Anda di halaman 1dari 92

dummytext

21. VERZA - SUPLEMEN

Perihal Keselamatan ··························· 21-2 RODA BELAKANG/SUSPENSI ············· 21-72

PENDAHULUAN·································· 21-3 SISTEM REM ····································· 21-74

INFORMASI UMUM ······························ 21-4 BATTERY/SISTEM PENGISIAN ············ 21-76

PANEL BODY/SISTEM EXHAUST ·········21-17 SISTEM PENGAPIAN ·························· 21-79

PERAWATAN ····································21-23 ELECTRIC STARTER·························· 21-83

SISTEM BAHAN BAKAR (PGM-FI) ········21-27 LAMPU/METER/SWITCH ····················· 21-84

PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN····21-60 WIRING DIAGRAM ····························· 21-91

RODA DEPAN/SUSPENSI/
KEMUDI ············································21-65

21

21-1
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
Perihal Keselamatan
VERZA - SUPLEMEN

Informasi Servis
Informasi servis dan perbaikan di dalam buku pedoman ini dimaksudkan untuk dipakai oleh teknisi profesional yang kompeten.
Servis atau perbaikan yang dilakukan tanpa mendapatkan training, tool-tool, dan peralatan yang tepat, dapat mengakibatkan luka-
luka pada Anda atau orang lain. Juga dapat merusak kendaraan atau menciptakan kondisi yang tidak aman.
Buku pedoman ini menguraikan cara dan prosedur yang tepat untuk menjalankan servis, perawatan dan perbaikan. Beberapa
prosedur memerlukan pemakaian tool-tool yang telah dirancang khusus untuk keperluan tersebut. Seseorang yang bermaksud
untuk memakai suku cadang pengganti, prosedur servis atau tool yang bukan dianjurkan oleh Honda, harus menentukan sendiri
resiko terhadap keselamatan pribadinya dan pengoperasian kendaraan yang aman.
Jika suatu part harus diganti, pakailah suku cadang asli Honda dengan nomor part yang benar atau part ekuivalennya. Kami
menganjurkan dengan sangat agar jangan memakai part pengganti dengan kualitas yang rendah mutunya.
Demi Keselamatan Pelanggan anda
Servis dan perawatan yang memadai sangat diperlukan bagi keselamatan pelanggan dan keandalan kendaraan. Kekhilafan atau
kelalaian saat menyervis kendaraan dapat mengakibatkan pengoperasian yang tidak benar, kerusakan pada kendaraan, atau luka-
luka pada orang lain.

Servis atau perbaikan yang tidak memadai dapat menciptakan kondisi tidak aman yang dapat menyebabkan luka-luka parah
atau kematian bagi pelanggan Anda.
Patuhi prosedur dan tindakan pencegahan dalam buku pedoman ini dengan cermat.

Demi Keselamatan Anda


Dikarenakan buku pedoman ini ditujukan pada para teknisi servis profesional, kami tidak memberikan peringatan tentang
kebiasaan keselamatan kerja bengkel yang mendasar (mis. Part yang panas -> pakailah sarung tangan). Jika Anda belum pernah
mendapatkan training keselamatan kerja bengkel atau tidak yakin akan pengetahuan Anda tentang keselamatan kerja bengkel,
kami menganjurkan agar Anda tidak menjalankan prosedur-prosedur yang diuraikan di dalam buku pedoman ini.
Beberapa tindakan pencegahan umum yang paling penting diberikan di bawah ini. Namun, kami tidak dapat memberikan
peringatan tentang setiap keadaan berbahaya yang dapat timbul pada waktu pelaksanaan prosedur-prosedur servis dan
perbaikan. Hanya Anda saja yang dapat memutuskan apakah Anda perlu atau tidak melakukan suatu pekerjaan servis.

Apabila Anda tidak mematuhi instruksi dan tindakan pencegahan, maka bisa berakibat luka-luka parah atau kematian pada diri sendiri.
Patuhi prosedur dan tindakan pencegahan di dalam buku pedoman ini baik-baik.

Tindakan Pencegahan Penting Demi Keselamatan


Pastikan bahwa Anda mempunyai pengertian jelas mengenai semua kebiasaan untuk keselamatan kerja bengkel dan bahwa Anda
mengenakan pakaian dan peralatan pengamanan yang sesuai. Pada saat melakukan suatu pekerjaan servis, perhatikan terutama
hal-hal berikut ini:
• Bacalah semua instruksi sebelum Anda memulai sesuatu pekerjaan, dan pastikan bahwa Anda mempunyai semua tool, part
pengganti atau part-part yang diperbaiki, dan ketrampilan yang diperlukan untuk menjalankan pekerjaan dengan aman dan
secara menyeluruh.
• Lindungi mata Anda dengan mengenakan kacamata pelindung atau pelindung muka setiap Anda memakai palu, bor, gerinda
atau bekerja menggunakan udara atau cairan bertekanan, dan pegas atau komponen lain yang menyimpan energi. Jika ada
keraguan, pakailah pelindung mata.
• Pakailah bahan pelindung lain bila perlu, misalnya sarung tangan atau sepatu pelindung. Penanganan part yang panas atau
tajam dapat menimbulkan luka bakar parah atau sayatan. Sebelum Anda memegang sesuatu yang kelihatannya dapat melukai
Anda, berhentilah dan kenakan sarung tangan.
• Lindungilah diri anda dan orang lain setiap kali kendaraan diangkat ke atas. Setiap kali Anda mengangkat sepeda motor, baik
dengan katrol ataupun dongkrak, pastikan bahwa sepeda motor selalu disangga dengan aman. Pakailah alat bantu penopang
kendaraan.
Pastikan bahwa mesin telah dimatikan sebelum Anda memulai sesuatu prosedur servis, kecuali apabila instruksi menyebutkan
bahwa Anda harus melakukan sebaliknya. Hal ini akan membantu menghilangkan beberapa keadaan yang berpotensi berbahaya
seperti:
• Peracunan karbon monoksida dari gas pembuangan mesin. Pastikan ada ventilasi yang memadai setiap kali mesin dalam keadaan hidup
• Luka bakar akibat part-part panas atau coolant. Biarkan mesin dan sistem pembuangan gas menjadi dingin dulu sebelum
mengerjakan bagian-bagian ini.
• Luka akibat part-part yang bergerak. Jika instruksi memerintahkan Anda untuk menjalankan mesin, jauhkan tangan, jari-jari
tangan dan pakaian Anda dari tempat-tempat yang berpotensi berbahaya.
Uap bensin dan gas hidrogen dari battery dapat menimbulkan ledakan. Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kebakaran atau
ledakan, berhati-hatilah sewaktu bekerja dengan bensin atau battery.
• Untuk mencuci part-part, gunakan pelarut yang tidak dapat terbakar, dan bukan bensin.
• Jangan pernah menampung atau menyimpan bensin di dalam tempat penampung yang terbuka.

21-2
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
• Jauhkan rokok, percikan bunga api dan lidah api dari battery dan semua part-part yang berhubungan dengan bahan bakar.

PENDAHULUAN
Suplemen Buku Pedoman Reparasi ini berisikan informasi untuk Honda VERZA.
Harap mereferensi ke Buku Pedoman Reparasi MEGAPRO (No.82KYEH0) untuk data-data dan prosedur servis yang tidak
terdapat di dalam Suplemen Buku Pedoman Reparasi ini.

Keselamatan Anda, dan keselamatan orang lain, sangat penting. Untuk membantu Anda dalam pengambilan keputusan-
keputusan berdasarkan informasi, kami telah memberikan keterangan dan informasi lengkap lainnya sepanjang buku pedoman
reparasi ini. Tentunya, tidak mungkin dan tidak praktis untuk memperingati Anda tentang semua keadaan berbahaya yang
dapat timbul pada saat menyervis kendaraan ini.
Anda harus memakai pertimbangan yang baik menurut Anda sendiri.
Anda akan mendapatkan informasi penting tentang keselamatan dalam berbagai-macam bentuk termasuk:
• Label-label peringatan – pada kendaraan
• Pesan-pesan mengenai keselamatan – didahului dengan simbol dan salah satu dari tiga kata-kata, BAHAYA,
PERINGATAN, atau HATI-HATI. Kata-kata ini berarti:
Anda AKAN MENINGGAL atau TERLUKA PARAH apabila Anda tidak mematuhi petunjuk-petunjuk.

Anda DAPAT MENINGGAL atau TERLUKA PARAH apabila Anda tidak mematuhi petunjuk-petunjuk.

Anda DAPAT TERLUKA apabila Anda tidak mematuhi petunjuk-petunjuk.

• Instruksi-instruksi – cara menyervis kendaraan ini dengan benar dan aman.

Di dalam Buku Pedoman Reparasi ini, Anda akan menemukan informasi yang didahului dengan simbol . Tujuan dari
pesan ini adalah untuk membantu mencegah kerusakan pada kendaraan Anda, barang-barang lain, atau lingkungan hidup.
SEMUA KETERANGAN, GAMBAR, PETUNJUK DAN SPESIFIKASI DI DALAM PENERBITAN INI ADALAH BERDASARKAN
INFORMASI PRODUK TERAKHIR YANG TERSEDIA PADA WAKTU PERSETUJUAN UNTUK DICETAK. Honda Motor Co.,
Ltd. BERHAK MEMBUAT PERUBAHAN SETIAP SAAT TANPA PEMBERITAHUAN DAN TANPA IKATAN APAPUN.
DILARANG MENGUTIP ATAU MENCETAK ULANG BAGIAN DARI PENERBITAN INI TANPA IJIN TERTULIS DARI
PENERBIT. BUKU PEDOMAN REPARASI INI DIBUAT BAGI ORANG YANG SUDAH MEMILIKI PENGETAHUAN DASAR
PERAWATAN SEPEDA MOTOR ATAU SKUTER HONDA.

© Honda Motor Co., Ltd.


SERVICE PUBLICATION OFFICE
Tanggal Terbit: November, 2012

21-3
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
PERATURAN SERVIS
SINGKATAN-SINGKATAN
Di dalam buku ini dipakai singkatan-singkatan sebagai berikut untuk
mengidentifikasi part atau sistem yang bersangkutan.
Istilah singkatan Kepanjangan
Sensor CKP Sensor Crankshaft Position
DLC Data Link Connector
ECM Engine Control Module
EEPROM Electrically Erasable Programmable Read Only Memory
Sensor EOT Sensor Engine Oil Temperature
MIL Malfunction Indicator Lamp
PGM-FI Programmed Fuel Injection
SCS connector Service Check Short connector
Sensor TP Sensor Throttle Position
Sensor VS Sensor Vehicle Speed (kecepatan kendaraan)

IDENTIFIKASI MODEL
Pedoman reparasi ini digunakan untuk tipe-tipe model VERZA berikut ini:
TIPE Jari-Jari Cast Wheel Ban dalam Ban tubeless Shroud tangki
Tipe Cast Wheel – O – O O
Tipe Jari-Jari O – O – –

Pastikan untuk melihat prosedur yang sesuai dengan tipe sepeda motor.

Gambar Tipe Cast Wheel:

21-4
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
NOMOR SERI

NOMOR SERI MESIN

NOMOR SERI RANGKA

NOMOR IDENTIFIKASI THROTTLE BODY

SPESIFIKASI
SPESIFIKASI UMUM
BAGIAN SPESIFIKASI
DIMENSI Panjang keseluruhan 2.056 mm
Lebar keseluruhan 742 mm
Tinggi menyeluruh 1.054 mm
Jarak sumbu roda 1.318 mm
Tinggi jok 773 mm
Tinggi pijakan kaki 295 mm
Jarak terendah ke tanah 156 mm
Berat motor siap pakai 129 kg
Kapasitas berat muatan 130 kg
maksimum
RANGKA Jenis rangka Tipe diamond
Suspensi depan Fork teleskopik
Jarak pergerakan roda depan 117 mm
Suspensi belakang Swingarm
Jarak pergerakan roda belakang 99 mm
Ukuran ban depan 80/100-17M/C 46P
Ukuran ban belakang 100/90-17M/C 55P
Merek ban depan NF25 (IRC)
Merek ban belakang NR25 (IRC)
Rem depan Rem cakram tunggal hidrolik
Rem belakang Tromol mekanis (leading-trailing)
Sudut caster 26° 00’
Panjang trail 97,0 mm
Kapasitas tangki bahan bakar 12,2 liter

21-5
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
BAGIAN SPESIFIKASI
MESIN Perletakan cylinder Cylinder tunggal miring 15° dari vertikal
Diameter dan langkah 57,3 x 57,8 mm
Volume langkah 149,2 cm3
Perbandingan kompresi 9,5 : 1
Peralatan penggerak valve OHC digerakkan rantai dengan rocker arm
Intake valve membuka 10° sebelum TMA pada pengangkatan 1 mm
menutup 35° setelah TMB pada pengangkatan 1 mm
Exhaust valve membuka 35° sebelum TMB pada pengangkatan 1 mm
menutup 5° setelah TMA pada pengangkatan 1 mm
Sistem pelumasan Tekanan paksa dan bak oli basah
Jenis pompa oli Trochoid
Sistem pendinginan Pendinginan udara
Saringan udara Saringan kertas viscous (berperekat)
Berat kosong mesin 30,0 kg
SISTEM Tipe PGM-FI
PENGIRIMAN Diameter throttle 26 mm
BAHAN BAKAR
PERALATAN Sistem kopling Multi-plate, basah
PENGGERAK Sistem pengoperasian kopling Digerakkan oleh kabel
Transmisi 5 kecepatan
Reduksi primer 3,350 (67/20)
Final reduction 2,928 (41/14)
Perbandingan gigi 1 3,076 (40/13)
gear gigi 2 1,944 (35/18)
gigi 3 1,409 (31/22)
gigi 4 1,120 (28/25)
gigi 5 0,937 (30/32)
Pola pemindahan gear Return system digerakkan kaki kiri
1-N-2-3-4-5
KELISTRIKAN Sistem pengapian Digital transistorized diatur oleh komputer dengan electric
advance
Sistem starter Motor electric starter dan kickstarter
Sistem Pengisian Alternator dengan output tiga fase
Regulator/rectifier Dibuka oleh SCR, rektifikasi gelombang penuh tiga fase
Sistem penerangan Battery
SPESIFIKASI SISTEM BAHAN BAKAR (PGM-FI)
BAGIAN SPESIFIKASI
Nomor identifikasi throttle body GQMJA
Pembukaan standard idle air screw 2 putaran keluar dari posisi duduk penuh
Putaran stasioner 1.400 ± 100 menit-1
Jarak main bebas handel gas 2 – 6 mm
Tahanan sensor EOT (20°C) 2,5 – 2,8 kΩ
Tahanan injector bahan bakar (24°C) 11,4 – 12,6 Ω
Tekanan bahan bakar pada putaran stasioner 294 kPa (43 psi)
Aliran pompa bahan bakar (pada 12 V) Minimum 120 cm3/10 detik
SPESIFIKASI CYLINDER HEAD/VALVE
Satuan: mm
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
Kompresi cylinder pada 1.000 menit-1 1.344 kPa (195 psi) –

21-6
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
SPESIFIKASI RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
Satuan: mm
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
Kedalaman minimum alur telapak ban – 1,5
Tekanan udara Pengemudi saja 175 kPa (25 psi) –
ban dingin Pengemudi dan pembonceng 175 kPa (25 psi) –
Keolengan as roda – 0,2
Keolengan pelek Radial – 1,0
roda Aksial – 1,0
Jarak hub roda ke pelek (Tipe Jari-Jari) 10,0 ± 1,0 –
Fork Panjang bebas pegas SHOWA (SW) 483,0 473
CHUANNAN (CA)
479,0 469
Keolengan pipa – 0,2
Minyak fork yang direkomendasikan Honda Ultra Cushion Oil 10W atau –
sejenisnya
Tinggi permukaan SHOWA (SW) 156 –
minyak CHUANNAN (CA) 151 –
Kapasitas minyak 159 ± 2,5 cm3 –
Beban awal bearing kepala kemudi 6,0 – 12,0 N –
SPESIFIKASI RODA BELAKANG/SUSPENSI
Satuan: mm
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
Kedalaman minimum alur telapak ban – 2,0
Tekanan udara ban Pengemudi saja 200 kPa (29 psi) –
dingin Pengemudi dan pembonceng 225 kPa (33 psi) –
Keolengan as roda – 0,2
Keolengan pelek roda Radial – 1,0
Aksial – 1,0
Jarak hub roda ke pelek (Tipe Jari-Jari) 5,8 ± 1,0
Rantai roda Ukuran/link FSCM428H-124RB –
Kekenduran 20 – 30 –
SPESIFIKASI SISTEM REM
Satuan: mm
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
Rem cakram depan Minyak rem sesuai spesifikasi DOT 3 atau DOT 4 –
Ketebalan cakram rem 4,0 ± 0,2 3,5
Ketebalan cakram rem – 0,30
D.D. master cylinder 12,700 – 12,743 12,755
D.L. master piston 12,657 – 12,684 12,645
D.D. cylinder caliper 25,400 – 25,450 25,460
D.L. piston caliper 25,318 – 25,368 25,310
Rem belakang Jarak main bebas pedal rem 20 – 30 –
D.D. tromol 130,0 – 130,2 131
SPESIFIKASI BATTERY/SISTEM PENGISIAN
BAGIAN SPESIFIKASI
Battery Tipe GTZ5S
Kapasitas 12 V – 3,5 Ah (10HR)
Kebocoran arus listrik Maksimum 0,1 mA
Tegangan Sudah dicharge penuh 13,0 – 13,2 V
(20°C) Perlu dicharge kembali Di bawah 12,3 V
Arus pengisian Normal 0,4 A x 5 – 10 h
Cepat 3 A x 0,5 h
Alternator Kapasitas 0,13 kW/5.000 menit-1
Tahanan coil pengisian (20°C) 0,2 – 1,0 Ω

21-7
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
SPESIFIKASI SISTEM PENGAPIAN
BAGIAN SPESIFIKASI
Busi CPR9EA-9 (NGK)
Celah busi 0,80 – 0,90 mm
Tegangan puncak primer coil pengapian Minimum 100 V
Tegangan puncak sensor CKP Minimum 0,7 V
Waktu pengapian (tanda "F") 8° sebelum TMA pada putaran stasioner
SPESIFIKASI ELECTRIC STARTER
Satuan: mm
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
Panjang brush motor starter 10,00 – 10,05 6,5
SPESIFIKASI LAMPU/METER/SWITCH
BAGIAN SPESIFIKASI
Bohlam- Lampu depan (Hi/Lo) 12 V - 35/35 W
bohlam Lampu senja 12 V - 5 W
Lampu rem/belakang 12 V - 18/5 W
Lampu sein 12 V - 10 W x 4
Lampu instrumen LED
Indikator sein LED
Indikator lampu jauh LED
Indikator netral 14 V - 1,12 W
Sekring Utama 20 A
Tambahan 10 A x 3
Tahanan sensor ketinggian bahan Penuh 6 – 10 Ω
bakar (20°C) Kosong 367 – 377 Ω

TORSI PENGENCANGAN
TORSI PENGENCANGAN MESIN & RANGKA
• Spesifikasi torsi pengencangan yang tertera di bawah ini adalah untuk pengencang yang sudah dispesifikasikan.
• Pengikat lainnya harus dikencangkan dengan nilai torsi standard (hal. 1-11).
RANGKA/PANEL BODY/SISTEM EXHAUST
BAGIAN JUM DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N·m (kgf·m)
Baut socket dudukan plat nomor 2 6 10 (1,0)
depan
Sekrup cowl front side 2 4 1,0 (0,1)
Sekrup spesial cover side 4 5 4,2 (0,4)
Sekrup cover side 2 6 5,0 (0,5)
Sekrup spesial cowl rear 2 5 4,2 (0,4)
Sekrup cowl rear 4 4 1,0 (0,1)
Baut as standar samping 1 10 18 (1,8)
Mur as standar samping 1 10 44 (4,5) Mur-U
Mur joint pipa exhaust 2 8 27 (2,8)
Baut stud pipa exhaust 2 8 11 (1,1) Lihat hal. 2-13
PERAWATAN
BAGIAN JUM DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N·m (kgf·m)
Mur pengunci kabel gas A 1 6 3,8 (0,4)
(sisi stang kemudi)
Mur pengunci kabel gas A 1 6 4,5 (0,5)
(sisi throttle body)
Sekrup cover rumah saringan udara 4 5 1,1 (0,1)
Busi 1 10 16 (1,6)
Mur pengunci sekrup penyetel valve 2 6 14 (1,4) Oleskan oli mesin pada ulir dan
permukaan duduk.
Tutup lubang crankshaft 1 32 15 (1,5) Oleskan grease pada ulir-ulir.
Tutup lubang pengapian 1 14 10 (1,0)

