Anda di halaman 1dari 4

Kelas 03 GD3204 Pemetaan Tematik

Nama Anggota :
1. Sonny Adhitya Sudhana (15115017)
2. Sabil Faydi (15115087)
3. Pasca Ramadhan (15115079)
4. Muhammad Haikal (15115068)
Date : Selasa, 26 Maret 2019
Kegiatan Minggu 1 : Pendefinisian Peta Tematik Terpilih
Topik : Peta Kinerja Layanan Ekosistem
Judul : Pemetaan Index Ketersediaan Pangan di Jawa Barat
Latar Belakang
Pangan merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap manusia untuk
dapat melakukan aktivitas sehari-hari guna mempertahankan hidup.
Pangan juga merupakan hak dasar bagi setiap warga Negara. Sebagai
kebutuhan dasar pangan mempunyai arti dan peran yang sangat penting
bagi kehidupan suatu bangsa. Ketersediaan pangan yang tidak
memenuhi kebutuhan masyarakat dapat menciptakan ketidakstabilan
ekonomi. Berbagai gejolak sosial dan politik dapat juga terjadi jika
ketersediaan pangan terganggu. Kondisi pangan yang kritis bahkan
dapat membahayakan stabilitas ekonomi nasional.
Ketahanan pangan merupakan isu pokok dalam pemenuhan
kesejahteraan masyarakat karena akan menentukan kestabilan
ekonomi, sosial, dan politik dalam suatu negara. Pemenuhan
kebutuhan pangan menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia yang
merupakan negara kepulauan dan memiliki kepadatan penduduk yang
tinggi. Provinsi Jawa Barat merupakan daerah penghasil padi terbesar
di Indonesia sehingga berperan penting dalam memenuhi kebutuhan
pangan untuk seluruh masyarakat. Meskipun demikian, produksi padi
yang melimpah tidak menjamin kondisi ketahanan pangan provinsi
yang baik. Terdapat factor penduduk yang mempengaruhi kondisi
pangan tersebut, salahsatunya tingkat pertumbuhan penduduk yang
tinggi di Jawa Barat.
Saat ini, pemerintah telah beberapa kali berupaya melakukan
pemetaan ketersediaan pangan di berbagai daerah di Indonesia untuk
mengetahui kondisi actual ketersediaan pangan. Namun metode yang
digunakan untuk melakukan pemetaan tersebut berbeda antar instansi
sehingga diperlukan adanya standarisasi dalam pemetaan ketersediaan
pangan tersebut. Standarisasi ini bertujuan untuk keperluan pemetaan
sehingga terjalin integrase yang baik antar instansi dan dapat
Kelas 03 GD3204 Pemetaan Tematik

digunakan sehingga merepresentasikan kondisi pangan yang ada di


wilayah terkait.
Tujuan
1. Memberikan informasi tentang pemetaan ketersediaan pangan di Provinsi Jawa Barat.
2. Membuat gambaran tentang mekanisme pembuatan peta
3. Mengidentifikasi wilayah yang dianggap memiliki indeks ketersediaan pangan yang
tinggi dan rendah
4. Mengidentifikasi masalah-masalah yang akan dihadapi suatu wilayah untuk
mengupayakan ketersediaan pangan yang merata.
Definisi Peta Tematik
Peta tematik yang akan dibuat merupakan peta tematik yang menggambarkan
ketersediaan pangan terkini di Provinsi Jawa Barat berdasarkan tingkat kabupaten/kota.
Ketersediaan Pangan dibatasi pada komoditas beras, karena komoditas ini merupakan
yang paling dibutuhkan dan dikonsumsi oleh mayoritas masyarakat Jawa Barat. Peta
tematik ini menggambarkan bagaimana ketersediaan beras kepada masyarakat Jawa
Barat. Proses penyusunan peta tematik mulai dari perencanaan, pengambilan data,
pengolahan dan analisis data hingga dihasilkan visualisasi data terkait distribusi peta
Manfaat :
1. Terpetakannya sebaran-sebaran ketersediaan pangan berdasarkan kabupaten/kota di Jawa
Barat
2. Sebagai pertimbangan analisis kebijakan terkait ketersediaan pangan di Jawa Barat

Date : Selasa, 2 April 2019


Kegiatan Minggu 2 : Penetapan Metode Pembuatan Peta
Identifikasi Variabel/Data/Peta :
1. Peta Provinsi Jawa Barat skala 1:250.000 dengan batas administrasi kabupaten/kota
sebagai peta dasar yang akan digunakan untuk peta turunan (peta tematik).
2. Data Statistik demografi di Jawa Barat dari Badan Pusat Statistik (BPS).
3. Data Produksi dan Konsumsi Padi di Jawa Barat dari BPS.
4. Data Luas Lahan Pertanian di Jawa Barat.
Kelas 03 GD3204 Pemetaan Tematik

Gambar 1. Alur kerja pembuatan peta tematik Ketersediaan Pangan di Provinsi Jawa
Barat

Formulasi/Perhitungan
Penyusunan peta ketersediaan pangan di Jawa Barat dilandaskan pada Indeks Rasio Ketersediaan
Pangan yang mengacu kepada World Food Programme (WFP, 2009) yang memasukkan parameter
jumlah produksi beras, jumlah penduduk, dan tingkat konsumsi beras di Jawa Barat dengan
melakukan perhitungan dengan menggunakan persamaan :

𝑃
𝐼=𝑡
𝑝 ∗𝐶𝑛 ∗365
Dimana :
I = Rasio Ketersediaan Pangan
P = Jumlah Produksi Beras
Tp = Jumlah Penduduk
Cn = Tingkat Konsumsi
Kelas 03 GD3204 Pemetaan Tematik

Penentuan parameter dilakukan berdasarkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi masing


masing parameter yang dipilih. Setiap parameter akan diskor berdasarkan pembagian nilai yang
ditentukan oleh peneliti secara kuantitatif dan dibagi dalam tiga tingkatan :

1. Rasio Tinggi : >1,14


2. Rasio Sedang : 0,09-1,14
3. Rasio Rendah : <0,09

Data tabular ketersediaan pangan, selanjutnya disajikan secara spasial dengan menggunakan
ArcGIS, sehingga diperoleh keluaran berupa peta ketersediaan pangan di Provinsi Jawa Barat.

Sumber Data
1. BIG
2. BPS

Referensi

WFP. (2009). Peta Kerentanan dan Kerawanan Pangan di Indonesia. World Food Programme.
Jakarta.