Anda di halaman 1dari 1

Harian Pagi

Pagi Makassar
Ujungpandang

Senin, 25 Oktober 2010

Dampak Perang Kurs terhadap Indonesia


tajuk
Memahami “Kebohongan” Statistik
P
DI HARIAN ini, tanggal 22 Oktober 2010 Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) kembali mengklaim keberhasilan erang kurs ini ditengarai nilai return on equity sangat ren- hadap impor dengan jalan me- mewarnai aktivitas perusahaan
pemerintahannya. Presiden mengatakan, angka kemiskinan kebijakan China mematok dah yang mendekati nilai tingkat ningkatkan tarif pajak, birokrasi sehari-hari karena merasa haknya
pada 2004 adalah 16,9 persen. Selama enam tahun dia berkuasa kurs Yuan 40 persen dari suku bunga nol persen. Investor pelayanan administasi, dan ber- tidak terpenuhi.Akibatnya, proses
di Indonesia, angka itu disebutnya turun menjadi 13,3 persen. seharusnya. Menanggapi hal itu, lebih memilih menginvestasikan bagai proteksi lainnya yang me- produksi terhenti, pendapatan
Penurunan tersebut, kata SBY, sudah lebih baik dari capaian Presiden Obama dan Menteri modalnya ke negara-negara ber- mungkinkan suatu negara sangat perusahaan menurun, pendapatan
negara-negara lain. Keuangan AS Timothy Geithner kembang dengan return yang sulit melakukan ekspansi ekspor karyawan juga tidak terjamin dan
Sebelum-sebelumnya juga Presiden SBY, dan atau juru bicara, menekan China agar menaikkan menggiurkan, setidaknya di atas ke negara lain. membuat kemampuan daya beli
dan atau para menteri dan pembantunya, melalui media elektronik kursYuan yang sebelumnya berada nilai suku bunga pasar. Kondisi Bagi Indonesia, perang kurs masyarakat rendah dan akhirnya
maupun cetak, mengklaim keberhasilan pembangunan ekonomi di pada level USD6,8 per Yuan. ini membuat naiknya produksi setidaknya mendapatkan perha- terjadilah krisis multi dimensi
masa pemerintahannya angka PDRB (Product Domestic Regional Sebenarnya, menurunkan barang dan jasa negara-negara tian serius karena berdampak secara luas sebagai efek domino.
Bruto) Indonesia meningkat tajam. Angka pendapatan perkapita mata uang, seperti Yuan dari berkembang. terhadap turunnya volume ekspor
juga meningkat dari USD1.000 per orang setiap tahun, menjadi harga sewajarnya terhadap USD ke negara tujuan khususnya keAS, Tunda Redenominasi Rupiah
USD2.000 per orang setiap tahun. akan berdampak pada kinerja Ekonomi Indonesia Uni Eropa, China, dan beberapa Polemik atas keinginan Bank
Belum lagi tingkat laju inflasi yang moderat, angka pertumbuhan ekspor. Produk-produk China Jika tidak diantisipasi sejak pasar potensial lainnya sebagai Indonesia melakukan redenomi-
ekonomi yang mengesankan, investasi luar negeri yang terus- akan membanjiri pasar potensial dini, perang kurs yang terjadi konsekuensi pelemahan nilai mata nasi rupiah beberapa waktu lalu
menerus membanjiri negeri ini untuk mengeruk kekayaan (yang AS.Akibatnya, akan terjadi defisit belakangan ini mempunyai konse- uang tujuan ekspor. Kondisi ini memang sempat membuat ba-
menurut ekonom senior Kwik Kian Gie, investasi asing kali ini
adalah upaya perampokan) sumber daya alam kita.
perdagangan AS terhadap China. kuensi serius bagi negara-negara akan membuat turunnya neraca nyak kalangan bertanya-tanya.