21-8
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
BAGIAN JUM DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N·m (kgf·m)
Baut pembuangan oli mesin 1 12 30 (3,1)
Sekrup cover rotor saringan oli 3 5 4,0 (0,4)
Baut penyetel arah sinar lampu 1 4 2,0 (0,2)
depan
SISTEM BAHAN BAKAR (PGM-FI)
BAGIAN JUM DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N·m (kgf·m)
Mur dudukan saringan bahan bakar 2 6 12 (1,2)
Mur plat pemasangan pompa 2 6 12 (1,2) Untuk urutan pengencangan Lihat
bahan bakar hal. 21-54
Mur spesial plat pemasangan 2 6 12 (1,2)
pompa bahan bakar
Mur pengunci kabel gas B 1 6 4,5 (0,5)
(sisi throttle body)
Sekrup penahan kabel gas 1 5 3,4 (0,3)
Baut pemasangan joint injector 1 6 12 (1,2)
Sensor O2 1 12 25 (2,5)
Sensor EOT 1 10 14 (1,4)
Baut pemasangan sensor bank 2 6 10 (1,0)
angle

PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN
BAGIAN JUM DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N·m (kgf·m)
Mur penggantung mesin depan 2 8 26 (2,7)
(sisi rangka)
Mur penggantung mesin depan 2 10 39 (4,0)
(sisi mesin)
Mur penggantung mesin belakang 2 10 54 (5,5)
Baut drive sprocket 2 6 12 (1,2)

ALTERNATOR/STARTER CLUTCH
BAGIAN JUM DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N·m (kgf·m)
Baut pemasangan sensor CKP 2 6 12 (1,2) Oleskan cairan pengunci pada ulir-
ulir.
Lebar pelapisan: 6,5 ± 1,0 mm
(0,26 ± 0,04 in) dari ujung

RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
BAGIAN JUM DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N·m (kgf·m)

Sekrup rumah switch stang kemudi 4 5 2,5 (0,3)


kanan/kiri
Baut penahan atas stang kemudi 4 8 22 (2,2)
Mur penahan stang kemudi bagian 2 8 26 (2,7) Mur-U
bawah
Mur kabel gas A 1 10 3,0 (0,3)
(sisi stang kemudi)
Mur kabel gas B 1 12 3,0 (0,3) Mur-U
(sisi stang kemudi)
Baut as handel kopling 1 6 1,0 (0,1)
Mur as handel kopling 1 6 5,9 (0,6)
Mur as roda depan 1 12 59 (6,0) Mur-U
Jari-jari (Tipe Jari-Jari) 36 BC3,2 3,6 (0,4)
Baut cakram rem Tipe Cast 6 8 42 (4,3) Baut ALOC: ganti dengan yang
depan Wheel baru.
Tipe Jari- 5 8 42 (4,3) Baut ALOC: ganti dengan yang
Jari baru.
Tutup fork 2 26 22 (2,2)
Baut penjepit top bridge 2 8 22 (2,2)

21-9
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
BAGIAN JUM DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N·m (kgf·m)

Baut penjepit bottom bridge 2 8 32 (3,3)


Baut socket fork 2 8 20 (2,0) Oleskan cairan pengunci pada ulir-
ulir.
Top thread kemudi 1 26 – Lihat hal. 21-70
Mur poros kemudi 1 24 – Lihat hal. 21-70

RODA BELAKANG/SUSPENSI
BAGIAN JUM DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N·m (kgf·m)
Mur as roda belakang 1 14 88 (9,0) Mur-U
Jari-jari (Tipe Jari-Jari) 36 BC3,2 3,6 (0,4)
Mur driven sprocket 4 10 64 (6,5) Mur-U
Mur pemasangan atas shock
absorber 2 10 39 (4,0)
Baut pemasangan bawah shock
absorber 2 10 39 (4,0)
Mur as swingarm 1 14 54 (5,5) Mur-U, Oleskan grease pada ulir-
ulir.
SISTEM REM
BAGIAN JUM DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N·m (kgf·m)
Mur arm rem belakang 1 6 10 (1,0) Mur-U
Katup pembuangan caliper rem 1 8 5,4 (0,6)
depan
Sekrup tutup reservoir master 2 4 1,5 (0,2)
cylinder rem depan
Baut torx pemasangan caliper rem 2 8 30 (3,1) Baut ALOC: ganti dengan yang
depan baru.
Sekrup switch lampu rem depan 1 4 1,2 (0,1)
Baut as handel rem depan 1 6 1,0 (0,1)
Mur as handel rem depan 1 6 6,0 (0,6)
Baut oli selang rem depan 2 10 34 (3,5)
Pin brake pad depan 1 10 17,2 (1,8)
Baut pin caliper rem depan 1 8 17 (1,7)
Pin torsi caliper rem depan 1 8 23 (2,3)
SISTEM ELECTRIC STARTER
BAGIAN JUM DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N·m (kgf·m)
Baut rumah motor starter 2 4 4,9 (0,5)
LAMPU/METER/SWITCH
BAGIAN JUM DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N·m (kgf·m)
Sekrup lensa lampu sein 4 4 1,0 (0,1)
Mur pemasangan lampu sein 4 10 5,0 (0,5)
Sekrup lensa lampu rem/belakang 2 4 1,2 (0,1)
Mur pemasangan lampu rem/ 2 6 3,4 (0,3)
belakang
LAIN-LAIN
BAGIAN JUM DIAMETER TORSI CATATAN
LAH ULIR (mm) N·m (kgf·m)
Sekrup penahan elemen saringan 1 5 1,1 (0,1)
udara
Sekrup cover muffler 1 6 10 (1,0)
Sekrup unit lampu sein 4 6 6,9 (0,7)

21-10
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
TITIK-TITIK PELUMASAN & SEAL
RANGKA
BAHAN LOKASI CATATAN
Multipurpose grease dengan dasar Bearing-bearing poros kemudi 3 g per masing-masing
urea yang tahan tekanan sangat bearing
tinggi (ALVANIA EP2 dibuat oleh Bibir-bibir seal debu bearing poros kemudi Oleskan 3 g
Shell atau EXCELITE EP2 dibuat
oleh Kyodo Yushi atau sejenisnya)
Multi-purpose grease Bibir-bibir seal debu roda depan
Bibir seal debu driven flange
Seluruh permukaan O-ring hub roda belakang
Permukaan luncur as pedal rem belakang Oleskan 3 g
Permukaan luncur pin anchor panel rem belakang Oleskan 0,2 - 0,3 g
Permukaan kontak cam rem dan kanvas rem belakang Oleskan 0,2 - 0,3 g
Permukaan luncur cam rem belakang Oleskan 0,2 - 0,3 g
Bibir seal debu sensor VS
Permukaan luncur sensor VS
Permukaan luncur as standar samping
Permukaan luncur poros as standar tengah
Permukaan luncur bola-bola bearing dan pegas pedal
kickstarter
Pipa gas tangan (Permukaan luncur kabel gas) Oleskan 0,1 - 0,2 g
Permukaan luncur as handel kopling
Grease molybdenum disulfide Permukaan bagian dalam as swingarm
(mengandung lebih dari 3% NLGI Needle bearing swingarm
#2) Seluruh permukaan collar as swingarm
Bibir seal debu as swingarm
Bibir tutup seal debu as swingarm
Permukaan luncur baut as swingarm Oleskan 1 g
Oli gear Seal felt cam rem belakang
(AUTOLUB 30 atau MECHANIC
OIL 44 dibuat oleh IDEMITSU atau
sejenisnya)
Silicone grease Permukaan luncur as handel rem depan Oleskan 0,1 g
Daerah kontak handel rem depan-ke-master piston Oleskan 0,1 g
cylinder
Baut pin dudukan caliper rem depan Oleskan 0,4 g
Baut A pin dudukan caliper rem depan Oleskan 0,4 g
Seal debu caliper rem depan
Seluruh permukaan O-ring stopper pin brake pad
depan
Minyak rem DOT3 atau DOT4 Piston dan cup karet piston master cylinder rem depan
Piston caliper rem depan
Seal piston caliper rem depan
Oli mesin Daerah duduk packing pompa bahan bakar pada tangki
bahan bakar
Minyak fork O-ring tutup fork depan
Bibir seal oli fork depan
Honda Bond A atau sejenisnya Bagian dalam karet grip stang kemudi
Permukaan penyatuan antara rumah saringan udara-
ke-selang penghubung

SISTEM PENGATURAN EMISI


SISTEM PENGATURAN EMISI GAS PEMBUANGAN
Sistem pengaturan emisi gas pembuangan terdiri dari sistem three-way catalytic converter dan sistem PGM-FI.
THREE-WAY CATALYTIC CONVERTER
Sepeda motor ini dilengkapi dengan three-way catalytic converter.
Three-way catalytic converter berada di dalam sistem exhaust. Melalui reaksi-reaksi kimia, converter tersebut mengubah HC, CO
dan NOx di dalam sistem pembuangan gas menjadi karbon dioksida (CO2), nitrogen (N2), dan uap air.
Sistem-sistem ini tidak memerlukan penyetelan, namun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan periodik pada komponen-
komponennya.

21-11
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
ALUR KABEL & KABEL BODY
KONEKTOR 2P KONEKTOR 16P
KABEL GAS A
RELAY SEIN SPEEDOMETER
KABEL KOPLING

KONEKTOR
3P LAMPU DEPAN

KABEL GAS B KABEL SWITCH


KOPLING

KABEL SWITCH KABEL LAMPU SEIN


LAMPU REM DEPAN KIRI DEPAN

KABEL LAMPU SEIN KONEKTOR-KONEKTOR:


KANAN DEPAN - 9P/2P (Hitam) SWITCH
STANG KEMUDI KIRI
- KABEL LAMPU SEIN
KIRI DEPAN
- 3P SENSOR VS
- KABEL SENSOR VS

KONEKTOR-KONEKTOR: KABEL
- 2P KUNCI KONTAK SENSOR VS
- 6P SWITCH STANG
KEMUDI KANAN
- KABEL LAMPU SEIN
KANAN DEPAN
- 3P LAMPU SENJA

KABEL KUNCI
KONTAK KABEL LAMPU COVER REAR
KABEL BODY
SENJA UTAMA LAMPU DEPAN

KABEL KOPLING SELANG REM DEPAN KABEL GAS A


KABEL SWITCH
STANG KEMUDI KIRI

KABEL GAS B

KABEL SWITCH
STANG KEMUDI
KANAN

KABEL SWITCH
KOPLING

21-12
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN

KABEL KUNCI KONTAK


KONEKTOR-KONEKTOR
KABEL KLAKSON

KABEL KOPLING

KABEL BODY
UTAMA

KONEKTOR 1P (Hitam)
SENSOR O2

KABEL SENSOR VS

KABEL BODY KABEL KLAKSON KONEKTOR 1P (Hitam) KABEL BODY


UTAMA SENSOR O2 UTAMA

KABEL KOPLING

TUTUP SENSOR O2

21-13
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN

KABEL BODY UTAMA KONEKTOR


2P (Hitam) CONDENSER

RELAY UTAMA

SELANG
PENGALIRAN
BAHAN BAKAR

KONEKTOR
3P SENSOR TP

KONEKTOR 2P
SENSOR EOT KABEL MOTOR
STARTER

KONEKTOR-KONEKTOR:
- 6P ALTERNATOR/ KABEL POSITIF (+)
BATTERY
SENSOR CKP
- KABEL SWITCH
NETRAL

SELANG PERNAPASAN
CRANKCASE

KABEL SWITCH
NETRAL
SELANG
KABEL KABEL PEMBUANGAN SELANG
ALTERNATOR/ NEGATIF (-) RUMAH KABEL MOTOR PEMBUANGAN
SENSOR CKP BATTERY BATTERY STARTER RUMAH BATTERY

KONEKTOR 33P Ke RELAY UTAMA


(Hitam) ECM

KONEKTOR 2P (Hitam)
RELAY STARTER

Ke KONEKTOR
2P (Hitam) RELAY
STARTER

Ke SWITCH RELAY
STARTER
SELANG
PEMBUANGAN
KABEL POSITIF (+) RUMAH
BATTERY BATTERY

21-14
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN

KABEL GAS A
KONEKTOR-KONEKTOR
KABEL COIL PENGAPIAN
KABEL GAS B

SELANG REM
DEPAN
KABEL BUSI
KABEL KABEL BODY
SENSOR O2 UTAMA

KABEL BODY UTAMA KONEKTOR 5P POMPA BAHAN BAKAR


KONEKTOR
2P INJECTOR

TERMINAL
MASSA RANGKA

KONEKTOR-KONEKTOR
KABEL SWITCH LAMPU SELANG
REM BELAKANG PERNAPASAN
CRANKCASE

KABEL MOTOR
STARTER

KABEL SWITCH
LAMPU REM
BELAKANG

SELANG
PERNAPASAN
CRANKCASE

KONEKTOR 6P KABEL NEGATIF (-)


REGULATOR/RECTIFIER BATTERY

21-15
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN

KABEL BODY UTAMA KABEL GAS A KABEL GAS B

Ke INJECTOR

Ke SWITCH LAMPU REM Ke REGULATOR/


BELAKANG RECTIFIER

DLC KABEL BODY UTAMA

KONEKTOR 3P
SENSOR BANK ANGLE

KONEKTOR-KONEKTOR:
- 3P LAMPU REM/BELAKANG
- KABEL LAMPU SEIN KIRI
BELAKANG
- KABEL LAMPU SEIN KANAN
BELAKANG

SELANG POMPA SELANG POMPA


BAHAN BAKAR B BAHAN BAKAR A
Tanda cat biru

90º

SELANG POMPA SELANG POMPA


BAHAN BAKAR A BAHAN BAKAR B

Putar tanda cat putih


mengarah ke sisi bawah.
SARINGAN BAHAN
BAKAR Tanda cat biru

21-16
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
COWL FRONT CENTER
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan keempat sekrup [1]. [2] [1]
Tarik cowl front center [2] ke arah depan dan lepaskan
boss [3] dari grommet.
Lepaskan konektor 3P lampu depan [4] dan konektor [3]
3P lampu senja [5].
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.

[4]
[5]

PEMBONGKARAN/PERAKITAN
Lepaskan kedua baut socket [1] dan dudukan plat [3]
nomor depan [2]. [6]

Lepaskan klip-klip [3], baut [4] dan unit lampu depan [5]
dari cowl front center [6].

[4] [5]

[2] [1]

Lepaskan sekrup [1].


Lepaskan ketiga kaitan [2] dan lepaskan cover side
front [3]. [2]
Perakitan adalah dalam urutan terbalik dari
pembongkaran.
TORSI:
Sekrup cowl front side: 1,0 N.m (0,1 kgf.m)
Baut socket dudukan plat
nomor depan: 10 N.m (1,0 kgf.m)
• Setelah pemasangan cowl front center, setel arah
sinar lampu depan (hal. 3-21).
[1] [3]

21-17
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
COVER REAR LAMPU DEPAN
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan berikut ini:
– Meter kombinasi (hal. 21-87)
– Relay sein (hal. 21-90)
Lepaskan semua konektor-konektor bagian dalam
pelindung kanan [1] dan pelindung kiri [2].
Lepaskan keempat boss pengikat kabel [3].
Lepaskan keempat baut [4] dan collar-collar [5].
Lepaskan cover rear lampu depan [6] dengan
melepaskan kabel-kabel dari lubang-lubang cover.
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan.

[4]/[5]
[6]
[2]

[1]

[3]

FRONT FENDER
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan berikut ini: [6] [2]
[5]
– Dua sekrup [1]
– Dua baut [2]
– Dua baut (dari sisi bagian dalam) [3]
– Dudukan [4]
– Front fender [5]
– Empat collar [6]
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.

[1] [3] [4]

21-18
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
SHROUD TANGKI (KHUSUS TIPE CAST
WHEEL)
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan kedua baut [1] dan collar [2].
Tarik shroud tangki [3] ke arah depan dan lepaskan slot
[4] dari tab, kemudian lepaskan shroud tangki.
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari [1]/[2]
pelepasan.

[4] [3]

COVER SIDE
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan berikut ini:
[1]
– Jok (hal. 2-4)
– Dua sekrup spesial [1]
– Sekrup [2]
– Collar [3]
Lepaskan ketiga boss [4] dari grommet-grommet dan
lepaskan cover side [5].
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan. [4]
TORSI:
Sekrup spesial cover side: 4,2 N.m (0,4 kgf.m)
Sekrup cover side: 5,0 N.m (0,5 kgf.m)

[2]
[3]
[5]

COWL REAR
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan berikut ini: [4] [5]
[1]/[2]
– Cover side (hal. 21-19)
– Grab rail (hal. 2-8)
– Empat baut [1]
– Empat collar [2]
– Dua sekrup spesial [3]
Lepaskan kedua boss [4] dari grommet-grommet.
Tarik cowl rear [5] sedikit ke arah belakang dan
lepaskan kaitan-kaitan [6], kemudian lepaskan cowl
rear dari rangka. [6]

Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari


pelepasan.
TORSI:
Sekrup spesial cowl rear: 4,2 N.m (0,4 kgf.m)
[3]

21-19
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
PEMBONGKARAN/PERAKITAN
Lepaskan keempat sekrup [1] dan pisahkan cowl rear
[4]
right [2] dan cowl rear left [3] dari cowl center rear [4].
[3]
Perakitan adalah dalam urutan terbalik dari
pembongkaran.
[1]
TORSI:
Sekrup cowl rear: 1,0 N.m (0,1 kgf.m)

[2]

REAR FENDER
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan berikut ini: [3]
– Cowl rear (hal. 21-19)
– Rakitan pengait jok (hal. 21-47)
Lepaskan konektor 3P lampu rem/belakang [1] dan [5]
konektor-konektor kabel lampu sein belakang [2].
Lepaskan kabel body utama [3] dari guide kabel [4].
Lepaskan kelima baut spesial [5] dan rear fender [6].
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan. [6]

[4]

[2]
[1]

PELEPASAN/PEMASANGAN KEY CYLINDER


Lepaskan rear fender (hal. 21-20).
[4] [3]
Lepaskan berikut ini:
– Pegas [1]
– Penahan [2]
– Key cylinder [3]
Lepaskan packing [4] dari key cylinder.
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.
• Pada saat memasang key cylinder, tepatkan arah
masing-masing part seperti diperlihatkan.

[1] [2]

21-20
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
PEMBONGKARAN/PERAKITAN
Lepaskan kedua sekrup [1] dan sekrup-sekrup spesial [2]
[1]
[2].
Lepaskan rear fender A [3] dari rear fender B [4].
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.

[3] [4]

COVER RANTAI RODA


PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan kedua baut [1] dan collar [2]. [5] [4] [3]
Lepaskan cover rantai roda [3] dengan menariknya ke
arah belakang dan melepaskan tab [4] dari slot [5] pada
swingarm.
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.

[1]/[2]

STANDAR SAMPING
PELEPASAN/PEMASANGAN
Letakkan sepeda motor pada standar tengahnya dan
lipat standar samping ke atas. [1]

Lepaskan berikut ini: [3]

– Pegas pengembali [1]


– Mur as [2]
– Baut as [3]
– Standar samping [4]
Oleskan grease pada permukaan luncur baut as.
Pasang standar samping dan baut as, kemudian
kencangkan dengan torsi sesuai spesifikasi.
TORSI: 18 N.m (1,8 kgf.m)
Pasang mur as dan kencangkan dengan torsi sesuai [2] [4]
spesifikasi sambil menahan baut as.
TORSI: 44 N.m (4,5 kgf.m)
Pasang pegas pengembali dengan arah seperti
diperlihatkan.

21-21
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
STANDAR TENGAH
PELEPASAN/PEMASANGAN
Letakkan sepeda motor pada standar samping.
[1] [3]
Lepaskan berikut ini: [2]
– Rakitan plat as swingarm kanan (hal. 21-74)
– Pegas pengembali [1]
– Pin split [2]
– Washer [3]
– Poros as [4]
– Standar tengah [5]
Oleskan grease pada permukaan luncur poros as
standar tengah.
Pasang standar tengah pada posisinya dan masukkan
poros as dari sisi kanan.
Pasang washer dan pin split baru. [4] [5]
Pasang pegas pengembali dengan arah seperti
diperlihatkan.
Pasang rakitan plat as swingarm kanan (hal. 21-74).

PIPA EXHAUST/MUFFLER
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan berikut ini:
– Mur-mur joint pipa exhaust [1]
– Mur [2]/washer [3]/baut [4]
– Baut [5]
– Pipa exhaust/muffler [6]
– Collar [7]
– Dua karet pemasangan [8]
– Gasket [9]
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.
• Setelah pemasangan, hidupkan mesin dan periksa sistem exhaust terhadap kebocoran.

[8] [3] [2]


[7]

[4]

[9]

[6]
[1] 27 N.m (2,8 kgf.m)
Kencangkan mur-mur joint
pipa exhaust terlebih
dahulu, kemudian
kencangkan baut dan mur
[5] pemasangan muffler.

