Anda di halaman 1dari 51

UJIAN OSCE DM SULTHON

Station 1
Seorang wanita usia 32 tahun datang ke tempat saudara sebagai dokter di Puskesmas dengan
keluhan perdarahan pervaginam sejak 1 minggu ini disertai nyeri perut hebat.
Pemeriksaan Fisik :
KU lemah, TD 90/60, Nadi 96x/menit, Anemis (+), akral dingin, nyeri tekan suprasimfisis
(+), massa (-)
Inspekulo : Fluksus (+) dari OUE
VT : Portio tertutup, nyeri goyang (+)
CU anteflexi, sedikit membesar
AP massa sulit dievaluasi, nyeri (+)
CD menonjol
Pertanyaan :
a. Apa kemungkinan diagnosis anda?
Kehamilan Ektopik Terganggu
b. Sebutkan data pendukung lain yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis!
Tes Kehamilan, Pemeriksaan Darah Lengkap (Hb), Kuldosintesis, USG
c. Sebutkan diagnosis banding pada kasus ini!
Abortus Imminens, Appendicitis, Keradangan Panggul, Kista terpeluntir,
Pecahnya kista lutein
d. Sebutkan tatalaksana kasus ini!
 Stabilisasi dan Perbaikan kondisi umum (Oksigenasi, IV Line, Kateter)
 KIE dirujuk untuk penanganan lebih lanjut (tindakan operatif laparotomi
eksplorasi)

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 3
Seorang wanita 30 tahun, P2-2, KB AKDR, datang dengan keluhan keputihan sejak 1 minggu
yang lalu. Keputihan berwarna keruh kehijauan, banyak, kental, dan berbusa, serta berbau
amis. Penderita juga mengeluhkan gatal di sekitar kemaluan dan nyeri saat buang air kecil.
Inspeksi didapatkan iritasi di labia mayora.
Pemeriksaan Dalam :
Inspekulo : Fluor keruh kehijauan, berbusa, bau amis
Dinding vagina sembab dan hiperemia
Erosi Serviks
Tes pH Vagina > 5,5
Pertanyaan :
a. Sebutkan pemeriksaan yang seharusnya dilakukan untuk menegakkan diagnosis
penyebab pada kasus ini!
 Pemeriksaan mikroskopis Swab sekret/lendir Vagina
 Pemeriksaan kultur sekret/lendir vagina
 Tes amin / Whiff Test
b. Jika pada pemeriksaan tambahan didapatkan mikroorganisme berflagel di antara sel
epitel dan leukosit, apakah diagnosis pasti saudara?
Trikomoniasis Vaginalis
c. Sebutkan tatalaksana pada kasus ini!
Pemberian antibiotik  Metronidazol 2x500 mg selama 7 hari
d. Informasi penting apakah yang harus anda berikan kepada pasien ini?
 Penyakit ini dapat menular melalui hubungan seksual sehingga sebisa mungkin
tidak berhubungan hingga pengobatan selesai dan dinyatakan sembuh
 Suami pasien sebaiknya juga menjalani pengobatan karena pada pria biasanya
asimptomatis

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 4
G1P0A0 usia kehamilan 38 minggu datang dengan keluhan keluar cairan pervaginam, 6 jam
sebelum ke RS. Hasil pemeriksaan sebagai berikut :
Fundus Uteri 3 jari bawah processus Xiphoideus, letak kepala, bagian terendah janin sudah
masuk PAP, Punggung kanan, DJJ 12-13-12, TBJ 2900 gram, kontraksi (-).
Hb 10,8g%, TD 120/80, Nadi 84 x/menit, RR 16 x/menit, T rektal 38oC.
VT : Pembukaan 1 cm, Penipisan 50%, Ketuban (-), Jernih, Teraba kepala, HI+, UPD
normal, PS 5.
Pertanyaan :
a. Apakah diagnosis kasus ini?
GIP0000 38 minggu (aterm) janin THIU + presentasi kepala + KPP + c.
Chorioamnionitis + TBJ 2900 gram
b. Bagaimana tatalaksana kasus ini!
 MRS
 memberikan AB Ampicillin 1 gram tiap 4 jam IV dan Gentamycin 80 mg tiap
24 jam IV
 karena UK > 34 minggu maka dilakukan Observasi selama 1x24 jam  jika
ada tanda-tanda inpartu maka diterminasi, jika tak inpartu maka diterminasi
dengan induksi persalinan
c. Sebutkan indikasi dan syarat tindakan yang akan anda kerjakan!
Indikasi : KPP + Infeksi kehamilan (curiga Chorioamnionitis)
Syarat : Aterm, UPD Normal, Presentasi Kepala, Bayi hidup, Serviks matang
d. Sebutkan faktor risiko secara umum yang dapat menyebabkan terjadinya pecah
ketuban!
 Riwayat KPP pada kehamilan sebelumnya
 Infeksi traktus genitalis
 APB
 Polihidramnion
 Inkompetensia Serviks
 Merokok
 Kurang Vitamin C

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 5
Seorang wanita 28 tahun G1P0 datang ke Puskesmas untuk memeriksakan kehamilannya.
HPHT 10-04-2013, riwayat haid teratur, siklus 28 hari, lama menikah 1 tahun.
Pemeriksaan Fisik : Anemis (-), VS dbn
Pemeriksaan Leopold :
I : Teraba bagian bulat lunak di fundus, TFU 2 jari bawah prosesus xiphoid
II : Teraba bagian kecil bayi di kiri ibu
III : Teraba bagian keras, bulat, di atas simfisis
IV : Membentuk sudut divergen (kepala teraba 2/5)
Pertanyaan :
a. Berapa usia kehamilan dan kapan perkiraan persalinan?
 Usia kehamilan ~ 40 minggu (dari TFU 2 jari bawah prosesus xipoideus)
 Perkiraan Persalinan 17-01-2014 (Rumus Naegele  Hari +7, Bulan -3, Tahun
+1)
b. Apa saran saudara pada pasien tersebut?
 Pasien kontrol 1 minggu lagi, atau
 Jika dirasakan kenceng – kenceng, keluar lendir bercampur darah, atau cairan
dari kemaluan segera datang ke UGD/Kamar bersalin
Keesokan harinya pasien datang ke kamar bersalin dengan keluhan kenceng – kenceng.
Pemeriksaan Fisik : TD 120/80, N 80x/menit, RR 16x/menit
Pemeriksaan Leopold :
I : Teraba bagian bulat lunak di fundus, TFU 2 jari bawah prosesus xiphoid
II : Teraba bagian kecil bayi di kiri ibu
III : Teraba bagian keras, bulat, di atas simfisis
IV : Membentuk sudut divergen (kepala teraba 1/5)
DJJ 124 x/menit, HIS tiap 3 menit lama 40 detik, adekuat
Pemeriksaan dalam : Dilatasi 3 cm, penipisan 50%, presentasi kepala, UUK kiri melintang, HI,
Ketuban (+)
c. Bagaimana Interpretasi hasil NST tersebut?
d. Apakah Diagnosis anda saat ini?
GIP0000 40 minggu janin THIU + Presentasi kepala + Inpartu kala I fase laten
e. Bagaimana rencana anda untuk pasien tersebut?

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


MRS, pasang infus  RL/RD5, observasi DJJ, HIS, Penurunan Janin, dan tanda
– tanda ruptur uteri (Bandle) dalam 6 jam

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 7
Ny. M 38 tahun, jumlah anak hidup 7 orang mengalami perdarahan hebat 30 menit setelah
melahirkan bayi seberat 4.200 gram. Dari riwayat sebelum melahirkan didapatkan TD 130/80,
N 92x/menit, RR 22x/menit. Riwayat persalinan terdapat kala II memanjang selama 2 jam
karena ibu tidak kuat mengejan. Akhirnya bayi dilahirkan dengan tarikan vakum, plasenta lahir
spontan. Jumlah perdarahan sekitar 2000 ml.
Pertanyaan :
a. Diagnosisnya adalah
P7007 post partum VE 1 jam + Perdarahan Pasca Persalinan Dini + Gangguan
Hemodinamik
b. Predisposisi terjadinya hal tersebut adalah
 Usia Ibu >= 35 tahun
 Grande Multipara (anak 7)
 Makrosomia (4.200 gram)
 Kala II lama (2 jam)
 Persalinan dengan tindakan (VE)
c. Penanganan yang sebaiknya dikerjakan adalah
 Call For Help (bekerja dengan tim)
 Stabilisasi dan Resusitasi A-B-C
 Perbaikan Keadaan Umum (Oksigenasi, Double IV Line 20 ml/kgBB, Kateter
Urine, Transfusi darah bila perlu)
 Menghentikan perdarahan (Masase Uterus, Uterotonika  Oksitosin,
Misoprostol, atau Metil Ergometrin Maleat, Kompresi Bimanual
Eksterna/Interna, Pemasangan Kondom Kateter, apabila belum berhasil
mengatasi perdarahan maka dirujuk untuk dilakukan tindakan operatif)
d. Menurut anda, misalkan penanganan anda berhasil, sedangkan anda bekerja di
Puskesmas, apakah masih perlu dirujuk ke RS? Apa alasannya?
Perlu, untuk dilakukan evaluasi serta tindakan operatif (B-Lynch Surabaya,
Ligasi Arteri Uterina/Ovarica/Hipogastrica) + steril karena pasien sudah
memiliki 7 orang anak dan berusia 38 tahun