Klaim atas keberhasilan-keberhasilan pembangunan ekonomi Selain itu, surplus perdagangan berkembang khususnya Indonesia. perdagangan Indonesia terhadap Kekhawatiran yang ditakutkan
tersebut, menjadi kontras ketika berada di lapangan dan jalanan. China ini akan mengeksploitasi Ada kekhawatiran jangan sampai negara tujuan ekspor. jangan sampai di tengah upaya
Masyarakat baik dari kalangan ibu-ibu, mahasiswa, buruh dan tenaga kerjaAS. Banjirnya produk- Indonesia akan kembali lagi pada Selain itu, juga berpotensi pemulihan ekonomi justru akan
pedagang, terus melakukan demonstrasi. Demonstrasi yang sering produk China di AS akan berdam- masa krisis moneter (krismon) menaikkan inflasi akibat perilaku membuat ekonomi semakin
berujung bentrok dan bahkan membawa korban jiwa, karena tidak pak pula pada rendahnya produksi seperti 1997 lalu. Saat itu, peme- belanja berlebihan (panic buying). runyam.
ditemukan penyelesaian dan titik temu masalah. sehingga menurunkan penyerapan rintah dan para ahli ekonomi Permintaan konsumen yang tinggi Redenominasi pada dasarnya
Aparat berpegang pada angka-angka dan pengumuman klaim tenaga kerja dan volume pekerjaan. menganggap jika pelemahan (exes demand) akan memicu tidak perlu ditakuti karena sifat-
keberhasilan pemerintah. Rakyat yang berdemonstrasi berpegang
pada apa yang mereka rasakan sehari-hari. Gaji dan upah yang
oleh Perusahaan-perusahaan yang
sebelumnya memproduksi barang
kurs mata uang ASEAN tidak
berdampak besar terhadap pere-
merangkaknya harga-harga ke-
butuhan dasar. Kondisi ini se-
nya hanya sebatas simplifikasi
atau penyederhanaan. Sepanjang
tidak cukup lagi untuk membeli kebutuhan pokok. Birokrat A Mattingaragau T dan jasa pada volume normal, konomian Indonesia. makin parah apabila naiknya tingkat inflasi terkendali atau
pendidikan makin bangga kalau biaya pendidikan semakin mahal, Peneliti FIPO dan dengan banjirnya barang impor Mereka beranggapan bahwa inflasi tidak dibarengi kemampu- cenderung turun, pertumbuhan
pengangguran dan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) makin tinggi. Pemerhati Ekonomi dengan kualitas dan harga yang fundamental ekonomi Indonesia an daya beli masyarakat. Ini bisa ekonomi menunjukkan tren pe-
Angka statistik tidak salah. Namun apa yang dirasakan rakyat bersaing akan berdampak pada sangat kuat dan tak tergoyahkan. mengakibatkan lingkaran setan. ningkatan, nilai kurs stabil, dan
adalah nyata. Angka statistik memiliki logika sendiri dalam metode pengurangan volume produksi. Namun kenyataannya tidak. Tak kalah pentingnya, dam- utang terhadap persentase PDRB
sampling dan juga asumsi-asumsi dasarnya. Akibatnya aktivitas produksi Pemerintah tidak jujur mem- paknya juga bisa berimbas ke cenderung turun, maka tidak ada
Angka kemiskinan yang kelihatan turun, namun itu didasarkan Entah apa yang mendo- menjadi berkurang. berikan pernyataan yang sebe- masalah sosial, dan keamanan, salahnya melakukan redenominasi.
pada asumsi empat tahun yang lalu bahwa seseorang dapat hidup Perseteruan ini membuat AS narnya bahwa kurs kita berada yaitu dua aspek yang saling Hanya saja, pelaksanaannya
di garis batas kemiskinan dengan penghasilan USD1 setiap hari.
