Anda di halaman 1dari 33

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

PERTEMUAN 9

OLEH:
Kelompok 1

Putu Rayana Prayoga (1881611050)

Rusdian Edy Syahputra (1881611060)

Putu Dian Indah Savitri (1881611068)

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2019
BAB 10: HARGA ASET DAN INFORMASI LAPORAN KEUANGAN

PENDAHULUAN
Ada 2 atribut sehubungan dengan keseimbangan harga sekuritas, yaitu:
1. Kovarian return sekuritas dengan return pasar portofolio.
2. Varian dari return sekuritas.

TEORI KESEIMBANGAN DARI RETURN EKSPEKTASI SEKURITAS


Ada 2 teori, yaitu:
1. The Capital Asset Pricing Model (CAPM)
Beberapa asumsi mengenai keistimewaan investor menerapkan CAPM, yaitu:
a. Dua statistik, rata-rata dan varian, yang menjelaskan distribusi return portofolio
untuk masa yang akan datang;
b. Para investor lebih manyukai return ekspektasi yang lebih tinggi daripada yang
rendah namun untuk varian lebih suka yang lebih rendah daripada yang tinggi.
c. Semua investor mempunyai ekspektasi yang sama terhadap rata-rata, varian dan
kovarian return sekuritas;
d. Semua investor mempunyai horizon waktu yang sama (common time horizon)
suatu periode tunggal untuk membuat keputusan investasi.
e. Semua investor dapat meminjam dan meminjamkan bunga bebas risiko.
f. Pajak diasumsikan tidak berpengaruh terhadap harga aset.
g. Semua aset terjual dengan biaya transaksi nol.

2. Artbitrage Pricing Theory (APT)


Suatu model yang menjelaskan hubungan antara return sekuritas dengan returm satu
atau beberapa faktor. APT mengasumsikan bahwa return sekuritas dihasilkan dari suatu
model faktor yang dapat diidentifikasi. Tidak seperti CAPM, APT tidak membuat asumsi-
asumsi yang kuat mengenai keinginan-keinginan investor.

3. Hubungan Antara CAPM dan APT


Beta dari suatu sekuritas ditunjukkan menjadi rata-ratabeta tertimbang atas faktor-faktor
yang relevan. CAPM tidak mengasumsikan bahwa return dihasilkan dari suatu model
faktor. CAPM bukantidak konsisten dengan faktor model. Kelebihan dari CAPM ini jika
diasumsikan bahwa return dihasilkan dari suatu model faktor, maka CAPM akan
membuat prediksi premium return ekspektasi faktor.
TEORI KESEIMBANGAN DARI PILIHAN HARGA
Call (put) option pada suatu sekuritas adalah suatu kontrak yang memberikan hak pada satu
pihak untuk membeli atau menjual sejumlah saham yang diberikan dari sekuritas itu dengan
harga-harga tertentu dan dengan perjanjian tertentu pula.

DETERMINAN-DETERMINAN EKONOMI PADA BETA DAN VARIAN


A. Financial leverage
Ada beberapa penilaian yang melaporkan adanya hubungan antara:
1. Financial levarage dan beta
2. Financial leverage dan varian.
Semakin tinggi financial leverage, maka semakin tinggi pula teori yang memprediksi
beta dan varian.
Penelitian yang dilakukan Hamada (1972) menemukan bukti yang signifikan bahwa ada
hubungan yang positif antara financial leverage dengan beta dari 304 saham NYSE
pada periode 1948-1967. Selanjutnya Mandekler dan Rhee (1984) lebih jauh meneliti
masalah ini dengan menggunakan sampel sebanyak 255 perusahaan pada periode
1975-1976. Hasilnya adalah bahwa ada kolerasi yang positif dan signifikan antara beta
dan financial leverage.

B. Operating Leverage
Operating leverage adalah rasio antara biaya tetap dengan biaya variabel. Beberapa
penelitian telah membuktikan bahwa semakin tinggi rasio operating leverage, maka
semakin tinggi pula beta dan varian. Koefisien output index (VCi) merupakan adalah
estimasi komponen biaya variabel terhadap total biaya. Semakin tinggi komponen biaya
variabel terhadap total biaya, maka semakin rendah beta dan varian. Secara
keseluruhan dinyatakan bahwa operating leverage adalah suatu determinan ekonomi
terhadap beta dan varian. Salah satu kendala dalam menguji hipothesis operating
leverage adalahkesulitan untuk mengestimasi komponenbiaya tetap dan variabel dalam
perusahaan.

C. Unexpected Earning Covariability dan Variability


Ada beberapa peneliti yang meneliti hubungan antara:
1. Ketidak pastian mengenai permintaan produk perusahaan, harga jual per unit,
biaya variabel per unit dan;
2. Variabel-variabel pasar modal seperti varian dan beta.
Sebagian besar model-model analitikal memprediksi hubungan positif antara
ketidakpastian mengenai determinan-determinan dari risiko bisnis (volume penjualan,
harga jual per unit, biaya variabel per unit) denganvarian. Model-model yang
memfokuskan pada beta memprediksi bahwa hanya ketidakpastian sistematistentang
determinan-determinan risiko bisnis yang mempengaruhi beta perusahaan. Ball and
Brown (1969) mengestimasi beta akuntansi (bi) untuk masing-masing perusahaan
dengan model indeks tunggal.

D. Lines of Busines
Beta atau risiko relatif dari suatu portfolio merupakan rata-rata tertimbang dari beta
sekuritas dalam suatu portofolio. Beta dari seluruh sekuritas perusahaan merupakan
rata-rata tertimbang dari beta masing-masing sekuritas. Teori portofolio memprediksi
bahwa hubungan antara varian dari seluruh perusahaan dengan varian dari masing-
masing perusahaan adalah lebih kompleks, yang akan tergantung pada varianmasing-
masing perusahaan dan kovarian antara masing-masing perusahaan.

ESTIMASI BETA DAN VARIAN


Estimasi beta dan varian digunakan dalam banyak konteks di samping keputusan-keputusan
investasi sekuritas. Pada dunia akademis dan prusahaan-perusahaan investasi, parameter-
parameter ini (beta dan varian) banyak diperhitungkan.
A. Return Sekuritas Didasarkan Pada Pendekatan-Pendekatan Estimasi
Suatu pendekatan masalah-masalah estimasi muncul bila menggunakan pada return
sekuritas untuk mengestimasi beta dan varian. Ada tiga pilihan pokok dari suatu interval
waktu untuk analisis: harian, mingguan, atau bulanan. Satu keuntungan dengan
menggunakan data harian adalah bahwa observasi-observasi dapat digunakan untuk
estimasi. Masalah yang muncul dengan menggunakan data harian adalah apa yang
disebut dengan fenomena nontrading. Masalah estimasi kedua dengan data return
sekuritas adalah pemilihan periode waktu untuk analisis data.
Penelitian di universitas dan perusahaan-perusahaan investasi telah menghasilkan
berbagai teknik estimasi beta.

B. Laporan Keuangan Didasarkan Pada Pendekatan-Pendekatan Estimasi


1. Analisis Kolerasi
Masalah pokok disini adalah bahwa laporan keuangan yang didasarkan pada
variabel-variabel secara signifikan berkolerasi dengan estimasi return sekuritas dari
beta.Analisis univariate dan multivariate sudah dilakukan. Bildersee (1975)
menerapkan pendekatan ini termasuk juga Beaver, Ketller dan Scholes (1970)
serta Thompson (1976).
2. Analisis Prediktif
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi beta sekuritas masa yang akan
datang yang didasarkan pada teori antara variabel-variabel laporan keuangan
dengan estimasi return sekuritas dari beta, seperti penelitian Beaver, Kettler dan
Scholes (1970) serta Rosenberg dan Mc Kibben (1970).