21-22
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
JADWAL PERAWATAN BERKALA
Lakukan Pemeriksaan Awal Sebelum Berkendara yang tertera pada Buku Pedoman Pemilik pada setiap jadwal perawatan berkala.
P: Periksa & Bersihkan, Setel, Lumasi atau Ganti jika diperlukan. B: Bersihkan. G: Ganti. L: Lumasi
Item - item perawatan berikut ini membutuhkan pengetahuan teknik. Beberapa item tertentu (khususnya yang diberi tanda * dan **)
membutuhkan lebih banyak informasi teknikal & peralatan khusus. Silahkan dikonsultasikan dengan AHASS terdekat.

g FREKUENSI (CATATAN 1)
ITEM-ITEM CATATAN x 1000 km 1 4 8 12 16 20 24 28 32 36 40 44 48 52 LIHAT
BULAN 2 4 8 12 16 20 24 28 32 36 40 44 48 52 HAL.
* SALURAN BAHAN BAKAR - P P P P P P P P P P P P P 21-24
* CARA KERJA GAS TANGAN - P P P P P P P P P P P P P 21-24
* SARINGAN UDARA CATATAN (2) - - - - G - - - G - - - G - 21-25
PERNAPASAN CRANKCASE CATATAN (3) - B B B B B B B B B B B B B 3-8
BUSI - P G P G P G P G P G P G P 3-9
* JARAK RENGGANG VALVE P P P P P P P P P P P P P P 3-10
OLI MESIN G G G G G G G G G G G G G G 3-11
** SARINGAN KASA OLI MESIN - - - B - - B - - B - - B - 3-13
** SARINGAN SENTRIFUGAL OLI MESIN - - - B - - B - - B - - B - 3-13
* PUTARAN STASIONER MESIN P P P P P P P P P P P P P P 21-26
RANTAI RODA SETIAP 500 km P,L 3-16
MINYAK REM CATATAN (4) - P P P P P P P P P P P P P 3-18
KEAUSAN KANVAS REM - P P P P P P P P P P P P P 3-18
SISTEM REM P P P P P P P P P P P P P P 3-19
SWITCH LAMPU REM - P P P P P P P P P P P P P 3-21
ARAH SINAR LAMPU DEPAN - P P P P P P P P P P P P P 3-21
SISTEM KOPLING P P P P P P P P P P P P P P 3-21
STANDAR SAMPING - P P P P P P P P P P P P P 3-22
* SUSPENSI - P P P P P P P P P P P P P 3-22
* MUR, BAUT, PENGENCANG P - P - P - P - P - P - P - 3-23
** RODA/BAN P P P P P P P P P P P P P P 3-23
** BANTALAN KEPALA KEMUDI P - - P - - P - - P - - P - 3-25

* Hanya boleh diservis oleh AHASS, kecuali apabila pemilik mempunyai peralatan khusus, data servis yang diperlukan dan me-
miliki keahlian teknis yang cukup.
** Demi keamanan, kami menganjurkan agar pekerjaan-pekerjaan ini hanya dikerjakan oleh AHASS.

CATATAN :
1. Pada pembacaan odometer lebih tinggi, ulangilah pada interval frekuensi yang telah ditentukan.
2. Servis lebih sering jika seringkali dikendarai di daerah yang basah atau berdebu.
3. Servis lebih sering jika dikendarai di musim hujan atau dengan gas penuh.
4. Ganti setiap 2 tahun. Penggantian membutuhkan ketrampilan mekanik.

21-23
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
SALURAN BAHAN BAKAR
PEMERIKSAAN
Lepaskan baut pemasangan dan angkat tangki bahan
[1]
bakar (hal. 21-50).
Periksa saluran bahan bakar [1] terhadap pemburukan
kondisi, kerusakan atau kebocoran.
Ganti saluran bahan bakar bila perlu.
Periksa daerah pemasangan pompa bahan bakar
terhadap kebocoran.
Ganti packing pompa bahan bakar bila perlu (hal. 21-53).

CARA KERJA GAS TANGAN


Periksa terhadap pemburukan kondisi atau kerusakan
pada kabel gas. Periksa handel gas terhadap 2 – 6 mm
kelancaran cara kerja. Periksa bahwa gas membuka
dan secara otomatis menutup kembali pada semua
posisi kemudi.
Jika handel gas tidak kembali dengan baik, bongkar
dan lumasi rumah handel gas.
Jika handel gas masih tetap saja tidak kembali dengan
benar, ganti kabel gas.
Sementara mesin berputar stasioner, putar stang
kemudi seluruhnya ke kanan dan ke kiri untuk
memastikan bahwa putaran stasioner tidak berubah.
Jika putaran stasioner naik, periksalah jarak main
bebas handel gas dan sambungan kabel gas.
Ukur jarak main bebas handel gas pada flens handel
gas.
JARAK MAIN BEBAS: 2 – 6 mm
Jarak main bebas handel gas dapat disetel pada kedua
[1]
ujung kabel gas.
Penyetelan kecil dilakukan dengan penyetel bagian [3]
atas pada penyetel rumah kabel gas.
Lepaskan cover debu [1] dari penyetel [2].
Longgarkan mur pengunci [3] dan putar penyetel.
Kencangkan mur pengunci sambil menahan penyetel.
TORSI: 3,8 N.m (0,4 kgf.m)
Tempatkan kembali cover debu pada penyetel dengan
benar. [2]
Periksa kembali cara kerja kabel gas.

21-24
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
Penyetelan besar dilakukan dengan penyetel bagian [2]
bawah pada throttle body.
Lepaskan cover side kanan (hal. 21-19).
Longgarkan mur pengunci [1], putar penyetel [2] sesuai
dengan kebutuhan dan kencangkan mur pengunci
dengan torsi sesuai spesifikasi sambil menahan
penyetel. [1]
TORSI: 4,5 N.m (0,5 kgf.m)
Periksa kembali cara kerja kabel gas.
Pasang cover side right (hal. 21-19).

SARINGAN UDARA
PELEPASAN/PEMASANGAN
CATATAN :
• Viscous paper element (elemen kertas berperekat)
tidak dapat dibersihkan oleh karena element
mengandung perekat debu.
• Jika sepeda motor dipakai di daerah yang luar biasa
basah atau berdebu, diperlukan pemeriksaan yang
lebih sering.
Lepaskan jok (hal. 2-4). [1] [2]
Lepaskan keempat sekrup [1] dan cover saringan udara [2].
Lepaskan dan buang elemen saringan udara [3] sesuai
dengan jadwal perawatan berkala (hal. 21-23).
Ganti elemen apabila sudah sangat kotor atau rusak.
Bersihkan bagian dalam rumah saringan udara dan [4]
cover.
Pastikan seal-seal karet [4] pada rumah saringan udara
sudah pada tempatnya dan dalam kondisi baik.
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari [3]
pelepasan.
TORSI:
Sekrup cover rumah saringan udara:
1,1 N.m (0,1 kgf.m)

21-25
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
PUTARAN STASIONER MESIN
PERHATIAN
Apabila anda tidak mematuhi instruksi, maka bisa
menyebabkan putaran stasioner kasar atau mesin
sering mati.
• Sebelum memeriksa putaran stasioner mesin,
periksalah hal-hal berikut ini.
– Tidak ada kedipan MIL
– Kondisi busi (hal. 3-9)
– Kondisi saringan udara (hal. 21-25)
• Periksa dan setel putaran stasioner mesin setelah
semua bagian perawatan mesin yang lain telah
dilakukan dan sesuai dengan spesifikasi.
• Pakailah tachometer dengan skala 50 menit-1 atau
lebih kecil yang dapat dengan akurat menunjukkan
perubahan sebesar 50 menit-1.
Hidupkan mesin dan biarkan berputar stasioner selama
20 menit.
Periksa putaran stasioner mesin.
PUTARAN STASIONER MESIN: 1.400 ± 100 menit-1
Apabila diperlukan penyetelan, lepaskan cover side left
(hal. 21-19).
Putar idle air screw [1] untuk memperoleh putaran
stasioner mesin sesuai spesifikasi.
CATATAN :
• Idle air screw dapat diputar sampai dengan 1/4
putaran setiap kalinya. Biarkan mesin berputar
stasioner selama 10 detik atau lebih untuk [1]
memastikan putaran stasioner setelah penyetelan.
• Apabila putaran stasioner masih belum sesuai
dengan putaran stasioner mesin yang
dispesifikasikan, ulangi kembali langkah-langkah
tersebut di atas.

PEMBUKAAN STANDARD IDLE AIR SCREW:


2 putaran keluar dari posisi duduk penuh

21-26
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
INFORMASI SERVIS PGM-FI
UMUM
• Pakailah kompor listrik untuk memanaskan air untuk pemeriksaan sensor EOT, jauhkan bahan-bahan yang mudah terbakar dari
alat pemanas listrik. Pakailah pakaian pelindung, sarung tangan berisolasi dan pelindung mata.
• Sistem PGM-FI yang rusak seringkali disebabkan oleh konektor-konektor yang berkarat atau tidak tersambung dengan baik.
Periksalah sambungan-sambungan tersebut sebelum melanjutkan.
• Sistem PGM-FI dilengkapi dengan Self-Diagnostic System (hal. 21-30). Apabila MIL berkedip-kedip, ikuti Prosedur Self-
Diagnostic untuk mengatasi masalah.
• Pada saat memeriksa PGM-FI, selalu ikuti langkah-langkah pada flow chart troubleshooting.
• Sistem PGM-FI ini dilengkapi dengan fungsi fail-safe (pengamanan apabila terjadi kerusakan pada sistem) untuk memastikan
adanya kemampuan minimum sistem untuk tetap bekerja walaupun ada terjadi masalah. Jika ada keadaan tidak normal yang
dideteksi oleh fungsi self-diagnosis, kemampuan sistem untuk tetap bekerja dijaga dengan mempergunakan nilai-nilai numeris
dari suatu kejadian yang telah di program terlebih dahulu pada peta program simulasi.
Akan tetapi perlu diketahui, bahwa jika ada keadaan tidak normal terdeteksi pada injector, fungsi fail-safe akan mematikan
mesin agar injector tidak sampai rusak.
• Pakailah digital tester untuk pemeriksaan sistem PGM-FI.

LOKASI SISTEM PGM-FI

POMPA BAHAN BAKAR INJECTOR


SENSOR TP
KUNCI KONTAK

DLC

SENSOR
BANK ANGLE

SENSOR O2 ECM

BUSI SENSOR EOT


SENSOR CKP

21-27
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
DIAGRAM SISTEM PGM-FI

R/W R
ALTERNATOR Bl Bl/O

R/W SEKRING KUNCI RELAY


PENDUKUNG A KONTAK UTAMA
10A
Y Bl/R R/Bl R

Y Y Y G SEKRING
UTAMA Bl/Bu
SWITCH
20A
REGULATOR/ RELAY
Y Y CONDENSER G
RECTIFIER STARTER
SENSOR
CKP G/R Y/R Bl
Bl
W/Y Bu/Y SWITCH
STARTER
Bl R

G METER
KOMBINASI SEKRING
PENDUKUNG B
MOTOR BATTERY INDIKATOR 10A
STARTER NETRAL
Lg/R Br

DIODE
NETRAL
Lg/R G/R Br
G/R 29 NLSW FI-IND 22 W/Bl
Lg/R G/R
MIL
ECM
SWITCH SWITCH
NETRAL KOPLING
Bl/O
PRC 7
G

Bu/Y
12 PCP
23 Bl
PCM IGP 1
W/Y

INJECTOR
P/Bu Bl
(54) G/O
26 BA
INJ 16
P/G (12)
32 SG3
SENSOR COIL
BANK ANGLE W/R PENGAPIAN BUSI
Bl

P/Bu
IGPLS 11

W/R POMPA
6 VCC BAHAN BAKAR
(8) Y/Bl Bl
5 THL
SENSOR TP G/Bu FFP 8 Br/W
4 SG1

Bl Bl/Bu
(21) 3 O2

SENSOR O2

Bl
Y/Bu
(7) 24 TO SCS 15
Bu/W
G/Y K-LINE 30 O/W
SENSOR EOT 31 SG2 G/Bl

DLC SCS
CONNECTOR

9 PG1 10 PG2 2 LG
G G G/Bl

Br : Brown (Coklat)
Bl : Black (Hitam)
Y : Yellow (Kuning)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Bu : Blue (Biru)
G : Green (Hijau)
( ) : Jumlah kedipan MIL 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22
R : Red (Merah)
23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 W : White (Putih)
: Mesin tidak dapat dihidupkan O : Orange
Lg : Light Green (Hijau Muda)
KONEKTOR 33P ECM
P : Pink (Merah Muda)
: Hubung singkatkan terminal untuk membaca MIL
Terminal-terminal male sisi ECM

21-28
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
TROUBLESHOOTING GEJALA PGM-FI
Jika ada salah satu dari gejala-gejala ini pada sepeda motor, periksalah kedipan MIL, dengan mengacu pada indeks kode MIL (hal.
21-32) dan segera lakukan prosedur troubleshooting yang sesuai. Jika tidak ada kedipan MIL yang tersimpan dalam memory ECM,
lakukan prosedur pendiagnosaan untuk gejala tersebut, dengan urutan seperti di bawah ini, sampai anda menemukan
penyebabnya.
Gejala Prosedur pendiagnosaan Juga periksa terhadap
Mesin berputar tetapi tidak 1. Inisialisasi ECM (hal. 21-42). • Tidak ada bahan bakar ke injector
mau hidup 2. Putar mesin dengan starter selama – Saringan bahan bakar tersumbat
(Tidak ada kedipan MIL) lebih dari sepuluh detik dan periksa – Selang pengaliran bahan bakar terjepit
MIL (hal. 21-32) dan lakukan atau tersumbat
troubleshooting sesuai dengan MIL – Pompa bahan bakar rusak
tersebut. – Rangkaian pompa bahan bakar rusak
3. Periksa sistem pengaliran bahan • Kebocoran udara intake
bakar (hal. 21-50).. • Bahan bakar terkontaminasi/memburuk
kondisinya
• Injector bahan bakar rusak
• Idle air port terhalang/idle air screw kotor
• Sistem pengapian rusak
Mesin berputar tetapi tidak 1. Rangkaian daya/massa ECM tidak
mau hidup berfungsi (hal. 21-44).
(Tidak ada suara bekerjanya 2. Periksa sistem pengaliran bahan
pompa bahan bakar pada bakar (hal. 21-50).
saat kunci kontak diputar ke
ON)
Mesin mati terus, sulit 1. Setting altitude (hal. 21-43). • Selang pengaliran bahan bakar terhalang
dihidupkan, putaran stasioner 2. Periksa putaran stasioner (hal. 21-26). • Bahan bakar terkontaminasi/memburuk
kasar 3. Periksa idle air port/screw (hal. 21-58). kondisinya
4. Periksa sistem pengaliran bahan • Kebocoran udara intake
bakar (hal. 21-50). • Pernapasan tutup tangki bahan bakar
5. Periksa sistem pengisian battery (hal. terhalang
15-5). • Sistem pengapian rusak
Ada backfiring (nembak- Periksa sistem pengapian (hal. 21-80).
nembak) atau misfiring
(brebet) pada waktu
akselerasi
Performa buruk (kemudahan Periksa sistem pengaliran bahan bakar • Selang pengaliran bahan bakar terjepit
dikendarai) dan pemakaian (hal. 21-50). atau tersumbat
bahan bakar boros • Regulator tekanan rusak (pompa bahan
bakar)
• Injector rusak
• Sistem pengapian rusak
Putaran stasioner di bawah 1. Periksa putaran stasioner (hal. 21-26). • Sistem pengaliran bahan bakar rusak
spesifikasi (Tidak ada 2. Periksa idle air port/screw (hal. 21-58). • Sistem pengapian rusak
kedipan MIL)
Putaran stasioner di atas 1. Periksa putaran stasioner (hal. 21-26). • Sistem pengapian rusak
spesifikasi (Tidak ada 2. Periksa cara kerja dan jarak main • Kebocoran udara intake
kedipan MIL) bebas kabel gas (hal. 21-24). • Masalah pada bagian atas mesin
3. Periksa idle air port/screw (hal. 21-58). • Kondisi saringan udara
MIL tidak menyala sama Periksa rangkaian MIL (hal. 21-40).
sekali (Mesin bekerja secara
normal)
MIL menyala terus Periksa rangkaian MIL (hal. 21-40).
(Mesin bekerja secara normal
dan tidak ada kode MIL)

21-29
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
INFORMASI TROUBLESHOOTING PGM-FI
PENJELASAN SISTEM
SISTEM SELF-DIAGNOSIS
Sistem PGM-FI dilengkapi dengan sistem self-diagnosis (pendiagnosaan diri-sendiri). Jika keadaan tidak normal terjadi pada sistem,
ECM menghidupkan MIL (Malfunction Indicator Lamp) dan menyimpan kode kerusakan di dalam memory yang dapat dihapus.
KODE KERUSAKAN SAAT INI/KODE KERUSAKAN TERSIMPAN
Kode kerusakan ditunjukkan dengan dua cara sesuai dengan status kerusakan.
• Apabila ECM mendeteksi masalah pada saat ini, MIL akan mulai berkedip sesuai kode kerusakannya. Kita dapat melihat pola
kedipan MIL sebagai kode kerusakan pada saat ini.
• Apabila ECM tidak mendeteksi suatu masalah apapun saat ini tetapi ada masalah yang tersimpan dalam memorynya, maka
MIL tidak akan berkedip. Jika diperlukan untuk mengambil data masalah pada waktu lampau, baca kode kerusakan yang
tersimpan dengan mengikuti prosedur pembacaan kode kerusakan (hal. 21-30).
POLA KEDIPAN MIL
• Kode kerusakan dapat dibaca dari pola kedipan MIL.
• Apabila ECM tidak mendeteksi suatu masalah pada saat ini, pada saat kunci kontak diputar ke "ON", MIL akan menyala selama
beberapa detik, kemudian mati.
• Dalam hal ECM mendeteksi suatu masalah pada saat ini, pada saat kunci kontak diputar ke "ON", MIL akan menyala selama
beberapa detik dan mati, kemudian MIL berkedip sesuai kode kerusakannya.
• MIL mempunyai dua macam kedipan, kedipan panjang dan kedipan pendek. Kedipan panjang berlangsung selama 1,3 detik,
kedipan pendek berlangsung selama 0,3 detik. Satu kedipan panjang sama dengan sepuluh kedipan pendek. Sebagai contoh,
jika dua kedipan panjang diikuti dengan lima kedipan pendek, MIL adalah 25 (dua kedipan panjang = 20 kedipan, ditambah lima
kedipan pendek).
• MIL akan mulai berkedip ketika kunci kontak diputar ke "ON" atau putaran mesin di bawah 1800 menit-1. Pada kondisi-kondisi
lainnya, MIL akan menyala terus menerus.
PEMERIKSAAN RANGKAIAN MIL
Jika MIL tidak menyala atau tetap menyala pada saat kunci kontak diputar ke ON, periksa rangkaian MIL (hal. 21-40).
FUNGSI FAIL-SAFE
Sistem PGM-FI ini dilengkapi dengan fungsi fail-safe (pengamanan apabila terjadi kerusakan pada sistem) untuk memastikan
adanya kemampuan minimum sistem untuk tetap bekerja walaupun ada terjadi masalah. Jika ada keadaan tidak normal yang
dideteksi oleh fungsi self-diagnosis, kemampuan sistem untuk tetap bekerja dijaga dengan mempergunakan nilai yang telah di pra-
program (diprogram terlebih dahulu) pada peta program yang disimulasikan. Jika ada hal yang tidak normal dideteksi pada injector
dan/atau sensor posisi crankshaft (CKP), fungsi fail-safe mematikan mesin untuk melindunginya dari kerusakan.
PEMBACAAN KODE KERUSAKAN
KODE KERUSAKAN PADA SAAT INI
Letakkan sepeda motor pada standar tengahnya dan periksa MIL.
• Pada saat kunci kontak diputar ke "ON", MIL akan menyala selama beberapa detik, kemudian mati.
Jika MIL tetap menyala atau berkedip, catat berapa kali MIL berkedip dan tentukan penyebab masalahnya.
Jika MIL tidak berkedip, sistem normal pada saat ini. Jika anda ingin membaca kode kerusakan yang tersimpan, lakukan berikut ini:
UNTUK MEMBACA KODE KERUSAKAN YANG TERSIMPAN
Putar kunci kontak ke "OFF". [2] [3]
Lepaskan jok (hal. 2-4).
Lepaskan DLC (Data Link Connector) [1] dari konektor dummy [2].
Hubung singkatkan DLC dengan menggunakan special tool.
TOOL:
[3] SCS connector 070PZ-ZY30100
HUBUNGAN: Biru/putih – Hijau/hitam

[1]

Jika pada ECM tidak ada kode kerusakan yang tersimpan, MIL akan menyala, pada saat anda memutar kunci kontak ke ON.
Jika ECM punya kode kerusakan yang tersimpan, MIL akan menyala selama 0,3 detik dan mati, kemudian mulai berkedip sesuai
kode kerusakannya saat anda memutar kunci kontak ke "ON".
Catat berapa kali MIL berkedip dan tentukan penyebab masalahnya.