rong Menteri Keuangan
dan Eropa menuduh China berada pada fase instabilitas. Akibatnya bersinggungan. Penjarahan akan mesti menunggu waktu yang
Empat tahun lalu, PBB sudah merevisi asumsi dasar perhitungan Brasil Guido Mantego di belakang semua ini. Namun, efek pelemahan kurs dari Thailand terjadi ketika kebutuhan dasar tepat dengan mempertimbangkan
angka kemiskinan itu menjadi USD2 per orang setiap hari. Kalau melontarkan pernyataan sebenarnya masalah ini boleh secara bertahap meluncur ba- masyarakat tidak terpenuhi dan kondisi global ekonomi dan so-
digunakan asumsi dasar statistik tersebut apakah angka kemiskinan tentang perang kurs. jadi disebabkan kebijakan otoritas gaikan thriller ke Indonesia. itu akan memicu situasi keamanan sialisasi yang panjang. Hal ini
kita bisa diklaim menurun? Jika menurun, mengapa kasus gizi buruk moneter AS yang mematok suku Terjadilah krisis berkepanjangan yang tidak kondusif. Krismon dimaksudkan untuk menghin-
di kantong-kantong kemiskinan makin meningkat? Pernyataan ini sontak
bunga mendekati nol persen. yang dampaknya hingga kini 1997 lalu membuktikan hal ini dari panic buying yang bisa
PDRB semua barang dan jasa sebagai hasil dari kegiatan- mendapat perhatian dunia Kebijakan ini membuat arus dana masih terasa. di mana penjarahan, pembakaran, mendorong naiknya laju inflasi.
kegiatan ekonomi yang beroperasi di wilayah domestik, tanpa mengingat belakangan ini global (capital out flow) masuk ke Seperti dengan perang kurs dan pemerkosaan terjadi di Sebaiknya, jika memang ada
memperhatikan apakah faktor produksinya berasal dari atau dimiliki terjadi perseteruan hebat negara-negara berkembang. yang sedang terjadi belakangan mana-mana. Dalam keadaan upaya kuat dari pemerintah me-
oleh penduduk daerah tersebut, merupakan produk domestik daerah Selain itu, kebijakan AS dan ini, kendati kelihatannya sepele, seperti ini, di mana situasi sangat lakukan redenominasi, sebaiknya
yang bersangkutan. Semakin tinggi tingkat produksi, logikanya, yang mengarah pada
perang dagang antara Eropa yang mengutamakan kon- tapi bisa berpotensi menimbulkan sulit dikendalikan dan berlarut- dilakukan penundaan. Langkah
makin berkurang angka pengangguran dan meningkat kemakmuran. sumsi ketimbang produksi mereka instabilitas ekonomi global. Indo- larutnya berbagai problematika urgensi yang mesti dilakukan
Namun nyatanya, semakin banyak produksi, semakin tinggi Amerika Serikat (AS) lambat menekan defisit anggaran nesia yang sekarang ini sedang yang dihadapi, maka akhirnya sekarang adalah bagaimana me-
investasi asing, justru pengangguran kian membengkak. dengan China. pemerintah yang sejak lama dalam pemulihan ekonomi dan rakyat akan menderita.
Tingkat pendapatan perkapita memang meningkat, namun
nata perekonomian Indonesia
apakah pendapatan perkapita rata-rata tersebut, masih cukup untuk
telah melebihi tiga persen dari merangkak mandiri, bisa saja Di samping itu, secara mikro yang berpihak bukan saja kepada
berbelanja memenuhi kebutuhan sehari-hari? Indeks nilai tukar PDB yang merupakan batasan “kejatuhan tangga” yang kedua akan menurunkan pendapatan para investor tetapi yang tak kalah
petani pun meningkat. Namun ibu-ibu bisa menjawab apakah yang aman. kalinya. perusahaan. Situasi ini bisa pentingnya kepada masyarakat
1 kilogram beras produksi petani kita, setara dengan sebungkus Kebijakan penurunan tingkat Perang kurs ini dapat menga- berimbas pada likuiditas yang yang merupakan elemen ter-
rokok? Tidak lagi. Hanya setengahnya. suku bunga mendekati nol persen rah pada perang dagang, di pada akhirnya juga berdampak penting dan terbesar dalam men-
Sebenarnya tidak ada salahnya dengan data statistik. Namun dianggap tidak menggiurkan bagi mana negara-negara berlomba- pada kewajiban perusahaan dukung proses perbaikan ekonomi
investor dengan pertimbangan lomba melakukan proteksi ter- terhadap karyawan. Demo akan bangsa Indonesia.