C. Produk-Produk Jasa Komersial


Pada tahun 1970 banyak penelitian dilakukan oleh para akademis terhadap teknik-
tehnik mengestimasi beta dan varian. Penelitian ini adalah pengembangan dari produk-
produk komersial dan perusahaan-perusahaan konsultasi investasi. Perusahaan ini
selanjutnya telah memainkan suatu peranan yang penting dalam melanjutkan
momentum-momentum penelitian. Penelitian mengenai produk-produk jasa komersial
ini, pernah dilakukan oleh Barr Rosenberg dan rekan. Ada beberapa hal penting
sehubungan dengan jasa pelayanan BARRA, antara lain yaitu: BARRA
menggabungkan return sekuritas dengan informasi keuangan. Hal lainnya yaitu adanya
analisis data yang mendasari penggunaan teknik-teknik khusus.
BAB 11: PASAR MODAL DAN PENGUMUMAN INFORMASI PERUSAHAAN

PENDAHULUAN
Informasi keuangan adalah salah satu dari sekian banyak sumber yang digunakan oleh
pelaku pasar modal untuk mempengaruhi harga saham baisa, saham istimewa, obligasi
perusahaan dan perdagangan sekuritas-sekuritas lainnya. Informasi keuangan berperan
dalam proses revaluasi pasar modal. Buktinya adalah bahwa pasar modal bereaksi terhadap
laba akuntansi yang dilaporkan.

REAKSI PASAR MODAL TERHADAP PENGUMUMAN PERUSAHAAN


Satu masalah penting di sini adalah apakah pengumuman-pengumuman ini berhubungan
dengan aktivitas volume perdagangan yang meningkat pada waktu pengumuman. Masalah
kedua adalah apakah pengumuman-pengumuman ini berhubungan dengan suatu
perubahan dalam distribusi return sekuritas pada waktu pengumuman.
A. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kandungan Informasi
1. Pengharapan pasar modal dari isi dan waktu pengumuman.
2. Implikasi dari pengumuman untuk distribusi return sekuritas masa yang akan
datang.Sebagai ketentuan umum, semakin besar perubahan dalam arus kas yang
diharapkan, maka semakin besar impikasi revaluasi harga sekuritas terhadap
pengumuman tersebut.
3. Kredibilitas sumber informasi.

B. Pengaruh Pengumuman LabaTerhadap Volume Perdagangandan Variabilitas


Sekuritas.
Temuan-temuan penting dalam penelitian laporan keuangan adalah pengumuman
interim tahunan dihubungkan dengan meningkatnya volume perdagangan dan
meningkatnya variabilitas dari return sekuritas seperti penelitian Beaver (1968) yang
mengemukakan usaha-usaha untuk mengendalikan faktor-faktor nonlaba berkaitan
dengan volume perdagangan pada waktu pengumuman laba.

C. Pengaruh PengumumanLaba TerhadapReturnSekuritas Rata-Rata.


Ada 2 variabel yang mendukung penelitian mengenai faktor-faktor yangmenjelaskan
arah dan besaran reaksi pasar modal terhadap pengumumanlaba, yaitu:
1. Tanda dan besarnya komponen yang tidak diharapkan atas perubahan laba
2. Ukuran perusahaan.
D. Pengaruh Pengumuman Lainnya Atas Return Sekuritas
Peramalan Earning
Waymire (1984) meneliti perilaku return sekuritas dari 3 hari periode perdagangan pada
tanggal pengumuman the Wall Street Journal dari peramalan manajemen.
Kesimpulannya adalah bahwa ada suatu hubungan yang positif dan signifikan antara
besarnya deviasi peramalan dan besarnya return abnormal dalam periode langsung
sekitar tanggal pelaporan peramalan.
Pengumuman deviden
Sudah banyak peneliti meneliti perilaku harga-harga sekuritas pada waktu
pengumuman deviden, contohnya: Asquith dan Mullins (1983), Brickley (1983), Dielman
dan Oppenheimer (1984). Perusahaan yang menurunkan atau menghapus pembayaran
deviden mempunyaireturn abnormal yang negatif dan signifikan.

E. Pengaruh Pengumuman InformasiAtas Perusahaan Yang TidakMengumumkan


Return Sekuritas.
Foster (1981) meneliti pengiriman informasi antara perusahaan dalam industri yang
sama pada waktu pengumuman laba. Hasilnya adalah bahwa ada hubungan antara
pengumuman laba dengan peningkatan yang tinggi dalam variabilitas return sekuritas
untuk perusahaan yang mengumumkan juga ada hubungan dengan kenaikan yang
tinggi dalam variabilitas return sekuritas untuk perusahaan-perusahaan lain dalam
industri tersebut.

HUBUNGAN ANTARA RETURN SEKURITAS DENGAN LABA


A. Pembuktian Sebelumnya
Ball dan Brown (1968) yang meneliti perilaku return sekuritas. Pemisahan pada periode
12 bulan ke atas dan meliputi laba tahunan yang diumumkan. Dua potofolio yang diteliti,
yaitu:
1. Pemisahan yang labanya meningkat tahun sebelumnya; dan
2. Perusahaan-perusahaan yang labanya menurun tahun sebelumnya.
Hasilnya adalah bahwa perusahaan yang melaporkankenaikan/penurunan laba
mempunyai return abnormal sekitar 5,6 % s/d 11,3 % pada 12 bulan ke atas dan
meliputi bulan-bulan pada saat pengumuman laba.

B. Pembuktian Selanjutnya
McEnally (1971), Beaver, Clarke dan Wrigth (1979) melaporkan adanya hubungan yang
signifikan dan kontemporer antara tanda dan besaran yang tidak diharapkan atas
perubahan labadengan tanda dan besaran dari return abnormal pada periode sebelum
pengumuman laba tahunan. Foster, Olsen dan Shevlin (1984) memperluas hasil ini
terhadap laba interim dan juga untuk analisis pengaruh dari ukuran perusahaan. Foster
(1975) melaporkan hasil untuk 63 perusahaan asuransi di Amerika Serikat yang
terdaftar pada pasar OTC. Dalam 12 bulan termasuk dengan bulan pengumuman laba.
perusahaan-perusahaan mempunyai kenaikan tidak diharapkan sebesar 5% atau
penurunan sebesar 5,2 % pada return abnormal sekuritas.

BUKTI YANG MENDUKUNG SUATU HUBUNGAN NONMEKANISTIK ANTARA RETURN


SEKURITAS DAN EPS YANG DILAPORKAN
A. PengumumanEstimasi EPS Oleh Perusahaan
Sterling (1970) meneliti volume perdagangan dan reaksi harga sekuritas untuk
mengestimasi EPS, yang diumumkan oleh perusahaan setelah akhir tahun fiskal dan
sebelum pengumuman laba sebenarnya. Hasilnya adalah bahwa pasar bereaksi
terhadap informasi yang ada dalam pengumuman.

B. Perubahan Akuntansi
Ball (1972) meneliti reaksi pasar modal pada sebanyak 267 perubahanselama periode
1947-1960. Kesimpulannya adalah pada tahun perubahan akuntansi tidak muncul
perilaku yang tidak biasa untuk rata-rata perusahaan. Rata-rata return abnormal dalam
perubahan akuntansi adalah 0,2 dari 1%. Singkatnya, perubahan-perubahan teknik
akuntansi tidak muncul dihubungkan dengan penyesuaian-penyesuaian pasar dalam
suatu arah yang konsisten untuk rata-rata perusahaan. Ball juga menghitung chi-square
statistic (X2) antara sinyal perubahan laba dengan sinyal return abnormal dalam
pengumuman untuk sebanyak 267 observasi perubahan akuntansi. Semakin tinggi
statistiknya, semakin tinggi persetujuan antara sinyal perubahan laba dan sinyal return
abnormal.
ANOMALI PASAR EFISIEN
A. Anomaly Pengumuman Postearning
Dalam suatu pasar yang efisien, satu kali pengumuman laba diumumkan, tidak akan
mungkin mengembangkan suatu strategi dagang yang dapat mendatangkan laba
didasarkan pada besarnya laba yang tidak diharapkan. Rendleman, Jones dan Latane
(1982) meneliti pengumumanlaba kwartalan pada periode 1971- 1980. Hasilnya adalah
konsisten dalam menyarankan bahwa pasar tidak mengasimilasi informasi laba
kwartalan yang menguntungkan atau merugikan pada hari pengumuman laba.
B. Anomaly Price to Earning Ratio
Basu (1983) meneliti Anomaly Price Earning dengan sample sebanyak 1300 Etiten
pada periode 1963-1980. Hasilnya adalah ada hubungan yang signifikan antara Price
Earning Ratio dan resiko return yang disesuaikan pada 12 bulan setelah pembentukan
Price Earning Quintile didasarkan atas portofolio.