21-30
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
MENGHAPUS KODE KERUSAKAN YANG TERSIMPAN
CATATAN :
• Kode kerusakan yang tersimpan tidak dapat dihapus dengan hanya melepaskan kabel negatif battery .
1. Putar kunci kontak ke "OFF". [2] [3]
2. Lepaskan jok (hal. 2-4).
3. Lepaskan DLC (Data Link Connector) [1] dari konektor dummy [2].
Hubung singkatkan DLC dengan menggunakan special tool.
TOOL:
[3] SCS connector 070PZ-ZY30100
HUBUNGAN: Biru/putih – Hijau/hitam
4. Putar kunci kontak ke "ON".
5. Lepaskan SCS connector dari DLC.
Hubungkan SCS connector ke DLC lagi sementara MIL tetap menyala
selama kurang lebih 5 detik (pola penerimaan reset). [1]
6. Kode kerusakan yang tersimpan terhapus jika MIL mati dan mulai
berkedip (pola berhasil).
• DLC harus di-jumper sementara MIL menyala. Jika tidak, MIL akan mati dan terus menyala (pola tidak berhasil). Dalam hal ini,
putar kunci kontak ke "OFF" dan cobalah kembali dari langkah 3.
• Perhatikan bahwa memory self-diagnostic tidak dapat dihapus jika kunci kontak diputar ke "OFF" sebelum MIL mulai berkedip.

TROUBLESHOOTING UMUM
INTERMITTENT FAILURE (PUTUS SAMBUNG)
Istilah “intermittent failure (putus sambung)” berarti bahwa sistem mungkin pernah mengalami kerusakan, tetapi sistem tersebut
mengindikasikan OK saat sekarang. Jika MIL tidak menyala, periksa terhadap kontak yang tidak baik atau pin-pin yang longgar
pada semua konektor yang berhubungan dengan rangkaian. Jika MIL menyala, tetapi kemudian mati lagi, masalah semula
mungkin hanya terjadi secara intermittent (putus sambung).
RANGKAIAN TERBUKA DAN HUBUNGAN SINGKAT
“Rangkaian terbuka" dan “Hubungan singkat" merupakan istilah kelistrikan yang umum. Rangkaian terbuka adalah keadaan
terputus pada kabel atau sambungan. Hubungan singkat adalah sambungan tidak disengaja dari sebuah kabel ke massa atau ke
kabel lain. Dalam elektronika sederhana, ini biasanya berarti bahwa ada sesuatu yang tidak akan bekerja sama sekali. Pada ECM
ini dapat berarti bahwa sesuatu bekerja, tetapi bukan dengan cara yang seharusnya.
Jika mesin mempunyai masalah, dan MIL menyala
Lihat halaman PEMBACAAN KODE KERUSAKAN (hal. 21-30).
Jika mesin ada masalah, tapi MIL tidak menyala atau berkedip
Lakukan TROUBLESHOOTING GEJALA (hal. 21-29).

PEMERIKSAAN RANGKAIAN
PEMERIKSAAN PADA KONEKTOR ECM DAN UNIT SENSOR
• Selalu bersihkan di sekitarnya dan jauhkan benda-benda asing dari
konektor sebelum melepaskannya.
• Sistem PGM-FI yang rusak seringkali disebabkan oleh konektor yang
berkarat atau tersambung dengan tidak baik. Periksalah sambungan-
sambungan tersebut sebelum melanjutkan.
• Pada saat melakukan pengetesan terminal (sisi kabel body) konektor,
selalu gunakan test probe. Masukkan test probe ke dalam terminal
konektor, kemudian hubungkan jarum pengetesan digital multimeter ke
test probe.
TOOL:
[1] Test probe 07ZAJ-RDJA110

[1]

21-31
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
INDEKS KODE MIL
MIL Kerusakan Fungsi Gejala/Fungsi fail-safe Lihat
pada

Sensor EOT tidak berfungsi • Sulit dihidupkan pada suhu rendah


• Kontak yang longgar atau tidak baik dari konektor • Nilai pra-program: 100°C
7 21-33
sensor EOT
• Sensor EOT atau rangkaiannya tidak berfungsi
Sensor TP tidak berfungsi • Akselerasi mesin tidak baik
• Kontak yang longgar atau tidak baik pada konektor • Nilai pra-program: 0°
8 21-34
sensor TP
• Sensor TP atau rangkaiannya tidak berfungsi
Injector tidak berfungsi • Mesin tidak dapat dihidupkan
• Kontak yang longgar atau tidak baik pada konektor • Injector, pompa bahan bakar dan coil
12 21-35
injector pengapian mati
• Injector atau rangkaiannya tidak berfungsi
Sensor O2 tidak berfungsi • Mesin bekerja dengan normal
• Kontak yang longgar atau tidak baik pada konektor
21 21-36
sensor O2
• Sensor O2 atau rangkaiannya tidak berfungsi
Sensor bank angle tidak berfungsi • Mesin bekerja dengan normal
• Kontak yang longgar atau tidak baik pada konektor • Sensor bank angle berhenti
54 sensor bank angle melakukan pengontrolan 21-38
• Sensor bank angle atau rangkaiannya tidak
berfungsi
EEPROM tidak berfungsi • Mesin mati terus, sulit dihidupkan,
33 21-39
putaran stasioner kasar

21-32
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
TROUBLESHOOTING MIL
MIL 7 KEDIPAN (SENSOR EOT)
• Sebelum memulai pemeriksaan, periksalah
terhadap kontak yang longgar atau tidak baik pada
konektor 2P sensor EOT dan periksa ulang kedipan
MIL.
1. Pemeriksaan Tegangan Input Sensor EOT
Putar kunci kontak ke "OFF".
[1]
Lepaskan konektor 2P sensor EOT (hal. 21-45).
Putar kunci kontak ke "ON".
Ukur tegangan pada konektor 2P sensor EOT [1]
sisi kabel body.
HUBUNGAN: Kuning/biru (+) – Hijau/kuning (–)
Hijau/kuning Kuning/biru
STANDARD: 4,75 – 5,25 V
Apakah tegangan antara 4,75 – 5,25 V?
YA – Periksa sensor EOT (hal. 21-46), dan jika
sensor normal, ganti ECM dengan yang
masih dalam keadaan baik, dan periksa
ulang.
TIDAK– LANJUTKAN KE LANGKAH 2.
2. Pemeriksaan Rangkaian Sensor EOT
Putar kunci kontak ke "OFF".
Lepaskan konektor 33P (Hitam) ECM (hal. 21-44). Hijau/kuning

Periksa kontinuitas antara konektor 33P (Hitam)


ECM [1] dan konektor 2P sensor EOT [2] sisi kabel
body.
Periksa kontinuitas antara konektor 2P sensor EOT
dan massa.
TOOL:
Test probe 07ZAJ-RDJA110 [2]
HUBUNGAN STANDARD
Kuning/biru – Kuning/biru Kontinuitas
Hijau/kuning – Hijau/kuning Kontinuitas
Kuning/biru [1]
Kuning/biru – Massa Tidak ada
kontinuitas
Apakah pemeriksaan tersebut di atas semua
normal?
YA – Ganti ECM dengan yang masih dalam
keadaan baik, dan periksa ulang.
TIDAK– • Rangkaian terbuka atau hubungan
singkat pada kabel Kuning/biru
• Rangkaian terbuka pada kabel Hijau/
kuning

21-33
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
MIL 8 KEDIPAN (SENSOR TP)
• Sebelum memulai pemeriksaan, periksalah
terhadap kontak yang longgar atau tidak baik pada
konektor 3P sensor TP dan konektor 33P (Hitam)
ECM dan periksa ulang kedipan MIL.
1. Pemeriksaan Tegangan Input Daya Unit Sensor
Putar kunci kontak ke "OFF".
[1]
Lepaskan konektor 3P sensor TP (hal. 21-56).
Putar kunci kontak ke "ON".
Ukur tegangan pada konektor 3P sensor TP [1] sisi
kabel body.
HUBUNGAN: Putih/merah (+) – Hijau/biru (–) Hijau/biru Putih/
STANDARD: 4,75 – 5,25 V merah
Apakah tegangan antara 4,75 – 5,25 V?
YA – LANJUTKAN KE LANGKAH 3.
TIDAK– LANJUTKAN KE LANGKAH 2.

2. Pemeriksaan Rangkaian sensor TP


Putar kunci kontak ke "OFF".
Lepaskan konektor 33P (Hitam) ECM (hal. 21-44).
Periksa kontinuitas antara konektor 3P sensor TP [1]
[1] dan konektor 33P (Hitam) ECM [2] sisi kabel
body.
Putih/merah
TOOL:
Test probe 07ZAJ-RDJA110

HUBUNGAN STANDARD
Putih/merah – Putih/merah Kontinuitas
Hijau/biru – Hijau/biru Kontinuitas
Apakah pemeriksaan tersebut di atas semua
normal? Hijau/biru [2]
YA – Ganti ECM dengan yang masih dalam
keadaan baik, dan periksa ulang.
TIDAK– • Rangkaian terbuka pada kabel Putih/
merah
• Rangkaian terbuka pada kabel Hijau/
biru
3. Pemeriksaan Sensor TP
Putar kunci kontak ke "OFF".
Pemeriksaan Pemeriksaan tahanan
Periksa kontinuitas antara terminal-terminal berikut kontinuitas: (dengan digas):
pada konektor 3P sisi sensor TP [1].
HUBUNGAN: A–C A C B C
STANDARD: Kontinuitas
Periksa bahwa tahanan antara terminal-terminal
berikut berubah-ubah sesuai dengan gas.
HUBUNGAN: B–C
Apakah pemeriksaan tersebut di atas semua
normal?
YA – LANJUTKAN KE LANGKAH 4. [1]

TIDAK– Ganti throttle body dengan yang baru, dan


periksa ulang. (Sensor TP rusak)

21-34
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
4. Pemeriksaan Rangkaian Saluran Sinyal Sensor
TP
Lepaskan konektor 33P (Hitam) ECM.
Periksa kontinuitas antara konektor 3P sensor TP [2]
[1] dan konektor 33P (Hitam) ECM [2] sisi kabel
body.
Periksa kontinuitas antara konektor 3P sensor TP
Kuning/hitam
dan massa.
TOOL:
Test probe 07ZAJ-RDJA110

HUBUNGAN STANDARD
Kuning/hitam – Kuning/hitam Kontinuitas
Kuning/hitam – Massa Tidak ada
kontinuitas
[1]
Apakah pemeriksaan tersebut di atas semua
normal?
YA – Ganti ECM dengan yang baru, dan periksa
ulang.
TIDAK– • Rangkaian terbuka pada kabel Kuning/
hitam
• Hubungan singkat pada kabel Kuning/
hitam

MIL 12 KEDIPAN (INJECTOR)


• Sebelum memulai pemeriksaan, periksalah
terhadap kontak yang longgar atau tidak baik pada
konektor 2P injector dan konektor 33P (Hitam) ECM
dan periksa ulang kedipan MIL.
1. Pemeriksaan Tegangan Input Injector
Putar kunci kontak ke "OFF".
Lepaskan konektor 2P injector (hal. 21-59). [1]

Putar kunci kontak ke "ON".


Ukur tegangan antara konektor 2P injector [1] sisi
kabel body dan massa.
HUBUNGAN: Hitam (+) – Massa (–)
STANDARD: Tegangan battery
Apakah ada tegangan standard?
Hitam
YA – LANJUTKAN KE LANGKAH 2.
TIDAK– Rangkaian terbuka atau hubungan singkat
pada kabel Hitam.

2. Pemeriksaan Tahanan Injector


Ukur tahanan antara terminal-terminal konektor 2P
sisi injector [1]. [1]
STANDARD: 11,4 – 12,6 Ω (24°C)
Apakah tahanan antara 11,4 – 12,6 Ω (24°C)?
YA – LANJUTKAN KE LANGKAH 3.
TIDAK– Injector rusak.

21-35
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
3. Pemeriksaan Rangkaian Saluran Sinyal Injector
Putar kunci kontak ke "OFF". [2]
Lepaskan konektor 33P (Hitam) ECM (hal. 21-44). Merah
muda/hijau
Periksa kontinuitas antara konektor 33P (Hitam)
ECM [1] dan konektor 2P injector [2] sisi kabel body.
Periksa kontinuitas antara konektor 2P injector pada
sisi kabel body dan massa.
[1]
TOOL:
Test probe 07ZAJ-RDJA110

HUBUNGAN STANDARD
Merah muda/hijau – Merah Kontinuitas
muda/hijau
Merah muda/hijau– Massa Tidak ada
kontinuitas
Apakah pemeriksaan tersebut di atas semua
normal?
YA – Ganti ECM dengan yang baru, dan periksa
ulang.
TIDAK– • Rangkaian terbuka pada kabel Merah
muda/hijau
• Hubungan singkat pada kabel Merah
muda/hijau

MIL 21 KEDIPAN (SENSOR O2)


• Sebelum memulai pemeriksaan, periksa terhadap
kontak yang longgar atau tidak baik pada tutup
sensor O2, konektor 1P (Hitam) sensor O2 dan
konektor 33P (Hitam) ECM dan periksa ulang
kedipan MIL.
1. Pemeriksaan Sistem Sensor O2
Putar kunci kontak ke ON.
Hidupkan mesin dan panaskan mesin sampai suhu
kerja normal.
Test ride sepeda motor dan periksa ulang kedipan
MIL.
Apakah MIL berkedip 21 kali?
YA – LANJUTKAN KE LANGKAH 2.
TIDAK– Intermittent failure (putus sambung)
2. Pemeriksaan Hubungan Singkat Sensor O2
Putar kunci kontak ke OFF.
Lepaskan berikut ini: [2]
– Tutup sensor O2 (hal. 21-46)
– Konektor 33P (Hitam) ECM (hal. 21-44)
Periksa kontinuitas antara terminal [1] tutup sensor
O2 [2] dan massa.
HUBUNGAN: Terminal tutup sensor O2 – Massa [1]
Apakah ada kontinuitas?
YA – • Hubungan singkat pada kabel Hitam
antara tutup sensor O2 dan konektor 1P
(Hitam) sensor O2
• Hubungan singkat pada kabel Hitam/
biru antara konektor 1P (Hitam) sensor
O2 dan konektor 33P (Hitam) ECM
TIDAK– LANJUTKAN KE LANGKAH 3.

21-36
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
3. Pemeriksaan 1 Rangkaian Terbuka Sensor O2
Lepaskan konektor 1P (Hitam) sensor O2 (hal. 21-
[2]
46).
Periksa kontinuitas antara konektor 33P (Hitam)
ECM [1] dan konektor 1P (Hitam) sensor O2 [2] sisi
kabel body.
TOOL:
Test probe 07ZAJ-RDJA110

Hubungan: Hitam/biru – Hitam/biru


Apakah ada kontinuitas? Hitam/biru
YA – LANJUTKAN KE LANGKAH 4.
TIDAK– Rangkaian terbuka pada kabel Hitam/biru [1]

4. Pemeriksaan 2 Rangkaian Terbuka Sensor O2


Periksa kontinuitas antara terminal konektor 1P
(Hitam) sensor O2 [1] sisi sensor dan terminal tutup [1]
sensor O2 [2].
Hubungan: Terminal tutup sensor O2 – Hitam
Apakah ada kontinuitas?
YA – LANJUTKAN KE LANGKAH 5. Hitam
TIDAK– Rangkaian terbuka pada kabel Hitam

[2]

5. Pemeriksaan Sensor O2
Ganti dengan sensor O2 dengan yang masih dalam
keadaan baik (hal. 21-46).
Lakukan prosedur inisialisasi ECM (hal. 21-42)
Hapus kode MIL (hal. 21-31).
Hidupkan mesin dan panaskan.
Test ride sepeda motor dan periksa ulang kedipan
MIL.
Apakah MIL berkedip 21 kali?
YA – Ganti ECM dengan yang baru, dan periksa
ulang.
TIDAK– Sensor O2 yang semula rusak.

21-37
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
MIL 54 KEDIPAN (SENSOR BANK
ANGLE)
CATATAN :
• Sebelum memulai pemeriksaan, periksalah
terhadap kontak yang longgar atau tidak baik pada
konektor 3P sensor bank angle dan periksa ulang
kedipan MIL.
1. Pemeriksaan Tegangan Input Daya Sensor Bank
Angle
Putar kunci kontak ke OFF.
[1]
Lepaskan konektor 3P sensor bank angle (hal. 21-
47).
Putar kunci kontak ke ON.
Ukur tegangan pada konektor 3P sensor bank angle
[1] sisi kabel body. Putih/
Hubungan: Putih/merah (+) – Hijau/orange (–) Hijau/orange merah
Standard: 4,75 – 5,25 V
Apakah tegangan antara 4,75 – 5,25 V?
YA – LANJUTKAN KE LANGKAH 3.
TIDAK– LANJUTKAN KE LANGKAH 2.

2. Pemeriksaan Rangkaian Terbuka Saluran


Tegangan Input Sensor Bank Angle
Lepaskan konektor 33P (Hitam) ECM (hal. 21-44).
[1]
Periksa kontinuitas antara konektor 33P (Hitam) Hijau/orange
ECM [1] dan konektor 3P sensor bank angle [2] sisi
kabel body.
Putih/merah
Hubungan: Putih/merah – Putih/merah
Hijau/orange – Hijau/orange

TOOL:
Test probe 07ZAJ-RDJA110
Apakah ada kontinuitas?
YA – Ganti ECM dengan yang masih dalam
keadaan baik, dan periksa ulang.
[2]
TIDAK– • Rangkaian terbuka pada kabel Putih/
merah
• Rangkaian terbuka pada kabel Hijau/
orange
3. Pemeriksaan Hubungan Singkat Saluran Output
Sensor Bank Angle
Putar kunci kontak ke OFF.
[1]
Lepaskan konektor 33P (Hitam) ECM (hal. 21-44).
Periksa kontinuitas antara konektor 3P sensor bank
angle [1] sisi kabel body dan massa.
Hubungan: Merah muda/biru– Massa
Apakah ada kontinuitas?
YA – Hubungan singkat pada kabel Merah Merah muda/
muda/biru biru
TIDAK– LANJUTKAN KE LANGKAH 4.

21-38
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
4. Pemeriksaan Rangkaian Terbuka Saluran
Output Sensor Bank Angle
Periksa kontinuitas antara konektor 33P (Hitam)
ECM [1] dan konektor 3P sensor bank angle [2] sisi Merah muda/biru [1]
kabel body.
Hubungan: Merah muda/biru – Merah muda/
biru

TOOL:
Test probe 07ZAJ-RDJA110
Apakah ada kontinuitas?
YA – Periksa sensor bank angle (hal. 21-48).
TIDAK– Rangkaian terbuka pada kabel Merah
muda/biru [2]

MIL 33 KEDIPAN (EEPROM)


1. Periksa ulang MIL
Hapus kode MIL (hal. 21-31).
Lakukan setting altitude (hal. 21-43).
Apakah MIL berkedip 33 kali?
YA – Ganti ECM dengan yang masih dalam
keadaan baik dan periksa ulang.
TIDAK– Intermittent failure (putus sambung).

21-39
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
PEMERIKSAAN RANGKAIAN MIL
PADA SAAT KUNCI KONTAK DIPUTAR KE ON, MIL TIDAK MENYALA
Putar kunci kontak ke "OFF".
Lepaskan konektor 33P (Hitam) ECM (hal. 21-44). [1]

Hubungkan terminal konektor 33P (Hitam) ECM [1] sisi


kabel body ke massa dengan kabel jumper [2].
HUBUNGAN: Putih/hitam – Massa

TOOL:
Test probe 07ZAJ-RDJA110
Putih/hitam
Putar kunci kontak ke "ON", MIL seharusnya menyala.
• Jika MIL menyala, ganti ECM dengan yang baru dan
periksa ulang. [2]
• Jika MIL tidak menyala, periksa terhadap rangkaian
terbuka pada kabel Putih/hitam antara meter
kombinasi dan ECM.
PADA SAAT KUNCI KONTAK DIPUTAR KE ON, MIL TIDAK MATI SETELAH
BEBERAPA DETIK (MESIN HIDUP)
Putar kunci kontak ke "OFF".
Lepaskan konektor 33P (Hitam) ECM (hal. 21-44). [1]

Putar kunci kontak ke "ON", MIL seharusnya mati.


• Jika MIL menyala, periksa terhadap hubungan
singkat pada kabel Putih/hitam antara meter
kombinasi dan ECM.
• Jika MIL tidak menyala, periksa berikut ini.
Periksa kontinuitas antara konektor 33P (Hitam) ECM
[1] dan massa. Biru/putih
HUBUNGAN: Biru/putih – Massa
STANDARD: Tidak ada kontinuitas

TOOL:
Test probe 07ZAJ-RDJA110
• Jika ada kontinuitas, periksa terhadap hubungan
singkat pada kabel Biru/putih antara DLC dan ECM.
• Jika tidak ada kontinuitas, ganti ECM dengan yang
baru dan periksa ulang.