Saya (Rakyat) Menantang SBY


statistik bukanlah satu-satunya alat untuk menjadi petunjuk sampai
di mana langkah pembangunan bangsa ini. Statistik menjadi sebuah
“kebohongan” ketika metode penyampaian, kepentingan yang
memotivasi penyampaian itu tidak adil. (**)

Podium T anpa terasa, pemerintahan


Susilo Bambang Yudhoyo-
no-Boediono sudah lebih
nonjol saat ini. Antara lain Politik
Pangan. Strategi pangan nasional
yang dicanangkan SBY lebih
politik energi tidak dapat dijadikan
sebagai kekuatan politik di arena
internasional. Seharusnya, sektor
luar negeri pemerintah dalam
memainkan manuver terhadap
Malaysia. Politik “gertak sambal”
Hasrullah satu tahun. Namun sampai saat cenderung pada persoalan pangan energi dan mineral sudah saatnya yang digencarkan Malaysia terha-
ini, belum menunjukkan hasil semata, tetapi tidak memperhatikan dikelola oleh anak bangsa sehingga dap rakyat Indonesia, sangat
Teori Spiral Keheningan yang diinginkan rakyat. Para
pembantu presiden di Kabinet
subjek biomesin produktivitas
yakni petani. Padahal tidak mung-
keuntungannya dinikmati oleh
bangsa sendiri.
menghina bangsa ini. Seharusnya
SBY belajar pada bapak pendiri
Indonesia Bersatu (KIB) II yang kin produksi meningkat kalau Sisi lain untuk Politik Iklim, RRC Mao Zedong ketika berha-
Lynda Lee Kaid dan Christina Holts-Bacha dalam buku merupakan kolaborasi akademisi petaninya tidak sehat alias miskin. sebenarnya isu iklim adalah isu dapan dengan agresor AS dan
terbarunya; Encyclopedia of Political Communication (2008), dan titipan partai politik, justru Program peningkatan pangan untuk tren global. Ketidakstabilan iklim Jepang, yang dari segi angkatan
kembali menyajikan salah satu teori klasik terbentuknya opini dengan percaya diri mengatakan ekspor yang menjadi pengejaran diakibatkan akumulasi panjang dari perang dan peralatan lebih canggih
publik, yaitu The Spiral of Silence Theory atau biasa disebut teori bahwa keberhasilan departemen pemerintah memang ada benarnya. pemanasan global, yang dirasakan dari tentara rakyat merah China.
spiral keheningan. Teori tersebut dikembangkan peneliti komunikasi yang mereka pimpin semuanya Tapi, pangan untuk ekspor dan setiap bangsa di muka bumi. Ide tersebut adalah “politik rakyat
Jerman Elisabeth Noelle-Neumann (1960-1970), di mana asumsi berjalan sesuai target. mengabaikan kondisi perut rakyat Makanya, komunitas internasional banyak” yang di luar pikiran para
dan konsepnya dianggap para pakar komunikasi, masih sangat Euforia presiden dan para adalah sebuah ironi. melakukan pertemuan tingkat agresor. Pemikiran seorang Mao
relevan dan abadi untuk menganalisis- memformulasi pendapat pembantunya,menunjukkanbetapa Tingkat kemiskinan yang tinggi menteri yang diadakan di Bali Zedong sangat sederhana namun
kolektif serta keputusan sosial dengan merujuk isu-isu “nyelekit” mereka sangat menonjolkan angka- mengakibatkan terjadinya rak- pada 2007, yang dikenal dengan sarat filosofis, “secanggih apapun
yang hangat diperbincangkan publik.
Cara kerja teori ini adalah proses opini yang bekerja secara angka yang mengalami peningkatan yat kelaparan di mana-mana. UNFCCC. Pertemuan tersebut peralatanmusuh,tapiakanditentukan
dinamis melalui komunikasi interpersonal dan media massa yang signifikan. Rakyat awam Setiap tahun, tidak sedikit angka melahirkan beberapa kesepakatan, oleh mental perjuangan dan jumlah
(model spiral) sehingga dalam perkembangannya terbentuklah terutama kelas menengah ke bawah kematian balita diakibatkan oleh di antaranya pengurangan suhu pasukanyangbesardanterorganisasi
pendapat masyarakat. Jelasnya, cakupan teori keheningan ini yangmendominasinegeriini,disugu- kekurangan gizi alias busung bumi dan komitmen pengurangan menjadisyaratpenentukemenangan
diimplementasikan berupa ada kelompok opini masyarakat yang hi permainan (baca; kamuflase) lapar. Ini kekurangan mendasar eksploitasi sumber daya hutan. perang” (Karya dan Pikiran-pikiran
kuat, sementara kelompok opini dominan lainnya mempunyai angka-angka dan tabel kurva yang dari rezim SBY. Seharusnya sektor Indonesia sebagai negara yang Mao, 1944).