C. Fenomena Briloff
Briloff membuat analisis yang rinci terhadap pemilihan-pemilihan metode akuntansi dan
kebijakan-kebijkan laporan perusahaan. Tema pokoknya adalah bahwa manajemen
menggunakan fleksibel GAAP untuk menunjukkan perataan peningkatan EPS. Briloff
juga mengkritik keputusan-keputusan bisnis yang dimuat manajemen. Foster (1985)
juga meneliti perilaku return sekuritas harian perusahaan yang dikritik Briloff.
DAFTAR PUSTAKA

George Foster. 1986. Financial Statement Analysis 2nd Edition. Singapore. Prentice Hall
International, Inc.
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
ANALISIS AKTIVITAS INVESTASI: INVESTASI ANTAR
PERUSAHAAN
CHAPTER 5: K. R SUBRAMANYAM

OLEH:
Kelompok 1

Putu Rayana Prayoga (1881611050)

Rusdian Edy Syahputra (1881611060)

Putu Dian Indah Savitri (1881611068)

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2019
BAB 5
ANALISIS AKTIVITAS INVESTASI: ANTAR PERUSAHAAN

A. PENDAHULUAN
Aktivitas antarperusahaan meningkat perannya dalam aktivitas bisnis. Perusahaan
membeli investasi antarperusahaan untuk beberapa alasan seperti diversifikasi, ekspansi,
serta kesempatan kompetitif dan pengembalian. Persyaratan pelaporan saat ini dilihat dari
sudut pandang analisis, baik untuk yang eksplisit maupun yang implicit. Bagaimana
pengungkapan saat ini relevan untuk analisis dan bagaimana dapat mengaplikasikan
penyesuaian analisis terhadap pengungkapan tersebut. Aktivitas investasi merupakan
aktivitas yang dihadapkan pada berbagai macam resiko dan ketidakpastian yang seringkali
sulit diprediksikan oleh para investor. Untuk mengurangi kemungkinan resiko dan
ketidakpastian yang akan terjadi, investor memerlukan berbagai macam informasi, baik
informasi yang diperoleh dari kinerja perusahaan maupun informasi lain yang relevan seperti
kondisi ekonomi dan politik dalam suatu Negara. Informasi yang diperoleh dari perusahaan
lazimnya didasarkan pada kinerja perusahaan yang tercermin dalam laporan keuangan.

B. PEMBAHASAN
1. Sekuritas Investasi
Sekuritas investasi sangat bervariasi dalam hal jenis surat berharga yang
diinvestasikan dan tujuan dari investasi. Sekuritas investasi dapat berupa utang atau
ekuitas. Sekuritas utang adalah sekuritas yang mewakili hubungan sebagai kreditor
terhadap pihak lain. Sekuritas ekuitas merupakan sekuritas yang mewakili
kepemilikan pada entitas lain.
2. Akuntansi untuk Sekuritas Investasi
Invetasi dapat dilaporkan pada neraca berdasarkan biaya perolehan atau nilai
wajar, tergantung dari jenis sekuritas dan tingkat pengaruh yang dimiliki perusahaan
terhadap perusahaan yang diinvestasikan. Nilai wajar aset merupakan harga tukar
aset dalam suatu transaksi normal saat ini antara pihak yang berbeda.
Akuntansi untuk sekuritas investasi ditentukan berdasarkan klasifikasinya,
yaitu:
a. Sekuritas Utang
a). Sekuritas yang Dimiliki hingga Jatuh Tempo
Perusahaan melaporkan sekuritas tersebut di neraca pada biaya perolehan.
Tidak ada keuntungan atau kerugian belum direalisasi dari sekuritas ini yang
diakui sebagai pendapatan.
b). Sekuritas yang Diperdagangkan
Perusahaan melaporkan sekuritas ini pada nilai pasar total pada tiap tanggal
neraca. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi dan keuntungan atau
kerugian telah direalisasi termasuk pada penghitungan laba bersih.
c). Sekuritas tersedia untuk dijual
Sekuritas ini dapat dikelompokkan sebagai aset lancar atau tak lancar,
tergantung dari jangka waktu atau kapan manajemen berniat menjual sekuritas
tersebut. Sekuritas ini dilaporkan berdasarkan nilai wajar pada neraca. Namun,
perubahan pada nilai wajar tidak dimasukkan sebagai komponen laba melainkan
dimasukkan sebagai komponen pendapatan komprehensif.
d). Perubahan Kelompok Investasi
Umumnya, sekuritas utang yang dikelompokkan sebagai “dimiliki hingga jatuh
tempo” tidak dapat dipindahkan menjadi kelompok lain kecuali pada keadaan
luar biasa seperti merger, akuisisi, divestasi, penurunan tajam perangkat kredit
atau kejadian luar biasa lainnya. Pemindahan dari kelompok “tersedia untuk
dijual” menjadi “diperdagangkan” biasanya juga tidak diperbolehkan. Namun,
ketika pemindahan antarkelompok ini terjadi, sekuritas harus disesuaikan pada
nilai wajarnya.
3. Sekuritas Ekuitas
a. Tidak Memiliki Pengaruh (Kepemilikan Kurang dari 20%)
Investor diasumsikan memiliki pengaruh minimal pada aktivitas
perusahaan yang diinvestasi. Investasi ini dapat dikelompokkan sebagai
sekuritas diperdagangkan atau tersedia untuk dijual berdasarkan niat dan
kemampuan manajemen.
b. Pengaruh Signifikan (Kepemilikan anatara 20%-50%)
Investor memperlakukan investasi ini dengan metode ekuitas yang
mengharuskan investor untuk mencatat investasi awal sebesar biaya
perolehan dan kemudian menyesuaikan akun investasi dengan bagian
proporsi investor pada laba perusahaan yang diinvestasi sejak akuisisi
dan mengurangi akun investasi sebesar jumlah deviden yang diterima
dari perusahaan yang diinvestasi.
c. Pihak yang Mengendalikan (Kepemilikan Lebih dari 50%)
Investor disebut sebagai induk perusahaan dan perusahaan yang
diinvestasi sebagai anak perusahaan. Perusahaan harus menyiapkan
laporan keuangan konsolidasi.
4. Analisis Sekuritas Investasi
Analisis sekuritas investasi memiliki dua tujuan utama, yaitu:
a. Untuk Memisahkan Kinerja Operasi dengan Kinerja Investasi
Kinerja operasi dan investasi suatu perusahaan harus dianalisis secara
terpisah, karena kinerja investasi perusahaan dapat mendistorsi kinerja
operasi yang sesungguhnya. Aturan umumnya, seluruh sekuritas utang
dan sekuritas ekuitas yang dipasarkan dan tidak memiliki pengaruh,
dianggap aktivitas investasi.
b. Menganalisis Distorsi Akuntansi dari Sekuritas
Daftar distorsi potensial yang disebabkan oleh akuntansi untuk sekuritas
investasi yang harus diwaspadai seorang analis:
a) Peluang untuk mengakui penjualan keuntungan.
b) Kewajiban yang diakui sebesar biaya.
c) Definisi sekuritas ekuitas yang tidak konsisten.
d) Klasifikasi berdasarkan niat.
5. Implikasi Analisis atas Investasi Antarperusahaan
a. Pengakuan Laba Perusahaan Investasi
Metode akuntansi ekuitas mengasumsikan bahwa setiap dolar yang
dihasilkan oleh anak perusahaan setara dengan setiap dolar yang
dihasilkan untuk investor. Walaupun kewajiban pajak induk perusahaan
atas pengiriman laba oleh anak perusahaan diabaikan, asumsi setara
dolar atas laba tidak dapat diterima. Dengan alasan sebagai berikut:
a) Otoritas regulasi dapat mencampuri kebijakan deviden anak
perusahaan.
b) Anak perusahaan dapat beroperasi di negara yang membatasi
pengembalian laba atau di negara yang mengalami penurunan nilai
mata uang secara cepat.
c) Pembatasan dividen dalam perjanjian pinjaman dapat membatasi
akses terhadap laba.
d) Kehadiran kepemilikan minoritas yang stabil atau kuat dapat
mengurangi pilihan induk perusahaan dalam penentuan dividen atau
kebijakan lainnya.
b. Investasi Modal yang Tidak Diakui
Akun investasi sering disebut sebagai konsolidasi satu baris, karena akun
investasi tersebut mencerminkan presentase kepemilikan investor atas
ekuitas pemegang saham perusahaan investasi. Di balik saldo investasi
ini terdapat aset dan kewajiban perusahaan investasi. Aset dan
kewajiban perusahaan investasi yang tidak tercatat dalam jumlah besar
tidak tercatat dalam neraca investor.
c. Cadangan Pajak atas Laba Anak Perusahaan yang Tidak Dibagikan
Jika laba anak perusahaan yang tidak dibagikan termasuk dalam laba
akuntansi sebelum pajak induk perusahaan (melalui konsolidasi atau
metode akuntansi ekuitas), diperlukan cadangan pajak (tax provision).
Cadangan ini bergantung pada tindakan dan tujuan induk perusahaan.
Praktik saat ini mengasumsikan seluruh laba yang tidak dibagikan
ditransfer ke induk perusahaan sehingga cadangan pajak dibuat oleh
induk perusahaan di tahun berjalan. Asumsi ini tidak berlaku jika terdapat
bukti kuat bahwa anak perusahaan telah atau akan menginvestasikan
laba yang tidak dibagikan secara permanen atau akan mengirimkan laba
melalui likuidasi yang bebas biaya.

