Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN KASUS LANJUT

MANAJEMEN ASUHAN GIZI KLINIK PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY


DISEASE (CKD) STADIUM V DAN PSEUDO REVRISNA MULTIPLE
REGIO ANTEBRACHII DEXTRA

DI RUANG ANGSOKA I RSUP SANGLAH DENPASAR

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL)

Oleh :

MONICHA BUDIANTI
G42151643

KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2019
BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


1.2 Tujuan
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD)


2.1.1 Definisi Chronic Kidney Disease (CKD)
2.1.2 Klasifikasi Chronic Kidney Disease (CKD)
2.1.3 Etiologi Chronic Kidney Disease (CKD)
2.1.4 Patofisiologi Chronic Kidney Disease (CKD)
2.1.5 Penatalaksanaan Diet Chronic Kidney Disease (CKD)

2.2 ACUTE DECOMPENSATED HEART FAILURE (ADHF)


2.2.1 Definisi Acute Decompensated Heart Failure (ADHF)
2.2.2 Klasifikasi Acute Decompensated Heart Failure (ADHF)
2.2.3 Etiologi Acute Decompensated Heart Failure (ADHF)
2.2.4 Patofisiologi Acute Decompensated Heart Failure (ADHF)
2.2.5 Penatalaksanaan Diet Acute Decompensated Heart Failure (ADHF)
BAB III. PELAKSANAAN ASUHAN GIZI

3.1 IDENTITAS PASIEN


Nama Pasien : Tn. SH Tanggal MRS : 29/03/2019
Tanggal Lahir : 30/12/1980 Diagnosa Medis : CKD STD. V + Pseudo
Usia : 38 tahun Revrisna Multiple
Jenis Kelamin : Laki - laki Region Dextra
Pekerjaan : Wiraswasta Diet dan Bentuk Makanan : Diet Ginjal dengan
Ruangan / Kelas : Angsoka I / Kelas III Hemodialisa / Nasi
No. RM : 19003206 Tanggal Pengamatan : 1 Maret 2019

3.2 SKRINNING GIZI


Berat badan (BB) sekarang : 50 kg
BB seharusnya / biasanya : 54 kg
Tinggi (Badan) : 160 cm

1. Apakah berat badan (BB) anda menurun akhir-akhir ini tanpa


direncanakan?
 Tidak

Ya, bila ya berapa penurunan berat badan


1 – 5 kg 1
6 – 10 kg 2
11 – 15 kg 3
>15 kg 4
Tidak Yakin

2. Apakah nafsu makan anda berkurang ?

 Tidak 0

Ya 1

Total Skor 0
Nilai MST :
 Resiko rendah (MST = 0 - 1)
 Resiko sedang (MST = 2 -3 )
 Resiko Tinggi (MST = 4 – 5)

3.3 ASSESMENT
KATEGORI STANDAR PEMBANDING (standar
DATA ASSESMENT
DATA normal, standar kebutuhan)
Riwayat
Personal
(CH)
1. Riwayat Pasien memiliki riwayat penyakit hipertensi.
Penyakit
Dahulu

2. Riwayat Ibu pasien memiliki riwayat penyakit hipertensi.


Penyakit
Keluarga

3. Riwayat CKD stadium V on HD Reguler dan Pseudo


Penyakit Revrisna Multiple Region Dextra
Sekarang

4. Sosial Pasien adalah seorang wiraswasta dengan aktivitas


Ekonomi yang sedang. Pasien jarang melakukan olahraga.
Riwayat
Terkait Gizi
dan Makanan
(FH)
1. Riwayat a. Pola makan utama, nasi 2-3x/hari dan roti
Gizi 2x/minggu.
Terdahulu b. Pasien tidak memiliki alergi dan pantangan
makan.
c. Tidak mengonsumsi suplemen gizi.
d. Pasien sering mengonsumsi ikan sebanyak 2-
3x/hari. Selain itu, pasien juga mengonsumsi
ayam 2x/minggu.
e. Pasien mengonsumsi tahu dan tempe sebanyak
2x/hari.
f. Sayuran yang sering dikonsumsi pasien adalah
labu siam, wortel, dan buncis. Pasien
mengonsumsi sayuran sebanyak 1-2x/hari.
g. Pasien sangat jarang mengonsumsi buah karena
takut pada kandungan air yang terdapat dalam
buah.
h. Cemilan yang sering dikonsumsi oleh pasien
adalah wafer dan kue basah. Pasien
mengonsumsi cemilan tersebut sebanyak
3x/minggu.