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 8
Ny. S usia 19 tahun, primigravida, datang ke kamar bersalin dengan keluhan kepala terasa
berat, dari anamnesis diperoleh bahwa ibu penderita memiliki riwayat hipertensi.
Pemeriksaan Fisik : TD 160/110, Nadi 90x/menit, RR 16x/menit, T rektal 37oC, Hb 10,5g%,
Edema tungkai (+), Proteinuria +3, Pitting edema (+)
Pemeriksaan Leopold :
Fundus uteri 3 jari bawah prosesus xipoideus, Letak kepala, bagian terendah janin sudah masuk
PAP, Punggung kiri, DJJ 13-12-13, TBJ 2900 gram, Kontraksi (-)
Pemeriksaan Dalam :
Pembukaan 1 cm, Eff 25%, Ketuban (+), SS melintang, HI +, PS 5
Pertanyaan :
a. Apakah diagnosis kasus ini?
GIP0000 aterm janin THIU + presentasi kepala + tak inpartu + PEB + TBJ 2900
gram
b. Apakah terapi yang tepat untuk kasus ini?
 MRS
 Stabilisasi dan Perbaikan KU (Oksigenasi, IV line RL/RD5, Kateter Urine)
 Anti Kejang dengan MgSO4 initial dose 20% 4 gram IV dan maintenance dose
40% 1 gram/jam IV atau 5 gram IM bokong kanan bokong kiri selang 6 jam
 Anti HT  Nifedipine dan Metildopa
 karena UK aterm dilakukan terminasi kehamilan dengan induksi Oksitosin 
PS 5 dan mempercepat Kala II
c. Sebutkan faktor predisposisi preeklamsia kasus tersebut!
Primigravida, RPK Ibu dengan hipertensi
d. Sebutkan 5 komplikasi yang sering menyertai kasus ini!
Edema Otak hingga kejang (eklampsia), Edema Paru, Gagal jantung,
Peningkatan Fungsi Hepar, Peningkatan Fungsi Ginjal, sindroma HELLP,
gangguan Faal Hemostasis, dan Solusio Plasenta
e. Sebutkan syarat pemberian SM!
 RR < 20x/menit
 Refleks Patella + normal
 Terdapat anti dotum berupa Ca Gluconas

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 10
a. Obat apakah ini?
Microginon
b. Apa bahan aktif pada obat ini?
Estradiol 0,03 mg dan Levonogestrel 0,15 mg
c. Apa isi 7 pil yang lebih kecil?
Placebo
d. Bagaimana cara meminumnya?
Diminum setiap hari dan pada jam yang sama
e. Bagaimana nasehat anda bila pil tersebut lupa diminum
Lupa minum 1 pil
Keesokan harinya langsung minum 2 pil
Lupa minum 2 pil
Keesokan harinya langsung minum 2 pil dan Besok Lusa minum 2 pil lagi
Lupa minum 3 pil atau lebih
Minum langsung saat ingat + menggunakan pengaman (kondom) saat
berhubungan
f. Bagaimana cara kerja obat tersebut?
 Mengentalkan lendir serviks
 Menghambat transportasi sperma
 Mengganggu proses pembentukan endometrium sehingga menghambat
implantasi
 Mengganggu ovulasi
g. Apa efek samping obat tersebut?
Perubahan pola menstruasi, Spotting, BB meningkat, Nafsu makan
meningkat, pertumbuhan Jerawat, serta nyeri pada payudara

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


SOAL UJIAN OSCE DM
6 Desember 2017
Station 1
Anda bekerja di Puskesmas dengan jarak dai RS sekitar 45 menit. Datang pasien dengan
kondisi lemah diantar oleh keluarganya dan bidan desa. Menurut bidan desa, pasien tersebut
baru saja bersalin di rumahnya sekitar 1 jam yang lalu dan mengalami perdarahan pasca
persalinan.

Riwayat Persalinan :

Melahirkan yang kelima kalinya dengan berat bayi 4.100 gram, lama kala II sekitar 1 jam,
semua anak lahir cukup bulan dan spontan. Perdarahan diperkirakan sebanyak 700 ml. Plasenta
lahir lengkap.

Status Generalis :

GCS 456, gelisah (+), A(+), ICD (-), Nadi 110x/menit, TD 90/60 mmHg, RR 20x/menit, afebris

Status Obstetri :

TFU 1 jari bpst, kontraksi uterus lembek, fluksus aktif (+) mengalir, vagina, portio, dan
perineum intak. Episiotomy (-).

Pertanyaan :
a. Sebutkan diagnosis lengkap keadaan di atas!
P5005 post partum Spt B 1 jam + Perdarahan Pasca Persalinan Dini/Primer
karena atonia uteri + Syok Hipovolemik
b. Apakah faktor risiko yang ditemui pada pasien tersebut yang berkaitan dengan
diagnosis saudara?
 Grande Multipara (anak 5)
 Makrosomia (4.100 gram)
 Kala II lama (1 jam)
c. Sebutkan dan jelaskan prinsip penanganan kasus di atas!
 Bekerja dalam Tim
 Stabilisasi dan Resusitasi A-B-C
 Perbaikan Keadaan Umum (Oksigenasi, Double IV Line 20 ml/kgBB, Kateter
Urine, Transfusi darah bila perlu)
9

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


 Menghentikan perdarahan (Masase Uterus, Uterotonika  Oksitosin,
Misoprostol, atau Metil Ergometrin Maleat, Kompresi Bimanual
Eksterna/Interna, Pemasangan Kondom Kateter, rujuk untuk dilakukan
tindakan operatif)
d. Jika pemberian Uterotonik tidak respon, apakah yang harus saudara lakukan?
Melakukan Kompresi Bimanual Interna
e. Jika prosedur pada jawaban (d) tidak menimbulkan respon, apakah yang HARUS
saudara persiapkan dan lakukan?
Mempersiapkan dan memasang kondom kateter

10

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 3

Seorang wanita usia 25 tahun, menikah 1 tahun dan belum memiliki anak. Datang ke dokter
dengan keluhan timbul benjolan sejak 2 bulan di bibir kemaluan sebelah kiri, makin lama
makin besar dan saat ini sebesar telur ayam, tidak nyeri.

Pemeriksaan didapatkan benjolan kistik di labia minor kiri dengan diameter 6 cm, tidak nyeri.

Pertanyaan :

a. Apa diagnosis penyakit tersebut?


Kista Bartholin Kiri
b. Apakah penyebab keadaan tersebut?
Obstruksi saluran/duktus Kelenjar Bartholin
c. Apakah diagnosis banding kasus ini?
Bartholinitis, Abses Bartholin, Kista Duktus Gartner, Kista Duktus Skene
d. Apa terapi utamanya?
Insisi dan Marsupialisasi
e. Apa terapi tambahan (medikamentosa)?
Analgetik (Paracetamol 3x500 mg, atau Asam Mefenamat 3x500 mg)

11

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 4
a. Berapakah Baseline DJJ di atas?
140 dpm
b. Bagaimana sifat variabilitas NST di atas? Normal? Berkurang? atau Menghilang?
Variabilitas 5-10, Normal
c. Apa interpretasi NST di atas?
NST Kategori 1, Normal
d. Apakah alasan saudara menjawab pertanyaan di atas?
Baseline 140 dpm, Variabilitas 5-10, Reaktif

12

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 6

Seorang wanita usia 30 tahun menikah sudah 5 tahun namun belum mempunyai anak, datang
ke Puskesmas mengeluh terlambat haid 2 minggu, tes kehamilan (+), kemudian mengeluhkan
darah lewat vagina sedikit – sedikit sudah 10 hari disertai nyeri perut. Riwayat haid sebelumnya
teratur setiap 26-28 hari, dismenore tidak ada. Pada pemeriksaan umum, didapatkan TD
100/70, Nadi 112x/menit, Hb 7g%, T rektal 37oC, Cor dan Pulmo baik. Hasil pemeriksaan
dalam : fluksus sedikit, portio tertutup, lunak, nyeri goyang portio (+), uterus sedikit membesar
lunak, Cavum Douglasi menonjol.

Pertanyaan :

a. Apakah diagnosis klinis saudara?


