Anda di halaman 1dari 11

Makalah Linguistik Umum

Leonard Bloomfield

Disusun Oleh :

Ayu Diah Lestary

I1B118035

R001/Ganjil

Sastra Indonesia

Fakultas Ilmu Budaya

Universitas Jambi

2018
Pendahuluan

Linguistik merupakan salah satu ilmu yang khusus mengkaji segala aspek yang
berkenaan dengan kebahasaan. Linguistik atau sering disebut linguistik umum (general
linguistics), yang artinya ilmu yang mempelajari bahasa. Mengkaji secara umum bahasa-
bahasa yang ada di dunia ini. Setiap bahasa memiliki ciri khas dan pola tertentu yang
menjadikannya berbeda dengan bahasa lainnya.

Linguistik terus berkembang dari waktu ke waktu. Dalam sejarah


perkembangannya linguistik memiliki banyak aliran yang berbeda-beda baik pencetusnya
maupun teorinya. Setiap aliran memiliki perbedaan mengenai bahasa, tetapi setiap aliran
menyempurnakan aliran-aliran sebelumnya.

Muncul berbagai aliran dalam linguistik adalah hal yang lumrah, sebagai ilmu
pengetahuan aliran-aliran linguistik terus berkembang sesuai dengan kebutuhan dan
kondisi perkembangannya. Berdasarkan aliran atau teori yang digunakan dalam
penyelidikan bahasa dikenal adanya linguistik tradisional, linguistik struktural, linguistik
transformasional, linguistik semantic generatif, linguistik relasional, dan linguistik sistemik.

Dalam pembahasan kali ini akan difokuskan pada aliran linguistik struktural yang
dikemukakan oleh Leonard Bloomfield. Seorang ahli bahasa terkemuka dari Amerika
Serikat yang sangat berpengaruh dalam perkembangan linguistik. Melalui buku teksnya
yang terbit pada 1933, menguraikan tentang linguistik struktural Amerika.
Pembahasan

A. Leonard Bloomfield

Leonard Bloomfield (1887-1949)

Lahir di Chicago, Illinois pada 1 April 1887 dari pasangan suami istri Yahudi,
Sigmund Bloomfield dan Carola Buber Bloomfield. Di Elkhart Lake, Wisconsin, dia belajar
di sekolah dasar, dan di Chicago dia belajar di sekolah menengah. Dia lulus dari Harvard
College pada usia 19 tahun dan melakukan pekerjaan pascasarjana selama 2 tahun di
University of Wisconsin, dimana ia juga mengajar di Jerman. Pada 1908 Bloomfield pindah
ke Universitas Chicago mengambil kursus dalam filologi Jerman dan Indo-Eropa dengan
Frances A. Wood dan Carl Darling Buck . mendapat gelar doktor dalam linguistik
sejarah Jerman dan lulus pada tahun 1909. Melakukan studi lebih lanjut di Universitas
Leipzig tahun 1913 dan Universitas Gottingen tahun 1914. Pelatihan lebih lanjut di Eropa
sebagai syarat untuk promosi di University of Illinois dari Instruktur ke pangkat Asisten
Profesor.

Setelah memperoleh gelar Ph.D. pada tahun 1909 pada usia 22 tahun, Bloomfield
mengajar bahasa Jerman di Universitas Cincinnati kemudian Universitas Illinois. Pada
tahun 1913 ia diangkat sebagai Asisten Profesor Filologi Perbandingan dan Jerman di
Universitas Illinois, dan mengajar di sana sampai 1921. Pada saat itu ia menerima jabatan
profesor di Ohio State, di mana ia mengajar hingga 1927. Pada musim panas 1925, ia
menjadi Asisten Etnolog di Departemen Pertambangan Kanada di Ottawa, posisi yang
memungkinkan dia untuk melakukan kerja lapangan pada bahasa asli Amerika. Pada
tahun 1927 ia mengambil posisi bergengsi sebagai Profesor Filsafat Germanika di
Universitas Chicago. Pada musim panas 1938-40 ia mengajar ahli bahasa pemula di
Linguistic Society of America Linguistic Institute di University of Michigan di Ann
Arbor. Pada tahun 1940, ia menerima gelar profesor bidang Linguistik Sterling di
Universitas Yale, di mana ia tinggal sampai kematiannya pada tahun 1949.

