Anda di halaman 1dari 6

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkat dan


martabat manusia yang berlangsung sepanjang hayat. Pendidikan selalu
berkembang, dan selalu dihadapkan pada perubahan zaman. Untuk itu, mau tak
mau pendidikan harus didisain mengikuti irama perubahan tersebut, apabila
pendidikan tidak didisain mengikuti irama perubahan, maka pendidikan akan
ketinggalan dengan lajunya perkembangan zaman itu sendiri.

Pendidikan diharapkan membentuk manusia sosial yang dapat bergaul


dengan sesama manusia sekalipun berbeda agama, suku bangsa, pendirian dan
sebagainya. Ia juga harus dapat menyesuaikan diri dalam situasi sosial yang
berbeda-beda.

Sebuah masyarakat merupakan sebuah struktur yang terdiri atas saling


hubungan peranan-peranan dari para warganya, yang peranan-peran tersebut
dijalankan sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Saling hubungan diantara
peranan-peranan ini mewujudkan struktur-struktur peranan-peranan yang biasanya
terwujud sebagai pranata-pranata (lihat Suparlan 1986, 1996, 2004). Dan setiap
masyarakat mempunyai kebudayaan sendiri yang berbeda dari kebudayaan yang
dimiliki oleh masyarakat lainnya.

Sosiologi Pendidikan 1 “ Pendidikan dan Masyarakat



PEMBAHASAN
PENDIDIKAN DAN MASYARAKAT

1. Pengertian Pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan
potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.1
Pendidikan adalah kegiatan khas manusia (dari, oleh dan untuk) manusia.
sebagai sumber, sasaran dan pelaksana pendidikan.
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.2

2. Hubungan Pendidikan dan Masyarakat


Pendidikan merupakan sistem untuk meningkatkan kualitas hidup manusia
dalam segala aspek kehidupan. Dalam sejarah umat manusia, hampir tidak ada
kelompok manusia yang tidak menggunakan pendidikan sebagai alat
pembudayaan dan peningkatan kualitasnya. Pendidikan dibutuhkan untuk
menyiapkan anak manusia demi menunjang perannya di masa datang. Upaya
pendidikan yang dilakukan oleh suatu bangsa memiliki hubungan yang signifikan
dengan rekayasa bangsa tersebut di masa mendatang. Dengan demikian,
" Pendidikan merupakan sarana terbaik untuk menciptakan suatu generasi baru
pemuda-pemudi yang tidak akan kehilangan ikatan dengan tradisi mereka sendiri
tapi juga sekaligus tidak menjadi bodoh secara intelektual atau terbelakang dalam

1
Pasal 1UU.20/2003 tentang Sisdiknas
2
Pasal 3UU.20/2003

Sosiologi Pendidikan 2 “ Pendidikan dan Masyarakat



pendidikan mereka atau tidak menyadari adanya perkembangan-perkembangan
disetiap cabang pengetahuan manusia" [Conference Book,London,1978 : 15-17].
Perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat baik sosial maupun
kultural, secara makro persoalan yang dihadapi pendidikan adalah bagaimana
pendidikan mampu menghadirkan disain atau konstruksi wacana pendidikan yang
relevan dengan perubahan masyarakat. Kemudian disain wacana pendidikan
tersebut dapat dan mampu ditranspormasikan atau diproses secara sistematis
dalam masyarakat.
Siklus perubahan pendidikan dapat dijelaskan sebagai berikut ; Pendidikan
dari masyarakat, didisain mengikuti irama perubahan dan kebutuhan masyarakat.
Misalnya; pada peradaban masyarakat agraris, pendidikan didisain relevan dengan
irama perkembangan peradaban masyarakat agraris dan kebutuhan masyarakat
pada era tersebut. Begitu juga pada peradaban masyarakat industrial dan
informasi, pendidikan didisain mengikuti irama perubahan dan kebutuhan
masyarakat pada era industri dan informasi, dan seterusnya. Demikian siklus
perkembangan perubahan pendidikan, kalau tidak pendidikan akan ketinggalan
dari perubahan zaman yang begitu cepat. Untuk itu perubahan pendidikan harus
relevan dengan perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat pada era tersebut,
baik pada konsep, materi dan kurikulum, proses, fungsi serta tujuan lembaga-
lembaga pendidikan.

