Anda di halaman 1dari 63

BAHAN AJAR IPA SMP KELAS IX

BAB I
Materi Sistem Reproduksi pada Manusia

Pembelahan sel itu sangat penting bagi kelangsungan hidup semua makhluk hidup. Ada 3
alasan mengapa sel mengalami pembelahan, yaitu untuk pertumbuhan, perbaikan, dan
reproduksi. Berikut ini akan dijelaskan masing-masing alasan pentingnya sel mengalami
pembelahan. Alasan pertama sel mengalami pembelahan adalah untuk pertum buhan.
Masih ingatkah kamu bahwa salah satu ciri makhluk hidup adalah mengalami
pertumbuhan? Mahluk hidup dapat tumbuh kare na sel-selnya bertambah banyak. Semakin
banyak sel dalam suatu makhluk hidup maka semakin besar ukuran mahkluk hidup itu.

Menurut teori sel, semua sel hidup berasal dari sel yang sudah ada sebelumnya (omnis
Cellulae cellula). Teori ini dinyatakan oleh Rudolf
Virchow pada tahun 1855. Pembentukan sel-sel baru atau anakan dari sel yang sudah
ada sebelumnya dapat terjadi melalui proses pembelahan sel. Pembelahan sel dibedakan
menjadi pembelahan mitosis dan meiosis. Pembelahan mitosis terjadi pada sel-sel tubuh
(sel somatik) makhluk hidup. Pada pembelahan ini, dihasilkan sel anak yang mempunyai
kromosom yang jumlahnya sama dengan kromosom sel induk. Bagaimanakah dengan
pembelahan secara meiosis? Pembelahan secara meiosis hanya terjadi pada organ kelamin.
Pembelahan ini berfungsi untuk menghasilkan sel gamet (sel telur dan sel sperma). Melalui
pembelahan ini akan dihasilkan sel anak yang mempunyai kromosom setengah dari
kromosom sel induk.
1. Pembelahan Mitosis
Pembelahan mitosis merupakan tipe pembelahan sel yang menghasilkan 2 sel anakan. Sel
anakan tersebut mempunyai karakter identik secara genetik dengan sel induk. Artinya,
kedua sel anakan yang terbentuk mempunyai susunan genetika yang sama, termasuk sama
dalam jumlah kromosom dengan induknya. Jumlah kromosom yang dimiliki oleh sel anakan
adalah 2n atau disebut dengan diploid. Sel diploid adalah sel-sel yang kromosomnya
berpasangan (2n).

Pembelahan mitosis merupakan proses yang berkesinambungan yang terdiri atas


empat fase pembelahan, yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase. Setiap fase
pembelahan tersebut memiliki ciri- ciri yang berbeda. Tahukah kamu apa ciri-ciri dari
masing-masing fase pembelahan? Agar kamu lebih memahami fase pembelahan mitosis
serta ciri-ciri yang terjadi pada setiap fasenya, perhatikan Gambar 1.2! Pada tahap akhir dari
pembelahan mitosis yaitu fase telofase, umumnya selalu diikuti dengan pembelahan
sitoplasma yang disebut dengan sitokinesis. Pada saat sitokinesis, terbentuk cincin
pembelahan yang berfungsi membagi sitoplasma sehingga terbentuk dua sel anakan.

2. Pembelahan Meiosis
Pembelahan meiosis adalah pembelahan sel yang menghasilkan 4 sel anakan yang masing-
masing sel anakan hanya memiliki separuh dari jumlah kromosom sel induk. Dapat
dikatakan bahwa jumlah kromosom yang dimiliki oleh sel anakan adalah n atau disebut
dengan haploid. Oleh karena itu, meiosis disebut sebagai pembelahan reduksi. Nah, masih
ingatkah kamu pada proses pembentukan apakah pembelahan meiosis terjadi?

 Organ Reproduksi pada Laki-laki

Nama
No Organ Keterangan Struktur
Bagian luar organ reproduksi laki-laki yang berfungsi sebagai
a. Penis saluran kencing (urin) dan saluran sperma.
Bagian seperti kantung yang di dalamnyaterdapat testis. Berf
b. Skrotum ungsi menjaga suhu testis agar sesuai untuk produksi sperma.
Bagian yang bentuknya bulat telur yang tersimpan dalam
skrotum. Berfungsi untuk
c. Testis memproduksi sperma dan hormon testosteron.
Saluran yang keluar dari testis yang berbentuk seperti tanda
d. Epididimis koma dengan ukuran ± 4 cm. Berfungsi sebagai tempat
penyimpanan sperma sementara.

Saluran panjang yang mengarah ke atas dan merupakan


lanjutan dari epididimis. Berfungsi menghubungkan epididimis
e. Vas Deferens dan uretra.
Saluran yang terdapat dalam penis, merupakan akhir dari
saluran reproduksi. Berfungsi sebagai saluran keluarnya
f. Uretra sperma dan urin.
Bagian yang berbentuk seperti kantung kecil berukuran ± 5 cm
yang terletak di belakang kantung kemih. Berfungsi
menghasilkan zat-zat yang diperlukan untuk perkembangan
g. Kelenjar Vesikula Seminalis sperma.
Bagian yang berbentuk seperti kue donat yang terletak di
Kelenjar bawah kantung kemih. Berfungsi menghasilkan cairan bersifat
h. Prostat asam.
Bagian yang berbentuk seperti kacang yang terletak di bawah
Kelenjar kelenjar prostat. Berfungsi menghasilkan lendir dan cairan
i. Cowper bersifat basa.
A. Spermatogenesis
Proses pembentukan sperma disebut dengan spermatogenesis. Pembentukan sel
sperma terjadi di dalam tubulus seminiferus. Kata “tubulus” berasal dari kata
“tubula” yang artinya saluran, sedangkan kata “seminiferus” berasal dari kata
“semen” yang artinya sperma. Jadi tubulus seminiferus adalah saluran panjang yang
berkelok-kelok tempat pembentukan sperma. Kumpulan tubulus inilah sebenarnya
struktur yang membentuk testis.
Proses pembentukan sperma pada saluran tersebut terjadi secara bertahap.
Diawali dari sel induk sperma atau spermatogonium yang bersifat diploid (2n).
Selanjutnya, sel spermatogonium mengalami
pembelahan secara mitosis maupun meiosis dan mengalami
diferensiasi atau perkembangan sehingga terbentuk sel sperma atau
spermatozoa yang memiliki ekor. Sel sperma yang terbentuk tersebut bersifat
haploid (n). Agar kamu lebih memahami proses spermatogenesis, perhatikanlah dan
amatilah gambar potongan melintang tubulus seminiferous.

 Organ Reproduksi pada Perempuan

N
o Nama Organ Keterangan Struktur
Struktur berbentuk seperti telur, berjumlah dua buah, terletak di samping
Ovarium kanan dan kiri rahim (uterus) dan berfungsi menghasilkan sel telur (ovum).
a.
Saluran telur
(Tuba fallopi/ Saluran dengan panjang ±10 cm yang menghubungkan ovarium dengan
Oviduk) rahim (uterus).
b

Infundibulum
c Struktur berjumbai dan merupakan pangkal dari tuba fallopi
Rahim Struktur seperti buah pir yang berfungsi sebagai tempat berkembangnya
(uterus) janin selama kehamilan.
d

Endometrium Lapisan yang membatasi rongga rahim dan meluruh saat menstruasi.
e
Saluran yang menghubungkan lingkungan
luar dengan rahim, saluran mengalirnya darah menstruasi, dan saluran
f Vagina keluarnya bayi.

Serviks Struktur rahim bagian bawah yang menyempit dan membuka ke arah
g vagina

B. Oogenesis
Oogenesis merupakan proses pembentukan sel kelamin perempuan
yaitu sel telur atau ovum dan terjadi di dalam organ yang disebut ovarium. Berbeda
dengan spermatogenesis yang dimulai ketika anak laki-laki mulai puber. Oogenesis dimulai
sebelum anak perempuan lahir. Tahukah kamu, pada saat baru lahir, anak perempuan
sudah memiliki bakal sel ovum (sel primordial) sebanyak 200.000 hingga 2.000.000, namun
hanya sekitar 40.000 yang tersisa saat anak perempuan puber dan hanya 400 yang akan
matang atau berkembang sempurna. Sel telur yang matang diovulasikan (dikeluarkan dari
ovarium) selama siklus reproduksi perempuan.
C. Siklus Menstruasi

Bagi kamu yang perempuan tentunya sudah ada yang mengalami menstruasi. Tahukah
kamu apa itu sebenarnya menstruasi? Menstruasi merupakan suatu keadaan keluarnya
darah, cairan jaringan, lendir, dan sel-sel epitel yang menyusun dinding rahim. Apabila
seorang perempuan mengalami menstruasi maka akan keluar darah melalui vaginanya.
Menstruasi ini biasanya terjadi satu bulan sekali. Siklus menstruasi akan terjadi apabila sel
telur yang dihasilkan oleh ovarium, tidak dibuahi oleh sel sperma. Nah, bagaimana proses
lengkap dari siklus menstruasi? Agar kalian dapat memahaminya, simaklah penjelasan
berikut ini!
Pada umumnya satu siklus menstruasi berlangsung selama 28 hari. Akan tetapi, ada
perempuan yang mengalami siklus menstruasi pendek dan panjang. Seorang perempuan
yang mengalami siklus menstruasi pendek, siklus menstruasinya akan berlangsung selama ±
18 hari. Seorang perempuan yang mengalami siklus menstruasi panjang, siklus
menstruasinya akan berlangsung selama ± 40 hari.

Tahukah kamu bahwa siklus menstruasi dapat dibagi menjadi beberapa fase? Agar
kamu dapat memahaminya perhatikan Gambar 1.9 tentang siklus yang terjadi pada dinding
rahim! Fase pertama adalah fase menstruasi, pada fase ini hormon FSH (follicle stimulating
hormone) memicu berkembangya folikel dalam ovarium. Pada fase ini, dinding rahim luruh
dan seorang perempuan mengalami menstruasi.
Pada proses perkembangan folikel, ada beberapa folikel yang berkembang, namun
hanya ada satu folikel yang dapat terus berkembang tiap bulannya. Pada awal
perkembangannya, folikel menghasilkan hormon estrogen dan hormon progesteron.
Hormon estrogen dan progesteron ini akan memicu dinding rahim untuk menebal. Pada
saat ini dinding rahim sedang mengalami fase proliferasi. Tujuan dari menebalnya
dinding rahim adalah untuk mempersiapkan tempat melekatnya embrio apabila sel telur
dibuahi oleh sperma. Fungsi lain dari hormon estrogen adalah memicu kembali kelenjar
pituitari untuk menghasilkan hormon FSH dan LH (leuteinizing hormone). Hormon LH terus
diproduksi dan meningkat secara mendadak. Peningkatan hormon LH ini akan memicu
pengeluaran sel telur dari folikel yang telah matang, proses ini disebut ovulasi.
Fase ketiga adalah fase sekretori. Folikel yang telah melepaskan sel telur akan
berubah menjadi korpus luteum. Sel telur yang telah dibuahi akan berjalan menuju tuba
fallopi. Jika pada saat itu sel telur tidak dibuahi oleh sperma (tidak terjadi fertilisasi), maka
akan dikirimkan sinyal tertentu pada korpus luteum untuk tidak memproduksi hormon
estrogen dan progesteron lagi. Dengan demikian, pada fase ini jumlah hormon estrogen dan
progesteron pada perempuan rendah. Rendahnya hormon estrogen dan progesteron
menyebabkan jaringan penyusun dinding rahim rusak dan pembuluh darah yang ada pada
dinding rahim pecah, sehingga perempuan akan mengalami menstruasi.
Reproduksi pada Tumbuhan dan Hewan
1. Reproduksi Pada Tumbuhan
Generatif

 Reproduksi generatif adalah terjadinya individu baru yang didahului dengan


peleburan dua sel gamet. Peristiwa ini disebut pembuahan.
 Pembuahan (fertilisasi) pada tumbuhan berbiji akan terjadi kalau didahului adanya
proses penyerbukan (persarian/polenasi).
Penyerbukan

 Penyerbukan adalah sampainya serbuk sari pada tempat tujuan.


 Pada tumbuhan Gymnospermae, tujuan serbuk sari adalah tetes penyerbukan,
sedangkan pada tumbuhan Angiospermae, tujuan serbuk sari adalah kepala putik.
Macam-macam penyerbukan

a. Berdasarkan penyebab sampainya serbuk sari pada tujuan

1. Anemogami
2. Zoidiogami:
3. Hidrogami:
4. Antropogami:
1. Anemogami: penyerbukan yang disebabkan oleh angin.

Ciri-ciri tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh angin ialah:

 bunganya tidak bermahkota


 serbuk sarinya bergantungan kedudukannya
 serbuk sarinya banyak dan ringan
 kepala putiknya besar.
Contohnya: rumput, tebu, dan alang-alang.