Bloomfield mengajar di beberapa universitas (1909-1927) sebelum menjadi


Profesor Filsafat Germanika di Chicago (1927) dan Profesor Linguistik di Yale (1940).
Awalnya, dia tertarik pada Indo-Eropa terutama bahasa Jerman, bunyi ujaran dan
pembentukan kata. Kemudian, ia melakukan studi pionir dalam bahasa Melayu-Polinesia ,
dan membuat studi mendetail tentang bahasa Indian Amerika Utara. Dipengaruhi oleh
strukturalisme Eropa, Bloomfield dianggap sebagai pendiri linguistik struktur Amerika.

Leonard Bloomfield merupakan salah seorang ahli linguistik struktural yang


terkenal di Amerika Serikat. Pengaruhnya sangat kuat hingga sekarang. Karyanya meliputi
bahasa-bahasa India, bahasa Tagalog, Linguistik Umum dan kesusasteraan serta
membuat kontribusi signifikan bagi linguistik historis Indo-Eropa, deskripsi bahasa
Austronesia dan deskripsi bahasa dari keluarga Algonquian. Pengaruh linguis Amerika ini
didominasi ilmu linguistik dari tahun 1933 ketika karyanya yang paling penting diterbitkan
pertengahan 1950-an. Bukunya yang paling berpengaruh yaitu “Bahasa” (1933). Dalam
pengkajian bahasa, Bloomfield menggunakan konsep Ferdinand de Saussure sebagai
asas pengkajian, yaitu dalam struktur bahasa.

Blomfield adalah salah satu anggota pendiri Perhimpunan Linguistik Amerika.


Pada tahun 1924 , bersama George M. Bolling (Ohio State University) dan Edgar
Sturtevant (Yale University) membentuk komite untuk mengatur pembentukan masyarakat
dan menyusun panggilan untuk yayasan sosial. Ia menyumbangkan artikel utama untuk
edisi perdana Jurnal Bahasa Society dan Presiden Society pada tahun 1935. Ia mengajar
di Institut Linguistik musim panas Society pada tahun 1983-1941 dan institut di Ann Arbor
tahun 1938-1940 serta institut di Chapel Hill, North Carolina tahun 1941.

Pendekatan Bloomfield terhadap linguistik dicirikan oleh penekanannya pada


dasar ilmiah linguistik, kepatuhan terhadap, dan penekanan pada prosedur formal untuk
analisis data linguistik. Pengaruh linguistik struktural Bloomfield menurun pada akhir 1950-
an dan 1960-an karena teori tata bahasa generatif yang dikembangkan oleh Noam
Chomsky menjadi dominan. Leonard Bloomfield tutup usia pada tanggal 18 April 1949 (62
tahun) di New Haven, Connecticut.

B. Pemikiran Leonard Bloomfield dalam Linguistik

Linguistik struktural (linguistik deskriptif) muncul atas ketidakpuasan peneliti terhadap