PENGGABUNGAN USAHA
Penggabungan Usaha (business combination) mengacu pada merger atau
akuisisi suatu bisnis. Hal ini terjadi bila sebuah perusahaan mengakuisisi sebagian
besar sekuritas ekuitas satu perusahaan lain atau lebih. Penggabungan usaha
mensyaratkan bahwa laporan keuangan setelahnya melaporkan aktivitas gabungan
entitas baru tersebut. Akuntansi penggabungan usaha memerlukan keputusan
tentang bagaimana menilai aset dan kewajiban entitas yang baru. Keputusan ini
meliputi revaluasi seluruh aset dan kewajiban yang diakuisisi menjadi nilai pasar,
dengan dampak besar terhadap laporan keuangan kini dan masa depan.
Penggabungan usaha dengan motivasi ekonomi yang jelas memiliki sejarah yang
panjang. Beberapa alasan ekonomis penggabungan usaha adalah :
1) Untuk memperoleh sumber bahan baku, fasilitas produksi, teknologi, jaringan
pemasaran atau pangsa pasar yang tak ternilai.
2) Untuk menjamin sumber keuangan atau akses terhadap sumber keuangan.
3) Memperkuat manajemen.
4) Meningkatkan efisiensi operasi.
5) Mendorong diversifikasi.
6) Mempercepat masuk ke pasar.
7) Mencapai skala ekonomi.
8) Memperoleh manfaat pajak.

Penggabungan usaha juga dapat digunakan sebagai alat untuk


meningkatkan citra perusahaan, anggapan potensi pertumbuhan, atau
kesejahteraannya serta dapat digunakan untuk meningkatkan laba. Secara
khusus perekayasa keuangan dapat memanfaatkan metode akuntansi
penggabungan usaha untuk menghasilkan gambaran pertumbuhan laba, yang
sebagian besar, hanyalah ilusi. Cara mencapai ilusi pertumbuhan laba tersebut
meliputi :
a. Melakukan merger antara perusahaan yang sedang tumbuh tinggi yang
memiliki rasio P/E yang tinggi dengan perusahaan yang prospek
pertumbuhannya lebih rendah, dan membayarnya dengan saham
perusahaan yang tumbuh tinggi.
b. Menggunakan cakupan akuntansi penggabungan usaha. Hal ini berbeda
dengan manfaat ekonomis sesungguhnya yang timbul dari penggabungan
usaha.

Akuntansi Penggabungan Usaha


Financial Accounting Standard Board baru-baru ini mengeluarkan dua
standar penting (SFAS 141 “Bussines Combination” dan SFAS 142 “Goodwill
and Other Intangible Asset’) yang terkait dengan akuntansi dan pelaporan
penggabungan usaha (berlaku elektif untuk periode fiskal yang dimulai tanggal
15 Desember 2001 dan sesudahnya). Standar ini mengharuskan penggunaan
metode pembelian dalam akuntansi akuisisi dan tidak diamortisasinya goodwill.
Dalam akuntansi metode pembelian, perusahaan harus mengakui nilai
pasar wajar aset berwujud dari aset tak berwujud yang diperoleh dalam
neracanya yang diakui bersamaan dengan nilai pasar wajar dari kewajiban yang
diasumsikan. SFAS 12 menyatakan bahwa goodwill tidak lagi diamortisasi.
Pendekatan nonamortisasi ini, diaplikasikan pada goodwill yang telah diakui
sebelumnya maupun goodwill yang baru diperoleh. Goodwill akan diuji setiap
tahun untuk penurunan nilai. Jika nilai buku goodwill melebihi nilai wajarnya, rugi
penurunan nilai akan diakui sebesar selisih tersebut.
Laporan Keuangan Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi melaporkan hasil operasi dan kondisi
keuangan perusahaan induk dan anak perusahaannya dalam satu perangkat
laporan. Laporan keuangan perusahaan induk membuktikan kepemilikan saham
anak perusahaan melalui akun investasi. Laporan keuangan konsolidasi
mengabaikan identitas legal yang terpisah antara perusahaan induk dan anak
perusahaan karena alasan “substansi ekonomi”. Laporan keuangan konsolidasi
merefleksikan entitas bisnis yang dikendalikan oleh perusahaan tunggal yaitu
induk perusahaan.

Mekanisme Konsolidasi
Konsolidasi meliputi dua langkah : agregasi dan eliminasi. Pertama, laporan
keuangan yang telah dikonsolidasikan menggabungkan aset, kewajiban,
pendapatan dan beban anak perusahaan dengan pos yang berhubungan
dengan laporan keuangan perusahaan induk. Langkah kedua adalah
mengeliminasi transaksi antarperusahaan (atau pos resiprokal) untuk
menghindari perhitungan ganda (double counting) atau laba yang diakui
prematur. Sebagai contoh, baik pos utang perusahaan induk kepada anak
perusahaan maupun piutang anak perusahaan kepada perusahaan induk
dieliminasi ketika mempersiapkan neraca konsolidasi. Sama halnya dengan
penjualan dan harga pokok penjualan dieliminasi untuk penjualan persediaan
antarperusahaan.
Pada tanggal 31 Desember Tahun 1, Synergy Corp, membeli 100% saham
Micron Company dengan menukarkan 10.000 lembar saham biasanya (nilai
nominal $5, harga pasar $77) dengan semua saham biasa Micron. Micron
selanjutnya tetap berdiri sebagai anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki
oleh Synergy. Pada tanggal akuisisi nilai buku Micron adalah $20.000. Synergy
bersedia membayar dengan harga pasar sebesar $770.000 karena Synergy
merasa bahwa aset tetap Micron disajikan lebih rendah dari seharusnya
(undervalued) sebesar $20.000,Micron memiliki merek dagang yang tidak
tercatat senilai $30.000 dan manfaat tidak berwujud dari penggabungan usaha
(sinergi, posisi pasar, dan sejenisnya) seniai $10.000. harga beli tersebut
dialokasikan sbb :
Harga beli................. $770.000

Nilai buku Micron..... 620.000

Selisih...................... $150.000

Selisih dialokasikan ke Masa Manfaat Penyusutan/amortisasi


tahunan

Undervalued...... $20.000 10 tahun $2.000

Merek dagang.......30.000 5 tahun 6.000

Goodwill.............100.000 tidak terbatas 0

$150.000 $8.000

Goodwill hanya bisa dicatat bila nilai pasar wajar seluruh aset berwujud (aset tetap)
dan aset tidak berwujud yang teridentifikasi (merek dagang) yang diakuisisi diakui.
Synergy akan mencatat akuisisi tersebut sebagai berikut:

Investasi pada Micron........................................... 770.000

Saham biasa........................................ 50.000 (nilai nominal)

Tambahan modal disetor.................... 720.000

Selama tahun 2, Micron menghasilkan $150.000 dan tidak membayar dividen.