Kehamilan Ektopik Terganggu
b. Sebutkan (minimal 4) gejala / pemeriksaan klinik yang mendasari diagnosis klinis
tersebut!
 Terlambat haid dan tes hamil (+)
 Perdarahan pervaginam sedikit – sedikit
 Nyeri perut
 Nadi 112x/menit, Hb 7g%, Nyeri goyang Portio (+), CD menonjol
c. Sebutkan faktor risiko untuk diagnosis klinis di atas yang ada pada kasus ini!
Infertilitas
d. Sebutkan diagnosis banding pada kasus ini!
Abortus Imminens, Appendicitis, Keradangan Panggul, Kista terpeluntir,
Pecahnya kista lutein
e. Apabila ada fasilitas pemeriksaan penunjang, apa yang dapat membantu
menegakkan diagnosis tersebut?
Kuldosintesis dan USG
f. Sebagai dokter Puskesmas apa yang saudara lakukan pada kasus ini?
Stabilisasi dan Perbaikan kondisi umum (Oksigenasi, IV Line, Kateter), KIE
dirujuk untuk penanganan lebih lanjut
g. Apabila benar diagnosis saudara, apa tindakan yang tepat untuk kasus ini?
Laparotomi eksplorasi

13

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 7
Seorang gravida III, aterm, tunggal, inpartu 8 jam, DJJ 12-12-12, His 40 detik tiap 10 menit
lemah. Pada VT awal, pembukaan 6 cm, Eff 50%, Ketuban masih utuh, teraba kepala, UUK
kiri depan, HII. TTV normal. Anda bertugas di RS Kabupaten.

Pertanyaan :

a. Apa diagnosis letak janin?


Letak membujur, presentasi kepala dengan denominator UUK kiri depan
Apa tindakan obstetrik saudara?
Observasi dalam 4 jam
Apa tujuan no 1 tersebut?
Evaluasi kemajuan persalinan
b. Bila setelah 4 jam lewat pemeriksaan luar keadaan tetap, maka :
Apa sikap saudara selanjutnya?
Melakukan pemeriksaan dalam (VT)
Apa indikasi sikap tersebut?
Evaluasi kemajuan persalinan
c. Bila setelah 4 jam pada VT didapatkan pembukaan 6 cm, Eff 50%, Selaput ketuban
utuh, Kepala, UUK kiri depan, HII, keadaan ini
Disebut apa?
Secondary Arrest
Apa definisi keadaan tersebut?
Terhentinya pembukaan serviks selang 2 jam diperiksa oleh pemeriksa yang
sama dalam keadaan His maksimal
d. Apa penyebab situasi tersebut?
3P (Power, Passage, Passenger), pada kasus ini Power
Apa tindakan obstetrik obstetrik selanjutnya?
Melakukan akselerasi persalinan dengan Drip Oksitosin
e. Setelah 1 jam dilakukan tindakan tersebut, His 50 detik tiap 5 menit, kuat, DJJ 12-12-
12, penurunan tetap, lingkaran Bandl (-), Ibu ingin mengejan. VT pembukaan
lengkap, Selaput ketuban masih utuh, Kepala, UUK kiri depan, HII+
Tindakan obstretik apa yang dikerjakan?
Amniotomi + Ibu dipimpin mengejan

14

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Apa indikasi tindakan tersebut?
Melahirkan bayi
f. Bila setelah dilakukan tindakan tersebut, janin belum lahir, selaput ketuban pecah,
pemeriksaan luar didapatkan DJJ 8-9-8, His Tetap, Penurunan kepala sudah masuk,
Lingkaran Bandl (-), VT pembukaan lengkap, Selaput ketuban (-), Kepala UUK depan,
H IV
Tindakan obstetrik apa yang dilakukan?
FE
Apa indikasi tindakan tersebut?
Indikasi janin : Fetal Distress

15

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 9

Seorang wanita 25 tahun datang ingin konsultasi kontrasepsi. Wanita ini sudah memiliki 2
orang anak. Anak kedua usia 1 tahun dan baru ingin punya anak lagi 3 tahun lagi karena harus
menjalani ikatan dinas selama 3 tahun. Anak kedua lahir karena gagal KB suntik akibat pasien
sering datang terlambat saat kontrol. Pasien juga tidak mau pil karena sering lupa. Dari riwayat
haid, haid terakhir 3 minggu lalu, teratur, lama haid 7 hari. Pasien juga mengeluh sering
keputihan.

Pemeriksaan Fisik : Vital Sign dalam batas normal


Pemeriksaan Ginekologis :
Inspekulo : Portio hiperemia, Fluor Kehijauan
VT : Portio tertutup, licin
Corpus Uteri Anteflexi – besar normal
AP D/S, tidak didapatkan massa, nyeri (-)
CD tidak menonjol
Pertanyaan :
a. Apakah metode kontrasepsi yang anda sarankan?
Implan (Progestin Only)
b. Sebutkan alasannya!
 Pasien menghendaki kontrasepsi jangka panjang
 Kepatuhan pasien dalam minum pil KB atau suntik KB kurang baik (karena
gagal KB suntik dan sering lupa minum pil)
 Pasien mengalami keputihan dan dari pemeriksaan fisik didapatkan saat ini
pasien mengalami vaginitis
c. Jika pasien setuju dengan metode kontrasepsi yang anda sarankan, kapan anda akan
melakukan pemasangan?
Saat pasien sedang haid (maksimal hari ke – 7 haid)
d. Sebutkan mekanisme kerja kontrasepsi yang anda sarankan!
 Mengentalkan lendir servik
 Menghambat transportasi sperma
 Mengganggu proses pembentukan endometrium sehingga menghambat
implantasi
 Mengganggu ovulasi

16

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


e. Sebutkan informasi yang perlu anda sampaikan setelah pemasangan!
 Pada saat awal pemasangan akan terjadi gangguan menstruasi
 Bisa terjadi interaksi dengan obat – obatan seperti amoxicillin, rifampisin,
dan griseofulvin bila dikonsumsi rutin sehingga mengurangi efektivitas
implan
 Kontrol kembali dalam 5 – 7 hari pasca pemasangan
 Kontrol kembali bila didapatkan nanah, luka, berbau, dan nyeri pada lokasi
pemasangan

17

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 10
Seorang ibu hamil berusia 17 tahun datang melakukan kunjungan pertama kali ke UGD Rumah
Sakit dengan keluhan nyeri kepala hebat, mual muntah, dan nyeri ulu hati. Dari anamnesis
didapatkan bahwa ini adalah kehamilan pertama, menikah kurang lebih 9,5 bulan lalu, HPHT
3 April 2017. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnya. Ibu pasien menderita
hipertensi. Pasien sebelumnya melakukan ANC di Puskesmas sebanyak 3 kali, TD berkisar
120/90 mmHg.
Pemeriksaan Fisik : Kesadaran baik, CM, TD 170/120 mmHg, Nadi 90 x/menit, T 37oC, Cor
dan Pulmo tidak didapatka murmur ataupun ronki.
Pertanyaan :
a. Diagnosis kerja pasien ini adalah
PEB impending Eklampsia
b. Tindakan yang anda lakukan sebagai Dokter UGD adalah
 Stabilisasi
 Perbaikan KU (Oksigenasi, IV line RL/RD5, Kateter Urine)
 Anti Kejang dengan MgSO4
 Pemberian anti HT  Nifedipine dan Metildopa
c. Setelah dilakukan stabilisasi kondisi, dilakukan pemeriksaan USG dengan hasil J/T/H,
letak sungsang, Biometri ~ 30 minggu, TBJ 1500 gram. Plasenta di Fundus, AFI 6 cm.
Pemeriksaan Lab : Hb 12, Leukosit 14.000, Trombosit 200.000, OT/PT : 20/25, LDH
500, Albumin Urine +3, DJJ 7-9-7. Diagnosis kerja tambahan kasus ini adalah
Oligohidramnion + Fetal Distress
d. Pemberian Magnesium Sulfat pada pasien ini sebaiknya dikerjakan dengan regimen
 Initial Dose : MgSO4 20% 4 gram IV atau MgSO4 40% 5 gram boka boki
 Maintenance Dose : MgSO4 40% 1 gram/jam SP/drip atau MgSO4 40% 5
gram boka boki selang 6 jam dilakukan hingga 24 jam
e. Faktor Risiko yang menyebabkan kondisi ini
Primigravida, RPK Ibu dengan Hipertensi
f. Tatalaksana kehamilan dan lanjutan yang anda usulkan pada pasien ini adalah
 Tatalaksana kehamilan  terminasi kehamilan (Cito SC)
 Tatalaksana lanjutan  MgSO4 dilanjutkan hingga 24 jam pasca persalinan
dan evaluasi TD hingga 3 minggu pasca persalinan

18

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


g. Langkah yang dapat dikerjakan pada pasien ini untuk mencegah berulangnya kondisi
tersebut pada kehamilan berikutnya adalah
Saat ANC pertama kali dilakukan skrining Preeklampsia dan diberikan Aspilet
1x80 mg setiap hari hingga 1 minggu sebelum persalinan serta kalsium 1
gram/hari