2. Zoidiogami: penyerbukan yang dibantu oleh hewan.

Berdasarkan jenis hewannya dapat dibedakan lagi menjadi:

 Entomogami:penyebabnya adalah serangga. Tumbuhan yang penyerbukannya


memerlukan bantuan serangga umumnya mempunyai ciri-ciri:
 mahkota bunga berwarna mencolok
 mengeluarkan bau yang khas
 mempunyai kelenjar madu
 Ornitogami: penyerbukan karena bantuan burung, terjadi pada tumbuhan yang
bunganya mengandung madu atau air.
 Kiropterogami: penyerbukan karena bantuan kelelawar, terjadi pada tumbuhan yang
bunganya mekar pada malam hari.
 Malakogami: penyerbukan karena bantuan siput, terjadi pada tumbuhan yang
banyak dilekati siput.
3. Hidrogami: penyerbukan karena bantuan air. Ini pada umumnya terjadi pada tumbuhan
yang hidup di dalam air, misalnya Hydrilla.
4. Antropogami: disebut juga penyerbukan buatan atau sengaja, yaitu penyerbukan
karena bantuan manusia. Hal ini dilakukan oleh manusia karena tidak terdapatnya
vektor yang dapat membantu penyerbukan. Contohnya, tumbuhan vanili.

b. Berdasarkan Letak Serbuk Sari

1. Autogami atau penyerbukan sendiri. Autogami dapat terjadi bila serbuk sari berasal
dari bunga yang sama. Autogami sering terjadi pada saat bunga belum mekar
disebut kleistogami.
2. Geitonogami atau penyerbukan tetangga, yaitu penyerbukan di mana serbuk sari
berasal dari bunga yang berlainan tetapi masih dalam satu individu.
3. Alogami atau penyerbukan silang, yaitu penyerbukan di mana serbuk sari berasal
dari bunga individu lain tetapi masih dalam satu species/jenis.
4. Bastar yaitu penyerbukan di mana serbuk sari dan putik berasal dari spesies lain.

Terjadinya penyerbukan belum memberi jaminan akan terjadinya pembuahan, karena


buluh serbuk sari yang berasal dari serbuk sari dalam perkembangan selanjutnya belum
tentu dapat mencapai sel telur, yang letaknya di dalam bakal buah jauh dari kepala putik.

Pada beberapa jenis tumbuhan penyerbukannya tidak mungkin terjadi secara autogami
(penyerbukan mandiri). Hal ini antara lain disebabkan oleh:

1. Dioseus (berumah dua)


2. Dikogami,
3. Herkogami
4. Heterostili,

1. Dioseus (berumah dua), artinya alat kelamin jantan dan alat kelamin betina terdapat
pada individu yang berbeda. Misalnya: melinjo dan salak.
2. Dikogami, bila putik dan serbuk sari suatu bunga masaknya tidak bersamaan. Dikogami
dapat dibedakan atas:

 Protandri, bila serbuk sari suatu bunga masak lebih dulu dari pada putiknya.
Contohnya: bunga jagung, seledri, dan bawang Bombay.
 Protogini, bila putik suatu bunga masak lebih dulu dari serbuk sarinya. Contohnya:
bunga kubis, bunga coklat, dan alpukat.

3. Herkogami, ialah bentuk bunga yang sedemikian rupa, sehingga serbuk sari dari bunga
tersebut tidak dapat jatuh pada kepala putiknya, kecuali dengan bantuan manusia atau
hewan. Contoh: Anggrek, Vanili, dan lain sebagainya.
4. Heterostili, ialah bunga yang mempunyai benang sari dan tangkai putik tidak sama
panjang. Contoh: tumbuhan familia Rubiaceae (kopi, kina, kaca piring, dan lain
sebagainya).

Pembuahan

Penyerbukan akan menghasilkan individu baru apabila diikuti oleh pembuahan, yaitu
peleburan antara sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina. Pada tumbuhan berbiji
dikenal ada dua macam pembuahan, yaitu pembuahan tunggal pada Gymnospermae, dan
pembuahan ganda pada Angiospermae.

a. Pembuahan tunggal

Contoh proses pembuahan tunggal pada Pinus (Gymnospermae)


 Terjadi pada tumbuhan Gymnospermae atau tumbuhan berbiji terbuka.
 Serbuk sari akan sampai pada tetes penyerbukan, kemudian dengan mengeringnya
tetes penyerbukan, serbuk sari yang telah jatuh di dalamnya akan diserap masuk ke
ruang serbuk sari melalui mikrofil.
 Serbuk sari ini sesungguhnya terdiri atas dua sel, yaitu sel generatif atau yang kecil
dan sel vegetatif yang besar, hampir menyelubungi sel generatif.
 Serbuk sari ini kemudian tumbuh membentuk buluh serbuk sari, yang kemudian
bergerak ke ruang arkegonium.
 Karena pembentukan buluh serbuk sari maka sel-sel yang terdapat di antara ruang
serbuk sari dan ruang arkegonium terdesak ke samping akan terlarut.
 Sementara itu di dalam buluh ini sel generatif membelah menjadi dua dan
menghasilkan sel dinding atau sel dislokator, dan sel spermatogen atau calon
spermatozoid.
 Sel spermatogen kemudian membelah menjadi dua sel permatozoid.
 Setelah sampai di ruang arkegonium, sel vegetatif lenyap, dan kedua sel
spermatozoid lepas ke dalam ruang arkegonium yang berisi cairan, sehingga
spermatozoid dapat berenang di dalamnya.
 Pada ruang arkegonium terdapat sejumlah sel telur yang besar. Tiap sel telur bersatu
dengan satu spermatozoid, sehingga pembuahan pada Gymnospermae selalu
mengasilkan zigot yang kemudian tumbuh dan berkembang menjadi embrio.
 Pembuahan tunggal seperti ini misalnya terjadi pada pohon Pinus.

Pembuahan ganda

Terjadi pada tumbuhan Angiospermae atau tumbuhan berbiji tertutup.

1. Perkembangan serbuk sari

 Serbuk sari yang jatuh di kepala putih terdiri atas satu sel dengan dua dinding
pembungkus, yaitu: eksin (selaput luar) dan intin (selaput dalam).

 Eksin pecah, kemudian intin tumbuh memanjang membuat buluh serbuk sari.

 Buluh serbuk sari ini akan tumbuh menuju ke ruang bakal biji.

 Bersamaan dengan ini inti sel serbuk sari membelah menjadi 2, yang besar didepan
adalah inti vegetatif sebagai penunjuk jalan, dan yang kecil di belakang adalah inti
generatif.
 Inti generatif membelah lagi menjadi dua inti generatif atau spermatozoid, yaitu inti
generatif 1 dan inti generatif 2.
2. Pembentukan sel telur

 Bersamaan dengan perkembangan serbuk sari dalam buluh serbuk sari, di dalam
ruang bakal biji sel induk megaspora (megasporosit /makro sporosit) membelah
secara meiosis menjadi 4 sel.
 Tiga di antaranya mati dan yang satu tumbuh menjadisel megaspora/ makrospora
(inti kandung lembaga primer).

 Inti sel megaspora ini selanjutnya membelah mitosis 3x, sehingga terbentuklah 8
inti.

 Ke-8 inti tersebut kemudian masing-masing akan terbungkus membran sehingga


menjadi sel yang terpisah.

 Karena itu sel-sel di dalam bakal biji sering disebut multigamet.

 Langkah berikutnya, 8 sel tersebut membentuk formasi di dalam bakal biji.

 Tiga sel menempatkan diri di bagian atas bakal biji disebut antipoda.
 Yang di bagian bawah dekat mikrofil, 3 sel menempatkan diri berdekatan.

 Yang tengah adalahovum, sedang mengapitnya sebelah kanan dan kiri


adalah sinergid.
 Dua sel yang tersisa bergerak ke tengah bakal biji dan bersatu melebur
membentuk inti kandung lembaga sekunder sehingga menjadi sel yang diploid (2n).

1. Jika terjadi pembuahan inti generatif 1 membuahi ovum membentuk zigot,

2. sedang inti generatif 2 membuahi inti kandung lembaga sekunder menghasilkan


endosperm (3n) sebagai cadangan makanan untuk zigot.

Inilah yang dinamakan pembuahan ganda. Sementara itu inti vegetatif akan mati setelah
sampai di bakal biji.

 inti generatif 1 (n) + ovum (n) —–> zigot (2n)

 inti generatif 2 (n) + inti kandung lembaga sekunder (2n) —–> endosperm (3n)

Masuknya inti generatif ke dalam ruang bakal biji ada beberapa cara, yaitu:
 Porogami : bila dalam pembuahan masuknya spermatozoid melalui mikrofil.
 Aporogami : bila masuknya spermatozoid tidak melalui mikrofil. Bila masuknya
spermatozoid melalui kalaza, maka disebut kalazogami.
Embrio pada tumbuhan berbiji dapat terjadi karena:

1. Amfiksis (amfmiksis), yaitu terjadinya embrio melalui peleburan antara ovum dan sel
spermatozoid.
2. Apomiksis,embrio terjadi bukan dari peleburan sel telur dengan sel spermatozoid.
Apomiksis dapat terjadi karena:
 Partenogenesis, yaitu pembentukan embrio dari sel telur tanpa adanya pembuahan.
 Apogami, yaitu embrio yang terjadi dari bagian lain dari kandung lembaga tanpa
adanya pembuahan, misalnya dari sinergid atau antipoda.
 Embrioni adventif, yaitu embrio yang terjadi dari selain kandung lembaga. Misalnya,
dari sel nuselus.
BAB II

KEPENDUDUKAN DAN LINGKUNGAN

A. PENYEBAB PERKEMBANGAN PENDUDUK


Pernahkah kamu menghitung jumlah orang-orang yang ada di lingkunganmu?
Populasi manusia yang menempati areal atau wilayah tertentu dalam kurun waktu tertentu
berkaitan erat dengan masalah kependudukan.

Jumlah penduduk dunia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Perubahan jumlah
penduduk di suatu daerah dari waktu ke waktu disebut dinamika penduduk. Dinamika
penduduk dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu:

1. Jumlah kelahiran ( natalitas)


2. Jumlah kematian ( mortalitas)
3. Jumlah perpindahan (migrasi)
Perhatikan skema di bawah ini.

Skema 1.1 Faktor yang mempengaruhi ukuran populasi / jumlah penduduk

1. KELAHIRAN
Kelahiran mendorong terjadinya pertumbuhan populasi penduduk. Tingkat kelahiran
digunakan untuk mengukur banyaknya bayi lahir, dan dinyatakan dalam angka yang disebut
angka kelahiran atau natalitas. Natalitas adalah jumlah kelahiran bayi yang hidup tiap 1000
penduduk per tahun.
Kriteria angka kelahian adalah sebagai berikut.

1. Natalitas tinggi bila angka kelahiran >30

2. Natalitas sedang bila angka kelahiran antara 20-30

3. Natalitas rendah bila angka kelahiran <20

2. KEMATIAN
Angka kematian (mortalitas) dihitung dari jumlah kematian tiap 1000 penduduk per
tahun. Laju kematian penduduk erat kaitannya dengan keadaan negara, misalnya dengan
tingkat kemakmuran, kesehatan atau peperangan. Negara yang kaya dan maju,
penduduknya dapat memlihara kesehatan dengan baik sehingga angka kematiannya
rendah.

Kriteria angka kematian adalah sebagai berikut.

1. Mortalitas tinggi jika angka kematian > 18

2. Mortalitas sedang jika angka kematian antara 14-18

3. Mortalitas rendah jika angka kematian < 14

3. MIGRASI
Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain. Migrasi pada
umumnya dipengaruhi oleh keadaan yang terus menerus berubah-ubah.

Faktor- faktor yang mendorong terjadinya migrasi adalah sebagai berikut.

1. Keadaan ekonomi yang sulit dan rendahnya pendapatan di daerah asal.

2. Keadaan sosial budaya di daerah asal, misalnya karena adanya kawin paksa, atau
lingkunganbudaya yang dianggap terlalu mengikat.

3. Sarana pendidikan di daerah asal belum lengkap.

4. Kesempatan kerja di daerah tujuan lebih banyak dan mudah.


5. Adanya kesempatan di daerah tujuan untuk mendapatkan pendidikan atau karir
yang lebih baik.

6. Ada pendapat bahwa kegiatan hidup di kota besar lebih menarik sebab tersedia
banyak sarana rekreasi, hiburan, dan pusat pembudayaan.

Menurut macamnya migrasi dapat dibedakan dalam 5 kelompok berikut.

1. Emigrasi adalah perpindahan penduduk dari dalam negeri ke luar negeri.

2. Imigrasi adalah perpindahan penduduk dari luar negeri ke dalam negeri.

3. Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari pulau yang padat penduduknya ke


pulau yang kurang padat penduduknya.

4. Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota.

5. Remigrasi adalah perpindahan penduduk untuk kembali kenegeri asalnya. (


Sumarwan,dkk. 2002:53-55).

