Anda di halaman 1dari 59

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pendidikan dan pelatihan latihan dasar merupakan pintu masuk


paling utama bagi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tanpa melalui
tahap ini, maka calon pegawai tidak akan bisa memegang status PNS.
Hal tersebut telah diamanahkan melalui Peraturan Pemerintah Nomar
101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai
Negeri Sipil.
Tujuan dari latsar tersebut adalah untuk memberikan pengetahuan
dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian dan
etika Pegawai Negeri Sipil. Dalam penyelenggaraan Latihan Dasar
(Latsar) yang peserta diharapkan untuk mampu menginternalisasikan
nilai-nilai dasar 1) "Internalisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi". Tahap ini
menekankan pada penanaman nilai dasar yang dibutuhkan dalam
menjalankan tugas jabatan sebagai PNS, sehingga diharapkan mampu
untuk memberikan pelayanan secara maksimal dan profesional kepada
masyrakat. Nilai dasar tersebut disingkat menjadi ANEKA, yaitu
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi. Selain nilai ANEKA juga ada pembekalan tambahan mengenai
cara membuat rancangan aktualisasi. 2) "Aktualisasi Nilai Dasar Profesi".
Tahap ini merupakan tahap terjun langsung ke lapangan berdasarkan
tempat tugas atau tempat yang telah ditentukan. Pada tahap ini, peserta
Diklat didampingi oleh mentor dan coach dari Bandiklat. Peserta
diharapkan bisa mengaktualisasikan nilai dasar ANEKA di tempat
magangnya masing-masing. 3) "Evaluasi Aktualisasi Nilai Dasar". Tahap
ini merupakan tahap akhir. Dimana setiap peserta mempresentasikan
aktualisasi nilai dasar profesi ASN dengan diuji oleh tim penguji, coach
dan mentor.
Sesuai dengan UU Aparatur Sipil Negara No.5 tahun 2014 bahwa
Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil
dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang bekerja pada
instansi pemerintahan Dalam hal ini mewajibkan ASN tidak hanya
sebagai pekerjaan namun juga pelayan masyarakat. Yang diharapkan
dapat memberikan pelayanan yang prima. Maka dari itu peserta latsar
membuat rancangan aktualisasi khususnya dalam pelayanan kesehatan
di Puskesmas yang merupakan unit terkecil berperan sebagai ujung
tombak pengembangan pelayanan upaya kesehatan secara menyeluruh
dan terpadu.
Hal tersebut memotivasi ASN sebagai pelayan kesehatan untuk
meningkatkan pelayanan kesehatan. Indikator dari derajat kesehatan
masyarakat salah satunya yaitu Angka Kematian Ibu (AKI). Berdasarkan
data kesehatan Angka Kematian Kota Semarang masih tinggi yaitu pada
tahun 2018 sebanyak 19 kasus, dan jumlah kematian ibu maternal di
wilayah Puskesmas Kedungmundu pada tahun 2018 adalah 2 kasus dan
sampai dengan bulan April 2019 sudah ada 2 kasus ibu meninggal. Yang
di karenakan tingginya faktor resiko pada ibu hamil salah satunya
dikarenakan anemia. Dari data yang diambil pada pemeriksaan ibu hamil
di wilayah Puskesmas Kedungmundu pada bulan maret 2019 109 ibu
hamil yang melakukan pemeriksaan Hb, ditemukan 44 ibu hamil dengan
anemia.

Warga masyarakat Semarang, memeiliki type atau karakteristik


tradisional, sehingga budaya dan tradisi masyarakat cukup kental
bahkan sangat dilestarikan. Namun demikian ada beberapa perilaku
tradisi yang masih kurang mendukung dalam pembangunan
kesehatan.Selain itu, secara umum ekonomi daerah Semarang tergolong
daerah yang memiliki kemampuan ekonomi menengah. Sehingga
mayoritas masyarakat sibuk dan lupa akan kesehatannya, terutama ibu
hamil untuk minum obat tablet tambah darah. Yang mengakibatkan
tingginya angka anemia pada Ibu hamil di kota Semarang.

Untuk tahap aktualisasi, pelaksanakan tugasnya sebagai bidan yang


di harapkan dapat menyelesaikan masalah dan membuat dampak

2
perubahan secara positif di lingkungan kerja UPTD Puskesmas dalam
optimalisasi kepatuhan dalam Kedungmundu dengan arahan .

B. Identifikasi Isu dan Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka rumusan masalah


dalam rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS terdiri identifikasi isu
dan penetapan isu sebagai berikut :

1. Identifikasi Isu
Isu atau masalah ditemukan masih tingginya angka kematian ibu
di kota Semarang dan ditemukannya kasus kematian Ibu di wilayah
kerja Puskesmas Kedungmundu dengan penyebab presentase
kematian dikarenakan anemia. Beberapa isu yang ditemukan oleh
penulis terkait dengan Manajemen ASN, Whole of Government, dan
pelayanan public adalah:

Tabel 1.1 Identifikasi isu

Identifikasi Sumber Kondisi Yang


No Kondisi Saat Ini
Isu Isu Diharapkan
Pelayaan
publik
Masih banyaknya ibu hami
Kurangnya
yang tidak patuh dalam Ibu hamil yang patuh
1 kepatuhan ibu Wog
meminum obat tablet tambah dalam meminum obat
dalam minum
darah yang dikarena ibu hamil tablet tambah darah.
obat tablet Manaj ASN
merasa bosan dan lupa
tambah darah.

Meningkatnya
Pelayanan
Banyak ibu hamil yang tidak pengetahuan ibu
Publik
mengetahui faktor resiko tentang bahaya faktor
Kurangnya
2 dalam kehamilan sehingga resiko dan cara
pengetahuan Wog
mereka tidak mengetahui penanganannya
ibu tentang
akibatnya dalam kehamilan sehingga
faktor resiko. Manajemen
maupun setalah persalinan. meningkatnya derajat
ASN
kesehatan ibu.

3 Kurangnya Pelayanan Beberapa dari anggota Adanya peran aktif


peran keluarga Publik keluarga yang tidak peduli antar anggota
dalam dukungan kesahatan untuk ibu keluarga sehingga

3
Identifikasi Sumber Kondisi Yang
No Kondisi Saat Ini
Isu Isu Diharapkan
mendampingi Wog hamil sehingga ibu hamil terjadinya ibu hamil
ibu selama merasa tidak dan menjadi tidak merasa dirinya
hamil. Manajemen memperhatikan. dihargai.
ASN Kesehatannya

Kurangnya Pelayanan
pengetahuan Publik Pola makan yang serba instan
Ibu hamil yang sadar
ibu hamil mengakibatkan ibu hamil tidak
4 akan pentingnya
tentang Wog memperhatikan pemenuhan
pemenuhan gizi
pemenuhan kebutuhan gizinya selama
selama kehamilan.
kebutuhan gizi Manajemen hamil.
selama hamil. ASN

2. Penetapan Isu
Penetapan Isu dilakukan melalui analisis isu dengan
menggunakan alat bantu penetapan kriteria kualitas isu. Analisis Isu
ini bertujuan untuk penetapan kualitas isu dan menentukan prioritas
isu yang perlu diangkat untuk diselesaikan melalui gagasan kegiatan-
kegiatan yang akan dilakukan. Analisis isu dilakukan dengan
menggunakan alat bantu APKL (Aktual, Problematik, Kelayakan,
Kekhalayan) dan USG (Urgency, Seriousness, dan Growth).
a. Analisis Kriteria Isu Menggunakan APKL (Aktual,
Problematik, Kekhalayakan, Kelayakan)
Analisis APKL merupakan alat bantu untuk menganalisis
ketepatan dan kualitas isu dengan memperhatikan tingkat aktual,
problematik, kekhalayan, dan kelayakan dari isu-isu yang
ditemukan di Puskesmas Kedungmundu. Aktual artinya benar-
benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan masyarakat.
Problematik artinya isu yang memiliki masalah kompleks sehingga
perlu segera dicarikan solusinya. Kekhalayakan artinya isu
menyangkut hajat orang banyak. Kelayakan artinya isu yang masuk
akal dan realistis serta relevan untuk dimunculkan inisiatif
pemecahan masalahnya.

