Anda di halaman 1dari 9

Sistem Kendali Alarm pada Pintu Rumah dengan Sensor PIR

Susyana Sri Padmini, 4315020031

Dea Naura Ivan, 4315020002

ABSTRAK

Seiring dengan tingginya biaya kehidupan dan minimnya lapangan pekerjaan membuat kasus pencurian dan perampokan kian marak. Rumah menjadi salah satu objek pencurian yang paling berbahaya. Berdasarkan masalah tersebut, kami berupaya untuk meminimalisir kejahatan tersebut dengan sebuah prototipe sistem alarm pada pintu rumah menggunakan LabVIEW berbasis Arduino dan sensor PIR. Sistem ini terdapat 2 slave (Arduino) yang mengendalikan sebuah sensor dan sebuah aktuator. Sistem ini diaktifkan saat pemilik rumah meninggalkan rumah dalam keadaan sudah terkunci. Input sistem ini ialah sensor PIR yang diletakkan pada plafon. Prinsip kerjanya sensor akan mendeteksi keberadaan orang yang membuka paksa pintu rumah. Setelah itu, sensor akan mengirim data keadaan ke kontroler lalu mengaktifkan aktuator (alarm) berupa buzzer sebagai tanda adanya orang asing tersebut. Ketika alarm berbunyi, penyusup akan menggagalkan niat jahatnya untuk mencuri dan barang-barang berharga di dalam rumah terlindungi. Ketika pemilik rumah pulang, maka sistem dinonaktifkan. Jika sudah malam hari, sistem dapat diaktifkan kembali sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pemiliki rumah. Sistem ini menggunakan komunikasi serial dengn RS-485 untuk menghubungkan master dengan slave. Pemilik rumah juga dapat mengetahui kondisi pintu rumahnya melalui HMI (Human Machine Interface) pada LabVIEW.

Kata Kunci: PIR, RS-485, Arduino, LabVIEW, alarm

1. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Seiring dengan tingginya biaya kehidupan dan minimnya lapangan pekerjaan membuat kasus pencurian dan perampokan kian marak. Rumah menjadi salah satu objek pencurian yang paling berbahaya. Berdasarkan masalah tersebut, kami berupaya untuk meminimalisir kejahatan tersebut dengan sebuah prototipe sistem alarm pada pintu rumah menggunakan Labview berbasis Arduino dan sensor PIR.

1.2. Tujuan

1.2.1. Merancang suatu prototipe sistem alarm pintu rumah.

1.2.2. Menjelaskan cara kerja prototipe sistem tersebut.

1.2.3. Menguraikan prinsip kerja komunikasi serial RS-485 pada prototipe tersebut.

2. TINJAUAN PUSTAKA Komunikasi serial menggunakan RS-485 Komunikasi Data Serial Asinkron Menggunakan Standar RS485 ini merupakan pengembangan dari komunikasi serial dengan standar RS232. Dimana pada komunikasi serial standar RS232, komunikasi yang bisa dilakukan adalah point to point dan jarak antara dua peralatan yang berkomunikasi juga terbatas yaitu maksimum 15 meter [2]. Karena

keterbatasan inilah dikembangkan dengan menggunakan RS485. Seperti ulasan diatas komunikasi dengan teknik RS485 bisa secara multipoint atau banyak item yang bisa kita hubungkan untuk berkomunikasi . Item yang bisa terhubung kedalam jaringan ini adalah maksimum 32 buah item dan memiliki jarak maksimum komunikasi yang lebih jauh sekitar 1.2 Km [1] RS 485 dapat berfungsi secara baik pada mode half duplex (Gambar 1) maupun full duplex (Gambar 2). Namun, mode full duplex dalam satu modul hanya pada spesifikasi tertentu saja. Secara umum, interfacing jaringan half duplex mengijinkan hanya satu titik pada suatu waktu untuk mengirimkan data. Jaringan secara half duplex antara satu dengan yang lainnya dapat digunakan mikrokontroler dengan mengatur konfigurasi bit pada input dan output pada kontrol kirim/terima pada chip RS 485 pada pin RE dan DE sedangkan A dan B untuk jalur kirim dan terima data. [3]

DE sedangkan A dan B untuk jalur kirim dan terima data. [3] Gambar 1. RS 485

Gambar 1. RS 485 mode half duplex

dan terima data. [3] Gambar 1. RS 485 mode half duplex Gambar 2. RS 485 mode

Gambar 2. RS 485 mode full duplex.

3.

PEMBAHASAN 3.1. Spesifikasi

a. Sensor PIR PIR merupakan sebuah sensor berbasis infrared. Akan tetapi, tidak seperti sensor infrared kebanyakan yang terdiri dari IR LED dan fototransistor. PIR tidak memancarkan apapun seperti IR LED. Sesuai namanya “Passive”, sensor ini hanya merespon energi dari pancaran sinar inframerah pasif yang dimiliki oleh setiap benda yang terdeteksi olehnya. Benda yang dapat dideteksi oleh sensor ini biasanya adalah tubuh manusia (Dian Renita Rahmalia et al., 2012).