pendapat yang sama tapi tak “teropinikan”. hanya sepintas ditayangkan di pangan nasional harus diawali kaya akan sumber daya hutan Sepertinya Soekarno jauh lebih
Bahkan Noelle-Neumann memberikan contoh, pemilihan layar kaca. Tabel-tabel tersebut basis pertanian akan restrukturisasi justru mengikut oleh skema yang memahami politik rakyat banyak
umum, misalnya, kita biasa memiliki dan merasakan opini yang menunjukkan dengan entengnya dan distribusi tanah bagi para digencarkan oleh negara maju ala Mao Zedong, ketika berpidato
powerful terhadap sosok kandidat atau isu dalam suatu kontestasi. garis yang menanjak ibarat anak petani. Program reformasi agraria dengan skema REDD (Reduce di depan rakyat Indonesia untuk
Dan, kita mengungkapkan pilihannya ketika orang lain juga tangga dari tahun ke tahun. harus menjadi pendulum dalam Emition Deforestation of Degra- kali pertama berkonfrontasi de-
memutuskan pillihannya (Littlejohn, 2009). Jadi, faktor ikutan Politik pencitraan dan politik peningkatan pangan nasional. Ini dation). Artinya, rakyat Indonesia ngan Malaysia. Dengan oratif
opini individu dengan opini masyarakat, kemudian media massa
memberitakan sehingga terbentuklah opini publik. Faktor ikutan
debat kusir, adalah merupakan
tren di era digital yang memenuhi
yang tidak dilakukan rezim SBY.
Di sektor Politik Energi; pe-
oleh hanya berperan sebagai penjaga
hutan belaka dengan kompensasi
mengatakan“KalauMalaysiamasuk
ke Indonesia dengan seribu serdadu,
opini diibaratkan sebagai lokomotif dan gerbong kereta api.Artinya, ruang-ruang politik kekinian. Era ngelolaan sumber daya energi MUH TAUFIK KASAMING hasil industri dari negara-negara maka kami akan menyerang ke
ketika “opini lokomotif” berjalan maka “opini gerbong” kereta api teknologi komunikasi mutakhir nasional untuk migas, batu bara, Aktivis Forum Studi maju. Anehnya, pemerintah mene- Malaysia dengan sepuluh ribu
lainnya tertarik dengan sendirinya. ditandai dengan model kecirian dan tambang mineral seperti emas, Humaniora Makassar rimanya tanpa berpikir panjang serdadu!” Seharusnya politik
Bagaimana fenomena korupsi dihubungkan dengan teori menjadi manusia ilusionis. Setiap nikel, timah, bauksit, dan lain- dan hanya melihat keuntungan ini yang harus ditempuh rezim
keheningan? Misalnya saja, kasus aroma korupsi terjadi di suatu hari manusia disuguhi kabar- lainnya, sekitar 90 persen diserah- kompensasi semata. Hal tersebut SBY, agar Malaysia tidak lagi
instansi baik di lingkungan lembaga pendidikan, pemerintahan, berita yang tercerabut dari asas kelolakan pada pihak asing. jika Cukup sudah “politik pen- sangat memalukan di arena politik mempermalukan rakyat Indo-
penegak hukum, dan legislatif. Fenomena rumor gurih korupsi pembuktian konkret. Kebohongan merujuk pada angka-angka yang citraan” yang ilusif. Cukup global. Seharusnya, pemerintah nesia. Sebenarnya masih banyak
sangat sedap diperbincangkan melalui komunikasi interpersonal, yang dikemas secara elektronik, kamuflatif dari Departemen ESDM menjadikan ”politik hutan” sebagai tantangan yang “Saya (rakyat)”
bahkan diperdebatkan di warung kopi (public sphere) dan sudah “politik kamuflatif”
yang diinjeksikan secara simultan memang menunjukkan peningka- posisi tawar bagi negara-negara alamatkan ke SBY. Tapi kolom
pembicaraan masyarakat terpelajar, sehingga “bau amis” korupsi dan kontinu, mengakibatkan kesa- tan pendapatan. Namun, perlu angka-angka dan tabel maju pada pertarungan politik iklim tidak memungkinkan untuk di-
sudah menjadi rahasia publik. Soal, ketika korupsi disentuh daran manusia terarah pada hal-hal disimak bahwa peningkatan kurva yang menipu. Cukup global. Ketidakjelian rezim SBY eksplorasi semuanya.