19

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


UJIAN OSCE DM OBSGIN
13 September 2017
Station 1
Saudara sebagai dokter Puskesmas di Pulau terpencil, 30 jam perjalanan kapal laut untuk
mencapai RS rujukan. Seorang ibu hamil usia 25 tahun, TB 140 cm, datang memeriksakan diri
sejak usia kehamilan 3 bulan dan ini merupakan kehamilan yang kedua. Tahun 2002 saat
berusia 19 tahun, pasien hamil yang pertama dan mengalami persalinan macet, bayi meninggal
intranatal dan dilakukan embriotomi oleh dokter Puskesmas. Pada kehamilan ini, bayi sangat
didambakan dan memiliki nilai sosial yang sangat tinggi bagi ibu dan keluarga. Ibu rajin
melakukan pemeriksaan antenatal dengan kondisi cukup baik, hanya pada kunjungan akhir
trimester III didapatkan anemia dengan Hb 8 g%.
Pertanyaan :
a. Isilah KSPR berdasarkan data penderita saat ANC pada trimester I,II, dan akhir
trimester III
 KSPR Trimester I, Hamil = 2 poin, TB < 145 cm = 4 poin, ROJ = 4 poin Total
10 poin
 KSPR Trimester II, Hamil = 2 poin, TB < 145 cm = 4 poin, ROJ = 4 poin Total
10 poin
 KSPR Trimester III, Hamil = 2 poin, TB < 145 cm = 4 poin, ROJ = 4 poin,
Anemia = 4 poin Total 14 poin
b. Sebutkan faktor risiko dan jumlah skor, serta kelompok risiko pada kehamilan pertama!
FR  Hamil = 2 poin, TB < 145 cm = 4 poin, total = 6 poin, Hamil Resiko Tinggi
 Persalinan di Puskesmas atau RS ditolong oleh Bidan atau Dokter
c. Sebutkan faktor risiko dan jumlah skor, serta kelompok risiko pada kehamilan kedua!
FR  Hamil = 2 poin, TB < 145 cm = 4 poin, ROJ = 4 poin, Anemia = 4 poin Total
14 poin, Hamil Resiko Sangat Tinggi  Persalinan di RS ditolong oleh Dokter
d. Apakah yang anda lakukan selama kehamilan?
Melakukan ANC dengan baik dan benar yakni
 Mengevaluasi KSPR
 Penyuluhan tentang gizi ibu hamil
 KIE tentang tanda – tanda gawat kehamilan
 Memberikan suplemen Fe, Asam Folat, dan Kalsium

20

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


 Melibatkan suami pasien untuk ikut mengawasi kehamilan pasien dan
menjadi suami SIAGA
e. Apa yang anda lakukan menjelang persalinan dalam upaya menyelamatkan ibu dan
bayi!
Melakukan Rujukan dalam Rahim ke RS untuk dilakukan persalinan di sana
terkait Kehamilan Resiko Sangat Tinggi (TB < 145 cm, ROJ, Anemia)

21

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 4
Seorang wanita hamil anak pertama datang ke kamar bersalin Puskesmas karena kenceng –
kenceng. Usia kehamilan berdasarkan HPHT sesuai 40 minggu. Pemeriksaan fisik didapatkan
KU baik, TD 120/80, Nadi 80x/menit, RR 16x/menit.
Pemeriksaan Leopold :
I : TFU 32 cm, teraba bagian lunak pada fundus
II : Teraba tahanan yang merata di sisi kanan ibu, bagian kecil janin berada di kiri ibu
III : Teraba bagian keras melenting di atas simfisis, palpasi 3/5
IV : Tangan pemeriksa membentuk sudut divergen
DJJ : 12-12-13, His 3x dalam 10 menit durasi 40 detik
VT pada pukul 12 : Pembukaan 4 cm, Eff 50%, Presentasi kepala, UUK kiri melintang, HII,
Ketuban +, UPD ~ normal
Pertanyaan :
a. Apakah diagnosis pasien ini?
GIP0000 40 minggu janin THIU + presentasi kepala + Inpartu kala I fase Aktif +
TBJ 3255 gram
b. Bagaimana rencana anda selanjutnya menurut partograf WHO?
 Mengisi Identitas Ibu dan Suami, No Reg, Alamat, Tanggal dan jam MRS,
Riwayat kehamilan/persalinan
 Melakukan evaluasi tiap 30 menit utk His, DJJ, Nadi Ibu
 Melakukan evaluasi tiap 2 jam utk Produksi Urine dan Temp. Ibu
 Melakukan evaluasi tiap 4 jam utk VT, pembukaan, penyusupan/penurunan
janin, TD
 Mencatat obat – obatan dan cairan yang masuk
c. Evaluasi pukul 16
DJJ 12-12-12, His 4x dalam 10 menit selama 40 detik, palpasi 2/5
VT : pembukaan 8 cm, Eff 50%, Presentasi kepala, UUK Kiri melintang, HII, Ketuban
+, UPD ~ normal
Bagaimana tindakan anda pada kasus ini?
Evaluasi 4 jam pro persalinan Spt B
d. 2 jam kemudian, Ibu ingin mengejan. His 5x dalam 10 menit selama 40 detik, Palpasi
0/5, Inspeksi perineum menonjol, anus terbuka
VT : pembukaan lengkap, presentasi kepala, UUK kiri depan, H IV, ketuban (+)

22

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Apakah tindakan anda saat ini?
Dilakukan amniotomi kemudian ibu dipimpin mengejan
e. Buat partograf WHO pada kasus ini, dengan hasil evaluasi sebagai berikut :
Jam DJJ Kontraksi/lamanya TD Nadi Lain-lain
12.00 144 3/10 120/80 84
12.30 140 3/10 110/80 80
13.00 145 3/10 110/80 84
13.30 140 3/10 110/80 84
14.00 136 4/10 110/80 84
14.30 142 4/10 110/80 84
15.00 140 4/10 110/80 84
15.30 142 4/10 110/80 84
16.00 144 4/10 110/80 84
16.30 144 4/10 110/80 84
17.00 146 5/10 110/80 84
17.30 140 5/10 110/80 84
18.00 136 5/10 110/80 84

23

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 7

Seorang wanita usia 32 tahun datang ke tempat saudara sebagai dokter di Puskesmas dengan
keluhan perdarahan pervaginam sejak 1 minggu ini disertai nyeri perut hebat.
Pemeriksaan Fisik :
KU lemah, TD 90/60, Nadi 108x/menit, Anemis (+), akral dingin, nyeri tekan suprasimfisis
(+), massa (-)
Inspekulo : Fluksus (+) dari OUE
VT : Portio tertutup, nyeri goyang (+)
CU anteflexi, sedikit membesar
AP massa sulit dievaluasi, nyeri (+)
CD menonjol
Pertanyaan :
a. Apa kemungkinan diagnosis anda?
Kehamilan Ektopik Terganggu
b. Sebutkan data pendukung lain yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis!
 Tes Kehamilan
 Pemeriksaan Darah Lengkap (Hb)
 Kuldosintesis
 USG
c. Sebutkan diagnosis banding pada kasus ini!
Abortus Imminens, Appendicitis, Keradangan Panggul, Kista terpeluntir,
Pecahnya kista lutein
d. Sebutkan tatalaksana kasus ini!
 Stabilisasi dan Perbaikan kondisi umum (Oksigenasi, IV Line, Kateter)
 KIE dirujuk untuk penanganan lebih lanjut (tindakan operatif laparotomi
eksplorasi)

24

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 9
Seorang wanita 18 tahun datang ke anda sebagai dokter di RS tipe C dengan keluhan
perdarahan pervaginam sedikit – sedikit sejak 1 minggu yang lalu. Dari anamnesis didapatkan
penderita tidak haid selama 3 bulan (riwayat sebelumnya haid teratur), belum punya anak,
menikah 1 tahun yang lalu. Sejak 1 bulan yang lalu penderita mengeluh mual serta muntah
setiap kali makan.
Pemeriksaan Fisik :
KU lemah, TD 120/80, Nadi 80x/menit
Abdomen : Fundus uteri setinggi pusat, Ballotement (-), DJJ (-)
VT :
Inspekulo : Fluksus minimal dari OUE
Portio : tertutup, licin
Corpus Uteri : ~ 24 minggu
AP D/S : Teraba massa kistik diameter 4 cm
CD : tidak menonjol
Pertanyaan :
a. Apa diagnosis saudara?
Mola Hidatidosa
b. Pemeriksaan apalagi yang diminta untuk menegakkan diagnosis? Sebutkan alasannya!
 Plano Test, menentukan Hamil atau tidak
 Tes Kadar b-HCG, untuk menentukan jumlah kadar b-HCG sesuai dengan
usia kehamilan atau tidak
 USG  melihat gambaran adanya Snow Storm / Honey Comb Appearance
c. Sebutkan diagnosis banding untuk kasus tersebut!
 Kehamilan Ektopik
 Blighted Ovum
 Chorio-Ca
 Abortus Imminens
d. Sebutkan penanganan untuk kasus tersebut beserta alasannya!
 Perbaikan Kondisi Umum
 Dilatasi dan Suction Curetage hingga bersih  Pemeriksaan Histo PA
 Pemeriksaan kadar b-HCG kuantitatif setelah evakuasi setiap 2 minggu hingga
8 minggu
25

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


UJIAN OSCE DM OBSGIN
15 Juni 2017
Station 1
Seorang ibu 37 tahun, melahirkan anak yang kelima (empat anak sebelumnya hidup dan lahir
spontan), ditolong oleh dukun. Persalinan berlangsung lama namun dapat lahir bayi dengan
berat 4350 gram. Setelah plasenta lahir, terjadi perdarahan sebanyak +/- 750 ml. Dukun dan
keluarga membawa pasien ke Puskesmas pada saat anda jaga. Pada saat datang didapatkan

Kesadaran CM, anemis (+), TD 100/80, Nadi 110x/menit, RR 20x/menit, T 36,5oC

Pertanyaan :

a. Sebutkan komplikasi persalinan yang terjadi pada pasien ini!