Investasi,yang dicatat dengan metode ekuitas, pada buku Synergy per 31 Desember,
tahun 2 bersaldo sebagai berikut:

Saldo awal (31 Desember tahun 1) $770.000

Pendapatan investasi.................. 150.000

Dividen..................................... (0)

Amortisasi selisih (diatas)....... (8.000)

Saldo akhir (31 Desember tahun 2) $912.000

Menurut GAAP yang berlaku saat ini, goodwill tidak diamortisasi dan laba investasi
bersih yang diakui oleh Synergy sebesar $142.000,termasuk proposi kepemilikannya
atas laba Micron (100% dalam kasus ini ) dikurangi beban $8.000 terkait dengan
penyusutan kelebihan aset tetap ($2.000) dan amortisasi merek dagang ($6.000). Neraca
saldo Synergy dan Micron pada akhir Tahun 2 disajikan bersama-sama dibawah ini
berikut kertas kerja konsolidasi dan total konsolidasi.

Saldo awal akun investasi pada tanggal pembelian ($770.000) mencerminkan nilai
pasar Micron.Saldo ini meliputi nilai pasar aset bersih Micron ditambah nilai pasar wajar
merek dagang yang sebelumnya tidak diakui dan goodwill yang diperoleh dari akuisisi.
Empat jurnal konsolidasi (angka mengacu pada kolom debit dan kredit dalam tabel)
adalah sebagai berikut:

a. Mengganti akun investasi sebesar $620.000 dengan nilai buku (awal tahun)
aset yang diperoleh. Jika kepemilikan atas anak perusahaan kurang dari
100%,kredit pada akun investasi sama dengan persentase kepemilikan dan
selisih kredit dibukukan ke akun kewajiban, kepemilikan minoritas (minority
interest). Akun kepemilikan minoritas diperlakukan sebagai komponen ekuitas
untuk tujuan analisis atau tidak dilaporan di neraca.Standar terbaru (SFAS 160)
mengharuskan bahwa minority interest dimasukan sebagai bagian dari ekuitas
pemegang saham.
b. Mengganti akun investasi sebesar $150.000 dengan penyesuaikan nilai wajar
untuk mencatat aset Micron pada nilai wajar pasar.
c. Mengeliminasi pendapatan investasi yang dicatat oleh Synergy dan
menggantinya dengan laporan laba rugi Micron. Jika kepemilikan atas anak
perusahaan kurang dari 100%,pendapatan investasi yang dilaporkan Micron
sama dengan proposi kepemilikan, dan beban tambahan dilaporkan sebagai
minority interest dalam laba Micron.
d. Mencatat penyusutan atas penyesuaian nilai wajar untuk aset tetap Micron dan
amortisasi merek dagang.Perlu dicatat bahwa tidak ada amortisasi goodwill
menurut GAAP yang berlaku sekarang.

Terdapat beberapa hal penting untuk dipahami dalam proses konsolidasi:

1. Neraca konsolidasi meliputi nilai buku Synegy dan nilai pasar wajar Micron
pada tanggal akuisisi, dikurangi dengan penyusutan/amortisasi selisih antara
nilai pasar dan nilai buku Micron.Akun investasi dalam neraca investor diganti
oleh neraca investee yang berhubungan.Selanjutnya,pembelian aset
berwujud tambahan yang telah diakui sebagai kenaikan yang tercatat dalam
laporan aset sekarang (melengkapi PPE) dan sebagai aset tambahan (merek
dagang dan goodwill).
2. Laporan laba rugi konsolidasi meliputi laporan laba rugi Synergy dan
Micron.Pendapatan investasi yang dicatat oleh synergy diganti dengan
laporan laba rugi Micron. Selain itu, beban penyusutan meliputi beban
penyusutan atas nilai buku asetnya ditambah penyusutan selisih antara nilai
pasar dan nilai buku yang dicatat saat akuisisi Micron. Kedua, merek dagang
yang baru terbentuk diamortisasi selama masa manfaatnya, menghasilkan
tambahan beban sebesar $6.000. Goodwill yang diakui dalam akuisisi tidak
diamortisasi.
3. Goodwill hanya dicatat setelah nilai pasar wajar seluruh aset berwujud dan
aset tak berwujud diakui. Perusahaan harus mengidentifikasi aset tidak
berwujud yang diperoleh. Aset tak berwujud ini dianggap memiliki masa
manfaat terbatas sehingga diamortisasi setiap tahun.

Penurunan Nilai Goodwill

Goodwill yang dicatat dalam proses konsolidasi memiliki umur yang tak
terbatas,dan karenanya tidak diamortisasi. Namun, goodwill ditelaah setiap tahun
untuk penurunan nilai (impairment). Nilai pasar wajar Micron dapat ditentukan
dengan menggunakan beberapa metode alternatif,seperti harga pasar perusahaan
yang sebanding,atau model penilaian arus alternatif, seperti harga pasar perusahaan
yang sebanding ,atau model penilaian aruskas bebas yang didiskontokan. Jika nilai
pasar sekarang kurang dari saldo investasi,goodwill dianggap turun nilainya dan
kerugian penurunan nilai harus dicatat dalam laporan laba rugi konsolidasi.

Asumsikan bahwa nilai pasar wajar Micron diperkirakan sebesar $700.000 per
31 Desember, Tahun 2 dan nilai pasar wajar aset berwujud dan aset tak berwujud
yang dapat diidentifikasi sebesar $660.000.Data ini mengasilkan kerugian penurunan
nilai sebesar $60.000 sebagai berikut:

Nilai pasar wajar Micron...... 700.000

Aset lancar........................ $520.000

Aset tetap........................ 570.000

Merek dagang................ 20.000

Kewajiban.............. (450.000)

Aset bersih..................... 660.000


Goodwill................. 40.000

Saldo kini goodwill..... (100.000)

Kerugian penurunan nilai...... $60.000

Ayat jurnal dalam buku Synergery adalah sebagai berikut :

Kerugian penurunan nilai goodwill............. 60.000

Investasi pada Micron..................... 60.000

Masalah-masalah dalam Penggabungan Usaha Pertimbangan Kontinjen

Dalam beberapa kombinasi usaha, pihak-pihak tidak menyetujui suatu harga. Hal ini
disebut dengan pertimbangan kotinjen,dimana disetujui bahwa penambahan uang akan
dibayarkan oleh pembeli kepada penjual jika target kinerja masa depannya tercapai oleh
perusahaan yang dikombinasi. FASB telah menawarkan perbaikan standar penggabungan
usaha yang memasukkan akutansi terbaru bagi pertimbangan kontinjen. Dalam standar
yang ditawarkan, nilai wajar usaha yang diakuisisi harus ditentukan pada tanggal akuisisi.
Kewajiban pembeli untuk pembayaran kontinjen yang terkandung dalam penawaran harus
dinyatakan dalam nilai wajar. Jumlah tersebut termasuk dalam harga pembelian.
Artinya,perjanjian pembayaran masa depan harus dinyatakan dalam nilai wajar pada tanggal
pembelian dan dinilai ulang secara berkala setiap kuartal agar dapat merefleksikan kinerja
aktual.

Alokasi Total Biaya

SFAS 141 mengharuskan perusahaan untuk mengidentifikasi dan menilai kategori


aset tak berwujud yang spesifik, meliputi:

1. Merek dagang dan aset lain yang terkait dengan pemasaran.


2. Kesepakatan untuk tidak bersaing.
3. Daftar pelanggan, kontrak, dan aset lain yang terkait dengan pelanggan.
4. Aset tak berwujud yang terkait dengan seni artistik seperti tulisan atau lagu,
video dan bahan audiovisual,termasuk program televisi dan video musik.
5. Aset tidak berwujud yang terkait dengan hubungan kontraktual seperti
lisensi,royalti,iklan, dan kontrak manajemen, perjanjian sewa guna usaha atau
waralaba,hak penyiaran, kontrak kerja,dan sejenisnya.
6. Paten, perangkat lunak komputer, basis data, rahasia dagang atau formula
rahasia,dan aset lain yang terkait dengan teknologi.

Penelitian dan Pengembangan Dalam Proses


Beberapa perusahaan menghapuskan sebagian biaya akuisisi sebagai penelitian dan
pengembangan (litbang). Selain itu, penghapusan seperti itu meningkat secara dramatis
selama dekade lalu, khususnya dalam industri berteknologi tinggi (hightech industry).
Menurut GAAP yang lalu, praktik ini menarik karena memungkinkan perusahaan
pengakuisisi untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan alokasi harga perolehan pada
goodwill sehingga lebih sedikit beban terhadap laba dimasa depan karena amortisasi
goodwill.