4
Analisis APKL dilakukan dengan memberikan nilai positif
atau negatif pada masing-masing kriteria aktual, problematik,
kelayakan, dan kekhalayan. Jika isu yang ditemukan memenuhi
kriteria maka diberi nilai positif, sebaliknya jika tidak memenuhi
kriteria diberi nilai negatif. Jika semua kriteria memiliki nilai positif,
maka isu dinyatakan memenuhi persyaratan dan berkualitas. Jika
tidak, maka isu dinyatakan tidak memenuhi persyaratan dan kurang
berkualitas. Hasil analisis APKL terkait isu-isu di Puskesmas
Kedungmundu disajikan dalam table 1.2 di bawah ini:

Tabel 1.2 Identifikasi Isu dengan metode APKL

Kriteria
No. Isu Keterangan
A P K L

Kurangnya kepatuhan ibu dalam minum obat Memenuhi


1 + + + +
tablet tambah darah. syarat
Tidak
2 Kurangnya pengetahuan ibu tentang faktor resiko. + + + + memenuhi
syarat

Kurangnya peran keluarga dalam mendampingi Memenuhi


3 + + + +
ibu selama hamil. syarat

Tidak
Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang
4 + + - + memenuhi
kebutuhan gizi selama hamil
syarat

a. Analisis Prioritas Isu Menggunakan USG (Urgency,


Seriousness, dan Growth)
Dari hasil analisis APKL didapatkan isu yang dinyatakan
memenuhi kriteria, yang kemudian isu-isu tersebut dianalisis lebih
lanjut dengan menggunakan analisis USG. Analisis USG adalah
merupakan metode skoring dalam menetapkan urutan prioritas,
dengan memperhatikan urgensinya, keseriusannya dan adanya

5
kemungkinan berkembangnya masalah. Metode ini dikembangkan
oleh Kepner dan Tregoe (1981) dengan tujuan untuk menentukan
prioritas isu mana yang akan diambil untuk diselesaikan.
a. Urgency (U).Seberapa mendesak suatu isu harus dibahas,
dianalisis dan ditindaklanjuti.
b. Seriousness (S). Seberapa serius suatu isu harus dibahas
dikaitkan dengan akibat yang ditimbulkan.
c. Growth (G). Seberapa besar kemungkinan memburuknya isu
tersebut jika tidak ditangani sebagaiamana mestinya.
Analisis USG dilakukan dengan memberikan nilai dengan
rentang antara 1 sampai 5 dengan ketentuan nilai 1 berarti sangat
kurang, nilai 2 berarti kecil, nilai 3 berarti sedang, nilai 4 berarti
besar, dan nilai 5 berarti sangat besar . Isu dengan total skor
tertinggi merupakan isu prioritas yang akan ditetapkan untuk
diselesaikan dengan kegiatan-kegiatan yang diusulkan. Hasil
analisis USG terkait isu-isu di wilayah kerja Puskesmas
Kedungmundu disajikan dalam table 1.3 berikut ini :

Tabel 1.3 Identifikasi isu dengan metode USG*

No. Identifikasi Isu U S G Total Peringkat

Kurangnya kepatuhan ibu


1. dalam minum obat tablet 5 5 5 15 1
tambah darah.
Kurangnya pengetahuan ibu
2. 5 4 5 14 2
tentang faktor resiko.
Kurangnya peran keluarga
3 dalam mendampingi ibu 4 4 5 13 3
selama hamil.

3. Penetapan Isu yang Terpilih


Dari hasil analisis APKL dan USG, ditetapkan isu yang dipilih dan
ditindaklanjuti dengan gagasan rencana kegiatan yang akan dilakukan

6
untuk mengatasi isu tersebut. Langkah yang dilakukan dalam tahap ini
merumuskan isu yang memuat focus dan locus, menentukan gagasan
kegiatan yang akan dilakukan, mengidentifikasi sumber isu, aktor
yang terlibat dan peran dari setiap aktor, dan mendeskripsikan
keterkaitannya dengan mata pelatihan yang relevan (secara langsung
maupun tidak langsung) dengan konteks isu.

Berdasarkan identifikasi dan penyaringan isu, maka dipilih isu


“Kurangnya kepatuhan ibu dalam minum obat tablet tambah darah”
yang memenuhi kriteria dan menjadi prioritas untuk diselesaikan di di
wilayah Puskesmas Kedungmundu.

Penjabaran secara rinci disajikan dalam tabel 1.4 berikut ini

7
Tabel 1.4. Isu yang Terpilih
Aktor yang
No. Isu Terpilih Gagasan Kreatif / Kegiatan Peran Aktor yang terlibat
terlibat
1. Melaksanakan kelas bumil bersama 1. bidan 1. Melaksankan kelas ibu
kader wilayah Pusk. Kedung mundu
mengenai informasi obat hamil
2. kader 2. Sebagai tokoh
masyarakat yang
membantu pelaksanaan
pelayanan kesehatan.
3. ibu hamil 3. Sasaran penerima
materi
Melakukan penyuluhan tentang 1. Mentor 1. Memberi arahan
kepatuhan minum obat tambah darah
tentang isi materi
2. Pelaksana 2. Membuat materi
penyuluhan.
3. Ibu hamil 3. Menerima isi materi
Melakukan sweeping rumah Gasurkes 1. Pelaksana 1. Memberikan koordinasi
untuk kunjungan rumah.
tentang pelayanan.
2. Pegawai 2. Mengevaluasi table
Gasurkes kepatuhan minum tablet
tambah darah.
3. Menerima informasi
tenatng
3. Keluarga

8
peranan/dukungan
kesehatan untuk ibu
hamil
Membuat leaflet tentang bahaya anemia 1. Mentor 1. Memberikan arahan
dalam kehamilan
tentang isi leaflet.
2. Pelaksana 2. Membuat isi leaflet
3. Ibu hamil 3. Menerima materi leaflet

Membuat formulir kepatuhan minum 1. Mentor 1. Memberikan arahan isi


obat tambah darah.
tabel tambah darah
2. Pelaksana 2. Membuat tabel
kepatuhan minum obat.
3. Sasaran kepatuhan
minum obat tambah
darah

Melakukan evaluasi kepatuhan minum 1. Mentor 1. Memberikan arahan isi


obat tablet tambah darah
tabel tambah darah
2. Bidan 2. Melakukan evaluasi

9
3.

10
4. Rumusan Masalah

Berdasarkan data kesehatan Angka Kematian Kota


Semarang masih tinggi yaitu pada tahun 2018 sebanyak 19 kasus,
dan jumlah kematian ibu maternal di wilayah Puskesmas
Kedungmundu pada tahun 2018 adalah 2 kasus dan sampai
dengan bulan April 2019 sudah ada 2 kasus ibu meninggal. Yang di
karenakan tingginya faktor resiko pada ibu hamil salah satunya
dikarenakan anemia..

C. Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka


tujuanrancangan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS ini adalah
sebagai berikut:
1. Mengoptimalkan peningkatan kepatuhan ibu hamil dalam
mengkonsumsi tablet tambah darah.
2. Meningkatkan peran keluarga dalam mendampingi ibu hamil.
3. Melakukan evaluasi kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi
tablet tambah darah.
4. Memberikan pelayanan kesehatan berdasarkan nilai-nilai ANEKA.

D. Manfaat

Pendidikan dan Latsar CPNS Golongan II ini diharapakan dapat


memberikan manfaat seperti dapat memahami dan mengaktualisasikan
nilai-nilai ANEKA serta bekerja dengan berprinsip pada Manajemen ASN,
Pelayanan Publik dan Whole of Government pada setiap kegiatan yang
akan dilaksanakan pada pelayanan kesehatan. Beberapa manfaat yang
diharapkan sebagai berikut:
1. Bagi Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II
a. Mampu mengoptimalkan peningkatan kepatuhan ibu hamil dalam
mengkonsumsi tablet tambah darah.

11
b. Mampu meningkatkan peran keluarga dalam mendampingi ibu
hamil.
c. Mampu melakukan evaluasi kepatuhan ibu hamil dalam
mengkonsumsi tablet tambah darah.
d. Mampu memaham, menginternalisasi dan mengaktualisasikan
nilai-nilai dasar CPNS yang meliputi Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi.
e. Menjadi tenaga pelayan kesehatan yang mampu menjalankan
fungsi sebagai pelaksana kebijakan, pelayan publik dan perekat
dan pemersatu bangsa yang memiliki integritas dan
profesionalisme di lingkungan Dinas Kesehatan pada khususnya
dan lingkungan Puskesmas Kedungmundu pada umumnya.
2. Bagi instansi (Puskesmas Kedungmundu)
a. Rancangan aktualisasi ini dapat meningkatkan efektivitas,
efesiensi, dan inovasi serta mutu pelayanan kesehatan di
Puskesmas kedungmundu.
b. Terwujudnya visi dan misi Dinas kesehatan dan Puskesmas
Kedungmundu umumnya.
c. Menjadi pelayanan kesehatan yang memiliki kualitas pelayanan
kesehatan yang prima.
3. Bagi masyarakat
a. Mendapat pelayanan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan
dan harapannya dalam bidang kesehatan.

12
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Sikap Perilaku Bela Negara


1. Wawasan Kebangsaan dan Nilai-nilai Dasar Bela Negara
a. Landasan Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara
Pancasila sebagaimana dimuat dalam Pembukaan UUD
1945 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945,
merupakan dasar negara Republik Indonesia, baik dalam arti
sebagai dasar ideologi maupun filosofi bangsa. Kedudukan
Pancasila ini dipertegas dalam UU No. 10 Tahun 2004 tentang
Pembentukan Peraturan Perundang-undangan sebagai sumber
dari segala sumber hukum negara. Artinya, setiap materi
muatan kebijakan negara, termasuk UUD 1945, tidak boleh
bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam
Pancasila. Rumusan nilai-nilai dimaksud adalah sebagai berikut
1) Ketuhanan Yang Maha Esa;
2) Kemanusiaan yang adil dan beradab;
3) Persatuan Indonesia;
4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan;
5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dari sudut hukum, batang tubuh UUD 1945 merupakan


tataran pertama dan utama dari penjabaran 5 (lima) norma
dasar negara (ground norms) Pancasila beserta norma-norma
dasar lainnya yang termuat dalam Pembukaan UUD 1945,
menjadi norma hukum yang memberi kerangka dasar hukum
sistem administrasi negara Republik Indonesia pada umumnya,
atau khususnya sistem penyelenggaraan pemerintahan negara
yang mencakup aspek kelembagaan, aspek ketatalaksanaan,
dan aspek sumber daya manusianya.