PROSEDUR RESET SENSOR TP


• Pastikan bahwa kode kerusakan tidak tersimpan
dalam ECM. Jika kode kerusakan tersimpan dalam
ECM, modus reset sensor TP tidak akan hidup
dengan mengikuti prosedur di bawah ini.
• Lakukan prosedur ini pada saat throttle body diganti
dengan yang baru.
1. Lepaskan jok (hal. 2-4). [2] [3]
2. Putar kunci kontak ke "OFF".
3. Lepaskan DLC (Data Link Connector) [1] dari
konektor dummy [2].
Hubung singkatkan DLC dengan menggunakan
special tool.
TOOL:
[3] SCS connector 070PZ-ZY30100
HUBUNGAN: Biru/putih – Hijau/hitam

[1]

21-40
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
4. Lepaskan konektor 2P sensor EOT [1].
5. Hubung singkatkan terminal-terminal konektor sisi
kabel body dengan kabel jumper [2].
6. Putar kunci kontak ke "ON", kemudian lepaskan
kabel jumper dari konektor 2P sensor EOT
sementara MIL berkedip (pola penerimaan reset)
selama 10 detik.
7. Periksa apakah MIL berkedip.
Setelah pelepasan kabel jumper, MIL seharusnya
mulai berkedip. (pola berhasil)

[1] [2]

dalam 10 detik 0,3 detik


0,3 detik
0,1 detik

RESET SENSOR
1,3 detik
MIL ON TP BERHASIL.

MIL OFF

POLA PENERIMAAN RESET POLA BERHASIL


ON
KUNCI
KONTAK
OFF

Apabila kabel jumper dihubungkan selama lebih dari


10 detik, MIL akan tetap menyala (ON) (pola tidak
berhasil). Cobalah kembali dari langkah 5.
8. Putar kunci kontak ke "OFF".
9. Hubungkan konektor 2P sensor EOT.
10.Lepaskan SCS connector [1] dari DLC [2]. [3]
[1]
Pasang DLC pada konektor dummy [3].
11.Apabila altitude lebih tinggi dari 2.000 m, lakukan
setting altitude (hal. 21-43).
12.Periksa putaran stasioner (hal. 21-26).
13.Pasang jok (hal. 2-4).

[2]

21-41
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
PROSEDUR INISIALISASI ECM
CATATAN :
• Pastikan bahwa kode kerusakan tidak tersimpan
dalam ECM. Apabila kode kerusakan tersimpan
dalam ECM, mode inisialisasi ECM tidak akan hidup
dengan mengikuti prosedur di bawah ini.
• Lakukan prosedur ini apabila salah satu dari part
yang berhubungan dengan bahan bakar berikut ini
diganti dengan yang baru.
– Idle air screw (hal. 21-57).
– Unit pompa bahan bakar (hal. 21-53).
– Saringan bahan bakar (hal. 21-52).
– Injector (hal. 21-59).
– Sensor O2 (hal. 21-46).
• Lakukan prosedur ini apabila salah satu dari part
mesin berikut ini diganti atau dibongkar.
– Cylinder head (hal. 7-8).
– Valve/valve guide/valve seat (hal. 7-10).
– Cylinder (hal. 8-4).
– Piston/ring piston (hal. 8-6).
1. Putar idle air screw pada pembukaan sesuai [2] [3]
spesifikasi (hal. 21-26).
2. Lepaskan jok (hal. 2-4).
3. Putar kunci kontak ke "OFF".
Lepaskan DLC [1] dari konektor dummy [2].
4. Hubung singkatkan DLC dengan menggunakan
special tool.
TOOL:
[3] SCS connector 070PZ-ZY30100
HUBUNGAN: Biru/putih – Hijau/hitam

[1]

5. Buka handel gas sepenuhnya dan tahan.


Putar kunci kontak ke ON. Buka dan tahan. Putar ke "ON".
MIL seharusnya menyala dan kemudian mulai
berkedip dengan cepat.
Dalam waktu 5 detik setelah kedipan cepat dimulai,
tutup handel gas dan tahan selama lebih dari 3
detik.
CATATAN : MIL ON Kedipan cepat
• Jika MIL tidak mulai berkedip dengan cepat, putar
kunci kontak ke OFF dan coba lagi.
• Jika Anda tidak dapat mengulang kembali prosedur,
periksa ulang apakah kode kerusakan tidak
tersimpan di ECM.
Jika kode kerusakan tidak tersimpan akan tetapi
Anda masih tidak dapat mengulang kembali
prosedur, ganti ECM dengan yang masih dalam
keadaan baik dan coba lagi. Dalam waktu 5 detik
setelah kedipan cepat
Pada saat inisialisasi ECM berhasil, maka MIL akan dimulai, tutup dan
berkedip-kedip dengan satu kedipan pendek
tahan selama lebih dari
berulang.
3 detik.
Jika pola berhasil terlihat, putar kunci kontak ke
OFF.
6. Lepaskan special tool dari DLC.
Pasang DLC pada konektor dummy. Pola berhasil
(Satu kedipan pendek Putar ke "OFF".
7. Apabila altitude lebih tinggi dari 2.000 m, lakukan
setting altitude (hal. 21-43). berulang)

8. Periksa putaran stasioner (hal. 21-26).


9. Pasang jok (hal. 2-4).

21-42
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
SETTING ALTITUDE
• Pastikan bahwa kode kerusakan tidak tersimpan dalam ECM. Jika tersimpan, ECM tidak dapat masuk ke
mode setting.
• Setting akan gagal apabila mesin dihidupkan selama prosedur berlangsung.
Pilih MODE yang cocok dengan situasi yang dijelaskan di bawah ini.
MODE 1: 0 – 2.000 m di atas permukaan laut
MODE 2: Ke tempat 2.000 – 2.500 m di atas permukaan laut
MODE 3: Ke tempat 2.500 – 3.500 m di atas permukaan laut
MODE 4: Ke tempat 3.500 m atau lebih di atas permukaan laut
Putar kunci kontak ke "OFF". [2] [3]
Lepaskan jok (hal. 2-4).
Lepaskan DLC (Data Link Connector) [1] dari konektor
dummy [2].
Hubung singkatkan DLC dengan menggunakan special tool.
TOOL:
[3] SCS connector 070PZ-ZY30100
HUBUNGAN: Biru/putih – Hijau/hitam

[1]

Buka handel gas sepenuhnya dan tahan.


Putar kunci kontak ke "ON". Buka dan tahan. Putar ke "ON".
MIL seharusnya menyala dan kemudian mulai berkedip
dengan cepat.
MODE 1: Dalam waktu 5 detik setelah kedipan cepat dimulai,
tutup handel gas dan tahan selama lebih dari 3 detik.
MIL ON Kedipan cepat
MODE 2, 3, 4: Dalam waktu 5 detik setelah kedipan cepat dimulai,
hentakkan handel gas dengan cepat (tutup selama 0,5
detik/buka selama 0,5 detik) sejumlah sesuai spesifikasi,
kemudian tutup dan tahan selama lebih dari 3 detik.
MODE 2: Hentakkan handel gas 1 kali
MODE 3: Hentakkan handel gas 2 kali MODE 1: MODE 2, 3, 4:
MODE 4: Hentakkan handel gas 3 kali 0,5 detik
0,5 detik
• Jika MIL tidak mulai berkedip dengan cepat, putar
kunci kontak ke "OFF" dan coba lagi. Tutup
• Jika Anda tidak dapat mengulang kembali prosedur, dzan
periksa ulang apakah kode kerusakan tidak
tersimpan di ECM.
Jika kode kerusakan tidak tersimpan akan tetapi Dalam waktu 5 detik Dalam waktu 5 detik setelah
Anda masih tidak dapat mengulang kembali setelah kedipan cepat kedipan cepat dimulai,
prosedur, ganti ECM dengan yang masih dalam dimulai, tutup dan hentakkan handel gas dengan
keadaan baik dan coba lagi. tahan selama lebih dari cepat (tutup selama 0,5 detik/
MIL akan mengulang kedipan-kedipan pendek 3 detik. buka selama 0,5 detik),
sejumlah MODE yang dipilih. kemudian tutup dan tahan
Jika pola berhasil yang diinginkan terlihat, putar kunci selama lebih dari 3 detik.
kontak ke "OFF". MODE 2: Hentakkan handel
• Jika MIL mulai berkedip dengan perlahan selama gas 1 kali
langkah ini sebelum pola berhasil terlihat, putar MODE 3: Hentakkan handel
kunci kontak ke "OFF" dan coba lagi. Pola berhasil gas 2 kali
• Jika jumlah kedipan MIL dan angka MODE yang MODE 1: MODE 4: Hentakkan handel
gas 3 kali
diinginkan berbeda, putar kunci kontak ke "OFF"
dan coba lagi. Putar ke "OFF".
MODE 2:
Lepaskan SCS connector dari DLC.
Pasang DLC pada konektor dummy.
Putar idle air screw ke pembukaan sesuai spesifikasi MODE 3:
dan periksa putaran stasioner mesin (hal. 21-26).
Pasang part-part yang dilepaskan dalam urutan terbalik MODE 4:
dari pelepasan.

21-43
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
ECM
PELEPASAN/ PEMASANGAN
Putar kunci kontak ke "OFF".
[2] [1]
Lepaskan condenser (hal. 21-78).
Lepaskan ECM [1] dari kaitan [2] rumah battery.
Lepaskan konektor 33P (Hitam) ECM [3].
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.

[3]

MESIN TIDAK MAU HIDUP (MIL TIDAK


BERKEDIP)
1. Pemeriksaan Saluran Massa ECM
• Sebelum memulai pemeriksaan, periksa
terhadap kontak yang longgar atau tidak baik
pada konektor 33P (Hitam) ECM dan periksa
ulang kedipan MIL.
• Pastikan bahwa battery dicharge penuh.
Putar kunci kontak ke "OFF".
[1]
Lepaskan konektor 33P (Hitam) ECM (hal. 21-44).
Periksa kontinuitas antara konektor 33P (Hitam)
ECM [1] sisi kabel body dan massa.
TOOL:
Test probe 07ZAJ-RDJA110
Hijau
Hijau Hijau/hitam
HUBUNGAN: Hijau – Massa
Hijau/hitam – Massa
Apakah ada kontinuitas?
YA – LANJUTKAN KE LANGKAH 2.
TIDAK– • Rangkaian terbuka pada kabel Hijau.
• Rangkaian terbuka pada kabel Hijau/
hitam.
2. Pemeriksaan Hubungan Singkat Saluran Input
Daya Sensor TP
Putar kunci kontak ke "OFF".
[1]
Lepaskan berikut ini:
– Konektor 3P sensor TP (hal. 21-56)
– Konektor 3P sensor bank angle (hal. 21-47)
Periksa kontinuitas antara konektor 3P sensor TP
[1] sisi kabel body dan massa.
HUBUNGAN: Putih/merah – Massa
STANDARD: Tidak ada kontinuitas Putih/
merah
Apakah ada kontinuitas?
YA – Hubungan singkat pada kabel Putih/merah
TIDAK– LANJUTKAN KE LANGKAH 3.

21-44
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
3. Pemeriksaan 1 Saluran Daya ECM
Putar kunci kontak ke "ON".
[1] Hitam
Ukur tegangan antara konektor 33P (Hitam) ECM
[1] sisi kabel body dan massa.
TOOL:
Test probe 07ZAJ-RDJA110

HUBUNGAN: Hitam (+) – Massa (–)


Apakah ada tegangan battery?
YA – Ganti ECM dengan yang baru, dan periksa
ulang.
TIDAK– LANJUTKAN KE LANGKAH 4.

4. Pemeriksaan 2 Saluran Daya ECM


Putar kunci kontak ke "OFF".
[2] Merah/putih
Lepaskan konektor 6P regulator/rectifier (hal. 21-
77).
Putar kunci kontak ke "ON".
[1]
Periksa kontinuitas antara konektor 33P (Hitam)
ECM [1] dan konektor 6P regulator/rectifier [2] sisi
kabel body.
Hitam
TOOL:
Test probe 07ZAJ-RDJA110

HUBUNGAN: Hitam – Merah/putih


Apakah ada kontinuitas?
YA – Periksa regulator/rectifier (hal. 21-77).
TIDAK– • Rangkaian terbuka atau hubungan
singkat pada kabel Hitam antara
konektor 33P (Hitam) ECM dan
konektor 2P kunci kontak
• Rangkaian terbuka atau hubungan
singkat pada kabel Hitam/merah antara
konektor 2P kunci kontak dan kotak
sekring.
• Rangkaian terbuka atau hubungan
singkat pada kabel Merah/putih antara
kotak sekring dan konektor 6P
regulator/rectifier

SENSOR EOT
PELEPASAN/PEMASANGAN
• Ganti sensor EOT sementara mesin dalam keadaan
[2]
dingin.
Lepaskan konektor 2P sensor EOT [1].
Lepaskan sensor EOT [2] dan washer sealing [3].
Selalu ganti washer Pasang washer sealing dan sensor EOT baru.
sealing dengan Kencangkan sensor EOT dengan torsi sesuai
yang baru. spesifikasi.
TORSI: 14 N.m (1,4 kgf.m)
Hubungkan konektor 2P sensor EOT.

[3] [1]

21-45
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
PEMERIKSAAN
Lepaskan sensor EOT (hal. 21-45).
Pakailah sarung Panaskan coolant dengan alat pemanas listrik.
tangan berisolasi
Gantung sensor EOT [1] dalam air yang dipanaskan
dan pelindung mata
dan periksa kontinuitas melalui sensor selagi air
yang baik. Jauhkan
memanas.
bahan yang mudah
terbakar dari alat CATATAN :
pemanas. • Celupkan sensor EOT dalam air sampai ke ulir-
ulirnya dengan jarak paling rendah 40 mm dari
dasar bejana sampai ke bagian bawah switch.
• Jaga agar suhu konstan selama 3 menit sebelum
pengetesan. Perubahan suhu yang mendadak akan
menghasilkan pembacaan yang salah. Jangan
sampai thermometer atau sensor EOT menyentuh [1]
bejana.

Suhu 20°C 100°C


Tahanan 2,5 – 2,8 kΩ 0,21 – 0,22 kΩ
Ganti sensor EOT jika sudah berada di luar spesifikasi.
Pasang sensor EOT (hal. 21-45).

SENSOR O2
PERHATIAN
• Jika lubang udara sensor O2 atau bagian dalam
tutup sensor O2 terkena grease, oli, air atau bahan-
bahan lainnya, ganti dengan yang baru dan jangan
pakai kembali.
• Jangan oleskan bahan pembersih apapun ke bagian
dalam tutup sensor O2 pada saat membersihkannya.
• Sensor O2 dapat mengalami kerusakan jika terjatuh.
Apabila terjatuh, ganti dengan yang baru.
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan konektor 1P (Hitam) sensor O2 [1] dan [1]
lepaskan boss pengikat kabel [2].
Lepaskan cover sensor O2 [3] dari tutup sensor O2.

[2] [3]

Pegang bagian tengah tutup sensor O2 [1] seperti


diperlihatkan.
Kurang dari1/2
Lepaskan tutup dari sensor sambil memutarnya sedikit,
kurang dari 1/2 putaran. putaran

PERHATIAN
• Jangan gunakan tang lancip atau tool lain pada saat
melepaskan tutup sensor O2.
• Jangan menarik kabel sensor O2.

[1]

21-46
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
Lepaskan sensor Lepaskan sensor O2 [1].
O2 sementara
• Jangan memakai impact wrench pada saat
mesin dalam
melepaskan atau memasang sensor O2, karena
keadaan dingin.
sensor dapat mengalami kerusakan.
Pasang sensor O2 pada cylinder head.
Kencangkan sensor O2 dengan torsi sesuai spesifikasi.
TORSI: 25 N.m (2,5 kgf.m)

[1]

Hubungkan tutup sensor O2 [1] ke sensor O2 dengan


menekannya secara lurus.

PERHATIAN Tekan secara lurus


• Hati-hati agar tidak memiringkan tutup sensor O2
sewaktu menghubungkan tutup pada sensor O2.

[1]

Pasang cover sensor O2 [1] pada tutup sensor O2. [2]


Hubungkan konektor 1P (Hitam) sensor O2 [2] dan
kencangkan boss pengikat kabel [3].
Lakukan prosedur inisialisasi ECM jika sensor O2
diganti dengan yang baru (hal. 21-42).

[1] [3]

SENSOR BANK ANGLE


PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan jok (hal. 2-4).
[1] [2]
Lepaskan sekrup [1] dan cover sensor bank angle [2].

21-47
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
Lepaskan konektor 3P sensor bank angle [1].
[2]
Lepaskan kedua baut [2] dan rakitan pengait jok [3].

[1] [3]

Lepaskan kedua baut [1] dan sensor bank angle [2].


Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan. [2]
• Pasang sensor bank angle dengan tanda "UP" [3]
menghadap ke atas.
TORSI:
Baut pemasangan sensor bank angle:
10 N.m (1,0 kgf.m)

[1]

[3]

PEMERIKSAAN CARA KERJA


CATATAN :
• Sebelum melakukan pemeriksaan ini, periksa
bahwa putaran stasioner mesin normal (hal. 21-26).
Lepaskan sensor bank angle dengan posisi konektor
POSISI BANK ANGLE 60° ± 5°
3P sensor bank angle terhubung (hal. 21-47).
• Jangan lepaskan konektor 3P sensor bank angle SENSOR
selama pemeriksaan. BANK ANGLE

Sebelum anda Letakkan sensor bank angle secara horisontal (posisi


melakukan test ini, normal) seperti diperlihatkan, dan putar kunci kontak ke 60° ± 5°
pertama putar kunci ON.
kontak ke OFF,
Hidupkan mesin.
kemudian putar
kunci kontak ke ON. Miringkan sensor bank angle 60° ± 5° ke kiri atau kanan HORISONTAL
sambil membiarkan mesin hidup.
Sensor bank angle normal jika mesin mati beberapa 60° ± 5°
detik setelah sensor bank angle dimiringkan.
• Jika anda mengulang test ini, pertama putar kunci
kontak ke OFF, kemudian putar kunci kontak ke ON.

21-48
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
LOKASI KOMPONEN SISTEM BAHAN BAKAR

1,1 N.m (0,1 kgf.m)

12 N.m (1,2 kgf.m)

21-49
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
PEMERIKSAAN SALURAN BAHAN
BAKAR
MEMBEBASKAN TEKANAN BAHAN
BAKAR
• Sebelum melepaskan selang pengaliran bahan [1] [3]
bakar, bebaskan tekanan dari sistem dengan
mengikuti prosedur di bawah ini.
Putar kunci kontak ke OFF.
1. Lepaskan cover-cover side (hal. 21-19).
2. Lepaskan baut pemasangan tangki bahan bakar [1]
dan angkat tangki bahan bakar [2] sedikit.
3. Lepaskan konektor 5P pompa bahan bakar [3].
Putar kunci kontak ke ON.
4. Hidupkan mesin dan biarkan berputar stasioner
sampai mesin mati sendiri.
5. Putar kunci kontak ke OFF. [2]
6. Lepaskan kabel negatif (–) battery (hal. 21-77).

PELEPASAN FITTING
1. Periksa fitting bahan bakar [1] terhadap adanya [2]
kotoran, dan bersihkan bila perlu.
Tutuplah fitting dengan kain lap.
Tekan tab penahan [2] ke arah depan.

[1]

2. Tekan penahan ke bawah [1] dan tahan. [1]


Lepaskan konektor [2] dari joint injector.
Periksa kondisi penahan dan ganti bila perlu.
CATATAN :
• Untuk mencegah agar bahan bakar yang tersisa di
dalam selang pengaliran bahan bakar tidak mengalir
keluar, gunakanlah kain lap.
• Hati-hati jangan sampai merusak selang atau part-
part lain.
• Jangan gunakan tool atau bahan-bahan kimia untuk
membantu melonggarkan.
• Jika konektor tidak bergerak, secara bergantian tarik
dan dorong konektor sampai terlepas dengan mudah. [2]
3. Untuk menghindari kerusakan dan untuk menjaga
agar benda-benda asing tidak masuk, tutuplah
konektor yang telah dilepaskan dan ujung pipa
dengan kantong plastik [1].

[1]

21-50
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
PEMASANGAN FITTING
1. Tekan konektor [1] pada joint injector sampai [2]
penahan [2] mengunci dengan “KLIK”.
CATATAN :
• Tepatkan fitting dengan pipa.
Jika sulit disambungkan, oleskan sedikit oli mesin
pada ujung pipa.
2. Pastikan sambungan sudah kencang; periksa
secara visual dan dengan menarik konektor.

[1]

NORMALISASI TEKANAN BAHAN


BAKAR
1. Sambungkan konektor 5P pompa bahan bakar [1]. [3] [1]
2. Hubungkan kabel negatif (–) ke battery dan
kencangkan baut (hal. 21-77).
3. Putar kunci kontak ke ON.
CATATAN :
• Jangan hidupkan mesin.
• Pompa bahan bakar akan bekerja selama kira-kira 2
detik, dan tekanan bahan bakar akan naik.
Ulangi 2 atau 3 kali, dan periksa bahwa tidak ada
kebocoran pada sistem aliran bahan bakar.
4. Putar kunci kontak ke OFF. [2]

5. Tempatkan tangki bahan bakar [2] pada posisinya,


kemudian pasang dan kencangkan baut
pemasangan [3].
6. Pasang cover-cover side (hal. 21-19).