Utang dalam Laporan Keuangan Konsolidasi

Kewajiban dalam laporan keuangan konsolidasi tidak beroperasi sebagai lawan aset.
Dalam hal gagal bayar, kreditor yang dijamin atau tidak dijamin, hanya dapat mengklaim
aset yang dimiliki oleh perusahaan yang berhutang.

Jika induk perusahaan menjamin kewajiban anak perusahaan,kreditor memiliki


jaminan sebagai tambahan pengaman dengan provisi jaminan potensial.Neraca konsolidasi
tidak membantu kita untuk menilai margin keamanan (margin of safety) yang dinikmati oleh
kreditor.

Keuntungan dari Penawaran Perdana Saham Anak Perusahaan

Baru-baru ini Tycom Ltd, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Tyco
International Ltd menjual saham yang sebelumnya tidak diterbitkan kepada pihak luar dalam
sebuah penawaran perdana (Initial Public Offering – IPO). Sebagai hasil penjualan,
presentase kepemilikan Tyco International Ltd, atas Tycom Ltd, berkurang dari 100%
menjadi 89% dan induk perusahaan mencatat laba sebelum pajak sebsesar $2,1 miliar
($1,01 miliar setelah pajak) dalam laporan laba rugi konsolidasinya. IPO menjadi makin
umum dilakukan oleh anak perusahaan karena perusahaan berusaha mendapatkan laba
yang tidak diakui (unrecognized gain) dalam nilai saham anak perusahaannya dan pada
yang sama mempertahankan pengendalian atas anak perusahaan.
Penjualan dan Pendapatan sebelum Akuisisi

Terdapat dua metode menurut GAAP (Accounting Research Bulletin 51) Untuk
mencapai hal tersebut:

1. Perusahaan dapat menerbitkan laporan laba rugi konsolidasi dengan


penjualan, beban,dan laba anak perusahaan dari tanggal akuisisi ke depan.
2. Perusahaan dapat melaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasinya
penjualan dan beban anak perusahaan seluruh tahun dan menarik laba
sebelum akuisisi sehingga hanya laba setelah akuisisi yang dimasukkan dalam
laba bersih konsolidasi.

Dampak kedua metode di atas terhadap laba bersih konsolidasi adalah sama, yaitu
hanya laba bersih setelah akuisisi yang dimasukkan dalam laba konsolidasi.
Namun,pertumbuhan penjualan dapat berbeda jauh bergantung pada tanggal akuisisi dan
besarnya penjualan perusahaan yang diakuisisi.Perusahaan yang pertumbuhannya berasal
dari akuisisi (versus pertumbuhan “organik” atau pertumbuhan internal) dapat menyulitkan
analisis.

Push-Down Accounting

Akuntansi pembelian (purchase accounting) mensyaratkan aset dan kewajiban


perusahaan yang diakuisisi dimasukkan dalam laporan keuangan konsolidasi perusahaan
pengakuisisi pada nilai pasarnya. Terdapat masalah kontroversial tentang bagaimana
perusahaan yang diakuisisi melaporkan aset dan kewajiban tersebut dalam laporan
keuangan yang terpisah (jika perusahaan tersebut bertahan sebagai entitas terpisah).

Keterbatasan Tambahan dalam Laporan Keuangan Konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasi merupakan penggambaran yang bermakna atas


kondisi keuangan dan hasil operasi induk dan anak perusahaan. Namun demikian, terdapat
keterbatasan tambahan selain yang telah dibahas sebelumnya:

1. Laporan keuangan masing-masing perusahaan yang membentuk entitas yang


lebih besar tidak selalu dibuat berdasarkan basis yang dapat
diperbandingkan.perbedaan prinsip akuntansi, dasar penilaian, tingkat
amortisasi, dan faktor lainnya dapat mengurangi homogenitas dan
mengurangi validitas analisis rasio,analisis tren, dan analisis lainnya.
2. Laporan keuangan konsolidasi tidak mengungkapkan keterbatasan
penggunaan kas di masing-masing di perusahaan. Laporana juga tidak
mengungkapkan arus kas antar perusahaan atau pembatasan atas arus kas
tersebut. Faktor ini mengaburkan hubungan antara likuiditas aset dan
kewajiban yang harus dipenuhi.
3. Perusahaan dengan kondisi keuangan yang buruk sering kali digabungkan
dengan perusahaan yang kondisi keuangannya kuat, sehingga mengaburkan
analisis kita-karena aset satu perusahaan yang dikonsolidasi tidak dapat
digunakan untuk membayar kewajiban perusahaan yang lain.
4. Tingkat transaksi antarperusahaan tidak dapat diketahui,kecuali prosedur
yang mendasari proses konsolidasi dilaporkan-laporan konsolidasi umumnya
hanya menyajikan hasil akhir.
5. Akutansi untuk konsolidasi anak perusahaan keuangan dan asuransi
menimbulkan masalah khusus bagi analisis.

Konsekuensi Akuntansi Goodwill


Selisih lebih antara harga beli dan nilai pasar aset bersih yang dapat diidentifikasi
(yang diakuisisi) mencerminkan pembayaran untuk laba abnormal. Super laba [abnormal]
(superearnings) merupakan hasil merek dagang atau hal lain yang menawarkan posisi
persaingan superior.posisi persaingan superior dapat berubah karena tekanan ekonomi dan
lingkungan. Dengan usaha dan kesempatan,perusahaan dapat mempertahankan posisi
superiornya. Namun, goodwill tidaklah permanen.
Pengukuran nilai sisa goodwill menimbulkan masalah pengukuran potensial. Sebagai
contoh, pembayaran karena kesalahan estimasi, persaingan tender yang ketat,atau
kecerobohan atas sumber daya pemilik atau kreditor tertelan dalam good will. Pembayaran
ini dapat meliputi jasa penemu, biaya hukum, jasa bankir investasi, dan biaya keuangan
interim.

Akuntansi Penyatuan untuk Penggabungan Usaha

Perusahaan diperbolehkan untuk menggunakan metode alternatif akuntansi penyatuan


kepentingan. Meskipun dilarang untuk penggabungan usaha setelah tanggal 30 Juni 2001,
perusahaan dapat meneruskan penggunaan akuntansi penyatuan (pooling accounting) untuk
akuisisi yang dicatat dengan metode tersebut yang terjadi sebelum tanggal berlakunya standar.
Akuntansi penyatuan banyak digunakan dan akan terus berdampak pada laporan keuangan tahun-
tahun mendatang. Oleh karenanya, penting bagi analis untuk memahami akuntansi penggabungan
usaha dengan metode ini.

Mekanisme Akuntansi Penyatuan Kepentingan (Pooling of Interest)

Terdapat beberapa hal penting untuk memahami proses konsolidasi dengan metode
penyatuan:

a) Neraca konsolidasi meliputi nilai buku Synergy dan Micron


b) Laporan laba rugi konsolidasi meliputi laporan laba rugi Synergy dan Micron.
Penyusutan dihitung berdasarkan nilai buku historis kedua perusahaan, bukan harga
akuisisi.
c) Tidak terdapat pengakuan atas merek dagang atau goodwill yang tidak tercatat.
d) Laba Micron sepanjang tahun termasuk dalam tahun akuisisi, tidak setelah tanggal
akuisisi.
Penyatuan berpotensi menyajikan aset lebih rendah (undersated) dan menyajikan laba lebih
tinggi (oversated) dalam periode kini dan periode mendatang.

Mendefinisikan Suatu Derivatif

Berbagai macam instrumen keuangan digunakan untuk kegiatan lindung nilai ,


termasuk berikut ini :

1. Kontrak masa depan (futures contract) merupakan perjanjian anatara dua atau
lebih pihak untuk membeli atau menjual komoditas tertentu atau asset
keuangan pada tanggal tertentu di masa depan (yang disebut tanggal
penyerahan ) pada harga tertentu. Kontark ini dapat dibuat untuk berbagai
komoditas dan asset keuangan. Kontrak masa depan berdasarkan indeks juga
dapat dibeli seperti indeks saham S & P 500.
2. Kontrak swap (swap contract) merupakan perjanjian antara dua pihak atau
lebih untuk menukar arus kas masa depan. Kontrak ini umumnya digunakan
sebagai pelindung atas resiko seperti tingkat bunga dan resiko kurs valuta
asing. Dalam bentuk dasarnya : sebuah kegiatan swap me-lindung-nilai-kan
paparan resiko neraca dan arus kas. Salah satu contoh adalah swap tingkat
bunga. Perusahaan mungkin akan mengonversikann utang dengan tingkat
bunga tetap menjadi tingkat bunga,
3. Kontak opsi (option contract) meberikan hak pada suatu pihak – bukan
kewajiban untuk melakukan suatu transaksi. Sebagai ilustrasi, opsi untuk
membeli sekuritas pada harga kontraktertentu pada masa depan akan
dieksekusi (dilaksanakan) hanya jika harga sekuritas pada tanggal dimasa
depan tersebut lebih tinggi dari harga kontrak.

