Anda di halaman 1dari 7

UNIVERSITAS INDONESIA

METODE ANALISIS KASUS AKUNTANSI DAN BISNIS


CASE BASED ESSAY - DECISION SCENARIO
“MULTISTRADA AGRO INTERNATIONAL: NON-MARKET
STRATEGY IN INDONESIA”

Disusun oleh (Kelompok A):


Bernardus Nathanael A. H. (1606889446)
Brigitta Ancilla (1606911345)
Johanes Ricky (1606895833)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK
2019
Kartika Antono, merupakan direktur dari PT. Multistrada Agro Internasional (MASA),
dan 11 anak perusahaan serta perusahaan afiliasi yang mengelola hutan karet industri di banyak
daerah di Indonesia. Ia sedang dihadapkan pada masalah berkenaan dengan konflik adu
kepentingan terhadap lahan yang telah dimilkinya oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
Konflik ini tentu menjadi ancaman besar bagi perusahaan yang ia kelola. Berikut beberapa opsi
yang dapat diambil Kartika untuk menangani masalah tersebut.
1. Pergi ke pengadilan dan membawa kasus tersebut lewat jalur hukum
2. Menunggu hingga sang bupati meninggalkan jabatannya
3. Membuat kesepakatan dengan perusahaan Malaysia
4. Menggunakan siasat melawan bupati dengan melobi organisasi lain
5. Menggunakan siasat bergaya ​preman
6. Menyerah terhadap lahan yang ia miliki

Opsi terbaik yang dapat diambil oleh Kartika Antono ialah membuat kesepakatan dengan
perusahaan Malaysia terkait kompensasi yang diberikan, sehingga dapat menjadi ​win-win
solution baik bagi Multistrada Agro dan pihak perusahaan Malaysia tersebut dalam konflik
lahan.
Adapun kriteria seleksi yang dipertimbangkan dalam memilih rekomendasi tersebut,
antara lain.
1. Keberlangsungan usaha sesuai dengan hukum
2. Hubungan dengan masyarakat sekitar
3. Hubungan dengan organisasi lain
4. Kondisi finansial perusahaan
Keberlangsungan Usaha sesuai dengan Hukum

Dalam kasus disebutkan, bahwa perusahaan telah memenangkan tuntutan yang


dilayangkan hingga sampai ke Mahkamah Agung. Dengan demikian hal tersebut mengubah
keputusan-keputusan yang bertentangan dengan perusahaan yang selama ini diputuskan pada
pengadilan daerah. Walaupun dengan demikian, keputusan Mahkamah Agung tetap tidak
mempengaruhi keputusan pemerintah daerah yang tetap tidak ingin menandatangani
batasan-batasan yang ditetapkan oleh Departemen Kehutanan. Padahal, peraturan mewajibkan
untuk penandatanganan kepala daerah sebagai prasyarat keabsahan suatu kepemilikan tanah.
Dengan demikian, bagian yang dioperasikan oleh perusahaan Malaysia akan tetap menjadi
kepemilikan perusahaan tersebut tanpa adanya pengakuan dari pemerintahan daerah. Dengan
demikian, untuk taat kepada hukum yang berlaku PT Multistrada Agro International sebaiknya
bekerja sama dengan perusahaan Malaysia tersebut sebagai jalan pintas ​win-win solution​. Kerja
sama dapat dilakukan dengan penerimaan kompensasi, karena adalah sebuah hal yang sia-sia jika
melakukan pengelolaan bersama tanpa adanya saham pengendali yang dapat mengendalikan
keputusan perusahaan bersama. Tanpa adanya saham pengendali, PT MASA dapat membuat
perjanjian dengan perusahaan Malaysia agar tidak melanggar batas yang telah dipatok setelah
adanya kerja sama ini. Dengan adanya lahan pengganti yang disediakan oleh bupati dan
pendapatan tambahan dari kompensasi, baik dari ganti rugi tunai ataupun pendapatan dari
perkebunan sawit dapat membantu perusahaan dalam mempercepat perkembangan proses
persiapan dan penanaman tanaman karet dengan tetap mematuhi hukum yang berlaku, apalagi
kerugian yang dialami PT MASA pada tahun terakhir membuatnya sangat membutuhkan dana
untuk mempercepat operasi persiapan dan penanaman tanaman karet.

