Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL

Makalah Ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Auditing 1

Dosen Pengampu: Drs. H. Suratno, M.Si

Disusun Oleh:

Gatot Aris Munandar (2016353655)

JURUSAN AKUNTANSI

INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS AHMAD DAHLAN

JAKARTA

2018
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Pada umumnya setiap perusahaan dalam menjalankan fungsi-fungsi yang


terdapat dalam perusahaan memerlukan pengawasan dan pengendalian dalam
melaksanakan semua kegiatan perusahaan tersebut. Hal ini dilakukan agar
pelaksanaan kegiatan dari perusahaan tersebut bisa mencapai tujuan yang diinginkan
perusahaan, dan bisa terhindar dari kecurangan/penyelewengan yang dilakukan pihak-
pihak tertentu.
Dengan adanya struktur pengendalian intern yang dapat menjaga kekayaan
perusahaan maupun kekayaan investor dan kreditur yang ditanamkan dalam
perusahaan. Suatu kegiatan perusahaan menghasilkan informasi yang akan
memberikan manfaat kepada para pemakainya apabila kegiatan tersebut dilaksanakan
sesuai dengan prosedur yang ditentukan. Pengendalian Intern Kas akan menghasilkan
informasi yang berguna bagi para pemakainya apabila pengendalian intern tersebut
sudah efektif.Untuk menjaga aktiva, memastikan akurasi, kejujuran dan efisiensi
penanganan sumber-sumber daya dan pencatatan transaksi-transaksinya setiap
perusahaan harus mempunyai sistem pengendalian intern. Pengendalian intern tidak
menghilangkan kekeliruan, kesalahan dan kecurangan-kecurangan yang terjadi pada
perusahaan, tapi pengendalian intern dimaksudkan untuk dapat mengetahui kasalahan
dengan cepat dan segera menanganinya, menekan serendah mungkin masalah-
masalah tersebut.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Apa pengertian dari pengendalian intern?


2. Apa saja unsur-unsur pengendalian intern?
3. Apakah manfaat dari pengendalian intern?
4. Apa tujuan dari pengendalian intern?

1.3 TUJUAN
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk:
1 Menjelaskan pengertian pengendalian intern,
2 Mengetahui fungsi dan tujuan pengendalian intern,
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Sistem Pengendalian Internal (SPI)


Suatu perencanaan yang meliputi struktur organisasi dan semua metode dan
alat-alat yang dikoordinasikan yang digunakan di dalam perusahaan dengan tujuan
untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran
data akuntansi, mendorong efisiensi, dan membantu mendorong dipatuhinya
kebijakan manajemen yang telah ditetapkan.

Sistem Pengendalian Internal yang handal dan efektif dapat memberikan informasi
yang tepat bagi manajer maupun dewan direksi yang bagus untuk mengambil
keputusan maupun kebijakan yang tepat untuk pencapaian tujuan perusahaan yang
lebih efektif pula.

Dilihat dari tujuan tersebut maka sistem pengendalian intern dapat dibagi menjadi dua
yaitu Pengendalian Intern Akuntansi (Preventive Controls) dan Pengendalian
Intern Administratif (Feedback Controls).

Pengendalian Intern Akuntansi dibuat untuk mencegah terjadinya inefisiensi yang


tujuannya adalah menjaga kekayaan perusahaan dan memeriksa keakuratan data
akuntansi. Contoh : adanya pemisahan fungsi dan tanggung jawab antar unit
organisasi.