Akuntansi Instrument Derivatif


Pada dasarnya keuntungan dan kerugian pada derivatif bersama dengan
biayanya, direfleksikan dalam laba bersih dalam akuntansi nilai guna nilai wajar
maupun arus kas. Perbedaan dalam akuntansi nilai guna nilai wajar maupun arus
kas. Perbedaan dalam akuntansi bagi berbagai nilai guna terletak pada ketepatan
waktu (timing) dari pengakuann keuntungan dan kerugian, yaitu apakah keuntungan
dan kerugian diakui sekarang dala laba atau ditangguhkan dalam OCI sampai
transaksi lengkap.

a. Pengakuan Instrument Derivatif


Perusahaan diwajibkan untuk mengungkapkan informasi kuantitatif dan
kualitatif mengenai derivative baik dalam catatan atas laporan keuangan
maupun pada tempat lain (biasanya pada bagian Management’s Discussion
and Analysis – MD&A). Tujuan pengungkapan ini adalah menginformasikan
risiko potensial terkait dengan instrument/dekuritas derivatif pada analisis.

Pengungkapan Kualitatif
Pengungkapan biasanya menjelaskan jenis aktivitas pelindung nilai dilakukan
perusahaan dan metode akuntansi yang digunakan. Banyak perusahaan,
misalnya menggunakan derivatif untuk melindungi risiko tingkat bunga dan valuta
asing.
Pengungkapan Kuantitatif
Campbell Soup juga menyajikan informasi kuantitatif terkait dengan aktivitas
lindung nilai untuk tingkat bunga dan valuta asing pada bagian Management’s
Discussion and Analysis (MD&A) pada laporan tahunan.
Risiko Tingkat Bunga yang Dihadapi
Aktivitas lindung nilai Campbell Soup terkait dengan tingkat bunga adalah
perjanjian swap dengan tujuan untuk mendapatkan hubungan yang diinginkan
antara tingkat bunga tetap (fixed) dan mengambang (floating).
Risiko Nilai Tukar Valuta Asing

Campbell Soup melaporkan bahwa ia memiliki risiko nilai tukar valuta asing
terkait dengan investasi pada anak perusahaan, dan utang anak perusahaan yang
dinyatakan dalam valuta asing. Campbeell Soup menggunaka swap antar valuta
dan kontrak tukar forward untuk menghadapi risiko asset dan kewajiban yang
dinyatakan dalam mata uang asing, dan mengidentifikasikan terdapatnya
outstanding.

b. Analisis Derivatif
Sekuritas derivatif yaitu sebuah sekuritas yang nilainya tergantung pada aset
yang mendasarinya. Macam-macam sekuritas derivatif yang umumnya
ditransaksikan dalam suatu pasar modal, yaitu futures, options, forward, swaps.
Mekanisme perdagangan futures dan options dapat dilakukan melalui dua
sarana, yaitu perdagangan di bursa efek maupun melalui over the counter
market. Sementara untuk forward dan swaps, umumnya dilakukan melalui over
the counter market saja.
a) Futures
Futures adalah sebuah kontrak berjangka yang bersifat mengikat
(obligation) bagi kedua belah pihak untuk membeli (long position) atau
menjual (short position) suatu underlying assets (aset finansial atau
non finansial) tertentu yang penyerahannya dilakukan secara cash
settlement di masa yang akan datang (expiration date), dengan harga
yang ditetapkan sekarang.
b) Options
Options (Opsi) adalah suatu kontrak yang memberikan hak kepada
pemegangnya untuk membeli (call options) atau menjual (put options)
underlying assets pada harga tertentu yang ditetapkan sekarang
(strike/exercise price atau harga patokan/tebus), untuk penyerahan
pada waktu tertentu di masa yang akan datang (expiration date).
c) Forward
Forward serupa dengan future. Dalam hal konsep tidak ada
perbedaan yang signifikan antara futures dan forward. Yang
membedakan adalah future mempunyai kekuatan hukum yang lebih
kuat dibandingkan forward, karena diperdagangkan secara resmi di
bursa efek dan kontrak yang telah terstandardisasi. Sementara
forward diperdagangkan melalui over the counter market sehingga
kontrak dapat diformulasikan sesuai kebutuhan kedua belah pihak.
Perbedaan lainnya terletak pada delivery date. Dalam future terdapat
beberapa delivery date dalam satu rentang waktu, namun dalam
forward hanya terdapat satu delivery date.
d) Swaps
Swaps adalah kesepakatan antara dua pihak (perusahaan) untuk
saling mempertukarkan arus kas di masa tertentu (selama kurun
waktu tertentu) yang akan datang. Dalam kesepakatan di tentukan
secara spesifik tanggal pembayaran tunai dan cara menghitung jumlah
tunai yang akan saling di pertukarkan (dibayarkan masing-masing
pihak). Biasanya di dalam perhitungan telah di pertimbangkan nilai
yang akan datang, tingkat bunga, kurs mata uang, dan variabel lainya
yang relevan.

c. Implikasi Analisis
a) Keandalan Pengukuran Nilai Wajar
Tugas penting analisis adalah mengevaluasi keandalan pengukuran
nilai wajar dan akibatnya terhadap laporan keuangan. Mencatat hanya 32%
dari pengukuran nilai wajar Well Fargon menggunakan input tingkat 1,
sedangkan 20% menggunakan input tingkat 3. Sebagai tambahan, dapat
dilihat bahwa sebagian besar input tingkat 1, merupakan bagian dari
portopolio sekuritas investasi (tidak diterapkannya pilihan nilai wajar oleh
Well Fargon)
Sebagian input tingkat 3, mencatat bahwa kerugian sebesar $951 juta,
merupakan bagian dari MRS, dimasukkan dalam perhitungan laba bersih
selama sembilan bulan. Informasi lebih lanjut merebutkan bahwa kerugian
terdiri dari dua komponen: keuntungan yang belum direalisasikan $1.341
yang timbul dari perubahan asumsi yang digunakan dalam menentukan nilai
wajar MSR dan sebesar $2.292 juta kerugian yang disebabkan oleh
cadangan antisipasi kerugian yang berasal dari krisis ekonomi (mortgage
crisis) yang menimpa perekonomian Amerika Serikat selama periode ini.

b) Adopsi Oportunistis dari SFAS 159


SFAS 159 memperbolehkan suatu perusahaan melakukan pembatasan
signifikan mengenai aset atau kewajiban khusus apa yang dapatdiberikan
pilihan nilai wajar mrupakan tindakan oportunitas dengan tujuan
mempercantik laporan keuangan. Will Fargon menerapkan nilai wajar dari
hipotek rumah tinggal dengan kualitas terbaik dan dimiliki untuk-dijual-
kembali (MHFS) dan tingkat bunga yang pasti sehubungan dengan
penjualan kredit peruumahan sekuritas.