Pertumbuhan penduduk di suatu negara akan meningkat bila natalitas lebih besar dari
pada mortalitas atau imigrasi lebih besar daripada emigrasi.
B. DAMPAK PERKEMBANGAN PENDUDUK BAGI LINGKUNGAN
Kepadatan populasi manusia adalah jumlah populasi manusia yang menempati suatu
luas ( areal ) tertentu dalam kurun waktu tertentu. Kepadatan populasi manusia di berbagai
daerah umumnya tidak sama dan selalu berubah-ubah, karena penyebaran penduduknya
tidak merata. Hal ini disebabkan karena adanya adanya dinamika penduduk yang meliputi
kelahiran, kematian, dan migrasi.

Gambar Kepadatan Populasi Manusia


Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 setelah
Amerika Serikat, China dan India. Jumlah penduduk yang besar, wilayah yang luas, serta
kondisi geografis berupa kepulauan serta persebaran penduduk yang tidak merata menjadi
permasalahan tersendiri bagi Indonesia. Jumlah penduduk di Indonesia dari tahun ke tahun
bertambah pesat. Hal ini dapat dilihat dalam kurun waktu 40 tahun (tahun 1971-2010),
penduduk Indonesia bertambah sekitar 88 juta jiwa. Berdasarkan data terkini, jumlah
penduduk Indonesia sebagaimana yang tercatat dalam sensus penduduk 2010 sebesar
237.641.236 jiwa . Pada tahun 2011 kepadatan penduduk Indonesia adalah 133,0 penduduk
per km2, pada tahun 2012 sebanyak 135,0 penduduk per km2, dan pada tahun 2013
penduduk Indonesia menurun menjadi 130,2 penduduk per
km2(http://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/1285).

Kondisi demikian menimbulkan beragam permasahan kependudukan seperti


kemiskinan, kriminalitas, pencemaran lingkungan, keterbatasan sumber daya alam dan
masalah-masalah lainnya. Dimana sangat dibutuhkan kesadaran berbagai pihak bahwa
masalah kependudukan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, Swasta serta
Masyarakat sipil termasuk kelompok remaja sebagai generasi muda bangsa memiliki
tanggung jawab yang sama besar.

Sebelum kita membahas gagasan mengenai cara untuk mengatasi pencemaran


lingkungan yang mengakibatkan kerusakan keseimbangan lingkungan dan kelestarian alam
karena tidak terkendalinya laju kependudukan ini, kita harus mengetahui terlebih dahulu
apa dan bagaimana keadaan kependudukan dan lingkungan di Indonesia, pengertian dan
jenis-jenis pencemaran lingkungan yang terjadi di Indonesia terkait dengan polusi yang
mengusai ibu kota Jakarta, dan bencana-bencana alam yang terjadi akibat ulah manusia
sendiri,faktor-faktor penyebabnya, dan cara menanggulanginya ditinjau dari berbagai pihak
terkait, serta gagasan untuk mengatasinya.

Menurut UUD 1945 ; Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang
bertempat tinggal di Indonesia. Menurut Thomas Robert Malthus dalam Essay on the
Principle of Population (1798), dikatakan bahwa “ Penduduk bertambah menurut deret ukur
dan bahan makanan bertambah menurut deret hitung ”.
Lingkungan hidup adalah sistem yang merupakan kesatuan ruang dengan semua
benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dengan
perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupannya dan kesejahteraan
manusia serta makhluk hidup lainnya.

Dari definisi di atas tersirat bahwa makhluk hidup merupakan pihak yang selalu
memanfaatkan lingkungan hidupnya, baik dalam hal respirasi, pemenuhan kebutuhan
pangan, papan dan lain-lain. Manusia sebagai makhluk yang paling unggul di dalam
ekosistemnya, memiliki daya dalam mengkreasi dan mengkonsumsi berbagai sumber-
sumber daya alam bagi kebutuhan hidupnya. Ledakan penduduk sebagai akibat
pertumbuhan penduduk yang cepat seperti itu memberikan dampak yang buruk bagi
kehidupan dan pencemaran lingkungan.

Sudah banyak sekali terjadi pencemaran lingkungan di Indonesia, yang disebabkan


oleh berbagai macam masalah seperti polusi dari kendaraan, banjir yang disebabkan oleh
buang sampah sembarangan, serta panasnya bumi karena kurangnya oksigen sebab hutan-
hutan banyak ditebang sebagai lahan tempat tinggal manusia, dan tanaman-tanaman
semakin berkurang dan semakin sedikit menghasilkan oksigen . Jika ditinjau ulang, seluruh
aktivitas yang dapat merusak lingkungan tersebut dan juga menghasilkan polusi, merupakan
aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Manusia dalam hal ini berperan penting dalam
kelangsungan hidup lingkungan di sekitarnya. Semakin banyak jumlah penduduk di suatu
tempat cenderung menyebabkan pencemaran dalam suatu lingkungan tersebut.

Pencemaran atau polusi tidak dapat dihindari, yang dapat dilakukan adalah
mengurangi, mengendalikan pencemaran, dan meningkatkan kesadaran serta kepedulian
masyarakat kepada lingkungannya. Jumlah penduduk yang makin meningkat menyebabkan
kebutuhannya makin meningkat pula.

1. Kesejahteraan
Tingkat kesejahteraan penduduk ditentukan oleh gizi dan kesehatan yang baik,
pendidikan yang memadai, dan pemukiman yang layak. Usaha pemerintah untuk
meningkatkan kesejahteraan sangat besar, yaitu dengan cara sebagai berikut.
1. Usaha Perbaikan Gizi Keluarga(UPGK) yang terpadu dengan usaha kesehatan dan
kesejahteraan keluarga, yaitu dengan didirikannya BKIA ( Balai Kesehatan Ibu dan
Anak).

2. Meningkatkan pendapatan perkapita, khususnya pada golongan masyarakat yang


memiliki kemampuan ekonomi dan kesejahteraan sosial rendah.

3. Untuk meningkatkan kualitas fisik manusia, pemerintah melakukan program


peningkatan produksi pangan.

4. Meningkatkan pendidikan dengan memberantas buta huruf melalui kejar paket A


dan mencanangkan program wajib belajar 9 tahun bebas SPP.

2. Ketersediaan Udara Bersih

Keadaan kota yang mengalami pencemaran udara

Udara bersih merupakan kebutuhan mutlak bagi kelangsungan hidup manusia.


Udara bersih banyak mengandung oksigen. Semakin banyak jumlah penduduk berarti
semakin banyak oksigen yang diperlukan. Bertambahnya pemukiman, alat transportasi, dan
kawasan industri yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak bumi, bensin, solar, dan
batu bara) mengakibatkan kadar CO2 dan CO di udara semakin tinggi. Berbagai kegiatan
industri juga menghasilkan gas-gas pencemar seperti oksida nitrogen (NOx) dan oksida
belerang (SOx) di udara. Zat-zat sisa itu dihasilkan akibat dari pembakaran yang tidak
sempurna.

Jadi dapat dipahami bahwa semakin tinggi kepadatan penduduk, maka kebutuhan
oksigen semakin banyak. Oleh karena itu pemerintah kota di setiap wilayah gencar
mengkampanyekan penanaman pepohonan. Selain sebagai penyejuk dan keindahan,
pepohonan berfungsi sebagai hutan kota untuk menurunkan tingkat pencemaran udara.
3. Ketersediaan Pangan
Untuk bertahan hidup, manusia membutuhkan makanan. Dengan bertambahnya jumlah
populasi penduduk, maka jumlah makanan yang diperlukan juga semakin banyak.
Ketidakseimbangan antara bertambahnya jumlah penduduk dengan bertambahnya produksi
pangan sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia. Akibatnya penduduk dapat
kekurangan gizi atau bahkan kurang pangan. Sebagian besar lahan pertanian di kota
digunakan untuk lahan pembangunan pabrik, perumahan, kantor, dan pusat perbelanjaan.
Untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat kota sangat tergantung dengan
tersedianya pangan dari desa. Jadi kenaikan jumlah penduduk akan meningkat pula
kebutuhan pangan dan lahan.

Thomas Robert Maltus seorang sosiolog Inggris, mengemukakan teori yang


berjudul Essay on The Principle of Population. Maltus menyimpulkan bahwa pertambahan
penduduk mengikuti deret ukur, sedangkan pertambahan produksi pangan mengikuti deret
hitung. Jadi semakin meningkat pertumbuhan penduduk, semakin tinggi pula kebutuhan
pangan. Oleh karena itu peningkatan produksi pangan perlu digalakkan. Penduduk yang
kekurangan makanan akan menyebabkan gangguan pada fungsi kerja tubuh dan dapat
terjangkit penyakit seperti busung lapar, anemia, dan beri-beri.

4. Ketersediaan Lahan
Kepadatan penduduk mendorong peningkatan kebutuhan lahan, baik lahan untuk
tempat tinggal, sarana penunjang kehidupan, industri, tempat pertanian, dan sebagainya.
Untuk mengatasi kekurangan lahan, sering dilakukan dengan memanfaatkan lahan
pertanian produktif untuk perumahan dan pembangunan sarana dan prasarana kehidupan.
Selain itu pembukaan hutan juga sering dilakukan untuk membangun areal industri,
perkebunan, dan pertanian. Meskipun hal ini dapat dianggap sebagai solusi, sesungguhnya
kegiatan itu merusak lingkungan hidup yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan.
Jadi peluang terjadinya kerusakan lingkungan akan meningkat seiring dengan bertambahnya
kepadatan penduduk.

5. Ketersediaan Air Bersih


Meskipun 2/3 dari luasan bumi berupa air, namun tidak semua jenis air dapat digunakan
secara langsung. Oleh karena itu persediaan air bersih yang terbatas dapat menimbulkan
masalah yang cukup serius. Air bersih dibutuhkan oleh berbagai macam industri, untuk
memenuhi kebutuhan penduduk, irigasi, ternak, dan sebagainya. Jumlah penduduk yang
meningkat juga berarti semakin banyak sampah atau limbah yang dihasilkan.

Pencemaran sungai akibat tingkah laku manusia

Pembuatan sumur artesis untuk keperluan industri dan kompleks perumahan


mengakibatkan sumur-sumur tradisional mengering. Selain itu, kawasan pemukiman padat
penduduk sering hanya menyediakan sedikit kawasan terbuka sebagai daerah serapan air
hujan. Kawasan yang tertutup rapat oleh aspal dan beton membuat air tidak dapat meresap
ke lapisan tanah, sehingga pada waktu hujan air hanya mengalir begitu saja melalui
permukaan tanah. Akibatnya cadangan air di dalam tanah semakin lama semakin berkurang
sehingga pada musim kemarau sering kekurangan air bersih.

Untuk menjaga ketersediaan air, langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah:

1. Menghemat pemakaian air.

2. Memelihara tumbuh-tumbuhan di sekitar kita yang berfungsi menyerap air.

3. Membuat sumur-sumur resapan.

4. Melestarikan danau, telaga,dan waduk dan daerah resapannya.


6. Pencemaran lingkungan
Aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sering menimbulkan dampak
buruk pada lingkungan. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan dan kertas,
maka kayu di hutan ditebang. Untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian, maka hutan
dibuka dan rawa/lahan gambut dikeringkan. Untuk memenuhi kebutuhan sandang, didirikan
pabrik tekstil. Untuk mempercepat transportasi, diciptakan berbagai jenis kendaraan
bermotor. Apabila tidak dilakukan dengan benar, aktivitas seperti contoh tersebut lambat
laun dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem. Misalnya
penebangan hutan yang tidak terkendali dapat mengakibatkan berbagai bencana seperti
banjir dan tanah longsor, serta dapat melenyapkan kekayaan keanekaragaman hayati di
hutan tersebut. Apabila daya dukung lingkungan terbatas, maka pemenuhan kebutuhan
penduduk selanjutnya menjadi tidak terjamin.

Di daerah yang padat, karena terbatasnya tempat penampungan sampah, seringkali


sampah dibuang di tempat yang tidak semestinya, misalnya di sungai. Akibatnya timbul
pencemaran air dan tanah. kebutuhan transportasi juga bertambah sehingga jumlah
kendaraan bermotor meningkat. Hal ini akan menimbulkan pencemaran udara dan suara.
Jadi kepadatan penduduk yang tinggi dapat mengakibatkan timbulnya berbagai pencemaran
lingkungan dan kerusakan ekosistem.

C. SOLUSI UNTUK MENGHINDARI DAMPAK PERKEMBANGAN PENDUDUK BAGI


LINGKUNGAN

 Adanya Penanaman Kembali hutan yang diubah menjadi lahan perkotaan agar
terbebas dari Pencemaran udara.

 Jangan membuang sumber daya alam secara sia-sia dan gunakanlah dengan bijak
dan sesuai keperluan dan kecukupannya.

 Kurangi Lahan perindustrian dan lahan perumahan yang sebenarnya ingin dibuat
namun tidak jadi dibuat karena masalah biaya dan masalah lainnya

 Adanya Pembudidayaan Tanaman dengan membudidayakan tanaman di tempat


lahan yang tersedia

 Adanya Penanaman pepohonan untuk menurunkan tingkat pencemaran udara


 Menggalakan Produksi pangan sehingga bisa mencegah terjadinya orang yang
busung lapar dan kurang gizi.