Pengendalian Administratif dibuat untuk mendorong dilakukannya efisiensi dan


mendorong dipatuhinya kebijakkan manajemen (dikerjakan setelah adanya
pengendalian akuntansi) Contoh : pemeriksaan laporan untuk mencari penyimpangan
yang ada, untuk kemudian diambil tindakan.
Menjaga kekayaan organisasi

Mengecek ketelitian dan keandalan


data akuntansi
Tujuan Pokok Sistem
Pengendalian Intern
Mendorong efisiensi

Mendorong dipatuhinya
kebijakan manajemen

2.2 Unsur-unsur Sistem Pengendalian Internal

a. Struktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan kerangka (framework) pembagian tanggung jawab
fungsional kepada unit-unit organisasi yang dibentuk untuk melaksanakan kegiatan-
kegiatan pokok perusahaan. Dalam perusahaan manufaktur misalnya,
kegiatan pokoknya adalah memproduksi dan menjual produk. Untuk melaksanakan
kegiatan pokok tersebut dibentuk departemen produksi, departemen pemasaran, dan
departemen keuangan dan umum. Departemen-departemen ini kemudian terbagi-
bagi lebih lanjut menjadi unit-unit organisasi yang lebih kecil untuk melaksanakan
kegiatan-kegiatan perusahaan. Pembagian tanggung jawab fungsional dalam
organisasi ini didasarkan pada prinsip-prinsip berikut ini :
 Harus dipisahkan fungsi-fungsi operasi dan penyimpanan dari fungsi
akuntansi. Fungsi operasi adalah fungsi yang memiliki wewenang untuk
melaksanakan suatu kegiatan misalnya pembelian. Fungsi penyimpanan
adalah fungsi yang memiliki wewenang untuk menyimpan aktiva perusahaan.
Fungsi akuntansi adalah fungsi yang memiliki wewenang untuk mencatat
peristiwa keuangan perusahaan.
 Suatu fungsi tidak boleh diberi tanggung jawab penuh semua tahap suatu
transaksi

b. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang


cukup terhadap Aktiva, Utang, pendapatan dan biaya
Dalam organisasi setiap transaksi hanya terjadi atas dasar otorisasi dari pejabat yang
memiliki wewenang untuk menyetujui terjadinya transaksi tersebut. Oleh karena itu
dalam organisasi harus dibuat sistem yang mengatur pembagian wewenang untuk
otorisasi atas terlaksananya setiap transaksi dalam organisasi. Oleh karena itu
penggunaan formulir harus diawasi sedemikian rupa guna mengawasi pelaksanaan
otorisasi. Di pihak lain, formulir merupakan dokumen yang dipakai sebagai dasar
untuk pencatatan transaksi dalam catatan akuntansi. Prosedur pencatatan yang baik
akan menjamin data yang direkam dalam formulir dicatat dalam catatan akuntansi
dengan ketelitian dan keandalan (realibility) yang tinggi. Dengan demikian sistem
otorisasi akan menjamin dihasilkannya dokumen pembukuan yang dapat dipercaya,
sehingga akan menjadi masukan yang dapat dipercaya bagi proses akuntansi.
Selanjutnya, prosedur pencatatan yang baik akan menghasilkan informasi yang teliti
dan dapat dipercaya mengenai kekayaan, utang, pendapatan, dan biaya suatu
organisasi.

c. Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit
Adapun cara-cara yang umumnya ditempuh oleh perusahaan dalam menciptakan
praktik yang sehat adalah
 Pemeriksaan mendadak (surprised audit). Pemeriksaan mendadak
dilaksanakan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak yang akan
diperiksa, dengan jadwal yang tidak teratur.
 Setiap transaksi tidak boleh dilaksanakan dari awal sampai akhir oleh satu
orang atau satu unit organisasi.
 Perputaran jabatan (job rotation). Perputaran jabatan yang diadakan secara
rutin akan dapat menjaga independensi pejabat dalam melaksanakan tugasnya,
sehingga persekongkolan diantara mereka dapat dihindari.
 Secara periodik diadakan pencocokan fisik kekayaan dengan catatan. Untuk
menjaga kekayaan organisasi dan mengecek ketelitian dan keandalan catatan
akuntansinya.
 Pembentukan unit organisasi yang bertugas untuk mengecek efektivitas untur-
unsur sistem pengndalian yang lain.

d. Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya


Untuk mendapatkan karyawan yang kompeten dan dapat dipercaya berbagai cara
berikut ini dapat ditempuh :
 Seleksi calon karyawan berdasarkan persyaratan yang dituntut oleh
pekerjaannya. Untuk memperoleh karyawan yang mempunyai kecakapan
sesuai dengan tuntutan tanggung jawab yang akan dipikulnya, manajemen
harus mengadakan analisis jabatan yang ada dalam perusahaan dan
menentukan syarat-syarat yang dipenuhi oleh calon karyawan yang
menduduki jabatan tersebut.
 Pengembangan pendidikan karyawan selama menjadi karyawan perusahaan,
sesuai dengan tuntutan perkembangan pekerjaannya.

2.3 Lingkungan Pengendalian

Lingkungan Pengendalian dari suatu organisasi menekankan pada berbagai macam


faktor yang secara bersamaan mempengaruhi kebijakan dan prosedur pengendalian.

1. Filosofi dan Gaya Operasional Manajemen

Filosofi adalah seperangkat keyakinan dasar yang menjadi parameter bagi perusahaan
dan karyawannya (menggambarkan apa yang seharusnya dikerjakan dan yang tidak
dikerjakan). Gaya Operasional mencerminkan ide manajer tentang bagaimana
kegiatan operasi suatu perusahaan harus dikerjakan (Filosofi perusahaan
dikomunikasikan melalui gaya operasi manajemen)

2. Struktur Organisasi

Salah satu elemen kunci dalam lingkungan pengendalian adalah struktur organisasi.
Struktur Organisasi menunjukkan pola wewenang dan tanggung jawab yang ada
dalam suatu perusahaan (desentralisasi maupun sentralisasi).

3. Dewan Komisaris Dan Audit Komite

Dewan komisaris merupakan penghubung antara pemegang saham dengan pihak


manajemen perusahaan. Pemegang saham mempercayakan pengendalian atas
manajemen melalui dewan komisaris. (jadi semuanya tergantung dari dewan
komisaris)

Komite audit dibentuk oleh dewan komisaris untuk melaksanakan pengawasan


terhadap pelaksanaan pengendalian operasional perusahaan.

4. Metode Pendelegasian Wewenang Dan Tanggung Jawab

Metode pendelegasian wewenang dan tanggung jawab mempunyai pengaruh yang


penting dalam lingkungan pengendalian. Biasanya metode ini tercermin dalam suatu
bagan organisasi.

5. Metode Pengendalian Manajemen

Lingkungan pengendalian juga dipengaruhi oleh metode pengendalian manajemen.


Metode ini meliputi pengawasan yang efektif (melalui peranggaran), laporan
pertanggung jawaban dan audit internal.

6. Kebijakkan dan praktik kepegawaian

Kebijakan dan praktek yang berhubungan dengan perekrutan, pelatihan, evaluasi,


penggajian dan promosi pegawai, mempunyai pengaruh yang penting dalam mencapai
tujuan perusahaan sebagaimana juga dilakukan dalam meminimumkan resiko.

7. Pengaruh Ekstern

Organisasi harus mematuhi aturan-aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun


pihak yang mempunyai juridiksi atas organisasi. Hal tersebut sangat berpengaruh
pada pengendalian intern perusahaan.

2.4 Pihak Yang Bertanggung Jawab Atas Pengendalian Internal

Tanggung jawab untuk mengembangkan dan mengoperasikan pengendalian


intern akuntansi yang baik dalam perusahaan adalah terletak ditangan manajemen
puncak, karena dipundak merekalah tanggungjawab atas pengelolaan dana yang
dipercayakan oleh pemilik perusahaan terletak.
Konsep salah yg seringkali dilakukan oleh manajemen puncak adalah :

a. Sistem pengendalian intern dikira merupakan tanggung jawab direktur keuangan saja
b. Adanya persepsi bahwa sistem pengendalian intern dapat menggantikan kekurang-
ahliannya dalam mengelola perusahaan
c. Sistem pengendalian intern seringkali disamakan dgn unit organisasi yg disebut dgn
satuan pengawas intern dalam perusahaan
d. Adanya pendapat bahwa perancangan dan penerapan sistem pengendalian intern
merupakan tanggung jawab satuan pengawas intern

2.5 Keterbatasan Sistem Pengendalian Internal

 Kesalahan dalam pertimbangan.