13
b. Bentuk Negara Kesatuan dan Makna Kesatuan
Sebagaimana disebutkan dalam pasal 1 UUD Negara
Republik Indonesia Tahun 1945, “Negara Indonesia ialah
Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik”. Ini berarti bahwa
Organisasi Pemerintahan Negara Republik Indonesia bersifat
unitaris, walaupun dalam penyelenggaraan pemerintahan
kemudian terdesentralisasikan. Sejalan dengan hal tersebut,
maka Negara kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-
daerah provinsi dan provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota.
Bentuk negara dan perubahan politik ketatanegaraan
sangat dipengaruhi oleh dinamika konstitusi dan arah kebijakan
penyelenggaraan negara. Dalam perspektif sejarah, konstistusi
dan sistem administrasi negara Indonesia mengalami
perubahan sesuai tantangan dan permasalahan pembangunan
negara bangsa yang dirasakan oleh elite politik dalam suatu
masa. Perubahan ini membawa dampak pada tatanan
kehidupan penyelenggaraan negara pada masing-masing
periode tersebut
c. Lambang-lambang Negara
1) Bendera Negara
Bendera negara diatur menurut UUD '45 pasal 35, UU No
24/2009, dan PeraturanPemerintah No.40/1958 tentang
Bendera Kebangsaan Republik Indonesia.Bendera Negara
Republik Indonesia, yang secara singkat disebut Bendera
Negara, adalah Sang Saka Merah Putih, Sang Merah Putih,
Merah Putih, atau kadang disebut Sang Dwiwarna (dua warna).
Bendera Negara Sang Merah Putih berbentuk empat persegi
panjang dengan ukuran lebar 2/3 (dua-pertiga) dari panjang
serta bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna
putih yang kedua bagiannya berukuran sama. Bendera
Indonesia memiliki makna filosofis. Merah berarti keberanian,
putih berarti kesucian. Merah melambangkan raga manusia,

14
sedangkan putih melambangkan jiwa manusia. Keduanya
saling melengkapi dan menyempurnakan jiwa dan raga
manusia untuk membangun Indonesia
2) Bahasa Negara
Bahasa Indonesia yang dinyatakan sebagai bahasa resmi
negara dalam Pasal 36 Undang-Undang Dasar Negara
Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 bersumber dari
bahasa yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28
Oktober 1928 sebagai bahasa persatuan yang dikembangkan
sesuai dengan dinamika peradaban bangsa. Bahasa Indonesia
berfungsi sebagai jati diri bangsa, kebanggaan nasional, sarana
pemersatu berbagai suku bangsa, serta sarana komunikasi
antardaerah dan antarbudaya daerah.
3) Lambang Negara
Lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila
dengan semboyan BhinnekaTunggal Ika. Lambang negara
Indonesia berbentuk burung Garuda yang kepalanya menoleh
ke sebelah kanan (dari sudut pandang Garuda), perisai
berbentuk menyerupai jantung yang digantung dengan rantai
pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang
berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu” ditulis di atas pita yang
dicengkeram oleh Garuda. Lambang ini dirancang oleh Sultan
Hamid II dari Pontianak, yang kemudian disempurnakan oleh
Presiden Soekarno, dan diresmikan pemakaiannya sebagai
lambang negara pertama kali pada Sidang Kabinet Republik
Indonesia Serikat tanggal 11 Februari 1950.Lambang negara
Garuda Pancasila diatur penggunaannya dalam Peraturan
Pemerintah No. 43/1958Jumlah bulu melambangkan hari
proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945), antara
lain:
a) Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17
b) Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8

15
c) Jumlah bulu di bawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19
d) Jumlah bulu di leher berjumlah 45

Perisai merupakan lambang pertahanan negara Indonesia.


Gambarperisai tersebut dibagi menjadi lima bagian: bagian latar
belakang dibagi menjadi empat dengan warna merah putih
berselang seling (warna merah-putih melambangkan warna
bendera nasional Indonesia, merah berarti berani dan putih
berarti suci), dan sebuah perisai kecil miniatur dari perisai yang
besar berwarna hitam berada tepat di tengah-tengah. Garis
lurus horizontal yang membagi perisai tersebut menggambarkan
garis khatulistiwa yang tepat melintasi Indonesia di tengah-
tengah.

Emblem. Setiap gambar emblem yang terdapat pada perisai


berhubungandengan simbol dari sila Pancasila.

Bintang Tunggal. Sila ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa.


Perisai hitam dengansebuah bintang emas berkepala lima
menggambarkan agama-agama besar di Indonesia, Islam,
Kristen, Hindu, Buddha, dan juga ideologi sekuler sosialisme.

Rantai Emas. Sila ke-2: Kemanusiaan Yang Adil Dan


Beradab. Rantai yangdisusun atas gelang-gelang kecil ini
menandakan hubungan manusia satu dengan yang lainnya
yang saling membantu. Gelang yang lingkaran menggambarkan
wanita, gelang yang persegi menggambarkan pria.

Pohon Beringin. Sila ke-3: Persatuan Indonesia. Pohon


beringin (Ficusbenjamina) adalah sebuah pohon Indonesia yang
berakar tunjang–sebuah akartunggal panjang yang menunjang
pohon yang besar tersebut dengan bertumbuh sangat dalam ke
dalam tanah. Ini menggambarkan kesatuan Indonesia. Pohon
ini juga memiliki banyak akar yang menggelantung dari ranting-
rantingnya. Hal ini menggambarkan Indonesia sebagai negara

16
kesatuan namun memiliki berbagai akar budaya yang berbeda-
beda.

Kepala Banteng. Sila ke-4: Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh


HikmatKebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
Binatang banteng (Latin: Bosjavanicus) atau lembu liar adalah
binatang sosial, sama halnya dengan manusiacetusan Presiden
Soekarno dimana pengambilan keputusan yang dilakukan
bersama (musyawarah), gotong royong, dan kekeluargaan
merupakan nilai-nilai khas bangsa Indonesia.

Padi Kapas. Sila ke-5: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat


Indonesia. Padi dankapas (yang menggambarkan sandang dan
pangan) merupakan kebutuhan pokok setiap masyarakat
Indonesia tanpa melihat status maupun kedudukannya. Hal ini
menggambarkan persamaan sosial dimana tidak adanya
kesenjangan sosial satu dengan yang lainnya, namun hal ini
bukan berarti bahwa negara Indonesia memakai ideologi
komunisme.

Motto. Pita yang dicengkeram oleh burung garuda


bertuliskan semboyan negaraIndonesia, yaitu Bhinneka Tunggal
Ika. Bhinneka Tunggal Ika berasal dari kalimat bahasa Jawa
Kuno karangan Mpu Tantular yang berarti “Walaupun berbeda-
beda tetapi tetap satu” yang menggambarkan keadaan bangsa
Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam suku, budaya, adat-
istiadat, kepercayaan, namun tetap adalah satu bangsa,
bahasa, dan tanah air.

Pita bertuliskan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.Cakar


Garuda Pancasila mencengkeram sehelai pita putih bertuliskan
"Bhinneka Tunggal Ika" berwarna hitam. Semboyan Bhinneka
Tunggal Ika adalah kutipan dari Kakawin Sutasoma karya Mpu
Tantular Kata "bhinneka" berarti beraneka ragam atau berbeda-

17
beda, kata "tunggal" berarti satu, kata "ika" berarti itu. Secara
harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan "Beraneka Satu Itu",
yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya
tetap adalah satu kesatuan, bahwa di antara pusparagam
bangsa Indonesia adalah satu kesatuan. Semboyan ini
digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan
Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri
atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa,
agama dan kepercayaan.

B. Nilai Dasar PNS


Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk memiliki nilai-nilai dasar
sebagai seperangkat prinsip yang menjadi landasan dalam
menjalankan profesi dan tugasnya sebagai ASN. Adapun nilai-nilai
dasar yang dimaksud adalah Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA).
Berdasarkan dari kelima nilai dasar ANEKA yaitu Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika publik komitmen mutu dan Anti korupsi yang
harus di tanamkan kepada setiap ASN maka perlu di ketahui indikator-
indikator dari kelima kata tersebut, yaitu:
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kata yang seudah tidak asing lagi kita
dengar, namun seringkali kita susah untuk membedakannya
dengan responsibilitas. Namun dua konsep tersebut memiliki arti
yang berbeda. Responsibilitas adalah kewajiban untuk bertanggung
jawab, sedangkan akuntabilitas adalah kewajiban
pertanggungjawaban yang harus dicapai. Lebih lanjut akuntabilitas
merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi
untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadiamanahnya.
Adapaun indikator dari nilai akuntabilitas adalah:
a. Kepemimpinan
Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah
dimana pimpinan memainkan peranan yang penting dalam

18
menciptakan hal tersebut.
b. Transparansi
Transparansi dapat diartikan sebagai keterbukaan atas semua
tindakan dan kebijakan yang dilakukan oleh individu maupun
kelompok / institusi. Melakukan evaluasi kepatuhan minum
obat tablet tambah darah sesuai dengan keadaan yang
sebenarnya.
c. Integritas
Integritas mempunyai makna konsistensi dan keteguhan yang
tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan
keyakinan.
d. Tanggungjawab
Tanggungjawab merupakan kesadaran manusia akan tingkah
laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak
disengaja. Tanggungjawab juga dapat berarti berbuat sebagai
perwujudan kesadaran akan kewajiban.
e. Keadilan
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral
mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda maupunorang.
f. Kepercayaan
Rasa keadilan membawa pada sebuah kepercayaan.
Kepercayaan ini akan melahirkan akuntabilitas.
g. Keseimbangan
Pencapaian akuntabilitas dalam lingkungan kerja, diperlukan
adanya keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan,
serta harapan dan kapasitas. Selain itu, adanya harapan
dalam mewujudkan kinerja yang baik juga harus disertai
dengan keseimbangan kapasitas sumber daya dan keahlian
(skill) yang dimiliki.
h. Kejelasan
Fokus utama untuk kejelasan adalah mengetahui
kewenangan, peran dan tanggungjawab, misi organisasi,