Perdarahan Pasca Persalinan dini
b. Apa dasar diagnosis anda?
Didapatkan perdarahan > 500 ml pada persalinan pervaginam yang muncul
sebelum 24 jam
c. Apa penanganan awal yang dilakukan untuk pasien?
 Minta pertolongan dan kerja sama tim
 Stabilisasi dan Resusitasi A-B-C
 Perbaikan KU (Oksigenasi, Double IV line dengan RL 20 ml/kgBB dalam 30
menit, memasang kateter)
 Menghentikan perdarahan (Masase Uterus, Uterotonika  Oksitosin,
Misoprostol, atau Metil Ergometrin Maleat, Kompresi Bimanual
Eksterna/Interna, Pemasangan Kondom Kateter)
 Rujuk untuk dilakukan tatalaksana lebih lanjut (tindakan operatif)

Pasien telah dilakukan stabilisasi dengan pemasangan infus. Perdarahan masih berlangsung

d. Apa kemungkinan penyebab dari komplikasi ini?


Atonia Uteri
e. Apa dasar jawaban anda di atas?
Usia > 35 tahun, Grande Multipara (anak 5), Makrosomia (4350 gram),
Persalinan lama
f. Apa tatalaksana awal paling mudah untuk dilakukan?
Masase Fundus Uterus
26

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 3
Seorang wanita usia 25 tahun, menikah 1 tahun dan belum memiliki anak. Datang ke dokter
dengan keluhan timbul benjolan sejak 2 bulan di bibir kemaluan sebelah kiri, makin lama
makin besar dan saat ini sebesar telur ayam, tidak nyeri.

Pemeriksaan didapatkan benjolan kistik di labia minor kiri dengan diameter 6 cm, tidak nyeri.

Pertanyaan :

f. Apa diagnosis penyakit tersebut?


Kista Bartholin Kiri
g. Apakah penyebab keadaan tersebut?
Obstruksi saluran/duktus Kelenjar Bartholin
h. Apakah diagnosis banding kasus ini?
Bartholinitis, Abses Bartholin, Kista Duktus Gartner, Kista Duktus Skene
i. Apa terapi utamanya?
Insisi dan Marsupialisasi
j. Apa terapi tambahan (medikamentosa)?
Analgetik (Paracetamol 3x500 mg, atau Asam Mefenamat 3x500 mg)

27

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 4

Seorang ibu hamil, usia 27 tahun, datang ke Poli Hamil RS Kabupaten pada tanggal 8
September 2016 memeriksakan kehamilannya karena sudah 9 bulan lebih bayi belum lahir. Ibu
tersebut telah memiliki seorang anak umur 4 tahun, dan waktu melahirkan ditolong bidan, lahir
normal, BB 2800 gram, usia kehamilan saat itu 9 bulan.

Haid terakhir tanggal 15 November 2015, siklus haid teratur 28 hari, pada pemeriksaan tensi
100/80 mmHg, Nadi 72 x/menit, T 36,7oC, TFU 2 jari bawah prosesus xipoideus, kepala belum
masuk PAP, punggung kiri, DJJ 12-12-12, His (-), TBJ 4200 gram, janin tidak ada kelainan.
TB ibu 150 cm.

Pemeriksaan dalam : Pembukaan 1 cm, penipisan 25%, kepala teraba sutura sagitalis
melintang, HI, ketuban (+)

Hasil NST :

Pertanyaan :

a. Apa diagnosis kerja / assessment kasus di atas?


GIIP1001 42/43 minggu janin THIU + presentasi kepala + Kepala belum masuk
PAP + TBJ 3800 gram
b. Apa komplikasi kasus ini yang dapat terjadi pada bayinya?
 Bayi besar dapat menyebabkan CPD, distosia bahu, fraktur klavikula, serta
palsi erb-duchene
 Karena Post term  Oligohidramnion sehingga dapat berakibat kompresi tali
pusat, gawat janin (Fetal Distress), hingga kematian janin (IUFD)
 Post Term  Ketuban mekoneal dapat menyebabakan Sindroma Aspirasi
Mekoneal
c. Jika dilakukan pemeriksaan NST pada pasien ini, apakah indikasi pemeriksaan NST
pada kasus ini?
Post Term  memeriksa kesejahteraan janin
d. Bagaimana interpretasi hasil NST pada pasien ini?
 Baseline 145 dpm
 Variabilitas 5-15 dpm
 Reaktif
 NST kategori I (normal)
28

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


e. Pemeriksaan apalagi yang dapat dikerjakan di RS tingkat Kabupaten untuk
menegakkan diagnosis kasus ini? Sebutkan alasannya!
Pemeriksaan USG
Untuk memeriksa biometri janin dan menentukan estimasi berat janin, letak dan
derajat kematangan plasenta, serta keadaan cairan amnion
f. Pemeriksaan apakah yang anda lakukan untuk bisa menentukan apakah pasien ini dapat
melahirkan pervaginam? Apa alasan anda melakukan tes tersebut?
Osborn Test, Pasien belum pernah melahirkan bayi dengan Berat > 2500 gram
g. Bagaimana tatalaksana anda jika hasil pemeriksaan di atas memberikan hasil negatif?
Dilakukan terminasi kehamilan dengan induksi atas indikasi Post Date

29

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 6
Seorang wanita usia 30 tahun menikah sudah 5 tahun namun belum mempunyai anak, datang
ke Puskesmas mengeluh terlambat haid 2 minggu, tes kehamilan (+), kemudian mengeluhkan
darah lewat vagina sedikit – sedikit sudah 10 hari disertai nyeri perut. Riwayat haid sebelumnya
teratur setiap 26-28 hari, dismenore tidak ada. Pada pemeriksaan umum, didapatkan TD
100/70, Nadi 112x/menit, Hb 7g%, T rektal 37oC, Cor dan Pulmo baik. Hasil pemeriksaan
dalam : fluksus sedikit, portio tertutup, lunak, nyeri goyang portio (+), uterus sedikit membesar
lunak, Cavum Douglasi menonjol.

Pertanyaan :

a. Apakah diagnosis klinis saudara?


Kehamilan Ektopik Terganggu
h. Sebutkan (minimal 4) gejala / pemeriksaan klinik yang mendasari diagnosis klinis
tersebut!
 Terlambat haid dan tes hamil (+)
 Perdarahan pervaginam sedikit – sedikit
 Nyeri perut
 Nadi 112x/menit, Hb 7g%, Nyeri goyang Portio (+), CD menonjol
i. Sebutkan faktor risiko untuk diagnosis klinis di atas yang ada pada kasus ini!
Infertilitas
j. Sebutkan diagnosis banding pada kasus ini!
Abortus Imminens, Appendicitis, Keradangan Panggul, Kista terpeluntir,
Pecahnya kista lutein
k. Apabila ada fasilitas pemeriksaan penunjang, apa yang dapat membantu
menegakkan diagnosis tersebut?
Kuldosintesis dan USG
l. Sebagai dokter Puskesmas apa yang saudara lakukan pada kasus ini?
 Stabilisasi dan Perbaikan kondisi umum (Oksigenasi, IV Line, Kateter)
 KIE dirujuk untuk penanganan lebih lanjut
m. Apabila benar diagnosis saudara, apa tindakan yang tepat untuk kasus ini?
Laparotomi eksplorasi

30

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 7
Seorang wanita 26 tahun, datang ke anda sebagai dokter Puskesmas dengan keluhan panas
badan yang terkadang disertai menggigil dan nyeri pada payudara. Pasien melahirkan bayi 2
minggu lalu secara normal. Pasien juga mengatakan memberikan ASI eksklusif, nyeri juga
dirasakan saat menyusui.

Pemeriksaan Fisik : TD 120/80, N 96x/menit, RR 16x/menit, T rektal 38,3oC.

Inspeksi : Payudara hiperemia (+), lecet pada puting susu (+)

Palpasi : Payudara tegang, terasa hangat, nyeri (+)

FU : 3 jari atas simfisis

Lokea : tidak berbau

Pertanyaan :

a. Apakah diagnosis pasien ini?


Mastitis
b. Apakah yang dapat menyebabkan kejadian di atas?
 Bendungan air susu
 Infeksi oleh karena lecet/lesi pada payudara (Staphylococcus aureus)
c. Apakah yang menjadi faktor risiko kejadian di atas?
 Primipara
 Teknik menyusui yang kurang tepat
 Lesi pada payudara
 Riwayat Mastitis sebelum menyusui
 Memiliki penyakit DM, penyakit kronis lain atau HIV
d. Sebutkan komplikasi yang dapat terjadi pada kasus tersebut!
Abses Mammae
e. Bagaimana cara mengatasinya?
 Ibu tetap menyusui
 Melakukan kompres dan pemijatan pada payudara
 Pemberian antipiretik (Paracetamol 3x500 mg)
 Pemberian antibiotik (Kloksasilin 4x500 mg atau Eritromisin 3x250 mg selama
10 hari)
31

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 9

Seorang wanita 25 tahun datang ingin konsultasi kontrasepsi. Wanita ini sudah memiliki 2
orang anak. Anak kedua usia 1 tahun dan baru ingin punya anak lagi 3 tahun lagi karena harus
menjalani ikatan dinas selama 3 tahun. Anak kedua lahir karena gagal KB suntik akibat pasien
sering datang terlambat saat kontrol. Pasien juga tidak mau pil karena sering lupa. Dari riwayat
haid, haid terakhir 3 minggu lalu, teratur, lama haid 7 hari. Pasien juga mengeluh sering
keputihan.

