Anda di halaman 1dari 2

- Mekanisme kerja obat anesthesia local adalah dengan cara menghambat transmisi

sensasi nyeri sepanjang nerve fiber.


- Target agen anestesi local adalah voltage gated sodium channel.
- Derajat blockade syaraf tergantung dari konsentrasi agen dan volume agen anestesi
tersebut.
- Semakin poten agen adalah yang kelarutan lipidnya tinggi.
- Kecepatan obat anestesi local tergantung dari :
o Tempat suntikan
o Dosis
o Farmakologi properties
o Penambahan agen vasoaktif
- Toksisitaas sistemik obat local anestesi jarang terjadi. Pasien dengan cardiovascular
colaps akibat bupivacaine , ropivacaine dan levobuvipacain sangat sulit untuk di
lakukan resusitasi, namun telah ditemukan terapi baru yaitu : infus lipid intravena.

MEKANISME AKSI OBAT LOKAL ANESTESI

ANATOMI SARAF

Anestesi lokal digunakan untuk mem blok saraf pada system saraf perifer dan system
saraf pusat. Pada system saraf perifer saraf mengandung aferen fiber dan efferent fiber yang
di bungkus kedalam satu atau lebih fascicles dan tersusun dari 3 lapisan .
- Lapisan endoneurium , jaringan ikat longgar yang mengandung sel glial, fibroblast,
dan kapiler darah. Mengelilingi setiap serabut saraf setiap fascicles.
- Perineurium , lapisan padat dari jaringan ikat collagen
- Epineurium, membungkis kumpulan dari fascicles menjadi silindrical sheat.

Saraf pada SSP dan PNS dibedakan oleh ada atau tidak adanya selubung mielin. serabut saraf
mielin dikelilingi oleh sel Schwann pada PNS dan oligodendrocytes pada SSP.

Anestesi lokal memblokir saraf perifer dengan cara mengganggu transmisi potensial aksi di
sepanjang serabut saraf. Untuk sampai ke lokasi kerjanya, terutama saluran sodium tegangan-
gated, anestesi lokal harus mencapai membran saraf yang ditargetkan.

Derajat blockade syaraf tergantung dari konsentrasi agen dan volume agen anestesi tersebut.

Minimal konsentrasi dibutuhkan untuk obat tersebut memberikan efek blok saraf yang
komplit.

Konsentrasi blok minimal untuk setiap serabut saraf itu berbeda. Contohnya, pada serabut
saraf A membutuhkan konsentrasi blok obat yang lebih kecil di bandingkan dengan serabut
saraf C.

Sama pentingnya dengan konsentrasi obat adalah : volume obat. Sebuah volume agen
anestesi lokal yang cukup diperlukan untuk menekan regenerasi impuls saraf.
Tidak semua modalitas sensorik dan motorik diblokir sama oleh anestesi lokal. Telah lama
diamati bahwa aplikasi anestesi lokal menghasilkan perkembangan yang teratur dari defisit
sensorik dan motorik, mulai umumnya dengan hilangnya sensasi suhu, diikuti oleh
proprioception, fungsi motoric, nyeri tajam, dan yang terakhir adalah sentuhan halus.

Dengan serat yang lebih kecil secara inheren lebih rentan terhadap blokade obat daripada serat yang
lebih besar

Although the size principle of differential blockade is consistent with many experimental
findings, it is not universally true. Larger , myelinated Ad fibers (believe to mediate sharp
pain) are preferentially blocked over small, nonmyelinated C fiber ( dull pain) .

Farmakologi dan farmakodinamik

Hal yang paling penting dari fisiokimia propertis obat local anestesi adalah kelarutan dalam
lemak nya.

Obat anastetika local bergabung dengan protoplasma saraf dan menghasilkan analgesia (blok
hantaran impuls nyeri) dangan mencegah terjadinya depolarisasi dengan cara menghambat
masuknya ion sodium (Na+). Sifat blok ini disebut ‘nondepolarizing block’. Reaksi ini bersifat
reversible dan fungsi fisiologis saraf tersebut akan kembali sempurna seperti sediakala setelah blok
berakhir
Umumnya obat-obat anestetika local adalah ‘ hydrophilic amino group’ yang bergabung dengan rantai
‘lyphophilic aromatic residue’.