Anda di halaman 1dari 5

I.

PENDAHULUAN

Dasar dari pembagian bioma-bioma yang ada di seluruh permukaan bumi adalah
konsep ekologi. Ekologi secara umum didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari
hubungan timbal balik antara organisme dengan lingkungannya. Jadi, ruang lingkup
ekologi adalah organisme, lingkungan dan hubungan timbal balik atau interaksi antara
keduanya dimana organisme dipengaruhi oleh lingkungannya dan selain itu kehadiran
dan aktivitas organisme itu juga akan mempengaruhi lingkungannya. Lingkungan dalam
hal ini dapat meliputi komponen biotik dan kompenen abiotik. Komponen biotik adalah
seluruh makhluk hidup yang dapat membentuk suatu interaksi membentuk lingkungan
biotik. Sedangkan komponen abiotik adalah faktor-faktor kimiawi dan fisik yang tak
hidup seperti suhu, cahaya, air, angin, batu, tanah, nutrien. Dari berbagai bentuk interaksi
antara organisme dengan lingkungannya yang terdapat dalam konsep ekologi tersebut
maka terbentuk suatu ekosistem. Ekosistem yang ada di muka bumi ini memiliki jenis
utama disebut bioma dimana bioma merupakan jenis ekosistem yang mengandung suatu
populasi yang khas. Secara umum persebaran bioma dibagi dua yaitu bioma akuatik (air)
dan bioma terestrial (daratan).
Dalam hal ini kita akan membicarakan persebaran bioma terestrial atau daratan.
Biasanya bioma terestrial dalam skala luas memiliki strukur vegetasi (tumbuhan) yang
dominan. Vegetasi suatu jenis bioma di daratan ini memiliki penampakan yang sama di
manapun bioma itu ditemukan. Faktor abiotik juga berperan penting dalam penentuan
mengapa suatu bioma terestrial tertentu di suatu daerah tertentu khususnya faktor-faktor
abiotik yang membentuk iklim suatu daerah karena penyebaran jenis bioma dipengaruhi
oleh iklim. Iklim ini dipengaruhi oleh posisi geografis bioma tersebut dan akhirnya
mempengaruhi jenis faktor abiotik yang menjadi ciri dominan dari bioma tersebut. Bioma
terestrial seringkali dinamai sesuai ciri fisik atau iklim utama dan vegetasinya yang
dominan. Stratifikasi vertikal merupakan suatu ciri penting bioma terestrial dan bentuk
serta ukuran tumbuhan berperan besar dalam menentukan pelapisan tersebut. Lalu,
stratifikasi vertikal vegetasi bioma memberikan habitat yang berbeda-beda bagi hewan-
hewan, yang seringkali dikelompokkan dengan jelas berdasarkan tempat mencari
makanannya. Selain itu komposisi sejati spesies pada setiap jenis bioma bervariasi dari
satu lokasi ke lokasi yang lain.
II. PEMBAHASAN