19
kinerja yang diharapkan organisasi, dan sistem pelaporan
kinerja baik individu maupun organisasi.
i. Konsistensi
Konsistensi adalah sebuah usaha untuk terus dan terus
melakukan sesuatu sampai pada tercapainya tujuan akhir

2. Nasionalisme
Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang
meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai
bangsa lain sebagaimana mestinya. Sikap seperti ini jelas mencerai
beraikan bangsa yang satu dengan bangsa yang lain. Sedang
dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa
cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus
menghormati bangsalain.
a. Butir-Butir Sila Ke-1 Pancasila: Ketuhanan Yang Maha Esa
1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan
ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
2) Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang
Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-
masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
3) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama
antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang
berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
4) Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan
kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
5) Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah
masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan
Tuhan Yang Maha Esa.
6) Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan
menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya
masing-masing.
7) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

20
b. Butir-Butir Sila Ke-2 Pancasila: Kemanusiaan Yang Adil dan
Beradab
1) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan
harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha
Esa.
2) Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan
kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan
suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin,
kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
3) Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
4) Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
5) Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang
lain.
6) Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
7) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
8) Berani membela kebenaran dan keadilan.
9) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari
seluruh umat manusia.
10) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan
bekerjasama dengan bangsa lain
c. Butir-Butir Sila Ke-3 Pancasila: Persatuan Indonesia
1) Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta
kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai
kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan
golongan.
2) Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan
bangsa apabila diperlukan.
3) Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
4) Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan
bertanah air Indonesia.
5) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

21
6) Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka
Tunggal Ika.
7) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan
bangsa.
d. Butir-Butir Sila Ke-4 Pancasila: Kerakyatan yang Dipimpin oleh
Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
1) Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap
manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan
kewajiban yang sama.
2) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan
untuk kepentingan bersama.
4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat
kekeluargaan.
5) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang
dicapai sebagai hasil musyawarah.
6) Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan
melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
7) Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di
atas kepentingan pribadi dan golongan.
8) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai
dengan hati nurani yang luhur.
9) Keputusan yang diambil harus dapat
dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang
Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia,
nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan
dan kesatuan demi kepentingan bersama.
10) Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang
dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.
e. Butir-Butir Sila Ke-5 Pancasila: Keadilan Sosial Bagi Seluruh
Rakyat Indonesia

22
1) Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan
sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan
2) Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
3) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
4) Menghormati hak orang lain.
5) Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat
berdiri sendiri.
6) Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang
bersifat pemerasan terhadap orang lain.
7) Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat
pemborosan dan gaya hidup mewah.
8) Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan
atau merugikan kepentingan umum.
9) Suka bekerja keras.
10) Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat
bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
11) Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan
kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

3. Etika Publik
Etika lebih dipahami sebagai refleksi atas baik/buruk,
benar/salah yang harus dilakukan atau bagaimana melakukan yang
baik atau benar, sedangkan moral mengacu pada kewajiban untuk
melakukan yang baik atau apa yang seharusnya dilakukan. Dalam
kaitannya dengan pelayanan publik, etika publik adalah refleksi
tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah
perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan
publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan
publik. Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam
Undang-UndangASN,yakni sebagaiberikut:
a. memegang teguh nilai-nilai dalam ideologiPancasila
b. setia dalam mempertahankan UUD1945
c. menjalankan tugas secara profesional dan tidakmemihak
23
d. membuat keputusan berdasarkan prinsipkeahlian
e. menciptakan lingkungan kerja yangnondiskriminatif
f. memelihara dan menjunjung tinggi standar etikaluhur
g. mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerjapublic
h. memiliki kemampuan menjalankan kebijakanpemerintah
i. memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap,
cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dansantun
j. mengutamakan kepemimpinan berkualitastinggi
k. menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama
l. mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja
pegawai
m. mendorong kesetaraan dalampekerjaan
n. meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang
demokratis sebagai perangkat sistemkarir.
4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik
dengan berorientasi pada kualitas hasil. Adapun nilai-nilai
komitmen mutu antara lain:

a. efektif, yaitu berhasil guna dapat mencapai hasil sesuai dengan


target
b. efisien, yaitu berdaya guna, dapat menjalankan tugas dan
mencapai hasil tanpa menimbulkanpemborosan
c. inovasi, yaitu penemuan sesuatu yang baru atau mengandung
kebaruan
d. berorientasi mutu, yaitu ukuran baik buruk yang di persepsi
individu terhadap produk ataujasa.

5. Anti Korupsi

Anti Korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk


memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang melawan
norma–norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi,
merugikan negara atau masyarakat baik secara langsung

24
maupun tidak langsung. Tindak pidana korupsi yang terdiri dari
kerugian keuangan negara, suap-menyuap, pemerasan,
perbuatan curang, penggelapandalam
jabatan,benturankepentingandalam pengadaan dangratifikasi.

Indikator yang ada pada nilai dasar anti korupsimeliputi:


a. mandiri yang dapat membentuk karakter yang kuat pada diri
seseorang sehingga menjadi tidak bergantung terlalu banyak
pada orang lain. Pribadi yang mandiri tidak akan menjalin
hubungan dengan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab
demi mencapai keuntungansesaat
b. kerja keras merupakan hal yang penting dalam rangka
tercapainya target dari suatu pekerjaan. Jika target dapat
tercapai, peluang untuk korupsi secara materiil maupun non
materiil (waktu) menjadi lebihkecil
c. berani untuk mengatakan atau melaporkan pada atasan atau
pihak yang berwenang jika mengetahui ada pegawai yang
melakukankesalahan
d. disiplin berkegiatan dalam aturan bekerja sesuai dengan
undang-undung yangmengatur
e. peduli yang berarti ikut merasakan dan menolong apa yang
dirasakan oranglain
f. jujur yaitu berkata dan bertindak sesuai dengan kebenaran
(dharma)
g. tanggung jawab yaitu berani dalam menanggung resiko atas
apa yang kita kerjakan dalam bentukapapun
h. sederhana yang dapat diartikan menerima dengan tulus dan
iklas terhadap apa yang telah ada dan diberikan oleh Tuhan
kepadakita
i. adil yaitu memandang kebenaran sebagai tindakan dalam
perkataan maupun perbuatan saat memutuskan peristiwa
yang terjadi.

25
C. Kedudukan dan Peran ASN dalam NKRI
Untuk mewujudkan birokrasi yang professional
dalammenghadapi tantangan-tantangan global, pemerintahmelalui
UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur SipilNegara telah
bertekad untuk mengelola aparatur sipil negaramenjadi semakin
professional. Undang-undang inimerupakan dasar dalam
manajemen aparatur sipil negarayang bertujuan untuk membangun
aparat sipil negara yangmemiliki integritas, profesional dan netral
serta bebas dariintervensi politik, juga bebas dari praktek KKN,
serta mampumenyelenggarakan pelayanan publik yang berkualitas
bagi masyarakat.
1. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN
untukmenghasilkan Pegawai ASN yang professional, memiliki
nilaidasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih
daripraktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Manajemen ASN
lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai
sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya
aparatur sipil Negara yang unggul selaras dengan
perkembanganjaman.
Asas-asas manajemen ASN antara lain:
a) Kepastian hukum
b) Profesionalitas
c) Proporsionalitas
d) Keterpaduan
e) Delegasi
f) Netralitas
g) Akuntabilitas
h) Efektif dan efisien
i) Keterbukaan
j) Non diskriminatif
k) Persatuan

26
l) Kesetaraan
m) Keadilan
n) Kesejahteraan
Dalam hal ini, sebagai pelayan kesehatan ada struktur
organisasi yang harus di pahami.
2. Pelayanan Publik
Pelayanan Publik menurut Lembaga Administrasi Negara
adalah segala bentuk pelayanan umum yang dilaksanakan oleh
instansi Pemerintah di pusat dan daerah dan dilingkungan
BUMN/BUMD dalam bentuk barang atau jasa baik dalam
pemenuhan kebutuhanmasyarakat.
Adapun prinsip pelayanan publik yang baikuntuk
mewujudkan pelayanan prima adalah:
a) Partisipatif
Dalam penyelenggaraan pelayananpublik yang dibutuhkan
masyarakat pemerintah perlumelibatkan masyarakat dalam
merencanakan,melaksanakan, dan mengevaluasi hasilnya.
b) Transparan
Dalam penyelenggaraan pelayananpublik, pemerintah
sebagai penyelenggara pelayananpublik harus menyediakan
akses bagi warga negarauntuk mengetahui segala hal yang
terkait denganpelayanan publik yang diselenggarakan
tersebut.
c) Responsif
Dalam penyelenggaraan pelayananpublik pemerintah wajib
mendengar dan memenuhituntutan kebutuhan warga
negaranya terkait dengan bentuk dan jenis pelayanan publik
yang mereka butuhkan, mekanisme penyelenggaraan
layanan, jam pelayanan,prosedur, dan biaya
penyelenggaraan pelayanan.
d) Tidak Diskriminatif