Menurut Mohd. Syaryadhi et al.,( 2007) PIR sensor mempunyai dua elemen sensing yang terhubungkan dengan masukan dengan susunan seperti yang terdapat dalam Gambar berikut:

dengan susunan seperti yang terdapat dalam Gambar berikut: Diagram Internal Rangkaian sensor P I R Bentuk

Diagram Internal

Rangkaian sensor

PIR

Gambar berikut: Diagram Internal Rangkaian sensor P I R Bentuk fisik sensor PIR Arah Jangkauan Gelombang

Bentuk fisik sensor PIR

Internal Rangkaian sensor P I R Bentuk fisik sensor PIR Arah Jangkauan Gelombang sensor PIR Tubuh

Arah Jangkauan Gelombang sensor PIR

Tubuh manusia dan binatang dapat memancarkan radiasi infra merah terkuat yaitu pada panjang gelombang 9,4 μm. Radiasi infra merah yang dipancarkan inilah yang menjadi sumber pendeteksian bagi detektor panas yang memanfaatkan radiasi infra merah. (Mohd. Syaryadhi et al., 2007). Deni Arifianto, (2011) menyebutkan modul sensor PIR memiliki karakterisasi sebagai berikut :

Tegangan Catu Daya : 4.7 12 VDC

Jangkauan Deteksi Sensor : 5 meter pada sudut 0 derajat

Output sensor tegangan High : 5 VDC

Output lebar pulsa : 0.5 s

b. Arduino UNO Arduino UNO adalah board berbasis mikrokontroler pada ATmega328. Board ini memiliki 14 digital input / output pin (dimana 6 pin dapat digunakan sebagai output PWM), 6 input analog, 16 MHz osilator kristal, koneksi USB, jack listrik tombol reset. Pin-pin ini berisi semua yang diperlukan untuk mendukung mikrokontroler, hanya terhubung ke komputer dengan kabel USB atau sumber tegangan bisa didapat dari adaptor AC-DC atau baterai untuk menggunakannya [4].

dari adaptor AC-DC atau baterai untuk menggunakannya [4]. Mikrokontroler ATMega328 Operasi   5 V

Mikrokontroler

ATMega328

Operasi

 

5 V

Voltage

 

7

12 V

Input Voltage

(rekomendasi)

Input Voltage

6

20 V (limit)

I/O

14 pin (6 pin untuk PWM)

Arus

 

50

mA

Flash Memory

 

32

KB

Boot loader

SRAM 2 KB

EEPROM

 

1 KB

Kecepatan

16 MHz

c. Buzzer Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah getaran listrik menjadi getaran suara. Pada dasarnya prinsip kerja buzzer hampir sama dengan loud speaker, jadi buzzer juga terdiri dari kumparan yang terpasang pada diafragma dan kemudian kumparan tersebut dialiri arus sehingga menjadi elektromagnet, kumparan tadi akan tertarik ke dalam atau keluar, tergantung dari arah arus dan polaritas magnetnya, karena kumparan dipasang pada diafragma maka setiap gerakan kumparan akan menggerakkan diafragma secara bolakbalik sehingga membuat udara bergetar yang akan menghasilkan suara [5].

membuat udara bergetar yang akan menghasilkan suara [5]. Bentuk fisik buzzer tampak atas d. RS-485 B

Bentuk fisik buzzer tampak atas

d. RS-485

Bentuk fisik buzzer tampak samping

IC RS485 adalah IC yang digunakan untuk teknik komunikasi data serial. System komunikasi dengan menggunakan RS485 mulai dikembangkan pada tahun 1983 di mana dengan teknik ini, komunikasi data dapat dilakukan pada jarak yang cukup jauh yaitu 1,2 Km. Selain dapat digunakan untuk jarak yang jauh teknik ini juga dapat digunakan untuk menghubungkan 32 unit beban sekaligus hanya dengan menggunakan dua buah kabel saja tanpa memerlukan referensi ground yang sama antara unit yang satu dengan unit lainnya[6]. RS-485 merupakan standar komunikasi serial yang bersifat multidrop/multi-point. Dalam sistem multi-point ini transfer data dapat dilakukan dari satu transmitter ke beberapa receiver sekaligus, atau dengan kata lain membentuk suatu jaringan komputer. Dalam RS- 485 terdapat sebuah transmitter (disebut juga driver) dan sebuah receiver

[6].

(disebut juga driver ) dan sebuah receiver [6]. R S 4 8 5 t o U

RS485 to USB

juga driver ) dan sebuah receiver [6]. R S 4 8 5 t o U S

RS485 to TTL

juga driver ) dan sebuah receiver [6]. R S 4 8 5 t o U S

Kabel RS485

3.2.

