
Bandung.
Douglas C. Giancoli. 2001. Fisika Jilid 2. Jakarta : Erlangga

20