 Kurangi lahan perindustrian dan usahakan agar tidak mencemari lingkungan.

 Adanya sistem KB untuk mengurangi angka kelahiran dengan motto dua anak lebih
baik
BAB III

Partikel Penyusun Benda Mati dan Makhluk Hidup


Setiap benda dan makhluk hidup tersusun oleh molekul-molekul. Molekul ini
tersusun atas partikel yang lebih kecil yaitu atom. Atom tersusun atas partikel subatom
yaitu proton yang memiliki muatan positif, elektron yang memiliki muatan negatif, dan
neutron yang tidak bermuatan.

Model sederhana atom helium (He)

Selain disusun oleh molekul yang berbeda, sifat-sifat suatu materi atau benda yang
berbeda juga dapat disebabkan oleh perbedaan susunan molekul-molekul dalam materi itu.
Ada beberapa teori perkembangan atom, yaitu teori Dalton, Thomson, Rutherford, Bohr,
dan teori atom modern. Partikel subatom, misalnya elektron banyak digunakan dalam
berbagai bidang, misalnya dalam mikrokskop elektron dan sinar-X. Setiap atom memiliki
nomor atom dan nomor massa. Nomor atom menunjukkan jumlah proton, sedangkan
nomor massa menunjukkan penjumlahan proton dan neutron. Molekul dan atom yang
menerima atau melepas elektron menjadi bermuatan dan membentuk ion.

Proses pembentukan ion itu disebut ionisasi. Ion yang bermuatan positif disebut
kation. Sedangkan ion yang bermuatan negatif secara umum disebut anion. Gaya tarik-
menarik antara kation dan anion dalam senyawa tersebut disebut ikatan ionik.

Pembentukan ikatan kimia melalui penggunaan bersama elektron antardua atom


disebut dengan ikatan kovalen. Susunan elektron di dalam suatu atom disebut dengan
Konfigurasi elektron. Tingkat energi dalam suatu atom berturut-turut adalah tingkat energi
K atau n=1 yang dapat ditempati oleh 2 elektron, L untuk n=2 yang dapat ditempati oleh 8
elektron, M untuk n=3 yang dapat ditempati oleh 18 elektron dan seterusnya. Uji nyala
dapat digunakan untuk mengetahui kandungan beberapa unsur dalam suatu senyawa
secara sederhana. Intan dan grafit tersusun atas atom yang sama yaitu atom karbon(C),
namun membentuk struktur dan jenis ikatan yang berbeda sehingga dapat dihasilkan
karakteristik yang berbeda. Pada intan masing-masing atom karbon (C) mengikat empat
atom karbon (C) lainnya dengan ikatan kovalen membentuk struktur tetrahedral. Ada
beberapa jenis plastik didasarkan pada bahan penyusunnya, yaitu plastik PETE, HDPE, PVC,
LDPE, PP, PS, dan jenis lain.

Masing-masing jenis plastik memiliki karakteristik yang berbeda sehigga


pemanfaatannya juga perlu memperhatikan karakteristik dari jenis plastik tersebut. Ada
banyak jenis logam yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, misalnya baja, stainless
steel, galvalum, perunggu, dan kuningan. Suatu logam dapat dipadukan dengan logam yang
lain sehingga dapat diperoleh sifat yang baru. Tulang tersusun atas bagian yang hidup yaitu
sel-sel tulang (osteosit) dan bagian tak hidup. Zat organik penyusun tulang antara lain yaitu
kolagen, proteinpolisakarida, dan glikoaminoglikan. Zat anorganik penyusun tulang yaitu
senyawa hidroksiapetit.

Pada atom natrium (Na) yang melepaskan satu elektron, atom natrium (Na) yang
pada mulanya bersifat netral akan berubah menjadi Na bermuatan +1 yang ditulis Na+. Jenis
Na+ tersebut disebut ion Na+. Berdasarkan penjelasan tersebut, apakah kamu dapat
menyimpulkan apa itu ion? Ion yang bermuatan positif seperti ion Na+ secara umum
disebut kation. Contoh lain adalah atom kalisum (Ca) yang mempunyai susunan elektron
dalam atomnya K=2, L=8, M=8, dan N=2. Agar mempunyai 8 elektron pada kulit terluar
maka kalisum (Ca) melepaskan dua elektron menjadi ion Ca2+. Sebaliknya atom klor (17Cl)
mempunyai susunan elektron K=2,L=8, dan M=7. Agar atom klor (Cl) stabil maka
ditangkaplah satu elektron dari atom lain agar kulit atom M terisi 8 elektron. Atom klor (Cl)
yang menerima satu elektron akan kelebihan muatan negatif. Atom klor (Cl) yang pada
mulanya bersifat netral mempunyai 17 proton dan 17 elektron, jika menerima satu elektron
dari luar maka atom klor (Cl) akan menjadi bermuatan -1 atau ditulis Cl. Ion yang bermuatan
negatif secara umum disebut anion.
Partikel Penyusun Tubuh Manusia

Atom

Kulit Atom Maksimal


BAB IV

Kelistrikan dan Teknologi Listrik di Lingkungan


Energi listrik adalah energi yang berasal dari muatan listrik yang menyebabkan
medan listrik statis atau gerakan elektron dalam konduktor (pengantar listrik) atau ion
(positif atau negatif) dalam zat cair atau gas. Energi listrik dinamis dapat diubah menjadi
energi lain dengan tiga komponen dasar, sesuai dengan sifat arus listriknya. Sedangkan
menurut wikipedia energi listrik adalah energi utama yang dibutuhkan oleh
peralatan listrik.Ada dua jenis arus listrik yaitu arus listrik searah atau biasa di sebut arus DC
dan arus listrik bolak balik atau yang biasa di sebut arus AC.

Materi Kelistrikan

Satuan arus listrik adalah ampere ( A ), tegangan listrik mempunyai satuan volt ( V )
dan daya listrik memiliki satuan watt ( W ).

Sumber energi ini bermacam-macam contohnya air, pembangkit listrik tenaga air
merupakan salah satu contoh sumber energi ini yang berasal dari kekuatan air. Contoh lain
sumber energi ini adalah nuklir, panas bumi, batubara, matahari, minyak.

Kebanyakan dari pembangkit listrik memiliki bagian utama sebuah generator.

Generator pada pembangkit adalah suatu mesin yang berfungsi mengubah energi
mekanis menjadi energi listrik dengan prinsip kerja medan magnet.Mesin generator ini
dapat diaktifkan dengan menggunakan berbagai jenis sumber energi yang tersedia.
Listrik statis terjadi akibat adanya perbedaan muatan listrik. Muatan listrik sejenis
(positif dengan positif atau negatif dengan negatif) bersifat tolak menolak. Muatan listrik
yang berbeda (positif dengan negatif) bersifat tarik menarik. Besarnya gaya tolak atau gaya
tarik kedua muatan listrik dapat dihitung dengan menggunakan persamaan hukum
Coulomb.

Medan listrik adalah daerah yang masih dipengaruhi oleh gaya listrik suatu muatan
listrik. Potensial listrik merupakan usaha yang diperlukan untuk memindahkan elektron dari
satu titik ke titik lainnya yang jauhnya tak terhingga (jarak tidak berpengaruh). Muatan listrik
negatif terdapat di dalam sel saraf dan muatan listrik positif terdapat pada bagian luar sel
saraf. Sel saraf dapat menghantarkan rangsang karena adanya muatan yang tarik menarik.
Tarik-menarik muatan listrik pada saraf terjadi bila terdapat rangsangan dari
neurotransmitter.

Berdasarkan kemampuan bahan untuk menghantarkan arus listrik, bahan


digolongkan menjadi konduktor, semikonduktor, dan isolator. Besar hambatan listrik suatu
kawat dipengaruhi oleh hambat jenis kawat, panjang kawat, dan luas penampang kawat.
Hewan tertentu dapat menghasilkan listrik, misalnya ikan belalai gajah, ikan pari elektrik, hiu
kepala martil, echidnas, belut listrik, lele elektrik.

Arus listrik mengalir karena adanya perbedaan potensial listrik

Rangkaian listrik terdiri 2 jenis, yaitu rangkaian seri dan rangkaian paralel.

Energi listrik dapat dirubah menjadi energi lain, misalnya kipas angin yang mampu merubah
energi listrik menjadi energi gerak. Sebaliknya, energi lain dapat diubah menjadi energi
gerak, misalnya energi kimia pada akumulator (accu) dapat dirubah menjadi energi listrik.
Sumber energi listrik alternatif diperoleh dari sumber energi yang berlimpah di alam,
misalnya berasal dari energi matahari, energi angin, energi air, bioenergi, dan nuklir.
SEMESTER II

BAB I

Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk Teknologi


Berikut ini merupakan pembahasan tentang pemanfaatan sifat kemagnetan dalam
kehidupan sehari-hari, aplikasi medan magnet dalam kehidupan sehari-hari, contoh magnet
dalam kehidupan sehari-hari, aplikasi magnet dalam kehidupan sehari-hari, pemanfaatan
magnet dalam kehidupan sehari-hari, penerapan magnet dalam kehidupan sehari-hari, dan
contoh gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kamu melihat alat untuk mengangkat rongsokan logam? Perhatikan Gambar di
bawah ini!

Teknologi pengambilan logam

Bagaimana rongsokan logam dapat diangkat oleh mesin pengangkat rongsokan? Mesin
pengangkat rongsokan menggunakan prinsip elektromagnet untuk mengangkat logamlogam
rongsokan.

Hal tersebut dapat terjadi karena baja yang terdapat di dalam alat tersebut dililit kumparan,
kemudian dialiri arus listrik sehingga baja tersebut menjadi logam.
Aplikasi atau elektromagnetik pada produk teknologi diantaranya:

1. Bel listrik

2. Relai
3. Pesawat telepon

1. Bel listrik
Elektromagnet dalam bel listrik berupa inti besi yang berbentuk huruf U. Inti besi tersebut
dililiti kumparan dengan arah belitan yang berbeda. Hal ini dilakukan dengan maksud agar
diperoleh magnet yang berbeda jika kumparan tersebut dialiri arus listrik Ketika sakelar
ditekan. teradi aliran arus listrik. Akibatnya, inti besi lunak menjadi elektromagnet.
Elektromagnet ini dapat menarik jangkar besi lunak. Saat jangkar besi tersebutmenempel
pada elektromagnet, pemukul mengena bel dan terjadi bunyi.Selama jangkar besi
menempel pada besi lunak. aliran arus listrik terputus. Hal itu menyebabkansifat
kemagnetan inti besi lunak hilang. Akibatnya. jangkar besi lunak kembali ke posisi
semula.Demikianlah hal ini berlangsung berulang-ulang selama sakelar bel ditekan. Alat
untuk menyambung atau memutus arus listrik secara berulang-ulang secara otomatis
disebut interuptor. Jadi, elektromagnet pada bel listrik memutus dan menyambyng arus
listrik dengan cepat secara otomatis.

2.Relai
Relai adalah alat yang dapat menghubungkan atau memutus arus listrik besar menggunakan
arus listrik kecil. Oleh karena itu, motor listrik atau mesin-mesin listrik yang memerlukan
arus besar dapat dikontrol dari jauh menggunakan kabel yang dapat dilalui arus kecil. Kabel
seperti itu lebih murah harganya. Bagian utama relai adalah elektromagnet dan kontak.
Relai banyak digunakan sebagai kontak starter mobil. Adapun prinsip kerjanya adalah
sebagai berikut, ketika sakelar ditekan, arus listrik kecil mengalir. Aliran arus ini
menyebabkan jangkar besi lunak tertarik ke elektromagnet hingga menempel. Hal itu
menyebabkan kontak terhubung. Akibatnya, motor listrik teraliri arus. Aliran arus listrik
itulah yang menyebabkan motor listrik berputar.

3. Pesawat Telepon
Pesawat telepon terdiri atas dua bagian utama, yaitu mikrofon (pesawat pengirim) dan
telepon (pesawat penerima). Mikrofon terdiri atas diafragma aluminium, kotak karbon, dan
butir-butir karbon. Adapun telepon terdiri atas diafragmabesi, magnetpermanen, dan
elektromagnet.
Prinsip kerja bagian telepon adalah mengubah sinyal listrik menjadi gelombang bunyi. Sinyal
listrik yang dihasilkan mikrofon diterima oleh pesawat telepon. Apabila sinyal listrik
berubah-ubah mengalir pada kumparan, teras besi akan menjadi elektromagnet yang
kekuatannya berubah-ubah. Diafragma besi lentur di hadapan elektromagnet akan ditarik
dengan gaya yang berubah-ubah. Hal ini menyebabkan diafragma bergetar. Getaran
diafragma memengaruhi udara di hadapannya, sehingga udara akan dimampatkan dan
direnggangkan. Tekanan bunyi yang dihasilkan sesuai dengan tekanan bunyi yang dikirim
melalui mikrofon.