Cara Kerja Sistem

- Flowchart Master

3.2. Cara Kerja Sistem - Flowchart Master 3.3. Diagram Blok - Flowchart Slave Master (PC), berperan

3.3. Diagram Blok

-

Flowchart Slave

- Flowchart Master 3.3. Diagram Blok - Flowchart Slave Master (PC), berperan sebagai penampil HMI juga
- Flowchart Master 3.3. Diagram Blok - Flowchart Slave Master (PC), berperan sebagai penampil HMI juga

Master (PC), berperan sebagai penampil HMI juga monitoring data dengan bantuan software LabVIEW. Konverter USB to RS485 berperan sebagai

media komunikasi antara master dan slave. Konverter RS485 to TTL untuk menghubungkan Arduino atau mikrokontroler ke RS-485. Slave berperan menjalankan perintah dari Master dan hanya menerima data (receiver). Ada dua slave, yaitu Arduino untuk mengolah data sinyal analog atau digital yang berasal dari sensor PIR dan buzzer sebagai aktuator yang menandakan alarm berbunyi.

3.4. Skematik Diagram

yang menandakan alarm berbunyi. 3.4. Skematik Diagram 3.5. Analisis Rangkaian Terdapat dua buah mikrokontroler

3.5. Analisis Rangkaian

Terdapat dua buah mikrokontroler Arduino UNO yang digunakan sebagai slave. Slave 1 Arduino untuk sensor PIR dan slave 2 Arduino untuk buzzer. Semua pinout Vcc dan GND dihubungkan ke pinout power dan GND slave Arduino yang diparalelkan masing-masing. Output sensor PIR dihubungkan sebagai data input sistem ke pinout 10 slave 1 Arduino. Kabel data buzzer dihubungkan ke pinout 4 slave 2 Arduino. Komunikasi serial yang digunakan adalah mode RTU. Pinout 0 Rx Arduino dihubungkan ke pinout 1 RS485 to TTL (RO). Pinout 1 Tx Arduino dihubungkan ke pinout 4 RS485 to TTL (DI). Begitupula untuk slave 2. Untuk pinout 2 (RE) dan 3 (DE) RS485 to TTL masing-masing slave diparalelkan lalu dihubungkan ke pinout 2 masing-masing slave Arduino. Pinout 6 (A) RS485 to TTL slave 1 dan slave 2 diparalelkan. Pinout 7 (B) RS485 to TTL slave 1 dan slave 2 pun diparalelkan juga. Lalu, kabel A

dan kabel B dihubungkan ke USB to RS485 yang akan dihubungkan ke Master.

3.6. Algoritma Perangkat Lunak

dan kabel B dihubungkan ke USB to RS485 yang akan dihubungkan ke Master. 3.6. Algoritma Perangkat
dan kabel B dihubungkan ke USB to RS485 yang akan dihubungkan ke Master. 3.6. Algoritma Perangkat

3.7.Simulasi

Front Panel dan Block Diagram (LabVIEW)

3.7.Simulasi Front Panel dan Block Diagram (LabVIEW) 3.8. Hasil Uji Coba Sensor PIR akan mendeteksi penjahat
3.7.Simulasi Front Panel dan Block Diagram (LabVIEW) 3.8. Hasil Uji Coba Sensor PIR akan mendeteksi penjahat

3.8. Hasil Uji Coba Sensor PIR akan mendeteksi penjahat yang berencana untuk masuk ke dalam rumah secara paksa. Pada saat itu, sensor akan memberi logic 1 yang berarti adanya penjahat yang mencoba membuka rumah serta sensor akan berlogic 0 ketika tidak ada pergerakan sama sekali dari arah pintu masuk rumah. Ketika logic 1 maka buzzer akan berbunyi dan membuat penjahat menjadi panic serta mengurungkan niat untuk melanjutkan niat mereka. Buzzer akan berhenti berbunyi saat pemilik rumah menonaktifkan system. Sehingga mungkin saja penjahat dapat tertangkap oleh pemilik rumah.

4.

SIMPULAN

Sistem Kendali Alarm pada Pintu Rumah dengan Sensor PIR didesain untuk meminimalisir kejahatan bermotif perampokan pada rumah yang biasanya diincar oleh penjahat.

Sistem ini menggunakan komunikasi serial RS 485 dan software Labview sebagai tampilan dari sistem ini.

8

Sistem ini mengunakan PC yang berbasis software LabVIEW sebagai master dan Mikrokontroller Arduino sebagai slave dengan output berupa buzzer.

5. DAFTAR PUSTAKA [1] Jan Axelson, Networks for Monitoring And Control Using an RS485 Interface, Mikrocomputer Journal, August 1995 [2] Interfacing the Serial/RS232 Port V5.0, www.senet.com.au/~cpeacock, diakses 19 mei 2018 [3] Axelson, J., Serial Port Complete:COM Ports, USB Virtual COM Ports, and Ports for Embedded Systems Second Edition, Madison: Lakeview Research, 2007. [4] Arduino, 2011. Datasheet Arduino UNO. http://arduino.cc/en/Main/arduinoBoardUNO. Diakses tanggal 19 Mei 2018 [5] Widodo Budiharto, Elektronika Digital Dan Micprosesor, Andi Offset Yogyakarta, 2004. [6] Eko Putra, Agfianto. (2006), Belajar Mikro Kontroler AT89S51/52/55 Teori dan Aplikasi, Yokyakarta : Gava Media.