27
Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah
tidak boleh dibedakan antara satu warga negara dengan
warga negarayang lain atas dasar perbedaan identitas warga
negara.
e) Mudah danMurah
Penyelenggaraan pelayanan publik dimana masyarakat
harus memenuhi berbagai persyaratan dan membayar fee
untuk memperoleh layanan yang mereka butuhkan harus
diterapkan prinsip mudah dan murah. Hal ini perlu
ditekankan karena pelayanan publik yang diselenggarakan
oleh pemerintahtidak dimaksudkan untuk
mencarikeuntungan melainkan untuk memenuhi
mandatkonstitusi.
f) Efektif danEfisien
Penyelenggaraan pelayanpublik harus mampu mewujudkan
tujuan-tujuan yanghendak dicapainya dan cara mewujudkan
tujuan tersebut dilakukan dengan prosedur yang sederhana,
tenaga kerja yang sedikit, dan biaya yang murah.
g) Aksesibel
Pelayanan publik yang diselenggarakanoleh pemerintah
harus dapat dijangkau oleh warganegara yang
membutuhkan dalam arti fisik dan dapat dijangkau dalam
arti non-fisik yang terkait dengan biaya dan persyaratan
yang harus dipenuhi oleh masyarakat untukmendapatkan
layanan tersebut.
h) Akuntabel
Semua bentuk penyelenggaraan pelayanan publik harus
dapat dipertanggung jawabkan secara terbuka kepada
masyarakat. Pertanggung jawaban di sini tidak hanya secara
formal kepada atasan akan tetapi yang lebih penting
harusdipertanggung jawabkan secara terbuka kepada
masyarakat luas melalui media publik.

28
i) Berkeadilan
Penyelenggaraan pelayanan publik harus dapatdijadikan
sebagai alat melindungi kelompok rentan dan mampu
menghadirkan rasa keadilan bagi kelompoklemah ketika
berhadapan dengan kelompok yang kuat
Memberikan pelayanan kesehatan bidang kesehatan
dalam penanganan anemia harus sesuai dengan kebutuhan ibu
hamil anemia.

3. Whole Off Goverment (WOG)


Whole of government (WoG) adalah sebuah pendekatan
penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya-
upaya kolaboratifpemerintahan dari keseluruhan sektor dalam
ruanglingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai
tujuan- tujuanpembangunan kebijakan, manajemen
programdan pelayanan publik.
Pendekatan WoG dapat dilihat dan dibedakan
berdasarkan perbedaan kategori hubungan antara
kelembagaan yang terlibat sebagaiberikut:
a) Koordinasi, yang tipe hubungannya dapat dibagi
lagimenjadi:
1) penyertaan, yaitu pengembangan strategi
dengan mempertimbangkandampak;
2) dialog atau pertukaraninformasi;
3) joint planning, yaitu perencanaan bersama untuk
kerjasama sementara.

b) Integrasi, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagimenjadi:

1) joint working, atau kolaborasisementara

2) joint ventrure, yaitu perencanaan jangka panjang,


kerjasama pada pekerjaan besar yang menjadi urusan
utama salah satu pesertakerjasama

29
3) satelit, yaitu entitas yang terpisah, dimiliki bersama,
dibentuk sebagai mekanismeintegratif.

c) Kedekatan dan pelibatan, yang tipe hubungannya dapat


dibagi lagimenjadi:

1) aliansi strategis, yaitu perencanaan jangka panjang,


kerjasama pada isu besar yang menjadi urusan
utama salah satu pesertakerjasama

2) union, berupa Unifikasi resmi, identitas masing-


masing masihNampak

3) merger, yaitu penggabungan ke dalam strukturbaru.

Dalam penanganan anemia harus menjalin kerjasama


dengan pihak lain. Karena seorang tenaga kesehatan tidak
dapat bekerja sendiri.

30
BAB III

STRUKTUR ORGANISASI

A. Profil Organisasi
1. Dasar Hukum Pembentukan Organisasi
Status Hukum, Sejarah berdiri dan Perkembangan
PuskesmasPuskesmas Kedungmundu merupakan bagian dari
sejarah lokal yang merupakan bangunan Balai Pengobatan Umum
pertama di Kecamatan Semarang Timur waktu itu yang pada
masa pembangunannya merupakan Balai Pengobatan Umum.
Dibangun kira- kira pada tahun 1950 yang merupakan Balai
Pengobatan pertama di wilayah timur, yang berada di lingkungan
persawahan. Puskesmas Kedungmundu berada wilayan dusun
Kedungmundu, Kalurahan Kedungmundu Kecamatan Semarang
Timur, Kota Semarang Propinsi Jawa Tengah. Perubahan wilayah
Kecamatan di Kota Semarang tahun 2008 maka Puskesmas
Kedungmundu ini terletak masuk 600 meter ke kampung menjadi
berada di Kelurahan Sambiroto, tetapi masih mudah dijangkau
masayarakat. Jarak ke ibu kota 11 km.
Puskesmas Kedungmundu mempunyai sebuah gedung
dengan rancangan tahun 1950, dimana tata ruang waktu itu
diperuntukan untuk ruang Loket Pendaftaran, Balai Pengobatan
Umum, Balai Pengobatan Gigi, KIA, Apotek, ruang obat, dapur,
ruang kepala Puskesmas, ruang pertemuan dan gudang obat.
Ruangan rata-rata ukuran 3 X 3 M², dengan bentuk denah
bangunan berbentuk huruf Ú. Puskesmas kedungmundu sampai
dengan hari sudah pernah di pimpin oleh tiga belas orang kepala
Puskesmas, diantaranya dr.Didik Hendrawan, dr.Wuryanto, dr.Eko
Kensasi, dr.Lisawati Widodo, dr.Haryono, dr.Wahidah Novridalia,
dr.Wiwik Widiastuti, dr.Yushartono, dr.haryuni Indreswati, dr.Catur
Budi Astuti, dr.Susi Herawati, dr.Antonia Sadninigtyas,

31
dr.Masfufah, dr.Turi Setyawati dan sekarang dipimpin oleh
Caturinta Nurcahyaningsih,S.KM
Sehubungan dengan itu, secara internal manajemen
Puskesmas Kedungmundu telah mempersiapkan berbagai
persyaratan administratif untuk menjadi Badan Layanan Umum
seperti disyaratkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun
2005 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007.
Berbagai persyaratan tersebut antara lain Sarana Kesehatan
seperti Laporan Keuangan Pokok, Standar Pelayanan Minimal,
Pola Tata Kelola, Penilaian Aset (Appraisal), Tarif pelayanan
berbasis Unit Cost, dan Sistem Remunerasi serta mempersiapkan
struktur organisasi baru yang sesuai dengan Puskesmas
Kedungmundu dan mempertimbangkan kebutuhan puskesmas
sebagai BLUD, namun tetap mendasarkan Peraturan Pemerintah
Nomor 41 tahun 2007.

2. Visi , Misi, Nilai, dan Tujuan Organisasi


a. Visi : “Menjadi Puskesmas Bermutu dan Profesional
dalam Pelayanan Kesehatan Menuju Masyarakat
Kecamatan Tembalang yang Mandiri untuk Hidup Sehat’’
b. Misi :
1) Memberi pelayanan Kesehatan yang bermutu dan
Profesional
2) Mendorong Kemandirian Masyarakat untuk berperilaku
hidup bersih dasn sehat,
3) Meningkatkan kerjasama lintas sektoral.
c. Tata Nilai
Tata Nilai merupakan dasar tercapainya visi dan misi
Puskesmas Kedungmungu Kota Semarang. Puskesmas
Kedungmundu Kota Semarang berupaya menumbuhkan
sistem nilai yang diyakini dapat dijalani bersama dan menjadi
acuan berperilaku setiap insan Puskesmas yang andal dan

32
terpercaya, yaitu melalui pengembangan budaya “HEBAT”.
Pengertian dan penerapan budaya “HEBAT” dalam
memberikan layanan kepada pasien meliputi:
1) H armoni : Kerja sama dengan baik antara lintas sektor
dan lintas program
2) E mpati : Ikut memahami kebutuhan masyarakat
tentang kebutuhan pelayanan kesehatan.
3) B ermutu : Memberikan pelayanan yang berkualitas
sesuai dengan kompetensinya.
4) A man : Memberikan kenyamanan dalam pelayanan,
5) T erpecaya: Menjadikan Puskesmas Kedungmundu
sebagai Puskesmas pilihan.
d. Tujuan Organisasi
Memberikan pelayanan yang meliputi:

NO JENIS PELAYANAN JENIS KEGIATAN

A. Upaya Kesehatan Perorangan

Pengobatan, Konsultasi, Pelayanan Lansia,

1 Pemeriksaan Umum Pemeriksaan IMS Umum, Pelayanan TB Paru,


Rujukan Tindakan KIR Haji, KIR Kesehatan

Pemeriksaan Rutin, Pemeriksaan ANC Konseling KB,


Pelayanan KB, IUD, Implant, Kondom, Suntik, Pil,

Kesehatan Ibu dan konseling HIV/ AIDS dan Hepatitis, Pemeriksaan IMS,
2
Anak/KB , Imunisasi Anak, Imunisasi Capeng, Imunisasi Bumil,
Imunisasi WUS (Wanita Usia Subur), MTBS, MTBM,
gizi Konseling, Rujukan

Konsultasi, Pemeriksaan Gigi, Pengobatan, ,


Kesehatan Gigi dan
3 Penambalan Gigi, Pencabutan Gigi, , Pembersihan
Mulut
Karang Gigi, Rujukan

