Anda di halaman 1dari 12

Pelaksanaan Penguatan

Kelitbangan
di Kabupaten Badung
Badan Penelitian dan Pengembangan
Kabupaten Badung

Mangupura
2019
Latar Belakang
• Revolusi Industri 4.0 telah memicu terjadinya perubahan
sosial yang dramatis
• Perubahan terjadi di semua lini kehidupan, termasuk
pada sektor publik
• Masyarakat selaku pengguna/pemanfaat layanan publik
yang prima
• Dunia usaha menuntut pelayanan yang semakin cepat,
efektif dan efisien
• Perubahan yang revolusioner menuntut pemerintah juga
mampu beradaptasi dengan perubahan secara cepat
• Telah muncul beragam permasalahan baru dalam
kehidupan masyarakat yang tidak bisa lagi dipecahkan
dengan cara-cara lama (konvensional dan business as
usual)
2
• Kebijakan harus dibuat dengan cepat dan efektif
dengan cara berpikir yang baru, inovatif
• Pemanfaatan teknologi menjadi semakin penting
• Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Kebijakan
Pembangunan tidak bisa lagi dibuat tanpa melalui
pengkajian yang matang dan komprehensif
• Pembuat Kebijakan membutuhkan dukungan SDM
aparatur Kelitbangan yang kompeten
• Kondisi-kondisi tersebut menjadi justifikasi
diperlukannya Perangkat Daerah yang mampu
menjadi think tank Pembuat Kebijakan
• Badan Penelitian dan Pengembangan diharapkan
dapat menjawab kebutuhan/gap ini
3
Dasar Hukum Pelaksanaan
Kelitbangan
Pelaksanaan fungsi kelitbangan telah memiliki dasar hukum
yang kuat antara lain yaitu:
1. UU Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Litbang
dan Penerapan Iptek
2. UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
3. PP Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah
4. PP Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah
5. Peraturan Bersama Menristek dan Mendagri Nomor 03
Tahun 2012 dan Nomor 36 Tahun 2012 tentang Penguatan
Sistem Inovasi Daerah
6. Permendagri Nomor 17 Tahun 2016 tentang Pedoman
Penelitian dan Pengembangan di Kementerian Dalam Negeri
dan Pemerintahan Daerah

4
Jenis-jenis Kegiatan Kelitbangan
• Berdasarkan Permendagri Nomor 17 Tahun 2016
tentang Pedoman Penelitian dan Pengembangan
di Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintahan
Daerah kegiatan kelitbangan meliputi:
1. Penelitian
2. Pengkajian
3. Pengembangan
4. Perekayasaan
5. Penerapan
6. Pengoperasian
7. Evaluasi Kebijakan

5
LIPI:
PENELITIAN Peneliti

BPPT:
Pengkajian Perekayasa
Teknologi
FUNGSI Pengembangan
KELITBANGAN
Perekayasaan Penelitian
Ilmu
Terapan
Penerapan

Dasar Hukum Pelaksanaan Pengoperasian


Fungsi Kelitbangan (a.l.): LAN:
Analis
EVALUASI Kebijakan
• UU No 23 Tahun 2014 Tentang
Pemerintahan Daerah KEBIJAKAN