Sumber : http://www.dunia-mulyadi.com/2016/02/kemagnetan-dan-pemanfaatannya-
dalam-produk-teknologi.html#ixzz5LZhwLO82
BAB II

Pewarisan Sifat pada Makhluk Hidup


Pewarisan Sifat pada Makhluk Hidup - Materi IPA Kelas IX Semester genap ini mempelajari
mengenai, Mendeskripsikan prinsip-prinsip pewarisan sifat, Mendeskripsikan proses
pewarisan sifat, Menentukan hasil pewarisan persilangan dengan prinsip pewarisan sifat,
Mendeskripsikan hasil persilangan satu sifat beda dan Mendeskripsikan hasil persilangan
dua sifat beda.

Gregor Johann Mendel

Ribuan wajah disuatu tempat keramaian sepintas terlihat sama, mereka memiliki rambut,
dua telinga, satu hidung, satu mulut. Tetapi secara keseluruhan mereka tetap berbeda,
bahkan jika diantara mereka ada yang berasal dari satu keluarga. Makin dekat hubungan
kekerabatan, akan semakin banyak memiliki kesamaan sifat. Ciri unik yang diwariskan orang
tua membuat mereka berbeda satu sama lain. Gregor Johann Mendel (Austria) adalah
tokoh pertama peletak prinsip-pinsip dasar pewarisan sifat, sehingga Mendel dijuluki
sebagai Bapak Genetika.

Prinsip Dasar Genetika

Genetika adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari cara pewarisan sifat pada makhluk
hidup. Ciri makhluk hidup diperoleh melalui pewarisan sifat dari induknya. Materi sebagai
penentu sifat pada makhluk hidup disebut gen. Gen adalah materi pembawa sifat di dalam
kromosom yang menentukan sifat yang akan diwariskan kepada keturunan selanjutnya.
Setiap gen memiliki pasangan homolog yang disebut alel. Kromosom adalah benang-benang
halus bagian dari DNA yang berisi rangkaian gen pembawa sifat yang akan diwariskan
kepada keturunannya. Kromosom tubuh (Autosom) selalu berpasangan (diploid), sedangkan
kromosom kelamin (gonosom) memiliki separuh kromosom sel tubuh, dan tidak
perpasangan atau haploid.

Percobaan Mendel

Dalam penelitiannya, Mendel menggunakan tanaman kacang ercil atau kapri (Pisum
sativum) dengan alasan:

1. Memiliki bunga sempurna sehingga dapat melakukan penyerbukan sendiri

2. Umurnya pendek sehingga cepat menghasilkan keturunan

3. Mudah dilakukan penyerbukan silang

4. Memiliki pasangan sifat yang menonjol (kontras): batang tinggi-pendek, bunga di ujung-
ketiak, polong halus-keriput, warna polong hijau-kuning, warna kulit berwarna-putih, biji
halus-keriput, warna biji kuning-hijau.

Persilangan Satu Sifat Beda (Monohibrid)

Genotipe adalah rangkaian gen pembawa sifat tertentu. Sedangkan fenotipe adalah sifat
yang nampak. Genotipe selalu berpasangan, dilambangkan menggunakan huruf. Misal MM
menentukan warna merah, maka MM merupakan simbol genotipe dan merah adalah
fenotipenya.
Persilangan Monohibrid

Mendel mempersilangkan kacang ercis biji bulat dengan kacang ercis biji keriput. Setelah
terbentuk biji, kacang ercis tadi dipanen menghasilkan tanaman F1 (anak) dan ternyata
setelah diamati seluruh kacang ercis F1 tadi semuanya berbiji bulat. Kemudian Mendel
menyilangkan sesama F1 sehingga menghasilkan F2 (keturunan kedua). Ternyata pada F2
ini ditemukan ada ercis biji bulat dan ada ercis biji keriput.

Dari persilangan monohibrid tersebut menunjukkan bahwa sifat bulat dominan terhadap
keriput. Walaupun F1 membawa gen penentu keriput (b) namun fenotipe yang muncul
tetap berbiji bulat. Gen keriput (b) akan tampak pada fenotipe jika bertemu sesamanya.
Persilangan monohibrid menghasilkan; gen dominan bertemu sesamanya (homozigot
dominan) yaitu BB berfenotipe bulat. Dominan bertemu
dengan resesif (heterozigot) Bb tetap berfenotipe bulat. Sedangkan jika gen resesif bertemu
sesamanya (homozigot resesif) yaitu bb akan berfenotif keriput.

Ratio F2 pada persilangan satu sifat beda (monohibrid) adalah:


- Ratio genotipe F2 adalah BB : Bb : bb = 1 : 2 : 1
- Ratio fenotipe F2 adalah Bulat : Keriput = 3 : 1

Baca juga hubungan hereditas dan hukum mendel


Persilangan Antara (Intermediet)

Pada kenyataannya, tidak semua sifat menutupi sifat lain. Intermediet adalah sebuat gen
bertemu lawan sifatnya menghasilkan sifat baru yang merupakan perpaduan dari keduanya.

Bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) warna merah (MM) disilangkan dengan bunga pukul
empat warna putih (mm) menghasilkan F1 berwarna merah muda. Diagram persilangan
intermediet sama persis dengan persilangan monohibrid. Ratio F2 pada persilangan antara
(intermediet) adalah:
- Ratio genotipe F2 adalah MM : Mm : mm = 1 : 2 : 1
- Ratio fenotipe F2 adalah Merah : Merah Muda : putih = 1 : 2 : 1

Persilangan Dua Sifat Beda (Dihibrid)

Disilangkan jeruk bulat kulit halus dominan homozigot dengan jeruk lonjong kulit keriput
diperoleh keturunan pertama jeruk bulat kulit halus. Apabila sesama keturunan pertama
disilangkan, maka tentukan ratio genotipe dan fenotipe keturunan keduanya!
BAB III

Materi IPA Bioteknologi Pangan


Materi IPA Bioteknologi Pangan - Bioteknologi merupakan istilah yang asing bagi sebagian
orang. Namun perlu diketahui bahwa bioteknologi merupakan bidang kajian dalam ilmu
biologi yang sifatnya dinamis. Karena bioteknologi ini merupakan bidang kajian yang
tergolong baru dalam pengakjian biologi. Disebut dinamis karena perkembangannya akan
mengikuti perkembangan zaman. Dengan semakin bertambahnya waktu dapat diperkirakan
zaman akan semakin canggih yang akhirnya kelak berdampak pada perkembangan
bioteknologi ini.

A. Definisi bioteknologi
Bioteknologi berasal dari istilah Latin, yaitu Bio (hidup), teknos (teknologi =
penerapan), dan logos (ilmu). Artinya, ilmu yang mempelajari penerapan prinsip-prinsip
biologi. Dalam arti luas, bioteknologi ialah memanipulasi organisme atau komponen
organisme tersebut untuk melakukan tugas – tugas praktis atau menghasilkan produk yang
bermanfaat. Dengan kata lain, bioteknologi merupakan pemanfaatn organisme dan agen-
agen biologis untuk menghasilkan barang atau jasa untuk kepentingan manusia. Hal itu
berhubungan dengan pemanfaatan organisme atau komponen selulernya secara terarah
dan terkontrol yang melibatkan multidisiplin serta merupakan palikasi terpadu antara
mikrobiologi, biokimia, biologi sel, fisiologi, genetika molekuler, rekayasa genetika, dan
teknik kimia.

Menurut Perhimpunan Bioteknologi Eropa, bioteknologi diartikan sebagai


penggunaan biokimia, mikrobiologi, dan rekayasa kimia secara terpadu dengan tujuan untuk
penerapan teknologi dari kapasitas mikroba dan sel-sel jaringan yang dibiakkan. Dalam
penerapan yang lain, bioteknologi saat sekarang biasa untuk rekayasa genetik. Rekayasa
genetik merupakan usaha mengubah atau memanipulasi bahan atau materi genetik
organisme secara invitro dengan menambah, mengganti, mengurangi, atau memodifikasi
gen sehingga didapatkan organisme dengan ciri kemampuan yang baru. Gen-gen yang
digunakan untuk rekayasa genetik dapat berasal dari organisme sejenis atau organisme yang
berbeda jenis tanpa mengenal batas spesies. Rekayasa genetik dilakukan dengan cara yang
disebut teknik rekombinan DNA. Teknik ini dilakukan di laboratorium dengan menggunakan
peralatan yang canggih.

Berdasarkan dua pengertian bioteknologi tersebut, maka bioteknologi adalah


penggunaan biokimia, mikrobiologi, dan rekayasa genetika secara terpadu untuk
menghasilkan barang atau lainnya bagi kepentingan manusia. Biokimia mempelajari struktur
kimiawi organisme. Adapun rekayasa genetika adalah aplikasi genetik dengan
mentransplantasi gen dari satu organisme ke organisme lain. Ciri-ciri utama bioteknologi
sebagai berikut.

a. Adanya agen biologi berupa mikroorganisme, tumbuhan, atau hewan.

b. Adanya pendayagunaan secara teknologi dan industri.

c. Produk yang dihasilkan adalah hasil ekstraksi dan pemurnian.

Objek kajian dan aplikasi bioteknologi mulai dari produksi makanan yang
difermentasi, bahan kimia berupa antibiotika, enzim, etanol, asam cuka, asam sitrat, hingga
produksi energi seperti biogas, fiksasi nitrogen, dan penemuan minyak. Saat ini, aplikasi
bioteknologi tidak hanya pada mikroorganisme saja, namun pada tumbuhan dan hewan.

B. Sejarah perkembangan bioteknologi


Bioteknologi telah dimanfaatkan di segala bidang, antara lain di bidang industri, kesehatan,
pertanian, dan pengelolaan lingkungan. Sebenarnya, pemanfaatan mikroorganisme telah
dilakukan sejak dahulu kala. Misalnya, untuk membuat roti dan bir telah dimulai sejak 6.000
tahun SM dan pemanfaatan ragi untuk membuat roti yang mengembang dimulai sejak 4.000
tahun SM. Pada tahun 1512, tiga bahan kimia yang penting, yaitu aseton, butanol, dan
gliserol diperoleh dari bakteri. Tahun 1797, Edward Jenner menggunakan mikroorganisme
hidup untuk menghasilkan vaksin penyakit cacar. Tahun 1928, Alexander Fleming
menemukan penisilin dari jamur Penicilium, tetapi produksi secara besar baru dilaksanakan
pada tahun 1944. Pada ahun 1962, dimulai penggabungan uranium dengan bantuan
mikrobia.
Louis Pasteur

Bioteknologi makin berkembang setelah kemampuan mikroorganisme melakukan


fermentasi berhasil diselidiki. Penelitian mengenai fermentasi dipelopori oleh Louis Pasteur
sehingga ia dianggap sebagai Bapak Bioteknologi. Semula bioteknologi dikembangkan dalam
kondisi yang tidak steril

Sekitar tahun 1940 diperkenalkan teknik sterilisasi kultivasi massa mikroorganisme


untuk menjamin bahwa proses biologis tertentu dapat berlangsung tanpa kontaminasi
mikroorganisme. Caranya, dengan terlebih dahulu melakukan sterilisasi media dan
bioreaktor serta menggunakan peralatan yang menghindari masuknya kontaminan sehingga
hanya biokatalis yang diinginkan saja yang ada dalam reaktor. Sedangkan, perkembangan
Bioteknologi secara modern terjadi setelah penemuan struktur DNA sekitar tahun 1950 yang
diikuti dengan penemuan-penemuan lainnya. Penemuan ekspresi gen, enzim pemotong
DNA, menciptakan DNA rekombinan dengan menggabungkan DNA dari dua organisme yang
berbeda, dan kloning merupakan contoh Bioteknologi modern.

Beberapa jenis mikroorganisme dalam produk makanan dan minuman adalah sebagai
berikut.

a. Pembuatan Tape
Tape merupakan makanan hasil fermentasi yang mengandung alkohol. Makanan ini dibuat
dari beras ketan ataupun singkong dengan jamur Endomycopsis fibuligera, Rhizopus oryzae,
ataupun Saccharomyces cereviceae sebagai ragi. Ragi tersebut tersusun oleh tepung beras,
air tebu, bawang merah dan putih, kayu manis. Sebelum membuat tape perlu diperhatikan
untuk meng- hasilkan kualitas yang bagus, warnanya menarik, rasanya manis dan
strukturnya lembut dengan menggunakan cara antara lain:
 bahan dasar singkong atau beras ketan memiliki kualitas baik;

 memperhitungkan macam dan banyak ragi yang digunakan;

 memilih cara pemasakan bahan dasar (ditanak atau direbus);

 memilih cara menyimpan tape (dengan plastik atau daun);

 memperhatikan keadaan lingkungan pada saat menyimpannya.