33
NO JENIS PELAYANAN JENIS KEGIATAN

4 Farmasi Peracikan obat dan pengambilan obat.

5 Konseling Konseling gizi, KBM, Sanitasi, menyusui, remaja

Darah Lengkap (Hb, Leukosit, Trombosit), Kimia


Darah (GDP, GDS, GD2JPP), Urine Lengkap (Urine
6 Laboratorium
Makros, Urine Mikros), HIV/AIDS, Hepatitis,
Pemeriksaan Sputum, IMS

B. Upaya Kesehatan Masyarakat Wajib

a. UKS : Penjaringan Anak Sekolah

b. UKGMD : Penyuluhan di Posyandu

1 Promosi Kesehatan c. PHBS

d. Kelurahan Siaga

Pemeriksaan Tempat-Tempat Umum, Pemeriksaan


Tempat Pengolahan Makanan, Pemeriksaan Sanitasi
Kesehatan
2 Rumah, Pemeriksaan Depo Air Minum, Pemeriksaan
Lingkungan
Kualitas Air, Pengelolaan Sampah Medis,
Pengelolaan Sampah Non Medis

Pelacakan Gizi Buruk, Vitamin A, PMT Ibu Hamil


KEK, PMT Balita Kurang, gizi buruk, Gizi,
3 Gizi Masyarakat
Pemeriksaan Garam Beryodium, Posyandu balita,
Lansia : Senam Lansia, Posyandu Lansia.

Pengobatan
4 Perawatan Kesehatan Masyarakat
Masyarakat
Pencegahan dan
5 a. TB/ Kusta : Survey Kontak
Pengendalian

34
NO JENIS PELAYANAN JENIS KEGIATAN

Penyakit
b. P2B2 : Penyelidikan Epidemologi DBD, Malaria,

Fogging, Abatisasi, Survey Angka Bebas Jentik

c. Diare : survailance

d. PTM : Posbindu

e. HIV/IMS : Screening Ibu Hamil

f. Imunisasi : BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah)

g. prolanis
a. Kesehatan Anak : DDTK, Penjaringan
b. Kesehatan Remaja : Konseling Remaja,
Penyuluhan Narkoba dan HIV AIDS
6 KIA-KB Masyarakat
c. Kesehatan Ibu : Kunjungan Ibu Nifas, Kunjungan
IbuHamil Resiko tinggi, Kelas Ibu Hamil

35
3. STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS KEDUNGMUNDU

4. Deskripsi SDM, SARPRAS, dan Sumber Daya Lain

a. Deskripsi SDM
Ketenagaan yaitu sumber daya manusia di Puskesmas
Kedungmundu secara kualitas cukup lengkap, namun dari segi
jumlah masih belum mencukupi. Berikut data Pegawai Puskesmas
Kedungmundu
Table 3.1
Data Ketenagaan Kesehatan di Puskesmas Kedungmundu Tahun 2018

No Jenis Tenaga Jumlah Lebih Kurang Keterangan

1 Kepala Puskesmas 1 - - ASN


2 Ka. Sub. Bag Tata Usaha 1 - - ASN
3 Dokter Umum/Fungsional 6 - ASN 5,non ASN
1

36
4 Dokter gigi 1 - - ASN
5 Bidan 10 - - ASN 5, non ASN
5
6 Perawat 8 - - ASN 6, non ASN
2
7 Perawat Gigi 2 - - ASN
8 Sanitarian 1 - - ASN
9 Apoteker 1 - - ASN
10 Ass Apoteker 3 - - ASN2, Non ASN
1
11 Analis Kesehatan/ laborat 2 - - ASN
12 Nutrisionis 1 - - ASN
13 Epidemiolog 2 - - ASN1, Non ASN
1
14 Akutansi 1 - - Non ASN
15 Customer servise 1 - - Non ASN
16 Pengolah simpus/data - - 1
17 Bendahara/Pengurus barang - - 1
18 Bendahara APBD - - 1
19 Bendahara BOK - - 1
20 Bendahara BLU - - 1
21 Pengadministrasi 1 - - Non ASN
22 Petugas Loket 5 - - ASN 4, Non
ASN1
23 Promkes 1 - - Non ASN
24 Pengemudi 1 - - Non ASN
25 Penjaga malam 1 - - Non ASN
26 Petugas kebersihan 4 - - Non ASN
27 Rekam medis 1 - - Non ASN
28 IT 1 - - Non ASN
TOTAL 56 5

37
b. SARPRAS
1) Sarana Kesehatan
Sehubungan dengan itu, secara internal manajemen
Puskesmas Kedungmundu telah mempersiapkan berbagai
persyaratan administratif untuk menjadi Badan Layanan Umum
seperti disyaratkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23
Tahun 2005 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61
Tahun 2007. Berbagai persyaratan tersebut antara lain Sarana
Kesehatan seperti Laporan Keuangan Pokok, Standar
Pelayanan Minimal, Pola Tata Kelola, Penilaian Aset
(Appraisal), Tarif pelayanan berbasis Unit Cost, dan Sistem
Remunerasi serta mempersiapkan struktur organisasi baru
yang sesuai dengan Puskesmas Kedungmundu dan
mempertimbangkan kebutuhan puskesmas sebagai BLUD,
namun tetap mendasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41
tahun 2007.
c. Sumber Daya Lain
1) Sarana Sanitaria/Pendukung Kesehatan Lingkungan
Puskesmas Kedungmundu terdiri dari tempat sampah organic
dan an organic,tempat cuci tangan/wastafel,kamar mandi dan
alat pelindung diri.
2) Drainase
Drainase di lingkungan sekitar Puskesmas sudah cukup
bagus.
3) Air Bersih
Dalam kegiatan sehari-hari masyaraka di wilayah Puskesmas
Kedungmundu menggunakan air bersih dari PDAM dan sumur
gali.
4) Air limbah dan Sanitasi
Di Puskesmas Kedungmundu sudah ada jaringan air limabh
yang memisahkan antara limbah medis maupun non medis.

38
Adanya tempat pembuangan resapan limbah cair medis. Ada
pipa saluran di setiap ruangan.
5) Sampah
Di Puskesmas Kedungmundu sudah ada pemilah sampah
organic dan nonorganic, meskipun belum dapat berjalan
optimal. Untuk sampah medis Puskesmas Kedungmundu
bekerja sama dengan pihak ke 3 yaitu yang ditunjuk oleh DKK.
Belum adanya tempat pembuangan sampah medis sementara
yang permanen. Pilah sampah organic belum dapat
dimanfaatkan secara maksimal.

B. Tugas Jabatan Peserta Diklat


1. Tugas Pokok
a. Persiapan pelayanan kebidanan
b. Melakukan Anamnesa ke klien kasus fisiologis
bermasalah
c. Melakukan pemeriksaan fisik klien pada kasus fisiologis
bermasalah
d. Menegakkan diagnose kebidanan fisiologis bermasalah
e. Melakukan konseing pada klien kasus bermasalah
f. Menyusun rencana operasional asuhan kebidanan kasus
fisiologis bermasalah
g. Evaluasi kebidanan pada kasus bermasalah
h. Dokumentasi pelayanan kebidanan bermasalah
i. Melakukan dan membuat laporan asuhan ibu hamil resti
kesehatan.
2. Tugas Integrasi
a. Simpus KIA/P-Care
b. Melaksanakan Imunisasi
c. Melaksanakan kelas ibu hamil
3. Wewenang
Memberikan asuhan kebidanan

39
C. ROLE MODEL

Gambar 3.2
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr. Widoyono, MPH, dipilih


sebagai role model karena kepemimpinan (Akuntabilitas) beliau yang
dinilai luar biasa dan membawa perubahan besar bagi kemajuan
kesehatan di Kota Semarang.
Berbagai inovasi dilakukan dalam memperbaiki kinerja
pegawai(Komitmen Mutu) . Beliau juga dikenal sebagai pemimpin
yang disiplin dan secara tegas akan menindak semua pegawai yang
kinerjanya dinilai kurang memenuhi target (Etika Publik).
Beliau juga sangat berkomitmen untuk meningkatkan
pelayanan publik guna memuaskan masyarakat. Hal ini ditunjukkan
dengan penambahan sarana dan prasarana (Komitmen mutu) yang
dinilai sangat bermanfaat.
Akuntabilitas, Komitmen Mutu, Etika Publik, pekerja keras dan
mungkin itu baru sedikit contoh teladan yang dapat diambil dari seorang

40
dr. Widoyono, MPHmasih banyak lagi keteladanan beliau yang bisa
diambil khususnya bagi kaum muda Indonesia saat ini.
Penulis berharap dapat mencontoh teladan yang diberikan oleh
bapak waikota Semarang tersebut dan dapat menerapkannya sesuai
dengan kapasitas dan peranan di lingkungan kerja Penulis, yaitu
Puskesmas Kedungmundu.