Pemeriksaan Fisik : Vital Sign dalam batas normal


Pemeriksaan Ginekologis :
Inspekulo : Portio hiperemia, Fluor Kehijauan
VT : Portio tertutup, licin
Corpus Uteri Anteflexi – besar normal
AP D/S, tidak didapatkan massa, nyeri (-)
CD tidak menonjol
Pertanyaan :
a. Apakah metode kontrasepsi yang anda sarankan?
Implan (Progestin Only)
b. Sebutkan alasannya!
 Kepatuhan pasien dalam minum pil KB atau suntik KB kurang baik (karena
gagal KB suntik dan sering lupa minum pil)
 Pasien menghendaki KB jangka panjang
 Pasien mengalami keputihan dan dari pemeriksaan fisik didapatkan saat ini
pasien mengalami vaginitis
c. Jika pasien setuju dengan metode kontrasepsi yang anda sarankan, kapan anda akan
melakukan pemasangan?
Saat pasien sedang haid (maksimal hari ke – 7 haid)
d. Sebutkan mekanisme kerja kontrasepsi yang anda sarankan!
 Mengentalkan lendir serviks
 Menghambat transportasi sperma
 Mengganggu proses pembentukan endometrium sehingga menghambat
implantasi
 Mengganggu ovulasi
e. Sebutkan informasi yang perlu anda sampaikan setelah pemasangan!
 Pada saat awal pemasangan akan terjadi gangguan menstruasi
32

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


 Bisa terjadi interaksi dengan obat – obatan seperti amoxicillin, rifampisin, dan
griseofulvin bila dikonsumsi rutin sehingga mengurangi efektivitas implan
 Kontrol kembali dalam 5 – 7 hari pasca pemasangan
 Kontrol kembali bila didapatkan nanah, luka, berbau, dan nyeri pada lokasi
pemasangan

33

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 10
Gravida I, 25 tahun, hamil 34 minggu. Datang di kamar bersalin RS, sadar, dengan diantar
bidan Puskesmas. TD 190/110, edema tungkai +/+, edema palpebra +/+, Pulmo dan Cor dalam
batas normal. T rektal 36,7oC. Ketika dia baru datang di kamar bersalin, dia kejang tonik
klonik, satu episode, disusul koma. Data laboratorium didapatkan proteinuria +4, Trombosit
100.000, Hb 12g%, Albumin serum 3g%, AST 100, ALT 80, LDH meningkat, Fungsi Ginjal
normal, Faal Hemostasis normal.
DJJ (-)
VT : Pembukaan lengkap, Ketuban (-), Kepala, UUB kiri depan, H IV
Pertanyaan :
b. - Sebutkan diagnosis kehamilan pasien ini!
GIP0000 34 minggu janin TIUFD + presentasi kepala + inpartu kala II +
Eklampsia + Sindroma HELLP
- Sebutkan dasar saudara mendiagnosis penyulit tersebut!
Eklampsia : TD 190/110, Kejang 1 episode, Proteinuria +4
Sindroma HELLP : Trombosit 100.000 (<= 100.000), AST 100 dan ALT 80 (>
40), LDH meningkat
c. Sebutkan pengobatan medicinalis yang diberikan dan uraikan secara lengkap prinsip
pemberiannya!
 Stabilisasi
 Perbaikan KU (Oksigenasi, IV Line RL/RD5, Kateter Urine)
 Anti Kejang dengan MgSO4  Initial Dose 20% 4 gram IV atau 40% 5 gram
IM pada bokong kanan dan bokong kiri, Maintenance Dose 40% 1 gram/jam
IV atau 5 gram IM pada bokong kanan dan bokong kiri selang 6 jam dan
dilanjutkan hingga 24 jam pasca persalinan
 Anti HT (Nifedipine 3x10 mg dan Metildopa 3x250 mg)
d. Sebutkan dua prinsip sikap saudara terhadap kehamilannya!
Stabilisasi Hemodinamik dan Terminasi Kehamilan

34

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


UJIAN OSCE DM OBSGIN
30 November 2016
Station 3
Ny. M, 38 tahun, P7-7, anak terkecil lahir 1 jam yang lalu dengan berat 4200 gram. Penderita
mengalami perdarahan hebat 45 menit setelah melahirkan. Riwayat persalinan terdapat kala II
memanjang, yaitu selama 2 jam karena ibu tidak kuat mengejan dan dilakukan tarikan vakum,
plasenta lahir spontan lengkap.
Keadaan saat ini TD 90/60, Nadi 112x/menit, RR 22x/menit. Jumlah perdarahan yang terjadi
sekitar 2.000 ml.
Pertanyaan :
a. Apakah diagnosis kasus tersebut?
P7007 post partum VE 1 jam + Perdarahan Pasca Persalinan Dini + Syok
Hemodinamik
b. Sebutkan predisposisi terjadinya kejadian tersebut!
 Usia Ibu >= 35 tahun
 Grande Multipara (anak 7)
 Makrosomia (4.200 gram)
 Kala II lama (2 jam)
 Persalinan dengan tindakan (VE)
c. Apakah penanganan yang sebaiknya dilakukan? Jelaskan secara rinci jika suatu tahapan
belum berhasil mengatasi perdarahan!
 Call For Help (bekerja dengan tim)
 Stabilisasi dan Resusitasi A-B-C
 Perbaikan Keadaan Umum (Oksigenasi, Double IV Line 20 ml/kgBB, Kateter
Urine)
 Menghentikan perdarahan (Masase Uterus, Uterotonika  Oksitosin,
Misoprostol, atau Metil Ergometrin Maleat, Kompresi Bimanual
Eksterna/Interna, Pemasangan Kondom Kateter, apabila belum berhasil
mengatasi perdarahan maka dirujuk untuk dilakukan tindakan operatif)
d. Menurut anda, jika perdarahan belum berhasil dan penderita terpaksa dirujuk.
Penanganan apakah yang nanti dilakukan di RS?

35

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Transfusi bila perlu (apabila Hb < 10g%) dan dilakukan tindakan Operatif
(Ligasi Arteri Ovarica dan Uterina atau Prosedur B-Lynch Modifikasi Surabaya,
hingga Histerektomi)

36

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 4
Anda bekerja sebagai dokter Puskesmas. Datang seorang ibu hamil sebagai berikut :
Ibu datang dengan keluhan perdarahan pervaginam, spontan, merah segar tanpa nyeri,
primigravida, usia kehamilan 32 minggu, TD 120/80, Nadi 84x/menit, Hb 9g%, RR 24x/menit.
Pada pemeriksaan Leopold :
I : Bagian fundus tidak teraba bagian janin, ½ prosesus xipoideus – pusat
II : Teraba bagian keras bulat melenting di sisi kiri ibu dan bagian lunak janin di kanan
III : Tidak teraba bagian janin
DJJ : 12-13-12
Anda harus melakukan pemeriksaan USG Obstetri guna melengkapi / menunjang diagnosis.
Pertanyaan :
a. Sebutkan 4 pengukuran yang harus diperhatikan saat melakukan pemeriksaan USG!
 Pemeriksaan Biometri Janin (BPD, HC, AC, FL)
 Evaluasi Letak Plasenta dan Derajat Kematangan Plasenta
 Evaluasi Cairan Amnion (AFI = Amnion Fluid Index)
 DJJ
b. Manakah yang berhubungan dengan keluhan pasien pada pemeriksaan di atas?
Letak Plasenta
c. Hasil pemeriksaan USG anda sebagai berikut :
Sebutkan deskripsi gambaran USG tersebut!
Lokasi Plasenta pada SBR anterior (corpus anterior) dan menutupi OUI
e. Dengan keadaan pasien di atas, apa yang anda temukan saat melakukan scanning di
SBR uterus?
Didapatkan Plasenta yang menutupi OUI dan Janin Letak Lintang
f. Apa tindakan anda selanjutnya? Sebutkan alasannya!
 Memasang Infus RL/RD5
 Memasang kateter
 KIE pasien dan keluarga tentang rencana melakukan rujukan dini berencana
ke PPK II (RS) terkait perbaikan anemia (transfusi), pematangan paru, dan
persalinan yang harus dilakukan secara operasi (SC)
g. Isi KSPR sesuai keadaan pasien saat ini!
 Hamil = 2 poin, APB = 8 poin, Letak lintang = 8 poin Total 18 poin

37

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


 Kehamilan Resiko Sangat Tinggi  Persalinan harus di RS ditolong oleh
Dokter
 Melakukan Rujukan Dini Berencana