Tingkat Konsumsi Pasien Dirumah Sebelum MRS Kriteria Tingkat Konsumsi (Gibson, 2005)
(table terlampir) : Baik : ≥ 80 %
Energi : 1.354,2 kkal (75%) Kurang : 51-79 %
Protein : 62,4 gram (93%) Buruk : ≤ 51 %
Lemak : 59,1 gram (118%)
Karbohidrat : 140,2 gram (52%)

Kebutuhan Pasien Dirumah Berdasarkan


Perhitungan Dubois (perhitungan terlampir)
Energi : 1.791,5 kkal
Protein : 67 gram
Lemak : 49,76 gram
Karbohidrat : 268,7 gram

2. Riwayat Hasil Recall 24 jam Pasien Sebelum Intervensi Kriteria Tingkat Konsumsi (Gibson, 2005)
Tanggal 30/03/2019 Baik : ≥ 80 %
Gizi
Energi : 1.386,2 kkal (73%)
Sekarang Kurang : 51-79 %
Protein : 66,86 gram (102%)
Buruk : ≤ 51 %
Lemak : 43,94 gram (83%)
Karbohidrat : 172,78 gram (53%)
Perhitungan Standar Rumah Sakit :
Energi : 1.900 kkal
Protein : 65 gram
Lemak : 53 gram
Karbohidrat : 419 gram

Antropometri a. BB : 50 kg BMI menurut Kemenkes RI


b. TB : 160 cm - < 17 : Kurang berat badan berat
c. IMT ∶
50 - 17 – 18,5 : Kurang berat badan ringan
(1,6 x 1,6) - 18,5 – 25 : Normal
: 19,53 kg/m2 (Normal) - 25 – 27 : Overweight
d. BBI : (TB – 100) – 10% (TB – 100) - > 27 : Obesitas
: (160 – 100) – 10% (160 – 100)
: 60 – 6
: 54 kg
Fisik / Klinis Hasil Pemeriksaan Fisik
Tanggal Pemeriksaan Hasil Kriteria skala nyeri :
29/03/ + Nyeri biasa
Nyeri pada luka operasi (++)
2019 ++ Nyeri sedang
31/03/ +++ Nyeri sekali
Nyeri pada luka operasi (++)
2019 ++++ Nyeri hebat

Hasil Pemeriksaan Klinis


29/03/2019 31/03/2019
Hasil Ket. Hasil Ket. Indikator Nilai Normal
TD 130/70 Normal 140/90 Tinggi TD 120/80-130/85 mmHg
mmHg mmHg Nadi 60-100x/menit
Nadi 78x/ Normal 80x/ Normal RR 14-20x/menit
menit menit Suhu 36-37oC
RR 20x/ Normal 16x/ Normal TD 120/80-130/85 mmHg
menit menit
Suhu 36oC Normal 36oC Normal
Biokimia Tanggal
Pemeriksaan Satuan Hasil Keterangan Nilai Normal
Pemeriksaan
Hemoglobin g/l 6,32 Rendah 12-16 g/dl
BUN mg/dl 108 Tinggi 9-20 mg/dl
3,6-4,8
Kalium mmol/L 6,53 Tinggi
29/03/2019 mmol/L
135-144
Natrium mmol/L 139 Normal
mmol/L
Kreatinin mg/dl 19,99 Tinggi 0,6-1,3 mg/dl

Hemoglobin g/l 7,55 Rendah 12-16 g/dl


BUN mg/dl 61,3 Tinggi 9-20 mg/dl
3,6-4,8
Kalium mmol/L 5,08 Tinggi
31/03/2019 mmol/L
135-144
Natrium mmol/L 136 Normal
mmol/L
Kreatinin mg/dl 11,26 Tinggi 0,6-1,3 mg/dl

3.4 DIAGNOSA GIZI


Domain Problem Etiologi Sign/Symptom
NI – 1.4 Kekurangan intake Terkait dengan
energi
NI – 5.1 Peningkatan Terkait dengan kurangnya Ditandai dengan kadar hemoglobin
kebutuhan sumber Fe. asupan protein. rendah (7,55 g/dl).
NI – 5.4 Penurunan kebutuhan Terkait dengan gangguan Ditandai dengan kadar BUN (61,3
protein. fungsi ginjal. mg/dl) dan Kreatinin (11,26 mg/dl)
yang tinggi.

3.5 INTERVENSI GIZI


INTERVENSI GIZI
1. Diet :
Gagal Ginjal Kronik dengan Hemodialisa, RP 65 gram, 1890 kkal

2. Tujuan Diet :
a. Memberikan makanan sesuai dengan kebutuhan pasien berdasarkan perhitungan zat
gizi.
b. Mempertahankan status gizi agar pasien dapat beraktivitas normal.
c. Menjaga keseimbangan cairan.
d. Membantu menghilangkan retensi garam atau air di dalam jaringan tubuh.