TANGKI BAHAN BAKAR


PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan cover-cover side (hal. 21-19).
Khusus Tipe Cast Wheel: [1]
Khusus Tipe Cast
Wheel: Lepaskan berikut ini:
– Shroud tangki (hal. 21-19)
– Dua baut [1]
– Dudukan shroud tangki [2]

[2]

21-51
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
Bebaskan tekanan bahan bakar dan lepaskan fitting sisi
injector (hal. 21-50). [3] [4]

Lepaskan selang pengaliran bahan bakar [1] dari guide [2]. [5]
Lepaskan collar [3] dan karet peredam [4].
Geser tangki bahan bakar [5] ke arah belakang dan
lepaskan dari karet-karet pemasangan [6].
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan. [6]

[2] [1]

SARINGAN BAHAN BAKAR


PELEPASAN
• Ganti saringan bahan bakar, selang pompa bahan
bakar A/B dan klip-klip selang dalam bentuk set.
• Jangan bongkar saringan bahan bakar dan selang
pompa bahan bakar A/B.
• Jaga agar sisa bahan bakar di dalam selang pompa
bahan bakar tidak mengalir keluar, dengan
menggunakan kain lap.
Lepaskan tangki bahan bakar (hal. 21-51). [3]
[2] [1]
Lepaskan fitting sisi pompa bahan bakar (hal. 21-50).
Bersihkan sekitar pompa bahan bakar.
Lepaskan selang pompa bahan bakar A [1]/selang B [2]
dari joint-joint pompa bahan bakar.
Lepaskan assy saringan bahan bakar [3] dari dudukan [4].
PEMASANGAN
Periksa saringan bahan bakar terhadap kerusakan.
Periksa selang pompa bahan bakar A/B terhadap
kerusakan, retak-retak dan pemburukan kondisi.
Bersihkan sekitar joint-joint pompa bahan bakar dan [4]
selang pompa bahan bakar A/B.
Pasang saringan bahan bakar pada dudukan.
Hubungkan selang pompa bahan bakar A/B ke joint-
joint pompa bahan bakar dengan menepatkan masing-
masing tanda cat (hal. 21-17).
Hubungkan fitting sisi pompa bahan bakar (hal. 21-51).
Pasang tangki bahan bakar (hal. 21-51).
• Lakukan prosedur inisialisasi ECM jika saringan
bahan bakar diganti dengan yang baru (hal. 21-42).

21-52
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
UNIT POMPA BAHAN BAKAR
PELEPASAN
Bersihkan sekitar pompa bahan bakar. [2]
Lepaskan assy saringan bahan bakar (hal. 21-52).
Lepaskan kedua mur [1] dan dudukan saringan bahan
bakar [2].

[1]

Longgarkan mur-mur plat pemasangan pompa bahan


[1] [2]
bakar [1] dan mur-mur spesial [2] dengan pola
bersilang dalam 2 atau 3 langkah, kemudian lepaskan
mur-mur.
Lepaskan plat-plat pemasangan [3] dan unit pompa
bahan bakar [4].

[3] [4]

Lepaskan packing bagian luar [1] dan packing bagian


dalam [2] dari alur-alur unit pompa bahan bakar.

PEMASANGAN
Pasang packing bagian dalam baru pada alur unit
pompa bahan bakar. [2]
Pasang packing bagian luar baru pada alur unit pompa
bahan bakar dengan menepatkan tab dengan boss
pada unit pompa bahan bakar.

Tepatkan [1]

21-53
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
Oleskan oli mesin pada daerah duduk packing pompa [1]
bahan bakar tangki bahan bakar.
Tempatkan plat-plat pemasangan [1] pada pompa Tepatkan
bahan bakar [2] dengan menepatkan lubang dan boss.
Pasang pompa bahan bakar pada tangki bahan bakar
dengan menepatkan tanda segitiga pada plat
pemasangan dan tangki bahan bakar.

[2]
Tepatkan

Lihat dari lubang periksa, periksalah bahwa packing


[2] [1]
bagian luar [1] terpasang dengan benar.
Pasang dan untuk sementara kencangkan mur-mur [2]
dan mur-mur spesial [3]. 1

Kencangkan mur-mur dan mur-mur spesial dengan


torsi sesuai spesifikasi dan dengan urutan yang sudah 3
ditentukan seperti diperlihatkan.
TORSI: 12 N.m (1,2 kgf.m)
4

[3]

Pasang dudukan saringan bahan bakar [1] dan dua mur [2]. [2]
Kencangkan mur-mur dengan torsi sesuai spesifikasi
sambil menahan mur-mur spesial [3] dengan erat.
TORSI: 12 N.m (1,2 kgf.m)
Pasang assy saringan bahan bakar (hal. 21-52).
• Lakukan prosedur inisialisasi ECM jika unit pompa
bahan bakar diganti dengan yang baru (hal. 21-42).
[1]

[3]

21-54
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
TES TEKANAN BAHAN BAKAR
Bebaskan tekanan bahan bakar dan lepaskan fitting sisi [1] [4]
injector (hal. 21-50).
Pasang fuel pressure gauge, attachment-attachment [5]
dan manifold.
TOOL:
[1] Alat pengukur tekanan bahan 07406-0040004
bakar
[2] Pressure gauge manifold 07ZAJ-S5A0111
[3] Hose attachment, 9 mm/9 mm 07ZAJ-S5A0120
[4] Hose attachment, 6 mm/9 mm 07ZAJ-S5A0130
[5] Attachment joint, 6 mm/9 mm 07ZAJ-S5A0150
Untuk sementara hubungkan kabel positif dan kabel [2] [3]
negatif ke battery dan konektor 5P pompa bahan bakar.
Hidupkan mesin dan biarkan berputar stasioner.
Bacalah tekanan bahan bakar.
STANDARD: 294 kPa (43 psi)
Jika tekanan bahan bakar lebih tinggi dari yang
dispesifikasikan, ganti assy pompa bahan bakar.
Jika tekanan bahan bakar lebih rendah dari spesifikasi,
periksa berikut ini:
– Kebocoran saluran bahan bakar
– Selang aliran bahan bakar atau pernapasan tutup
tangki bahan bakar terjepit atau tersumbat
– Unit pompa bahan bakar (hal. 21-53)
– Saringan bahan bakar tersumbat (hal. 21-52)
Setelah pemeriksaan, bebaskan tekanan bahan bakar
(hal. 21-50).
Lepaskan fuel pressure gauge, attachment dan
manifold dari injector.
Hubungkan fitting (hal. 21-51).
PEMERIKSAAN ALIRAN BAHAN
BAKAR
Bebaskan tekanan bahan bakar dan lepaskan fitting sisi [1]
injector (hal. 21-50).
Lap bensin yang Tempatkan ujung selang pengaliran bahan bakar [1] ke
tertumpah. tempat penampung bensin yang sesuai [2].
Untuk sementara sambungkan kabel negatif ke battery
dan konektor 5P pompa bahan bakar.
Putar kunci kontak ke ON.
Ukur jumlah bahan bakar yang mengalir.
CATATAN :
• Pompa bahan bakar bekerja selama 2 detik. Ulangi
5 kali untuk mencapai pengukuran waktu total.
• Kembalikan bahan bakar ke tangki bahan bakar, [2]
saat bahan bakar yang pertama mengalir.

Jumlah aliran bahan bakar:


Minimum 120 cm3/10 detik
Jika aliran bahan bakar kurang dari yang
dispesifikasikan, periksa berikut ini:
– Unit pompa bahan bakar (hal. 21-53)
– Saringan bahan bakar tersumbat (hal. 21-52)
Hubungkan fitting (hal. 21-51).

21-55
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
RUMAH SARINGAN UDARA
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan berikut ini:
[2]
– Cover side (hal. 21-19)
– Battery (hal. 21-77)
– Elemen saringan udara (hal. 21-25)
Lepaskan ketiga baut [1] dan tarik assy rumah battery
[2] ke arah depan.

[1]

Lepaskan kabel switch lampu rem belakang dari guide-


guide kabel rumah saringan udara (hal. 21-16).
Lepaskan konektor-konektor kabel switch lampu rem
belakang [1].
Longgarkan sekrup klem selang penghubung [2] dan
lepaskan selang penghubung dari throttle body.
Lepaskan selang pernapasan crankcase [3]. [1]
Lepaskan ketiga baut [4] dan rumah saringan udara [5].
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari [2]
[4]
pelepasan.

[5] [3]

THROTTLE BODY/PIPA INTAKE


PELEPASAN
Lepaskan cover side kanan (hal. 21-19).
[3] [1]
Sebelum pelepasan, bersihkan di sekitar throttle body.
Bebaskan tekanan bahan bakar dan lepaskan fitting sisi [2]
injector (hal. 21-50).
Lepaskan konektor 2P injector [1].
Longgarkan mur pengunci kabel gas A [2] dan mur
kabel gas B [3], kemudian lepaskan kabel-kabel gas [4]
dari throttle drum.
Longgarkan sekrup klem selang penghubung [5].

[5] [4]

Lepaskan konektor 3P sensor TP [1].


Lepaskan kedua baut-baut pemasangan pipa intake [2]
dan plat [3].
Lepaskan selang penghubung saringan udara dan
lepaskan throttle body/pipa intake.
• Tutup rapat lubang intake cylinder head dengan kain
lap atau tutuplah dengan pita perekat untuk
mencegah masuknya benda asing ke dalam mesin.

[1] [2] [3]

21-56
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
PEMBONGKARAN/PERAKITAN
• Throttle body telah disetel awal di pabrik. Jangan [1]
bongkar dengan cara lain daripada yang [2]
diperlihatkan pada buku pedoman reparasi ini.
• Jangan menghentakkan throttle valve dari terbuka
penuh ke tertutup penuh setelah kabel gas
dilepaskan. Hal ini dapat mengakibatkan putaran
stasioner yang tidak tepat.
• Jangan sampai merusak throttle body. Hal ini dapat
menyebabkan bekerjanya throttle valve menjadi
tidak benar.
• Jangan melonggarkan atau mengencangkan mur
yang dicat putih [1] pada throttle body.
Melonggarkan atau mengencangkan mur tersebut
dapat menyebabkan kerusakan pada throttle valve
dan pengaturan putaran stasioner. [3]
• Jangan lepaskan sekrup yang dicat putih [2] dan
sensor TP [3]. Melepaskannya dapat menyebabkan
tidak berfungsinya throttle body.
Sebelum Lepaskan berikut ini:
melepaskan idle air
– Injector (hal. 21-59)
screw, putarlah ke
– Dua baut [1], pipa intake [2] dan O-ring [3]
dalam dengan hati-
– Idle air screw [4], pegas [5] dan O-ring [6]
hati dengan
– Sekrup [7] dan dudukan kabel gas [8]
menghitung jumlah
putaran sampai idle Rakit throttle body dalam urutan terbalik dari
air screw duduk pembongkaran.
sedikit. Catatlah
jumlah putaran PEMBUKAAN STANDARD IDLE AIR SCREW:
untuk digunakan 2 putaran keluar dari posisi duduk penuh
sebagai referensi Setelah pemasangan, lakukan berikut ini:
pada saat
memasang kembali – Pemeriksaan putaran stasioner mesin (hal. 21-26)
idle air screw. – Prosedur reset sensor TP (hal. 21-40)

[2] [3]
[8]

[7]
[4]
3,4 N.m (0,4 kgf.m)

[6] [5] [1]

PEMBERSIHAN
Bongkar throttle body (hal. 21-57).
Semprotlah agar semua saluran udara di dalam throttle
body terbuka dengan menggunakan udara bertekanan.
• Jangan menggunakan udara bertekanan tinggi atau
meletakkan ujung selang kompresor terlalu dekat
pada throttle body.
• Membersihkan saluran udara dengan kawat akan
merusak throttle body.

21-57
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
PEMERIKSAAN IDLE AIR SCREW
Periksa ujung dan saluran udara dari idle air screw [1] [2]
[1]
terhadap adanya penumpukan karbon.
Periksa idle air port [2] terhadap adanya penumpukan
karbon.
Ganti bila perlu.

PEMASANGAN
Pasang O-ring baru [1] ke dalam alur pipa intake. Tepatkan
Pasang throttle body [2] pada selang penghubung [3]
sambil menepatkan bossnya dengan alur selang
penghubung.
Kencangkan sekrup klem selang [4].

[1] [3] [4] [2]

Tempatkan pipa intake dan plat [1], kemudian pasang


dan kencangkan kedua baut [2].
Hubungkan konektor 3P sensor TP [3].

[2] [1] [3]

Hubungkan kabel gas [1] ke throttle drum [2] dan


dudukan kabel gas [3]. [4] [5]

Kencangkan mur pengunci kabel gas B [4]. dengan [3]


torsi yang di tentukan.
TORSI: 4,5 N.m (0,5 kgf.m)
Setel jarak main bebas handel gas (hal. 21-24).
Hubungkan konektor 2P injector [5].
Hubungkan fitting sisi injector (hal. 21-51).
Pasang cover side right (hal. 21-19).
• Jika throttle body diganti dengan yang baru, lakukan
prosedur reset sensor TP (hal. 21-40). [2] [1]

21-58
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
INJECTOR
PELEPASAN
Lepaskan cover side kanan (hal. 21-19).
[4] [1]
Bebaskan tekanan bahan bakar dan lepaskan fitting sisi
injector (hal. 21-50).
Lepaskan konektor 2P injector [1].
Lepaskan baut pemasangan injector [2] dan mur [3].
Lepaskan assy injector [4] dari pipa intake.

[2] [3]

Lepaskan berikut ini dari injector [1]. [2]


– Joint injector [2] [1]
– O-ring [3]
– Ring seal [4]
Untuk menghindari kerusakan dan untuk menjaga agar
benda-benda asing tidak masuk, tutuplah konektor
yang telah dilepaskan dan ujung pipa dengan kantong
plastik.
[4]
PEMASANGAN
Lapisi O-ring baru dan ring seal dengan oli mesin.
[3]
Pasang O-ring dan ring seal pada injector.
• Ganti O-ring dan ring seal dengan yang baru dalam
bentuk set.
• Hati-hati agar tidak merusak O-ring dan ring seal.
Pasang joint injector [1] pada injector [2] dengan
[1]
menepatkan stoppernya.
• Hati-hati agar jangan sampai ada kotoran dan
serpihan di antara joint injector dan O-ring.

[2] Tepatkan

Pasang assy injector [1] pada pipa intake.


[1] [4]
• Hati-hati agar jangan sampai ada kotoran dan
serpihan di antara pipa intake dan ring seal.
Pasang baut [2] dan mur [3], kemudian kencangkan
baut pemasangan joint injector dengan torsi sesuai
spesifikasi sambil menahan mur.
TORSI: 12 N.m (1,2 kgf.m)
Hubungkan konektor 2P injector [4].
Hubungkan fitting sisi injector (hal. 21-51).
• Lakukan prosedur inisialisasi ECM jika injector
diganti dengan yang baru (hal. 21-42). [2] [3]
Pasang cover side right (hal. 21-19).

21-59
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
LOKASI KOMPONEN PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN

54 N.m (5,5 kgf.m)

39 N.m (4,0 kgf.m)

26 N.m (2,7 kgf.m)

39 N.m (4,0 kgf.m)

12 N.m (1,2 kgf.m)

21-60
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
PENURUNAN MESIN
Letakkan sepeda motor pada standar tengahnya.
[2]
Buang oli mesin (hal. 3-12).
Lepaskan berikut ini: [4]
– Cover side (hal. 21-19)
– Pipa exhaust/muffler (hal. 21-22)
– Cover drive sprocket (hal. 2-11)
Lepaskan berikut ini:
– Tutup sensor O2 dari sensor O2 (hal. 21-46)
– Konektor 6P alternator/sensor CKP [1]
– Konektor kabel switch netral (Hijau muda/merah) [2]
Lepaskan kabel-kabel dari alur [3] rumah battery.
[1] [3]
Lepaskan konektor 2P sensor EOT [4].
Lepaskan tutup busi [1] dan selang pernapasan
crankcase [2].
Lepaskan baut pemasangan belakang motor starter [3]
dan lepaskan kabel negatif (-) battery [4]. [6]
Lepaskan mur terminal motor starter [5] dan lepaskan
kabel motor starter [6]. [2]

[4]

[3] [5] [1]

Lepaskan kedua baut penahan kabel kopling [1] dan


[3] [2]
lepaskan kabel kopling [2] dari clutch lifter arm [3].

[1]

Lepaskan berikut ini:


[3]
– Dua baut [1]
– Plat [2]
– O-ring [3]

[1] [2]

21-61
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
Longgarkan mur as roda belakang [1], mur-mur
[1]
pengunci [2] dan mur-mur penyetel rantai roda [3].
Dorong roda belakang ke depan agar rantai roda
benar-benar kendur.

[2] [3]
Lepaskan baut-baut [1], plat penahan [2] dan drive [1] [2]
sprocket [3].

[3]

Ketinggian Letakkan mesin dengan menggunakan dongkrak atau [1]/[2]


dongkrak harus alat penyangga yang dapat disetel lainnya untuk
terus-menerus mempermudah pelepasan baut-baut penggantung
disetel untuk mesin.
membebaskan
Lepaskan berikut ini:
tegangan agar
mempermudah – Mur-mur [1] dan baut-baut [2] penggantung mesin
pengeluaran baut. depan
– Plat penggantung mesin depan [3]

[3]

Lepaskan mur-mur [1] dan baut-baut [2] penggantung


mesin belakang.
Selama penurunan Turunkan mesin dari rangka.
mesin, pegang
mesin dengan
benar dan berhati-
hatilah agar tidak
merusak rangka
dan mesin.

[1]/[2]

21-62
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
PEMASANGAN MESIN
CATATAN :
• Perhatikan arah dari baut-baut penggantung mesin.
• Pakailah dongkrak atau alat penyangga lain yang
dapat disetel, tempatkan mesin pada rangka dengan
hati-hati dan letakkan pada tempatnya.
• Alurkan kabel-kabel dengan benar (hal. 21-12).
Selama Tempatkan mesin pada rangka, kemudian pasang
pemasangan baut-baut [1] dan mur-mur [2] penggantung mesin sisi
mesin, pegang belakang secara longgar.
mesin dengan erat
dan berhati-hatilah
agar tidak merusak
rangka dan mesin.

[1]/[2]
Tempatkan plat penggantung mesin depan [1], [2]/[3]
kemudian pasang baut-baut [2] dan mur-mur [3]
penggantung mesin depan secara longgar.
Kencangkan semua mur penggantung mesin dengan
torsi sesuai spesifikasi.
TORSI:
Mur penggantung mesin belakang:
54 N.m (5,5 kgf.m)
Mur penggantung mesin depan(Sisi mesin):
39 N.m (4,0 kgf.m)
Mur penggantung mesin depan (Sisi rangka):
26 N.m (2,7 kgf.m)
[1]

Pasang rantai roda [1] pada drive sprocket [2].


[1] [3] [4]
Pasang drive sprocket pada countershaft.
Pasang plat penahan [3].
Putar plat penahan dan tepatkan lubang pada plat
dengan lubang-lubang baut pada drive sprocket.
Kencangkan baut-baut drive sprocket [4] dengan torsi
sesuai spesifikasi.
TORSI: 12 N.m (1,2 kgf.m)

[2]

Pasang O-ring baru [1] pada alur pipa intake.


Tempatkan plat [2], kemudian pasang dan kencangkan
kedua baut [3].

[1] [3] [2]

21-63
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
Hubungkan kabel kopling [1] ke clutch lifter arm [2].
[2] [1]
Pasang dan kencangkan kedua baut penahan kabel
kopling [3].

[3]

Pasang tutup busi [1] dan selang pernapasan


crankcase [2].
Hubungkan kabel motor starter [3] ke terminal motor [3]
dan kencangkan mur terminal [4].
Pasang tutup karet pada terminal motor dengan benar.
[2]
Tempatkan kabel negatif (–) battery [5] dan kencangkan
baut pemasangan belakang motor starter [6].

[5]

[6] [4] [1]

Kencangkan kabel-kabel dengan alur [1] rumah battery.


[3]
Hubungkan berikut ini:
– Konektor 6P alternator/sensor CKP [2] [4]
– Konektor kabel switch netral (Hijau muda/merah) [3]
– Konektor 2P sensor EOT [4]
– Tutup sensor O2 (hal. 21-46)
Isi mesin dengan oli mesin (hal. 3-12).
Setelah memasang mesin, lakukan pemeriksaan-
pemeriksaan dan penyetelan-penyetelan berikut ini:
– Kekenduran rantai roda (hal. 3-16)
– Jarak main bebas handel kopling (hal. 3-21)
– Jarak main bebas pedal rem belakang (hal. 3-20). [2] [1]
Pasang berikut ini:
– Cover side (hal. 21-19)
– Pipa exhaust/muffler (hal. 21-22)
– Cover drive sprocket (hal. 2-11)

21-64
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
STANG KEMUDI
PELEPASAN
Lepaskan kedua kaca spion [1].
Lepaskan pengikat-pengikat kabel [2]. [1]

[2]

Lepaskan konektor-konektor kabel switch lampu rem [4]


[2]
depan [1].
Jangan lepaskan Lepaskan baut-baut [2], penahan master cylinder [3]
saluran hidrolik. dan assy master cylinder [4].
Pertahankan brake
master cylinder
pada posisi tegak
agar udara tidak
masuk ke sistem
hidrolik.
[1]

[3]

Lepaskan sekrup-sekrup switch stang kemudi kanan/


rumah kabel gas [1].

