Anda di halaman 1dari 9

TELAAH KURIKULUM

Nama Kelompok:

1. Umi Yasifun
2. Irma Susanti

BAB 3

Pendekatan Studi Kurikulum

Kurikulum

Kurikulum (curriculum) berasal dari bahasa Yunani, yaitu curir yang berarti berlari dan
currere yang artinya tempat berpacu (Abdullah, 2007). Dalam bahasa Latin ”curriculum”
semula berarti a running course, or race course, especially a chariot race course dan terdapat
pula dalam bahasa Prancis ”courier” artinya ”to run,berlari”. Kemudian istilah itu digunakan
untuk sejumlah “courses” atau matapelajaran yang harus ditempuh untuk mencapai suatu
gelar atau ijasah (Nasution, 2003). Dalam bahasa Arab, kurikulum diartikan dengan manhaj,
yakni jalan yang terang yang dilalui oleh manusia pada bidang kehidupan dan kemudian
diterapkan dalam bidang pendidikan (Raharjo, 2012). UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003
menjelaskan kurikulum sebagai sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai
tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman dalam
penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya pada setiap satuan
pendidikan.

Istilah kurikulum mempunyai pengertian yang cukup beragam mulai dari pengertian yang
sempit hingga yang sangat luas. Pengertian kurikulum secara sempit seperti yang
dikemukakan oleh William B. Ragan yang dikutip oleh Hendyat Soetopo dan Wasty
Soemanto: ”Traditionally, the curriculum has meant the Subject taugth in school, or course
of study”. (Soetopo, 1986) Senada dengan definisi ini, Carter V. Good menyatakan:
”Curriculum as a systematic group of courses or sequences of subject required for
graduation or certification in a major field of sudy, for example, social studies curriculum,
physical education curriculum...”. (Good, 1973) Ronald C. Doll mendefinisikan: “The
curriculum of the school is the formal and informal content and process by which learner
gain knowledgeunderstanding develop skiils and alter attitude appreciations and values
under the auspice of that school”. (Doll, 1996) Beberapa pengertian kurikulum ini
merupakan pengertian yang sempit dan tradisional. Di sini, kurikulum sekedar memuat dan
dibatasi pada sejumlah mata pelajaran yang diberikan guru atau sekolah kepada peserta didik
guna mendapatkan ijazah atau sertifikat.

Sejak Indonesia merdeka, pendidikan telah mengalami berbagai perubahan dan perbaikan
kebijakan kurikulum. Dalam sejarah kurikulum di Indonesia paling tidak telah mengalami
sebelas kali dinamika perubahan. Dimulai dari masa prakemerdekaan dengan bentuk yang
sangat sederhana, dan masa kemerdekaan yang terus menerus disempurnakan yaitu pada
tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006, dan tahun 2013. Berbagai
kebijakan perubahan kurikulum tersebut didasarkan pada hasil analisis, evaluasi, prediksi dan
berbagai tantangan yang dihadapi baik internal maupun eksternal yang terus berubah.
(Machali, 2013) Kurikulum yang baru saja disahkan oleh pemerintah adalah kurikulum 2013.
Berdasarkan Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013, proses pembelajaran menurut
kurikulum 2013 adalah suatu proses pendidikan yang memberikan kesempatan bagi siswa
agar dapat mengembangkan segala potensi yang mereka miliki menjadi kemampuan yang
semakin lama semakin meningkat dilihat dari aspek sikap (afektif), pengetahuan (kognitif),
dan keterampilan (psikomotor).( Hidayat,2013) Untuk menerapkan kurikulm baru
tersebut,perlu adanya studi kurikulum. Dalam studi tentang kurikulum sering dipertanyakan
jenis pendekatanyang dipergunakan dalam pembahasan atau penyusunan kurikulum
tersebut.penggunaan suatu jenis pendekatan atau orientasi pada umumnya menentukan
bentuk dan pola yang dipergunakan oleh kurikulum tersebut.secara teoritis,menurut
perkembangan nya studi tentang kurikulum dapat digolongkan kedalam empat teori
pendekatan,Yaitu : pendekatan mata pelajaran,pendekatan interdisipliner,pendekatan
integratif dan pendekatan sistem.ke empat pendekatan tersebut memiliki penekanan
tersendiri,sehingga menimbulkan perbedaan yang prinsipiil.