media, maka terjadilah apa disebut Noelle-Neuman sebagai fungsi yang bersifat dis-empiris. Ilusifitas tersebut adalah laba buat peru- sudah “politik moral” yang dalam melihat potensi dan peluang Cukup sudah “politik seman-
penghukuman (pillory function) dari media. kesadaran, mencetak manusia- sahaan pengelola. Bukan fee kekuatan politik hutan, menjadikan tisme demo-damai” yang di-
Cara kerja sibernetika teori keheningan, perlu diingatkan kepada dialamatkan terhadap
manusia bio-robotik. Kesadaran untuk kas negara. Keuntungan teman-teman mahasiswa bangsa ini tidak dilihat sebagai anjurkan pada mahasiswa dan
pemimpin yang berkuasa dalam menjalankan amanah publik tak manusia terjajah oleh objek yang kas nasional hanya melalui pajak bangsa yang kuat dan disegani. rakyat. Literatur terminologi
mengikutkan “tabiat” korupsi (kolaborasi kekuasaan dan uang) diciptakannya sendiri. dan dana bagi hasil (DBH) yang yang dituduh anarkis. Sedangkan pada Politik Luar demo-damai tidak ada dalam
dengan mengajak keluarga dan kroninya “menggemplang” uang Kecenderungan manusia seper- sangat minim. Negeri, sungguh sangat miris. teori pembangkangan sipil dan
rakyat. Apa pun alasannya, pejabat publik dari perspektif teori ti itu adalah tampilan manusia Alasan yang sering dilontarkan Konfrontasi dengan Malaysia, gerakan perubahan, serta tidak
keheningan menunjukkan kepada kita bahwa mekanisme proses
pembentukan pendapat bekerja secara otomatis di ranah publik kehilangan jati diri. Atau, tindakan oleh rezim SBY, adalah bahwa mulai pencurian hak kekayaan terujihistoris.Istilahtersebutadanya
yang menyebabkan seorang pemimpin mengalami social judgment, yang tercerabut dari pikiran. sektor pertambangan energi adalah intelektual seperti batik, kuliner, sejak pasca reformasi 1998, yang
boleh jadi, hukumannya jauh lebih berat dari keputusan hakim di Angka-angka dan tabel kurva high teknologi industry, yang lagu-lagu, hingga kepulauan, serta tidak lain politik dari rezim yang
pengadilan. yang dikemas secara simultan belum dapat dikelola oleh negara. kekerasan terhadap tenaga kerja, berkuasa. Padahal, apapun nuansa
Oleh karena itu, pemimpin publik yang telanjur mengalami dan kontinu membuat manusia/ Dikarenakan sumberdaya manu- penangkapan nelayan dan staf demonstrasi logikanya didasari
hukuman sosial, tak hanya melibatkan sosok dari pemimpin itu masyarakat menerimanya sebagai sia dan modal belum memadai. DKP adalah penghinaan sungguh oleh akumulasi kemarahan. Dan
sendiri, tapi juga melibatkan keluarga dan kroni yang meluluh- sebuah kebenaran mutlak. Tapi, Padahal, hal tersebut adalah luar biasa dan memalukan. Jati kemarahan adalah dampak dari
lantakkan harga diri dan integritas seorang pemimpin. Dan, pelajaran tidak semua manusia Indonesia omong kosong belaka. Putra- diri bangsa telah dirobek-robek sebuah sistem yang menindas,
terbaik dari teori spiral of silence, sebaiknya pemimpin menjauhkan dapat dibohongi seperti itu. “Saya putri Indonesia bukan lagi bangsa tanpa ada perlawanan sama sekali. bukan penyebab. Anarki hanyalah
diri dari opini tercela, baik sikap dan perilaku; koruptif, kolutif, (rakyat)”, tidak mudah diilusi yang bodoh. Sumber daya dan Justru pidato yang ditunggu-tunggu sebuah metodologi, bukan tujuan.