38

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 6
Seorang wanita berusia 45 tahun datang dengan keluhan benjolan di perut bagian bawah dan 3
bulan terakhir apabila sedang datang bulan, banyak dan lebih dari 1 minggu lamanya. Ibu ini
memiliki 1 anak dan telah berusia 18 tahun. Hasil pemeriksaan :
TD 140/80, Nadi 92 x/menit, Temp 37oC, Hb 7g%
Teraba benjolan/tumor dengan konsistensi padat di atas simfisis (midline) setinggi setengah
simfisis – pusat (16 minggu). Mobile, tidak nyeri.
Pertanyaan :
a. Apa diagnosis yang mendekati beserta alasannya?
Myoma uteri, didapatkan benkolan di atas simfisis dengan konsistensi padat dan
mobile serta tidak nyeri, Ibu mengalami HMB (haid banyak dan lebih dari 1
minggu), serta anemia (Hb 7 g%)
b. – Apakah pada semua penderita dengan kelainan tersebut harus dilakukan operasi?
- Sebutkan alasannya!
Tidak
 Myoma uteri tumbuh lambat
 Bila wanita menopause myoma akan mengecil dengan sendirinya
 Ada terapi lain selain operasi yakni terapi hormonal dan ligasi
c. Apakah indikasi operasi pada keluhan tersebut?
 Apabila myoma melebihi besar uterus hamil 12 minggu
 Apabila menyebabkan gangguan haid, nyeri, dan penekanan
 Apabila menyebabkan infertilitas
d. Bagaimana rencana perawatan untuk kasus di atas? Sebutkan alasannya!
 Transfusi hingga Hb >= 10 g%
 Kuretase untuk menghentikan perdarahan dan pemeriksaan PA
 Laparotomi  Myomektomi hingga Histerektomi
e. Bila dilakukan operasi, apakah jenis operasinya dan apakah alasannya?
Histerektomi, karena usia pasien sudah 45 tahun

39

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 7
Wanita usia 30 tahun, mengeluh mengeluarkan darah sedikit – sedikit dari vagina sejak 4 hari
lalu, disertai perut mulas. Anamnesis didapatkan bahwa pasien terlambat haid 2 bulan, riwayat
haid sebelumnya teratur, nyeri haid tidak ada, menikah 8 bulan.
Pemeriksaan Umum : TD 110/70, Nadi 80x/menit, Hb 12 g%, T rektal 37oC.
VT : Fluksus + sedikit, Portio tertutup, lunak, nyeri goyang tidak ada. Uterus lunak ~ 8
minggu. Nyeri goyang (-), AP D/S supel, massa (-).
Pertanyaan :
a. Apakah diagnosis klinis saudara?
Abortus Imminens
b. Sebutkan tanda – tanda klinis yang mendukung diagnosis klinis saudara!
 Terlambat haid 2 bulan
 Perdarahan pervaginam sedikit – sedikit disertai perut mulas
 Fluksus (+) sedikit ~ Hb
 Portio tertutup, nyeri goyang (-)
 Uterus membesar dan lunak
 A/P tidak ada massa
c. Pemeriksaan laboratorium apa yang terpenting untuk mendukung diagnosis klinis
saudara?
 Tes Kehamilan
 Inspekulo
d. Apa DD kasus ini? Sebutkan alasannya!
 Kehamilan Ektopik
 Mola Hidatidosa
 Kehamilan muda dengan perdarahan ginekologis
e. Apabila ada fasilitas pemeriksaan penunjang, apa yang dapat mendukung diagnosis
klinis saudara? Apa yang diharapkan dari pemeriksaan penunjang ini?
USG, menegakkan diagnosis kehamilan intra uterin dan janin hidup
f. Apabila diagnosis klinis saudara benar, bagaimana terapi selanjutnya?
Tirah baring, tidak boleh berhubungan dengan suami, Memberikan Progesteron

40

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 9
a. Obat apakah ini?
Injeksi Depo Provera
b. Apa bahan aktif pada obat ini?
Medroxy Progesteron Acetate 150 mg
c. Bagaimana cara kerja obat tersebut?
 Mengentalkan lendir serviks
 Menghambat transportasi Sperma
 Menghalangi Implantasi
 Menekan Ovulasi
d. Bagaimana cara pemberian / penggunaannya?
 Disuntikkan Intra Muskular
 Pemberian pertama diberikan saat haid hari 1-5
 Pemberian selanjutnya selang 12 minggu / 3 bulan
 Bila pasien terlambat datang < 7 hari dapat langsung disuntikkan dan harus
diyakinkan bahwa pasien tidak hamil
 Bila pasien terlambat datang > 7 hari, boleh disuntikkan tetapi pasien tidak
boleh berhubungan atau menggunakan pengaman (kondom) saat
berhubungan
e. Apa efek samping obat tersebut?
 Gangguan haid hingga amenorrea
 Spotting
 Mual muntah
 Nyeri kepala
 Nafsu makan meningkat
 BB meningkat

41

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


UJIAN OSCE DM OBSGIN

24 Februari 2016

Station 1

Seorang wanita 26 tahun, datang ke anda sebagai dokter Puskesmas dengan keluhan panas
badan yang terkadang disertai menggigil dan nyeri pada payudara. Pasien melahirkan bayi 2
minggu lalu secara normal. Pasien juga mengatakan memberikan ASI eksklusif, nyeri juga
dirasakan saat menyusui.

Pemeriksaan Fisik : TD 120/80, N 96x/menit, RR 16x/menit, T rektal 38,3oC.

Inspeksi : Payudara hiperemia (+), lecet pada puting susu (+)

Palpasi : Payudara tegang, terasa hangat, nyeri (+)

FU : 3 jari atas simfisis

Lokea : tidak berbau

Pertanyaan :

a. Apakah diagnosis pasien ini?


Mastitis
b. Apakah yang dapat menyebabkan kejadian di atas?
 Bendungan air susu
 Infeksi oleh karena lecet/lesi pada payudara (Staphylococcus aureus)
c. Apakah yang menjadi faktor risiko kejadian di atas?
 Primipara
 Teknik menyusui yang kurang tepat
 Lesi pada payudara
 Riwayat Mastitis sebelum menyusui
 Memiliki penyakit DM, penyakit kronis lain atau HIV
d. Sebutkan komplikasi yang dapat terjadi pada kasus tersebut!
Abses Mammae
e. Bagaimana cara mengatasinya?
 Ibu tetap menyusui
 Melakukan kompres dan pemijatan pada payudara
42

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


 Pemberian antipiretik (Paracetamol 3x500 mg)
 Pemberian antibiotik (Kloksasilin 4x500 mg atau Eritromisin 3x250 mg selama
10 hari)

43

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 4
Ny. P, 30 tahun, datang ke Puskesmas dengan keluhan ingin punya anak. Penderita sudah
menikah selama 5 tahun. Baik pasien maupun suami tidak menggunakan alat kontrasepsi
sebelumnya. Penderita tidak pernah keguguran maupun operasi panggul sebelumnya. Riwayat
haid, siklus teratur 30 hari, nyeri haid (-), lama haid 6 hari, haid terakhir 2 minggu yang lalu.
Riwayat pemeriksaan terdahulu :

Istri : sudah pernah USG transvagina, normal


Suami : 2 bulan lalu dilakukan analisis sperma dengan hasil :
Konsentrasi 25 juta/ml
Motilitas Cepat 20%, Lambat 45%, Tidak bergerak 35%
Morfologi normal 35%, kelainan kepala 65%
Pemeriksaan Fisik KU baik, TB 160 cm, BB 56 kg
Pemeriksaan Dalam :
Inspeksi : Portio tertutup licin, nulli para
V/V fluksus (-), lendir serviks jernih
CU AF ~ normal
AP D/S massa (-), nyeri (-)
CD tidak menonjol
Pertanyaan :
a. Apa diagnosis pada pasien ini?
Infertilitas Primer
b. Sebutkan kesimpulan pemeriksaan analisa sperma suami pasien! (menurut WHO 2010)
Normozoospermia
c. Apakah pemeriksaan yang akan anda kerjakan pada penderita saat ini untuk evaluasi
masa subur?
Fern Test dan Pemeriksaan Spinbarkeit pada lendir serviks
d. Hasil pemeriksaan yang anda lakukan tampak pada gambar di bawah ini, apakah
kesimpulan saudara? Sebutkan alasannya!
Pasien saat ini dalam masa subur
Fern Test : Gambaran menyerupai Daun Pakis

44

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Pemeriksaan Spinbarkeit : lendir serviks jernih seperti putih telur, konsistensi
lebih encer dan jumlah lebih banyak, Apabila diregangkan tidak putus dan
mencapai panjang 10-15 cm.
e. Apakah saran anda saat ini pada pasutri tersebut?
Melakukan hubungan karena istri dalam masa subur
f. Apakah faktor lain yang belum dievaluasi pada pasutri tersebut serta sebutkan metode
pemeriksaannya!
Patensi Tuba dengan pemeriksaan HSG atau Laparoskopi

45

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 5
Seorang wanita usia 32 tahun, datang ke tempat anda sebagai dokter di UGD RS dengan
keluhan perdarahan pervaginam sedikit – sedikit sejak 1 minggu ini disertai nyeri perut yang
hebat. Dari anamnesis didapatkan pasien terlambat haid 2 bulan (riwayat sebelumnya haid
teratur), mual sejak 1 bulan terakhir. Penderita sudah menikah selama 10 tahun dan belum
memiliki anak.