 Adakalanya pembuatan tape ketan dilanjutkan yang akhirnya akan menghasilan


brem, baik untuk diminum atau untuk kue.

b. Pembuatan Tempe
Tempe adalah makanan yang populer di negara kita. Meskipun merupakan makanan yang
sederhana, tetapi tempe mempunyai atau mengandung sumber protein nabati yang cukup
tinggi. Tempe terbuat dari kedelai dengan bantuan jamur Rhizopus sp. Jamur ini akan
mengubah protein kompleks kacang kedelai yang sukar dicerna menjadi protein sederhana
yang mudah dicerna karena adanya perubahan-perubahan kimia pada protein, lemak, dan
karbohidrat. Selama proses fermentasi kedelai menjadi tempe, akan dihasilkan antibiotika
yang akan mencegah penyakit perut seperti diare.

c. Pembuatan Oncom
Oncom merupakan makanan yang dikenal di kawasan Jawa Barat. Oncom terbuat dari
ampas tahu, yaitu ampas kedelai dengan bantuan jamur Neurospora sitophila. Jamur ini
dapat menghasilkan zat warna merah atau oranye yang merupakan pewarna alami.
Neurospora dapat mengeluarkan enzim amilase, lipase protease yang aktif selama proses
fermentasi. Selain itu, juga dapat menguraikan bahan-bahan dinding sel ampas kacang
kedelai, singkong, atau kelapa. Fermentasi ini juga menyebabkan terbentuknya sedikit
alkohol dan berbagai ester yang beraroma sedap.

d. Pembuatan Kecap
Kecap terbuat dari kacang kedelai berwarna hitam. Untuk mempercepat fermentasi
biasanya dicampurkan sumber karbohidrat atau energi yang berbentuk tepung beras atau
nasi, sedangkan warna larutan kecap yang terjadi, tergantung pada waktu. Perendaman
kedelai dilakukan dalam larutan garam, maka pembuatan kecap dinamakan fermentasi
garam. Fermentasi pada proses pembuatan kecap dengan menggunakan jasmur Aspergillus
wentii dan Rhizopus sp. Coba Anda perhatikan beberapa kecap di pasaran, ada yang kental,
ada pula yang encer. Kecap yang kental karena banyak ditambahkan gula merah, gula aren,
atau gula kelapa, sedangkan kecap yang encer dikarenakan mengan- dung lebih banyak
garam. Ada juga kecap ikan, kecap udang, dan sebagainya. Itu bisa dilakukan karena selama
proses pembuatan ada penambahan sari ikan ataupun sari udang ke dalamnya.

e. Pembuatan Asinan Sayuran


Asinan sayuran merupakan sayuran yang diawetkan dengan jalan fer- mentasi asam. Bakteri
yang digunakan adalah Lactobacillus sp., Streptococcus sp., dan Pediococcus.
Mikroorganisme tersebut mengubah zat gula yang terdapat dalam sayuran menjadi asam
laktat. Asam laktat yang terbentuk dapat membatasi pertumbuhan mikroorganisme lain dan
memberikan rasa khas pada sayuran yang difermentasi atau sering dikenal dengan nama
‘acar’.

f. Pembuatan Roti
Jika Anda makan roti atau donat, pernahkah Anda berpikir bila pembuatan roti atau donat
itu sebenarnya juga melalui proses fermentasi? Proses fermentasi ini dibantu dengan
bantuan yeast atau khamir yaitu sejenis jamur. Jika Anda mempunyai kesempatan
memperhatikan pembuatan roti atau donat, maka adonan tepung akan mengembang. Yeast
yang ditambahkan pada adonan tepung akan menjadikan proses fermentasi, yaitu akan
menghasilkan gas karbon dioksida dan alkohol. Gas karbon dioksida tersebut dapat berguna
untuk mengembangkan roti, sedangkan alkohol dibiarkan menguap. Selanjutnya, akan
terlihat jika adonan tersebut dioven akan tampak lebih mengembang dan ukurannya
membesar, hal ini dikarenakan gas akan mengembang jika temperatur tinggi. Hasilnya
seperti yang Anda lihat roti akan berwarna kekuningan dan lembut, tetapi jika tidak
beruntung roti akan keras dan padat (bantat).

g. Pembuatan Keju
Pada umumnya keju disukai banyak orang. Keju dibuat dari air susu yang diasamkan dengan
memasukkan bakteri, yaitu Lactobacillus bulgarius dan Streptococcus thermophillus. Untuk
mengubah gula susu (laktosa) menjadi asam susu (asam laktat) susu dipanaskan terlebih
dahulu pada suhu tertentu dengan maksud untuk membunuh bakteri yang berbahaya agar
berhasil dalam proses pembuatannya. Selanjutnya, ditambahkan campuran enzim yang
mengandung renin untuk menggumpalkan susu sehingga terbentuk lapisan, yaitu berupa
cairan susu yang harus dibuang, sedangkan bagian yang padat diperas dan dipadatkan.
Enzim tersebut akan menambah aroma dan rasa, juga akan mencerna protein dan lemak
menjadi asam amino.

Pada umumnya keju dapat dikelompokkan menurut kepadatannya yang dihasilkan dalam
proses pemasakan. Keju menjadi keras apabila kelembabannya kecil dan pemampatannya
besar. Jika masa inkubasinya semakin lama, maka keasamannya makin tinggi sehingga cita
rasanya makin tajam. Misalnya, keju romano, parmesan sebagai keju sangat keras, keju
cheddar, swiss sebagai keju keras yang berperan Propioniobacterium sp., keju roqueorforti
yang berperan Pennicilium reguerforti sebagai keju setengah lunak, keju camemberti
sebagai keju lunak yang berperan Pennicilium camemberti.

h. Pembuatan Yoghurt
Yoghurt merupakan minuman yang terbuat dari air susu. Apabila dibandingkan dengan susu
biasa, yoghurt dapat memberikan efek pengobatan terhadap lambung dan usus yang
terluka. Selain itu, yoghurt dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah sehingga
mencegah penyumbatan di pembuluh darah.

Dalam proses pembuatannya, air susu dipanaskan terlebih dahulu agar tidak terkontaminasi
bakteri yang lain. Setelah dingin, ke dalam air susu dimasukkan bakteri Lactobacillus
bulgaricus dan Streptococcus termophillus. Susu dibiarkan selama 4-6 jam pada suhu 38oC–
44oC atau selama 12 jam pada suhu 32oC. Pada masa inkubasi akan dihasilkan asam laktat,
asam inilah yang membuat yoghurt berasa asam, dapat juga ditambahkan dengan buah,
kacang, atau rasa lain yang diinginkan.

i. Minuman Berakohol
Anggur dan bir merupakan sebagian dari contohnya. Mikroorganisme yang digunakan
adalah khamir dari genus Saccharomyces. Minuman yang sangat terkenal yaitu anggur
sebenarnya adalah buah anggur yang sudah mengandung gula sehingga dapat digunakan
secara langsung oleh ragi selama proses fermentasi. Pada proses pembuatan minuman ini
sudah tidak diperlukan tambahan gula lagi, apabila ingin menambah cita rasa dapat
ditambahkan buah-buahan dan gula secukupnya.
Bakteri yang digunakan adalah bakteri yang bersifat asam laktat karena buah anggur
mengandung asam malat yang tinggi. Bakteri tersebut akan mengubah asam malat menjadi
asam laktat yang lemah dan proses ini disebut fermentasi malolaktat sehingga hasil
minumannya memiliki rasa yang lebih baik dan sedikit asam.

Bir sebenarnya merupakan produk yang berasal dari tepung biji padi-padian yang
difermentasi oleh ragi. Hanya ragi tersebut tidak bisa menggunakan tepung itu secara
langsung. Cara pembuatannya, yaitu biji padi-padian dibiarkan untuk berkecambah terlebih
dahulu, kemudian dikeringkan lalu digiling, hasilnya disebut dengan malt yang berupa
glukosa dan maltosa, dan proses perubahan tersebut dinamakan dengan malting.
Selanjutnya baru difermentasi oleh ragi menjadi etanol dan karbondioksida.

j. Protein Sel Tunggal (PST)


Mengingat jumlah penduduk yang semakin meningkat dan masalah penyediaan bahan
pangan yang semakin berkurang terasa adanya ketidakseimbangan antara hasil pertanian
dan kebutuhan, bahkan sumber protein yang belum mencapai sasaran sehingga diperlukan
cara baru melalui teknologi dengan hasil teknoprotein yang dinamanakan Protein Sel
Tunggal (PST).Protein sel tunggal merupakan protein yang dihasilkan oleh mikroorganisme
misalnya ganggang, bakteri dan berada di dalam sel mikroorganisme tersebut, coba Anda
buka kembali pelajaran kelas X. Mikroorganisme tersebut memiliki protein yang beratnya
mencapai 80 % dari berat total sel. Jika mikroorganisme tersebut memiliki kemampuan
reproduksi yang sangat cepat, maka akan dihasilkan protein dalam jumlah yang banyak
dalam waktu yang singkat.
BAB IV

Materi IPA Teknologi Ramah Lingkungan


Materi IPA Teknologi Ramah Lingkungan - Di era modern sekarang ini, sebagian besar
manusia menggunakan energi untuk mempermudah beraktivitas. Masih ingatkah kamu
tentang konsep energi? Energi merupakan kemampuan untuk melakukan usaha. Coba
perhatikan alat transportasi di sekitarmu seperti sepeda motor, mobil, kapal, kereta api, dan
pesawat terbang. Alat transportasi tersebut menggunakan energi untuk mengoperasikannya
bukan? Alat-alat rumah tangga pun saat ini menggunakan energi.

Energi yang digunakan alat transportasi dan rumah tangga dapat bersumber dari alam.
Beberapa sumber energi yang digunakan manusia di antaranya adalah batubara, minyak
bumi, dan gas alam. Sumber energi tersebut disebut bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil
merupakan sumber energi yang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup yang ada dalam kerak
bumi sehingga tidak dapat diperbaharui karena dibutuhkan waktu jutaan tahun untuk
menghasilkannya. Sumber energi lainnya seperti matahari, angin, aliran air, kayu, dan panas
bumi merupakan sumber energi yang dapat diperbaharui. Sumber energi tersebut dapat
terbentuk kembali secara alami dalam waktu-waktu tertentu. Maha Besar Tuhan yang telah
menciptakan berbagai sumber energi untuk kehidupan kita di bumi. Oleh karena itu, kita
harus selalu bersyukur atas segala nikmat-Nya dengan menggunakan sumber energi secara
bijak dan menjaga ketersediaannya.
Pada tahun 1859, teknologi pengeboran minyak bumi pertama kali ditemukan dan minyak
bumi dipompa keluar dari dasar bumi di Pennsylvania, Amerika Serikat. Pada perkembangan
selanjutnya, ditemukan teknologi destilasi minyak bumi untuk mengubah minyak bumi
menjadi bahan bakar seperti bensin dan beberapa minyak yang lain. Kemudian, penggunaan
batubara dalam skala luas mulai dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Pada tahun 1885,
Carl Benz menemukan mesin yang dapat bergerak menggunakan bahan bakar bensin.

Beberapa teknologi ramah lingkungan yang telah dikembangkan salah satunya adalah
teknologi yang menghasilkan energi listrik dengan memanfaatkan angin, cahaya matahari,
panas bumi, minyak dari tumbuhan, biofuel dan bahkan dari gas hidrogen (H2) tersebut
dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan tetap mengutamakan
kelestarian alam. Tentu kita wajib bersyukur kepada Tuhan karena telah menciptakan
sumber energi tersebut dan memberikan akal pikiran pada manusia untuk mengembangkan
berbagai teknologi sehingga kita lebih mudah melakukan berbagai kegiatan. Masing-masing
teknologi yang dikembangkan manusia memiliki keunggulan dan kekurangan.

A. Pengertian dan Prinsip Teknologi Ramah Lingkungan


Teknologi ramah lingkungan merupakan bentuk penerapan teknologi yang memperhatikan
prinsip-prinsip pelestarian lingkungan. Teknologi tersebut bertujuan untuk memberi
kemudahan dan pemenuhan kebutuhan manusia. Suatu teknologi dikatakan teknologi
ramah lingkungan jika memenuhi syarat-syarat tertentu.

Teknologi ramah lingkungan bertujuan untuk menghasilkan berbagai produk dan jasa untuk
kepentingan manusia dengan memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbarui dan
tidak menghasilkan limbah yang membahayakan lingkungan. Selain itu, teknologi ramah
lingkungan juga dapat menggunakan bahan yang dapat didaur ulang.

Teknologi ramah lingkungan telah diterapkan dalam berbagai bidang antara lain di bidang
energi, bidang lingkungan, bidang industri, bidang rumah tangga, dan lainnya.

1. Bidang Energi

a. Biofuel

Biofuel, merupakan teknologi penyediaan energi alternative dengan menggunakan sumber


daya alam yang dapat diperbaharui. Biofuel, berasal dari bahan-bahan organik. Tahukah
kamu apa yang membedakan biofuel dengan bahan bakar fosil? Keduanya memang berasal
dari bahan-bahan organik tetapi biofuel dapat diolah langsung dari bahan organik seperti
tumbuh-tumbuhan sedangkan bahan bakar fosil berasal dari hewan atau tumbuhan yang
telah mati selama jutaan tahun yang lalu.

Ada dua jenis biofuel yaitu dalam bentuk etanol dan biodiesel.

