Anda di halaman 1dari 7

TORAJA ENTREPRENEURSHIP EXPO

PENDAHULUAN

Pada era globalisasi, persaingan ekonomi bagaikan medan perang dunia dimana setiap
negara berperang dan bersaing untuk mendapatkan posisi negara maju. Berbagai usaha pun
dilakukan, entah itu dengan kerja sama dengan negara lain ataupun mengembangkan potensi
ekonomi yang ada di dalam negara itu sendiri. Jika di kelola dengan baik, sumber daya alam
indonesia yang melimpah bisa menjadi sumber kekuatan Indonesia untuk menghadapi dunia. Selain
itu, dengan tingkat tenaga kerja yang tinggi, Indonesia sedang merangkak menuju perekonomian
yang sejahtera.
Kondisi perekonomian negara merupakan tolak ukur kesuksesan suatu negara. Negara
dengan pendapatan yang tinggi bisa dibilang negara yang maju dalam pereknomian. Teknologi juga
ikut membantu menignkatnya suatu stabilitas ekonomi negara. Namun tidak hanya itu, kreatifitas
dan inovasi juga merupakan salah satu syarat majunya suatu negara. Dalam suatu sistem dunia,
setiap negara akan berusaha untuk menguasai atau setidaknya berusaha untuk mengkontrol negara
lain yang tidak sesukses negara tersebut. Hal itu mendorong setiap negara untuk berusaha
meningkatkan kemampuannya baik itu dalam hal politik ekonomi maupun sosial budaya agar tidak
menjadi ‘korban’ negara lain. Inovasi dan kreatifitas sangatlah di butuhkan dalam persaingan
merebut kekuasaan karena perkembangan internasional tidak mudah di ramalkan. Oleh karena itu,
tidak heran setiap negara bersaing untuk merebut kuasa hegemoni dengan meningkatkan nilai
ekonominya. Kemandirian dan keberanian dalam usaha meningkatkan nilai kehidupan baik itu dari
segi ekonomi dan sosial harus dijadikan acuan. Setiap perusahaan yang di dukung pemerintah
maupun yang swasta harus terus menciptakan suatu inovasi yang lebih baik dan efisien.

Oleh karena itu peran kewirausahaan sangatlah penting bagi pertumbuhan ekonomi
Indonesia. Kewirausahaan merupakan salah satu variabel perhitungan tingkat perekonomian. Selain
itu kewirausahaan juga menyumbang banyak sekali dalam pundi-pundi perekonomian, baik itu dari
pendapatan maupun tingkat kesejahteraan tenaga kerja. Kewirausahaan adalah suatu penerapan
kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-
peluang yang dihadapi orang setiap hari.
Negara dapat dikatakan makmur apabila minimal harus memiliki jumlah entrepreneur atau
wirausaha sebanyak 2% dari jumlah populasi penduduknya. Kewirausahaan memiliki peranan yang
strategis dalam menciptakan pelaku bisnis dan perusahaan yang baru. Ungkapan tidak ada
pembangunan tanpa kehadiran wirausahaan memang benar pernyataan tersebut. Kewirausahaan
mampu membuat suatu Negara maju dan makmur karena kewirausahaan sebagai pencipta
kesempatan kerja baru, penghasilan baru, inovasi baru, serta unggul dalam kualitas untuk
mengorganisir sumberdaya yang diperlukan dalam menciptakan nilai tambah. Nilai tambah tersebut
dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru,
menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien dan secara
keseluruhan disebut sebagai sumber pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi.
Menurut survey yang dilakukan oleh Global Entrepreneurship Monitor (GEM) pada tahun
2006, 19,3% penduduk indonesia yang berusia produktif merupakan wirausaha yang aktif. Seperti
yang di sebutkan di atas bahwa setidaknya dibutuhkan jumlah wirausahawan sekitar 2%, ternyata,
Indonesia sudah mencapai jumlah yang bisa dibilang cukup besar bagi negara berkembang. Namun,
yang menjadi permasalahan adalah sebagian besar dari jumlah tersebut merupakan wirausahawan
yang berdasarkan kebutuhan hidup atau Necessity Entrepreneurahip seperti golongan petani dan
nelayan yang bersifat informal. Hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah
wirausaha yang tinggi namun pendapatan perkapita nya rendah. Data pada tahun 2006 mencatat
bahwa Indonesia berhasil mendapatkan PDB nasional dengan dukungan UKM hanya sebesar Rp.
1.786,22 triliun. Jumlah tersebut terbilang kecil dibandingkan negara lain yang mempunyai jumlah
wirausaha yang lebih kecil.
Salah satu kendala yang di hadapi industri kecil menengah adalah kemempuan
wirausahawan dalam mengakses pasar yang lebih luas. Hal ini bukan hanya kendala yang dihadapi
oleh para wirausaha di kota-kota besar tetapi juga di daerah-daerah. Dengan Produksi yang sudah
cukup bagus bila pasar yang dijangkau terbatas maka tidak akan cukup menolong kelangsungan
hidup UKM. Karena itu diperlukan langkah-langkah mengatasi masalah pemasaran produksi
Usaha Kecil dan Menengah ini dari pihak pemerintah tentunya. Toraja pebagai salah satu tujuan
wisata mempunyai prospek cerah bagi para wirausaha lokal. Semakin banyaknya bermunculan para
wirausahawan merupakan salah satu faktor yang akan menetukan tingkat perekonomian masyarakat
toraja. Hal ini didukung oleh sumber daya alam, sumber daya manusia serta kebudayaannya yang
sudah terkenal sampai ke luar negeri.
Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, maka kendala-kendala yang dihadapi oleh para
usahawan lokal seperti kurangnya pemasaran terhadap produk-produk merreka dapat diselesaikan
bersama.

