Anda di halaman 1dari 4

Laporan Praktikum Fisika II

Modul K3 – Tara Kalor Listrik


Dirga Putra Wijaya / 17524051
Asisten: Sad Harimas
Tanggal praktikum: 20 April 2018
17524051@students.uii.ac.id
Teknik Elektro – Fakultas Teknologi Industri
Universitas Islam Indonesia

Abstrak—Praktikum tara kalor listrik ini bertujuan untuk energi panas, dan menentukan angka kesetaraan antara Joule
memperagakan adanya hubungan antara energi listrik dengan dan Kalori.
energi panas, dan menentukan angka kesetaraan antara joule dan
kalori. Metode yang digunakan pada praktikum ini adalah II. TINJAUAN PUSTAKA
dengan mengubah energi listrik yang dihantarkan pada kawat
menjadi panas saat dicelupkan di dalam air pada kalorimeter. A. Dasar Teori
Kesimpulan dari praktikum ini adalah energi listrik dapat Angka kesetaraan kalor listrik dapat dinyatakan dalam
diubah menjadi energi panas dan perubahan ini dinamakan tara bilangan yang menyatakan besarnya tenaga listrik yang setara
kalor listrik. Banyak sekali kegunaan dari perubahan energi ini dengan satuan tenaga panas. Salah satu cara yang dapat
seperti pada setrika, kompor listrik, dan masih banyak lagi.
dilakukan untuk mendapatkan angka kesetaraan kalor listrik
adalah denganmengubah tenaga listrik menjadi tenaga panas
dalam suatu kawat atau penghantar logam yang tercelup dalam
Kata kumci—kalor; energi listrik air yang berada di dalam kalorimeter. Kawat sebagai
penghantar yang dialiri arus listrik dengan waktu tertentu akan
I. PENDAHULUAN
menimbulkan panas. Panas tersebut merupakan perubahan dari
Kehidupan sehari-hari manusia khususnya pada zaman energi listrik ke energi kalor yang dapat difomulasikan
sekarang tentu tidak terlepas dengan kebutuhan pokok yaitu menggunakan persamaan:
energi listrik. Baik di rumah, sekolah, maupun gedung-gedung
tinggi seperti perkantoran, hotel, dan masih banyak lagi tentu 𝑾 = 𝑽. 𝒊. 𝒕 (1.1)
membutuhkan energi listrik untuk menjalankan kegiatannya Keterangan :
sehari-hari. W = energi listrik (joule)
V = tegangan/ bedapotensial (Volt)
Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak i = kuataruslistrik (ampere)
dapat diciptakan maupun dimusnahkan, akan tetapi energi t = waktu (sekon)
dapat diubah dari suatu bentuk energi ke bentuk energi lainnya.
Hukum kekekalan energi ini berlaku juga pada energi listrik. Besarnya energi listrik yang berubah menjadi energi kalor
Energi listrik dapat diubah ke energi panas. Perubahan energi yang terjadi pada air yang berada dalam kalorimeter dapat
listrik menjadi energi panas ini dapat terjadi karena arus listrik dicari menggunakan persamaan:
pada suatu rangkaian dengan jangka waktu tertentu akan
menimbulkan panas. Beberapa alat yang menggunakan prinsip 𝑯 = (𝑵𝑨 + 𝒎. 𝒄)𝜟𝑻 (1.2)
perubahan energi ini adalah kompor listrik, setrika listrik,
solder listrik, hair dryer, dan semua alat-alat pemanas yang Keterangan:
menggunakan sumber energi listrik. H = panas (harga kalorimeter dan isinya)
Panas dalam merupakan identifikasi dari suatu energi ke NA = nilai air kalorimeter (kal/g.℃)
energi lain karena perubahan suhu. Perpindahan energi inilah
yang disebut dengan kalor. Kalor dapat didefiniskan sebagai m = massa air (gram)
energi yang berpindah dari suatu sistem yang bersuhu tinggi ke c = kalorjenis air (kal/kg.℃)
suatu sistem yang bersuhu rendah. Seperti pemaparan di atas
bahwa energi panas juga dapat diubah ke energi listrik. ΔT= perubahan temperatur kalorimeter (Ta – Tb)
Peristiwa inilah yang disebut dengan tara kalor listrik. Teori Ta = suhu akhir sistem pada kalorimeter (℃)
dasar dari tara kalor listrik ini adalah Hukum Joule dan Azas
Black. Dengan begitu pentingnya ilmu tentang tara kalor Tb = suhu awal sistem pada kalorimeter (℃)
listrik, maka praktikum ini perlu dilakukan untuk Tara kalor listrik ini merupakan pembanding antara energi
memperagakan adanya hubungan antara energi listrik dengan listrik yang digunakan dengan panas yang dihasilkan, maka
didapatkan persamaan:[1]
𝑾 III. METODE PRAKTIKUM
𝑱= (1.3)
𝑯
Grafik 1. Langkah-langkah percobaan
Keteranagn:
J = joule (joule/kalori)
Menyiapkan alat dan bahan
W = energi listrik (joule)
H = panas
Energi kalor dinyatakan dalam kalori dan energi listrik
dinyatakan dalam joule. Agar energi kalor dan energi listrik
Membuat rangkaian seperti pada
dapat setara maka nilai energi listrik yang masih satuan joule
prosedur
dikonversi ke satuan kalori. Dengan hal tersebut maka tara
kalor listrik dapat ditentukan melalui persamaan:
𝑸= 𝜶𝒙𝑾 (1.4)
Menimbang kalorimeter kosong +
(𝑯 + 𝑾). ∆𝑻 = 𝜶 𝒙(𝑽. 𝒊. 𝒕)
pengaduk
(𝒎𝒂 . 𝒄𝒂 + 𝒎𝒌 . 𝒄𝒌 ). ∆𝑻 = 𝜶 𝒙(𝑽. 𝒊. 𝒕)
sehingga,
(𝒎𝒂 .𝒄𝒂 +𝒎𝒌 .𝒄𝒌 ).∆𝑻 Mendinginkan kalorimeter yang
𝜶= (1.5)
(𝑽.𝒊.𝒕) sudah berisi air ± 110 gram