41
BAB IV
RENCANA KEGIATAN AKTUALISASI

A. Kegiatan yang Dilakukan dan Keterkaitan dengan Substansi Mata


Pelatihan
Rancangan aktualisasi merupakan dokumen atau produk
pembelajaran aktualisasi yang dihasilkan penulis dari Pelatihan Dasar
CPNS Golongan II. Dalam laporan aktualisasi ini terdiri atas tahapan:
1) Pengidentifikasian, penyusunan dan penetapan isu atau
permasalahan yang terjadi dan harus segera dipecahkan;
2) Pengajuan gagasan pemecahan isu/masalah dengan
menyusunnya dalam daftar rencana kegiatan, tahapan kegiatan,
dan output kegiatan
3) Pendeskripsian keterkaitan antara kegiatan yang diusulkan dengan
substansi mata pelatihan yaitu pelayanan publik, Whole of
Government, dan manajemen ASN yang mendasari kegiatan baik
secara langsung maupun tidak langsung
4) Pendeskripsian rencana pelaksanaan kegiatan yang didasari
aktualisasi nilai-nilai dasar PNS dan kontribusi hasil kegiatan
5) Pendeskripsian hasil kegiatan yang dilandasi oleh substansi mata
pelatihan terhadap pencapaian visi, misi, tujuan organisasi, dan
penguatan terhadap nilai- nilai organisasi.
Tahap pertama yaitu identifikasi isu dan penetapan isu telah
dijelaskan dalam BAB I. Selanjutnya dalam BAB IV ini dijelaskan tahap
kedua sampai dengan tahap kelima yaitu pelaksanaan kegiatan, tahapan
kegiatan, output kegiatan, pendeskripsian keterkaitan antara kegiatan
yang diusulkan dengan substansi mata pelatihan, pendeskripsian rencana
pelaksanaan kegiatan yang didasari aktualisasi nilai-nilai dasar PNS, dan
pendeskripsian hasil kegiatan yang dilandasi oleh substansi mata
pelatihan terhadap pencapaian visi, misi, tujuan organisasi, dan
penguatan terhadap nilai-nilai organisasi.

42
Rancangan kegiatan aktualisasi merupakan pelaksanaan rencana
operasional pelaksanaan aktualisasi dan habitualisasi yang kan
diterapkan oleh penulis selama 30 hari mulai tanggal 12 April 2018 sampai
dengan 20 Mei 2019 di Puskesmas Kedungmundu. Rancangan aktualisasi
disajikan secara rinci berikut ini:

43
Tabel 4.1 RANCANGAN AKTUALISASI
Kontribusi Terhadap
Nilai-Nilai Penguatan Nilai
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil Visi dan Misi
Dasar organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1 Melaksanakan 1) Melakukan 1) Mendapat arahan Nasionalisme Melakukan koordinasi Nilai ANEKA yang
kelas bumil koordinasi dari bidan wilayah Musyawarah mendukung terkandung dalam
bersama kader dengan bidan untuk pelaksanaan (sila 4) pencapaian Visi kegiatan melakukan
wilayah Pusk. wilayah untuk kelas ibu hamil. Puskesmas koordinasi yaitu
Kedung mundu melakukan Kedungmundu yaitu Nasionalisme,Anti
penyelenggraan Menjadi Puskesmas Korupsi ,Akuntabilitas ,
kelas ibu hamil. Profesional dan misi WoG menguatkan nilai
2) Kader bersedia WoG : Puskesmas yaitu organisasi HARMONI
2) Melakukan bekerjasama dan Kerjasama memberi pelayanan (Kerjasama yang baik)
kerjasama ikut serta dalam professional.
dengan kader kelas ibu hamil.
setempat untuk
ikut serta dalam
kelas ibu hamil

44
Kontribusi Terhadap
Nilai-Nilai Penguatan Nilai
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil Visi dan Misi
Dasar organisasi
Organisasi

3) Menyelenggarak 3) Terselenggaranya Anti Korupsi :


an kelas ibu kelas ibu hamil. kepedulian
hamil dengan Akuntabilitas :
memberikan tanggung
informasi dengan jawab
penuh
kepeduliandan
bertanggung
jawab atas
pelaksanaannya.

2 Melakukan 1) Melakukan 1) Kesepakatan materi Nasionalisme Membuat materi Nilai ANEKA yang
penyuluhan konsultasi yang akan di sila ke 4 penyuluhan terkandung membuat
tentang dengan mentor sampaikan. Konsultasi mendukung materi penyuluhan yaitu
kepatuhan minum dengan ramah (Musyawarah) pencapaian Visi Nasionalisme,Etika
obat tambah dan sopan Etika Publik : Puskesmas Publik, Akuntabilitas
darah mengenai materi ramah dan Kedungmundu yaitu ,Anti Korupsi
penyuluhan. sopan. Menjadi Puskesmas menguatkan nilai
Bernutu Profesional organisasi BERMUTU
dan misi Puskesmas (Pelayanan
yaitu memberi Berkualitas)
2) Menyiapkan 2) Materi penyuluhan Etika Publik pelayanan bermutu
materi dengan sudah siap. :Cermat dan dan professional.
cermat dan teliti teliti

45
Kontribusi Terhadap
Nilai-Nilai Penguatan Nilai
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil Visi dan Misi
Dasar organisasi
Organisasi

3) Menyapa ibu 3) Ibu hamil merasa Etika Publik :


hamil dengan nyaman. Ramah dan
ramah dan Sopan
sopan

4) Dengan penuh 4) Ibu hamil dapat Anti


kepedulian dan menerima materi Korupsi:Kepedu
berintegritas dengan baik. lian
melakukan
penyuluhan Akuntabilitas :
tentang Berintegritas
kepatuhan
minum minum
obat tablet
tambah darah.

46
Kontribusi Terhadap
Nilai-Nilai Penguatan Nilai
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil Visi dan Misi
Dasar organisasi
Organisasi
3 Melakukan 1) Berkoordinasi 1) Dilaksanakannya Nasionalisme Berkoordinasi dengan Nilai ANEKA yang
sweeping rumah dengan pegawai kunjungan rumah Sila ke 4 : pegawai Gasurkes terkandung daam
Gasurkes untuk Gasurkes untuk Berkoordinasi untuk kunjungan di berkoordinasi dengan
kunjungan rumah. melakukan rumah mendukung pegawai Gasurkes
kunjungan rumah pencapaian Visi untuk kunjungan
Puskesmas dirumah adalah
Kedungmundu yaitu Nasionalisme,
Menjadi Puskesmas Pelayanaan
Bernutu Profesional Publik,Etika
dan misi Puskesmas Publik,Komitmen
2) Menyapakeluarg Pelayanan yaitu mendorong mutu,Anti Korupsi ,
a dengan ramah 2) Keluarga merasa Publik :ramah. kemandirianmasyarak WoG menguatkan nilai
dan etika yang nyaman. Etika Publik : at untuk berprilaku organisasi HARMONI
baik etika yang baik sehat. (Kerja sama yang
baik)

47
Kontribusi Terhadap
Nilai-Nilai Penguatan Nilai
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil Visi dan Misi
Dasar organisasi
Organisasi

3) Memberikan 3) Keluarga dapat


arahan yang menjawab Komitmen Mutu
efektif dan pertanyaan dengan : efektif dan
efisien tentang benar dan tepat efisien
peranan keluarga
untuk WoG :
bekerjasama kerjasama
dalam
peningkatan
kesehatan ibu
hamil.

4) Melakukan Hasil evaluasi yang Anti Korupsi :


evaluasi secara benar-benar sesuai Transparan
transparan keadaan.
kepatuhan ibu
minum obat.

5) Menjelaskan Ibu dan keluarga Akuntabilitas :


pada ibu dan paham tentang jadwal Integritas
keluarga dengan kunjungan ulang.
penuh integritas
jadwal kunjungan
ulang.

48
Kontribusi Terhadap
Nilai-Nilai Penguatan Nilai
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil Visi dan Misi
Dasar organisasi
Organisasi
4 Membuat leaflet 1) Melakukan 1) Kesepakatan isi Nasionalisme Membuat leaflet Nilai ANEKA yang
tentang bahaya konsultasi leaflet (Sila 4) : mendukung terkandung dalam
anemia dalam dengan mentor Musyawarah pencapaian Visi membuat flipchart
kehamilan tentang isi leaflet Puskesmas adalah Imenguatkan
Kedungmundu yaitu ofatif nilai organisasi
2) Menyiapkan isi 2) Materi leaflet Akuntabilitas : Menjadi Puskesmas EDUKATIF(komitmen
materi leaflet dan sudah siap . Tanggung Bernutu Profesional mutu)
membuatnya jawab dan misi Puskesmas
dengan penuh yaitu memberi
tanggungjawab pelayanan bermutu
dan professional.
3) Bekerjasama 3) Terjadinya WoG :
dengan bagian kerjasama yang Kerjasama
pengadaan untuk baik dengan
pembuatan bagian pengadaan
leaflet.

4) Tidak 4) Ibu memahami Nasionalisme


diskriminatif dan mengerti isi Sila 5:
dan jujur dalam dari leaflet. Tidak
membagikan Diskriminatif
leaflet dan Publik :Ramah
menerangkan isi
leaflet dengan
ramah.

5) Melakukan 5) Hasil evaluasi Anti Korupsi


sesuai dengan :Transparan.

49
Kontribusi Terhadap
Nilai-Nilai Penguatan Nilai
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil Visi dan Misi
Dasar organisasi
Organisasi
evaluasi keadaan.
dengantranspar
ankepahaman
ibu hamil tentang
isi leaflet.
5 Membuat formulir 1) Melakukan 1) Terjadi kesepakatan Nasionalisme mendukung Nilai ANEKA yang
kepatuhan minum konsultasi isi tabel kepatuhan sila 4: pencapaian Visi terkandung dalam
obat tambah dengan mentor minum obattablet Konsultasi Puskesmas kegiatan membuat
darah. tentang daftar isi tambah darah. Kedungmundu yaitu table kepatuhan adalah
table kepatuhan Menjadi Puskesmas Nasionalisme,
minum obat Bernutu Profesional WoG,Etika Publik
tambah darah. dan misi Puskesmas menguatkan nilai
yaitu memberi organisasi HARMONI
2) Melakukan pelayanan bermutu (Kerjasama yang baik)
kerjasamaatau 2) Terjadi kerjasama WoG: dan profedioanl, serta
kolaborasi dan pelaporan Kerjasama meningkatkan
dengan petugas dengan petugas gizi kerjasama lintas
gizi dalam dengan baik. sektor.
pelaporan/pencat
atannya.