aliran tradisional. Untuk memahami bahasa secara utuh harus dikaji struktur bahasanya.
Kedudukan bahasa sebagai bahasa tanpa dibebani atau ditambahi apapun.
Leonard Bloomfield merupakan salah seorang ahli linguistik struktural yang terkenal di
Amerika Serikat. Dalam pengkajian bahasa, Bloomfiled menggunakan konsep Ferdinand
de Saussure sebagai asas pengkajian, yaitu dalam struktur bahasa. Ia juga meneruskan
aliran deskriptivisme. Dalam bidang filsafat ia terpengaruh oleh aliran Logical Positivisme
Rudalf Carnap dari aliran Wiena dan bidang psikologi terpengaruh oleh Mentalisme model
Wundt dan Behaviorisme model Watson dan Weiss yang mana keduanya sling
bertentangan. Menurutnya intuisi dan introspeksi tidak berlaku dalam analisis bahasa.
Analisis bahasa harus didasarkan pada proses stimulus-response.
Berbahasa dimulai dari pengalaman yang menyenangkan karena adanya tekanan
emosi yang kuat. Maka muncullah ucapan (kalimat) ekslamasi. Jika pengalaman ini lahir
dari keinginan berkomunikasi maka lahirlah kalimat deklarasi. Jika keinginan
berkomunikasi ini bertukar menjadi kenginan untuk mengetahui maka akan menjadi
kalimat interogasi. Dalam memberikan bahasa aliran strukturalisme ini selalu berdasarkan
diri pada fakta-fakta objektif yang dapat dicocokan dengan kenyataan-kenyataan yang
dapat diamati. Tidak mengherankan jika masalah makna atau arti kurang mendapat
perhatian. Ketidakpedulian kelompok strukturalis Amerika terhadap makna karena cara
kerjanya yang sangat bersandar pada data empirik. Makna tidak dapat diamati secara
empirik, berbeda dengan fonem, morfem, dan kalimat yang bisa diamati, dan bisa
disegmentasikan.
Sejak tahun 1925 Bloomfield meninggalkan psikologi mentalisme Wundt . Beliau
menerapkan teori psikologi Behaviorisme yang kini terkenal dengan nama “linguistik
struktural” dan “linguistik taksonomi”. Bloomfield menerangkan makna (semantik) dengan
rumus-rumus Behaviorisme. Menurut Bloomfield, bahasa merupakan sekumpulan ujaran
dan data yang muncul dalam suatu masyarakat tutur (speech community). Ujaran inilah
yang harus dikaji untuk mengetahui bagian-bagiannya dan data merupakan ujaran-ujaran
yang terdiri dari potongan-potongan perilaku (tabiat) yang disusun secara linear.
Bahasa itu terdiri dari sejumlah isyarat atau tanda berupa unsur-unsur vokal (bunyi)
yang dinamai bentuk-bentuk linguistik. Setiap bentuk adalah sebuah kesatuan isyarat
yang dibentuk oleh fonem-fonem. Setiap ujaran adalah bentuk, tetapi tidak semua bentuk
adalah ujaran. Menurut Bloomfield ada dua macam bentuk, yaitu;
(1) Bentuk bebas (free Form), yakni bentuk yang dapat diujarkan sendirian.
(2) Bentuk terikat (Bound Farm) yakni bentuk linguistik yang tidak dapat diujarkan
sendirian.
Dalam teori linguistik Bloomfield ada beberapa istilah/term yang perlu dikenal, yaitu
sebagai berikut:
- Fonem adalah satuan bunyi terkecil dan distingtif dalam leksikon suatu bahasa,
seperti bunyi [u] pada kata /bakul/ bunyi [a] pada kata /bakal, memiliki makna
yang berbeda karena berbedanya bunyi [u] dari bunyi [a].
- Morfem adalah satuan atau unit terkecil yang mempunyai makna dari bentuk
leksikon. Contohnya dalam kalimat “Ilham menerima hadiah”, terdapat morfem:
Ilham, me-, terima, dan hadiah.
- Frase adalah unit yang tidak minimum yang terdiri dari dua bentuk bebas atau
lebih. Contohnya dalam kalimat “Adik saya sudah mandi”, terdapat dua frase,
yaitu frase “Adik saya” dan frase “sudah mandi”.
- Kata adalah bentuk bebas yang minimum yang terdiri dari satu bentuk bebas
dan ditambah bentuk-bentuk yang tidak bebas. Misalnya, pukul, pemukul, dan
pukulan adalah kata, sedangkan pe-, dan –an bukan kata.
- Kalimat adalah ujaran yang tidak merupakan bagian dari ujaran lain dan
merupakan satu ujaran yang maksimum. Misalnya Dodi duduk di kursi, Lisa
melihat pohon, dan Dosen itu ganteng.