Pemeriksaan Fisik :

KU lemah, TD 90/60, Nadi 108x/menit, anemis (+), akral dingin, nyeri tekan suprasimfisis (+),
massa (-)

VT : Inspekulo : Fluksus (+) dari OUE

Portio : tertutup, nyeri goyang (+)

CU : AF sedikit membesar

AP : massa sulit dievaluasi, nyeri (+)

CD : menonjol

Pertanyaan :

a. Apa kemungkinan diagnosis anda?


Kehamilan Ektopik Terganggu
b. Sebutkan data pendukung lainnya yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis!
 Tes Kehamilan
 Pemeriksaan Darah Lengkap (Hb)
 Kuldosintesis
 USG
c. Sebutkan diagnosis banding pada kasus ini!
Abortus Imminens, Appendicitis, Keradangan Panggul, Kista terpeluntir,
Pecahnya kista lutein
d. Sebutkan tatalaksana kasus ini!
 Stabilisasi dan Resusitasi A-B-C
 Perbaikan kondisi umum (Oksigenasi, IV Line, Kateter)
 KIE dirujuk dilakukan tindakan operatif laparotomi eksplorasi

46

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 7
Seorang ibu hamil, usia 27 tahun, datang ke Poli Hamil RS Kabupaten pada tanggal 24 Februari
2016 memeriksakan kehamilannya karena sudah 9 bulan lebih bayi belum lahir. Ibu tersebut
telah memiliki seorang anak umur 4 tahun, dan waktu melahirkan ditolong bidan, lahir normal,
BB 2800 gram, usia kehamilan saat itu 8 bulan.

Haid terakhir tanggal 29 April 2015, siklus haid teratur 28 hari, pada pemeriksaan tensi 100/80
mmHg, Nadi 72 x/menit, T 36,7oC, TFU 2 jari bawah prosesus xipoideus, kepala belum masuk
PAP, punggung kiri, DJJ 12-12-12, His (-), TBJ 3800 gram, janin tidak ada kelainan. TB ibu
150 cm.

Pemeriksaan dalam : Pembukaan 1 cm, penipisan 25%, kepala teraba sutura sagitalis
melintang, HI, ketuban (+)

Hasil NST :

Pertanyaan :

a. Apa diagnosis kerja / assessment kasus di atas?


GIIP1001 42/43 minggu janin THIU + presentasi kepala + Kepala belum masuk
PAP + TBJ 3800 gram
b. Apa komplikasi kasus ini yang dapat terjadi pada bayinya?
 Bayi besar dapat menyebabkan CPD, distosia bahu, fraktur klavikula, serta
palsi erb-duchene
 Karena Post term  Oligohidramnion sehingga dapat berakibat kompresi tali
pusat, gawat janin (Fetal Distress), hingga kematian janin (IUFD)
 Post Term  Ketuban mekoneal dapat menyebabakan Sindroma Aspirasi
Mekoneal
c. Jika dilakukan pemeriksaan NST pada pasien ini, apakah indikasi pemeriksaan NST
pada kasus ini?
Post Term  memeriksa kesejahteraan janin
d. Bagaimana interpretasi hasil NST pada pasien ini?
 Baseline 145 dpm
 Variabilitas 5-15 dpm
 Reaktif
47

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


 NST kategori I (normal)
e. Pemeriksaan apalagi yang dapat dikerjakan di RS tingkat Kabupaten untuk
menegakkan diagnosis kasus ini? Sebutkan alasannya!
Pemeriksaan USG
Untuk memeriksa biometri janin dan menentukan estimasi berat janin, letak dan
derajat kematangan plasenta, serta keadaan cairan amnion
f. Pemeriksaan apakah yang anda lakukan untuk bisa menentukan apakah pasien ini dapat
melahirkan pervaginam? Apa alasan anda melakukan tes tersebut?
Osborn Test, Pasien belum pernah melahirkan bayi dengan Berat > 2500 gram
g. Bagaimana tatalaksana anda jika hasil pemeriksaan di atas memberikan hasil negatif?
Dilakukan terminasi kehamilan dengan induksi atas indikasi Post Date

48

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 8
Ny. E 16 tahun, G1P0 38 minggu, TB 142 cm, dengan riwayat ANC di Puskesmas sebanyak
10x. Bersalin di dukun sudah 2 hari, terjadi kemacetan dan dirujuk oleh dukun ke bidan,
selanjutnya dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo. Hasil pemeriksaan di IRD :

KU : GCS 456, tampak kesakitan, anemis (-), TD 160/100, Nadi 100x/menit, RR 20x/menit,
Meteorismus (+), edema tungkai (-), Vulva edema (+), T rektal 39oC, TFU 36 cm, letak kepala,
tunggal hidup, DJJ 10-8-10.

VT : pembukaan 7 cm, presentasi kepala, caput (+), HII, Ketuban (-) mekoneal.

Pertanyaan :

a. Apakah diagnosis pasien ini?


GIP0000 38 minggu (aterm) janin THIU + Presentasi Kepala + Inpartu kala I fase
Aktif + PEB + Low Height + Partus Kasep + Fetal Distress + TBJ 3875 gram
b. 1. Dari sudut Obsginsos, apakah kasus ini dapat dicegah? Bagaimana caranya?
Ya, yakni dengan cara
 Melakukan ANC yang baik dan benar termasuk menyiapkan persalinan
(tempat persalinan, siapa penolongnya, dan pembiayaan)
 KIE tentang tanda – tanda bahaya / gawat kehamilan sehingga ada kesiapan
dalam menghadapi komplikasi kehamilan maupun persalinan
 Menumbuhkan social support baik dari keluarga maupun masyarakat
2. Jelaksan kasus ini menggunakan KSPR!
 Hamil = 2 poin, Primimuda = 4 poin, TB < 145 cm = 4 poin, PEB = 8 poin Total
18 poin
 Kehamilan Risiko Sangat Tinggi  Persalinan di RS dengan Penolong Dokter
 Menyiapkan
 Rujukan Dini Berencana
c. Upaya promotif apa yang seharusnya dilakukan saat ANC?
 Penyuluhan tentang gizi ibu hamil
 KIE tentang tanda – tanda gawat kehamilan
 Memberikan suplemen Fe, Asam Folat, dan Kalsium
 Melibatkan suami pasien untuk ikut mengawasi kehamilan pasien dan menjadi
suami SIAGA

49

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


d. Pada kasus di atas penderita dilakukan SC, namun anaknya tidak tertolong, meninggal
pada hari ke 5 karena MAS. Untuk mencegah terulangnya kasus di atas, sebagai Kepala
Puskesmas, tindakan apa yang pertama kali anda pikirkan?
 Melakukan AMP (Audit Maternal Perinatal) untuk mengidentifikasi
kesalahan penanganan

50

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN


Station 10
Ny. S, 17 tahun, primigravida datang ke kamar bersalin Puskesmas dengan keluhan kepala
terasa berat. Dari anamnesis didapatkan bahwa ibu penderita memiliki riwayat hipertensi.
Pemeriksaan fisik didapatkan :

TB 150 cm, BB 75 kg, BMI 33,3

TD 160/110 mmHg, Nadi 90 x/menit, RR 16x/menit, T 37oC, Hb 10,5g%

Edema +++, proteinuria +++

TFU 3 jari bawah prosesus xipoideus, letak kepala, bagian terendah janin sudah masuk PAP,
punggung kiri, DJJ 12-12-13, TBJ 2900 gram, His (-)

VT : pembukaan 1 cm, eff 25%, ketuban (+), Sutura Sagitalis melintang, HI+

Pertanyaan :

a. Apakah diagnosis kasus ini?


GIP0000 aterm janin THIU + presentasi kepala + tak inpartu + PEB + Obesitas
gr. I + TBJ 2900 gram
b. Bagaimana tatalaksana kasus ini?
 Opname
 Stabilisasi dan Perbaikan KU (Oksigenasi, IV line RL/RD5, Kateter Urine)
 Anti Kejang dengan MgSO4 initial dose 20% 4 gram IV kemudian 30 menit
kemudian 40% 5 gram IM bokong kanan dan bokong kiri
 Pemberian anti HT  Nifedipine dan Metildopa
 Rujuk ke PPK tingkat II
c. Sebutkan faktor predisposisi/risiko preeklampsia pada kasus ini!
Primigravida, RPK Ibu dengan Hipertensi, Obesitas
d. Sebutkan 5 komplikasi yang sering menyertai kasus ini!
Edema Otak hingga kejang (eklampsia), Edema Paru, Gagal jantung,
Peningkatan Fungsi Hepar, Peningkatan Fungsi Ginjal, sindroma HELLP,
gangguan Faal Hemostasis, dan Solusio Plasenta

51

Kumpulan Soal dan Jawaban OSCE DM OBSGIN

Anda mungkin juga menyukai