3. Prinsip Diet :
Energi cukup, rendah protein, dan rendah garam

4. Syarat Diet :
a. Energi cukup, yaitu 35 kkal/kg BBI sebesar 1.890 kkal.
b. Protein tinggi, untuk mempertahankan keseimbangan nitrogen dan mengganti asam
amino yang hilang selama hemodialisa, yaitu 1,2 gram/kg BBI sebesar 65 gram.
c. Lemak cukup, yaitu 25% dari kebutuhan energi total sebesar 52,5 gram.
d. Karbohidrat diberikan sisa dari kebutuhan energi total, yaitu 419 gram.
e. Cairan dibatasi, yaitu jumlah urin yang keluar selama 24 jam ditambah dengan 500
ml dan dikurangi dengan cairan infus yang masuk ke dalam tubuh.
f. Natrium dibatasi, sebesar 800 mg/hari (Sesuai dengan syarat diet rendah garam II).

Kebutuhan Zat Gizi :


Keb. Energi = 35 kkal/kg BBI
= 35 kkal x 54 kg
= 1.890 kkal

Keb. Protein = 1,2 gram/kg BBI


= 1,2 gram x 54 kg
= 65 gram

Keb. Lemak = 25 % x KET


= 25 % x 1.890 kkal
= 472,5 kkal / 9
= 52,5 gram

Energi∓Protein−Lemak
Keb. KH =
4
1.890+259,2−472,5
=
4
= 419 gram
5. Implementasi
Diet yang akan diberikan kepada pasien adalah diet Gagal Ginjal Kronik dengan
Hemodialisis dengan Energi sebesar 1.890 kkal, Protein 65 gr, Lemak 52,5 gr, dan KH
419 gr dengan 3 kali makanan utama berupa nasi dan 2 kali selingan berupa susu, pagi
dan sore (dengan menu terlampir).

Jadwal pemberian makan pasien adalah :


Pagi : 06.30 - 07.30 WITA
Snack : 09.00 - 10.00 WITA
Siang : 11.30 - 12.30 WITA
Snack : 14.00 - 15.00 WITA
Sore : 17.00 - 18.00 WITA

6. Rencana Edukasi/Konseling Gizi


a. Edukasi Awal
Edukasi gizi diberikan pada pasien dan keluarga pasien tentang diet yang
diberikan dan jadwal pemberian makan di rumah sakit. Selain itu, pasien juga
mendapatkan edukasi tentang pentingnya menjaga asupan makan sesuai dengan
kebutuhan dan penyakit yang diderita, serta memberikan anjuran untuk tidak
mengonsumsi makanan dari luar rumah sakit.
b. Konseling Gizi
Tempat : Angsoka 1
Waktu : 09.00 – 09.15 WITA
Metode : Ceramah dan diskusi
Media : Leaflet
Sasaran : Keluarga pasien dan pasien
Materi : - Diet Gagal Ginjal Kronik dengan Hemodialisa
- Makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan

3.6 RENCANA MONITORING DAN EVALUASI


No. Monitoring Evaluasi Waktu
Membandingkan daya terima
1. Asupan pasien dengan kebutuhan sesuai Setiap hari
dengan perhitungan.
2. Antropometri Perubahan berat badan pasien. Satu minggu
- Perubahan keadaan umum
pasien terkait nyeri pada luka
3. Fisik / Klinis bekas operasi. Setiap hari
- Perubahan tekanan darah
pasien.
Perubahan hasil laboratorium
Sesuai dengan
4. Biokimia terkait gizi (bila dilakukan
instruksi dokter
pemeriksaan ulang)
Lampiran

1. Tingkat Konsumsi Pasien Dirumah Sebelum MRS


E (kkal) P (gram) L (gram) KH (gram)
Konsumsi 1.354,2 62,4 59,1 140,2
Kebutuhan 1.791,5 67 49,76 268,7
Tingkat
75% 93% 118% 52%
Konsumsi (%)

2. Perhitungan Dubois
BMR = 1 x BBI x 24 jam
= 1 kal x 54 x 24 jam = 1.296

Koreksi tidur = 10% x 8 x BBI


= 10% x 8 x 54 = 43,2
-
Total 1 = 1.252,8

Aktifitas = 30% x total 1


= 30% x 1.252,8 = 357,84
+
Total 2 = 1.628,64

SDA = 10% x 1.628,64 = 162,864


+
= 1.791,5 kkal
Protein = 15% x 1.791,5 = 67 gr
Lemak = 25% x 1.791,5 = 49,76 gr
Karbohidrat = 60% x 1.791,5 = 268,7 gr

3. Hasil Recall 24 Jam Sebelum Intervensi (30/03/2019)


E (kkal) P (gram) L (gram) KH (gram)
Hasil 1.386,2 66,86 43,94 222,78
Standar RS 1.900 65 53 419
Tingkat
73# 102% 85% 53%
Konsumsi (%)