Bloomfield dalam analisisnya berusaha memenggal-menggal bagian-bagian
bahasa dan menjelaskan hakikat hubungan di antara bagian-bagian mulai dari fonem,
morfem, kata, frase, dan kalimat. Ia juga menerangkan lebih jauh tentang tata bahasa
serta memperkenalkan banyak definisi, istilah, atau konsep seperti konsep taksem,
semem, tagmem, episemem,dan lain-lain. Oleh karena itu, teori Bloomfield ini disebut juga
Linguistik taksonomi, karena memotong-motong bahasa secara hierarkial untuk mengkaji
bagian-bagiannya atau strukturnya.
Selain pemenggalan, Bloomfield mengemukakan istilah distribusi yang memiliki
dua pengertian. Pengertian pertama distribusi diartikan sebagai sifat segmen atau
konstituen di dalam struktur tertentu. Pengertian kedua dari istilah distribusi adalah
pengertian sistemik, yaitu mungkin tidaknya salah satu konstituen struktural diganti oleh
unsur lain.
Ciri-ciri aliran Struktural Bloomfield sebagai berikut.
1. Objek kajian bahasanya adalah bahasa yang masih hidup di masyarakat
2. Cara kerja sangat menekankan pentingnya data yang objektif untuk memerikan
suatu bahasa.
3. Dalam menganalisis dan mengklasifikasikan unsur-unsur bahasa berdasarkan
hubungan hierarkinya.
4. Menganggap setiap bahasa memiliki pola tertentu yang berbeda dengan bahasa
yang lain.
5. Membagi kata menjadi dua bentuk, yaitu bentuk bebas dan bentuk terikat.
6. Memandang bahasa terdiri atas sejumlah isyarat atau tanda.
7. Dalam menganalisis berusaha memenggal menjadi dua konstituen.
8. Distribusi dapat bersifat komplementer dan paralel.
9. Sudah mengenal subjek dan predikat.
Hal yang menarik dan ciri aliran Strukturalis Amerika ini adalah cara kerja yang
mementingkan data yang objektif, pendekatan bersifat empirik, bentuk-bentuk satuan
bahasa (fonologi, morfologi, dan sintaksis) diklasifikasikan berdasarkan distribusinya. Oleh
karena itu, mereka sering juga disebut kaum distribusionalis. Aliran Strukturalis yang
dikembangkan Bloomfield dengan para pengikutnya sering juga disebut aliran Taksonomi,
dan aliran Bloomfieldian dan post-Bloomfieldian. Disebut aliran taksonomi karena aliran ini
menganalisis dan mengklasifikasikan unsur-unsur bahasa berdasarkan hubungan
hierarkinya
Kelebihan dan kekurangan aliran Struktural Bloomfield :
- Kelebihan
1. Memberikan bahasa dengan cara yang baru yaitu secara sinkronis.
2. Membedakan konsep grafem dan fonem.
3. Metode drill and practice membentuk keterampilan berbahasa berdasarkan
kebiasaan.
4. Kriteria kegramatikalan berdasarkan keumuman mudah diterima masyarakat
awam.
5. Level kegramatikalan dari morfem, kata, frase, klausa, dan kalimat.
6. Berpijak pada fakta, tidak merekayasa data.
- Kekurangan
1. Analisis berdasarkan Bloomfield kelihatan mudah, tetapi tidak jelas mengapa
setiap langkah harus terdiri atas dua konstituen atau lebih.
2. Analisis pembagian langsung tidak selalu memadai, karena dapat menimbulkan
ambigu dalam kalimat tertentu.
3. Penganalisisan dipaksa harus lebih eksplisit dalam menganalisis segala data,
tidak memperhatikan makna, tidak sembarangan arbitrer dengan pemusatan
perhatian kepada terminologi jenis kata seperti tata bahasa tradisional.
4. Karena penganalisisan berdasarkan dua konstituen, akan mengalami kesulitan
jika diterapkan pada kalimat majemuk.
Linguistik struktural gagal bukan karena kekurangan tetapi karena Behaviorisme
yang tidak memberikan dasar yang memadai.
Bloomfiled juga mengembangkan teori morfologi dan sintaksis ke dalam tata
bahasa generatif. Dalam morfologi ia menyumbangkan teori modern mengenai
morfofonemik sedangkan dalam sintaksis dia meletakkan dasa-dasar teori struktur
penyusun. Bloomfield tidak mengembangkan teori semantik pada tingkat yang sama pada
teori fonologi, morfologi dan sintaksis. Menjelang akhir kejayaannya, Bloomfield menyadari
bahwa Behaviorisme juga harus memperhitungkan semantik dari bentuk bahasa non-
refensial.