3) Mensosialisasika
n dengan etika 3) Teman bidan Etika Publik :
yang baik cara mengerti cara etika yang baik
mengisi table mengisi tablet
kepatuhan kepatuhan minum
minum obat obat.
dengan teman

50
Kontribusi Terhadap
Nilai-Nilai Penguatan Nilai
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil Visi dan Misi
Dasar organisasi
Organisasi
bidan dan
pegawai
Gasurkes

6 Melakukan 1) Melakukan 1) Tejadi kesepakatan Konsultasi : Melakukan evaluasi Nilai ANEKA yang
evaluasi konsultasi dengan mentor Nasionalisme kepatuhan minum obat terkandung dalam
kepatuhan minum dengan mentor tentang daftar isi sila 4 tablet tambah darah kegiatan melakukan
obat tablet tentang daftar isi table kepatuhan. mendukung evaluasi kepatuhan
tambah darah evaluasi table pencapaian Visi minum obat tablet
kepatuhan. Puskesmas tambah darah yaitu
Kedungmundu yaitu Nasionalisme,Etika
2) Meminta bantuan Menjadi Puskesmas Publik, Komitmen mutu,
tenaga Gasurkes 2) Tenaga Gasurkes Cermat dan Bernutu Profesional akuntabilitas
untuk melakukan melakukan evaluasi teliti: Etika dan misi Puskesmas menguatkan nilai
evaluasi dengan dengan rutin. Publik yaitu memberi organisasi EMPATI
cermat dan teliti pelayanan bermutu (Komitmen Mutu)
tentang table dan professional
kepatuhan serta mendorong
minum obat. kemandirian
masyarakat untuk
3) Berkomitmen 3) Pelaporan yang Berkomitmen : berperilaku hidup
untuk selalu terjadi secara terus Komitmen mutu sehat.
membuat menerus dan Tanggung jawab
pelaporan transparan. :Akuntabilitas
dengan penuh
tanggung jawab
dan transparan
tentang hasil

51
Kontribusi Terhadap
Nilai-Nilai Penguatan Nilai
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil Visi dan Misi
Dasar organisasi
Organisasi
kepatuhan ibu
minum obat
tablet tambah
darah.

52
B. Jadwal Rancangan Aktualisasi
C. Tabel 4.2 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi

NO KEGIATAN APRIL MEI PORTOFOLIO/FOT


O KEGIATAN

12 13 15 16 18 20 22 23 24 25 26 27 29 30 2 3 4 6 7 8 9 10 11 13 14 15 16 17 18 20
Agustus
1. Melaksanakan 13 20 1. Foto
kelas bumil kegiatan
bersama kader
wilayah Pusk. 2. Daftar Hadir
Kedung mundu 3. Vidio
Kegiatan
mengenai
informasi obat
2. Melakukan 1. Vidio
penyuluhan Kegiatan
tentang
kepatuhan 2. Foto
minum obat Kegiatann
tambah darah

3. Melakukan 1. Foto
sweeping rumah Kegiatan
Gasurkes untuk
kunjungan
rumah.

53
4. Membuat leaflet 1. Foto
tentang bahaya Kegiatan
anemia dalam
kehamilan 2. Hasil
Pembuatan
leaflet
5. Membuat 1. Foto
formulir Kegiatan
kepatuhan
minum obat 2. Hasil
tambah darah. pembuatan
formulir
6. Melakukan 1. Pembinaan
Foto
evaluasi Kegiatan
kepatuhan
minum obat 2. Laporan
tablet tambah hasil
darah evaluasi.

54
D. Antisipasi dan Strategi menghadapi kendala

Dalam pelaksanaan 7 (tujuh) kegiatan aktualisasi dan


habituasi ANEKA serta Peran dan kedudukan PNS dalam
NKRIterdapat kemungkinan kegiatan-kegiatan tersebut mengalami
kendala sehingga beberapa rancangan kegiatan ini tidak dapat
direalisasikan secara optimal atau tidak tercapai
aktualisasinya.Oleh karena itu perlu disampaikan kendala-kendala
yang mungkin terjadi, langkah-langkah antisipasi menghadapi
kendala tersebut, dan perlu dicari secara cermat strategi untuk
menghadapi kendala tersebut.Kendala, resiko dan solusi tersebut
dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.3 Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala

No Kegiatan Asumsi kendala Antisipasi mengatasi kendala

1 Melaksanakan kelas bumil Adanya ibu Menggandeng kader wilayah


bersama kader wilayah Pusk. hamil yang tidak setempat untuk memberikan
Kedung mundu mengenai bersedia datang pemahan ibu tentang
informasi obat untuk kelas ibu pentingnya ikut kelas ibu hamil.
hami.

Molornya waktu
pelaksanaan. Datang ke tempat kelas ibu
hamil tepat waktu

2 Melakukan penyuluhan tentang Kebosanan ibu Memberikan pemahaman ibu


kepatuhan minum obat tambah dalam tentang pentingnya obat tablet
darah mengkonsumsi tambah darah.
obat tablet
tambah darah.

3 Melakukan sweeping rumah Tidak Membuat komitmen dengan


Gasurkes untuk kunjungan terlaksananya pegawai gasurkes agar
rumah. kunjungan kegiatan ini terus terlaksana.
rumah secara
terus menerus.

55
4 Membuat leaflet tentang bahaya Kurang Mencari materi yang menarik
anemia dalam kehamilan menariknya isi dan meminta pendapat dari
dari leaflet. phak lain.

5 Membuat formulir kepatuhan Tidak Menginformasikan akan


minum obat tambah darah. terlaksananya pentingnya pengisian table
pengisisan tambah darah.
formulir table
kepatuan minum
obat tablet
darah.

6 Melakukan evaluasi kepatuhan Pengisian yang Memberikan pengertian untuk


minum obat tablet tambah darah tidak transparan. mengisi secara transparan.

56
BAB V

PENUTUP

Dalam rancangan aktualisasi ini harus sesuai dengan nilai-nilai


ANEKA agar memberikan dampak pelaksanaan kegiatan sesuai dengan
tanggung jawab sehingga pelaksanaan kegiatan tercipta koordinasi yang
baik dengan tim dan pekerjaan akan berdampak efektifitas dan efisien.
Diantara anggota tim berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang
prima.

Apabila dalam pelaksanaan tidak sesuai dengan aneka maka


dalam penyusunan laporan kegiatan tidak didasari rasa tanggung jawab
tidak akan terselesaikan dengan baik dan tidak terlaksana dengan baik
sehingga pekerjaan tidak terselesaikan dengan efektif dan efisien.
Penyajian hasil yang tidak jujur dan tidak sesuai dengan kondisi yang
sebenarnya mengakibatkan kualitas pelaporan yang buruk dan tidak
bermanfaat sebagai dasar pelaksanaan aktualisasi.

Angka kematian Ibu merupakan suatu indikator dalam kesehetan.Di


dalam rancangan aktualisasi ini terdapat isu atau fenoma yang terjadi di
wilayah Puskesmas Kedungmundu yang harus diselesaikan oleh
peserta.Dalam hal ini peserta diharapkan mampu melaksanakan tugas
dan fungsinya sebagai pemberi layanan kesehatan dan dapat
menanamkan nilai-niai ANEKA dalam memberi layanan.

57
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi


Pegawai Negeri Sipil.Modul Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan
Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Jakarta; Lembaga
Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Akuntabilitas. Modul Penyelenggaraan


Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan
Golongan III. Jakarta; Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Nasionalisme. Modul Penyelenggaraan


Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan
Golongan III. Jakarta; Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Etika Publik. Modul Penyelenggaraan


Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan
Golongan III. Jakarta; Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Komitmen Mutu. Modul Penyelenggaraan


Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan
Golongan III. Jakarta; Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Anti Korupsi. Modul Penyelenggaraan


Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan
Golongan III. Jakarta; Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Pelayanan Publik. Modul


Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil
Prajabatan Golongan III. Jakarta; Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Manajemen ASN. Modul Penyelenggaraan


Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan
Golongan III. Jakarta; Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Whole of Government. Modul


Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil
Prajabatan Golongan III. Jakarta; Lembaga Administrasi Negara

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil


Negara 2014.

58
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
A. Identitas Diri

Nama Mustika Putu Kasta

Jenis Kelamin Perempuan

Tempat, tanggal lahir Grobogan, 15 Agustus 1993

Kewarganegaraan Indonesia

Status Perkawinan Belum Menikah

Tinggi, berat badan 167 cm, 66kg

Kesehatan Baik

Agama Kristen

Depok Selatan 7/2. Toroh Kab


Alamat Lengkap
Grobogan

Telepon / HP +6282227762655

E-mail mputukasta@gmail.com

B. Riwayat Pendidikan

1999-2005 SD N 1 TOROH

2005-2008 SMP N 1 PURWODADI

2008-2011 SMA N 1 PURWODADI

2011-2014 AKADEMI KEBIDANAN PANTIWILASA

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup
menerima sanksi.

Semarang, 9 April 2019

Penyusun,

59