Hubungan dengan Masyarakat Sekitar

Dalam kasus, Antono mengatakan bahwa para penjaga terbaik adalah penduduk desa,
jika Antono dapat mendidik mereka dengan baik dan menjamin kesejahteraan mereka. Penduduk
desa dapat menjadi bantuan yang besar bagi Antono untuk menjaga berjalannya PT MASA di
lahan perkebunan yang dimaksud. Dengan memilih keputusan tersebut, dalam menjalani
kompromi akan pembagian lahan perkebunan dengan Perusahaan Malaysia, dalam kelangsungan
berjalannya usaha dapat diawasi dengan bantuan penduduk desa karena Antono sudah dapat
menjalin relasi dengan beberapa penduduk setempat agar mau berjalan di belakang Antono.

Hubungan dengan Organisasi Lain


Tertulis dalam kasus, bahwa PT. Multistrada Agro Internasional memiliki hubungan
oposisi yang kurang baik dengan perusahaan asal Malaysia yang mengelola industri kelapa
sawit. Kondisi ini terlihat dari konflik perebutan lahan kelapa sawit yang terjadi di antara kedua
pihak tersebut. Pada dasarnya, PT. Multistrada Agro memiliki banyak fokus industri lahan, dan
kelapa sawit hanya merupakan sebagian kecil dari beberapa area yang dimiliki Multistrada Agro
secara berlisensi. Namun, Kartika sangat bergantung pada bupati (​regency head)​ untuk berbagai
lisensi lokal terhadap pengelolaan lahan kelapa sawit. Hal ini memperlihatkan secara jelas
bahwa oposisi dari bupati jelas menghambat kemampuannya untuk mengolah dan bertanam,
serta juga menyebabkan masalah dengan hubungan masyarakat setempat. Konflik atas lahan
dalam kasus ini bisa menjadi ancaman yang berarti bagi Kartika dan perusahaan.
Perusahaan pengolah kelapa sawit milik Malaysia mengklaim bahwa pihaknya telah
menerima lisensi pada tahun 2006 dan sudah berinvestasi di perkebunan kelapa sawit. Karena
itu, pihak mereka menuntut perizinan untuk pengoperasiannya. Kartika membawa kasus itu ke
pengadilan lokal dan memenangkan kasus tersebut di setiap tingkat, hingga Mahkamah Agung.
Namun, memenangkan kasus pengadilan terbukti cukup berbeda dari menegakkan keputusan
pengadilan di tingkat lokal. Saat pihak perusahaan Malaysia kalah dalam kasus di pengadilan,
pemilik yang sadar akan risiko tersebut mendatangi Kartika dengan proposal yang melibatkan
uang kompensasi untuk melanjutkan kegiatan mereka dan menuntut tanah pengganti, atau saham
minoritas di perkebunan kelapa sawit. Antono menolak proposal mereka dan menolak untuk
bernegosiasi.

Kondisi Finansial Perusahaan


Dapat dilihat dari laporan keuangan perusahaan, bahwa pendapatan bersihnya semakin
turun tiap tahunnya, hingga merugi di tahun 2015. Dengan adanya kerugian tentunya perusahaan
harus semakin mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang berlebihan. Jika mengambil keputusan
dengan bekerja sama dengan perusahaan Malaysia dan menerima kompensasi dari ganti rugi
tunai ataupun bagian pendapatan perkebunan sawit, tentunya PT MASA dapat menjadikannya
sebagai pendapatan tambahan untuk modal persiapan dan penanaman tanaman karet yang
membutuhkan dana yang cukup besar. Dengan ini, PT MASA dapat mempercepat
perkembangan operasinya sehingga dapat menghasilkan profit yang memadai di waktu yang
akan datang. Karena dengan lamanya pertumbuhan tanaman karet yang sekitar 5 tahun baru
dapat disadap dan menghasilkan keuntungan, jika menunda operasi karena kekurangan dana
akan semakin merugikan perusahaan dan semakin memperlambat perolehan keuntungan untuk
masa-masa mendatang yang dapat mengakibatkan kurangnya investor dan kreditur yang bersedia
menyediakan pendanaan dan dapat berdampak kolapsnya perusahaan di masa mendatang.

