Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan
bakteri Mycobacterium Tuberculosis, yang dapat menyerang berbagai organ,
terutama paru-paru (Dinas Kesehatan Jatim, 2015) Penyakit ini menyebar melalui
droplet orang yang telah terinfeksi basil tuberculosis (Kementrian Kesehatan RI,
2018). Tuberculosis merupakan penyebab kematian no.9 di dunia dan penyebab
kematian pertama dari penyakit infeksi (WHO, 2017)
Terdapat 22 negara yang termasuk High burden countries dan Indonesia
termasuk peringkat ketiga setelah India, dan China. DKI Jakarta merupakan
provinsi dengan populasi TB tertinggi ketiga di Indonesia dengan nilai (0.6%)
(RISKESDAS, 2013)
Bayi dan anak kecil memiliki resiko lebih tinggi terhadap penyakit menular seperti
Tuberculosis. Kejadian Tuberkulosis adalah penyebab kematian tertinggi pada anak
usia 0-4 tahun (Thomas, 2017). TB adalah peringkat ke-9 penyakit penyebab
kematian di seluruh dunia, dan peringkat pertama penyebab kematian dari penyakit
infeksi (WHO, 2017).
Berdasarkan World Health Organization (WHO) proporsi kasus TB secara
global mencapai 6% / 530.000 pasien TB anak per tahun, atau sekitar 8% dari
total kematian yang disebabkan oleh infeksi TB (Kementrian Kesehatan RI,2014)
Selain itu, yang menjadi permasalahan adalah banyaknya kasus TB pada anak
yang tidak terdeteksi ataupun tidak dilaporkan (Caminero and Scardigli, 2016)
Malnutrisi sering terdapat pada pasien TB paru. Beberapa penelitian
melaporkan bahwa pasien dengan TB paru aktif mengalami kurang gizi, seperti
yang ditunjukkan dengan adanya penurunan tingkat protein visceral, indeks
antropometrik dan status mikronutrien,(Miyata, Tanaka and Ihaku, 2013)
Pada pasien TB juga biasanya ditemukan profil darah yang tidak normal
(Yaranal, Umashankar and Govindareddy, 2013). Hasil pengukuran indeks masa
tubuh dan kadar haemoglobin dapat digunakan untuk memperkirakan tingkat
keparahan pada pasien Tuberkulosis (Yaranal, Umashankar and Govindareddy,
2013)

1
2

Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk meneliti


“Hubungan Profil Darah, Indeks Masa Tubuh Dengan Angka Konversi Pada
Penderita Tuberkulosis Paru Anak”.

I.2 Perumusan Masalah


Salah satu permasalahan yang dapat timbul pada pasien tuberkulosis adalah
permasalahan gizi, keabnormalan profil darah. Permasalahan – permasalahan ini
nantinya akan berpengaruh pada perkiraan prognosis penyakit.
Berdasarkan uraian tersebut, peneliti ingin mengetahui apakah terdapat
hubungan profil darah, indeks masa tubuh dengan angka konversi pada penderita
tuberkulosis paru anak?

I.3 Tujuan Penelitian


1.3.1 Tujuan Umum
Mengetahui hubungan profil darah, indeks masa tubuh dengan angka
konversi pada penderita tuberkulosis paru anak

1.3.2 Tujuan Khusus


a. Mengetahui gambaran jumlah pasien tuberculosis paru anak
b. Mengetahui gambaran profil darah pada pasien TB anak
c. Mengetahui gambaran indeks masa tubuh pasien tb anak
d. Mengetahui kecepatan konversi pada pasien tb anak
e. Mengetahui hubungan profil darah dengan angka konversi pada pasien TB
anak
f. Mengetahui hubungan indeks masa tubuh dengan angka konversi pada
pasien TB anak

I.4 Manfaat Penelitian


I.4.1 Manfaat teoritis
3

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai


hubungan profil darah, indeks masa tubuh dengan angka konversi pada penderita
tuberkulosis paru anak

1.4.2 Manfaat praktis


a. Bagi responden
Diketahuinya pengaruh status gizi serta profil darah pasien TB paru anak dalam
kecepatan konversi.

b. Bagi peneliti
Menambah pengetahuan mengenai hubungan profil darah, indeks masa
tubuh dengan angka konversi pada penderita tuberkulosis paru anak dan untuk
memenuhi syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran di FK UPN
“veteran” Jakarta.

c. Bagi Rumah Sakit


Diketahuinya hubungan profil darah, indeks masa tubuh dengan angka
konversi pada penderita tuberkulosis paru anak untuk bahan evaluasi rumah sakit.

d. Bagi UPN “Veteran” Jakarta


Sebagai bahan rujukan serta masukan untuk melakukan penelitian
selanjutnya mengenai hubungan profil darah, indeks masa tubuh dengan angka
konversi pada penderita tuberkulosis paru anak