dan nepotisme. Kecuali, pemimpin tersebut diperbudak kekayaan dengan kemasan indah elektronis angkatan kerja Indonesia sudah dari SBY di luar dugaan rakyat Ingat, “Kami anak bangsa anti
material yang dibungkus dalam bingkai kekuasaan sehingga opini yang canggih itu. siap dan memadai. Tiap tahunnya Indonesia. kekerasan, tetapi anarkhi menjadi
publik dalam wujud social judgment (baca: rumor gurih kasus Tantangan “Saya (rakyat)” negara mencetak engineer yang Hilangnya jati diri bangsa di- solusi jika Rezim SBY abai terhadap
korupsi) dianggap angin lalu. Sungguh tragis! sekitar arena politik paling me- banyak. Kondisi ini membuat akibatkan oleh lemahnya politik kami.” Salam dari “Saya (rakyat)”

Pemimpin Umum: H. Syamsu Nur Penerbit: PT. Media Fajar, SIUPP: No. 085/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1986 Tgl. Maret 1986
Wakil Pemimpin Umum: Agus Salim Alwi Hamu Direktur Utama: H. Syamsu Nur ; Wakil Direktur Utama: Agus Salim Alwi Hamu
Pemimpin Redaksi/Penanggungjawab: Sukriansyah S.Latief Direktur Produksi/SDM: Sukriansyah S.Latief;
Wakil Pemimpin Redaksi/Wakil Penanggungjawab: Muhammad Yusuf AR, Faisal Syam Direktur Keuangan: Ridwan Arief; Direktur Pemasaran: Sahel Abdullah
Harian Pagi
Pagi Makassar
Ujungpandang Koordinator Kompartemen: Uslimin, Silahuddin Genda, Ruslan Ramli Wakil Direktur: Muhammad Yusuf AR, L Hanura, Abd Haliq
Asisten Koordinator Kompartemen: Buyung Maksum,Fachruddin Palapa, Muhammad Ilham Pembina: H. Dahlan Iskan Komisaris Utama: HM Alwi Hamu, Komisaris: Ny Dorothea Samola,
A Syafiuddin Makka, Zulkifli Gani Ottoh, S. Sinansari ecip, Hatta A. Hamu.
g Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, Sekretaris Redaksi: Anita A. Amier
semua wartawan Harian Fajar dibekali Dewan Redaksi: H.M. Alwi Hamu, Sukriansyah S.Latief, H. Syamsu Nur, Nur Alim Djalil, Muhammad Yusuf BPP Fajar Group: H. Syamsu Nur (Ketua), Irwan Zainuddin (Wakil Ketua), Sri Suhartini (Sekretaris),
tanda pengenal dan tidak diperkenankan AR, Faisal Syam, Suwardi Thahir, Subhan Yusuf, Fuad Rumi, Ishak Ngeljaratan, Aidir Amin Daud, Piet Zoel Dirgha Dinhi (Auditor)
menerima maupun meminta imbalan dari Heriady Sanggelorang, MS Kartono, Zulkifli Gani Ottoh, Staf Redaksi: Arsyad Hakim, Basir Kadir, Basri, Ombudsman: Suwardi Thahir (Ketua),Ridwan J. Silamma, SH, Naziruddin Pasigai, Munjin S. Asy’ari Sekre- General Manager/Penanggung Jawab:
siapapun, dalam bentuk apapun, serta Baharuddin Moenta, Dian Hendiyanto, Erniwati, Saifuddin, Sunarti Sain, Yusuf Said, Zainuddin Saleha; Re- taris: Irwan Zainuddin. Umum/Sekretaris Direksi: Fitriani Solong Manajer Iklan: Nur Hayat Staf: Ihsan, Nur
Mustafa Kufung