A.Pendekatan Mata Pelajaran

Pendekatan mata pelajaran bertitik tolak dari mata pelajaran (subject matter) seperti ilmu
bumi,sejara,ekonomi,ilmu biologi,ilmu kimia,ilmu alam,ilmu berhitung,ilmu aljabar,
menyanyi, menggambar,olah raga,pekerjaan tangan,dan sebagainya. Masing-masing mata
pelajaran berdiri sendiri sebagai suatu disiplin ilmu, tersimpan didalam kotak-kotak mata
pelajaran dan terlepas satu sama lain.Berbagai mata pelajaran tersebut tidak mempunyai
hubungan maupun kaitan satu sama lain ,bahkan setiap mata pelajaran cenderung menga
nggap dirinya yang paling penting itulah sebab nya pola kurikulum yang ada dalam pende
katan ini merupakan poly kurikulum yang ada dalam pendekatan ini merupakan poly
kurikulum yang terpisah.

Ilmu Bumi
Sejarah
Ekonomi
Biologi
Ilmu kimia
Ilmu Alam
Ilmu Berhitung

Gambar.3.1

Pendekatan Mata Pelajaran

Dalam pendekatan mata pelajaran ini,terdapat sistem pembagian tanggung jawab diantara
masing-masing guru pelajaran,misalnya guru yang mengajar ilmu bumi di SMPatau SMA
hanya bertugas mengajar ilmu bumi saja.Begitu pula halnya dengan guru biologi yang hanya
mengajar biologi saja.Sekalipun seorang guru bertanggung jawab mengajar sejumlah mata
pelajaran sekaligus (seperti sekolah dasar),namun guru tersebutmengajarkan secara terpisah
dan tidak dikorelasikan satu dengan yang lain nya. Jenis pendekatan inilah yang mengem
bangkan kurikulum mata pelajaran (subject matter curriculum atau isolated curriculum).

B.Pendekatan interdispliner

Berbagai gejala sosial dan permasalahan yang ada dalam kehidupan sehari-hari ternyata tidak
mungkin ditinjau hanya dari satu segi saja.Setiap gejala sosial akan saling berkaitan satu
dengan yang lain nya,baik dari segi sosial,politik,ekonomi,budaya dan sebagainya. Begitu
pula halnya dengan suatu peristiwa dalam masyarakat,yang akan memengaruhi berbagai
aspek kehidupan lain nya.Itulah sebab nya hal tersebut tidak mungkin ditinjau hanya dari
satu aspek saja,melainkan harus dan sebaiknya ditinjau dari berbagai aspek.

Untuk mempelajari suatu disiplin ilmu yang telah tersusun secara sistematis dan logis,
diperlukan kematangan intelektual tertentu,suatu hal yang tampak nya belum dimiliki murid-
murid sekolah dasar sampai dengan sekolah lanjutan atas. Dengan pendekatan mata pelaja
ran,para siswa disekolah tidak memiliki kesempatan untuk membahas berbagai masalah
sosial dari masyarakatlingkungan nya.

Berdasarkan pertimbangan diatas,para ahli berpendapat bahwa kurikulum sekolah


sebaiknya tidak disusun berdasarkan mata pelajaran yang terpisah,melainkan merupakan
perpaduan sejumlah mata pelajaran yang memiliki ciri-ciri yang sama,yang menjadi suatu
bidang studi (broadfield).Dewasa ini ,pendekatan tersebut dikenal dengan nama pendekatan
interdisipliner,contohnya kurikulum ilmu pengetahuan sosial,ilmu pengetahuan alam, matema
tika,bahasa indonesia,pendidikan moral pancasila dan sebagainya.Bahkan,diberbagai sekolah
di Amerika ada yang disebut pendidikan kesehatan (health education),aesthetik(seni dan
musik) dan bidang-bidang studi lainnya.

Pendekatan interdisipliner terdiri lagi atas tiga jenis pendekatan,yaitu : pendekatan


struktural,pendekatan fungsional dan pendekatan daera(interfield),yang masing-masing
mempunyai penekanan sendiri,kendatipun antara ketiganya hanya berbeda secara gradual
belaka.

Ilmu pengetahuan Sosial


Ilmu Pengrtahuan Alam
Matematika
Bahasa
Pendidikan Moral Pancasila

Gambar 3.2

Pendekatan bidang studi (interdisipliner)

Pendekatan struktural bertitik tolak dari suatu struktur tertentu yang merupakan suatu disiplin
ilmu.Sebagai contoh,ilmu bumi,sejarah dan sebagainya.Berdasarkan disiplin itu ,katakanlah
berdasarkan sesuatu topik dari ilmu bumi,maka kemudian dipelajarilah berbagai disiplin
lainnya,misalnya sejarah,ekonomi,politik,dan antropologi.Berbagai disiplin yang dipelajari
tersebut tentu saja berada dalam suatu bidang studi yang sama,dalam hal ini ilmu
pengetahuan sosial.
Ekono
mi