[1]

Lepaskan kabel gas [1] dan lepaskan pipa gas tangan


[2]
Lepaskan switch stang kemudi kanan/rumah kabel gas
[3].

[2]

[3] [1]

21-65
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
Lepaskan konektor-konektor kabel switch kopling [1]. [1]
[3] [4]
Lepaskan baut-baut [2], penahan dudukan handel
kopling [3] dan assy dudukan handel kopling [4].

[2]

Lepaskan sekrup-sekrup [1] dan rumah switch stang


[1]
kemudi kiri [2].

[2]

Lepaskan keempat baut penahan atas stang kemudi [1]


[1], penahan atas stang kemudi [2] dan stang kemudi
[3].

[3]

[2]

Apabila melepaskan penahan-penahan bagian bawah


[2]
stang kemudi [1], maka untuk sementara pasang stang
kemudi [2] dan longgarkan mur-mur penahan bagian
bawah stang kemudi [3].
Lepaskan mur-mur, washer-washer [4], karet-karet [5]
peredam [5] dan penahan-penahan bagian bawah.
PEMASANGAN
Apabila penahan-penahan bagian bawah stang kemudi
dilepaskan, pasang karet-karet peredam dan kemudian
pasang penahan-penahan bagian bawah stang kemudi.
Pasang washer-washer dan mur-mur, kemudian untuk [4]
sementara pasang stang kemudi.
[3] [1]
Kencangkan mur-mur penahan bagian bawah stang
kemudi dengan torsi sesuai spesifikasi.
TORSI: 26 N.m (2,7 kgf.m)

21-66
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
Tempatkan stang kemudi [1] pada penahan-penahan [4] [3]
bagian bawah stang kemudi dengan menepatkan tanda
titik pada stang kemudi dengan permukaan atas
penahan-penahan bagian bawah stang kemudi.
Pasang penahan atas stang kemudi [2] pada stang
kemudi dengan tanda titik [3] menghadap ke arah
depan.
Pasang baut-baut penahan atas stang kemudi [4].
Kencangkan baut-baut depan terlebih dahulu,
kemudian kencangkan baut-baut belakang dengan torsi
sesuai spesifikasi.
[1]
TORSI: 22 N.m (2,2 kgf.m)

Tepatkan [2]

Pasang rumah switch stang kemudi kiri [1] sambil


menepatkan pin penempatnya dengan lubang pada [1]
stang kemudi.

Tepatkan

Pasang dan kencangkan sekrup atas [1] terlebih


[1]
dahulu, kemudian kencangkan sekrup bawah [2].
TORSI: 2,5 N.m (0,3 kgf.m)

[2]

Pasang assy dudukan handel kopling [1] sambil [6]


[4] [2] [1]
menepatkan ujung dudukan dengan tanda titik pada
stang kemudi.
Pasang penahan dudukan handel kopling [2] dengan
tanda "UP" [3] nya menghadap ke atas.
[3]
Pasang dan kencangkan baut atas [4] terlebih dahulu,
kemudian kencangkan baut bawah [5].
Hubungkan konektor-konektor kabel switch kopling [6].

[5] Tepatkan

21-67
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
Pasang pipa gas tangan [1] pada stang kemudi. Tepatkan
Oleskan 0,1 – 0,2 g grease pada daerah luncur kabel
gas pada pipa gas tangan.
Hubungkan kabel gas [2] pada pipa gas tangan.
Pasang switch stang kemudi kanan/rumah kabel gas [3]
sambil menepatkan pin penempatnya dengan lubang
pada stang kemudi.

[1]

[3] [2]
Pasang dan kencangkan sekrup atas [1] terlebih [1]
dahulu, kemudian kencangkan sekrup bawah [2].
TORSI: 2,5 N.m (0,3 kgf.m)

[2]

Pasang master cylinder [1] sambil menepatkan ujung Tepatkan


[4] [2]
master cylinder dengan tanda titik pada stang kemudi.
Pasang penahan master cylinder [2] dengan tanda
"UP" [3] nya menghadap ke atas.
[3]
Pasang dan kencangkan baut atas penahan master
cylinder [4] terlebih dahulu, kemudian kencangkan baut
bawah [5].
Hubungkan konektor-konektor kabel switch lampu rem [5]
depan [6].

[6] [1]
Pasang pengikat-pengikat kabel [1].
[2]
Pasang kedua kaca spion [2] dan kencangkan mur-mur
pengunci.

[1]

21-68
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
RODA DEPAN
PEMBONGKARAN/PERAKITAN
Tipe Jari-Jari
• Untuk Tipe Cast Wheel, lihat halaman 12-13.

42 N.m (4,3 kgf.m)

COLLAR DISTANCE

CAKRAM REM

BEARING KIRI
SEAL DEBU (6301 U)

BEARING
KANAN (6301 U)

PENAHAN

FORK
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan berikut ini: [1]
– Roda depan (hal. 12-11)
– Front fender (hal. 21-18)
– Cowl front center (hal. 21-17)
Longgarkan baut penjepit top bridge [1] dari lubang
cover rear lampu depan.
Lepaskan fork depan (hal. 12-18).
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.
TORSI:
Baut penjepit top bridge: 22 N.m (2,2 kgf.m)
Baut penjepit bottom
bridge: 32 N.m (3,3 kgf.m)

21-69
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
POROS KEMUDI
PELEPASAN
Lepaskan berikut ini:
[2] [3]
– Cover rear lampu depan (hal. 21-18)
– Stang kemudi (hal. 21-65)
– Roda depan (hal. 12-11)
– Front fender (hal. 21-18)
Lepaskan baut [1] dan klem selang rem depan [2].
Lepaskan baut [3] dan klem kabel sensor VS [4].
Lepaskan poros kemudi (hal. 12-26).

[1] [4]

PEMASANGAN
CATATAN :
Gunakan grease berdasar urea dengan zat tahan
tekanan sangat tinggi (direkomendasikan: EXCELIGHT
EP2 buatan KYODO YUSHI, japan. atau ALVANIA EP2
buatan Shell atau sejenisnya) untuk bearing-bearing
kemudi dan seal debu:
Oleskan 3 g grease sesuai spesifikasi pada lingkaran-
lingkaran bearing bagian bawah. [1]
Pasang bola-bola bearing (18 bola) [1] pada lingkaran
luar bearing bagian bawah [2].
Masukkan poros kemudi [3] ke dalam pipa kepala
kemudi.

[2]

[3]
Oleskan 3 g grease sesuai spesifikasi pada lingkaran-
lingkaran bearing bagian atas. [3]
Pasang bola-bola bearing (18 bola) [1] pada lingkaran
luar bearing bagian atas [2].
Pasang lingkaran dalam bearing bagian atas [3] pada
poros kemudi.
[1]

[2]

21-70
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
Pasang top thread poros kemudi [1].
Tahan poros kemudi dan kencangkan top thread poros [2]
kemudi pada torsi pengencangan awal dengan
menggunakan special tool.
TOOL:
[2] Lock nut wrench 07916-3710101 [1]

TORSI: 25 N.m (2,5 kgf.m)

Gerakkan poros kemudi ke kiri dan kanan, dari ujung-


[1]
ke-ujung beberapa kali untuk mendudukkan bearing-
bearing.
Longgarkan top thread poros kemudi [1] hingga dapat
diputar dengan tangan.

Kencangkan kembali top thread poros kemudi [1]


dengan torsi sesuai spesifikasi sambil menahan poros [2]
kemudi, dengan menggunakan special tool.

TOOL:
[2] Lock nut wrench 07916-3710101
[1]
TORSI: 2,5 N.m (0,3 kgf.m)

Pasang top bridge [1].


Untuk sementara pasang kaki-kaki fork.
Pasang washer [2] dan mur poros kemudi [3]. [1]
Kencangkan mur poros kemudi dengan torsi sesuai
spesifikasi.
TORSI: 74 N.m (7,5 kgf.m) [3]
Gerakkan poros kemudi ke kiri dan kanan, dari ujung-
ke-ujung beberapa kali untuk memastikan bahwa poros
kemudi bergerak dengan halus tanpa kelonggaran atau
macet.
Longgarkan baut-baut penjepit top bridge dan baut-
baut penjepit bottom bridge.
Pasang kaki-kaki fork (hal. 21-69). [2]

Pasang part-part yang dilepaskan dalam urutan terbalik


dari pelepasan.

21-71
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
RODA BELAKANG
PENGGANTIAN BEARING RODA
Lepaskan bearing-bearing roda (hal. 13-9).
[2]
Isilah ronggarongga bearing dengan grease.
Jangan pasang Dorong masuk bearing kanan (sisi tromol rem) yang
kembali bearing baru [1] (6302U) secara tegak lurus dengan sisinya [3]
lama. Sekali yang tertutup menghadap ke atas sampai lingkaran
bearing telah luarnya duduk pada hub.
dilepaskan, bearing Pasang collar distance, kemudian dorong masuk
harus diganti bearing kiri baru (6302U) dengan sisinya yang tertutup
dengan yang baru. menghadap ke atas sampai lingkaran dalamnya duduk
pada collar distance.
TOOL:
[2] Driver 07749-0010000
[3] Attachment, 42 x 47 mm 07746-0010300 [1] [4]
[4] Pilot, 15 mm 07746-0040300

SHOCK ABSORBER
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan cowl rear (hal. 21-19).
Tampak sisi kiri: [2]
Pada saat melepaskan shock absorber kanan,
lepaskan pipa exhaust/muffler (hal. 21-22).
Letakkan sepeda motor dengan aman menggunakan
safety stand atau katrol, naikkan roda belakang sampai
[3]
tidak menyentuh permukaan.
Lepaskan baut pemasangan bawah shock absorber [1].
Lepaskan mur pemasangan atas [2], washer [3] dan
shock absorber [4].
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.
TORSI: [4] [1]
Mur pemasangan atas shock absorber:
39 N·m (4,0 kgf·m)
Baut pemasangan bawah shock absorber:
39 N·m (4,0 kgf·m)

SWINGARM
PELEPASAN
Lepaskan berikut ini:
– Cover side (hal. 21-19)
– Pipa exhaust/muffler (hal. 21-22)
– Cover rantai roda (hal. 21-21)
– Roda belakang (hal. 13-6)
– Rakitan plat as swingarm kanan (hal. 21-74)
Lepaskan baut-baut pemasangan bawah shock
absorber [1] dan lepaskan swingarm [2] dari
pemasangan bawah shock absorber.

[1] [2]

21-72
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
Lepaskan baut plat as [1].
Tarik keluar baut as swingarm [2] dan lepaskan plat as [2]
swingarm kiri [3] dan swingarm [4].

[3]

[1] [4]
PENGGANTIAN BEARING AS
Lepaskan needle bearing dari as swingarm (hal. 13-18).
2 ± 0,5 mm
Oleskan grease molybdenum disulfide (mengandung
lebih dari 3% NLGI #2) pada needle bearing baru [1].
Tekan needle bearing ke dalam as swingarm dengan
sisi yang ada tandanya menghadap ke atas sehingga
permukaan needle bearing berada 2 ± 0,5 mm di
bawah ujung permukaan as swingarm, dengan
menggunakan special tool dan press hidrolik.
TOOL:
Driver 07749-0010000
Attachment, 24 x 26 mm 07746-0010700
Pilot, 20 mm 07746-0040500
[1]

PEMASANGAN
Oleskan 1 g grease molybdenum disulfide (mengandung
lebih dari 3% NLGI #2) pada permukaan luncur baut as [1]
swingarm [1].
Pasang swingarm [2] pada rangka.
Pasang plat as swingarm [3] dan baut as swingarm dari
sisi kiri.
Pasang dan kencangkan baut plat as [4]. [3]

[4] [2]
Tempatkan swingarm [1] pada pemasangan bawah
shock absorber dan pasang baut-baut pemasangan
bawah shock absorber [2].
Kencangkan mur pemasangan bawah shock absorber
dengan torsi sesuai spesifikasi.
TORSI: 39 N.m (4,0 kgf.m)
Pasang berikut ini:
– Rakitan plat as swingarm kanan (hal. 21-74)
– Roda belakang (hal. 13-13)
– Cover rantai roda (hal. 21-21)
– Pipa exhaust/muffler (hal. 21-22)
– Cover side (hal. 21-19)
[2] [1]
Setel sebagai berikut:
– Kekenduran rantai roda (hal. 3-16)
– Jarak main bebas pedal rem belakang (hal. 3-20)

21-73
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
PEDAL REM
PELEPASAN
Lepaskan cover side kanan (hal. 21-19).
Lepaskan mur penyetel rem belakang [1]. [1]

Injak pedal rem dan lepaskan brake rod [2] dari joint [3].
Lepaskan pegas [4] dan joint.

[4]
[2] [3]
Lepaskan pegas pengembali pedal rem [1] dari brake [3] [7]
rod dan swingarm.
[5]
Lepaskan kaitan pegas switch lampu rem belakang [2]
dari pedal rem. [4]
Lepaskan switch lampu rem belakang [3] dari dudukan
[4].
Lepaskan mur as [5], baut plat as [6] dan assy plat as
swingarm [7].
[2]

[1] [6]
Lepaskan pin split [1], pin joint [2] dan brake rod [3] dari
pedal rem [4]. [2] [1]
[3]

[4]

Lepaskan pin split [1], washer [2] dan pedal rem [3]. [2] [1]

PEMASANGAN [3]

Oleskan 3 g grease pada permukaan luncur as pedal


rem.
Pasang pedal rem, washer dan pin split baru.

21-74
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
Hubungkan brake rod [1] pada pedal rem [2] dengan
pin joint [3]. [3] [4]
Pasang pin split baru [4]. [1]

[2]

Oleskan grease pada ulir-ulir mur as swingarm [1]. [4] [2]


Pasang assy plat as kanan [2], baut plat as [3] dan mur
[1]
as swingarm.
[5]
Kencangkan mur as swingarm dengan torsi sesuai
spesifikasi.
TORSI: 54 N.m (5,5 kgf.m)
Kencangkan baut plat as.
Tempatkan switch lampu rem belakang [4] pada [6]
dudukan [5] dan kaitkan pegas [6] pada pedal rem.
Pasang pegas pengembali pedal rem [7] pada brake
rod dan swingarm dalam arah seperti diperlihatkan.
[7] [3]
Pasang joint [1] pada brake arm.
Pasang pegas [2] pada brake rod [3]. [4]

Injak pedal rem dan masukkan brake rod ke dalam


joint.
Pasang mur penyetel [4].
Pasang cover side right (hal. 21-19).
Setel jarak main bebas pedal rem belakang (hal. 3-20).

[2]
[3] [1]

21-75
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
LOKASI BATTERY/SISTEM PENGISIAN
KUNCI KONTAK CONDENSER
REGULATOR/RECTIFIER

SEKRING UTAMA (20 A)

ALTERNATOR BATTERY

DIAGRAM BATTERY/SISTEM PENGISIAN

SEKRING UTAMA SEKRING KUNCI


20 A TAMBAHAN A 10 A KONTAK Ke SISTEM PGM-FI
Bl/R R/Bl R Bl

Bl/R Bl/Bu G

Bl R

G R/W Y Y Y

BATTERY CONDENSER

REGULATOR/RECTIFIER
Bl: Hitam ALTERNATOR
G: Hijau
R: Merah
Y: Kuning
W: Putih
Bu: Biru

21-76
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
BATTERY
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan cover side left (hal. 21-19).
[4] [3] [6] [5]
Putar kunci kontak ke OFF.
Lepaskan baut [1] dan penahan battery [2].
Lepaskan baut [3] dan terminal negatif (–) battery [4].
Lepaskan baut [5] dan terminal positif (+) battery [6].
Lepaskan battery [7].

Hubungkan
terminal positif (+) Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
terlebih dahulu dan pelepasan.
kemudian kabel
negatif (–).

[2]

[7] [1]

REGULATOR/RECTIFIER
PEMERIKSAAN SISTEM
Lepaskan cover side kanan (hal. 21-19).
Lepaskan konektor 6P regulator/rectifier [1], dan
periksa terhadap kontak longgar atau terminal-terminal
yang berkarat.
Jika pembacaan tegangan pengisian (hal. 15-7) berada
di luar spesifikasi, periksalah terminal-terminal konektor
6P regulator/rectifier (sisi kabel body) sebagai berikut:
Bagian Terminal Spesifikasi
Battery Merah/putih (+) Tegangan battery
saluran dan Hijau (–) harus ada setiap saat.
pengisian
Saluran Hijau dan Kontinuitas harus ada
massa massa setiap saat. [1]
Coil pengisian Kuning dan 0,2 – 1,0 Ω (pada 20°)
Kuning

Jika tegangan saluran pengisian battery pada konektor


6P regulator/rectifier tidak normal, periksa berikut ini:
– Rangkaian terbuka atau hubungan singkat pada
kabel Merah/putih
– Sekring utama (20 A)
Apabila tahanan saluran coil pengisian pada konektor
6P regulator/rectifier tidak normal, ukur tahanan pada
konektor 6P alternator/sensor CKP (hal. 15-9).

21-77
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan cover side kanan (hal. 21-19). [2]
Lepaskan konektor 6P regulator/rectifier [1].
Lepaskan baut-baut [2] dan regulator/rectifier [3] dari
rangka.
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari [3]
pelepasan.

[1]

CONDENSER
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan cover side left (hal. 21-19).
[1]
Lepaskan konektor 2P (hitam) condenser [1].
Lepaskan condenser [2] dari dudukan [3] rumah
battery.
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.

[2] [3]

PEMERIKSAAN
Lepaskan cover side left (hal. 21-19).
[1]
Lepaskan konektor 2P (hitam) condenser [1].
Putar kunci kontak ke ON.
Ukur dan catat tegangan pada terminal-terminal Hitam/
merah Hijau
konektor 2P (hitam) condenser sisi kabel body.
Hubungan: Hitam/merah (+) – Hijau (–)
STANDARD: Sekitar tegangan battery
Jika tidak ada tegangan, periksa terhadap adanya
rangkaian terbuka pada kabel Hitam/merah atau Hijau.
Jika ada tegangan, periksa condenser sebagai berikut.
1. Putar kunci kontak ke OFF dan hubungkan konektor
2P (hitam) condenser.
2. Putar kunci kontak ke ON selama beberapa detik
dan charge condenser.
3. Putar kunci kontak ke OFF dan biarkan muatan
condenser keluar.
4. Lepaskan konektor 2P (hitam) condenser dan
periksa tahanan antara terminal-terminal sisi
condenser.
Pilih skala kΩ Condenser normal apabila tahanan mendekati 0 Ω
tester. sekali dan pada akhirnya menjadi .
Apabila tahanan tetap berada di 0 Ω atau tidak
berubah, ganti condenser.
CATATAN :
• Apabila pemeriksaan terputus, mulai kembali
prosedur dari langkah 1.