dengan alasan apapun. porter: Amiruddin, Anggi S. Ugart, Aswad Syam, Mukhlis Amans Hady, Nasri Aboe, Ramah Praeska, Syarifa Alim, Nirmal, Dwiyani Prihatin, Ike Rahmawati; Manajer Sirkulasi: Ardi S; Promosi: Firdaus Nur, Abd. Karim Alwi;
g Semua penulis Opini/Artikel serta Kolom Aida, Yulhaidir Ibrahim; Fotografer: Irfan, Slamet Riady, Tawakkal. Koordinator Produksi: Fadil Sunarya, Alamat Redaksi/Tata Usaha: Jl. Urip Sumoharjo No.20 Makassar - Telp. (0411) 441441 (Hunting) Iklan : (0411) Manajer Iklan: Ihsan DJ
Lepas hendaknya mencantumkan Nomor Koordinator Pra-cetak/Grafis: Burhanuddin Saputra, Asjar (Asisten). Teknologi Informasi: MS Kartono, 440234, Sirkulasi: 440222 Fax. Tata Usaha (0411) 441224 - Fax. Redaksi (0411) 441225, Kantor Perwakilan
Rekening. Naskah yang dikirim ke Redaksi Syafaruddin, Khalil. Biro Pemberitaan Jakarta: Alief Sappewali; Redaksi Malam: (0411) 442969 - 441441 Iklan dan Sirkulasi: Jl. Botolempangan No. 3 Makassar Telp. (0411) 331022 Biro: Mahatir Mahbub, (Parepare) Jl. Manajer Teknik: Khalil Syamsu
Email: fajar@fajar.co.id; redaksi@fajar.co.id Percetakan: PT. FAJAR JAWA RAYA - Jl. Urip Sumoharjo No.20 Andi Cammi No. 45, Telp (0421) 22528-25217; Faristanto, (Bone) Jl. A. Yani No. 29 Telp. (0481) 22483; Suherman
menjadi milik Harian Fajar, karena itu naskah (Palopo) Jl. Jend. Sudirman No. 94B Telp. (0471) 21190, – (Sengkang) Jl. KH. As’ad No. 45 Telp (0485) 323111, – Manajer Keuangan: Hajeriah, SE
yang sama tidak boleh dikirim ke media lain. Makassar Alamat Perwakilan Jakarta: Sahel Abdullah, Mu’min Rolle - Jl Kebayoran Lama No.17 Telp.(021)
5322632 - Fax(021) 5322629 Alamat Perwakilan Surabaya: Sukri, Komp. Grand Flower B-20 Jl. PASAR (Polmas) Jl.A. Depu No 39 Telp (0428) 23207; Muhammad Arman, (Bulukumba) Jl. Andi Mappijalang Telp. (0413)
Semua isi artikel/tulisan yang berasal dari 82555; Akbar Hamdan (Pangkep); – (Sinjai) Amrullah Basri (Takalar); Bank:- BUKOPIN R/C 1003067081 - BNI 46 Alamat Redaksi: Jl. Urip Sumoharjo No.20
Kembang 4-6 Surabaya Telp. 031.5465239.Fax.031.5323674.Harga Langganan: -Makassar dan Luar Kota Makassar - Telp. (0411) 441441 (Hunting), (0411)
luar, sepenuhnya tanggung jawab penulis Sudirman Makassar R/C No. 0065.665.314 - BNI Giro Nitro R/C No. 008 319 9564 - BNI 46 Kebayoran Baru Jakarta
(Sulsel): Rp 80.000,-/Bulan - Luar kota: Rp 85.000,-/Bulan, Luar Sulsel: Rp 100.000,-/Bulan - Eceran dalam R/C No. 022.000032455.001 - Bank Mandiri Giro Panakukang No. Rek. 152-00-9200001-3. BRI KCP Graha Pena 441225 (Fax).
bersangkutan. Kota: Rp 3.500,-/Eksemplar-Daerah lain disesuaikan ongkos kirim. Tarif Iklan: Umum (BW): Rp 30.000,-/ Makassar R/C No. 1073-01-000043-30-5.
mm kolom - Warna: Rp 45.000,-/mm kolom.