TUJUAN
Bagi Ikaskibar:
1. Turut serta dalam hal membangun daerah toraja khususnya dalam bidang perekonomian
2. Meningkatkan rasa cinta terhadap budaya toraja
3.
Bagi Pemerintah
1. Membantu merintah dalam hal pengembangan Usaha Kecil dan Menengah khususnya
dalam hal promosi, sosialisasi serta surveilans produk-produk lokal.
2. Sebagai salah satu promosi budaya lokal dalam hal pentas budaya daerah
3.
Bagi Mayarakat
1. Sebagai sarana berkomunikasi dan berinteraksi langsung antara masyarakat dengan penggiat
industri yang terkait.
2. Sebagai ajang promosi dan penjualan bagi pelaku industri, sarana pendidikan, dan industri
pendukung lainnya.
3. Sebagai tempat berkumpulnya para komunitas pecinta, dan pemerhati UKM.
4. Sebagai ajang promosi efektif produk – produk UKM dan komoditi unggulan daerah
berorientasi ekspor.
5. Mempertemukan produsen dengan pembeli dalam dan luar negeri.
6. Memperkuat posisi dan eksistensi UKM sebagai penopang utama perekonomian dan
pembangunan di Indonesia.
7. Sebagai sarana publikasi dan sosialisasi kebijakan dan komitmen pemerintah dalam
pemberdayaan UKM di Indonesia.
8. Sebagai bentuk pelembagaan informasi bagi produk – produk UKM dan komoditi unggulan
daerah berorientasi ekspor.
9. Meningkatkan peran sert
PRODUK YANG DIPAMERKAN
1. Kerajinan tangan lokal (oleh-oleh lokal toraja)
2. Produk wirausaha muda toraja (clothing, fotografi, makanan dan minuman, dll)
3. Produk unggulan toraja (kopi, ukiran, tenun, dll)
4. Perkenalan produk-produk daerah serta cara membuatnya di seriap stan (ext: cara menenun,
mengukir, teknik fotografi, dll

ACARA DAN PROGRAM PAMERAN


Contoh format acara untuk 3 hari kegiatan:
1. Pameran selama 3 hari berturut-turut
2. Hari pertama :
 Pagi pembukaan
 Siang: talkshow dengan nara sumber pengusaha muda yang sukses, wakil bupati
toraja utara,*
 Sore-malam: band lokal/pentas seni daerah
3. Hari kedua :
 Pagi-siang : Ikaskibar inovation**
 Sore-malam: band lokal/ pentas seni daerah
4. Hari ketiga:
 Pagi-siang:
 Penutupan
Keterangan:
*talkshow tentang kiat-kiat menjadi wirausahawan, pengalaman serta motivasi dari para
narasumber.
**Sebagai ruang apresiasi bagi para siswa/siswi toraja dalam berkarya dan mewujudkan ide inovasi
untuk kehidupan yang lebih baik (bertemakan hal yang berhubungan dengan toraja)