dengan 𝜶 didefinisikan sebagai nilai dari kesetaraan antara


energi listrik yang diberikan terhadap panas yang dihasilkan. Menghubungkan kalorimeter
dengan rangkaian

Menyalakan rangkaian dan


mengaduk kalorimeter

Mengamati dan mencatat arus,


tegangan, dan suhu akhir

Mengulangi langkah tersebut untuk


massa air yang telah ditentukan

Merapikan alat dan bahan seperti


kondisi semula

Dalam percobaan kali ini ada beberapa tahapan yang harus


dilakukan untuk menjalankan percobaan sesuai dengan
prosedur. Yang pertama yaitu menyiapkan alat dan bahan
yang diperlukan yaitu kalorimeter dengan pengaduk,
ampermeter, stopwatch, kabel jumper, voltmeter, dan
termometer. Setelah alat dan bahan sudah siap maka
selanjutnya yaitu membuat rangkaian seperti prosedur pada
modul praktikum. Lalu menimbang kalorimeter kosong
dengan pengaduknya. Selanjutnya memasukkan air ± 110
gram ke dalam kalorimeter dan mendinginkannya hingga suhu
berada dibawah suhu kamar ketika praktikum dilakukan. Tabel III. Ralat energi kalor pada tiap massa air
Setelah suhu air dan kalorimeter sudah berada dibawah suhu
kamar, langkah selanjutnya yaitu menyambungkan Dengan adanya sumber energi listrik pada rangkaian
kalorimeter dengan rangkaian serta mencatat suhu awal dari percobaan yang dihubungkan dengan kawat, maka akan ada
kalorimeter. Selanjutnya menyalakan rangkaian dan arus listrik yang mengalir pada kawat tersebut. Dengan adanya
mengaduk kalorimeter menggunakan pengaduk yang sudah aliran arus listrik pada kawat, maka pada waktu tertentu kawat
tersedia secara terus-menerus selama waktu yang telah tersebut akan menghasilkan panas. Pada saat percobaan,
ditentukan serta mencatat arus, tegangan, dan suhu akhir air. praktikan mengukur arus listrik menggunakan ampermeter
Melakukan tahap tersebut sebanyak tiga kali untuk massa air serta tegangan listrik menggunakan voltmeter pada sistem
yang sama. Lalu mengganti air yang sudah digunakan tersebut dan mendapatkan ralat seperti yang tertera pada tabel
sebanyak tiga kali tersebut dan menggantinya dengan air yang dibawah ini.[3]
baru. Setelah itu mengulagi proses pemasukan air ke dalam
kalorimeter dengan massa air yang telah ditentukan dan Massa air (gram) 𝐼 ̅ ± ∆𝐼 (Amper) 𝑉̅ ± ∆𝑉 (Volt)
melakukan proses setelahnya hingga didapatkannya nilai arus, 110 0.866 ± 0.111 7.5 ± 0
tegangan, dan suhu akhir air. Langkah yang terakhir yaitu 120 0.966 ± 0.057 7.166 ± 0.287
merapikan kembali alat dan bahan sesuai kondisi semula. 130 1.066 ± 0.111 7.333 ± 0.286
Tabel IV. Ralat arus listrik dan tegangn listrik pada tiap massa air
IV. HASIL DAN ANALISIS
A. Data Pengamatan Setelah menghitung arus listrik dan tegangan listrik pada
sistem tersebut, praktikan lalu menghitung energi listrik