 Pengendalian tak mengarah pada seluruh transaksi.

2.6 Jenis-jenis Sistem Pengendalian Internal


1. Pengendalian Akuntansi
Pengendalian akuntansi (accounting control) adalah suatu pengendalian yang
termasuk dalam unsur pengendalian internal poin 1 dan 2 yang meliputi rencana,
prosedur dan pencatatan untuk mencegah terjadinya inefisiensi. Pengendalian ini
menjamin bahwa semua transaksi dilaksanakan sesuai otorisasi manajemen. Transaksi
dicatat sesuai dengan Standar Akuntansi.
Contoh : adanya pemisahan fungsi dan tanggung jawab antar unit organisasi.
Pengendalian akuntansi mencakup semua aspek dari transaksi-transaksi keuangan
seperti misalnya pembayaran kas, penerimaan kas, arus dana, investasi yang bijaksana
dan pengamanan dana dari penggunaan yang tidak syah.

Tujuan utama dari pengendalian akuntansi adalah:


a. Menjaga keamanan harta kekayaan milik perusahaan.
b. Memeriksa ketepatan dan kebenaran data akuntansi.
Bentuk-bentuk Pengendalian Akuntansi
a. Pengendalian Umum
Pengendalian umum merupakan standart dan panduan yang digunakan oleh
karyawan untuk melakukan fungsinya. Unsur pengendalian umum ini meliputi:
Organisasi, prosedur dan standar untuk perubahan program, pengembangan sistem
dan pengoperasian fasilitas pengolahan data.

Yang termasuk dalam pengendalian umum diantranya :

 Pengendalian organisasi dan operasi


 Pengendalian dalam pengembangan system
 Pengendalian atas Dokumentasi
 Pengendalian perangkat keras, perangkat lunak sistem operasi dan perangkat lunak
sistem lainnya
 Pengendalian penggunaan komputer, fasilitas dan datanya

b. Pengendalian Aplikasi
Pengendalian aplikasi adalah suatu pengendalian yang mencakup semua,
pengawasan transaksi dan penggunaan program- program aplikasi dikomputer. Untuk
menjaga agar setiap transaksi mendapat otorisasi serta dicatat, diklasifikasikan,
diproses, dan dilaporkan dengan benar.
Tujuan dari pengendalian aplikasi adalah untuk mencegah atau mendeteksi
adanya penyelewengan akan aplikasi program yang diterapkan pada sistem
perusahaan.

Perbedaan karakteristik Sistem Manual dengan Sistem Komputer

Pengendalian Intern Akuntansi dalam Pengendalian Intern Akuntansi dalam


Sistem Manual Sistem Komputer
Pembagian tanggung jawab pelaksanaan Karena ketelitian & kecepatan
suatu transaksi ke tangan beberapa pengolahan data dgn komputer, lebih
orang atau departemen agar tercipta sedikit diperlukan cek silang dalam
adanya cek silang (cross-check) dan pengolahan data, terutama yg
spesialisasi pekerjaan klerikal menyangkut perhitungan dalam
pengolahan data akuntansi
Dilakukan pemeriksaan secara visual Komputer dapat melakukan berbagai
terhadap transaksi penting & dokumen pemeriksaan (edit) yg semula dilakukan
yg diproses melalui sistem oleh manusia melalui program komputer,
sehingga mengurangi pekerjaan editing
dokumen secara visual
Manual system menitikberatkan Sistem komputer menitikberatkan
pengendalian di tangan manusia, yg pengendalian melalui program komputer,
dicapai dgn pembagian tanggung jawab sehingga pembagian tanggung jawab
pelaksanaan transaksi ke beberapa orang fungsional dalam pelaksanaan transaksi
atau bagian dapat dikurangi