LAMPIRAN 5A KEGIATAN INTERNASIONAL KONSOLIDASI ANAK PERUSAHAAN LUAR


NEGERI
Banyak perubahan di luar Amerika Serikat yang menjalankan aktivitas binisnya dalam
mata uang lokal sebelum dapat dikonsolidasikan dengan induk perusahaan laporan
keuangan dalam mata uang lokal harus dikonversikan menjadi dolar AS.
Standar akuntansi kini memberikan pendekatan: (1)metode kurs kini (current rate
method) dan (2) metode sementara (temporal method). Jika anak perusahaan relatif
independen, metode kurs ini digunakan. Jika anak perusahaan terintegrasi secara dekat
dengan induk perusahaan,yang digunakan adalah metode sementara.
Implikasi penting atas pilihan metode penerjemah (translasi) jika metode kurs
digunakan disajikan dalam “pendapatan komprehensif lainnya” dan tidak mempengaruhi
laba tahun berjalan. Jika metode sementara yang digunakan, disajikan sebagai keuntungan
pengukuran kembali dan kerugian dalam laporan laba rugi. Translasi laporan keuangan
melibatkan empat nilai tukar (exchange rate):
1. Historis (historical) – nilai tukar saat terjadinya transaksi.
2. KINI (current) – nilai tukar pada akhir periode akuntansi.
3. Spesific (spesific) – nilai tukar untuk transaksi tertentu.
4. Rata-rata tertimbang (wighted average) – nilai tukar rata-rata tertimbang selama
periode akuntansi.

1. Akuntansi Translasi Mata Uang Asing


Diilustrasikan mekanisme translasi mata uang asing dengan metode kurs,
karena metode ini yang banyak digunakan. Bricto, anak perusahaan di Inggris yang
sepenuhnya dimiliki oleh DollarCo, neraca saldo tahun 6 disajikan dalam langkah (5)
sebagai berikut:
Informasi tambahan Untuk Translasi:
1. Neraca saldo disesuaikan dengan prinsip akuntansi DollarCo, mata uangnya
adalah poundsterlung (£).
2. Penyesuai translasi mata uang asing kumulatif tahun lima adlah $30.000 (kredit).
3. Saldo per 31 Desember, tahun lima adalah $60.000.
4. Nilai tukar adalah:

1 januari Tahun 6 £1=$1,20

31 Desember Tahun 6 £1=$1,40


Rata-rata Tahun 6 £1=$1,30

a. Ditampilkan neraca saldo BritCo per 31 Desember Tahun 6.


b. Penjualan pembelian dan semua beban operasi terjadi merata sepanjang
c. Konsekuensi pajak penghasilan dalam ilustrasi ini diabaikan.

2. Analisis Keuntungan atau Kerugian Translasi


Penggunaan translasi nilai tukar kini menghasilkan penyeimbangan sebesar
$85.000 dalam neraca yang ditranslasikan.
Keuntungan translasi Britco ditambahkan pada akun ekuitas Penyesuain
Translasi Mata Uang Asing Kumulatif. Perhitungan secara langsung keuntungan
translasi:

Keuntungan translasi dari saldo awal aset bersih (€350.000×(1,40-$1,20)) $70.000

Keuntungan translasi dr kenaikan aset bersih tahun6(€150.000×(1,40-$1,30)) 15.000

Total keuntungan translasi $85.000

Jika perubahan aset bersih terjadi karena transaksi non-operasi, perusahaan harus
mengidentifikasi nilai tukar untuk transaksi tersebut.

3. Akuntansi Investasi Asing Oleh Induk Perusahaan


Jika induk perusahaan mencatat investasi dalam anak perusahaan asing
dengan menggunakan metode ekuitas, induk perusahaan mencatat penyesuain
translasi sesuai proporsi kepemilikannya. Jurnal sesuai ilustrasi DollarCo.

Mencatat ekuitas dalam laba:

Investasi dalam BritCo………….. 195.000

Ekuitas dalam laba anak perusahaan (€150.000×1,3) …………… 195.000

Mencatat penyesuaian Translasi tahun berjalan:

Investasi dalam Britco………… 85.000

Penyesuaian translasi……………………. 85.000

Jika DollarCo menjual investasinya pada tahun ke 7: (1) mencatat keuntungan


atau kerugian sebesar selisih harga jual dan nilai buku investasi bersangkutan, (2)
mengalihkan saldo penyesuain translasi mata uang asing Kumulatif.
ANALISIS IMPLIKASI TRANSLASI MATA UANG ASING

Akuntasi translasi mata uang asing adalah kontroversial, sebagian karena kesulitan
dan kerumitan translasi. Analisis ini memerlukan pemahaman ekonomi yang mendasari
dan mekanisme akuntansi untuk mengevaluasi dan memprediksi dampak perubahan
nilai tukar terhadap posisi keuangan perusahaan.

Translasi dengan metode sementara merupakan cara yang paling konsisten


dengan harga perolehan dalam akuntansi. Dengan metode ini akun non-moneter
dinyatakan pada nlai dolar perolehan. Oleh karena itu, fluktuasi nilai tukar tidak
berdampak pada nilai aset non-moneter yang dilaporkan, keuntungan kerugian translasi
diukur dari selisih antara aset moneter dan kewajiban moneter. Perusahhan pada
umumnya tidak menyukai keuntungan dan kerugian translasi dalam metode sementara
karena variasi dalam lingkungan ekonomi. Praktik saat ini tidak menggunakan metode
sementara, kecuali dua kasus berikut:

1. Jika entitas asing merupakan perpanjangan induk perusahaan.


2. Jika inflasi yang sangat tinggi sehingga translasi aset menjadi sangat rendah
karena penggunaan nilai tukar kini. Mata uang asing kehilangan kegunaan dan
karenanya mata uang yang lebih stabil yang digunakan.

LAMPIRAN 5B ANALISIS PENGEMBALIAN INVESTASI PENYESUAIAN PADA


LAPORAN KEUANGAN

Penyesuain apa sehubungan dengan sekuritas investasi yang paling perlu dibuat
ketika menentukan laba ekonomi dan llaba permanen?

Laba ekonomi mencakup perubahan kekayaan pemegang saham. Artinya komponen


pendapatan investasi untuk tiap kelompok harus dimasukkan saat menentukan laba
ekonomi.sedangkan untuk menentukan pendapatan permanen lebih rumit dihitung:

Pendapatan investasi permanen = Roi yang diinginkan × (nilai wajar investasi awal +
nilai wajar investasi akhir) / 2

EVALUASI KINERJA INVESTASI

Evaluasi ini penting untuk perusahaan yang pendapatan investasinya merupakan


bagian terbesar. Kinerja sekuritas investasi dievaluasi dengan pengembalian investasai
(ROI), yang dapat diartikan secara bebas sebagai “realisasi” penghasilan investasi
untuk periode dibagi dengan basis investasi rata-rata:
Realisasi ROI: Penghasilan investasi

(nilai wajar investasi awal+nilai wajar invstasi akhir) / 2

A. KESIMPULAN

Aktivitas antarperusahaan meningkat perannya dalam aktivitas bisnis. Perusahaan


membeli investasi antarperusahaan untuk beberapa alasan seperti diversifikasi,
ekspansi, serta kesempatan kompetitif dan pengembalian. Persyaratan pelaporan saat ini
dilihat dari sudut pandang analisis, baik untuk yang ekspilit maupun yang implisit.
Bagaimana pengungkapan saat ini relevan untuk analisis dan bagaimana dapat
mengaplikasikan penyesuaian analisis terhadap pengungkapan tersebut. Aktivitas
investasi merupakan aktivitas yang dihadapkan pada berbagai macam resiko dan
ketidakpastian yang seringkali sulit diprediksikan oleh para investor. Tujuan perusahaan
dapat dicapai melalui pelaksanaan fungsi manajemen keuangan dengan hati-hati dan
tepat mengingat setiap keputusan keuangan yang diambil akan mempengaruhi
keputusan keuangan lainnya yang nantinya berdampak terhadap nilai perusahaan (Fama
dan French, 1998) dalam Hasnawati (2005). Keputusan keuangan yang harus
dipertimbangkan dengan matang adalah keputusan investasi, keputusan pendanaan dan
kebijakan dividen.
Investor sebelum mengambil keputusan untuk menginvestasikan dananya di Pasar
Modal terlebih dahulu melakukan penilaian dengan cermat terhadap emiten (perusahaan)
dan memiliki keyakinan bahwa informasi yang diterimanya adalah benar, dapat
dipercaya, bukan informasi hasil manipulasi (Rosyadi, 2002). Informasi yang diterima
investor bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Informasi kualitatif meliputi: turun-naiknya
pertukaran harga saham akibat transaksi saham, kebijakan manajemen, kualitas sumber
daya manusia dan kebijakan dividen yang ditempuh oleh perusahaan (Rakhmawati,
2005).
DAFTAR PUSTAKA

Subramanyam, K.R, dan John J.Wild. 2010. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Salemba
Empat