Anda di halaman 1dari 3

WOC TRAUMA MEDULA SPINALIS DAN SHOCK SPINAL

Trauma langsung: Trauma tidak langsung: Faktor resiko:


Kecelakaan kendaraan bermotor Penyakit motor neuron Minum obat saat berkendara
Jatuh dari ketinggian Infeksi myelopati spondilosis Usia terlalu tua
Kekerasan fisik Tumor inflamasi JK: Laki-laki
Cedera olahraga Kegansan spondilitis TB Alkohol
Menyelam pada air dangkal Factor congenital Perokok
Luka tembak/tusuk

Menyebabkan benturan/ kerusakan


pada medulla spinalis (vertebrae)

Akselerasi, Deselerasi, kompresi


yang berlebihan

Medula spinalis mengalami trauma,


kompresi, tertarik dan robek

Terjadinya
SPINAL CORD INJURY perdarahan

Kerusakan jalur simpatetik Timbul perlukaan pada Adanya robekan di ligament Blok saraf Trauma berat yang
desending spinal cord sekitar spinal cord simpatis menyebabkan penurunan
kesadaran
Kerusakan jalur simpatetik Timbul perlukaan pada Adanya robekan di ligament Blok saraf Trauma berat yang
desending spinal cord sekitar spinal cord simpatis menyebabkan penurunan
kesadaran

Terputusnya jaringan saraf Peradangan/inflamasi pada Robekan mengenai saraf, Kelumpuhan


medulla spinalis spinal cord terputusnya saraf otot pernapsan Koma

Injury, baik complete Reaksi inflamasi Hilangnya fungsi saraf Kelumpuhan


Pemberian Lidah jatuh
maupun incomplete otot pernapsan
makan via ke belakang
NGT/parenteral
Pembengkakan Perangsangan Hilangnya Gangguan saat Airway
Tetraplegia Paraplegia (Edema) reseptor nyeri reflex tubuh bernafas Nutrisi yg terhalang
(mengenai C1-T1) (Mengenai diterima <<
torakal, lumbal RR abnormal
dan sacral) Penekanan Timbulnya MK:
Seluruh anggota saraf dan nyeri hebat MK: ketidak
bersihan
gerak tidak bias pembuluh MK: efektifan
jalan napas
bergerak Ekstremitas darah Ketidakefektifan nutrisi
tidak
bawah dan MK: Nyeri akut pola pernapasan kurang dari
efektif
sebagian tubuh kebutuhan
tidak bias Sirkulasi darah daerah tubuh
bergerak cidera tidak adekuat Hilangnya Reflex Reflex
reflex T7 pengosongan Resiko masuk
kandung saluran
ke atas usus hilang kemih hilang pernapasan
MK: Gangguan
Proses pergerakan perfusi jaringan
MK: Disrefleksia
tubuh terganggu Peristaltic Pengontrolan
Autonom MK: Resiko
Posisi supine terus- tidak pengeluaran
terkontrol urine gagal aspirasi
menerus
MK: Gangguan
Mobilitas Fisik
Penekanan jaringan MK: MK:
ADL tidak terpenuhi setempat dalam waktu Gangguan Gangguan
lama Eliminasi fekal Eliminasi
Urine
MK: Defisit
Perawatan Diri
Terjadinya
perdarahan

Internal bleeding Eksternal bleeding


Penurunan perfusi
vaskuler pH akibat
HIpoksia dan iskemik akumulasi laktat Banyak darah yang
keluar

Jumlah Myelin saraf


menurun Reperfusi jaringan Darah output > 500 cc Resusitasi terlambat
seluler dan kondisi semakin
memburuk
Transmisi saraf MK: Resiko
mengalami penurunan kekurangan volume CRT > 2 detik, akral
Perburukan cidera dan cairan dingin, basah, pucat,
peningkatan kematian seluler TD turun, nadi
Mikro Hemoragic meningkat

Hipoperfusi sistemik Perlambatan otot dan


hilangnya refleks MK: Syok
Hipovolemik

Suplay darah otak


menurun Flacid Paralisis

PK: Shock PK: Shock Spinal


Neurogenik