Anda di halaman 1dari 1

Istilah akulturasi berasal dari bahasa Latin �acculturate� yang berarti �tumbuh dan

berkembang bersama�. Secara umum, pengertian akulturasi(acculturation) adalah


perpaduan budaya yang kemudian menghasilkan budaya baru tanpa menghilangkan unsur-
unsur asli dalam budaya tersebut. Misalnya, proses percampuran dua budaya atau
lebih yang saling bertemu dan berlangsung dalam waktu yang lama sehingga bisa
saling memengaruhi.

Sedangkan, menurut Koentjaraningrat (Koentjaraningrat, Kebudayaan Jawa. Jakarta:


Balai Pustaka, 1984), akulturasi adalah proses sosial yang terjadi bila kelompok
sosial dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada kebudayaan asing yang berbeda.
Syarat terjadinya proses akulturasi adalah adanya persenyawaan (affinity) yaitu
penerimaan kebudayaan tanpa rasa terkejut, kemudian adanya keseragaman (homogenity)
seperti nilai baru yang tercerna akibat keserupaan tingkat dan corak budayanya.

Akulturasi bisa terjadi melalui kontak budaya yang bentuknya bermacam-macam, antara
lain sebagai berikut :
1. Kontak sosial pada seluruh lapisan masyarakat, sebagian masyarakat, atau bahkan
antar individu dalam dua masyarakat.
2. Kontak budaya dalam situasi bersahabat atau situasi bermusuhan.
3. Kontak budaya antara kelompok yang menguasai dan dikuasai dalam seluruh unsur
budaya, baik dalam ekonomi, bahasa. teknologi. kemasyarakatan. agama, kesenian,
maupun ilmu pengetahuan.
4. Kontak budaya antara masyarakat yang jumlah warganya banyak atau sedikit.
5. Kontak budaya baik antara sistem budaya, sistem sosial, maupun unsur budaya
fisik.

-----------------------------------------
Proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia menurut Ahmad Mansur
Suryanegara dalam bukunya yang berjudul Menemukan Sejarah, terdapat 3 teori yaitu
teori Gujarat, teori Makkah dan teori Persia.

Ketiga teori tersebut di atas memberikan jawaban tentang permasalah waktu masuknya
Islam ke Indonesia, asal negara dan tentang pelaku penyebar atau pembawa agama
Islam ke Nusantara. Untuk mengetahui lebih jauh dari teori-teori tersebut, silahkan
Anda simak uraian materi berikut ini.

----------------------------------------
Bisa dikatakan bahwa proses pengislaman budaya Nusantara oleh para ulama terdahulu
dibarengi dengan proses penusantaraan nilai-nilai Islam, sehingga keduanya melebur
menjadi entitas baru yang kemudian kita kenal sebagai Islam Nusantara.

Perangkat budaya adalah bentuk investasi masa depan bagi umat Islam Indonesia dalam
menghadapi dinamika keberagamaan yang penuh warna. Perangkat budaya ini merupakan
sumber etik moral dan pijakan kultural bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut pengamatan cendekiawan Abdurrahman Wahid (almarhum), dalam buku Membangun


Demokrasi (1999), ketika Islam datang ke tanah Jawa, Islam dengan cepat beradaptasi
dengan apa yang ada. Akulturasi antara Islam dan budaya setempat berlangsung secara
damai. Proses akulturasi dan adaptasi antara budaya yang satu dan budaya yang
lain�atau dalam antropologi kultural disebut konsep integrasi kultural�ini tidak
dapat dihindari karena pluralitas agama, budaya, dan adat-istiadat yang ada tidak-
bisa-tidak saling bergesekan.