Etanol merupakan salah satu jenis alkohol yang dapat dibuat dengan fermentasi karbohidrat
atau reaksi kimia gas alam. Beberapa tumbuhan yang mengandung karbohidrat tinggi
seperti jagung, sorgum, atau singkong biasanya digunakan untuk menghasilkan etanol.
Sedangkan biodiesel merupakan bahan bakar alami yang biasanya diperoleh dari lemak
nabati. Penggunaan bahan bakar dengan sumber alam yang dapat diperbaharui akan sangat
membantu kita untuk menjamin kelestarian lingkungan dan ketergantungan pada
ketersediaan minyak bumi yang semakin menipis. Selain itu sisa pembakaran dari biofuel
juga lebih ramah lingkungan.

b. Biogas

Biogas merupakan jenis bahan bakar alternatif yang saat ini sudah banyak digunakan
sebagai bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga di Indonesia. Biogas diperoleh dari
proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri anaerob (bakteri yang hidup di
lingkungan tanpa oksigen). Bakteri anaerob tersebut akan mengubah zat organic menjadi
gas metana (CH4) sebesar 75 % dan gas lainnya seperti karbondioksida, hydrogen dan
hodrogen sulfida. Namun demikian gas yang digunakan sebagai sumber bahan bakar adalah
gas metana. Bahan organik yang paling sesuai untuk produksi biogas adalah bahan organik
yang berbentuk padat, cair, dan homogen. Saat ini kotoran dan urin hewan ternak menjadi
pilihan yang sesuai untuk produksi biogas.

c. Sel Surya (Solar Cell)

Kita dapat mengubah energi matahari menjadi energi listrik dengan


menggunakan photovoltaic (PV)cell atau sering disebut solar cell atau sel surya. Pada
umumnya sel surya ini memiliki ukuran yang tipis (hampir sama dengan selembar kertas)
dan terbuat dari silikon (Si) yang dimurnikan atau polikristalin silikon dengan beberapa
logam yang mampu menghasilkan listrik.
d. Pembangkit Listrik Tenaga Air (Hydropower)

Tenaga air atau hydropower menggunakan energi gerak (energy kinetik) dari aliran air untuk
menghasilkan listrik. Siklus air dari hydropower diawali adanya evaporasi atau penguapan
air yang kemudian membentuk awan dan hujan. Air hujan yang terdapat pada dataran
tinggi, selanjutnya mengalir ke daerah yang lebih rendah melalui sungai.

e. Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut Air Laut dan Ombak (Ocean Power)

Kita juga dapat menghasilkan listrik dari aliran air yang berasal dari pasang surut air laut dan
ombak. Di beberapa pantai dan muara, level ketinggian air dapat naik atau turun hingga 6
meter bahkan lebih. Bendungan dibangun melintasi bibir pantai dan muara untuk
mengambil energi pada aliran air laut ini untuk digunakan sebagai hydropower. Saat ini
masih sedikit negara yang menerapkan teknologi ini. Salah satu negara yang sudah
menerapkan yaitu di kota La Rance, Prancis. Hal ini disebabkan pembangunan teknologi ini
membutuhkan biaya yang sangat besar, alat mudah rusak akibat korosi oleh air laut dan
badai, serta di dunia hanya sedikit daerah yang cocok untuk dibangun teknologi ini.
f. Pembangkit Listrik Tenaga Angin (Wind Power)
Perbedaan derajat dari sinar matahari yang menyinari bumi pada daerah ekuator dan
daerah kutub menyebabkan perbedaan panas di antara daerah tersebut; bersama dengan
rotasi bumi, menciptakan aliran udara yang disebut angin. Kita dapat menangkap bentuk
tidak langsung dari energi matahari ini dengan turbin angin yang dapat mengubahnya
menjadi energi listrik. Akhir-akhir ini, pembangkit listrik tenaga angin menjadi sumber energi
dunia terbesar kedua setelah panel surya.
g. Geotermal

Energi geotermal merupakan panas yang tersimpan dalam tanah, lapisan dasar bumi, dan
cairan dalam kerak bumi. Kita dapat menggunakan energi yang tersimpan ini untuk
memanaskan dan mendinginkan bangunan serta menghasilkan listrik. Ilmuwan
memperkirakan bahwa hanya dengan menggunakan 1% dari panas yang tersimpan sedalam
5 km dalam kerak bumi akan menghasilkan energi 250 kali lebih banyak dari minyak dan gas
alam yang tersimpan di seluruh lapisan bumi. Salah satu cara untuk mengambil energi
geotermal ini dengan menggunakan sistem pompa panas geotermal. Sistem ini dapat
memanaskan dan mendinginkan sebuah rumah dengan memanfaatkan perbedaan
temperatur. Di negara yang memiliki empat musim, pada musim dingin, suatu pipa yang
diletakkan dalam tanah dapat mengalirkan cairan yang membawa panas dari dasar bumi
menuju sistem pendistribusian panas di rumah. Sebaliknya, pada musim panas, sistem ini
bergerak berlawanan, memindahkan panas dari rumah dan menyimpannya dalam tanah.

h. Fuel Cell dan Hydrogen Power

Matahari menghasilkan energi yang menjaga keberlangsungan hidup di bumi melalui


penggabungan inti (fusi) atom-atom hidrogen. Hidrogen merupakan unsur kimia paling
sederhana dan paling banyak di alam semesta. Perlu kamu ketahui bahwa, hidrogen yang
banyak di alam semesta bukanlah hidrogen bebas yang dapat langsung dimanfaatkan
sebagai bahan bakar, tetapi hidrogen tersebut banyak dalam bentuk senyawa, misalnya
hidrogen pada air (H2O). Oleh karena itu, para ilmuwan menyatakan bahwa gas hidrogen
(H2) bahan bakar di masa depan. Agar hal itu dapat terwujud, ilmuwan saat ini fokus untuk
mengembangkan sel bahan bakar “full cell” yang menggabungkan gas hidrogen (H2) dan gas
oksigen (O2). Reaksi antara H2O dan O2 menghasilkan energi panas yang sangat tinggi
sehingga dapat digunakan sebagai sumber listrik. Reaksi antara keduanya dapat dituliskan
sebagai berikut:

2. Bidang Transportasi
a. Kendaraan Hidrogen (Hydrogen Vehicle)
Kendaraan hidrogen merupakan kendaraan yang menggunakan hidrogen sebagai bahan
bakar penggerak mesin. Di dalam kendaraan ini terpasang alat yang mampu mengubah
energi kimia dari hydrogen menjadi energi mekanik, dengan cara membakar hidrogen dalam
mesin pembakaran internal atau dengan mereaksikan hydrogen dengan oksigen dalam IXHO
FHOO untuk menggerakkan motor listrik. Banyak perusahaan luar yang telah
mengembangkan kendaraan ini dan diharapkan dapat berkembang pesat di tahun-tahun
mendatang.
b. Mobil Surya (Solar Car)

Mobil surya merupakan mobil yang energi utamanya berasal dari sinar matahari. Salah satu
contoh mobil surya adalah bus surya. Bus ini menggunakan sinar matahari untuk
memberikan energi pada alat-alat listrik dalam bus dan energi yang digunakan sebagai
penggerak pada mesin bus. Bus surya yang saat ini ada merupakan kendaraan yang
menggunakan baterai sebagai tempat penyimpanan listrik yang diperoleh dari cahaya
matahari atau sumber yang lain.

c. Mobil Listrik (Electric Car)

Mobil listrik merupakan mobil yang didorong oleh satu atau lebih motor listrik,
menggunakan energi listrik yang disimpan dalam baterai atau alat penyimpanan energi yang
lain. Motor elektrik ini mampu memberikan tenaga putaran dengan cepat dan memberikan
percepatan yang kuat namun halus. Mobil listrik ini pertama kali dibuat pada tahun 1884
oleh seorang berkebangsaan Inggris, Thomas Parker. Mobil listrik ini baru berkembang pesat
pada tahun 2008, semenjak ditemukannya teknologi pengaturan tenaga baterai dan
mahalnya bahan bakar fosil. Keuntungan dari penggunaan mobil listrik ini antara lain
mengurangi polusi udara, karena mobil ini tidak menghasilkan polutan dan mengurangi efek
rumah kaca. Namun, penggunaan teknologi ini secara besar-besaran masih menjumpai
beberapa hambatan, antara lain: masih tingginya biaya produksi, minimnya infrastruktur isi
ulang bahan bakar listrik, dan masih takutnya pengemudi akan kehabisan listrik sebelum
sampai di tujuan.

3. Bidang Lingkungan

a. Biopori

Biopori dikenal dengan istilah Teknologi Lubang Resapan (TLR), merupakan teknik untuk
membuat wilayah resapan air hujan. Teknik biopori memiliki prinsip yang sama dengan
sumur resapan, namun teknik ini diterapkan dengan menyediakan area yang dibuat
berlubang- lubang kecil (berpori) yang nantinya akan menyerap air hujan dan kemudian
disalurkan ke dalam tempat penampungan air. Biopori sangat bermanfaat bagi pelestarian
keseimbangan lingkungan.
b. Fitoremediasi
Masih ingatkah kamu materi bioremediasi? Fitoremediasi merupakan salah satu bentuk
bioremediasi. Fitoremediasi merupakan penggunaan tumbuhan untuk menghilangkan,
memindahkan, menstabilkan, atau menghancurkan bahan pencemar baik itu senyawa
organic maupun senyawa anorganik. Melalui fitoremediasi ini polutan (zat penyebab polusi)
seperti logam berat, pestisida, minyak, dan zat lain yang mengotori tanah, air, atau udara
dapat dikurangi bahkan dihilangkan. Fitoremediasi baru berkembang pada awal tahun 1990,
yaitu dimulai dari kesuksesan dalam memperbaiki daerah tercemar oleh zat radioaktif
sesium (Cs), stronsium (Sr), dan uranium (U) di Chernobyl, Rusia dengan menggunakan
tumbuhan bunga matahari.

c. Toilet Pengompos (Composting Toilet)


Toilet Pengompos merupakan toilet kering yang menggunakan proses secara aerob untuk
menghancurkan atau mendekomposisi feses yang dihasilkan manusia. Toilet pengompos
dapat digunakan sebagai pengganti toilet air pada umumnya. Toilet ini biasanya ditambah
dengan campuran serbuk gergaji, sabut kelapa, atau lumut tertentu untuk membantu
proses aerob, menyerap air, dan mengurangi bau. Proses dekomposisi ini umumnya lebih
cepat dari proses dekomposisi secara anaerob yang digunakan pada septic tank.

d. Teknologi Pemurnian Air (Water Purification)

Percobaan mengenai pemurnian air pertama kali dilakukan pada abad ke-17. Sir Francis
Bacon mencoba untuk mengambil garam dari air laut melalui saringan pasir. Meskipun
percobaan ini belum berhasil, percobaan ini dikenal sebagai awal dari proses pemurnian air.
Pemurnian air merupakan suatu proses penghilangan zat-zat kimia, kontaminan biologis,
partikel-partikel padat, dan gas-gas dari air yang terkontaminasi atau kotor. Tujuan dari
proses ini yaitu untuk menghasilkan air yang dapat digunakan untuk keperluan tertentu.

Secara umum proses pemurnian air merupakan proses kajian fisika, kimia dan
biologi. Secara fisika proses pemurnian air ada proses filtrasi atau penyulingan destilasi atau
penyulingan. Secara biologis ada pemberian karbok aktif. Secara biologis, ada pemberian
karbon aktif. Secara kimia, ada pemberian klorin (Cl) sinar ultraviolet (UV). Karbon aktif,
klorin, dan sinar ultraviolet dapat berperan sebagai pembunuh kuman yang ada dalam air.

4. Bidang Industri

a) Biopulping
Biopulping adalah teknologi ramah lingkungan yang terinspirasi dari proses pelapukan kayu
dan sampah tanaman oleh mikroorganisme. Proses pelapukan dilakukan secara alami oleh
beberapa jenis mikroba dan jamur, sehingga sampah dari pohon-pohon yang telah mati
akan kembali diserap oleh alam secara alami. Saat ini kendala besar yang dihadapi oleh para
pemilik industri berbahan baku seperti pabrik kertas adalah proses pengolahan limbah yang
mengandung zat kayu (lignin) yang membutuhkan proses lama dan berbahaya terhadap
kelestarian lingkungan sekitar. Biasanya limbah dari pabrik kertas akan diuraikan dengan
menggunakan bahan kimia seperti soda api, sulfit, dan garam sulfida. Bahan kimia ini akan
memberi efek negative jika digunakan secara terus menerus.
BAB V

Materi IPA Tentang Tanah dan Keberlangsungan Kehidupan


Tanah merupakan komponen penting bagi keberlangsungan kehidupan di bumi. Tumbuhan
memperoleh air dan nutrisi dari tanah, kemudian mengolahnya sehingga dapat
dimanfaatkan oleh organisme yang lainnya termasuk kita. Begitu penting peran tanah bagi
kehidupan. Coba kita bayangkan, jika tidak ada daratan, di manakah makhluk hidup akan
tinggal? Siapakah yang akan menguraikan sampah yang ada di bumi jika tidak ada organisme
tanah? Selanjutnya apa saja lapisan tanah yang ada di bumi kita ini? Apa saja
komponennya? Ayo kita pelajari materi ini dengan seksama.