Berat Suhu Suhu Arus dengan persamaan (1.1). Hasil perhitungan energi listrik yang
kalorimter + Berat Awal Akhir Tegangan
Setiap 2 dilakukan praktikan dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
No pengaduk Air Air Air Setiap 2
Menit
(gram) Menit (V)
(gram) (oC) (oC) (A)
1 76 110 23 24 0.8 7.5 Massa air (gram) 𝑊̅ ± ∆𝑊 (Joule)
2 76 110 24 26 1 7.5 110 779.4 ± 99.9
3 76 110 24 25 0.8 7.5 120 830.682 ± 59.239
4 76 120 21 22 0.9 7
130 938.037 ± 104.302
5 76 120 23 24 1 7.5
Tabel IV. Ralat energi listrik pada tiap massa air
6 76 120 22 22.5 1 7
7 76 130 25 26 1 7
8 76 130 26 27 1.2 7.5 Dengan energi listrik sudah didapatkan nilainya, maka
9 76 130 27 28 1 7.5 praktikan dapat menghitung nilai tara kalor listrik
Tabel I. Hasil pengamatan sementara menggunakan metode matematis dengan persamaan (1.5).
Dengan persamaan tersebut, praktikan mendapatkan nilai tara
B. Analisis Data kalor listrik seperti tabel di bawah ini.
Dengan menggunakan metode interpolasi, pada percobaan
ini didapatkan Ck 0.224 kal/g oC, dan Cp 0.1089 kal/g oC
Massa air (gram) 𝑎̅ ± ∆𝑎 (kal/j)
dengan suhu kamar saat percobaan 29oC. Selama percobaan,
110 0.212 ± 0.023
praktikan mengamati adanya perubahan suhu pada air ketika
120 0.134 ± 0.007
kawat yang tercelup pada air diberi aliran listrik.
130 0.153 ± 0.017
Tabel V. Ralat tara kalor listrik pada tiap massa air
Massa air (gram) ̅̅̅̅
𝑑𝑇 ± ∆𝑑𝑇 (0C)
110 1.333 ± 0.576
120 0.833 ± 0.286
130 1±0 V. KESIMPULAN
Tabel II. Ralat perubahan suhu pada tiap massa air Pada percobaan ini dapat disimpulkan bahwa energi listrik
dapat diubah menjadi energi panas dan perubahan ini
Dengan adanya perubahan suhu pada suatu sistem, tentu dinamakan tara kalor listrik. Banyak sekali kegunaan dari
sistem tersebut mempunyai energi kalor. Energi kalor perubhan energi ini seperti pada setrika, kompor listrik, dan
merupakan panas dari suatu zat yang dapat berpindah ke zat masih banyak lagi. Setelah melakukan perhitungan, dengan
lain saat kedua zat tersebut bersinggungan. Pada percobaan ini teori dasar bahwa untuk setiap 1 joule tenaga listrik yang
praktikan menghitung nilai energi kalor yang tertera pada hilang, panas yang timbul adalah 0. 239 kal/joule, maka tidak
tabel dibawah ini.[2] didapatkan kesataraan kalor listrik pada praktikum ini. Hal ini
dapat disebabkan adanya kesalahan dalam melakukan
Massa air (gram) 𝑄̅ ± ∆𝑄 (kalori) percobaan, baik dalam penggunaan kalorimeter, voltmeter,
110 165.302 ± 71.3450 ataupun ampermeter.
120 111.628 ± 38.139
130 144.008 ± 0 DAFTAR PUSTAKA
[1] Tim Laboratorium Fisika Dasar Terpadu UII, MODUL 2017.
PRAKTIKUM FISIKA II. Yogyakarta:
LABORATORIUM FISIKA DASAR UII, 2018. [3] Mulyani, “Laporan Praktikum Konstanta Joule,” 2011.

[2] E. Setyani, “Laporan Praktikum Tara Kalor Listrik,”