Sejarah
Ilmu Politik
Bumi

Antro
pologi

Gambar 3.3 pendekatan Struktural –IPS

Pendekatan fungsional bertitik tolak dari suatu masalah tertentu dalam masyarakat atau
lingkungan sekolah.masalah yang dipilih dan akan dipelajari tersebut adalah berbagai
masalah yang berfungsi dan bermakna bagi kehidupan manusia.Berdasarkan masalah ter
sebut,dipelajarilah aspek-aspek dari berbagai disiplin yang berada dalam suatu bidangstudi
yang sama,yang dinilai relevan dengan masalah yang sedang dipelajari.Sebagai contoh,
misalkan kita ambil sebuah masalah tentang “Air”.Berdasarkan .masalah ini akan dipelajari
aspek kimia,aspek biologi atau fisiologi,aspek ilmu alam dan aspek lainnya yang terkait
dengan permasalahan “Air” tersebut.

Kimia

Biologi Air ....

Ilmu
alam

Gambar 3.4 pendekatan Fungsional IPA

Pendekatan daerah bertitik tolak dari pemilihan suatu daerah tertentu sebagai subjek
pelajaran. Berdasarkan daerah tersebut,kemudian akan dipelajari aspek biografi, ekonomi,
antropologi,adat istiadat,bahasa dan aspek lain nya.Aspek-aspek yang dipelajari tentu saja
merupakan hal yang relevan dengan daerah tersebut dan berada dalam bidang studi yang
sama.Misalnya dalam pengajaran IPS ,dapat dipilihdaerah Bali,kalimantan atau daerah-
daerah lain nya.

IPS, dspat dipilih daerah Bali, Kalimantan atau daerah-daerah Iainnya. Kemudian, dibuatlah
perencanaan berbagai aspek, seperti geografi daerah Bali, adat istiadat daerah Bali, ekonomi
pariwisata daerah Bali, bahasa penduduk Bali, dan sebagainya.

Pariwisata

Geografi Adat
Istiadat
Bali

Sejarah
Ekonomi

Gambar 3.5

Dewasa ini, jenis pendekatan interdisipliner sedang di kembangkan dalam pembinaan


kurikulum di sekolah-sekolah kita dalam bentuk kurikulum berkorelasi (correlated
curriculum) yang menekankan pada bidang studi, seperti yang kita kenal dalam kurikulum
tahun 1975.

C. Pendekatan Integratif

Pendekatan integratif, yang juga dikenal dengan nama pendekatan terpadu, bertitik tolak dari
suatu keseluruhan atau kesatuan yang makna dan terstruktur.
Bermakna mempunyai arti bahwa setiap suatu keseluruhan tersebut memiliki makna, arti, dan
faedah tertentu. Keseluruhan tersebut bukanlah penjumlahan dari berbagai bagian, melainkan
suatu totalitas yang memiliki makna tersendiri. Adapun terstruktur mempunyai asumsi bahwa
setiap bagian yang ada dalam keseluruhan itu berada dan berfungsi dalam suatu struktur
tertentu. Sebagai contoh, manusia hukanlah penjumlahan dari bagian-bagian tubuh atau
penjumlahan dari badaniah dan rohaniah, melainkan sesuatu yang utuh. Dalam konteks ini,
pendidikan anak adalah pendidikan yang menyeluruh, atau dengan kata lain pendidikan
dalam rangka pembentukan yang terintegrasi. Oleh karena itu, kurikulum harus disusun
sedemikian rupa sehingga mampu mengembangkan pribadi yang utuh, dengan
mempertimbangkan bahwa anak adalah suatu potensi yang sedang berkembang dan
merupakan organisme yang hidup, yang hidup dalam masyarakat yang sedang berkembang
pula.

Mata pelajaran dan atau bidang studi hanyalah sebagian faktur yang memengaruhi
perkembangan anak. Di samping itu, bahkan dalam cakupan yang lebih luas lagi, masih
hanyak komponen lain yang turut memengaruhi perkembangan anak, seperti bangunan,
fasilitas, tukang kebun, gambar, dan sebagainya.

Dewasa ini, pendekatan terpadu banyak sekali dikembangkan. Dalam perkembangan


kurikulum kita, terdapat istilah "integrated curriculum" dengan sistem yang mencakup
pengajaran unit. Semua mata pelajaran atau bidang studi tidak terlepas atau terpisah satu
dengan yang lainnya, dan tidak ada pembatas satu sama lain.