3. Pendidikan dan Pembaharuan Masyarakat


Ada para pendidik yang menaruh kepercayaan yang besar sekali akan
kekuasaan pendidikan dalam membentuk masyarakat baru. Oleh karena itu setiap
anak diharapkan memasuki sekolah dan dapat diberikan ide-ide baru tentang
masyarakat yang lebih indah daripada yang sudah-sudah. Sekolah dapat
merekonstruksi atau mengubah dan membentuk kembali masyarakat baru.
Apakah harapan itu akan terpenuhi? Dapat dipertanyakan. Pihak yang
berkuasa di suatu negara pada umumnya menggunakan sekolah untuk
mempertahankan dasar-dasar masyarakat yang ada. Perubahan yang asasi tak akan
terjadi tanpa persetujuan pihak yang berkuasa dan masyarakat. Sekolah tak dapat

Sosiologi Pendidikan 3 “ Pendidikan dan Masyarakat



melepaskan diri dari masyarakat tempat ia berada dan dari kontrol pihak yang
berkuasa. Sekolah hanya dapat mengikuti perkembangan dan perubahan
masyarakat dan tak mungkin mempelopori atau mendahuluinya. Jadi tidak ada
harapan sekolah dapat membangun masyarakat baru lepas dari proses perubahan
sosial yang berlangsung dalam masyarakat itu. Belajar dari pengalaman berbagai
dunia, tentu saja sekolah dapat digunakan oleh yang berkuasa untuk mengadakan
perubahan - perubahan radikal yang diinginkan oleh pihak yang berkuasa itu,
seperti Hitler di Jerman, Partai Komunis di Uni Soviet, Jepang di daerah
jajahannya dan sebagainya. Sistem pendidikan adalah alat yang ampuh untuk
mengindoktrinasi generasi muda agar menciptakan suatu masyarakat menurut
keinginan mereka yang mengontrolnya.
Perubahan kekuasaan dalam suatu negara, misalnya oleh golongan yang
menganut ideologi lain akan memanfaatkan sekolah sebagai alat untuk
membangun masyarakat baru menurut ideologi mereka. Dalam dunia yang
dinamis ini tanpa terkecuali setiap masyarakat akan mengalami perubahan menuju
pembaharuan. Tidak turut berubah dan mengikuti pertukaran jaman akan
membahayakan eksistensi masyarakat itu. Tiap pemerintahan akan berusaha
mengadakan perubahan yang diinginkan demi kesejahteraan rakyatnya dan
keselamatan bangsa dan negaranya. Dalam hal itu diusahakan adanya
keseimbangan antara dinamika dengan stabilitas. Perubahan-perubahan itu antara
lain tercermin dalam perubahan dan pembaharuan kurikulum dan sistem
pendidikan.
Peralihan dari jaman ke jaman memerlukan berbagai perubahan kurikulum
sesuai dengan filsafat bangsa dan paradigma dominan yang dianut. Jadi, dengan
kata lain, perubahan menuju pembaharuan dalam pendidikan sangat tergantung
kebijakan yang diambil oleh negara.

Sosiologi Pendidikan 4 “ Pendidikan dan Masyarakat



KESIMPULAN

Secara singkat pendidikan merupakan produk dari masyarakat, karena


apabila kita sadari arti pendidikan sebagai proses transmisi pengetahuan, sikap,
kepercayaan, keterampilan dan aspek-aspek kelakuan lainnya kepada generasi
muda maka seluruh upaya tersebut sudah dilakukan sepenuhnya oleh kekuatan -
kekuatan masyarakat. Hampir segala sesuatu yang kita pelajari merupakan hasil
hubungan kita dengan orang lain baik di rumah, sekolah, tempat permainan,
pekerjaan dan sebagainya. Wajar pula apabila segala sesuatu yang kita ketahui
adalah hasil hubungan timbal balik yang ternyata sudah sedemikian rupa
dibentuk oleh masyarakat kita.

Bagi masyarakat sendiri hakikat pendidikan sangat bermanfaat bagi


kelangsungan dan proses kemajuan hidupnya. Agar masyarakat itu dapat
melanjutkan eksistensinya, maka kepada anggota mudanya harus diteruskan nilai-
nilai, pengetahuan, keterampilan dan bentuk tata perilaku lainnya yang diharapkan
akan dimiliki oleh setiap anggota.

Setiap masyarakat berupaya meneruskan kebudayaannya dengan proses


adaptasi tertentu sesuai corak masing-masing periode jaman kepada generasi
muda melalui pendidikan, secara khusus melalui interaksi sosial. Dengan
demikian pendidikan dapat diartikan sebagai proses sosialisasi.

Sosiologi Pendidikan 5 “ Pendidikan dan Masyarakat



DAFTAR PUSTAKA

Azyumardi Azra, 1996.


Dalam Marwan Saridjo, “ Bunga Rampai Pendidikan Agama Islam “, Amissco,
Jakarta.

Hujair AH. Sanaky . 1999


“ Studi Pemikiran Pendidikan Islam Modern “Jurnal Pendidikan Islam, Konsep dan
Implementasi, Volume V Th IV, ISSN: 0853 – 7437, FIAI UII, Yogyakarta,
Agustus 1999.

Hujair AH. Sanaky.


“ Paradigma Baru Pendidikan Islam ( Sebuah Upaya Menuju Pendidikan yang
Memberdayakan ) “ ....................;........

http://www. pendidikan.net/mk-anam.html

Sosiologi Pendidikan 6 “ Pendidikan dan Masyarakat