C. Buku-buku Karangan Leonard Bloomfield

Pada tahun 1914 Bloomfield menerbitkan buku “An Introduction to the Study of
Language”, sebuah buku ilmiah populer yang banyak dicetak ulang. Buku ini memaparkan
gagasan-gagasan dasarnya tentang sifat bahasa. Mengikuti garis dasar Boasian, yang
menjadi ciri Linguistik di Amerika Serikat dengan fokus pada bahasa lisan sebagai bahasa
primer dan bahasa tertulis sebagai sekunder, pengamatan bahasa sebagai realitas masa
kini bagi para pembicara, bukan dari sudut pandang eksternal dan historis serta minat
dalam berbagai sistem linguistik di dunia dalam menarik generalisasi tentang
bahasa. Selain itu ia memasukkan dua bab tentang perubahan bahasa, diilustrasikan
dengan contoh-contoh dari banyak bahasa. Buku ini diakhiri dengan satu bab tentang
hubungan Linguistik dengan ilmu-ilmu lain.

Publikasi besar berikutnya adalah “Teks Tagalog dengan Analisis Tata Bahasa” pada
tahun 1917, yang menunjukkan ketertarikannya pada Indo-Eropa tradisional. Pada tahun
1922, dia meninjau buku Sapir, menyetujui Bahasa , menemukan bahwa itu sesuai
dengan prinsip-prinsip teoritis Ferdinand de Saussure, buku Anumerta yang dia sebut
dalam ulasan. Jelaslah bahwa Bloomfield melihat Linguistik jenis baru muncul.

Bloomfield bekerja mengembangkan bidang baru dengan berbagai cara. Dia


berperan dalam pendirian Masyarakat Linguistik Amerika, menulis "Panggilan untuk Rapat
Organisasi" untuk panitia penyelenggara yang disebut LSA yang diterbitkan dalam bentuk
revisi sebagai "Mengapa Masyarakat Linguistik?" dalam edisi pertama jurnal baru
LSA, Language (Bloomfield 1925). Kedua, dia mulai melakukan aksioma-aksioma atau
postulat untuk Linguistik sebagai ilmu, menerbitkan "Satu Set Postulat untuk Ilmu
Bahasa".

Bloomfield semakin pengaruh pada positivisme logis dan gerakan psikologis


sekutunya, behaviorisme, baik secara langsung dalam arus utama materialisme abad ke-
20. Dalam prosesnya, ia membuang pengaruh awal pelopor psikologi abad ke-19, Wilhelm
Wundt yang menonjol dalam bukunya tahun 1914, karena ketidaksesuaiannya dengan
paradigma baru. Pada awal 1930-an ia memutuskan untuk mengubah bukunya
sepenuhnya dan memasukkan ide-ide behavioris secara terpusat ke dalamnya, terutama
dalam bab-bab tentang penggunaan dan makna bahasa. Hasilnya, pada tahun 1933 terbit
buku dengan judul “Bahasa” yang disederhanakan. Buku ini sangat berpengaruh dalam
linguistik struktural.

Bloomfield sangat prihatin dengan kemajuan Linguistik sebagai ilmu. Dia


mengembangkan lebih lanjut dalam kerja lapangannya metodologi pengumpulan dan
analisis data linguistik yang dipelopori oleh Boas. Dia menggunakan setiap keluarga
bahasa yang dia pelajari sebagai sumber bahan untuk pengembangan teori linguistik,
membawanya ke arah yang agak berbeda dari Sapir, yang mengasumsikan kemungkinan
menganalisis semantik dan struktur konseptual pada umumnya.
Dalam perjalanan kariernya, Bloomfield memberikan kontribusi penting secara
empiris kepada tiga sub-bidang utama Linguistik: linguistik komparatif-linguistik Indo-Eropa
(termasuk bekerja pada bahasa Sanskerta serta bahasa Jerman), studi tentang bahasa
Melayu-Polinesia terutama Tagalog, dan linguistik Algonquian deskriptif dan
komparatif. Karya monumentalnya dalam bahasa Algonquian membentuk bagian terbesar
dari karya deskriptif yang ia hasilkan, dan dianggap sebagai titik awal untuk setiap karya
modern pada keluarga bahasa Algonquian.

Selain itu, Leonard Bloomfield menulis buku “Sacred Stories of The Sweet Grass
Cree” (1930), “Die Sprache” (1933), “Language History: from Language” (1933),
“Linguistics Aspects of Science” (1939), “Colloquial Dutch” (1944), “Spoken Russian”
(1945), “Menomini Lexicon”, “Leonard Bloomfield’s Fox Lexicon”, ”A Leonard Bloomfield
Anthology”, “Let’s Read: A Linguistic Approach” dan buku-buku lainnya.

Tetapi pengaruh Bloomfield yang paling signifikan di lapangan berasal dari ide-idenya
tentang teori Linguistik, yang dijalankan dalam hal-hal mendasar oleh generasi baru
strukturalis Amerika pada 1950-an.
Daftar Pustaka

A. Wilson, Robert dan Frank C. Keil. 1998. Bloomfield. New York: The MIT Encyclopedia of
Cognitive Sains.
Abdullah, Alek dan Achmad. 2013. Linguistik Umum. Indonesia: Erlangga.
Bloomfield, Leonard. 1933. Language. New York: Holt,Rinehat and Winston.
Chaer, Abdul. 2003. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Hockett, Charles. 1970. Antologi Leonard Bloomfield. London: University Chicago.
Parera, Daniel Jos. 1991. Kajian Linguistik Umum Historis dan Tipologi Struktural.
Jakarta: Erlangga.
Wahab, Abdul. 1998. Perkembangan Kajian Linguistik di Indonesia. Malang.