A. Peranan Tanah dan Organisme Tanah bagi Keberlangsungan Kehidupan


1. Peranan Tanah

Tanah merupakan tempat hidup bagi berbagai makhluk hidup, termasuk tempat hidup bagi
tumbuhan. Tumbuhan misalnya pohon jeruk tidak mampu berpindah-pindah untuk mencari
kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu, tanah harus dapat menyediakan segala keperluan
hidup bagi pohon jeruk tersebut sehingga dapat terus tumbuh dan menghasilkan buah
sehingga dapat kita nikmati.

Tumbuhan memerlukan unsur hara atau nutrisi pada tanah yang berupa mineral-mineral
dan air yang
terkandung dalam tanah. Beberapa tumbuhan, misalnya tanaman polong-polongan dan
kacang-kacangan membutuhkan bakteri yang ada di tanah untuk membantu akar
melakukan penyerapan dan pengolahan zat hara. Menurutmu, apakah tanah hanya berguna
bagi tumbuhan saja? Apakah peranan tanah bagi makhluk hidup lain? Mari simak pelajaran
berikut ini agar kamu semakin tahu tentang peranan tanah!

Tumbuhan yang merupakan sumber pangan utama hampir semua mahkluk hidup tumbuh di
tanah. Selain mengandung nutrisi yang penting bagi tumbuhan, tanah menyimpan berbagai
macam logam,
batubara dan minyak bumi yang dibutuhkan oleh manusia untuk menunjang kehidupan
sehari-hari. Emas, perak, timah, dan benda logam lain tersebar luas di dalam tanah, tetapi
hanya beberapa wilayah di Indonesia yang tanahnya mengandung logam-logam tersebut.
Batubara dan minyak bumi juga tersimpan di tanah, sehingga perlu dilakukan penambangan
dan pengeboran untuk mendapatkannya.

2. Peran Organisme Tanah

Organisme tanah pada umumnya berada pada lapisan tanah bagian atas, kurang lebih 10 cm
di bawah permukaan tanah. Aktivitas biologis yang ada di tanah 80-100% dilakukan oleh
jamur dan bakteri.
Hasil dari aktivitas biologis yang dilakukan oleh hewan, jamur, dan mikroorganisme inilah
yang dapat mempengaruhi kesuburan, tekstur dan kegemburan tanah. Berikut ini uraian
lebih lanjut tentang beberapa peranan organisme tanah.

a. Dekomposer
Organisme tanah melakukan dekomposisi atau penguraian terhadap bahan-bahan organik
yang berasal dari sisa makhluk hidup. Misalnya, daun-daun yang telah jatuh ke tanah,
ranting-ranting,
dan jasad hewan yang telah mati menjadi materi organik yang lebih sederhana. Selain
menguraikan materi organik, organisme tanah juga dapat membantu pelapukan bantuan
menjadi bahan-bahan anorganik atau yang biasa kita sebut mineral tanah. Materi organik
dan mineral yang ada di tanah inilah yang disebut dengan zat hara atau nutrisi bagi
tanaman. Keberadaan organisme tanah sebagai dekomposer dimanfaatkan untuk membuat
pupuk kompos, yaitu pembuatan pupuk
dari bahan organik.

b. Pereaksi Kimia dalam Tanah


Bakteri yang terdapat di tanah terlibat dalam reaksi penguraian materi organik. Misalnya
bakteri Nitrosomonas yang terlibat dalam reaksi penguraian materi organik kompleks yang
berasal dari sisa
makhluk hidup menjadi nitrat, senyawa yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Mikoriza, yaitu
jamur yang mampu membantu tanaman untuk meningkatkan kemampuannya menyerap
unsur hara berupa fosfor.

c. Pengurai Polutan dalam Tanah


Organisme tanah dapat berperan sebagai agen biologis yang mampu membersihkan
polutan dalam tanah. Organisme tanah menguraikan bahan kimia yang masuk ke tanah
misalnya herbisida dari hasil pertanian. Penguraian herbisida dapat dilakukan dengan lebih
cepat jika aktivitas organisme tanah semakin tinggi. Unsur racun dan polutan
seperti arsenik, kromium, dan merkuri dapat “terkunci” di tanah karena terakumulasi di
dalam tubuh bakteri. Polutan-polutan tersebut tidak menyebabkan polusi bertambah parah.

d. Pencegah Penyakit Tanah


Pada kondisi normal ketika tanah memiliki jumlah senyawa organik dan aktivitas organisme
yang tinggi maka organisme tanah dapat melawan organisme penyakit yang masuk ke
tanah. Kondisi tanah yang normal dapat tercipta ketika aktivitas pertanian dan perkebunan
tidak berlebihan dan tidak banyak menggunakan bahan kimia untuk pupuk dan pestisida.
Secara alami, organisme yang ada di tanah memanfaatkan prinsip pengendalian biologis,
yaitu predator dan mangsa sehingga organisme yang mengganggu tanah dapat terkendali.

e. Pemberi Pengaruh pada Tekstur Tanah


Coba perhatikan tanah di sekitarmu! Tanyakan pada orang tuamu apa saja jenis tanah yang
ada di sekitarmu? Tanah dapat digolongkan menjadi beberapa jenis berdasarkan teksturnya.
Jenis tanah dapat ditentukan berdasarkan jumlah partikel penyusun yang paling
banyak terdapat pada tanah tersebut. Partikel yang terdapat di dalam tanah adalah pasir,
liat, dan debu. Tekstur tanah secara sederhana dapat ditentukan berdasarkan “Uji Rasa
atau Menentukan Tekstur Tanah”.

Tanah memiliki ukuran partikel yang berbeda-beda, oleh karena itu kita mengolongkan
tanah menjadi beberapa jenis tanah seperti tanah lempung, tanah liat dan pasir, ataupun
tanah campuran dari ketiganya. Jenis tanah dapat diberi nama berdasarkan ukuran partikel
utama atau kombinasi dari ukuran partikel yang paling melimpah. Sebagai contoh, kita
dapat menyebut “tanah liat berpasir” ketika tanah tersebut dapat dibuat menjadi pita yang
tipis dan panjang, serta terasa berpasir. Oleh karena itu kita dapat mengetahui
bahwa tanah tersebut tersusun atas tanah liat dan pasir.

f. Pengatur Kegemburan dan Struktur Tanah

Organisme tanah membantu terbentuknya struktur tanah. Struktur tanah merupakan


susunan partikel-partikel tanah yang terikat satu sama lain menjadi suatu gumpalan.
Partikel-partikel tanah direkatkan oleh suatu perekat seperti bahan organik yang dihasilkan
oleh organisme tanah. Lendir yang dihasilkan oleh organisme tanah akan bercampur dengan
tanah dan membuat partikel tanah terkumpul membentuk gumpalan-gumpalan tanah.
Gumpalan tanah yang baik akan menunjang kehidupan organisme tanah dan juga
menunjang pertumbuhan populasi organisme tanah. Keberadaan jamur di tanah juga
mampu membantu pembentukan gumpalan tanah.
B. Proses Pembentukan Tanah dan Komponen Penyusun Tanah
1 . Proses Pembentukan Tanah
Tanah sangat penting bagi kehidupan dan organisme tanah yang ada di dalamnya.
Pernahkah kamu berpikir dari manakah asal tanah? Atau, bagaimana proses pembentukan
tanah? Tanah merupakan
campuran dari batuan yang telah lapuk, penguraian bahan organik, iklim, adanya sinar
matahari, dan curah hujan mempengaruhi suhu bumi sehingga membantu mempercepat
pelapukan batuan. Selain itu pelapukan secara biologis, dibantu oleh adanya
mikroorganisme tanah dan jenis vegetasi tumbuhan juga mempengaruhi proses
pembentukan tanah. Faktor lain yang mempengaruhi pembentukan tanah adalah tipe
kamu, dibutuhkan ribuan tahun untuk membentuk tanah setebal beberapa sentimeter saja?

Pada bagian paling atas, tumbuhan memperoleh nutrisi berupa air dan mineral-mineral dari
dalam tanah. Tanah bagian atas yang kaya nutrisi ini juga rentan kehilangan kandungan
mineral dan nutrisi
akibat beberapa kejadian alam seperti hujan dan banjir apabila tidak ada tumbuhan yang
hidup di atasnya.
2. Komponen Tanah
Berikut ini akan dibahas lebih jelas tentang komponen-komponen penyusun tanah.
a. Batuan
Coba perhatikan tanah di sekitarmu! Apakah kamu dapat menemukan batuan dengan
mudah? Batuan merupakan bahan padat yang terbentuk secara alami yang tersusun dari
campuran mineral dan senyawa dengan berbagai komposisi. Para ahli geologi
mengelompokkan batuan menjadi 3 jenis berdasarkan proses terjadinya yaitu batuan beku,
sedimen, dan metamorf. Jenis-jenis batuan tersebut sudah pernah kamu pelajari pada saat
Sekolah Dasar. Batuan dapat berasal dari magma gunung berapi yang mendingin. Batuan-
batuan yang ada di bumi tersebut mengalami pelapukan sehingga menjadi bahan
pembentuk tanah.
b. Udara
Pernahkah kamu berpikir bahwa pada tanah terdapat udara? Meskipun tanah adalah benda
yang kelihatannya padat, tetapi sebenarnya pada tanah tersebut terdapat rongga-rongga
yang berisi
udara. Tahukah kamu di manakah posisi rongga udara tersebut? Agar kamu dapat
mengetahuinya perhatikan Gambar dibawah ini :
Berdasarkan Gambar di atas kamu dapat mengetahui bahwa rongga udara terdapat di
antara partikel (butiran) tanah. Selain di antara partikel tanah, rongga udara juga terdapat
di antara batuan yang terdapat di tanah, di antara batuan dan partikel tanah, di antara
partikel tanah dengan akar tumbuhan ataupun di antara akar tanaman dengan batu.
Rongga udara juga dapat terbentuk oleh aktivitas hewan
tanah, misalnya cacing.
c. Humus
Humus adalah komponen organik yang dihasilkan dari proses dekomposisi (penguraian)
hewan atau tumbuhan yang telah mati, daun yang gugur, ataupun feses oleh bakteri dan
jamur. Kamu tentunya sudah sering mendengar bahwa humus adalah tanah yang subur.
Tahukah kamu mengapa demikian? Humus adalah tanah yang memiliki tekstur gembur dan
memiliki banyak pori-pori sehingga memungkinkan untuk terjadinya pertukaran udara.
Kondisi tersebut menyebabkan akar memperoleh cukup udara dan tanah humus mampu
mempertahankan air sehingga tanah selalu lembab. Selain itu humus juga mengandung
mineral-mineral dan nutrisi yang penting bagi pertumbuhan tumbuhan.
d.Air
Apakah kamu menemukan air pada aktivitas pengamatan. Komponen-komponen Penyusun
Tanah’ yang telah kamu lakukan? Apakah sebenarnya pada tanah terdapat air? Seperti
yang telah kamu pelajari sebelumnya, tanah merupakan tempat hidup bagi berbagai
makhluk hidup, seperti bakteri, cacing, jamur, tumbuhan, dan lainlainnya. Makhluk hidup
yang hidup di tanah pada umumnya butuh
kelembaban tanah. Kelembaban tanah disebabkan karena keberadaan air di dalam tanah.
Begitu pula tumbuhan juga membutuhkan air. Air diserap oleh tumbuhan setelah air
menembus tanah dan mencapai akar.
e. Mineral
Masih ingatkah kamu dari manakah asal tanah? Tanah dapat berasal dari pelapukan
batuan dan kerak bumi. Kerak bumi memiliki tebal 10-15 kilometer atau bahkan lebih. Nah,
di dalam kerak bumi inilah banyak terdapat kandungan mineral berupa ion-ion positif dan
ion-ion negatif. Tentu kamu sudah tidak asing dengan istilah ion bukan? Beberapa ion positif
yang ada dalam tanah adalah Kalium,
Beberapa ion positif yang ada dalam tanah adalah Kalium, Kalsium dan magnesium.
Sedangkan ion-ion negatif adalah nitrat, fosfat dan sulfat. Ion-ion tersebut merupakan
nutrisi bagi tumbuhan yang diserap melalui akar. Kandungan mineral dalam tanah yang
berbeda-beda menentukan sifat dan karakter suatu tanah. Tidak semua tanah sesuai untuk
bercocok tanam bukan? Menurut pendapatmu, tanah pada daerah manakah yang sangat
mendukung untuk bercocok tanam?
f. Komponen Organik
Diawal pembahasan bab ini apakah kamu menemukan hewan atau tanaman yang hidup di
dalam
tanah? Tanah merupakan tempat hidup dari beberapa makhluk hidup mulai dari bakteri,
jamur, alga, serangga, dan cacing tanah. Organisme tanah tersebut menguraikan bahan-
bahan yang berasal dari makhluk hidup sehingga menghasilkan meterial organik di dalam
tanah. Masih ingatkah kamu bahan-bahan apa saja yang mampu diuraikan oleh organisme
tanah tersebut sehingga menjadikan tanah subur?

Anda mungkin juga menyukai