Opsi Lain

Penggunaan opsi lain dalam kasus ini, memiliki ​major drawbacks,​ ​ yaitu:
● Meskipun PT MASA telah memenangi kasus hingga Mahkamah Agung, namun sulit untuk
menegakan hukum tersebut pada faktanya. Pengklaiman lahan harus banyak melibatkan
masyarakat dan pemerintah daerah yang secara relatif sulit diajak bekerja sama dengan PT
MASA. Walaupun kasus telah dimenangkan akan membutuhkan banyak usaha dan dana
yang harus dikucurkan untuk mengklaim lahan. Apalagi, dengan kerugian yang telah
dialami PT MASA selama setahun belakangan dapat dijadikan pertimbangan untuk
pengeluaran dana yang akan lebih banyak untuk mengklaim lahan.
● Dengan menunggu bupati yang setahun lagi selesai masa jabatannya, tentu saja hal tersebut
berisiko tinggi. Jika PT MASA menunggu tanpa berbuat apa-apa, maka dapat
memungkinkan perusahaan Malaysia untuk melakukan strategi yang dapat mengancam PT
MASA. Selain itu, bupati sekarang mungkin saja terpilih lagi pada pemilihan berikutnya,
atau bupati yang nantinya terpilih bisa saja merupakan kerabat bupati sekarang ataupun
tidak senetral yang diharapkan PT MASA. Sehingga keputusan ini dapat dikatakan tidak
dapat diandalkan.
● Melawan pemerintah daerah yang dicurigai terlibat kolusi dengan perusahaan Malaysia
memang merupakan salah satu keputusan yang meningkatkan kepatuhan terhadap hukum.
Namun, dengan melakukannya membutuhkan banyak usaha dan dana mengingat perusahaan
mengalami kerugiaan saat ini, sehingga pengeluaran harus dikurangi. Apalagi bupati yang
bersangkutan belum tentu melakukan kolusi seperti yang dicurigai.
● Melakukan taktik dengan gaya preman memang banyak dilakukan oleh
perusahaan-perusahaan lokal dan memang konfrontasi semacam ini enggan dilawan oleh
pengusaha asing. Tetapi, dengan melakukan taktik seperti pembakaran tanaman ataupun
penyebaran penyakit tanaman dapat memungkinkan terjadinya tindakan perlawanan melalui
ranah hukum jika diketahui pelakunya oleh perusahaan Malaysia. Sehingga masalah dapat
bertambah panjang dan PT MASA dapat didakwa melanggar hukum jika terbukti demikian.
● Jika menyerah dan membiarkan perusahaan Malaysia tetap melakukan operasinya, tentu saja
hal itu akan merugikan PT MASA dengan kurangnya lahan yang dapat digunakan untuk
menanam tanaman karet yang sudah menjadi haknya. Selain itu, perusahaan Malaysia juga
dapat memperluas lahan yang diserobotnya dengan dalih mengklaim tanah itu sebagai hak
mereka karena tidak adanya tanggapan dari PT MASA.

Risk
Risiko yang dapat timbul apabila Kartika tidak mengambil keputusan opsi tersebut,
antara lain
● Pergantian bupati yang dapat menyebabkan perbedaan kepentingan dan perubahan
kebijakan terhadap pengelolaan lahan yang bakal berdampak bagi kepemilikan lahan
Multistrada Agro
● Skema lisensi Kartika yang tidak diperbolehkan, meskipun sudah mencapai kesepakatan,
yang bisa mengancam keberlangsungan pengolahan lahan tanaman karet oleh Multistrada
Agro International
Action Plan
Namun, semua risiko tersebut dapat diatasi jika mengikuti ​action plan y​ ang diusulkan di
bawah ini:

Short term​:
● Mengambil tawaran kompensasi dari Perusahaan Malaysia.
● Mengambil tawaran tanah pengganti dari bupati.
● Mulai merundingkan pengelolaan perkebunan dengan Perusahaan Malaysia, bagaimana
pembagian tanah perkebunannya, dengan pertimbangan Antono tetap memiliki
controlling stake.​

Long term:​
● Mengajukan permohonan tambahan untuk perizinan penanaman kelapa sawit pada lahan
perkebunan.
● Melakukan lobi terkait perizinan penanaman kelapa sawit dengan membawa
pertimbangan bukti bahwa sebagian pendapatan dari perkebunan kelapa sawit, yang
sudah menghasilkan minyak kelapa sawit, akan menghasilkan pendapatan tambahan yang
dapat digunakan untuk persiapan lahan dan fase penanaman yang mahal, yang akan
memungkinkan PT MASA untuk berkembang lebih cepat.