• Permendagri Nomor 17 Tahun Agenda Setting Kebijakan Publik/Strategis


2016 tentang pedoman Daerah (a.l.):
Penelitian dan Pengembangan • Reformasi Pelayanan Publik
di Lingkungan Kementerian • Perizinan/Investasi
Dalam Negeri dan • Pembangunan Ekonomi Lokal
Pemerintahan Daerah • Pemberdayaan Masyarakat
• Penanggulangan Kemiskinan
6
Pelaksanaan Kegiatan
Kelitbangan
• Pelaksanaan kegiatan kelitbangan dari nomor 1 hingga nomor 6
dibantu oleh tenaga fungsional tertentu, yaitu Peneliti dan
Perekayasa Teknologi
• Karakteristik masing-masing tenaga fungsional ini memiliki kekhasan
sehingga produk hasil kerjanya pun akan berbeda.
• Instansi pembina Peneliti adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
(LIPI) sedangkan Perekayasa Teknologi adalah Badan Pengkajian dan
Penerapan Teknologi (BPPT)
• Peneliti dan perekayasa teknologi memiliki skill akademik dan inovator
• Sedangkan butir kegiatan nomor 7 Evaluasi Kebijakan
pelaksanaannya dibantu oleh Fungsional Analis Kebijakan.
• Analis kebijakan berorientasi pada penyusunan rekomendasi Kebijakan
• Instansi Pembina Analis Kebijakan adalah Lembaga Administrasi Negara
(LAN)
• Apabila Badan Litbang di daerah memiliki tenaga fungsional yang
kompeten serta didayagunakan secara optimal, maka Kebijakan
Pembangunan diharapkan menjadi semakin efektif dalam
memecahkan masalah publik karena berbasis penelitian dan
pengembangan.
7
Jabatan
Fungsional
PENELITIAN Peneliti dan Hasil kerja
Pengkajian, Perekayasa (a.l):
Pengembangan, Teknologi • Teknologi
Perekayasaan, Tepat Guna
Penerapan, • Aplikasi/
Pengoperasian (Skill akademisi, Sistem
pengalaman
penelitian didukung
latar belakang dan
jenjang pendidikan
tinggi) Kebijakan
Berbasis
Kelitbangan
Jabatan
EVALUASI Fungsional
Hasil kerja (a.l):
Analis
KEBIJAKAN Kebijakan
• Rekomendasi
Kebijakan
(KEBIJAKAN • Naskah
PUBLIK/STRATEGIS) Skill menyerupai
Akademik
peneliti, namun lebih
berorientasi pada Peraturan
pengalaman di bidang Daerah
kebijakan publik,
kemampuan advokasi
dan komunikasi)
8
Landasan Dalam Pelaksanaan
Fungsi Kelitbangan Daerah
• Dasar Hukum Pelaksanaan Kelitbangan:
• Pelaksanaan kegiatan kelitbangan berpedoman pada UU,PP hingga
Peraturan Menteri Dalam Negeri yang terkait
• Dokumen Perencanaan Pembangunan:
• Pelaksanaan kegiatan kelitbangan berpedoman dan berorientasi
pada upaya pencapaian target-target RPJPD, RPJMD, RKPD.
• Data Statistik Daerah:
• Aparatur Balitbang harus akrab dan paham dengan data, bermitra
baik dengan BPS di daerah dan OPD penghasil data.
• Data statistik daerah harus dimanfaatkan dan diolah agar dapat
menjadi informasi yang berguna bagi pembuat kebijakan, sehingga
kebijakan yang dibuat berbasis pada bukti/data (Evidence Based
Policy).
• Permasalahan Aktual Kebijakan/Pembangunan Daerah:
• Kegiatan kelitbangan harus “membumi”, dapat diterapkan untuk
memecahkan masalah aktual dan krusial yang dihadapi daerah.

9
Fondasi Kunci Penguatan
Kelitbangan Daerah
• Komitmen Kepala Daerah:
• Komitmen terhadap kelitbangan menjadi amat esensial, agar
hasil kelitbangan dipergunakan oleh Kepala Daerah
• Kualitas SDM Aparatur Kelitbangan:
• Aparatur Kelitbangan bukan sekadar birokrat, namun juga
memiliki skill akademik, teknokrat, profesional dan kompeten
agar mampu menghasilkan kajian yang bermanfaat.
• Inovasi Kelitbangan:
• Menjadi agen inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan,
mendorong pengembangan teknologi tepat guna, serta
mengoptimalkan pemanfaatan Teknologi Informasi dan
Komunikasi
• Anggaran Kelitbangan:
• Dukungan anggaran menjadi isu krusial agar kegiatan
kelitbangan dapat terlaksana secara berkelanjutan. Oleh sebab
itu kegiatan kelitbangan harus bermanfaat bagi Pembuat
Kebijakan.
10
Saran Untuk Penguatan
Kelitbangan Daerah
• Berperan Aktif Dalam Pembahasan Kebijakan
• Balitbang harus pro aktif dalam pembahasan kebijakan serta
memberikan masukan yang rasional, efektif, berbasis data dengan
memperhitungkan berbagai aspek kebijakan.
• Merekrut Tenaga Fungsional yang Kompeten
• Pelaksanaan fungsi kelitbangan dapat menjadi lebih efektif melalui
dukungan jabatan fungsional Peneliti, Perekayasa Teknologi, Analis
Kebijakan sesuai dengan kebutuhan daerah.
• Membangun Sinergi Triple Helix
• Kegiatan kelitbangan akan semakin kuat bila terbangun sinergi
antara pemerintah, dunia usaha dan perguruan tinggi, dan hasil
kerjanya akan semakin bermanfaat bagi banyak pihak.
• Bappeda dan Litbang Harus Dipisahkan
• Pelaksanaan fungsi Kelitbangan akan menjadi semakin fokus apabila
berdiri sendiri, mengingat Bappeda telah memiliki beban dan
agenda kerja yang padat.

11
http://balitbang.badungkab.go.id/
12

Anda mungkin juga menyukai