21-78
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
LOKASI SISTEM PENGAPIAN
KUNCI KONTAK COIL PENGAPIAN
ECM

BUSI BATTERY
SENSOR CKP SEKRING UTAMA (20 A)

DIAGRAM SISTEM PENGAPIAN


SEKRING UTAMA SEKRING KUNCI
20 A TAMBAHAN A 10 A KONTAK
R/W Bl/R R/Bl R
Bl/R
R P/Bu Bl

Bl Bl/Bu

COIL
R/W G PENGAPIAN
G

BATTERY BUSI
CONDENSER
REGULATOR/
RECTIFIER

W/Y
Bu/Y
Bl: Hitam Bl G/Bl G G
Bu: Biru
G: Hijau SENSOR
R: Merah CKP
Y: Kuning
ECM
W: Putih
P: Merah muda

21-79
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
TROUBLESHOOTING SISTEM PENGAPIAN
• Periksa hal-hal berikut ini sebelum mendiagnosa sistem.
– Busi rusak
– Tutup busi atau sambungan kabel busi longgar
– Air masuk ke tutup busi (Menyebabkan kebocoran tegangan sekunder coil pengapian)
• Jika tidak ada percikan bunga api pada cylinder, untuk sementara tukarlah coil pengapian dengan yang masih dalam keadaan
baik dan lakukan test percikan bunga api. Jika ada percikan bunga api, coil pengapian yang semula rusak.
• “Tegangan awal” dari coil primer pengapian adalah tegangan battery pada saat kunci kontak diputar ke ON.
Tidak ada percikan bunga api pada busi
Kondisi yang tidak biasa Kemungkinan penyebab (Periksa menurut urutan nomor)
Tegangan Tidak ada tegangan awal pada saat 1. Rangkaian terbuka pada kabel Hitam antara coil pengapian
primer coil kunci kontak diputar ke ON dan kunci kontak.
pengapian (Komponen-komponen kelistrikan 2. Sambungan longgar atau tidak baik pada terminal primer,
lainnya normal). atau ada rangkaian terbuka pada coil primer.
Tegangan awal normal, tetapi menurun 1. Sambungan-sambungan peak voltage adaptor tidak benar.
dengan 2 – 4 V sementara mesin (Sistem normal apabila tegangan yang diukur berada di
diputar. atas spesifikasi dengan sambungan terbalik)
2. Battery kurang dicharge. (Tegangan menurun banyak pada
saat mesin dihidupkan)
3. Sambungan longgar atau tidak baik atau ada rangkaian
terbuka di kabel Hijau atau kabel Hijau/hitam ECM.
4. Sambungan longgar atau tidak baik atau ada rangkaian
terbuka pada kabel Merah muda/biru antara coil pengapian
dan ECM.
5. Switch netral rusak.
6. Rangkaian terbuka pada kabel switch netral (kabel Hijau
muda/merah).
7. Sensor CKP rusak. (Ukur tegangan puncak.)
8. Hubungan singkat pada coil primer pengapian.
9. ECM rusak (jika No.1 sampai 8 normal).
Tegangan awal normal tetapi tidak ada 1. Sambungan-sambungan peak voltage adaptor tidak benar.
tegangan puncak pada saat memutar (Sistem normal apabila tegangan yang diukur berada di
mesin. atas spesifikasi dengan sambungan terbalik)
2. Peak voltage adaptor rusak.
3. Sensor CKP rusak. (Ukur tegangan puncak.)
4. ECM rusak (jika No.1 sampai 3 normal).
Tegangan awal normal tetapi tegangan 1. Impedansi multimeter terlalu rendah, di bawah 10 MΩ/
puncak lebih rendah dari pada nilai DCV.
standard. 2. Kecepatan memutar mesin terlalu rendah (Battery kurang
dicharge).
3. Sampling time (waktu sampling) dari tester dan sinyal pulsa
yang diukur tidak sinkron (Sistem normal jika tegangan
yang diukur berada di atas tegangan standard paling sedikit
satu kali).
4. ECM rusak (jika No.1 sampai 3 normal).
Tegangan awal dan puncak normal 1. Busi rusak atau ada kebocoran arus sekunder coil
tetapi tidak ada percikan bunga api. pengapian
2. Coil pengapian rusak
Sensor CKP Tegangan puncak lebih rendah dari 1. Impedansi multimeter terlalu rendah, di bawah 10 MΩ/
pada nilai standard. DCV.
2. Kecepatan memutar mesin terlalu rendah (Battery kurang
dicharge).
3. Sampling time (waktu sampling) dari tester dan sinyal pulsa
yang diukur tidak sinkron (Sistem normal jika tegangan
yang diukur berada di atas tegangan standard paling sedikit
satu kali).
4. Sensor CKP rusak (jika No.1 sampai 3 normal).
Tidak ada tegangan puncak 1. Peak voltage adaptor rusak
2. Sensor CKP rusak

21-80
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
PEMERIKSAAN SISTEM PENGAPIAN
PEMERIKSAAN TEGANGAN PUNCAK
PRIMER COIL PENGAPIAN
CATATAN :
• Periksa semua sambungan-sambungan sistem
sebelum pemeriksaan ini. Konektor-konektor yang
longgar dapat mengakibatkan pembacaan yang
salah.
• Periksa bahwa kompresi cylinder normal dan busi
telah dipasang dengan benar pada cylinder head.
Lepaskan tutup busi dari busi.
Hubungkan busi yang masih baik [1] pada tutup busi
dan hubungkan dengan massa pada cylinder head
seperti dilakukan pada test percikan bunga api busi.

[1]
Dengan konektor tersambung, hubungkan jarum-jarum
pengetesan Imrie diagnostic tester atau peak voltage
adaptor ke konektor kabel primer coil pengapian [1] dan
massa body.

TOOL:
Imrie diagnostic tester (model 625) atau
Peak voltage adaptor 07HGJ-0020100
dengan digital multimeter (impedansi minimum 10
MΩ/DCV) yang dapat dibeli di pasaran

HUBUNGAN: Merah muda/biru (+) – Massa body (-)


Putar kunci kontak ke ON.
Pindahkan transmisi ke dalam posisi netral. [1] (Merah muda/biru)
Periksa tegangan awal pada saat ini.
Tegangan battery harus diukur. Dari kunci kontak
Jika tegangan awal tidak dapat diukur, ikuti
pemeriksaan pada tabel troubleshooting (hal. 21-80).
Jangan menyentuh Putar mesin dengan electric starter dengan handel gas
busi dan jarum terbuka penuh dan bacalah tegangan puncak primer
pengetesan tester coil pengapian.
untuk menghindari
kejutan listrik.
TEGANGAN PUNCAK: Minimum 100 V
Jika tegangan puncak lebih rendah daripada nilai
standard, lakukan pemeriksaan-pemeriksaan seperti ECM
dijelaskan pada tabel troubleshooting (hal. 21-80).
[1] (Merah
muda/biru)

21-81
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
TEGANGAN PUNCAK SENSOR CKP
CATATAN :
• Periksa bahwa kompresi cylinder normal dan busi
telah dipasang dengan benar pada cylinder head.
Lepaskan konektor 33P (Hitam) ECM (hal. 21-44).
[1]
Putih/kuning Biru/kuning
Hubungkan jarum-jarum pengetesan Imrie diagnostic
tester atau adaptor pada terminal-terminal konektor
33P (Hitam) [1] sisi kabel body.
TOOL:
Imrie diagnostic tester (model 625) atau
Peak voltage adaptor 07HGJ-0020100
dengan digital multimeter (impedansi minimum 10
MΩ/DCV) yang dapat dibeli di pasaran
Test probe 07ZAJ-RDJA110

HUBUNGAN: Biru/kuning (+) – Putih/kuning (–)


Pindahkan transmisi ke dalam posisi netral.
Putar kunci kontak ke ON.
Putar mesin dengan motor starter dan baca tegangan
puncak sensor CKP.
TEGANGAN PUNCAK: Minimum 0,7 V
Jika tegangan puncak yang diukur pada konektor 33P
(Hitam) ECM tidak normal, ukur tegangan puncak pada
sisi sensor CKP.
[1] (–)
Lepaskan konektor 6P alternator/sensor CKP (hal. 21-61).
Hubungkan jarum pengetesan tester pada konektor 6P (+)
alternator/sensor CKP [1] sisi sensor CKP.
HUBUNGAN: Biru/kuning (+) – Massa body (–) Putih/kuning Biru/kuning

Dengan cara sama seperti pada konektor ECM, ukur


tegangan puncak dan bandingkan dengan tegangan
yang diukur pada konektor ECM.
• Jika tegangan puncak yang diukur pada ECM tidak
normal dan yang diukur pada sensor CKP normal,
maka ada rangkaian terbuka atau hubungan
singkat, atau sambungan longgar pada kabel body.
• Jika kedua tegangan puncak tidak normal, lakukan
pemeriksaan-pemeriksaan yang diuraikan pada
tabel troubleshooting (hal. 21-80).

COIL PENGAPIAN
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan tutup busi dari busi.
[1] (Hitam) [2]/[3]
Lepaskan konektor-konektor kabel coil pengapian [1].
Lepaskan baut-baut [2], insulator [3] dan coil pengapian
[4].
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.

[1] (Merah muda/biru) [4]

21-82
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
LOKASI SISTEM ELECTRIC STARTER
SWITCH STARTER KOTAK SEKRING
- SEKRING UTAMA (20 A)
SWITCH KOPLING - SEKRING TAMBAHAN A (10 A)
- DIODE
SWITCH RELAY STARTER

KUNCI KONTAK

SWITCH NETRAL BATTERY


MOTOR STARTER

DIAGRAM SISTEM ELECTRIC STARTER


R

SWITCH Bl Bl
RELAY R
STARTER BATTERY

Bl/R
SEKRING UTAMA 20 A SEKRING
G/R Y/R TAMBAHAN A 10 A

Bl R R/Bl
MOTOR
SWITCH STARTER KUNCI KONTAK
STARTER

G/R Lg/R
DIODE

G/R G SWITCH G
SWITCH KOPLING NETRAL
Bl: Hitam
G: Hijau
R: Merah
Y: Kuning
Lg: Hijau muda

21-83
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
SWITCH RELAY STARTER
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan cover side left (hal. 21-19). [1]
Lepaskan kabel negatif (–) battery dari battery (hal. 21-
77).
Buka penutup karet dan lepaskan mur-mur [1], kabel
starter dan kabel positif (+) battery.

Lepaskan switch relay starter [1] dari dudukan [2]


[1] [3]
rumah battery.
Lepaskan konektor 2P (Hitam) switch relay starter [3].
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.

[2]

LAMPU DEPAN
PELEPASAN/PEMASANGAN BOHLAM
Lepaskan cowl front center (hal. 21-17). [1]
[3]
Lepaskan cover debu [1].
Lepaskan kaitan penahan bohlam [2] dan lepaskan [2]
bohlam lampu depan [3].

PERHATIAN
Jangan menyentuh bohlam halogen lampu depan. Sidik
jari dapat menimbulkan titik-titik panas yang dapat
mengakibatkan putusnya bohlam.
Pasang bohlam sambil menepatkan tab-tab bohlam
dengan slot-slot pada unit lampu depan.
Kaitkan penahan bohlam ke dalam alur unit lampu
depan.
Pasang cover debu.
Pasang cowl front center (hal. 21-17).

21-84
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
LAMPU SENJA
PELEPASAN/PEMASANGAN BOHLAM
Lepaskan cowl front center (hal. 21-17).
[1]
Lepaskan socket bohlam [1] dari unit lampu depan.
Lepaskan bohlam lampu senja [2] dari socket bohlam.
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.

[2]

LAMPU SEIN
PELEPASAN/PEMASANGAN BOHLAM
DEPAN/BELAKANG
Lepaskan sekrup [1] dan lensa lampu sein [2] dengan [1]
melepaskan tab [3]. [4]

Putar socket bohlam [4] berlawanan arah jarum jam


dan keluarkan dari lensa. [5]
Tekan sedikit dan putar bohlam lampu sein [5]
berlawanan arah jarum jam, kemudian lepaskan.
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.
TORSI: 1,0 N.m (0,1 kgf.m)

[2] [3]

PELEPASAN/PEMASANGAN
DEPAN
Lepaskan cowl front center (hal. 21-17). [3] [2]
[4]
Lepaskan konektor-konektor kabel lampu sein depan [1].
Lepaskan mur pemasangan [2] dan plat [3].
Lepaskan lampu sein depan [4] dengan menarik keluar
kabel dari lubang cover rear lampu depan.
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.
TORSI:
Mur pemasangan lampu sein:
5,0 N.m (0,5 kgf.m)

[1]

21-85
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
BELAKANG
Lepaskan assy pengait jok (hal. 21-47). [1]
Lepaskan konektor-konektor kabel lampu sein
belakang [1].
Lepaskan mur pemasangan [2] dan plat [3].
Lepaskan lampu sein belakang [4] dengan menarik
keluar kabel dari lubang-lubang rear fender.
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.
TORSI:
Mur pemasangan lampu sein:
5,0 N.m (0,5 kgf.m) [2]
[3] [4]

LAMPU REM/BELAKANG
PELEPASAN/PEMASANGAN BOHLAM
Lepaskan kedua sekrup [1] dan lensa lampu rem/
belakang [2]. [2]

Tekan sedikit dan putar bohlam lampu rem/belakang [3]


berlawanan arah jarum jam, kemudian lepaskan.
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.
TORSI:
Sekrup lensa lampu rem/belakang:
1,2 N.m (0,1 kgf.m)

[1] [3]

PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan rear fender (hal. 21-20). [1]/[2]
Lepaskan mur-mur [1], washer [2] dan unit lampu rem/
belakang [3].
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan. [3]

TORSI:
Mur pemasangan lampu rem/belakang:
3,4 N.m (0,3 kgf.m)

21-86
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
METER KOMBINASI
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan cowl front center (hal. 21-17). [4] [1]
Lepaskan konektor 16P meter kombinasi [1].
Lepaskan mur-mur [2], washer-washer [3] dan meter
kombinasi [4].
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.

[2]/[3]

PEMBONGKARAN/PERAKITAN
Lepaskan sekrup-sekrup meter kombinasi [1]. [1]

Lepaskan meter case bagian atas [1] dan meter case


bagian bawah [2] dari circuit board [3].
[1]
Lepaskan switch rod [4] dari circuit board.
Perakitan adalah dalam urutan terbalik dari
pembongkaran.

[2]

[4] [3]

21-87
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
SENSOR VS
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan berikut ini:
[3] [1]
– Cowl front center (hal. 21-17)
– Roda depan (hal. 12-11)
Tarik keluar pelindung [1] dan lepaskan konektor 3P
sensor VS [2] dan konektor kabel (Putih) [3].

[2]

Lepaskan baut [1] dan lepaskan guide kabel sensor VS [2].


[1]
Lepaskan sensor VS [3].
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.
• Oleskan grease pada permukaan luncur dan bibir
seal debu sensor VS.

[2] [3]

ALAT PENGUKUR BAHAN BAKAR/


SENSOR KETINGGIAN BAHAN BAKAR
PELEPASAN/PEMASANGAN SENSOR
KETINGGIAN BAHAN BAKAR
Lepaskan unit pompa bahan bakar (hal. 21-53).
[3]
Lepaskan konektor-konektor kabel Merah [1] dan Hitam
[2] sensor ketinggian bahan bakar.
Lepaskan kabel-kabel dari guide-guide [3] unit pompa
bahan bakar.

[1] [2]

21-88
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
Lepaskan sensor ketinggian bahan bakar [1] dari unit
pompa bahan bakar dengan cara melepaskan ketiga
kaitan [2].
[2]
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.

[1]

PEMERIKSAAN SENSOR KETINGGIAN


BAHAN BAKAR
Lepaskan sensor ketinggian bahan bakar (hal. 21-88).
Hubungkan ohmmeter ke terminal-terminal kabel
sensor ketinggian bahan bakar. Penuh
Periksa tahanan pelampung pada posisi penuh dan
kosong.
Posisi pelampung: PENUH KOSONG
Tahanan: 6 – 10 Ω 367 – 377 Ω

Ganti sensor ketinggian bahan bakar jika sudah berada


di luar spesifikasi.
Pasang sensor ketinggian bahan bakar (hal. 21-88).
Kosong

KUNCI KONTAK
PELEPASAN/PEMASANGAN KEY
SHUTTER
Lepaskan cover rear lampu depan (hal. 21-18).
[2]
Lepaskan baut-baut pemasangan [1] dan key shutter [2].
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.
• Ganti baut-baut dengan yang baru.

[1]

21-89
dummyhead

VERZA - SUPLEMEN
RELAY UTAMA
Lepaskan cover side left (hal. 21-19).
[1]
Lepaskan relay utama [1].

Hubungkan sebuah ohmmeter pada terminal-terminal


[1]
konektor relay utama [1].

HUBUNGAN: A–B C
Hubungkan battery 12 V pada terminal-terminal
konektor relay utama berikut.
D
HUBUNGAN: C–D A B
Harus ada kontinuitas hanya pada saat battery 12 V
dihubungkan.
Jika tidak ada kontinuitas hanya pada saat battery 12 V
dihubungkan, ganti relay utama.

RELAY SEIN
PELEPASAN/PEMASANGAN
Lepaskan cowl front center (hal. 21-17).
[1]
Lepaskan relay sein [1] dari dudukan cover rear lampu
depan.
Lepaskan konektor 2P relay sein [2].
Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari
pelepasan.

[2]

21-90
dummytext

WIRING DIAGRAM
VERZA - SUPLEMEN

SEKRING UTAMA 20A


SWITCH
SEKRING PENDUKUNG A 10A (IGN, FI, BA, ST MAG) RELAY
STARTER RELAY
LAMPU
SEKRING PENDUKUNG C 10A (H/L, PO, T/L, HORN) REGULATOR/ SEIN SENSOR

Bl
R
R
RECTIFIER 10 W x 2 TP ECM SWITCH
DIODE BATTERY CONDENSER
SEKRING PENDUKUNG B 10A 12V 3,5Ah + LED LAMPU
(STOP, WIN, FUEL UNIT, METER ILLUMI) NETRAL MOTOR DLC REM BELAKANG

K-LINE
IGPLS

FI-IND

NLSW
PCM
STARTER

VCC
PRC

SCS
SG1

PCP

SG2
SG3
PG1
PG2
THL
RELAY

FFP
IGP

INJ

TO
LG
O2

BA
M

-
-
-
-

-
-
-
-
-
VCC

-
-
THL
UTAMA

SG

33
24
26

32
21
23
25
27
28
29
30
31
22
20
18
19
14
15
16
17
10
12
13
11
6
7
9
5

8
4
3
2
1
6P 2P 3P 33P 4P
Bl R

G/R
Y/R

Bl

Bl/Bu
R

Bu/W
Bu/W
Bl/Bu
G/Bu

Br/W
G/Bu

Bu/Y
P/Bu

Y/Bu
P/Bu
W/Bl

O/W

O/W
R/W

W/R

W/Y

G/Bl
G/Bl

W/R
Bl/O

G/O
Y/Bl

G/R
Y/Bl

G/Y
P/G
Gr

Bl
G

Bl
Br

Bl
Bl

G
G
G
Y
Y
Y
R/W
Bl/O
Bl
R
2P

Lg/R
Lg/R
2P

Br/Y

R/W
R/W
Bl/R
Bl/R

G/R
G/R
Br
Br

R
Bl Bl

G/R

G/Y
Y/R

Bl/R

Br
G
6P

Br Br
SWITCH LAMPU
REM DEPAN G/Y G/Y

ST
SWITCH Y/R Y/R
STARTER Bl Bl
BAT
16P

GND 1 G/Bl
- 2
- 3
- 4
SP SENS 12V 5 R
BATT 6 Bl/R
IGN 7 Br
METER - 8
KOMBINASI SP SENS GND 9 Bl
FUEL 10 Y/W
SP SIG 11 W LAMPU SEIN
TURN L 12 O
TURN R 13 Lb Lb Lb KANAN BELAKANG
FI WARN 14 W/Bl (12V 10W)
HI BEAM 15 Bu

3P
NEUTRAL 16 Lg/R
G G LAMPU REM/BELAKANG
G/Y G/Y
Br Br (12V 18/5W)

G LAMPU SEIN
G
G KIRI BELAKANG
2P

BAT2 Bl/R O O
KUNCI R/Bl Bl/R (12V 10W)
KONTAK R Bl
BAT1

LAMPU SEIN Lb Lb
KANAN DEPAN G G
(12V 10W)

LAMPU SEIN O O
KIRI DEPAN G G
(12V 10W)
3P

Br/Y Br/Y
LAMPU SENJA G G
(12V 5W)
3P

G
LAMPU DEPAN Bu
(12V 35/35W) W
2P
Bl

Gr
Br/Y
9P

L O O
W Gr
SWITCH LAMPU SEIN
R Lb Lb
BAT Br/Y
SWITCH KLAKSON Bl Bl
HO

Bu/Y
W/Y
W

Y
Y
Y
LO W
SWITCH DIMMER HL Br/Y Br/Y
HI Bu Bu
G 6P

Bl/Bu

Lg/R
Br/W

Y/W
G/Bl

G/R
Bl

Bu/Y
W/Y
Y
Y
Y
5P 1P
Bl
W
R

Bl

P/Bu

Lg/R
P/Bu

Y/Bu
W/R
P/G

G/O

G/Y
3P

Bl
Bl
Bl
Bl

Bl
G/Bl
G/Bl

G/Bl

Bl
Bl

SWITCH KOPLING
R

R
Bl
G

G
G

G/R
2P 2P
N
Bl
W
R

3P

M SENSOR SWITCH
SENSOR NETRAL
CKP O2
SENSOR
POMPA KETINGGIAN SENSOR
KLAKSON BAHAN BAHAN SENSOR EOT
BAKAR BAKAR ALTERNATOR BANK
SENSOR VS INJECTOR
COIL ANGLE
UNIT POMPA
KUNCI KONTAK SWITCH DIMMER SWITCH LAMPU SEIN BAHAN BAKAR PENGAPIAN
BAT1 BAT2 HL LO HI R W L SWITCH KLAKSON SWITCH STARTER
ON HO BAT ST BAT Bl BLACK (HITAM) Br BROWN (COKLAT)
Y YELLOW (KUNING) O ORANGE
OFF (N) N BEBAS BEBAS Bu BLUE (BIRU) Lb LIGHT BLUE (BIRU MUDA)
G GREEN (HIJAU) Lg LIGHT GREEN (HIJAU MUDA)
LOCK TEKAN TEKAN
R RED (MERAH) P PINK (MERAH MUDA)
WARNA R R/Bl WARNA Br/Y W Bu WARNA Lb Gr O WARNA Bl Br/Y WARNA Y/R Bl W WHITE (PUTIH) Gr GRAY (ABU-ABU)
KOMBINASI WARNA : MASSA/PENANDAAN

21-91
dummytext

CATATAN

Anda mungkin juga menyukai