Bioma terestrial atau daratan merupakan klasifikasi atau pengelompokan yang


dibuat untuk menggambarkan pola penyebaran organisme yang berada di daratan.
Penyebaran organisme ini akan dipengaruhi oleh lingkungannya seperti yang terdapat
dalam konsep ekologi, sehingga membentuk suatu jenis bioma dengan ketentuan faktor-
faktor yang mempengaruhi pengklasifikasian suatu jenis bioma seperti vegetasi dominan
dan ciri fisik atau iklim utama tersebut didasarkan adanya interaksi organisme tertentu
dengan lingkungan tertentu membentuk jenis bioma terestrial tersebut. Berikut adalah
beberapa jenis bioma terestrial yang ada di permukaan bumi ini yaitu:
• Gurun: daerah dengan curah hujan kurang dari 20-25 cm per tahun. Curah hujan
tersebar tidak merata. Siang hari terasa sangat panas sedangkan malam hari suhunya
sangat dingin. Vegetasinya terdiri vegetasi tumbuhan musiman, tumbuhan yang berair,
tumbuhan perdu, bercabang banyak dekat tanah, daun kecil, tebal, dan keras. Hewan
gurun memiliki ciri khas yang bisa mengatasi rasa lapar dan kekurangan air seperti
kalajengking, laba-laba, cicak, ular, unta. Contoh bioma gurun adalah Gurun Gobi di
Asia, Gurun Sahara di Afrika, Gurun Sonoran di Amerika.
• Padang Rumput: daerah dengan curah hujan berkisar 25-75 cm per tahun. Vegetasi
dominan adalah rumput. Di Amerika Utara bioma padang rumput dibagi menjadi
bagian-bagian berdasarkan tingkatan curah hujan seperti rumput tinggi, rumput
campuran, dan rumput pendek. Padang rumput biasanya ditandai dengan hadirnya
jenis binatang herbivora besar seperti, antelop, bison, kangguru dan selain itu terdapat
hewan lain seperti kelinci, anjing, tupai tanah. Wilayah padang rumput terdapat di
Amerika Utara, Rusia, Afrika Selatan.
• Savana: merupakan daerah padang rumput dengan pepohonan yang tumbuh menyebar
atau pepohonan yang tumbuh secara mengelompok. Bioma ini terdapat di daerah
panas dengan curah hujan sekitar 90-150 cm per tahun dengan satu atau dua musim
kemarau yang panjang. Hewan yang terdapat di savana seperti antelop, zebra, jerapah,
singa, dan berbagai jenis serangga. Contoh wilayah savana terdapat di Afrika dan
terdapat juga di Indonesia.
• Tundra: merupakan suatu tipe padang rumput artik yang didominasi vegetasi
rerumputan, sedges dan tumbuhan berkayu yang kerdil. Curah hujannya sekitar 20 cm
setahun. Memiliki ciri “permafrost” yaitu pembekuan permanen di dalam tanah. Hal
ini disebabkan suhu yang rendah dan angin yang sangat kencang. Hewan tundra
contohnya kelinci, burung hantu, serigala, domba, rusa. Bioma ini terdapat di
sepanjang tepi pantai dan pulau-pulau lautan Artik, Asia, Eropa dan Amerika Utara.
• Taiga: ialah hutan konifer yang memiliki vegetasi dominan pohon-pohon yang
memiliki tudung seperti pinus, cemara, fir dan hemlock. Taiga adalah bioma terestrial
terbesar di atas bumi yang meluas dalam suatu berkas yang lebar melintasi Amerika
Utara bagian utara, Eurasia dan berbatasan dengan tundra artik. Memiliki ciri khas
iklim musim dingin yang panjang. Taiga memiliki hutan yang sangat lebat
menyebabkan sinar matahari jarang bisa masuk sehingga tumbuhan yang melekat
dengan berupa tumbuhan perintis, lumut, tumbuhan paku dan pakis. Hewan yang
hidup di taiga antara lain bajing, rusa, burung gagak hitam, bermacam burung
berkicau, serigala dan beruang.
• Hutan Gugur: Hutan gugur memiliki ciri khas pohon-pohon yang menggugurkan
daunnya sebelum musim dingin dan memasuki masa dorman seperti maple dan birkin.
Umumnya terdapat di sekitar wilayah subtropis. Hutan gugur memiliki curah hujan
sedang yaitu 75-150 cm per tahun. Banyak mamalia hutan gugur juga memasuki
keadaan dorman musim dingin yang disebut hibernasi, dan beberapa spesies burung
bermigrasi yang wilayah dengan iklim yang lebih hangat.
• Hutan Hujan Tropis: terletak di daerah sekitar khatulistiwa dengan curah hujan yang
tinggi sekitar 200-225 cm per tahun yang tersebar dengan merata sepanjang tahun.
Kawasan ini juga memiliki temperatur yang panas antara 20oC-25oC. Hutan hujan
tropis memilki ciri pohonnya yang tinggi dan rimbun dengan jenis tumbuhan yang
sangat beragam. Selain itu curah hujan yang sangat bervariasi juga menentukan variasi
vegetasi yang tumbuh pada daerah ini. Pohon-pohon yang tinggi tersebut membentuk
kanopi dan dibawahnya terdapat beragam tumbuhan paku dan tumbuhan epifit
(tumbuhan yang tumbuh di atas tumbuhan lain) seperti anggrek dan bromeliad. Hewan
yang biasa hidup pada bioma ini adalah berbagai jenis burung, ular katak, cicak, dan
jenis primata seperti monyet dan orang utan serta hewan karnivora seperti harimau.
III. SIMPULAN

Dari berbagai jenis pembagian persebaran bioma terestrial yang ada di permukaan
bumi tersebut dapat diketahui bahwa variasi jenis makhluk hidup yang menempati
daratan memiliki tempat atau daerah yang berbeda-beda untuk tumbuh dan berkembang
didasarkan pada jenis interaksinya dengan faktor-faktor abiotik maupun biotik yang yang
ada dalam lingkungan tempat tumbuh dan berkembangnya tersebut. Dari berbagai jenis
bioma terestrial tersebut dapat diketahui faktor abiotik yang paling mempengaruhi bioma
tersebut adalah iklim dimana komponen iklim yang paling penting dalam hal ini adalah
suhu dan curah hujan. Sehingga posisi geografis akan menentukan persebaran bioma
terestrial tersebut yang akan menentukan jenis vegetasi yang dominan tumbuh pada
daerah tersebut dan akan menentukan jenis-jenis hewan yang akan menempati bioma
tersebut. Dan seluruh hal tersebut didasarkan pada konsep ekologi yaitu interaksi antara
makhluk hidup dengan lingkungannya dimana setiap makhluk hidup memiliki jenis
interaksi yang berbeda-beda dengan lingkungannya sehingga mendasari adanya
pengklasifikasian persebaran berbagai jenis bioma terestrial di permukaan bumi ini.

IV. DAFTAR PUSTAKA


Campbell, Neil A., Jane B. Reece dan Lawrence G. Mitchell. 2000. Biologi, Edisi
Kelima. Jakarta : Erlangga
Riyanto, dkk. 1995. Ekologi Dasar, Cetakan Kedua. Ujung Pandang : Badan
Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Timur
Mander, Silvia S. (Penerjemah: Baby Sri Poernomo, Kucica). 1995. Biologi
Evolusi Keanekaragaman dan Lingkungan. Jakarta : Dewan Bahasa dan Pustaka
Aryulina, Diah, dkk. 2003. Biologi. Jakarta : Erlangga
PERSEBARAN
BIOMA TERESTRIAL (DARATAN)
DI SELURUH DUNIA

oleh:
• NAMA : I WAYAN ARYA SAPUTRA
• NIM : 0608505075

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA
2006