D. Pendekatan Sistem

Sistem adalah suatu totalitas yang terdiri atas sejumlah komponen atau bagian. Komponen
itu saling berhubungan dan saling memengaruhi satu sama lain. Suatu komponen juga dapat
merupakan sebuah subsistem dari suatu sistem.

Pada tingkat makro, jika kita meninjau sistem pedidikan maka kurikulum sesunguhnya
merupakan suatu komponen Input instrumental. Kurikulum ditinjau dalam hubungannya
dengan komponen-komponennya, antara lain tujuan, prnsip, susunan dan sistem
penyampaiannya.

Pendekatan sistem digunakan juga sebagai suatu sistem berpikir, bahkan sistem pendekatan
ini dikembangkan dalam upaya pembaharuan pendidikan. Langkah-langkah yang digunakan
adalah proses identifikasi dan perumusan masalah, perumusan atau hasil-hasil yang
diinginkan, dan penentuan yang dinilai paling tepat melalui paper analysis atau eksperimen.
Selanjutnya dilakukan kegiatan tryout dan revisi, dan langkah terakhir yakni implementasi
dan evaluasi.

Dari uraian di atas, maka jelaslah bahwa dalam penyusunan suatu program pendidikan dan
kurikulum, sangat penting untuk ditentukan terlebih dahulu jenis pendekatan yang akan
digunakan. Meskipun demikian, tidaklah berarti bahwa dalam penyusunan kurikulum hanya
digunakan satu jenis pendekatan saja, karena beberapa jenis pendekatan dapat juga digunakan
sekaligus, seperti yang dijumpai dalam pembinaan kurikulum tahun 1975.

Pertanyaan dan Tugas

1. Jelaskan konsep pendekatan studi kurikulum yang menitikbcratkan pada mata pelajaran
yang terpisah, dari aspek pengertian, rasional, tujuan, dan prinsip pelaksanaannya. Jelaskan
pula sisi positif dan negalifnya!

2. Apa yang Anda ketahui tentang pendekatan studi kurikulum interdisipliner? Jelaskan
karakteristiknya, serta keuntungan dan kerugiannya. Bagaimann pula prinsip
pelaksanaamnya?

3. Apa yang dimaksud dengan pendekatan terpadu? Apa perbedaan dan persamaannya
dengan pendekatan sistem? Berikan contoh aktual tentang penerapannya dalam kurikulum.

4. Mungkin Anda pernah mendengar atau mempelajari tentang pendekatan ekologi dan
pendekatan futurologi. Coba Anda rumuskan konsep kedua bentuk pendekatan tersebut dan
jelaskan pula kemungkinan penerapannya dalam kurikulum sekolah!

5. Berdasarkan berbagai pendekatan yang telah Anda pelajari, pendekatan mana menurut
Anda yang lebih baik dan efektif? Uraikan secara rasional dan deskriptif!

6. Menurut Anda, berdasarkan pendekatan apakah kurkulum SD, SLTP, dan SLTA yang ada
dewasa ini? Buktikan berdasarkan kenyataan yang ada!

7. Coba Anda lakukan serangkaian pengamatan terhadap pelaksanaan kurikulum Sekolah


Dasar. Perhatikan pendekatan apa yang secara nyata diterapkan oleh guru dan bandingkan
konsistensinya dengan pendekatan kurikulum itu sendiri!

8. Pendidikan kejuruan berorientasi pada pendidikan tenaga siap pakai. Pendekatan


kurikulum apa yang seharusnya diterapkan atau melandasi kurikulum tersebut?
..

DAFTAR PUSTAKA
Doll, Ronald C.. 1996. Curriculum Improvemet Decision Making And Process, Boston:
Nallyn Bacon
Good , Carter V. 1973. Dictionary of Education, Third edition, New York: McGraw-Hill
Hamalik, Oemar. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara.
Hidayat, Sholeh. 2013. Pengembangan Kurikulum Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Idi, Abdullah. 2007. Pengembangan Kurikulum Teori Dan Praktek, (Yogyakarta: Ar-Ruzz
Media
Machali, Imam. 2013. Kebijakan Perubahan Kurikulum 2013 dalam Menyongsong Indonesia
Emas Tahun 2045. Jurnal Pendidikan Islam.Vol. 4, No. 1. UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta
Nasution, S. 2003. Pengembangan Kurikulum, Bandung: PT Citra Aditya Bakti
Raharjo, Rahmat. Pengembangan & Inovasi Kurikulum, Yogyakarta: Baituna Publishing,
2012
Soetopo , Hendyat dan Wasty Soemanto. 1986. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum,
Jakarta: Bina Aksara