2. Pengendalian Administrasi
Pengendalian administrasi (administrative control) dibuat untuk mendorong
dilakukannya efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakkan manajemen
(dikerjakan setelah adanya pengendalian akuntansi). Pengendalian administratif
mendukung pengendalian akuntansi yang berorientasi pada manajemen.
Contoh : pemeriksaan laporan untuk mencari penyimpangan yang ada, untuk
kemudian diambil tindakan.
Yang termasuk dalam pengendalian administratif, yaitu:

a. Pengendalian perencanaan, yang terdiri dari anggaran penjualan (sales budget),


perencanaan induk (master plan), perennaan jaga-jaga (contingency plan), peramalan
arus kas (cash flow forecast) dan pengendalian perediaan (inventory control)
b. Pengendalian personil, yang terdiri dari recruitment, pelatihan, evaluasi
pekerjaan, administrasi gaji, promosi dan transfer
c. Pengendalian standar operasi, yang terdiri dari standar yang harus dikerjakan dan
system untuk melaporkan penyimpangan

Pengendalian administratif memiliki tujuan utama:


1) Meningkatkan efisiensi operasi kegiatan
2) Mendorong ditaatinya kebijaksanaan-kebijaksanaan perusahaan
Bentuk-bentuk Pengendalian Administrasi
a. Pengendalian umpan balik
Pengendalian umpan balik adalah suatu proses mengukur keluaran (output) dari
sistem yang membandingkan dengan suatu terstandar tertentu. Bilamana terjadi
perbedaan-perbedaan atau penyimpangan maka akan dikoreksi untuk memperbaiki
masukan (input) sistem selanjutnya. Pada sistem ini keluaran (output) tidak ikut andil
dalam aksi pengendalian. Di sini kinerja kontroler tidak bisa dipengaruhi oleh input atau
masukan referensi.
b. Pengendalian umpan maju
Pengendalian umpan maju atau disebut juga dengan istilah umpan balik positif
adalah mendorong proses dari sistem supaya menghasilkan hasil balik yang positif.
Sistem pengendalian umpan maju merupakan perkembangan dari sistem umpan balik.
Supaya suatu keluaran (output) dapat menghasilkan umpan balik yang positif maka
pengendalian tidak boleh diukur dari keluarannya tetapi diukur dan dikendalikan dari
prosesnya. Dan selama proses terjadi didalam sistem maka selalu dilakukan pengamatan
dan cepat-cepat diatasi bila mulai terjadi penyimpangan, sebelum terlanjur fatal pada
keluarannya. Pengendalian jenis ini adalah suatu sistem pengaturan dimana sistem
keluaran pengendalian ikut andil dalam aksi kendali.
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Pengendalian internal sangat diperlukan dalam menjalankan proses bisnis di


perusahaan untuk mencegah maupun memilimalisir permasalahan yang dapat terjadi
serta memberikan pelaporan yang handal, kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku,
dan dapat menjalankan operasional yang efektif dan efisien.
DAFTAR PUSTAKA

http://indahjewel.blogspot.com/2012/09/sistem-pengendalian-internal-spi.html

https://kurniawanbudi04.wordpress.com/2013/01/14/pemahaman-spi-sistem-pengendalian-intern/

https://www.academia.edu/33142256/SIPI_Yenny_Farlina_Yoris_Hapzi_Ali_Sistem_Informasi_dan_
Pengendalian_Internal_UMB_2017

http://ebook.repo.mercubuana-yogya.ac.id/FTI/tugas_doc_20151/2014/14121041-SIF40_P_14-
14121041-SIF40_P_14-Tugas%20elearning_Administrasi%20Bisnis_21_SI_irwandi_14121041.pdf